cover
Contact Name
Yesri Talan
Contact Email
yesrierik@gmail.com
Phone
+6282140768048
Journal Mail Official
jurnalsesawi@gmail.com
Editorial Address
Pondok Maritim Indah Blok AA.1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sesawi: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 27157598     DOI : 10.53687
Core Subject : Religion, Education,
SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung (STTSA) Surabaya.
Articles 98 Documents
PERAN KONSELING DALAM MEMBANTU REMAJA KRISTEN MENGHADAPI KRISIS IMAN DI ERA KONTEMPORER Nesimnasi, Yustus
Sesawi Vol 6, No 1 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i1.301

Abstract

Krisis iman di kalangan remaja Kristen semakin menjadi perhatian dalam konteks globalisasi dan perubahan sosial saat ini. Remaja seringkali menghadapi tantangan yang dapat mengganggu perkembangan spiritual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran konseling dalam membantu remaja Kristen mengatasi krisis iman yang mereka alami. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada konselor dan remaja Kristen yang terlibat dalam konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling berbasis nilai-nilai Kristen dapat memberikan dukungan emosional dan spiritual yang signifikan bagi remaja. Konselor berperan dalam memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang iman, serta membantu remaja mengatasi keraguan dan ketidakpastian dalam perjalanan iman mereka. Pembahasan menunjukkan pentingnya pendekatan yang holistik dan relevansi konseling dalam mendukung pertumbuhan iman remaja Kristen di era kontemporer.
KETAKSALAHAN ALKITAB: KAJIAN BIBLIS DAN SISTEMATIS TERHADAP KRITIK FILSUF MODERN DAN TEOLOG LIBERAL Sanda, Hendrik Yufengkri; Koanak, Ivoni Arisandi Kristina
Sesawi Vol 6, No 1 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i1.290

Abstract

Pandangan Orthodoks mengakui bahwa Alkitab merupakan firman Allah yang berotoritas serta sebagai standar kebenaran. Namun pada kenyataanya ada juga pandangan-pandangan dari para filsuf modern dan para teolog liberal menolak anggapan ini. Menurut mereka Alkitab memiliki kesalahan-kesalahan serta ketidaksesuaian-ketidaksesuaian baik dalam hal sejarah maupun Ilmu pengetahuan. Singkatnya, Alkitab bertentangan dengan Ilmu pengetahuan. Anggapan bahwa Alkitab memiliki kesalahan karena ditulis oleh manusia yang memiliki keterbatasan dan kelemahan. Sehingga di dalam penelitian ini, peneliti bertujuan memberikan elaborasi untuk mengkaji pandangan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah library research  dengan  pendekatan  biblis-sistematis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua anggapan para filsuf modern dan teolog liberal ditolak karena di dalam Alkitab tidak terdapat kesalahan (innerancy). Sebab para nabi maupun rasul secara langsung mendapatkan pengilhaman dari Roh Kudus untuk menuliskan firman sehingga tidak mungkin terdapat kesalahan. Kesalahan yang ada hanyalah terdapat pada naskah salinan-salinan bukan pada naskah asli (autografe). Selain itu juga kurangnya memperhatikan teks dan konteks, serta prinsip-prinsip dalam penafsiran Alkitab membuat salah memahami maksud firman Tuhan. Dengan demikian Alkitab tidak bertentangan dengan sejarah maupun ilmu pengetahuan melainkan semakin meneguhkan kebenarannya.
PERAN GEREJA DALAM MENANGANI HOMOSEKSUALITAS DAN SEKSUALITAS MANUSIA: SEBUAH PENDEKATAN ALKITABIAH DAN TEOLOGI REFORMED Silitonga, Roedy
Sesawi Vol 6, No 1 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i1.282

Abstract

Tulisan ini menganalisis peran gereja dalam merespons individu homoseksual di Indonesia dengan fokus pada tantangan nyata yang dihadapi, seperti meningkatnya pengaruh budaya yang menerima perilaku LGBT. Penelitian ini menyoroti bagaimana gereja dapat mempertahankan kekudusan sesuai ajaran Alkitab sambil memberikan pendampingan pastoral yang efektif. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana gereja mengintegrasikan pengajaran teologi Reformed mengenai dosa seksual dengan praktik pastoral yang membantu individu homoseksual menjalani proses pemulihan secara spiritual dan moral. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengkaji langkah-langkah konkret yang dapat diambil gereja, seperti pengajaran yang tegas tentang dosa, pelayanan pastoral untuk pemulihan trauma, dan dukungan komunitas dalam mendorong transformasi hidup. Hasil analisis menunjukkan bahwa gereja dapat memainkan peran signifikan dalam membimbing individu ini menuju kehidupan yang kudus melalui kombinasi kasih Kristus, disiplin gerejawi, dan kesetiaan pada prinsip teologi yang tidak dikompromikan.
PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN KARAKTERISTIK KRISTUS DI ERA DIGITAL Pinem, Depinta Michael Jordan; Sirait, Hikman; Lie, Tju Lie
Sesawi Vol 6, No 1 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i1.305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali cara pemberdayaan generasi muda dalam menumbuhkembangkan karakter Kristus di era digital. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang membawa kemudahan, generasi muda dihadapkan pada tantangan besar dalam mempertahankan nilai-nilai Kristiani. Pembentukan karakter Kristus, yang mencakup kasih, kerendahan hati, dan integritas, menjadi semakin sulit dengan adanya pengaruh negatif dari media sosial dan konten digital. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, gereja, dan masyarakat untuk membimbing generasi muda dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi pendidikan berbasis iman dan konten inspiratif, dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pembentukan karakter Kristus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi yang dapat diterapkan untuk membimbing generasi muda dalam menumbuhkan karakter Kristus, agar mereka dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak sekaligus menjaga nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.
PERAN GEREJA DALAM MEMBANGUN SPIRITUALITAS ANAK DIGITAL NATIVE DITENGAH TANTANGAN ERA DIGITAL Mulalinda, Stella
Sesawi Vol 6, No 1 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i1.284

