cover
Contact Name
Yesri Talan
Contact Email
yesrierik@gmail.com
Phone
+6282140768048
Journal Mail Official
jurnalsesawi@gmail.com
Editorial Address
Pondok Maritim Indah Blok AA.1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sesawi: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 27157598     DOI : 10.53687
Core Subject : Religion, Education,
SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung (STTSA) Surabaya.
Articles 106 Documents
PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN KELUARGA Tamonob, Phidolija
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.259

Abstract

Pembentukan karakter anak usia dini merupakan fondasi penting dalam menciptakan individu yang berkepribadian baik dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam pembentukan karakter anak usia dini di lingkungan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap orang tua dan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak melalui penerapan pola asuh, komunikasi yang efektif, dan keteladanan dalam perilaku. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, disiplin, dan konsistensi cenderung menunjukkan karakter positif seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa orang tua harus berperan aktif dan konsisten dalam membimbing anak usia dini melalui pendekatan yang seimbang antara kasih sayang dan disiplin. Upaya ini tidak hanya menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis tetapi juga membentuk karakter anak dalam menghadapi tantangan di masa depan.
INTEGRASI NILAI KARAKTER DALAM PROFESIONALISME GURU PAK BERDASARKAN 2 TIMOTIUS 2:24-25 Tefa, Yunita Edrodanti; Fay, Endang Nuryanti; Kuanine, Melyarmes Hodner
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.324

Abstract

Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah pribadi yang dipanggil untuk mewakili Kristus dalam dunia pendidikan, baik melalui pengajaran, perilaku, maupun sikap hidupnya sehari-hari. Dalam perannya, guru PAK tidak hanya mentransfer pengetahuan Alkitab, tetapi juga menjadi teladan dalam menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam 2 Timotius 2:24-25 yang mencerminkan landasan karakter yang seharusnya dimiliki guru PAK dalam menjalankan profesinya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan yaitu menggunakan literatur yang relevan dengan profesionalisme guru. Hasil penelitian menunjukkan profesionalisme guru PAK tidak hanya diukur melalui kompetensi akademik, tetapi juga melalui integritas spiritual dan karakter Kristiani. Kitab 2 Timotius 2:24–25 memberikan fondasi teologis yang kuat untuk membentuk sikap profesional guru PAK yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dengan kasih, kesabaran, dan hikmat ilahi.
PENYESALAN ILAHI: KAJIAN EKSEGETIS TERHADAP KEJADIAN 6:6 Wang, Suryowati; Junias, Resa; Katupu, Merlin Chintia; Yalaling, Jundriwan
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.283

Abstract

Konsep “penyesalan Ilahi” dalam Kejadian 6:6 telah lama menjadi bahan perdebatan dalam teologi karena tampaknya bertentangan dengan sifat Allah yang Mahatahu dan tidak berubah. Latar belakang kajian ini berangkat dari pentingnya memahami bagaimana teks-teks Alkitab menggambarkan respons emosional Allah terhadap tindakan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna istilah Ibrani nacham dalam konteks Kejadian 6:6 serta mengevaluasi implikasi teologisnya. Pendekatan yang digunakan adalah eksegetis tekstual dengan metode analisis tematik, linguistik, historis, sastra, teologis, dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesalan Ilahi bukanlah perubahan dalam hakikat Allah, melainkan ekspresi dari relasi yang dinamis antara Allah dan manusia. Allah menunjukkan kepedulian moral yang mendalam terhadap ciptaan-Nya tanpa mengubah esensi kekal-Nya. Kajian ini memperkaya pemahaman tentang karakter Allah dalam Perjanjian Lama dan menegaskan pentingnya membaca teks secara kontekstual dan intertekstual dalam studi teologi.
MANDAT BUDAYA DALAM KEJADIAN 1:28 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Kansil, Dicky Welly
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.336

Abstract

Artikel ini membahas perspektif amanat budaya terhadap penggunaan teknologi dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Dalam menghadapi era digital, proses pengintegrasian teknologi dalam pendidikan agama Kristen menjadi semakin terkait untuk  memenuhi kebutuhan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman tentang  bagaimana amanat budaya agama Kristen dapat membentuk pandangan terhadap penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan  pendekatan kualitatif, penelitian ini melakukan analisis terhadap literatur dan studi Pustaka yang bertujuan  untuk  memaparkan bagaimana amanat budaya agama Kristen mempengaruhi sikap dan pandangan terhadap integrasi teknologi dalam pembelajaran agama. Hasil penelitian menyatakan bahwa pandangan amanat budaya memberikan dasar yang kokoh dalam  penggunaan teknologi dalam pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama Kristen. Penemuan ini memberikan sumbangan pada pandangan tentang bagaimana mengintegrasikan teknologi secara bertanggung jawab dan signifikan  dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen, sekaligus memahami pengaruh positif dan problema  yang mungkin timbul. Artikel ini berusaha untuk menggali pemikiran  baru terkait keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan dan kemajuan teknologi dalam konteks pembelajaran pendidikan agama Kristen.
KAJIAN BIBLIKA TENTANG MODEL DETEKSI DINI POTENSI KONFLIK SOSIAL DI TENGAH MASYARAKAT Gulo, Manase; Prasetyo, Yosafat Gratia
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.318

