cover
Contact Name
Alinea Dwi Elisanti
Contact Email
alinea@polije.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
gizi_klinik@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip POBOX 164 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
HARENA: Jurnal Gizi
ISSN : -     EISSN : 27747654     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
HARENA : Jurnal Gizi provides a platform for the discussion of Health and Nutritions and or related to it with a range of themes such as: clinical nutrition, nutritionist, public health nutritionists, registered dietitians, functional food, nutrition and food
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Efektivitas Kebijakan Label Gizi terhadap Perilaku Konsumsi dan Metabolisme Energi: Tinjauan Literatur Putri Rahayu Ratri; Tri Setyo Wardhani
HARENA : Jurnal Gizi Vol 6 No 1 (2025): HARENA: Jurnal Gizi (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v6i1.6616

Abstract

Label gizi merupakan instrumen kebijakan kesehatan masyarakat yang bertujuan memberikan informasi nilai gizi suatu produk untuk membantu konsumen membuat keputusan makanan yang lebih sehat. Literatur menunjukkan bahwa label gizi berperan dalam mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori, gula, garam, dan lemak yang berhubungan dengan gangguan metabolisme energi, obesitas, dan penyakit tidak menular. Tinjauan literatur ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kebijakan label gizi terhadap perubahan perilaku konsumsi dan implikasinya terhadap metabolisme energi. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci nutrition labeling, consumer behavior, energy metabolism, dan food policy, dengan rentang publikasi tahun 2010–2024. Dari 236 artikel yang teridentifikasi, 22 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa penerapan label gizi, terutama front-of-pack labeling (FoPL) seperti Nutri-Score dan Traffic Light Label, meningkatkan pemahaman konsumen terhadap nilai gizi produk dan menurunkan pembelian pangan berkalori tinggi. Beberapa studi intervensi menunjukkan bahwa label gizi mampu menurunkan asupan energi harian konsumen sebesar 6–13% dan meningkatkan pemilihan makanan rendah lemak dan tinggi serat. Selain itu, keberadaan label turut mendorong industri melakukan reformulasi produk menjadi lebih sehat. Kesimpulan dari review ini adalah bahwa kebijakan label gizi memiliki efektivitas dalam memengaruhi perilaku konsumsi dan mendukung keseimbangan metabolisme energi, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh literasi gizi, desain label, dan dukungan edukasi kesehatan masyarakat.  
Skripsi PENGARUH PEMBERIAN SNACKBAR TEPUNG GEMBILI DAN TEPUNG KEDELAI TERHADAP PERUBAHAN KADAR HDL TIKUS PUTIH HIPERKOLESTEROLEMIA: - Zora Olivia; Afifa Khairun Nissa; Nita Maria Rosiana; Shofie Sabatini Verayunia
HARENA : Jurnal Gizi Vol 6 No 1 (2025): HARENA: Jurnal Gizi (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v6i1.3073

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan kelainan metabolisme lipid dalam tubuh ditandai meningkatnya kadar HDL dan kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) diatas kadar normal serta menurunnya kadar High Density Lipoprotein (HDL) dibawah kadar normal. Terapi farmakologis dan non farmakologis dapat dilakukan untuk pengobatan hiperkolesterolemia yakni dengan pemberian obat simvastatin dan diet tinggi serat. ujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemberian snackbar tepung gembili dan tepung kedelai terhadap perubahan kadar HDL tikus putih hiperkolesterolemia. Jenis penelitian adalah True Experimental dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design, dengan sampel 18 ekor tikus, usia 2-3 bulan, berat badan 150-250 gram, dikelompokkan menjadi 3 yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif diberi pakan standar Rat Bio. Kelompok kontrol positif diberi pakan tinggi lemak kuning telur puyuh dan minyak jelantah, PTU 0,01% sebagai air minum, serta pakan standar rat bio dan kelompok perlakuan diberi pakan tinggi lemak kuning telur puyuh dan minyak jelantah, PTU 0,01% sebagai air minum, pakan tinggi serat snackbar tepung gembili dan tepung kedelai, serta pakan standar rat bio. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar HDL sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol negatif (p = 0,044), kontrol positif (p = 0,027), dan perlakuan (p = 0,032). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian snack bar tepung gembili dan tepung kedelai belum mampu meingkatkan kadar HDL Tikus putih Hiperkolestesterolemia.
Hubungan Penggunaan Aplikasi Pesan Antar dan Aktivitas Fisik dengan Status Obesitas pada Mahasiswa di Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember Agatha Widiyawati; Rita Indri Tricahya
HARENA : Jurnal Gizi Vol 6 No 1 (2025): HARENA: Jurnal Gizi (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v6i1.4639

