cover
Contact Name
Yesri Talan
Contact Email
yesrierik@gmail.com
Phone
+6282140768048
Journal Mail Official
jurnalsesawi@gmail.com
Editorial Address
Pondok Maritim Indah Blok AA.1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sesawi: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 27157598     DOI : 10.53687
Core Subject : Religion, Education,
SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung (STTSA) Surabaya.
Articles 98 Documents
Telaah Kritis Teologi Markus 16:15-18 tentang Meminum Racun Sebagai Bukti Keimanan Orang Percaya Danny Gandahanindija
Sesawi Vol 1, No 1 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v1i1.2

Abstract

Mark 16:17-18 is often used by those who enjoy polemics to test believers in practicing their faith. Even if the verses’ claim is true, especially the one about believers drinking poison and will not die, they say they would be Christians. These verses are believed to have received some alterations so they can not be regarded as the Word of God anymore. This paper is intended to give a critical theological analysis on these verses. It uses inductive method to bring out the truth of the text by considering the context, the teaching of Christian theology and the accepted rules of interpretation. Through this procedure it is expected that readers can arrive at the appropriate understanding and prevent themselves from incorrect and misleading teaching. After an expository analysis, it is proved that there are no altered verses and thus these verses are believed to be the Word of God. God gave those miracles to convince unbelievers to believe what His disciples had done. God also performed the miracles to give signs that the disciples would experience life-threatening dangers while spreading the Gospel. It can be concluded that Mark 16:15-18 was meant not to test the believers’ faith but to accompany and protect the disciples from dangers in their evangelism ministry. Abstrak Markus 16:15-18 sering dipakai oleh para polemikus untuk dijadikan ujian iman bagi orang percaya dalam mempraktekkan kemurnian imannya. Bahkan jika klaim ayat ini benar, khususnya orang percaya minum racun dan tidak meninggal, mereka bersedia menjadi Kristen. Dan yang lebih fatal lagi dalam perikop ini dianggap sudah mengalami perubahan sehingga tidak bisa disebut sebagai Firman Tuhan. Tulisan ini bermaksud untuk memberikan telaah teologis kritis terhadap ayat-ayat diatas. Metode yang dipakai dalam telaah kristis ini dikenal sebagai induktif metode, yaitu dengan mengeluarkan kebenaran dari Teks. Dengan memperhatikan konteks, ajaran teologi kristen dan kaidah penafsiran yang benar didapatkan pemahaman yang tepat. Dengan demikian menghindarkan orang dari ajaran yang salah dan menyesatkan. Setelah dilakukan eksposisi pada perikop tersebut terbukti tidak ada ayat-ayat yang dirubah sehingga ayat tersebut dapat dipercayai sebagai Firman Allah. Mengenai maksud Allah memberikan tanda-tanda mujizat tersebut untuk meyakinkan orang yang belum percaya atas pekerjaan Allah yang di lakukan para murid. Juga Allah memberikan tanda mujizat, bila para murid mengalami bahaya yang mengancam nyawa mereka saat memberitakan injil. Sehingga penerapan ayat Markus 16:15-18 tersebut tidak dimaksudkan untuk menguji kemurnian iman orang percaya. Tetapi dimaksudkan untuk menyertai dan melindungi para murid dari bahaya maut dalam konteks penginjilan.
RELEVANSI MISI KRISTUS BAGI SPIRITUALITAS KRISTEN Made Nopen Supriadi; Minggus Dilla; Lewi Nataniel Bora
Sesawi Vol 2, No 2 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v2i2.25

Abstract

Spiritualitas merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Kristen. Spiritualitas Kristen dibangun berdasarkan kehidupan dan teladan dari Yesus Kristus. Problematika yang terjadi dalam kehidupan umat Kristen saat ini adalah spiritualitas yang cenderung bersifat subyektif dan tidak memiliki korelasi dengan sesama manusia, bahkan ada spiritualitas yang hanya meninggikan hal-hal spiritual dan mengabaikan disiplin ilmu yang penting dalam kehidupan ini dan spiritualitas yang justru menyebabkan terjadinya tindakan asketis yang menyakitkan diri sendiri. Melalui metode analisis deskriptif penulis akan melakukan kajian terhadap problematika kehidupan spiritualitas. Penulis meneliti bahwa kehidupan pelayanan Yesus dalam misinya memiliki tiga aspek penting yaitu penginjilan, pengajaran dan penyembuhan. Dengan demikian penulis akan memberikan jawaban terhadap problematika di atas berdasarkan kehidupan misi pelayanan Yesus Kristus. Penelitian ini memiliki kebaharuan secara khusus memberikan konsep kehidupan spiritualitas yang berkorelasi dengan realitas sosial, ilmu pengetahuan dan medis.
SIGNIFIKANSI PENGAJARAN ROHANI ORANG TUA BAGI ANAK BERDASARKAN ULANGAN 6:4-9. Wendy Efryduansyah Situmorang; Arisman Gulo
Sesawi Vol 3, No 2 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v3i2.79

