cover
Contact Name
Tubagus Chaeru Nugraha
Contact Email
t.chaeru@unpad.ac.id
Phone
+62895619611961
Journal Mail Official
jlp.fibunpad@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Gedung A Lantai 2 Jalan Raya Bandung-Sumedang KM 21 Jatinangor Sumedang 45363 Jawa Barat Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Linguistic Phenomena
ISSN : -     EISSN : 29631416     DOI : https://doi.org/10.24198/jlp
Core Subject : Education,
Fokus dan ruang lingkup Journal of Linguistic Phenomena (JLP) adalah kajian dalam ilmu linguistik (linguistik mikro, linguistik makro, dan linguistik terapan).
Articles 55 Documents
AKRONIM DALAM MEDIA SOSIAL: SUATU KAJIAN MORFOLOGIS Sofyan, Agus Nero; Nur, Tajudin; Kurnia, Eka
Journal of Linguistic Phenomena Vol 2 No 2 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i2.50973

Abstract

Penelitian ini berjudul, “ Akronim dalam Media Sosial: Suatu Kajian Morfologis”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Sumber data yang digunakan adalah surat kabar yang ada di media sosial, yaitu Kompas, Republika, Tempo, dan Pikiran Rakyat. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih) dengan pendekatan morfologis. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah morfem, silabel, akronim, dan proses morfologis. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah pendeskripsian dan proses morfologis akronim nama makanan, nama perilaku, nama perguruan tinggi, dan nama tempat tujuan berkendara dalam media sosial. Berdasarkan analisis data, ditemukan akronim nama makanan sebanyak 5, akronim nama perilaku, 5, akronim nama perguruan tinggi 5, dan akronim nama tempat tujuan berkendara 4. Akronim nama-nama tersebut dapat terbentuk dari paduan fonem awal, paduan silabel pertama, paduan silabel pertama dan kedua, paduan silabel pertama dan ketiga, paduan silabel pertama dengan mengekalkan tiga fonem pada silabel kedua, paduan silabel pertama dengan penghilangan fonem, paduan silabel pertama, kedua, dan ketiga. Morfem yang hadir dalam akronim tersebut dapat berupa paduan morfem tunggal dan paduan morfem tunggal dengan morfem kompleks.
FLOUTING AND VIOLATION OF MAXIMS IN “A MAN CALLED OTTO” MOVIE Ramadanti, Salma Salsabila; Insani, Hanifa Mutiara; Rodliya, Zakiya; Hilyati, Rahma Alya; Sari Sujatna, Eva Tuckyta
Journal of Linguistic Phenomena Vol 2 No 2 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i2.51501

Abstract

The application of the maxim principle can improve the efficiency and effectiveness of the conversations. Grice’s four cooperative principles of maxims allow us to assume that the people having a conversation are working together to create an effective conversation. This research aims to identify the most frequent flouting and violations of maxims committed by the characters in “A Man Called Otto” movie and to determine the factors that cause these flouting and violations. By applying a qualitative approach, the results show that all types of maxims are flouted and violated in the movie. The study argues that the causes of the flouting and violations are lacking of understanding, and avoiding a certain topic, especially on the maxim of quality and relation. Focus on the topic, respond appropriately, and provide accurate and truthful information are the keys to effective and honest communication that remains relevant, coherent, and conducive.
A CORPUS-BASED STUDY OF REPORTING VERBS IN SHORT ESSAY Febriyanti, Denisa Nur; Yuliawati, Susi
Journal of Linguistic Phenomena Vol 2 No 2 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i2.51533

Abstract

The present research aims to analyze the use of reporting verbs in short essays written by undergraduate students of English major at a university in Indonesia. The study focuses on the frequency analysis of reporting verbs across four semantic categories, namely Argue verbs (e.g., argue, suggest, write, etc.), Find verbs (e.g., find, observe, discover, etc.), Show verbs (show, demonstrate, reveal, etc.) and Think verbs (e.g., think, assume, know, etc.). To achieve this, a mixed-method research design and a corpus-based approach are employed. The results show that the students predominantly use the Think verbs category, followed by Argue, Show, and Find verbs. It suggests that students may focus more on expressing their beliefs and opinions rather than providing evidence or confirming their claims. Moreover, the study highlights the implications of the finding, indicating that the overuse of verbs from the Think verbs category may indicate a lack of evidence-based reasoning in the students’ short essays.
STRUKTUR DAN FUNGSI BAHASA DALAM WACANA IKLAN KECANTIKAN BERBAHASA RUSIA DI MEDIA SOSIAL YOUTUBE Dewi, Anggaraeni Purnama; Fauziyah Rohmah, Siti Hasna; Putri, Dilla Maharani
Journal of Linguistic Phenomena Vol 2 No 2 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i2.51816

