cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.anafora@uniku.ac.id
Editorial Address
RT. 027 RW. 007 Desa Cengal Kecamatan Japara
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 28073991     DOI : https://doi.org/10.25134/ajpm
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) Kesastraan Indonesia (teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranasi, sosiologi sastra); (3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran). Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis.
Articles 90 Documents
PSIKOLOGI SASTRA FREUD DALAM TOKOH-TOKOH NOVEL SAGARAS Aulia Wahyu Nur Saputri; Laila Fitri Nur Hidayah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.324

Abstract

ABSTRAK: Dalam karya sastra, memahami dinamika kejiwaan tokoh dapat dipelajari melalui pendekatan psikologi sastra, khususnya teori psikoanalisis Sigmund Freud, yang meliputi id, ego, dan superego. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur kepribadian tokoh-tokoh dalam novel Sagaras karya Tere Liye serta interaksi ketiganya dalam membentuk konflik psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data berupa kutipan narasi dan dialog dalam novel yang dianalisis menggunakan teknik baca dan catat serta dianalisis melalui analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi dominasi struktur kepribadian pada setiap tokoh. Tokoh Ali dan Raib didominasi oleh ego yang mencerminkan sikap rasional dan adaptif, sedangkan tokoh Seli dan Batozar didominasi oleh id yang menunjukkan kecenderungan impulsif dan emosional. Sementara itu, tokoh Kakek Ban didominasi oleh superego yang mencerminkan kepribadian yang matang dan berlandaskan nilai moral. Interaksi antara id, ego, dan superego berpengaruh terhadap intensitas konflik psikologis tokoh, di mana keseimbangan ketiganya menghasilkan kepribadian yang stabil, sedangkan ketidakseimbangan memicu konflik batin yang lebih kompleks. Dengan demikian, pendekatan psikoanalisis Freud efektif dalam mengungkap dinamika kejiwaan tokoh serta memperkaya pemahaman terhadap karakterisasi dalam karya sastra.. KATA KUNCI: psikologi sasta; psikoanalisis Freud; novel Sagaras; konflik psikologis >  FREUD'S LITERARY PSYCHOLOGY IN THE CHARACTERS OF THE NOVEL SAGARAS   ABSTRACT: In literary works, understanding the psychological dynamics of characters can be explored through the approach of literary psychology, particularly Sigmund Freud’s psychoanalytic theory, which encompasses the id, ego, and superego. This study aims to describe and analyze the personality structures of the characters in Tere Liye’s novel Sagaras as well as their interactions in shaping psychological conflicts. This study employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. The data consist of narrative excerpts and dialogues from the novel, analyzed using the read-and-note technique and content analysis. The results indicate variations in the dominance of personality structures among the characters. The characters Ali and Raib are dominated by the ego, reflecting rational and adaptive attitudes, while the characters Seli and Batozar are dominated by the id, showing impulsive and emotional tendencies. Meanwhile, the character Kakek Ban is dominated by the superego, reflecting a mature personality grounded in moral values. The interaction between the id, ego, and superego influences the intensity of the characters’ psychological conflicts, where a balance among the three results in a stable personality, while an imbalance triggers more complex inner conflicts. Thus, Freud’s psychoanalytic approach is effective in revealing the characters’ psychological dynamics and enriching our understanding of characterization in literary works. KEYWORDS: literary psychology; Freudian psychoanalysis; Sagaras novel; psychological conflict
REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MANDAR PADA CERPEN RUMAH BATU KAKEK SONGKOK KARYA LINA PW Ton Thi Thuy Trang; Ho Ngoc Hieu
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.325