Abstract

Keluarga adalah organisasi yang dibentuk sendiri oleh Allah secara langsung, keluarga memang organisasi paling kecil dalam suatu bangsa namun keluarga adalah suatu organisasi yang sangat penting. Allah yang membentuk keluarga sendiri, dan Allah memberikan anak sebagai bukti karunia dan juga sebagai generasi, anak harus diberikan pengajaran baik secara intelektual dan spiritualitas. Bahkan dalam keluarga sendiri haruslah memprioritaskan Tuhan dalam segala hal. Tuhan adalah objek yang harus dipermuliakan dalam keluarga dan manusia menjadi objek cinta kasih Tuhan.
IMPLEMENTASI STRATEGI MENGAJAR YESUS DENGAN METODE DIALOG BERDASARKAN ANALISIS MATIUS 16:13-20 DALAM PROSES MENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Ribut Agung Sutrisno; Yulia Warih Her Wulandri; Ezra Veronika Christanti
Sesawi Vol 4, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v4i2.161

Abstract

Pengajaran menjadi efektif dan efisien ketika seorang guru menguasai kelas, dan untuk mendapatkan proses pembelajaran yang berkualitas diperlukan metode pembelajaran yang baik, namun pada kenyataannya kebanyakan guru menggunakan metode ceramah dan dialog ketika terjadi dialog ketika terjadi kekacauan atau ketidakteraturan dalam proses pembelajaran. Strategi mengajar Yesus sangat unik dalam penggunaannya, terdapat Teknik khusus yang dipakai Yesus dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui penerapan strategi mengajar Yesus dengan metode dialog dalam matius 16:13-20 yang relevan untuk saat ini. Penelitian ini memakai metode analisis deskritif dalam pendekatan hermeneutik analisis naratif. Hasil dari penelitian ini, yaitu mampu untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan metode dialog di strategi mengajar Yesus di dalam Matius 16:13-20.
ANALISIS MODEL PENDAMPINGAN PASTORAL HOLISTIK TERHADAP LAYANAN PENYANDANG DISABILITAS DI YAYASAN RBM HEPATA HKBP DISTRIK IX WILAYAH SIBOLGA-TAPANULI TENGAH NIAS TAHUN 2023 Sianturi, Ricardo Dedi; Saragih, Ratna; Pasaribu, Andar Gunawan
Sesawi Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v5i1.191

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis model pendampingan pastoral holistik terhadap layanan penyandang disabilitas di Yayasan rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM) Hepata HKBP Distrik IX Sibolga Tapteng-Nias. Model pendampingan pastoral holistik dari Wirya Saputra dan Clinebell digunakan sebagai alat analisis dari pendampingan pastoral holistik, model tersebut dipadukan dengan model pastoral yang dikembangkan oleh Harianto P. yakni model yang berkomitmen dalam Yesus Kristus. Model pendampingan pastoral holistik saling menopang serta menjadi “pisau bedah” dari pendampingan pastoral yang telah dilakukan.Penelitian ini dilakukan mulai bulan juni sampai agustus 2023. Informan pada penelitian ini adalah ketua yayasan sebagai informan kunci dan penyandang disabilitas sebanyak lima orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi kemudian teknik wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Yayasan rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM) Hepata HKBP Distrik IX Sibolga Tapteng-Nias memakai model pastoral holistik melalui rehabilitasi dan pemberdayaan penyandang disabilitas di tengah keluarga dengan cara “door to door”. Penyandang disabilitas yang sangat banyak mengharuskan Pelaku Pastoral membaginya kedalam kelompok sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Model ini dipakai sebagai sarana guna mengerti kebutuhan penyandang disabilitas. Melalui model rehabilitasi dan pemberdayaan, penyandang disabilitas dapat saling berinteraksi dengan penyandang disabilitas lainnya. Model pemberdayaan tersebut juga sebagai sarana untuk saling menguatkan berkaitan dengan masalah yang dialami. Model pendampingan pastoral ini cukup efektif untuk dikembangkan di Yayasan rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM) Hepata HKBP Distrik IX Sibolga Tapteng-Nias karena dampingan yang sedemikian banyak mendapat perhatian dengan baik sehingga dapat terlibat dalam pembangunan bangsa melalui pengembangan di bidang ekonomi, pendidikan, spiritual dan sosial. 
MEMAHAMI MANDAT KEBUDAYAAN DALAM UPAYA MELAKSANAKAN TUGAS PENATALAYANAN LINGKUNGAN HIDUP Anita Yumbu Tomusu
Sesawi Vol 2, No 1 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v2i1.17

