cover
Contact Name
Yesri Talan
Contact Email
yesrierik@gmail.com
Phone
+6282140768048
Journal Mail Official
jurnalsesawi@gmail.com
Editorial Address
Pondok Maritim Indah Blok AA.1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sesawi: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 27157598     DOI : 10.53687
Core Subject : Religion, Education,
SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung (STTSA) Surabaya.
Articles 110 Documents
SPIRITUALITAS ELISABET: INTEGRASI ANTARA IMAN, KETAATAN, DAN PELAYANAN DALAM LUKAS 1:5-45 Semelina Sertowati; Jonar Situmorang; Doni Heryanto
Sesawi Vol 7, No 1 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i1.367

Abstract

Penelitian ini berangkat dari realitas bahwa figur perempuan dalam Alkitab, khususnya Elisabet dalam Lukas 1:5-45, sering kali kurang mendapat perhatian teologis yang mendalam dibanding tokoh lain seperti Maria, padahal narasi Lukas menampilkan Elisabet sebagai sosok yang beriman, taat, dan melayani dengan penuh kesetiaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap spiritualitas Elisabet sebagai integrasi antara iman, ketaatan, dan pelayanan serta relevansinya bagi pembentukan spiritualitas Kristen masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teologis-biblis terhadap teks Lukas 1:5-45, dengan menelusuri makna teologis dari tindakan dan respons Elisabet terhadap karya Allah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Elisabet merepresentasikan spiritualitas yang utuh dan integratif, di mana iman diwujudkan dalam ketaatan yang konsisten dan pelayanan yang berbuah dalam relasi dengan Allah dan sesama. Pembahasan ini menegaskan bahwa spiritualitas sejati tidak bersifat pasif atau individualistik, melainkan aktif, relasional, dan partisipatif dalam karya keselamatan Allah. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teologi spiritualitas dan refleksi peran perempuan dalam kehidupan gereja kontemporer.
PENDEKATAN INTEGRATIF MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN SEBAGAI FONDASI PENGUATAN LEMBAGA PENDIDIKAN KRISTEN MENURUT KOLOSE 3:23 Filmon Berek
Sesawi Vol 7, No 1 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i1.352

Abstract

Penelitian ini mengkaji pendekatan integratif manajemen kurikulum dan pembelajaran sebagai fondasi penguatan lembaga pendidikan Kristen berdasarkan prinsip Kolose 3:23. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan lembaga pendidikan Kristen untuk mengintegrasikan nilai-nilai iman dalam seluruh aspek pengelolaan pendidikan, sehingga menghasilkan mutu akademik dan spiritual yang seimbang. Tujuan penelitian adalah menganalisis penerapan prinsip “bekerja untuk Tuhan” dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran secara profesional dan holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui kajian literatur dan analisis teks Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integratif mampu menyelaraskan visi-misi lembaga, mengintegrasikan nilai rohani dalam materi ajar, memperkuat kompetensi guru, serta membentuk budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan dan kemuliaan Tuhan. Pembahasan menegaskan bahwa strategi ini relevan untuk menghadapi tantangan global pendidikan Kristen masa kini.
KONSEP ANXIETY DALAM PEMIKIRAN SOREN KIERKEGAARD DAN RESPONS TEOLOGI INJILI INDONESIA TERHADAP KRISIS EKSISTENSIAL MANUSIA Asnatius I.F Adutae
Sesawi Vol 7, No 1 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i1.373

Abstract

Kecemasan merupakan fenomena psikologis yang mendalam dan memiliki berbagai pendekatan dalam pemahamannya. Artikel ini bertujuan untuk membahas kecemasan dengan mengintegrasikan pemikiran Søren Kierkegaard dan pandangan Doktrin Injili Indonesia. Kierkegaard melihat kecemasan sebagai akibat dari kebebasan eksistensial manusia yang dihadapkan pada ketidakpastian dan tanggung jawab, sementara Doktrin Injili Indonesia mengajarkan bahwa kecemasan dapat diatasi melalui iman kepada Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur untuk menganalisis pemikiran Kierkegaard dan ajaran Injili Indonesia tentang kecemasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua perspektif ini menawarkan cara yang berbeda namun saling melengkapi dalam memahami dan mengatasi kecemasan, yaitu melalui pendekatan eksistensial dan religius. Artikel ini menyarankan adanya pemahaman holistik mengenai kecemasan yang menggabungkan elemen-elemen filosofis dan spiritual untuk mencapai kesejahteraan psikologis.
ANALISIS KRITIS RELEVANSI TEOLOGIS PERJANJIAN LAMA BAGI SPIRITUALITAS INJILI DALAM KONTEKS WACANA POST-TRUTH Jeane Paathh; Dicky Welly Kansil
Sesawi Vol 7, No 1 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i1.358