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara anak-anak digital native berinteraksi dengan dunia, termasuk dalam aspek spiritualitas. Peningkatan waktu yang dihabiskan di depan layar menggantikan sebagian keterlibatan mereka dalam praktik keagamaan tradisional dengan konsumsi konten digital, yang memengaruhi pemahaman, nilai, dan ekspresi spiritualitas. Hal ini menimbulkan tantangan baru sekaligus peluang dalam pendidikan spiritual, mengingat teknologi dapat menjadi alat yang efektif tetapi juga berisiko. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dampak media digital terhadap perkembangan spiritualitas anak-anak digital native dalam konteks komunitas agama. Dengan menggunakan studi literatur sebagai metode utama, penelitian ini mengintegrasikan teori perkembangan kognitif Piaget, teori sosialisasi digital, dan Uses and Gratifications Theory untuk menganalisis dinamika perubahan pola spiritualitas pada anak-anak. Temuan menunjukkan bahwa media digital, di satu sisi, menawarkan aksesibilitas, pengalaman pembelajaran interaktif, dan kemampuan mempersonalisasi perjalanan spiritual, tetapi di sisi lain, menghadirkan tantangan seperti paparan berlebihan terhadap konten kurang mendukung nilai spiritual, keterasingan sosial, dan berkurangnya keterlibatan dalam komunitas keagamaan. Dengan demikian, penting untuk merancang pendekatan integratif yang memanfaatkan keunggulan teknologi digital tanpa mengesampingkan nilai interaksi langsung dalam komunitas agama. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan spiritual di era digital harus memperhatikan manfaat dan risiko yang muncul dari penggunaan media digital, dengan menyeimbangkan antara pembelajaran berbasis teknologi dan interaksi manusia dalam komunitas untuk membangun spiritualitas yang holistik dan relevan bagi anak-anak digital native.
DIALOG TRANSFORMASIONAL MENURUT DAVID BOHM SEBAGAI JALAN DIALOG TEOLOGI MENUJU MODERASI BERAGAMA BAGI KORBAN INTOLERANSI DI INDONESIA Mulya, Fadilla
Sesawi Vol 6, No 1 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i1.312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dialog teologi dalam menciptakan moderasi beragama di Indonesia. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, mengkaji literatur terkait implementasi prinsip-prinsip teologi dalam dialog antaragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog teologi yang berbasis pada prinsip kasih, keadilan, dan toleransi dapat memperkuat harmoni sosial dan mengurangi ketegangan agama. Selain itu, penerapan dialog teologi yang sistematis mampu meningkatkan pemahaman lintas agama dan mempererat hubungan antarindividu. Dapat disimpulkan bahwa, dengan mengadopsi dialog dari David Bohm maka dialog teologi terbukti dapat menjadi jembatan dan alat strategis dalam membangun moderasi beragama di Indonesia, yang perlu didorong melalui program-program pemerintah, penelitian akademis lebih lanjut, dan praktik di masyarakat.
PENDEKATAN KREATIF YESUS DALAM MENGAJAR DAN MEMBANGUN RELASI MELALUI DIALOG DAN PERTANYAAN BERDASARKAN MARKUS 12:13-17 Berek, Filmon
Sesawi Vol 6, No 1 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i1.289

Abstract

Penelitian ini membahas pendekatan kreatif Yesus dalam mengajar dan membangun relasi melalui dialog dan pertanyaan berdasarkan Markus 12:13-17. Perikop ini mencatat interaksi Yesus dengan orang Farisi dan Herodian yang berusaha menjerat-Nya melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Yesus merespons dengan bijak melalui dialog dan pertanyaan balik, yang tidak hanya menghindari jebakan, tetapi juga menyampaikan pengajaran penting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis metode Yesus dalam menggunakan pertanyaan sebagai alat pengajaran serta melihat bagaimana cara ini membangun relasi efektif dengan audiens-Nya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan dialogis dan pertanyaan balik yang digunakan Yesus efektif dalam membangun relasi, menghindari konflik, dan menyampaikan pesan dengan jelas. Metode ini relevan bagi pengajaran modern dalam mengembangkan komunikasi yang interaktif dan efektif.
SIGNIFIKANSI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGATASI KRISIS IDENTITAS GENERASI Z Berek, Filmon
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.322