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan karena adanya dorongan keprihatinan terhadap banyaknya bencana alam yang terus terjadi di Indonesia, yang mengakibatkan kerusakan dan kerugian yang begitu besar. Banyak orang yang kehilangan tempat tinggal, harta benda bahkan nyawa mereka. Bencana alam yang terjadi pada umumnya disebabkan oleh kerusakan lingkungan hidup karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Gereja memiliki andil yang cukup signifikan untuk memulai memberikan kesadaran pada setiap orang percaya agar menjaga lingkungannya. Pemahaman yang benar tentang mandat kebudayaan akan mengubah cara pandang orang percaya terhadap lingkungannya sehingga melahirkan sikap dan tindakan baru dalam mengelola alam bagi kepentingannya. Tujuan artikel ini adalah menguraikan kajian biblikal mandat kebudayaan berdasarkan teks-teks Alkitab yang terdapat dalam Kejadian1-3. Dengan pendekatan hermeneutik. Hasil Analisa teks menyatakan bahwa Allah telah menempatkan manusia sebagai representatif Allah untuk melaksanakan tugas penatalayanan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia dan keberlangsungan seluruh ciptaanNya.
KUALIFIKASI SEORANG PENGINJIL MENURUT RASUL PAULUS DAN IMPELEMENTASINYA BAGI PENGINJIL MASA KINI BERDASARKAN KITAB FILIPI 3:7-14 Gerhard Eliasman Sipayung
Sesawi Vol 3, No 1 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v3i1.70

Abstract

AbstractThis study was conducted to obtain an overview of the criteria of an evangelist according to the perspective of Philippians 3:7-14 to add references to the views of the Bible about an evangelist in carrying out his duties and responsibilities in preaching the Gospel to fulfill the great commission and support one of the Church's triduties. This needs to be done to equip evangelists, mission agencies and even theological schools to equip people who will go specifically to the field of evangelism and in general Christians who also have the same responsibility in preaching the gospel. Facts in the field cannot be denied, many things happen in the field in terms of obstacles or problems, even concepts that are not the same in preaching the gospel. The understanding of evangelists and ways of looking at this evangelistic task can have different perspectives, therefore it is necessary to learn from Paul's point of view as an evangelist and apostle who has dedication and determination in the task of preaching the gospel. This study uses a qualitative approach with the method of literature/literature and facts in the field. The results of this study indicate that; first, evangelists must have a visionary perspective, second serve with the concept of grace, third have high accuracy in understanding the concept of Christology, fourth researchers are consistent with the orientation of the heavenly calling. Keywords   : Grace, the power of resurrection, the power of death, captured by Christ, I consider loss, consider trash, heavenly calling AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kriteria seorang Penginjil menurut perspektif  kitab Filipi 3:7-14 dan tak kalah penting menambah referensi pandangan-pandangan Alkitab tentang seorang penginjil dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam pemberitaan Injil untuk menggenapi amanat agung dan mendukung salah satu tritugas Gereja. Hal ini perlu dilakukan untuk memperlengkapi para penginjil, badan misi bahkan sekolah teologi memperlengkapi orang-orang yang akan terjun secara khusus ke ladang penginjilan dan secara umum orang kristen yang juga memiliki tanggungjawab yang sama dalam memberitakan Injil. Fakta dilapangan tidak dapat dipungkiri, banyak hal yang terjadi dilapangan dalam hal kendala atau masalah, bahkan konsep yang tidak sama dalam memberitakan Injil. Pemahaman para penginjil dan cara memandang tugas penginjilan ini dapat memiliki perspektif yang berbeda-beda, oleh karena itu perlu belajar dari sudut pandang Paulus sebagai seorang Penginjil dan rasul yang memiliki dedikasi dan keteguhan hati dalam tugas pemberitaan Injil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literatur/pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama, Penginjil harus memiliki perspektif visioner, kedua Penginjil melayani dengan konsep anugerah, ketiga Penginjil memiliki akurasi yang tinggi memahami konsep Kristologi, keempat Penginjil konsisten kepada orientasi panggilan sorgawi. Kata kunci: Anugerah, kuasa kebangkitan, kuasa kematian, di tangkap oleh Kristus, kuanggap rugi, menganggap sampah, panggilan sorgawi 
IMPLEMENTASI INTEGRITAS DALAM PELAYANAN HAMBA TUHAN Malik Malik
Sesawi Vol 4, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v4i2.124

