cover
Contact Name
Yesri Talan
Contact Email
yesrierik@gmail.com
Phone
+6282140768048
Journal Mail Official
jurnalsesawi@gmail.com
Editorial Address
Pondok Maritim Indah Blok AA.1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sesawi: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 27157598     DOI : 10.53687
Core Subject : Religion, Education,
SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung (STTSA) Surabaya.
Articles 98 Documents
INTEGRASI KONSEP CALVINISME “IRRESISTIBLE GRACE” DAN “PREDESTINASI” DITINJAU DARI TEOLOGI KRISTEN DAN IMPLEMENTASINYA BAGI GEREJA MASA KINI Yesri Esau Talan
Sesawi Vol 2, No 1 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v2i1.23

Abstract

Irresistible grace dan predestinasi merupakan konsep Calvinisme yang saling berkaitan dalam memahami iman Kristen. Menganalisa konsep irresistible grace tanpa mengacu pada predestinasi Allah maka konsep ini akan dipahami sebagai sebuah pengajaran yang timpang kebenarannya. Allah dipahami sebagai pribadi yang memaksakan kedaulatan- Nya bagi manusia. Akan tetapi apabila memahami konsep irresistible grace dan predestinasi secara utuh, konsep ini akan menjadi sebuah doktrin yang indah dan memberikan wawasan baru bahwa Allah berdaulat dan anugerah-Nya besar bagi manusia pendosa. Kasih-Nya tidak dibatasi oleh keberadaan manusia yang berdosa. Akan tetapi manusia yang berdosa menjadi sasaran untuk menyatakan kasih-Nya. Implikasinya bagi gereja masa kini dalam memahami konsep Calvinisme sangat signifikan. Tidak adanya sikap ekslusivisme antar setiap denominasi, sikap oikumene menjadi fondasi dasar gereja dalam mewujudkan tugasnya di bumi. Metode yang dipakai dalam menganalisa topik ini adalah metode kualitatif. Kajian pustaka dari sumber-sumber yang berkaitan dengan judul dan Alkitab menjadi bahan utama dalam menganalisis serta observasi kasus-kasus di lapangan menjadi bahan tambahan dalam mengkaji topik tersebut. Hasil yang ditemukan adalah apabila ada pemahaman yang benar akan iman Kristen (orthodoksi) dan sistem hermeneutika yang benar (ortholatria) akan berdampak signifikan pada perilaku (orthopraxis). Tidak adanya sikap ekslusivisme antar denominasi tetapi menciptakan oikumene sebagi wujud dalam menjalankan misi gereja di bumi.
URGENSITAS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAK TERHADAP EFEKTIVITAS BELAJAR SISWA Melyarmes H. Kuanine; Samadaya Harefa
Sesawi Vol 3, No 2 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v3i2.77

Abstract

Artikel ini merupakan suatu kajian urgensitas pedagogik secara teoritis tentang kompetensi pedagogik guru pendidikan agama Kristen sebagai pengajar dengan tugas utama membimbing, melatih, menilai dan mengevaluasi agar mewujudkan efektivitas belajar siswa. Untuk mencapai tujuan dari penulisan ini, maka penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan bahan kajian dari buku, jurnal teologi dan jurnal umum untuk penyempurnaan tulisan ini. Hasil penelitian menggambarkan kompetensi pedagogik guru PAK merupakan integrasi menyeluruh dari perjalanan profesionalisme guru. Sebab, guru bukan hanya menguasai mata pelajaran secara teoritis tetapi harus menguasai karakteristik siswa, supaya dapat mengetahui bagaimana kondisi atau situasi pengajaran di kelas. Pemahaman yang diperoleh guru akan memunculkan proses pembelajaran yang hidup, di dalamnya terjadi interaksi siswa dan guru secara berimbang. Menerapkan kompetensi pedagogik yang tepat akan tercipta efektivitas belajar siswa yang baik pula. Dari hal ini dipahami, bahwa urgensitas kompetensi pedagogik memiliki pengaruh penting dalam meningkatkan efektivitas belajar siswa, terlihat dari guru menguasai karakteristik siswa, menguasai teori dan prinsip pengajaran, mengembangkan kurikulum, pengembangan potensi dan menguasai tehnik komunikasi dengan siswa.
PROPOSAL DESAIN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) DEWASA BERPUSAT PADA TEKNOLOGI (TECHNOLOGICAL-CENTERED DESIGN) DI GEREJA Anen Mangapul Situmorang; Alexander Naulus Rupidara
Sesawi Vol 4, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v4i2.125

