cover
Contact Name
Yesri Talan
Contact Email
yesrierik@gmail.com
Phone
+6282140768048
Journal Mail Official
jurnalsesawi@gmail.com
Editorial Address
Pondok Maritim Indah Blok AA.1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sesawi: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 27157598     DOI : 10.53687
Core Subject : Religion, Education,
SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung (STTSA) Surabaya.
Articles 98 Documents
Peranan Orangtua Kristen Dalam Membentuk Karakter Anak Rianto Junedi A Metboki
Sesawi Vol 1, No 2 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v1i2.7

Abstract

Karakter adalah sikap, sifat, tingkah laku seseorang yang sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku di masyarakat. Seseorang akan diterima di kalangan masyarakat tertentu apabila ia hidup sesuai dengan norma yang berlaku di dalam masyarakat tersebut. Prinsip tersebut juga berlaku bagi orang Kristen. Orang Kristen yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, wajib meneladani hidup dan karakter serta ajaran Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Karakter Kristus tidak serta merta ada di dalam diri seorang anak. Anak perlu dituntun, dibimbing oleh orang yang lebih dewasa yaitu orangtua. Orangtua diberi tanggung jawab oleh TUHAN untuk mendidik, mengajarkan dan membentuk karakter anak-anaknya. Oleh karena itu, pembentukan karakter anak merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh orangtua sejak dini sebab orangtua adalah pendidik pertama dalam pendidikan informal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian membuktikan bahwa sebagian besar orangtua sudah menyadari perannya sehingga dapat menjalankan tanggung jawabnya dalam membentuk karakter anak. Sedangkan beberapa orangtua belum maksimal dalam membentuk karakter anak karena belum menyadari tanggung jawabnya tersebut.
TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PENCAPAIAN TUJUAN PAK DI SEKOLAH MENURUT MATIUS 28:19-20 Arini Yustika Rahmawati Ruku
Sesawi Vol 3, No 1 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Pendidikan Agama Kristen, untuk menetapkan arah, sasaran atau tujuan PAK adalah hal yang sangat penting dan sangat menentukan bahkan menjadi prinsip utama Pendidikan Agama Kristen. Tanggung jawab Guru PAK perlu dipahami dan dilaksanakan secara tepat sehingga tujuan Pendidikan Agama Kristen dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah adalah kajian pustaka. Hasil kajian membuktikan bahwa tercapainya tujuan PAK di sekolah dapat diukur dari: siswa percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, siswa memiliki persekutuan dengan Tuhan dan yang terakhir siswa melakukan firman Tuhan dalam kehidupannya.
MENGKAJI PANGGILAN DAN PELAYANAN NABI YEREMIA DALAM KONTEKS KITAB YEREMIA DAN IMPLEMENTASINYA BAGI PELAYANAN HAMBA TUHAN MASA KINI Yesri Esau Talan; Veronika Siboro
Sesawi Vol 4, No 1 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v4i1.107

Abstract

Menjadi seorang hamba Tuhan yang siap melayani dalam kondisi apapun bukanlah perkara yang mudah. Hamba Tuhan harus mempunyai komitmen yang benar sehingga tidak lari dari panggilannya. Seorang hamba Tuhan penting untuk menyadari panggilannya dan mengemban tugasnya sesuai dengan panggilan Tuhan kepadanya. Penelitian ini dilakukan agar setiap hamba-hamba Tuhan yang telah melenceng dan melupakan panggilannya sebagai hamba Tuhan dapat memahami serta meresponi panggilannya dengan benar. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, penelitian ini dilakukan dengan mengkaji, mendeskripsikan sumber-sumber literatur yang berkaitan dengan judul misalnya buku, artikel dan karya-karya ilmiah lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap hamba Tuhan penting untuk menyadari panggilannya dan melayani dengan setia, berkomitmen serta mendedikasikan diri penuh dalam pelayanan yang dilakukan. Melayani dengan motivasi yang tulus untuk kemuliaan Tuhan
TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI ANTISIPASI DALAM MEMPERSIAPKAN ANAK MENGHADAPI DAMPAK TEKNOLOGI Septiana Christi Gulo
Sesawi Vol 4, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v4i2.145