Abstract

Penelitian ini berbicara tentang integritas diri seorang hamba Tuhan dalam pelayanan.  Beberapa fenomena yang berkembang saat ini bahwa tidak sedikit hamba Tuhan yang jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan oleh karena tidak memiliki fondasi yang kuat dalam membangun dan mempertahankan integritas mereka.  Dengan integritas yang kuat dan kokoh akan menjadikan pelayanan seorang hamba Tuhan dapat bersikap arif dan bijaksana sambil terus mengarahkan orang lain semakin mencintai Tuhan dan melayani-Nya. Peneliti menggunakan metode analisis dari setiap pendapat ahli untuk menemukan maksud penelitian ini. Hasil dari penelitian ini, maka integritas itu dapat menghasilkan responsilbilty, kredibililtas, kualitas dan akuntabilitas. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini bahwa implementasi integritas hamba Tuhan dalam pelayanan sangatlah penting untuk diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kembali tentang jati diri seorang hamba Tuhan yang seyogyanya memiliki integritas yang benar, kuat serta setia melayani Tuhan. Oleh sebab itu sangat diperlukan membangun serta mengimplementasikan integritas yang benar di atas dasar firman Tuhan dan hidup dalam doa. Hidup dalam kesetiaan sesuai dengan hati nurani yang murni, berani berkata tidak kepada dosa serta memiliki kehidupan yang handal
MENGEMBAN MANDAT AGUNG YESUS KRISTUS DALAM KONTEKS DIGITAL:ANALISIS TERHADAP HAMBATAN DAN PELUANG PEMBERITAAN INJIL MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL Sunbanu, Yusman Daniel
Sesawi Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v5i1.183

Abstract

Mandat Agung merupakan sebuah tugas dan tanggungjawab yang wajib dilakukan oleh orang percaya. Sebab misi adalah natur Allah yang telah dilakukan oleh Allah untuk manusia yang telah jatuh dalam dosa. Namun dalam mengemban tugas ini, penting untuk memperhatikan konteks saat ini yaitu digitalisasi sehingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana dalam pemberitaan Injil. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, data yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi dan observasi dideskripsikan dengan sumber-sumber refrensi lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah, media sosial merupakan sarana yang efektif dalam pemberitaan Injil. Injil yang diberitakan bisa menjangkau semua etnis dan seluruh lintas budaya. Maka Injil perlu dikemas dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar bisa sampai kepada audiens secara efektif.
MEMELIHARA BUMI: UPAYA PRAKTIS DALAM MENGAPLIKASIKAN NILAI-NILAI EKOTEOLOGI UNTUK PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM Halawa, Iman Kristina; Situmorang, Anen Mangapul
Sesawi Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v5i2.257

Abstract

Kehidupan modern yang berkembang pesat telah menghadirkan tantangan baru dalam menjaga keseimbangan antara ekosistem alam dan kebutuhan manusia. Salah satu pendekatan yang semakin diakui adalah penggunaan nilai-nilai ekoteologi dalam pengelolaan sumber daya alam. Tulisan ini membahas upaya praktis dalam menerapkan nilai-nilai ekoteologi untuk melindungi dan mengelola sumber daya alam. Dengan menggunakan pendekatan interdisipliner, dengan menyajikan tinjauan konseptual dan beberapa studi kasus yang mengilustrasikan implementasi nyata dari nilai-nilai ekoteologi dalam berbagai konteks pengelolaan sumber daya alam. 

Page 8 of 10 | Total Record : 98