Abstract

Adults are considered as an age category that is able to use digital technology in various ways, such as for the benefit of working, undergoing education, and communicating. Therefore, in the context of adult education, the use of digital technology is very effective in the learning process. This is really needed in this era considering that adults are of productive age. They have very busy schedules so they don't have much time to receive education, especially Christian religious education (PAK) which is organized formally, informally and non-formally. Based on the adult situation, the use of digital technology in adult learning is the right choice. For this purpose, adult educators must prepare a technology-centered design curriculum. However, the problem is that there are still many adult PAK educators who do not understand what is meant by this curriculum design and how to develop it. Therefore, the purpose of this research is to describe the technological-centered design of the adult Christian religious education curriculum.
ANALISIS KETEGUHAN IMAN DAN PENGHARAPAN PEREMPUAN KRISTEN BATAK TOBA “NA MABALU” DALAM MEMPERJUANGKAN ANAK-ANAKNYA Megawaty, Herna; Waruwu, Lyus; Sitio, Robert
Sesawi Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v5i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tantangan atau suka duka yang dihadapi para perempuan Kristen Batak Toba na mabalu, terkhusus perempuan Kristen Batak Toba na mabalu yang berada di wilayah desa Jamburnauli dalam memperjuangkan anak-anaknya pasca kematian suami. Kehilangan pasangan hidup karena kematian akan menimbulkan perasaan duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Kematian pasangan menjadi pemicu mengalami tekanan kesedihan dan emosional karena harus menerima kenyataan dengan status baru yang dimiliki sebagai seorang janda. Menjadi seorang janda akan dihadapkan pada berbagai beban hidup terkait dengan masalah ekonomi, hubungan interaksi sosial dan juga secara psikologis. Babak baru akan dijalani dalam kehidupan seorang janda karena dengan kematian pasangan membuat perempuan menjadi orang yang harus bertanggung jawab penuh terhadap kelanjutan hidup keluarganya termasuk juga dalam upaya membesarkan serta mendidik anak-anak dengan seorang diri dan ini merupakan sebuah perjuangan yang berat untuk dihadapi. Melalui pengalaman hidup yang dialami oleh perempuan Kristen Batak Toba na mabalu (janda) di desa Jamburnauli dapat dijadikan sebagai kisah inspiratif bagi perempuan yang telah menjadi seorang janda terutama dalam memperjuangkan anak-anaknya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan secara fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah perempuan yang telah menjanda dan berjumlah sebanyak enam orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian dilakukan secara Triangulasi (gabungan observasi, wawancara, dan dokumentasi). Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian adalah wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam orang informan dapat bangkit dari keterpurukannya pasca kematian suami untuk tetap berjuang melanjutkan kehidupan bersama anak-anak, meskipun usaha dan waktu yang dibutuhkan setiap informan untuk bangkit dari keterpurukan memiliki cara yang berbeda-beda. Keenam orang informan bahkan mampun untuk menyekolahkan anak-anak mereka ketingkat perguruan tinggi sampai dengan selesai. Tantangan hidup yang dialami oleh perempuan Kristen Batak Toba na mabalu dapat dilalui dengan keteguhan iman dan pengharapan serta percaya bahwa hanya Tuhan Allah yang selalu setia sebagi sumber penolong umat-Nya dalam menjalani perjuangan hidup termasuk untuk memperjuangkan anak-anak.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENANGANI REMAJA PEREMPUAN YANG MENGALAMI FATHERLESS Kause, Eleos Permata Putra; Siti, Siti; Steafany, Jeane Hadi
Sesawi Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v5i2.274