Abstract

ABSTRAK: Indonesia mempunyai lebih dari 300 suku bangsa. Setiap suku bangsa memiliki kearifan lokal yang unik sehingga sering dijadikan tema cerita dalam beberapa karya satra. Salah satunya adalah cerpen Rumah Batu Kakek Songkok karya Lina PW yang diterbitkan pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) representasi bentuk kearifan lokal suku Mandar dalam cerpen Rumah Batu Kakek Songkok karya Lina PW; (2) fungsi kearifan lokal Mandar yang terepresentasikan dalam cerpen Rumah Batu Kakek Songkok karya Lina PW. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah cerpen Rumah Batu Kakek Songkok karya Lina PW. Data penelitian ini berupa satuan-satuan cerita yang merepresentasikan kearifan lokal dalam cerpen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini disimpulkan terdapat tiga bentuk kearifan lokal masyarakat Mandar, dalam cerpen Rumah Batu Kakek Songkok karya Lina PW, yaitu (1) wujud arsitektur; (2) aktivitas gotong royong (aktivitas kerjasama); (3) dan makanan khas lokal. KATA KUNCI: antropologi; kearifan lokal; masyarakat Mandar >  A REPRESENTATION OF THE LOCAL WISDOM OF THE MANDAR COMMUNITY IN THE SHORT STORY RUMAH BATU KAKEK SONGKOK BY LINA PW’   ABSTRACT: Indonesia has more than 300 ethnic groups. Each ethnic group has a unique local wisdom that is often used as a story theme in several literary works. One of them is the short story Rumah Batu Kakek Songkok by Lina PW, which was published in 2018. This study aims to describe (1) the representation of the form of local wisdom of the Mandar tribe in the short story Rumah Batu Kakek Songkok by Lina PW; (2) the function of local wisdom of Mandar represented in the short story Rumah Batu Kakek Songkok by Lina PW. This study uses a qualitative descriptive method with a literary anthropology approach. The data source for this study is the short story Rumah Batu Kakek Songkok by Lina PW. The data for this study are in the form of story units that represent local wisdom in the short story. Data collection was carried out using documentation study techniques. Data analysis was carried out using content analysis techniques. The results of this study concluded that there are three forms of local wisdom of the Mandar people, in the short story Rumah Batu Kakek Songkok by Lina PW, namely (1) architectural form; (2) gotong royong activities (cooperative activities); (3) and local specialties. KEYWORDS: anthropology; local wisdom; Mandar society.
EKSPLORASI EPISTEMOLOGI TERHADAP NILAI SPIRITUAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL IKHLAS PENUH LUKA KARYA BOY CANDRA Naftali Khairunnisa; Mulasih; Eko Sri Israhayu; Akhmad Fauzan
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.326

Abstract

ABSTRAK: Karya sastra tidak hanya merepresentasikan pengalaman hidup, tetapi juga memuat nilai spiritual yang terbentuk melalui proses batin tokoh. Namun, tanpa pemahaman terhadap proses terbentuknya nilai tersebut, makna spiritual dalam karya sastra berpotensi dipahami secara dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi terhadap nilai spiritual tokoh utama dalam novel Ikhlas Penuh Luka karya Boy Candra. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa kutipan-kutipan yang merepresentaiskan pengalaman batin tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai spiritual yang ditemukan meliputi sikap ikhlas, memaafkan, tawakal, dan penerimaan terhadap kehidupan yang terbentuk melalui pengalaman hidup yang dipikirkan dan dimaknai. Secara epistemologis dalam sudut pandang Freire, proses tersebut menunjukkan adanya kesadaran kritis, praxis, dan humanisasi yang memperlihatkan bahwa pemahaman berkembang menjadi tindakan nyata. Dengan demikian, nilai spiritual dalam karya sastra tidak hanya dipahami sebagai hasil, tetapi juga sebagai proses membentukan yang melibatkan pengalaman, pemahaman, dan tindakan tokoh utama. KATA KUNCI: epistemologi; nilai spiritual; novel; sastra >  AN EPISTEMOLOGICAL OF THE SPIRITUAL VALUES OF THE MAIN CHARACTER THE NOVEL IKHLAS PENUH LUKA BY BOY CANDRA   ABSTRACT: Literary works do not only represent life experiences but also contain spiritual values formed through the inner processes of the characters. However, without an understanding of how these values are formed, the spiritual meaning in literary works may be interpreted superficially. This study aims to examine the epistemology of spiritual values of the main character in the novel Ikhlas Penuh Luka by Boy Candra. The method used in this study is descriptive qualitative. The data consist of quotations that represent the inner experiences of the main character. The results show that the spiritual values found include sincerity, forgiveness, trust in God (tawakal), and acceptance of life, which are formed through life experiences that are reflected upon and interpreted. From an epistemological perspective based on Freire’s view, this process indicates the presence of critical consciousness, praxis, and humanization, demonstrating that understanding develops into concrete action. Thus, spiritual values in literary works are not only understood as outcomes but also as processes of formation involving experience, understanding, and action of the main character. KEYWORDS: epistemology; spiritual values; novel; literature
EKSPLORASI STILISTIKA DALAM NOVEL THE ARCHITECTURE OF LOVE KARYA IKA NATASSA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MATERI AJAR SASTRA DI SMK Anindya Khawiswara Dewanti Prabandari; Elisabeth Nugraheni Eko Wardani
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.327