Abstract

Teknologi adalah bentuk perpanjangan tangan manusia yang memanfaatkan segala sesuatu disekitarnya untuk dipergunakan secara maksimal dan tepat sasaran. Teknologi di tengah-tengah kehidupan manusia memberikan pengaruh dan dampak yang begitu besar. Kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan agama Kristen memberikan perubahan dalam pelaksanaan pendidikan agama Kristen di sekolah, keluarga dan gereja masa kini. Tulisan ini, menggunakan pendekatan kualitatif kajian pustaka dengan metode deskriptif dengan tujuan mendapatkan sumber yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian penulis menemukan bahwa kemajuan teknologi tidak bisa dibendung dan ditolak namun untuk menghindari dampak negative teknologi tersebut, pendidikan Kristen harus mampu mengikuti perubahan namun tetap pada hakikatnya sebagai wadah bagi setiap orang percaya agar mengalami pengenalan akan Tuhan. Penggunaan media teknologi harus sejalan dengan pemahaman nilai-nilai Kristen yang bermuara pada pembentukkan tingkah anak mudah sebagai pengikut Kristus, namun tetap mengikuti perkembangan yang ada dan memanfaatkannya untuk dalam menunjang kehidupannya
KAJIAN TEOLOGIS TENTANG PRINSIP MEMBERI MENURUT 1 RAJA-RAJA 17:7-24 Monei, Meliakim; Kristiana, Pestaria Happy
Sesawi Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v5i1.228

Abstract

This research talks about the principle of giving in theological studies based on the book of 1 Kings 17:7-24. Giving offerings to God is a sign of gratitude for all the blessings that God has given. Likewise, giving to fellow humans is a form of social concern and generosity that believers have. Don't give because you have more, but because you have compassion so you want to share with others. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observation and examination of documents to the extent that could be obtained during the research. The purpose of this research is to explain to members of the East Nabire Classis Pentecostal Church in Papua (GPDP) congregation. As a result of this research, it was found based on 1 Kings 17:7-24 that the principles of giving are as follows; Giving to share, Motivation in giving, Giving from lack, Giving sincerely and honestly, Having generosity, Giving with faith. The conclusion of the research is that giving is evidence of obedience and belief in God's word.
Hukuman Mati Dalam Lingkaran Kontroversi Etis Kristen Melyarmes H. Kuanine
Sesawi Vol 1, No 1 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v1i1.1

Abstract

In the implementation of the death sentence is not a sentence given as a criminal offender sentenced to life imprisonment. However, the death penalty is the loss of a person's life due to an error proven guilty based on a court decision (jurisprudence). This right to life maps the death penalty as an ethical issue. The most noble right in life as a gift from God, the applicable legal regulations also place human life in a valuable position both in their roles and positions as well as in their social responsibilities or legal responsibilities and also regarding their rights and obligations. From this impact arose the pros and cons of both secular people and in Christianity itself. The researcher determines a qualitative descriptive method for studying, collecting and compiling data through literature studies that relate to the paradigm of the death penalty in a circle of Christian ethical controversy. Therefore, this article will describe the elements of power, love, truth and justice as the government's duty in showing its identity to enforce the execution of the death penalty and will explain the Christian ethical attitude and perspective of the Christian community towards the execution of the death penalty. Abstrak Dalam pelaksanaan hukuman mati bukanlah hukuman yang diberikan sebagai pelaku kejahatan dihukum dengan penjara seumur hidup. Namun hukuman mati merupakan penghilangan nyawa seseorang akibat kesalahan yang terbukti bersalah berdasarkan keputusan pengadilan (jurisprudensi). Hak hidup inilah memetakan hukuman mati sebagai persoalan etis. Hak tersebut paling mulia dalam kehidupan sebagai pemberian Tuhan, peraturan hukum yang berlaku juga menempatkan hidup manusia pada posisi yang berharga baik dalam peran dan posisi maupun dalam tanggung jawab sosial atau tanggng jawab hukumnya dan juga menyangkut hak maupun kewajiban-kewajibannya. Dari dampak ini pun timbul pro dan kontra baik orang sekuler maupun dalam kekristenan sendiri. Peneliti menentukan metode deskriptif kualitatif untuk mempelajari, mengumpulkan dan menyusun data melalui studi pustaka yang berhubungan dengan paradigma hukuman mati dalam lingkaran kontroversi etika Kristen. Oleh karena itu, artikel ini akan menguraikan unsur-unsur kekuasaan, kasih, kebenaran dan keadilan sebagai tugas pemerintah dalam memperlihatkan jatidirinya untuk menegakkan pelaksanaan hukuman mati dan akan menjelaskan sikap etis Kristen dan perpektif masyarakat Kristen terhadap pelaksanaan hukuman mati.
FONDASI ETIKA EKOLOGI DARI PERSPEKTIF TEOLOGI KRISTEN Anita Yumbu Tomusu
Sesawi Vol 2, No 2 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v2i2.54