Abstract

Penelitian ini bertujuan menawarkan model baru dalam sistem deteksi dini konflik, berbasis pada nilai moral dan spiritual Alkitabiah. Teori Alkitab telah terbukti mencegah konflik sosial dalam skala besar misalnya rencana Haman membunuh orang Yahudi (Ester 3), Rencana Herodes Membunuh Yesus saat masih masih bayi (Mat. 2) dan lain sebagainya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur. Maksudnya, peneliti menggunakan metode hermeneutik untuk menganalisis beberapa teks Alkitab yang berhubungan dengan model deteksi dini potensi konflik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data-data dari berbagai sumber hasil penelitian sebelumnya dan hasil analisis beberapa teks yang berhubungan dengan topik penelitian (cara mendeteksi dini konflik di dalam Alkitab).  Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik akan menjadi lebih besar ketika orang-orang yang melihat, mengetahui, mendengar adanya potensi konflik  lambat bertindak, kurang sensitif, tidak peduli dan belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang cara mendeteksi dini potensi konflik sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, peneliti memberikan rumusan baru tentang model mendeteksi dini potensi konflik sosial di tengah masyarakat yakni pertama, sensitive dan bertindak. Kedua, memberitahukan kepada calon korban untuk mengasingkan diri dari titik konflik. Ketiga, Menemui orang yang yang memiliki pengaruh dan yang memiliki kuasa serta pengambil kebijakan untuk mencegah timbulnya konflik dalam skala besar. Keempat, Mengutus tim delegasi.
TANGGAPAN ETIKA KRISTEN TERHADAP PELANGGARAN MORAL DALAM 1 KORINTUS: IMPLIKASI BAGI KEHIDUPAN GEREJA MODERN Zalukhu, Robin Stefanus; Silaen, Riste Tioma
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.340

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan etika Kristen dalam menangani kegagalan moral jemaat, dengan menyoroti kasus jemaat Korintus pada masa Rasul Paulus dan relevansinya bagi gereja masa kini. Masalah seperti perselingkuhan, perilaku seksual menyimpang, dan tindakan amoral pemimpin gereja masih kerap terjadi. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menganalisis teks Alkitab, literatur teologis, dan jurnal terkait untuk memahami pendekatan Paulus terhadap kegagalan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menerapkan prinsip-prinsip etika seperti kasih sebagai dasar tindakan, pengampunan yang memulihkan, disiplin rohani yang mendidik, pembaruan moral, teladan Kristus, dan ketergantungan pada Roh Kudus. Prinsip-prinsip ini menjadi pedoman bagi gereja dalam menangani kasus serupa secara bijaksana dan seimbang, menggabungkan ketegasan terhadap dosa dengan belas kasih terhadap pelaku. Gereja didorong membangun sistem pastoral yang menekankan pemulihan, bukan hanya hukuman, serta menciptakan komunitas yang mendukung pertobatan. Dengan demikian, etika Kristen dapat membentuk gereja yang kudus, penuh kasih, dan relevan dalam menghadapi tantangan moral kontemporer
PRINSIP ETOS KERJA MENURUT AMSAL 6:6, 10:4 DAN IMPLEMENTASINYA BAGI ORANG KRISTEN MASA KINI Hariyanto, Yakup
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.345

Abstract

Etos kerja merupakan nilai moral yang sangat penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks. Kitab Amsal dalam Perjanjian Lama memberikan nasihat-nasihat bijak mengenai kerja keras, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip etos kerja menurut Amsal 6:6 dan 10:4 serta mengeksplorasi implementasinya dalam kehidupan orang Kristen masa kini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis teks Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amsal 6:6 menekankan ketekunan dan inisiatif melalui teladan semut, sementara Amsal 10:4 menyoroti perbedaan antara kemalasan dan kerajinan sebagai penentu keberhasilan. Implementasi prinsip ini relevan untuk membentuk karakter kerja orang Kristen agar bertanggung jawab, rajin, dan berintegritas dalam berbagai bidang kehidupan. Prinsip-prinsip ini penting untuk diterapkan sebagai wujud kesaksian iman di tengah masyarakat.
FILSAFAT PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI RUANG PERJUMPAAN: MENJAWAB TANTANGAN MULTIKULTURALISME DAN PLURALISME RELIGIUS Kasse, Gustaf Rudolf Aleksander
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.368