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini berfokus pada penguraian unsur-unsur stilistika dalam novel The Architecture of Love yang ditulis oleh Ika Natassa dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar sastra di SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data berasal dari novel The Architecture of Love karya Ika Natassa dan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia serta siswa SMK. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik membaca, mencatat, dan wawancara, selanjutnya dianalisis dalam beberapa tahap yaitu reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa novel The Architecture of Love mengandung berbagai unsur stilistika yang meliputi diksi, gaya bahasa, dan citraan. Dalam hal diksi, ditemukan adanya penggunaan kata konkret, makna konotatif, sapaan dengan nama, diksi serapan, dan bahasa vulgar. Pada aspek gaya bahasa, teridentifikasi gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan. Di sisi lain, pada citraan terdapat citraan yang melibatkan penglihatan, pendengaran, gerak, penciuman, pengecapan, dan perabaan. Penggunaan unsur-unsur stilistika tersebut berperan untuk memperkuat penggambaran karakter tokoh, menciptakan suasana, memperjelas konflik, dan menambah nilai estetika dalam novel. Selain itu, wawancara juga menunjukkan bahwa novel ini berhubungan erat dengan penggunaan sebagai bahan ajar sastra di SMK karena bahasanya yang komunikatif, tema yang relevan dengan kehidupan remaja, serta mendukung proses pembelajaran sastra dalam Kurikulum Merdeka, terutama pada Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase F. Dengan begitu, novel The Architecture of Love tidak hanya memiliki keindahan sebagai karya sastra, tetapi juga menawarkan potensi pendidikan dalam pengajaran sastra di SMK. KATA KUNCI: stilistika; novel; diksi; gaya bahasa; citraan; materi ajar sastra. >  A STYLISTIC ANALYSIS OF IKA NATASSA’S NOVEL THE ARCHITECTURE OF LOVE AND ITS RELEVANCE AS LITERARY TEACHING MATERIAL IN VOCATIONAL HIGH SCHOOLS   ABSTRACT: This study focuses on analyzing the stylistic elements in the novel The Architecture of Love by Ika Natassa and their use as teaching materials for literature in vocational high schools. The method used in this study is qualitative descriptive with a stylistic approach. The data sources include Ika Natassa’s novel The Architecture of Love and interviews with Indonesian language teachers and vocational high school students. Data collection was conducted through reading, note-taking, and interviews, followed by analysis in several stages: data reduction, data classification, data presentation, and drawing conclusions. The findings indicate that the novel The Architecture of Love contains various stylistic elements, including diction, style, and imagery. Regarding diction, the study identified the use of concrete words, connotative meanings, direct address by name, loanwords, and vulgar language. In terms of writing style, rhetorical and figurative styles were identified. On the other hand, the imagery includes visual, auditory, kinetic, olfactory, gustatory, and tactile imagery. The use of these stylistic elements serves to strengthen the characterization of the protagonists, create atmosphere, clarify conflict, and enhance the aesthetic value of the novel. Furthermore, the interview results indicate that this novel is suitable for use as a literature teaching resource in vocational high schools because it features accessible language, themes that resonate with the lives of teenagers, and supports literature instruction under the Merdeka Curriculum, particularly in the Indonesian Language Learning Outcomes for Phase F. Thus, the novel The Architecture of Love not only possesses aesthetic value as a literary work but also holds pedagogical potential for literature instruction in vocational high schools. KEYWORDS: stylistics; novel; diction; style; imagery; literature teaching materials
REPRESENTASI PERSAHABATAN DALAM FILM ANIMASI JUMBO KARYA RYAN ADRIANDHY Arvinna Ryandita Merly; Akhmad Fauzan; Eko Sri Israhayu; Mulasih
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.330