Abstract

Munculnya media sosial dalam kehidupan saat ini, semakin memudahkan masyarakat dalam memeroleh berbagai informasi, yang salah satu informasi tersebut diperoleh melalui tayangan iklan. Salah satu iklan yang muncul di media sosial YouTube adalah iklan produk kecantikan yang umumnya dibutuhkan kaum wanita. Munculnya berbagai iklan perawatan kulit dan wajah di media sosial YouTube ini, menjadikan pihak produsen dan pengiklan harus bersaing ketat dalam menciptakan iklan yang informatif, persuasif, dan tentunya membangun citra positif di kalangan masyarakat. Dengan menggunakan teori struktur wacana iklan dan fungsional bahasa, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur wacana iklan dan fungsi bahasa yang ada pada iklan kecantikan berbahasa Rusia di media sosial YouTube. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pemaparan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 3 iklan kecantikan berbahasa Rusia di media sosial YouTube, yaitu iklan pelembab kulit Cerave, iklan perawatan kulit Cetaphil, dan iklan perawatan kulit wajah Librederm Seracin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur iklan yang terdapat dalam 3 iklan tersebut terdiri atas bagian utama, yang berisi proposisi berupa keuntungan produk kepada calon konsumen, proposisi untuk membangkitkan rasa ingin tahu yang lebih dari calon konsumen, dan proposisi memberikan komando atau perintah kepada calon konsumen. Adapun bagian penjelas berisi proposisi alasan subjektif dan proposisi alasan objektif, dan bagian penutup. Adapun fungsi bahasa yang dimiliki oleh 3 iklan tersebut adalah fungsi informatif, fungsi persuasif, dan fungsi membangun citra.
PENGGUNAAN VOKATIF NAMA DIRI TERHADAP MITRA TUTUR DALAM TINGKAT TUTUR BAHASA SUNDA Wahya, Wahya
Journal of Linguistic Phenomena Vol 2 No 2 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i2.51922

Abstract

Penggunaan vokatif nama diri, baik berbentuk utuh maupun penggalan, terhadap mitra tutur dalam tingkat tutur bahasa Sunda dapat terjadi, baik dalam tingkat tutur kode akrab maupun dalam tingkat tutur kode hormat. Demikian pula hubungan yang terdapat di antara penutur dan mitra tutur dalam penggunaan vokatif nama diri tersebut dapat diamati dalam penggunaan tingkat tutur bahasa Sunda. Penelitian ini mencoba mengungkapan masalah di atas. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan, yakni padan referensial dengan pendekatan sosiolinguistik. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data tertulis tunggal, yaitu buku fiksi berbahasa Sunda yang berjudul Bentang Hariring (2016) karya Dian Hendrayana. Berdasarkan kriteria data yang ditentukan, dari sumber data yang digunakan tersebut ditemukan 33 data kalimat yang memuat bentuk vokatif nama diri, yakni 18 kalimat termasuk tindak tutur kode akrab dan 15 kalimat termasuk tindak tutur kode hormat. Selanjutnya, hubungan sosial yang terdapat di antara penutur dan mitra tutur pada penggunaan vokatif nama diri dalam tingkat tutur kode akrab dan tingkat tutur kode hormat sebagi berikut. Tingkat tutur kode akrab yang memuat vokatif nama diri utuh dan penggalan terhadap mitra tutur masing-masing memiliki hubungan sosial empat jenis dan satu jenis. Tingkat tutur kode hormat yang memuat vokatif nama diri utuh dan penggalan terhadap mitra tutur masing-masing memiliki hubungan sosial enam jenis dan satu jenis. Hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur pada penggunaan vokatif nama diri penggalan, baik pada tingkat tutur kode akrab maupun pada tingkat tutur kode hormat hanya terdapat pada satu hubungan sosial, yaitu pertemanan.
ONOMATOPE (GIONGO) DALAM MANGA SPY X FAMILY KARYA TATSUYA ENDO: KAJIAN SEMANTIK Dewi, Amelia Kesuma
Journal of Linguistic Phenomena Vol 3 No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.52121