Abstract

Etika Ekologi harus memiliki fondasi yang kokoh dari perspektif teologi Kristen. Agar setiap orang percaya memahami dasar kebenaran secara teologis perilaku mereka terhadap alam di sekitarnya. Alam sekitar manusia berada dalam kondisi kritis dari waktu ke waktu. Kondisi ini semakin diperparah karena kurangnya pemahaman manusia tentang alasan dan bagaimana harus bersikap dan bertindak menjaga dan melestarikan lingkungannya. Fondasi teologis Kristen dirumuskan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan membentuk sikap serta perilaku baru orang Kristen dalam hubungannya dengan Allah sebagai Pencipta dan alam sekitar dimana ia tinggal. Dengan demikian, akan terjalin hubungan yang harmonis di antara manusia dan ciptaan lainnya demi keberlangsungan hidup bersama di bumi.
PERDAMAIAN DALAM KONTEKS PLURALITAS INDONESIA: SEBUAH ANALISIS ETIS-TEOLOGIS Made Nopen Supriadi; Malik Malik
Sesawi Vol 3, No 2 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v3i2.78

Abstract

Pluralism is the color of Indonesia. Pluralism has the potential to cause conflict if it is seen as a threat, but plurality becomes a wealth if it accepts differences. The history of Indonesia shows that the presence of differences does not cause significant friction, in fact friction begins to occur when there is an action in pluralism trying to generalize all situations to be the same. The majority group wants to generalize their views and apply their views, so the attempt to harmonize culture creates conflict. This research applies the literature study method in the form of descriptive analysis. The results of this study show the situation of life in Plural Indonesia and solutions to build peace in the context of the plurality of life in Indonesia.
ANALISIS 1 TIMOTIUS 4:12 SEBAGAI LANDASAN TEOLOGIS UNTUK MEMBENTUK KARAKTER GURU PAK DALAM MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 Renny Tade Bengu
Sesawi Vol 4, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v4i2.135

Abstract

Guru Pendidikan Agama Kristen yang bisa diteladani memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mendidik karakter siswa di era society 5.0 yang penuh tantangan dan menuntut manusia Indonesia yang berkarakter  dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)  yang tangguh, berwawasan keunggulan dan terampil yang sangat penting dibutuhkan untuk menghadapi  tantangan global yang tidak ringan dan terus berubah. Penelitian ini menggunakan kajian literatur teks Alkitab dalam 1 Timotius 4:12 yang memuat tentang prinsip memuridkan dari Paulus kepada Timotius. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan menerapkan metode deskriptif analisis gramatikal pada teks 1 Timotius 4:12, sehingga didapati beberapa karakter bagi guru pendidikan agama Kristen dalam menghadapi era society 5.0.  Hasil yang ditemukan adalah karakter Guru Pendidikan Agama Kristen merupakan (1) Karakter dalam perkataan, (2) Karakter dalam tingkah laku, (3) Karakter dalam kasih, (4) Karakter dalam kesetiaan, dan (5) Karakter dalam kesucian.
KONSTRUKSI PELAYANAN LUKA BATIN BERBASIS KISAH YUSUF DI GEREJA PANTEKOSTA DI INDONESIA NEW CREATION CENTER AEK PARUPUK Manullang, Benny Wahyu; Pakpahan, Betty A S; Lubis, Bernard
Sesawi Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v5i1.190

Abstract

Luka batin merupakan persoalan serius yang terjadi di dalam mental dan jiwa manusia. Batin yang terluka menyebabkan masalah-masalah serius dan menghambat pertumbuhan psikologi dan kehidupan spritual seseorang. Kajian teori tentang luka batin dalam penelitian ini berlandaskan teori luka batin yang terdapat dalam kisah Yusuf (Kejadian 37-50). Yusuf memiliki kecerdasan pribadi yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spritual, kecerdasan adversity, dan kecerdasan transendental. Selain itu, Yusuf mengalami kebaikan Tuhan dalam segala keadaan, mampu menghadapi keadaan dengan bersikap positif, mampu menghadapi godaan, mengampuni dan memaafkan serta melihat kebaikan dibalik kesulitan. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang luka batin dalam kisah Yusuf dan implementasi luka batin terhadap jemaat GPdI NCC Aek Parupuk. Konstruksi pelayanan luka batin berbasis kisah Yusuf terhadap jemaat di GPdI NCC Aek Parupuk menekankan pentingnya jemaat memegang janji Tuhan, memiliki sikap positif, menjauhi kejahatan, mengampuni dan memaafkan, serta melihat kebaikan dibalik kesulitan. Melalui tulisan ini, pembaca dapat mengembangkan pengetahuan dan pengenalan tentang Tuhan, mengambil hikmat dan pelajaran berharga dari kehidupan Yusuf bertahan saat berada dalam ujian yang sedang terjadi, dan menjalani setiap prose dengan taat serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Page 6 of 10 | Total Record : 98