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi persahabatan dalam film animasi Jumbo karya Ryan Adriandhy dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data yang dianalisis berupa dialog, adegan, tindakan tokoh, dan peristiwa dalam film. Sumber data utama penelitian ini adalah film animasi Jumbo karya Ryan Adriandhy. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, yaitu menyimak film secara berulang, mencatat adegan dan dialog yang memuat nilai persahabatan, kemudian mengklasifikasikan data berdasarkan kategori dukungan emosional, sumber kepercayaan, ruang rekreasi, dan pengembangan diri. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film animasi Jumbo merepresentasikan persahabatan melalui empat bentuk utama, yaitu dukungan emosional sebanyak 9 data, sumber kepercayaan sebanyak 9 data, ruang rekreasi sebanyak 10 data, dan pengembangan diri sebanyak 15 data. Bentuk pengembangan diri menjadi temuan paling dominan karena persahabatan dalam film ini tidak hanya ditampilkan sebagai hubungan kebersamaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mendorong tokoh untuk berani, bertanggung jawab, menyadari kesalahan, dan berubah menjadi lebih baik. Dengan demikian, film animasi Jumbo merepresentasikan persahabatan sebagai nilai sosial yang membentuk karakter dan relasi antarmanusia yang positif. KATA KUNCI: Film animasi; Jumbo; persahabatan; representasi; sosiolog sastra >  A REPRESENTATION OF FRIENDSHIP IN THE ANIMATED FILM JUMBO BY RYAN ADRIANDHY   ABSTRACT: This study aims to describe the representation of friendship in the animated film Jumbo by Ryan Adriandhy using a sociology of literature approach. This research employs a descriptive qualitative method because the analyzed data consist of dialogues, scenes, character actions, and events in the film. The primary data source is the animated film Jumbo by Ryan Adriandhy. The data were collected through observation and note-taking techniques by watching the film repeatedly, recording scenes and dialogues containing friendship values, and classifying the data based on four categories: emotional support, source of trust, recreational space, and self-development. The data were analyzed using descriptive analysis through identification, classification, interpretation, and conclusion drawing. The results show that the animated film Jumbo represents friendship through four main forms: emotional support with 9 data, source of trust with 9 data, recreational space with 10 data, and self-development with 17 data. Self-development is the most dominant finding because friendship in the film is not only portrayed as togetherness but also as a social force that encourages characters to be courageous, responsible, aware of their mistakes, and willing to change for the better. Therefore, the animated film Jumbo represents friendship as a social value that shapes character and positive human relationships KEYWORDS: Animated film; friendship; Jumbo; representation; sociology of literature  
REDUPLIKASI BAHASA MELAYU RIAU DIALEK DESA KOTA BARU KECAMATAN RAKIT KULIM Melisa Melisa; Ahmad Faizi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.332

