cover
Contact Name
Muhammad Yusuf Zulkifli
Contact Email
yusufzulkifli9@gmail.com
Phone
+628116831920
Journal Mail Official
yusufzulkifli9@gmail.com
Editorial Address
Jll. T. Nyak Arife No 333, Jeulingke Kota Banda Aceh, Propinsi Aceh.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ikhtibar Nusantara
ISSN : -     EISSN : 29645255     DOI : https://doi.org/10.62901/j-ikhsan.v1i1.2
Jurnal Ikhtibar Nusantara merupakan jurnal ilmiah yang memuat naskah di bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam. Terbit Pertama Volume 1 Nomor 1 Bulan Juni Tahun 2022 versi Online. Ruang lingkup dari Jurnal ini berupa hasil penelitian dan kajian analisis -kritis dengan tujuan sebagai wadah yang kredibel bagi akademisi dan peneliti untuk menyebarluaskan karya, studi, makalah, dan bentuk penelitian lainnya. Pembentukannya bertujuan untuk menjadi jurnal ilmiah dengan reputasi nasional serta mempromosikan kemajuan, pemahaman, dan hukum, pendidikan dan dakwah Islam. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan ke website https://stainusantara.ac.id/ Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bestari (reviewer) atau editor. Jurnal Ikhtibar Nusantara diterbitkan oleh STAI Nusantara Kota Banda Aceh, Indonesia. Jurnal ini diterbitkan dalam bentuk cetak dan online yang dapat di unduh secara gratis, yang mana akan diterbitkan secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 178 Documents
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL Izzati
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i1.559

Abstract

The digital age has brought about significant changes in society, including in the world of education. Advances in information and communication technology have made it easier to acquire knowledge; however, they have also presented challenges in the form of declining moral standards, increasing individualistic behaviour, the misuse of social media, and the erosion of character values among students. In this context, Islamic Religious Education (IRE) plays a strategic role in shaping students’ character so that they are able to face technological developments wisely and responsibly. This study aims to analyse the implementation of Islamic Religious Education in the character development of students in the digital age. This study employs a library research method using a qualitative descriptive approach. Data were obtained from various books, scientific journals, previous research findings, and documents relevant to character education and IRE. The findings indicate that the implementation of IRE in character development can be achieved through the integration of Islamic values into the learning process, teacher role modelling, the cultivation of religious behaviour, the educational use of digital media, and the strengthening of cooperation between schools, families, and the community. Character values that can be developed through Islamic Religious Education include religiosity, honesty, responsibility, discipline, tolerance, and social concern. With appropriate implementation, Islamic Religious Education can serve as an effective means of shaping a generation of noble character and strong values amidst the increasingly complex tide of digitalisation.
PENGARUH ORGANISASI SANTRI TERHADAP KECERDASAN IES (INTELEKTUAL, EMOSIONAL DAN SPIRITUAL) PESERTA DIDIK DI PESANTREN HARISUL KHAIRAAT OME KOTA TIDORE KEPULAUAN Rival Salasa; Muhammad Zein; Muhdi Alhadar
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh organisasi santri terhadap kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik di Pondok Pesantren Harisul Khairaat Ome Kota Tidore Kepulauan. Organisasi santri merupakan salah satu wadah pembinaan yang berperan dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, serta pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, keberadaan organisasi santri diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 53 peserta didik dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dengan skala Likert. Sebelum digunakan, instrumen penelitian diuji validitas menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan diuji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas, serta analisis regresi linear sederhana. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t (parsial) dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi santri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 28,181 + 0,420X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan organisasi santri akan meningkatkan skor kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual sebesar 0,420. Hasil uji t memperoleh nilai t hitung sebesar 3,268 dengan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian, organisasi santri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik di Pondok Pesantren Harisul Khairaat Ome Kota Tidore Kepulauan.
THE INTEGRATION OF RELIGIOUS MODERATION INTO THE CURRICULUM AT THE HARISUL KHAIRAAT BUMI HIJRAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN TIDORE Bayanuddin Sudin; Sahjad M. Aksan; Agus; Buyung Tawary
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.634