Abstract

Penelitian ini berawal dari permasalahan krisis identitas yang dialami Generasi Z, ditandai dengan kesulitan memahami jati diri dan nilai moral akibat pengaruh budaya populer serta sekularisme. Pendidikan Agama Kristen (PAK) berperan penting dalam mengatasi tantangan ini dengan menanamkan nilai spiritual dan moral yang kuat sejak dini. Penelitian bertujuan menganalisis kontribusi PAK dalam membantu Generasi Z membangun identitas yang kokoh melalui pengajaran prinsip-prinsip spiritual dan dampaknya terhadap karakter. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melibatkan analisis literatur dari buku, jurnal, dan dokumen relevan. Hasil menunjukkan bahwa PAK efektif dalam membangun identitas peserta didik dengan mengajarkan iman, kasih, dan kebenaran Firman Tuhan, membantu mereka mengenal jati diri sebagai ciptaan Allah dan memperkuat hubungan dengan-Nya. Oleh karena itu, implementasi PAK yang baik penting dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berintegritas.
KONSTRUKSI IDENTITAS KRISTEN DALAM SURAT PAULUS: ANALISIS TEOLOGIS ATAS GALATIA, EFESUS, DAN ROMA DI TENGAH KRISIS SPIRITUALITAS ZAMAN INI Umboh, Sonny Herens; Junias, Resa; Barutu, Parlan Antonius
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.319

Abstract

Artikel ini menganalisis konstruksi identitas Kristen dalam surat-surat Paulus, khususnya Galatia, Efesus, dan Roma, sebagai respons teologis terhadap krisis spiritualitas yang melanda umat Kristen di era kontemporer. Di tengah arus sekularisasi, relativisme moral, dan fragmentasi komunitas iman, umat Kristen kerap kehilangan orientasi akan jati diri rohaninya. Melalui pendekatan teologi biblika dan hermeneutika kontekstual, artikel ini mengeksplorasi bagaimana Paulus membentuk pemahaman identitas yang berakar pada relasi dengan Kristus, kesatuan tubuh Kristus, dan transformasi hidup melalui pembaruan akal budi. Identitas Kristen bukan sekadar status teologis, melainkan realitas eksistensial yang menuntut integrasi antara iman dan kehidupan. Dengan menelaah struktur naratif dan doktrinal dalam ketiga surat tersebut, artikel ini menunjukkan bahwa konstruksi identitas Kristen Paulus tidak hanya menjawab persoalan internal gereja mula-mula, tetapi juga memberikan jawaban relevan terhadap pergumulan spiritual umat Kristen masa kini. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual bagi gereja dan individu dalam membina identitas rohani yang kokoh, kontekstual, dan transformatif di tengah dunia yang terus berubah.
RELASIONALITAS ILAHI DAN SECONDARY CAUSES: ANALISIS NARATIF-SISTEMATIK TERHADAP KETEGANGAN TEOLOGIS DALAM KITAB 2 RAJA-RAJA Gulo, Refamati; Sahapudi, Syalom Denish Imanuell; Debora, Debora
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.323

Abstract

Penelitian ini menganalisis ketegangan teologis antara kehendak bebas manusia dan kedaulatan ilahi melalui telaah sistematik terhadap narasi monarki dalam kitab 2 Raja-Raja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-kontekstual yang mengintegrasikan hermeneutika biblika dan teologi sistematik, penelitian ini mengkaji paradoks-paradoks teologis seperti perubahan keputusan Allah terhadap doa Hiskia dan ketidaksesuaian nubuat Hulda dengan kematian tragis Yosia. Melalui analisis naratif-sistematik dan sintesis dengan pemikiran teolog Reformed seperti Calvin dan Berkhof, penelitian ini menemukan bahwa paradoks-paradoks tersebut tidak menunjukkan keterbatasan atau inkonsistensi ilahi, melainkan mengungkapkan dimensi relasional Allah yang berkarya melalui struktur waktu dan sejarah tanpa kehilangan atribut kekal-Nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monarki dalam 2 Raja-Raja, meskipun ditandai kegagalan moral dan spiritual, tetap menjadi instrumen providensial di mana Allah menggenapi maksud kekal-Nya melalui konsep secondary causes dan relational mutability. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketegangan antara kehendak bebas dan kedaulatan ilahi dalam narasi monarki Israel bukan kontradiksi yang menggugurkan konsistensi teologi sistematik, tetapi justru menjadi ruang di mana kompleksitas providensia Allah termanifestasi secara autentik, menegaskan bahwa Allah berdaulat penuh atas sejarah sambil memungkinkan partisipasi manusia yang bermakna dalam rencana keselamatan-Nya.

Page 9 of 10 | Total Record : 98