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini membahas reduplikasi dalam Bahasa Melayu Riau dialek Desa Kota Baru Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk reduplikasi serta makna reduplikasi yang digunakan oleh masyarakat penutur asli Bahasa Melayu Riau dialek Desa Kota Baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa ujaran lisan yang mengandung reduplikasi dan diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, teknik pancing, serta pencatatan lapangan terhadap tiga orang penutur asli. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 68 data reduplikasi yang terdiri atas empat bentuk reduplikasi, yaitu reduplikasi penuh, reduplikasi sebagian, reduplikasi berafiks, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Selain itu, ditemukan sebelas makna reduplikasi, yaitu menyatakan makna banyak, tak bersyarat, menyerupai, perbuatan berulang-ulang, perbuatan yang dilakukan dengan seenaknya, makna saling antara dua pihak, hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan, makna agak, tingkat paling tinggi, intensitas perasaan, dan makna semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi dalam Bahasa Melayu Riau dialek Desa Kota Baru memiliki bentuk dan makna yang beragam serta masih digunakan secara aktif dalam komunikasi masyarakat sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian morfologi, khususnya mengenai reduplikasi dalam Bahasa Melayu Riau, serta menjadi salah satu upaya pelestarian bahasa daerah. KATA KUNCI: reduplikasi; morfologi; bahasa Melayu Riau; dialek; makna reduplikasi >  REDUPLICATION IN THE RIAU MALAY LANGUAGE, KOTA BARU VILLAGE, RAKIT KULIM SUBDISTRICT   ABSTRACT: This research discusses reduplication in the Riau Malay language, Desa Kota Baru dialect, Rakit Kulim District, Indragiri Hulu Regency. This study aims to describe the forms of reduplication as well as the meanings of reduplication used by the native speakers of Riau Malay in the Desa Kota Baru dialect. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The research data consisted of oral utterances containing reduplication and were obtained through observation techniques, interviews, elicitation techniques, and field notes from three native speakers. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the study, 68 instances of reduplication were found, consisting of four types of reduplication, namely full reduplication, partial reduplication, affixed reduplication, and reduplication with phoneme changes. In addition, eleven meanings of reduplication were found, namely indicating plurality, unconditionality, resemblance, repeated actions, actions done carelessly, reciprocal meaning between two parties, things related to work, approximate meaning, the highest degree, intensity of feelings, and pseudo meaning. The research results show that reduplication in the Riau Malay language of the Kota Baru Village dialect has diverse forms and meanings and is still actively used in daily community communication. This study is expected to enrich morphological studies, particularly regarding reduplication in Riau Malay, and to be one of the efforts in preserving local languages. KEYWORDS: reduplication; morphology; Riau Malay language; dialect; meaning of reduplication
NOVEL SANG ALKEMIS KARYA PAULO COELHO PENCARIAN HARTA KARUN YANG TAK TAMPAK: ANALISIS SIMBOLISME DAN FILOSOFI SERTA RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN MANUSIA Maria Korsini Fausta Dua Djereng Djereng; Petrus Afendi; Martina Mas
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.333