Abstract

This study aims to analyze the internalization of religious moderation within the learning curriculum at Harisul Khairaat Bumi Hijrah Islamic Boarding School in Tidore. Religious moderation refers to religious perspectives, attitudes, and practices that emphasize the principles of balance, justice, tolerance, and respect for diversity. In the context of Islamic boarding school education, the internalization of religious moderation is essential for developing students who possess a comprehensive and moderate understanding of religion and are capable of living harmoniously within a pluralistic society. The integration of religious moderation into the Islamic boarding school curriculum is regarded as a strategy for instilling inclusive Islamic values and preventing the development of extremist and intolerant attitudes.This study employed a qualitative approach using field research. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research informants consisted of the head of the Islamic boarding school, teachers, and students. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and method triangulation.The findings indicate that the internalization of religious moderation within the learning curriculum at Harisul Khairaat Bumi Hijrah Islamic Boarding School in Tidore is carried out by integrating the values of religious moderation into religious subjects and Islamic boarding school activities. The forms of internalization identified include the cultivation of tolerance (tasamuh), balance (tawazun), justice (i‘tidal), deliberation (shura), and exemplary conduct (qudwah). The internalization process occurs through three stages: value transformation, value transaction, and value transinternalization. Its implementation takes place through classroom learning, habituation in daily boarding school life, exemplary conduct demonstrated by teachers and caregivers, and various socio-religious activities involving the students. The findings demonstrate that this process contributes to the development of students who are moderate, tolerant, respectful of differences, and characterized by balanced and non-extremist religious attitudes. These findings are consistent with previous studies that position the Islamic boarding school curriculum as a strategic medium for strengthening religious moderation.
STRATEGIES FOR THE DEVELOPMENT OF THE ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM TO ENHANCE QUR’ANIC LITERACY IN THE DIGITAL AGE Okta Rosfiani; M. Fadhli Yanfa Nurikhwan; Ahmad Fahmi Sirrillah; Khumairoh; Salsabila Ramadhani; Zahra Ardila; Cecep Maman Hermawan
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.638