Abstract

Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi salah satu dari tiga masalah gizi utama remaja di Indonesia dimana teknologi turut berperan dengan terjadinya perubahan gaya hidup pada generasi muda. Munculnya inovasi aplikasi pesan antar makanan akan mengubah pola konsumsi pengguna. Orang dengan status gizi di atas normal memiliki waktu santai yang lebih banyak sehingga berdampak pada perubahan gaya hidup dimana aktivitas fisik yang dilakukan semakin berkurang. Meningkatnya intensitas penggunaan aplikasi pesan antar makanan dan rendahnya aktivitas fisik dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi penggunaan aplikasi pesan antar makanan dan aktivitas fisik dengan status obesitas pada mahasiswa di Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini merupakan penelitian jenis cross sectional dengan metode pengambilan sample dengan total sampling. Subjek berjumlah 62. Data diperoleh dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan serta memberikan kuesioner frekuensi penggunaan aplikasi pesan antar makanan dan GPAQ untuk mengetahui aktivitas fisik subjek. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square di SPSS 22. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan bermakna frekuensi penggunaan aplikasi pesan antar makanan dengan status obesitas serta ada hubungan dan nilai koefisien korelasi rendah aktivitas fisik dengan status obesitas.
Analisis Zat Gizi Dan Kualitas Organoleptik Penambahan Tepung Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Terhadap Daya Terima Stik Keju Amalia Syuhada; Andriani MS
HARENA : Jurnal Gizi Vol 6 No 1 (2025): HARENA: Jurnal Gizi (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v6i1.6826

Abstract

Stik keju merupakan salah satu jenis camilan yang disukai oleh remaja. Inovasi stik keju menjadi camilan yang memiliki kandungan nutrisi yang baik dapat dilakukan dengan menambahkan tepung biji bunga matahari. Tepung biji bunga matahari memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, vitamin E, protein, dan lemak tak jenuh yang baik untuk tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung biji bunga matahari pada stik keju terhadap kualitas organoleptik dan uji kimia. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 3 kali perlakuan dan 3 kali pengulangan. Uji organoleprik menggunakan metode uji hedonik dengan 30 panelis semi terlatih. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis didapatkan bahwa pada uji organoleptik warna didapatkan hasil (3,37-4,59), aroma (3,76-4,27), rasa (3,37-4,59) dan tekstur (3,71 -4,19). Hasil analisis gizi pada kadar air didapatkan hasil (6,47-8,20), kadar abu (1.35-1,60), kadar lemak (12,51-13,98), kadar protein (9,05-11,15), kadar serat kasar (1,10-1,41) dan kadar karbohidrat (65,92-67,20). Penambahan tepung biji bunga matahari terhadap stik keju berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, terkstur, rasa, kadar air, protein, lemak, serat kasar dan karbohidrat. Namun penambahan tepung biji bunga matahari berpengaruh tidak nyata terhadap kadar abu dari stik keju. Adapun saran peneliti ialah dalam pembuatan produk dengan penambahan tepung biji bunga matahari sebaiknya lebih diperhatikan jumlah penggunaan tepung biji bunga matahari tersebut agar tidak terlalu banyak dikarenakan akan menyebabkan adonan lebih lembek sehingga susah untuk diolah produknya.
Profil Gula Darah Sewaktu dan Postprandial Tikus Diabetes Melitus Tipe 2 Setelah Intervensi Bubuk Kakao (Theobroma cacao L.): Analisis Statistik Deskriptif Arisanty Nursetia Restuti; Adhinigsih Yulianti; Putri Rahayu Ratri; Handini Dyah Wulandari; Adinda Putri Khairiyah
HARENA : Jurnal Gizi Vol 6 No 1 (2025): HARENA: Jurnal Gizi (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v6i1.6862