Abstract

ABSTRAK: Novel merupakan sebuah karya imajinatif yang sarat akan pelajaran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji simbol-simbol tersirat serta memahami eksistensial mengenai Tuhan dan diri manusia dalam novel Sang Alkemis, karya Paulo Coelho serta menemukan relevansi simbolisme dan filosofi-nya dengan kehidupan manusia. Penelitian ini merupakan salah satu penelitian sastra dengan mengkaji sebuah novel. Salah satu teori sastra yang menjadi dasar penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu teori sastra menurut Wellek dan Warren (2016: 109) bahwa sastra adalah sebuah gambaran kehidupan. Di dalam karya-karya sastra terdapat nilai-nilai yang bemanfaat bagi kehidupan manusia. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif yaitu studi pustaka dan dianalisis melalui metode analitis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol utama yang ditemukan penulis seperti, tokoh-tokoh yang bijaksana, batu urim dan tumim, hewan pengelana, padang pasir, serta alkimia tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis dalam karya sastra, tetapi juga menyampaikan pesan bermakna. Filosofi yang diangkat antara lain, keinginan berkelana atau pencarian jati diri, cinta, mimpi dan impian, hubungan dengan Tuhan (Spiritual) atau eksistensi Tuhan, dan harta karun. Filosofi ini memiliki keterikatan dengan simbolisme yang ada. Relevansi simbolisme dan filosofi dalam novel Sang Alkemis dengan kehidupan manusia terletak pada kemampuannya mengajarkan nilai-nilai universal yang tetap kontekstual dalam kehidupan manusia modern. Dengan demikian novel bukan hanya karya sastra semata, tetapi juga sebagai refleksi filosofis tentang kehidupan manusia. KATA KUNCI: simbolisme; filosofi; relevansi   >  THE SEARCH FOR INVISIBLE TREASURE IN PAULO COELHO’S THE ALCHEMIST: AN ANALYSIS OF SYMBOLISM, PHILOSOPHY, AND ITS RELEVANCE TO HUMAN LIFE   ABSTRACT: A novel is an imaginative work rich in life lessons. This study aims to examine the implicit symbols and understand the existential aspects concerning God and human selfhood in Paulo Coelho’s novel The Alchemist, as well as to discover the relevance of its symbolism and philosophy to human life. This research constitutes a literary study focused on the analysis of a novel. One of the literary theories underlying this scholarly work is the theory by Wellek and Warren (2016, p. 109), which posits that literature is a reflection of life. Within literary works, there are values beneficial to human existence. Data collection was conducted using a qualitative method—specifically, a literature review—and analyzed through a descriptive-analytical approach. The results indicate that the primary symbols identified, such as the wise characters, the Urim and Thummim stones, the wandering animals, the desert, and alchemy, do not merely serve as aesthetic elements within the literary work, but also convey meaningful messages. The core philosophies raised include the desire to wander or the quest for self-identity, love, dreams and aspirations, the relationship with God (spirituality) or the existence of God, and treasure. These philosophies are intrinsically linked to the existing symbolism. The relevance of the symbolism and philosophy in The Alchemist to human life lies in its ability to teach universal values that remain contextual to modern human life. Thus, a novel is not merely a literary work, but also a philosophical reflection on human existence. KEYWORDS: symbolism, philosophy, relevance  
PENGEMBANGAN POWERPOINT INTERAKTIF BERBASIS SOCRATIC QUESTIONING DALAM PEMBELAJARAN CERITA PENDEK Roudlotul Aulia; Ghufroni; Elinda Umisara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.334

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran PowerPoint interaktif berbasis Socratic Questioning pada pembelajaran cerita pendek dalam mendorong kemampuan berpikir kritis siswa SMP kelas VIII. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4-D. Data penelitian diperoleh melalui hasil validasi ahli, uji coba terbatas, pretest, posttest, serta respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran dinyatakan  layak dengan skor validasi media sebesar 98%, ahli materi 89%, ahli bahasa 90%, hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,82, serta dengan respon siswa sebesar 88,7%  dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, media PowerPoint interaktif berbasis Socratic Questioning layak digunakan dalam pembelajaran. KATA KUNCI: cerita pendek; powerpoint interaktif; Socratic questioning >  DEVELOPMENT OF INTERACTIVE POWERPOINT BASED ON SOCRATIC QUESTIONING IN SHORT STORY LEARNING   ABSTRACT: This study aims to determine the development of interactive PowerPoint learning media based on Socratic Questioning in short story learning in encouraging critical thingking skills of eight grade junior high school students. The method used is Research and Development (R&D) using the 4-D model. Research data were obtained through epert validation results, limited trials, pretest, posttest, and student responses. The result showed that the learning media was declared feasible with a media validation score of 98%, material validation 89%, language validation 90%, students learning outcomes with an average N-gain value of 0,82%, and with student responses of 88,7% with a very good category. Thus, interactive PowerPoint media based on Socratic Questioning is feasible to be used in learning. KEYWORDS: interactive powerpoint; Socratic questioning; short story.  
STRATEGI BERBAHASA DALAM AFILIASI TIKTOK DAILY ACTIVITY SERTA RELEVANSINYA TERHADAP MATERI BAHASA INDONESIA DI SMK SAQA Lailatul Rhomdania; Endah Tri Wisudaningsih; Ahmad Ilzamul Hikam
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.336