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran Al-Qur'an dan program tahfiz di sekolah, dengan fokus pada metode pembelajaran, integrasi teknologi, kendala, dan strategi motivasi di era digital. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam dengan tiga kategori informan: siswa, guru tahfiz, dan guru mata pelajaran Al-Qur'an. Temuan mengungkapkan bahwa pembelajaran di kelas dilaksanakan secara konvensional menggunakan mushaf Al-Qur'an tanpa media digital, dengan siswa menunjukkan preferensi terhadap pembelajaran langsung karena dianggap lebih mudah dipahami. Program tahfiz dilaksanakan sebagai kegiatan ekstrakurikuler dengan setoran hafalan wajib setiap hari Jumat, menargetkan Juz 30 dengan minimal lima ayat per surat. Pemanfaatan teknologi digital masih terbatas pada aplikasi Al-Qur'an digital dan video tajwid, sementara murajaah masih mengandalkan pencatatan manual. Kendala utama meliputi keterbatasan guru dan perbedaan kemampuan siswa. Strategi motivasi yang diusulkan menekankan pendalaman pemahaman makna Al-Qur'an. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi integrasi teknologi digital dan penguatan kapasitas guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Al-Qur'an di era digital.
KONFLIK KEPEMILIKAN TANAH WAKAF DI KABUPATEN PIDIE MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Muhammad Salihin
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i1.639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena konflik kepemilikan tanah wakaf yang terjadi di Kabupaten Pidie, Aceh, berdasarkan perspektif Ekonomi Syariah. Masalah kepemilikan tanah wakaf trlah menimbulkan konflik, baik antar individu, kelompok, maupun dengan pihak institusi yang berdampak pada terhambatnya produktivitas aset wakaf. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab konflik meliputi lemahnya administrasi pendataan, ketidakjelasan batas tanah, serta alih fungsi lahan yang tidak sesuai syarat syarat Islami. Dalam perspektif ekonomi syariah, tanah wakaf memiliki karakteristik sebagai aset yang harus dijaga kelestariannya dan dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan substansi aslinya. Temuan lapangan memperlihatkan bahwa konflik di sebabkan oleh ketiadaan administrasi, batas tanah yang tidak jelas dan tidak pro aktif pihak terkait untuk intervensi guna menyelesaikan konflik yang berlarut larut. Prinsip hifz al-mal (menjaga harta) dan prinsip keadilan menjadi landasan utama dalam penyelesaian konflik. Disimpulkan bahwa penyelesaian konflik harus mengedepankan mekanisme musyawarah, suluh (mediasi), dan penegakan hukum yang adil demi menjaga nilai ekonomi dan sosial aset wakaf agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat.
INTEGRATION OF THE ROLES OF THE GOVERNMENT AND THE COMMUNITY IN FOSTERING LEARNING MOTIVATION AMONG PUPILS AT STATE JUNIOR HIGH SCHOOL NO. 10, TERNATE CITY, ON HIRI ISLAND Bahtiar Bahtiar; Usman Ilyas; Amanan Soleman Saumur; Buyung Tawary
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi peran pemerintah dan masyarakat dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 10 Kota Ternate. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, terutama di daerah kepulauan yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa telah berjalan melalui penyediaan program bantuan pendidikan seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP), serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan. Peran masyarakat terlihat dari dukungan moral, pengawasan, serta partisipasi dalam kegiatan sekolah. Integrasi peran antara pemerintah dan masyarakat terwujud melalui kerja sama yang melibatkan sekolah sebagai pusat koordinasi. Namun demikian, integrasi tersebut belum berjalan optimal karena masih terdapat kendala seperti keterbatasan fasilitas, kondisi geografis, dan rendahnya tingkat partisipasi sebagian masyarakat. Faktor pendukung dalam penelitian ini meliputi adanya program bantuan pemerintah, semangat gotong royong masyarakat, dukungan orang tua, serta komitmen guru. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kondisi ekonomi masyarakat, serta kurangnya akses teknologi. Secara keseluruhan, motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kerja sama yang lebih intensif dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kepulauan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEDAGOGIC GURU DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG HUMANIS DI SMP ISLAM 2 KOTA TERNATE Isbat Talib; Buyung Tawar
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.642

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran Al-Qur'an dan program tahfiz di sekolah, dengan fokus pada metode pembelajaran, integrasi teknologi, kendala, dan strategi motivasi di era digital. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam dengan tiga kategori informan: siswa, guru tahfiz, dan guru mata pelajaran Al-Qur'an. Temuan mengungkapkan bahwa pembelajaran di kelas dilaksanakan secara konvensional menggunakan mushaf Al-Qur'an tanpa media digital, dengan siswa menunjukkan preferensi terhadap pembelajaran langsung karena dianggap lebih mudah dipahami. Program tahfiz dilaksanakan sebagai kegiatan ekstrakurikuler dengan setoran hafalan wajib setiap hari Jumat, menargetkan Juz 30 dengan minimal lima ayat per surat. Pemanfaatan teknologi digital masih terbatas pada aplikasi Al-Qur'an digital dan video tajwid, sementara murajaah masih mengandalkan pencatatan manual. Kendala utama meliputi keterbatasan guru dan perbedaan kemampuan siswa. Strategi motivasi yang diusulkan menekankan pendalaman pemahaman makna Al-Qur'an. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi integrasi teknologi digital dan penguatan kapasitas guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Al-Qur'an di era digital.
THE IMPLEMENTATION OF THE PANCA JIWA VALUES IN SHAPING THE MORAL CHARACTER OF STUDENTS AT THE ALI BIN ABI THALIB ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN TIDORE, THE ISLANDS Muhammad Yunus
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.643