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang jenis dan makna giongo dalam manga Spy x Family karya Tatsuya Endo. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis dan makna giongo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Lalu, sebagai teori yang mendukung analisis dalam penelitian ini, penulis mengacu pada teori semantik oleh Chaer (1995) dan Kridalaksana (2008), teori Hideichi Ono (1988) untuk mengetahui definisi onomatope dan Hinata Hibiya (1989) untuk pengklasifikasian onomatope. Hasil analisis menunjukkan bahwa giongo yang ditemukan adalah tiruan bunyi benda mati dan bunyi yang ada di sekitar.
AFORISME SEPAKBOLA DALAM MEDIA MASSA RUSIA Khoeruman, Hilman Fauzia; Karyaningsih, Tri Yulianty; Gumilar, Trisna
Journal of Linguistic Phenomena Vol 3 No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.52176

Abstract

Artikel ini membahas tentang aforisme sepakbola dalam media massa Rusia dalam konteks kajian semantik. Aforisme merupakan salah satu fenomena bahasa dalam bidang leksika yang penggunaannya di media massa berbahasa Rusia saat ini sudah menjadi bagian dari struktur berita itu sendiri. Aforisme bidang sepakbola sering muncul dalam portal berita digital Rusia yang fungsinya tidak hanya sebagai bagian dari struktur, akan tetapi juga berfungsi sebagai cara modifikasi pemaknaan terhadap suatu konten yang diberitakan. Penyampaian makna berita kepada pembaca disertai dengan nuansa ekspresif yang direalisasikan oleh aforisme. Penelitian ini menggunakatan metode deskriptif analisis yang lebih mengedepankan pencarian makna semantis (Pateda, 2016) yang juga didukung melalui pendekatan semantis (Shakirov, 2016). Penelitian ini menunjukkan bahwa aforisme mengandung makna ekspresif yang beragam, ekspresi tersebut mengacu pada topik yang dibicarakan. Secara umum, aforisme sepakbola mengandung pemikiran mendalam terhadap fenomena yang dibahas.
IMPLIKASI SUFIKS TERHADAP KALIMAT AKTIF DAN PASIF BESERTA KLASIFIKASI TENSES DI DALAM UNPAD NEWS Puteri, Ariani Dwi; Wagiati, Wagiati; Kadir, Puspa Mirani
Journal of Linguistic Phenomena Vol 3 No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.53144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi sufiks terhadap kalimat aktif dan pasif beserta tenses yang muncul di dalam dua berita berjudul; “Officially Established, Here are the Tasks of the Unpad PPKS Task Force” dan “Unpad Hosts AHEC 2023, a Platform for Harmonizing Higher Education for ASEAN Development” di situs web University Update News UNPAD. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teori Lieber (2009) dan Baugh (2005) untuk klasifikasi afiksasi dan untuk klasifikasi sufiks ke dalam kalimat aktif dan pasif. Setelah itu, penulis memasukkan jenis kalimat tersebut ke dalam tensesnya di dalam bahasa Inggris dengan menggunakan teori Azar (2002). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan menggunakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam dua berita di situs web University Update News UNPAD terdapat 32 data yang diklasifikasi menjadi; 5 jenis sufiks (-ed), (-d), (-s), (-ing), dan (-ive). Di dalam kedua artikel tersebut terdapat dua jenis kalimat yang terbentuk dari sufiks, yaitu kalimat aktif dan pasif. Di dalam kalimat aktif terdapat 5 jenis sufiks (-ed), (-d), (-s), (-ing), dan (-ive) dengan jumlah 19 data, sedangkan di dalam kalimat pasif dengan jumlah 12 data terdapat 2 jenis sufiks (-ed) dan (-d). Klasifikasi kalimat aktif dan pasif ini lalu diformulasikan ke dalam bentuk tenses bahasa Inggris. Pada kalimat aktif terdapat 4 jenis tenses; Present Tense (9), Past Tense (7), Present Perfect Tense (2), dan Present Continuous Tense (1). Pada kalimat pasif terdapat 5 jenis tenses; Past Tense (7), Future Tense (2), Present Tense (1), Present Perfect Tense (1) dan Past Future Tense (1).
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA Kurnia, Rizal Agung; Gumilang, Sari
Journal of Linguistic Phenomena Vol 3 No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.54941