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan konten TikTok sebagai media komunikasi dan pembelajaran yang memanfaatkan bahasa persuasi secara kontekstual. Meskipun banyak kajian membahas bahasa di media sosial, masih terdapat kesenjangan dalam analisis mendalam terkait strategi bahasa persuasi pada konten afiliasi berbasis daily activity serta keterkaitannya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi bahasa persuasi dalam konten TikTok afiliasi dan menjelaskan relevansinya terhadap pembelajaran teks persuasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data melalui tahap kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga melakukan pengecekan keabsahan temuan yang meliputi tahap uji kredibilitas, dependabilitas, transferabilitas, dan confirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bahasa tersusun melalui tiga unsur utama, yaitu kredibilitas penutur (ethos), kedekatan emosional (pathos), dan argumentasi logis (logos) yang terintegrasi dalam penyampaian pesan. Kredibilitas dibangun melalui pengalaman langsung, kedekatan melalui bahasa akrab dan situasi sehari-hari, serta logika melalui penyampaian manfaat yang praktis. Selain itu, temuan pada konteks pembelajaran menunjukkan bahwa konten TikTok digunakan sebagai media audio-visual yang membantu siswa memahami struktur teks persuasi secara lebih konkret dan kontekstual. Kesimpulannya, strategi bahasa dalam konten TikTok bukan hanya efektif dalam komunikasi digital, tetapi juga relevan sebagai media pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman dan kemampuan analisis siswa. KATA KUNCI: afiliasi; Bahasa Indonesia; daily acitivity; TikTok; strategi berbahasa LANGUAGE STRATEGIES IN TIKTOK AFFILIATION DAILY ACTIVITIES AND THEIR RELEVANCE TO INDONESIAN LANGUAGE MATERIALS AT SAQA VOCATIONAL SCHOOL   ABSTRACT: This study was motivated by the increasing use of TikTok content as a medium for communication and learning that employs persuasive language in a contextual manner. Although many studies have examined language on social media, there remains a gap in in-depth analysis regarding persuasive language strategies in daily-activity-based affiliate content and their relevance to Indonesian language learning. This study aims to describe persuasive language strategies in TikTok affiliate content and explain their relevance to the learning of persuasive texts. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of observation, interviews, and documentation, as well as data analysis through the stages of condensation, presentation, and drawing conclusions. This study also conducted a validity check of the findings, which included the stages of credibility, dependability, transferability, and confirmability. The results indicate that language strategies are structured through three main elements: speaker credibility (ethos), emotional appeal (pathos), and logical argumentation (logos), which are integrated into message delivery. Credibility is established through firsthand experience, emotional appeal through familiar language and everyday situations, and logical argumentation through the presentation of practical benefits. Furthermore, findings in the learning context indicate that TikTok content serves as an audio-visual medium that helps students understand the structure of persuasive texts in a more concrete and contextual manner. In conclusion, language strategies in TikTok content are not only effective in digital communication but also relevant as a learning medium capable of enhancing students’ comprehension and analytical skills. KEYWORDS: affiliate; daily activity; Indonesian; language strategy; TikTok
TRANSFORMASI PEDAGOGI DIGITAL: PERSEPSI GURU TERHADAP PENGGUNAAN AI-GENERATED EDUCATIONAL VIDEOS DALAM PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM Titik Agustina; Supardi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.337