Abstract

Pendidikan akhlak memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter. Salah satu upaya pembentukan akhlak di pesantren dilakukan melalui implementasi nilai-nilai Panca Jiwa yang meliputi keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentengi santri dari pengaruh negatif perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai Panca Jiwa dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Tidore Kepulauan, mengetahui dampak implementasinya, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam pelaksanaannya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data meliputi ustaz, pengurus pesantren, santri putra, serta dokumen pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Panca Jiwa dilaksanakan secara sistematis dan terintegrasi melalui kurikulum pesantren, proses pembelajaran, kegiatan pesantren, serta pembinaan dan pengawasan. Implementasi tersebut berdampak positif terhadap pembentukan akhlak santri, yang ditandai dengan berkembangnya sikap disiplin, tanggung jawab, keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, kepedulian sosial, ukhuwah, dan kemampuan mengembangkan potensi diri secara bertanggung jawab. Tantangan yang dihadapi meliputi keberagaman latar belakang santri, pengaruh lingkungan sosial, perkembangan teknologi informasi dan media sosial, serta belum optimalnya internalisasi nilai. Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya yaitu melalui pembinaan berkelanjutan, keteladanan pendidik, penguatan sinergi antara pesantren, keluarga, dan masyarakat, serta pengembangan literasi digital berbasis nilai-nilai Islam.Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi nilai-nilai Panca Jiwa telah berjalan efektif sebagai fondasi pembentukan akhlak santri melalui internalisasi nilai yang terpadu. Panca Jiwa menjadi model pendidikan karakter yang relevan dalam membentuk santri yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
DIGITAL COMPETENCY SHIFTS AMONG EDUCATORS: DEVELOPMENTS, CHALLENGES AND OPPORTUNITIES Devi Arhami Putri
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.644

Abstract

As the technological era has evolved, educational technology has transformed from the mere use of standalone devices into a key infrastructure for learning. This shift has also increased the demands placed on teachers’ digital competences. This narrative review synthesises 30 years of literature (1996–2026) to map the development of theoretical frameworks and institutional definitions regarding educators’ digital competences. This study traces the shift from operational skills in information and communication technology (ICT) towards pedagogical integration models such as TPACK and DigCompEdu, and on to a new paradigm focusing on generative artificial intelligence, data privacy, digital ethics and technology governance. The findings of the synthesis indicate that there remains a gap between teachers’ technical proficiency and their ability to integrate technology effectively into pedagogical practice. The latest literature also highlights a number of unresolved issues, namely the predominance of self-assessment-based surveys over performance-based assessments, the limited adaptation of digital competences to specific subjects and educational contexts, and the scarcity of research on developing education systems. Consequently, policies and professional development programmes need to shift from general software training towards standardised performance measurement, ethical AI governance, and competency frameworks tailored to specific needs and contexts. These findings offer a strategic roadmap for preparing educators to lead meaningful, effective and responsible digital learning amidst the evolution of AI-driven education.
PENERAPAN METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SD NEGERI PULO IE Lilis Karlina; Jamalul Hakim; Zurianty Humairah; Febry Fahreza; Kaushar; Hartati
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i1.650

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri Pulo Ie Kabupaten Nagan Raya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa melalui penerapan metode SAS pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SD Negeri Pulo Ie yang berjumlah 17 siswa, terdiri atas 9 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes keterampilan membaca permulaan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SAS dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari kemampuan siswa dalam menyuarakan tulisan dengan tepat, penggunaan lafal dan intonasi yang lebih baik, kelancaran membaca, serta kemampuan menguraikan dan menyusun kembali huruf, suku kata, kata, dan kalimat. Selain itu, aktivitas belajar siswa menjadi lebih aktif dan antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari 40% pada tahap pratindakan menjadi 70% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 90% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri Pulo Ie Kabupaten Nagan Raya.