Abstract

Perseteruan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada awal tahun 2022 cukup menyita perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai mengikuti dan menerima informasi tentang konflik dua negara tersebut dari media massa, baik media cetak maupun media online. Salah satu informasi yang ada di dalamnya adalah informasi nama geografis yang beberapa di antaranya memiliki lebih dari satu cara penulisan untuk satu nama geografis. Perbedaan dalam penulisan nama geografis tersebut merupakan salah satu permasalahan yang dibahas dalam toponimi atau bagian dari kajian onomastika yang khusus mempelajari nama geografis. Sejak berdirinya organisasi tingkat internasional The United Nations Group of Expert on Geographical Names (UNGEGN) tahun 1959, negara-negara anggota PBB mulai bergerak untuk melakukan pembakuan nama-nama geografis wilayahnya. Dalam proses pembakuan nama geografis tersebut, negara-negara sering mengalami permasalahan terkait penulisan nama geografis asing ke dalam bahasa lokal atau eksonim. Penulisan nama geografis asing sering ditemukan ketidakkonsistenan dalam praktiknya. Ketidakkonsistenan tersebut menarik untuk diamati karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penulisan nama-nama geografis Indonesia dalam bahasa Rusia dan sebaliknya, nama geografis Rusia dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dekriptif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah penulisan nama geografis yang bersumber dari peta, kamus, dan publikasi lainnya. Kemudian, data dianalisis dengan cara dibandingkan secara diakronik untuk penulisan nama geografis Indonesia dalam bahasa Rusia dan secara sinkronik untuk penulisan nama geografis Rusia atau Ukraina dalam bahasa Indonesia untuk menemukan karakteristiknya. Hasil penelitian adalah nama geografis Indonesia didokumentasikan dalam bahasa Rusia di peta, kamus, dan publikasi lainnya. Meskipun demikian, penulisan tersebut mengalami perubahan pada setiap era. Nama geografis Rusia atau Ukraina juga terdokumentasikan dalam bahasa Indonesia, tetapi ditulis secara tidak konsisten dan banyak ditemui dalam publikasi jurnalistik, seperti Zaporizhia atau Zaporozhye, Kyiv atau Kiev, Moskow atau Moskva, dan seterusnya. Ketidakkonsistenan penulisan nama geografis dipengaruhi oleh tidak tersedianya kamus geografis yang terstandardisasi oleh institusi terkait dan kesulitan dalam proses transliterasi aksara Kiril ke Latin. Oleh karena itu, pihak-pihak berwenang, seperti Badan Bahasa dan Program Studi Sastra Rusia di Indonesia, perlu melakukan standardisasi penulisan nama geografis asing dan menghimpunnya menjadi kamus geografis sebagai acuan utama bagi masyarakat, serta melakukan pemutakhiran secara berkala terhadap kamus tersebut agar ketidakkonsistenan penulisan nama geografis dapat dihindari.
ANALISIS KALIMAT MAJEMUK SUBORDINATIF DENGAN SATU KLAUSA ATASAN DAN DUA ATAU LEBIH KLAUSA BAWAHAN DALAM BAHASA RUSIA Purnama Dewi, Anggraeni; Fauziyah Rohmah, Siti Hasna; Rizal, Iqbal Abdul
Journal of Linguistic Phenomena Vol 3 No 2 (2025): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i2.55074

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Kalimat Majemuk Subordinatif dengan Satu Klausa Atasan dan Dua atau Lebih Klausa Bawahan dalam Bahasa Rusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kelas kata apa saja yang diacu oleh klausa bawahan pada klausa atasan, mengidentifikasi fungsi sintaksis yang diisi oleh klausa-klausa bawahan dalam kalimat majemuk subordinatif, serta makna apa saja yang dimiliki oleh klausa bawahan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, yang memperhatikan bentuk, susunan dan hubungan antara satuan lingual. Data penelitian diambil dari roman berbahasa Rusia karya A.N. Tolstoj yang berjudul “Voskresenie” terbitan Pravda, Moskwa tahun 1918. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kata yang dapat diacu oleh klausa bawahan pada klausa atasan dapat diisi oleh kelas kata nomina, ajektiva, pronomina, verba, dan adverbia. Fungsi sintaksis yang dimiliki klausa bawahan dapat berupa subjek, predikat, objek, dan keterangan. Makna yang dimiliki oleh klausa bawahan meliputi makna objektif, tujuan, temporal, atributif, lokatif, kausal, dan konsesif.