Abstract

Dalam  artikel  ini,  penulis  melihat  fenomena remaja perempuan yang mengalami fatherless dalam kasus ini setiap ayah yang terlalu memprioritaskan berbagai kesibukkan pekerjaan sehingga pada akhirnya anak menjadi korban. Selain itu, seorang remaja perempuan dapat mengalami fatherless dikarenakan memiliki ayah yang tidak berperan aktif secara emosional. Fatherless yang terjadi dalam kehidupan seorang remaja perempuan sangat berdampak terhadap psikologis, emosional dan kognitif. untuk  itu  penulis  memakai  metode  kualitatif  deskriptif library research, menggunakan artikel-artikel jurnal, literature-literature, dan majalah online dari  internet,  untuk  mendapatkan  hasil  dan  pembahasan  untuk  menjawab  topik  yang dibahas. Hasil yang didapat yaitu, peran guru PAK dalam menyadarkan, memahami dan memiliki kemampuan mengontrol emosi dalam diri remaja yang mengalami fatherless dengan menggunakan konsep resiliensi. Akhirnya, dari penemuan ini semoga bisa memberi dampak yang signifikan bagi penelitian selanjutnya dalam penerapannya
Memahami Konsep Iman Dan Perbuatan Menurut Yakobus: Suatu Study Eksegesis Yakobus 2:26 Markus Ndihi Jawamara
Sesawi Vol 1, No 2 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v1i2.15

Abstract

ABSTRAKSI: Agama Kristen merupakan agama yang unik karena berintikan iman. Agama Kristen bukanlah agama yang berintikan kelakuan dan akhlak, melainkan berintikan iman. Iman merupakan suatu keyakinan yang teguh kepada Allah triTunggal. Kualitas keKristenan adalah kualitas di dalam iman kepada Allah triTunggal. Iman yang sejati adalah iman yang berpegang teguh kepada Allah. Tetapi iman sejati tidak sekadar ucapan tanpa manifestasinya, melainkan iman yang sejati adalah iman yang nyata di dalam perbuatan yang baik. Hal ini Yakobus dalam suratnya memberikan penegasan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Iman yang sejati akan tercermin dalam kehidupan orang percaya yang mengaku dirinya beriman. Antara iman dan perbuatan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena perbuatan merupakan buah dari iman yang sejati. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode kualitatif, kajian pustaka serta Alkitab sebagai bahan analisis.
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI STRATEGI MENUMBUHKAN IMAN ANAK DIDIK MELALUI PERAN GURU YANG PARIPURNA DIMASA PANDEMI COVID 19 Salomo Panjaitan
Sesawi Vol 3, No 1 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v3i1.67

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji mengenai peranan Pendidikan Agama Kristen sebagai strategi untuk menumbuhkan iman anak didik melalui peran guru yang paripurna di masa Pandemi COVID 19. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode penelitian kualitatif. Proses analisa yang di gunakan penulis yaitu menggunakan Alkitab selaku sumber utama serta juga beberapa sumber literatur yang aktual dan bisa di percaya yang berhubungan dengan judul dalam artikel ini sehingga menghasilkan suatu kajian yang dapat dipertanggungjawabkan dengan menggunakan beberapa tahapan penelitian, antara lain   deskripsi maupun tahap orientasi, tahap reduksi, serta tahap seleksi Hasil penelitian antara lain peran guru yang paripurna di masa Pandemi COVID 19 antara lain : Guru Sebagai Pendidik. Guru wajib mempunyai standar kualitas pribadi yang meliputi tanggung jawab wibawa, mandiri serta disiplin. Guru agama PAK yang memahami Ilmu Teknologi, Kemampuan mengikuti perkembangan Ilmu Teknologi merupakan hal yang pokok dipunyai seorang guru agama PAK, sehingga anak didik merasa senang mengikuti mata pelajarannya.Guru Agama dan Orangtua Anak didik. Sebagai guru yang peduli kepada anak didiknya, guru agama akan membuka komunikasi juga dengan orangtua anak didiknya, agar guru agama mengetahui keadaan mereka dan akan mempermudah komunikasi dan pendidikan kepada anak didiknya.
MENGKAJI YOHANES 4:1-42 SEBAGAI LANDASAN KONSELOR KRISTEN DALAM BIMBINGAN KONSELING REMAJA Renny Tade Bengu
Sesawi Vol 4, No 1 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v4i1.96