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji landasan filosofis Pendidikan Agama Kristen dalam menjawab tantangan multikulturalisme dan pluralisme agama di era global. Dalam konteks masyarakat yang semakin pluralistik, Pendidikan Agama Kristen sering terjebak dalam dua ekstrem: eksklusivisme tertutup atau relativisme kompromi. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan pendekatan terhadap filsafat pendidikan Kristen sebagai ruang pertemuan, yaitu tempat di mana identitas iman ditegaskan dan dialog dipertahankan secara terbuka dan hormat.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian perpustakaan dan analisis reflektif-kritis terhadap literatur teologis, filosofis, dan pedagogis. Data dianalisis melalui pendekatan hermeneutik filosofis untuk menemukan sintesis antara iman Kristen dan nilai-nilai dialogis dalam pendidikan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen berdasarkan teologi inkarnasi, relasionalitas, dan cinta dapat membentuk siswa yang memiliki identitas iman yang kuat tetapi juga inklusif dalam sikapnya. Pendidikan Kristen bukan hanya alat untuk warisan doktrin, tetapi sarana membangun karakter yang mampu hidup damai di tengah keberagaman. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya perubahan paradigma dalam filosofi Pendidikan Agama Kristen dari pendidikan yang berpusat pada transfer doktrin menjadi pendidikan sebagai praksis dialog dan perjumpaan transformatif.
FRAGMENTASI PEMAHAMAN TENTANG YESUS HISTORIS DAN KRISTUS IMAN: SUATU ANALISIS KRISTOLOGI DALAM TEOLOGI DOGMATIKA Murmanma, Harvenza
Sesawi Vol 7, No 1 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i1.364

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini berkaitan dengan adanya fragmentasi pemahaman tentang Yesus sebagai pribadi historis dan Kristus iman dalam tradisi Kristen. Perbedaan antara keduanya sering kali menimbulkan perdebatan dalam kajian teologi, khususnya dalam ranah teologi dogmatika. Pemahaman yang terpisah antara Yesus sebagai sosok historis yang dihadirkan oleh penelitian sejarah dan Kristus sebagai objek iman yang dipercayai oleh umat Kristen memunculkan tantangan dalam mendalami kedalaman teologi Kristus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dan keterkaitan antara Yesus historis dan Kristus iman, serta untuk menemukan titik temu yang dapat menyatukan keduanya dalam kajian teologi dogmatika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutik teologis. Penelitian ini mengkaji teks-teks Alkitab, hasil penelitian historis, serta pandangan teologis yang berkembang dalam tradisi Kristen untuk mengidentifikasi perbedaan pemahaman yang ada. Selain itu, kajian ini juga memanfaatkan literatur dari teologi dogmatika yang membahas doktrin Kristologi dan Yesus sebagai pusat iman Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan antara Yesus sebagai sosok historis dan Kristus iman, keduanya tidak terpisahkan dan saling melengkapi. Yesus sebagai pribadi historis memberikan dasar empirik bagi keyakinan Kristen, sedangkan Kristus iman mengungkapkan dimensi teologis yang lebih dalam tentang penyelamatan umat manusia. Dalam pembahasan, penelitian ini menekankan pentingnya sintesis antara keduanya untuk membangun pemahaman Kristologi yang lebih utuh dalam teologi dogmatika, yang dapat mengarahkan umat Kristen untuk memahami Yesus bukan hanya sebagai figur sejarah, tetapi juga sebagai Juru Selamat dalam iman.
DOSA SEBAGAI WUJUD KETIDAKTAATAN TERHADAP FIRMAN ALLAH SERTA IMPLIKASINYA BAGI KEKRISTENAN DI ERA MODERN Purdaryanto, Samuel; Daeli, Regueli
Sesawi Vol 7, No 1 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i1.346

Abstract

Dosa merupakan wujud ketidaktaatan terhadap firman Allah. Dosa merupakan kerusakan moral, manusia terpisah dari Allah. Era modern, sekulerisme dan nilai pluralism menganggap dosa sebagai kategori legalistic. Dosa tidak hanya membawa pemisahan dengan Allah, namun juga dengan sesame. Penelitian ini bertujuan memberikan deskripsi penjelasan tentang dosa dalam prespektif Kejadian 3 dan juga Teologi Paulus. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi Pustaka, penulis menganalisis literarur-literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pembahasan tentang dosa sebagai pelanggaran terhadap firman Allah, berimplikasi terhadap kekristen masa kini, sebagai peringatan dan pengajaran sehingga memahami dosa sebagai wujud ketidaktaatan terhadap firman Allah, tidak hanya sebagai kajian historis dan teologis saja.

Page 10 of 11 | Total Record : 106