Abstract

This study examines the theological contribution of the Old Testament to the formation of Evangelical spirituality within the context of the post-truth era, which is characterized by moral relativism, a crisis of authority, and a shifting understanding of truth. The purpose of this research is to identify the Old Testament spiritual values relevant to the renewal of contemporary Evangelical spirituality, such as the fear of God, steadfast love, obedience to the Word, and social justice. The research employs a qualitative method with a biblical-theological approach and literature analysis, exploring Old Testament texts and contemporary theological perspectives. The findings indicate that Evangelical spirituality rooted in Old Testament principles can strengthen faith, shape spiritual character, and provide a relevant theological response to the challenges of the post-truth era. The discussion emphasizes the importance of recontextualizing these theological values for today’s church in developing spirituality that is both contextual and God-centered.
MEMBELA ALKITAB DARI TUDUHAN KESALAHAN: PENDEKATAN APOLOGETIKA DALAM MENGHADAPI KONTRADIKSI Endang Caturini Sulistyowati
Sesawi Vol 7, No 1 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i1.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menanggapi tuduhan terhadap keandalan Alkitab, yang sering kali mencakup kesalahan historis, kontradiksi internal, ketidakselarasan ilmiah, masalah etika, dan kesalahan penerjemahan atau penyalinan manuskrip. Dalam konteks ini, penelitian ini mengadopsi pendekatan naratif kualitatif dengan fokus pada kritik teks modern dan refleksi teologis. Pendekatan ini memungkinkan untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang transmisi naskah Alkitab melalui integrasi antara kritik teks dan studi historis serta ilmiah. Data utama yang digunakan berasal dari literatur akademik yang meliputi buku, artikel jurnal, dan studi-studi terkini terkait kritik teks Alkitab dan apologetika Kristen. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar tuduhan terhadap Alkitab, meskipun berdasarkan kritik historis dan ilmiah, dapat dijawab dengan pendekatan ilmiah yang menghormati integritas teks. Metode kritik teks, yang didukung oleh analisis berbasis data, memungkinkan untuk mengevaluasi variasi manuskrip dan mengonfirmasi bahwa banyak perbedaan dalam teks tidak mengubah inti ajaran iman Kristen. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kritik teks modern dapat memperkaya pemahaman terhadap Alkitab, serta menegaskan bahwa penelitian ilmiah bukanlah bentuk keraguan terhadap wahyu, melainkan ekspresi iman yang mencari pemahaman secara utuh dan bertanggung jawab. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi kritik teks dalam konteks Indonesia, di mana integrasi antara iman dan ilmu pengetahuan dapat memperkaya pembacaan Alkitab yang lebih kontekstual dan bertanggung jawab.
PERAN TEMUAN ARKEOLOGI PERJANJIAN LAMA DALAM MENOPANG PEMAHAMAN HISTORIS IMAN KRISTEN KONTEMPORER Amida Serlina Korwa; Suhadi Suhadi
Sesawi Vol 7, No 1 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i1.363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan bukti-bukti arkeologi Alkitab dalam memperkuat dan membangun iman orang percaya di masa kini. Dalam konteks perkembangan zaman yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak orang percaya membutuhkan dasar iman yang kokoh, bukan hanya berdasarkan pengalaman spiritual, tetapi juga pada fakta sejarah yang dapat diverifikasi. Bukti-bukti arkeologi seperti Prasasti Tel Dan, Gulungan Laut Mati, Prasasti Pilatus, serta reruntuhan Kota Yerikho menjadi penunjang kuat terhadap keakuratan catatan Alkitab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara temuan arkeologis dan keyakinan iman umat Kristen.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti-bukti arkeologi berfungsi sebagai verifikasi historis terhadap kebenaran Alkitab, memperkuat kepercayaan jemaat terhadap Firman Tuhan, serta menjadi sarana edukatif dalam pengajaran gereja dan apologetika. Dengan demikian, arkeologi Alkitab memiliki kontribusi penting dalam menjembatani iman dan sejarah, sehingga orang percaya dapat memiliki keyakinan yang lebih teguh di tengah tantangan zaman modern.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STORYTELLING DAN SIMULASI BERDASARKAN LUKAS 10:25-37 DI LINGKUP TAMAN KANAK-KANAK Kafomai, Veronika
Sesawi Vol 7, No 1 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i1.253

Abstract

Pembelajaran bagi anak usia dini di Taman Kanak-Kanak (TK) memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral. Salah satu metode yang potensial adalah storytelling yang menggabungkan ajaran moral dan cerita yang menarik. Artikel ini membahas implementasi model pembelajaran storytelling dan simulasi berdasarkan kisah Perumpamaan tentang orang Samaria yang baik dalam Injil Lukas 10:25-37 di lingkup Taman Kanak-Kanak. Tujuan penelitian ini adalah  memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang menggunakan storytelling sebagai instrumen utama untuk mentransfer nilai moral dan membangun pemahaman empati pada anak-anak. Model pembelajaran ini diintegrasikan dengan simulasi peran untuk memperkuat pengalaman belajar anak-anak. Pendekatan ini didesain untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik dan interaktif. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran storytelling dan simulasi berbasis Lukas 10:25-37 efektif dalam meningkatkan pemahaman moral anak-anak serta mengembangkan kemampuan empati dan sikap peduli terhadap sesama. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan ini dapat diadopsi dalam kurikulum TK untuk memperkuat pembentukan karakter anak-anak sejak usia dini.
REKONSTRUKSI TEOLOGI BAPTISAN ROH KUDUS DALAM GERAKAN PENTAKOSTA DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA MASA KINI Junior Natan Silalahi; Jessica Laura Sidabutar
Sesawi Vol 6, No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i2.417