Abstract

Penanganan konseling terhadap remaja tidak jauh berbeda dengan penanganan terhadap orang dewasa. Konselor memerlakukan seorang remaja ini seperti ia memerlakukan konsele dewasa. Hanya saja bagi konsele remaja masih memerlukan pengarahan sehubungan dengan ketidaktahuannya terhadap hal tersebut. Sebagai guru PAK yang menangani permasalahan peserta didik tidak terlepas dari bimbingan konseling. Penelitian ini menggunakan penelitian kajian literatur teks Alkitab dalam Yohanes 4:1-42 yang mengandung tentang prinsip bimbingan konseling dari Tuhan Yesus  kepada perempuan Samaria. Dengan menerapkan metode deskriptif analisis pada teks Yohanes 4: 1-42 dalam  pendekatan kualitatif. Sehingga  ditemukan  beberapa landasan strategis bagi guru PAK dalam bimbingan konseling. Dalam Injil Yohanes 4 : 1-42 terdapat empat metode landasan strategis bagi guru Pendidikan Agama Kristen  dalam bimbingan konseling remaja adalah Pertama, membangun hubungan; Kedua, mengangkat kebutuhan utama dari konsele; Ketiga, Memberikan kesempatan untuk menyadari kesalahan dan dosa-dosanya; Keempat, Pertobatan dan Pemulihan.
IMPLEMENTASI RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Yermias Eliasar Alunat
Sesawi Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v5i1.181

Abstract

Dalam upaya untuk mencapai pendidikan karakter siswa melalui implementasi RPP PAK, dimulai dari seorang guru. Guru merupakan sosok yang memanggul status  memberi teladan  mulia yang mampu memberikan masukan input kepada siswa. Segala masukan dalam bentuk apapun yang dapat berpengaruh pada ragam perubahan kehidupan seorang siswa dalam membentuk karakter. Ragam perubahan karakter selalu diawali dengan pertanyaan yang mendorong seorang siswa untuk melakukan perenungan mendalam sebagai dasar untuk membentuk diri sendiri.Hasil dari perenungan itu diidealkan menuju tatanan kehidupan praktis yang positif.  Upaya mendekatkan idealitas proses pembentukan karakter siswa itulah yang sesungguhnya dikandung dalam filosofi tugas guru sebagai teladan dalam bertindak sebagai seorang  pengajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Analisis terhadap sumber-sumber pustaka berupa buku, artikel dan wawancara menjadi bahan kajian dalam mendeskripsikan.Tujuannya adalah untuk mengimplementasikan RPP PAK dalam pembentukan karakter siswa. Dengan demikian siswa mampu hidup dan mewujudkan karakter Kristus baik di lingkungan sekolah, gereja dan masyarakat
ANALISIS BIBLIKA ROMA 12:1-2 DAN IMPLIKASINYA BAGI PRAKTIK IBADAH ORANG PERCAYA MASA KINI Afaradi, Asep
Sesawi Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v5i2.254

Abstract

Terjadi kekeliruan paradigma di kalangan orang percaya saat ini dalam memahami hakikat ibadah yang sejati. Kesalahpahaman ini tercermin dalam pandangan bahwa ibadah hanya sebagai sebuah rutinitas, pemenuhan fasilitas ibadah di gereja dianggap sebagai standar utama dalam beribadah dan pengaruh gadget dalam beribadah juga sangat signifikan. Hal ini berdampak pada ibadah yang dilakukan oleh orang percaya yaitu tidak mengikuti ibadah di gereja maupun dalam komunitas-komunitas tumbuh bersama. Itulah sebabnya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang esensi ibadah yang sejati bagi orang percaya saat ini, dengan menggunakan metode kualitatif. Analisis terhadap berbagai referensi, termasuk sumber-sumber pustaka dan Alkitab, menjadi fokus utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah yang sesungguhnya, sebagaimana dijelaskan dalam Roma 12:1-2, adalah tentang mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup dan suci kepada Allah sebagai bentuk ibadah yang menyenangkan-Nya. Ini berimplikasi pada hidup yang menjauhkan diri dari dosa dan menolak untuk terpengaruh dengan nilai-nilai dunia ini.

Page 5 of 10 | Total Record : 98