Abstract

ABSTRAK: Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong transformasi pedagogi digital dalam pendidikan, termasuk melalui penggunaan AI-generated educational videos dalam pembelajaran flipped classroom. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi guru terhadap penggunaan AI-generated educational videos dalam pembelajaran bahasa Inggris di madrasah dengan fokus pada kesiapan digital, efektivitas pedagogis, transformasi peran guru, dan tantangan implementasi teknologi AI. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method yang melibatkan guru bahasa Inggris dan 100 siswa dari dua madrasah dengan karakteristik berbeda, yaitu MAN 1 Mataram sebagai madrasah urban dan MA Fajrul Hidayah Al-Ma’arif NU Batujai sebagai madrasah semi-rural. Data kuantitatif diperoleh melalui angket skala Likert, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI-generated educational videos karena mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran, keterlibatan siswa, dan implementasi pembelajaran yang lebih interaktif serta student-centered. Penggunaan flipped classroom juga mendorong perubahan peran guru dari penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran yang lebih aktif dalam membimbing diskusi dan kolaborasi siswa. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses internet, perbedaan literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kebutuhan adaptasi pedagogis secara berkelanjutan. Guru di MAN 1 Mataram menunjukkan tingkat kesiapan digital dan penerimaan teknologi yang lebih tinggi dibandingkan guru di MA Fajrul Hidayah Al-Ma’arif NU Batujai karena didukung infrastruktur dan pengalaman teknologi yang lebih baik. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa AI-generated educational videos memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi pedagogi digital di lingkungan madrasah, meskipun keberhasilan implementasinya tetap memerlukan dukungan infrastruktur, kesiapan guru, dan pengembangan kompetensi digital secara berkelanjutan. KATA KUNCI: AI-Generated Educational Videos; artificial intelligence; Flipped Classroom; pedagogi digital; persepsi guru >  DIGITAL TRANSFORMATION PEDAGOGY: TEACHER’ PERCEPTION OF THE USE OF AI-GENERATED EDUCATIONAL VIDEOS IN FLIPPED CLASSROOM LEARNING   ABSTRACT: The development of Artificial Intelligence (AI) has accelerated the transformation of digital pedagogy in education, including through the use of AI-generated educational videos in flipped classroom learning. This study aims to explore teachers’ perceptions of the use of AI-generated educational videos in English language learning at madrasahs, focusing on digital readiness, pedagogical effectiveness, the transformation of teachers’ roles, and the challenges of AI technology implementation. The study employed a mixed-method approach involving English teachers and 100 students from two madrasahs with different characteristics: MAN 1 Mataram as an urban madrasah and MA Fajrul Hidayah Al-Ma’arif NU Batujai as a semi-rural madrasah. Quantitative data were collected through Likert-scale questionnaires, while qualitative data were obtained through semi-structured interviews and classroom observations. The findings reveal that teachers hold positive perceptions toward the use of AI-generated educational videos, as they enhance learning efficiency, student engagement, and the implementation of more interactive and student-centered learning. The flipped classroom approach also encourages the transformation of teachers’ roles from knowledge transmitters to learning facilitators who actively guide student discussions and collaboration. However, the study also identified several challenges, including limited internet access, differences in digital literacy, inadequate technological infrastructure, and the need for continuous pedagogical adaptation. Teachers at MAN 1 Mataram demonstrated higher levels of digital readiness and technology acceptance compared to teachers at MA Fajrul Hidayah Al-Ma’arif NU Batujai, supported by better infrastructure and greater technological experience. Overall, this study indicates that AI-generated educational videos have significant potential to support digital pedagogical transformation in madrasah contexts, although successful implementation still requires adequate infrastructure, teacher readiness, and continuous development of digital competencies. KEYWORDS: AI-Generated Educational Videos; artificial intelligence; Flipped Classroom; digital pedagogy; teacher perception