Abstract

Doktrin baptisan Roh Kudus dalam teologi Pentakosta klasik sering kali dipahami secara eksklusif sebagai pengalaman spiritual individual yang ditandai dengan glossolalia. Namun, seiring berkembangnya zaman, pemahaman ini kerap memicu polarisasi doktrinal dengan teologi Injili dan mengalami reduksi makna menjadi sekadar fenomena emosional di gereja masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi teologi baptisan Roh Kudus dalam gerakan Pentakosta guna menemukan relevansi dan implikasinya bagi gereja abad ke-21. Menggunakan metode kualitatif-teologis dengan pendekatan teologi sistematika dan studi literatur, penelitian ini menganalisis ulang esensi pneumatologi Pentakosta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi teologi baptisan Roh Kudus harus digeser dari paradigma yang egosentris-emosional menuju paradigma pemberdayaan misional (missional empowerment). Baptisan Roh Kudus bukan sekadar tanda keselamatan atau legitimasi spiritualitas, melainkan katalisator etis yang mengintegrasikan karunia roh (charismata) dengan buah roh (fruit of the Spirit). Implikasinya bagi gereja masa kini adalah reposisi model pemuridan yang seimbang, peningkatan aktivitas misi sosial yang kontekstual, dan pemulihan esensi ibadah yang transformatif di tengah masyarakat sekuler.
TEOLOGI PENCIPTAAN DALAM PERSPEKTIF KARL RAHNER: ANTARA RAHMAT DAN KOSMOS Bonifasius Bonifasius; Rinie Rinie
Sesawi Vol 7, No 2 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i2.411

Abstract

Teologi penciptaan dalam tradisi Kristen mengalami perkembangan signifikan dalam konteks modern, khususnya melalui pemikiran Karl Rahner yang menempatkan rahmat sebagai komunikasi diri Allah dalam realitas kosmos. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teologi penciptaan dalam perspektif Rahner dengan menyoroti relasi antara rahmat dan kosmos dalam terang Kitab Suci serta refleksi ekologi integral sebagaimana dirumuskan dalam Laudato Si’. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap karya Rahner, teks biblis, serta jurnal teologi nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rahner memahami penciptaan sebagai proses komunikasi diri Allah yang berlangsung secara historis dan kosmik. Rahmat tidak dipahami sebagai tambahan eksternal, melainkan sebagai struktur eksistensial yang memungkinkan manusia dan dunia terbuka terhadap Allah. Dengan demikian, kosmos menjadi locus teologis di mana relasi antara Allah, manusia, dan ciptaan terwujud secara dinamis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Rahner mampu mengatasi dualisme klasik antara natura dan gratia serta memberikan dasar teologis yang kuat bagi pengembangan ekologi integral. Kebaruan artikel ini terletak pada integrasi sistematis antara teologi Rahner, teologi penciptaan biblis, dan refleksi ekologis kontemporer dalam konteks Indonesia.
PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI Z DALAM MENGHADAPI DISORIENTASI NILAI MORAL DIGITAL: PERSPEKTIF PSIKOLOGI KRISTEN Anes Prasetiya Ningsih
Sesawi Vol 7, No 2 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v7i2.372

Abstract

Perkembangan karakter Generasi Z dipengaruhi oleh disorientasi mengenai nilai-nilai moral yang muncul akibat perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi disorientasi Generasi Z terhadap nilai-nilai moral digital, mengkaji perkembangan karakter dari perspektif psikologi Kristen, serta menyusun kerangka konseptual bagi pengembangan karakter di era digital. Penelitian ini menganalisis berbagai sumber mengenai teologi, Pendidikan karakter, psikologi Kristen, dan psikologi perkembangan dengan menggunakan metode kualitatif dan metodologi tinjauan Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara pembentukan identitas serta penalaran moral Generasi Z dengan disorientasi nilai moral digital. Menurut perspektif psikologi Kristen, pembentukan karakter merupakan proses yang memadukan pertumbuhan spiritual dan psikologis, serta didasarkan pada Kebajikan berupa pengendalian diri, disiplin, kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan takut akan Allah. Studi ini menyimpulkan bahwa penggabungan psikologi perkembangan dengan psikologi Kristen menghasilkan kerangka konseptual yang bermanfaat untuk memahami pembentukan karakter Generasi Z saat mereka menghadapi disorientasi nilai moral di dunia digital. 

Page 11 of 11 | Total Record : 110