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolik kronik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat resistensi insulin dan disfungsi sel β pankreas. Evaluasi gula darah sewaktu (GDS) dan glukosa darah postprandial (GDPP) penting untuk menggambarkan respons glikemik basal. Bubuk kakao (Theobroma cacao L.) mengandung flavonoid dan polifenol yang berperan dalam perbaikan profil glikemik melalui aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil dan perubahan GDS dan GDPP pada tikus diabetes melitus tipe 2 setelah intervensi bubuk kakao. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian adalah tikus jantan galur Sprague Dawley yang diinduksi diabetes melitus tipe 2 menggunakan kombinasi diet tinggi lemak dan streptozotocin dosis rendah. Tikus dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga kelompok perlakuan yang menerima bubuk kakao dosis 0,4 g, 0,8 g, dan 1,2 g per hari selama 14 hari. Parameter GDS dan GDPP disajikan dalam bentuk rerata dan simpangan baku (mean ± SD). Sebelum intervensi, seluruh kelompok menunjukkan rerata GDS dan GDPP di atas 200 mg/dl kecuali kelompok kontrol negtif. Setelah intervensi, kelompok perlakuan dosis 0,8 g dan 1,2 g menunjukkan penurunan rerata GDS (108,33mg/dL, 102mg/dL) dan GDPP (40,33mg/dL, 105 mg/dL). Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi bubuk kakao memperbaiki kadar GDS dan GDPP tikus diabetes melitus tipe 2, terutama pada dosis menengah dan tinggi.
Modifikasi Resep Uji Organoleptik Dimsum Tahuwa pada Modifikasi Resep Lauk Nabati Standar Makanan Lunak Ida Irawati
HARENA : Jurnal Gizi Vol 6 No 1 (2025): HARENA: Jurnal Gizi (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v6i1.6806

Abstract

Protein nabati yang berasal dari kedelai (tahu, tempe), kacang hijau, dan legum lainnya memiliki potensi sebagai bahan dasar makanan lunak yang tinggi nilai gizinya, namun perlu melalui proses modifikasi resep untuk memastikan kesesuaian dari segi tekstur, kandungan gizi, dan penerimaan sensorik. Menu tahu bumbu kuning di modifikasi menjadi menu dimsum Tahuwa (tahu wortel ayam) diharapkan mampu meningkatkan daya terima dengan memperbaiki citarasa, penampilan dan nilai gizi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi resep lauk nabati standar makanan lunak dengan komposisi gizi seimbang dan daya terima yang baik. Penelitian dengan uji hedonik dilakukan dengan penilaian uji organoleptik meliputi aroma, rasa, warna dan tekstur pada 14 panelis terlatih. Hasil uji hedonik yang paling disukai adalah P3 dengan nilai 84,65% P2 dengan nilai 83,85% P1 dengan nilai 76,05%.
Hubungan Genetik, Asupan Sayur Dan Natrium Terhadap Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Wringin Deva Rosalinda Mirsadi; Dessya Putri Ayu
HARENA : Jurnal Gizi Vol 6 No 2 (2026): HARENA: Jurnal Gizi (April 2026)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v6i2.6915

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang dipengaruhi faktor genetik dan pola konsumsi makanan, terutama asupan sayur dan natrium. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor genetik, asupan sayur, dan natrium terhadap tingkat hipertensi di wilayah Puskesmas Wringin. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 107 penderita hipertensi yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner karakteristik responden dan SQ-FFQ. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki riwayat genetik hipertensi (88,8%), asupan sayur kurang (92,5%), dan asupan natrium berlebih (80,4%). Sebagian besar responden berada pada hipertensi tingkat 1 (54,2%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor genetik (p=0,125) dan asupan sayur (p=0,624) dengan tingkat hipertensi. Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara asupan natrium dan tingkat hipertensi (p=0,024), di mana asupan natrium berlebih meningkatkan risiko hipertensi yang lebih berat. Tingginya konsumsi natrium berkaitan dengan kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam seperti ikan asin, ikan pindang, bakso, serta teknik pengolahan makanan menggunakan rendaman air garam dan memarinasi dengan bumbu instan. Kesimpulan pada penelitian adanya hubungan antara asupan natrium dengan peningkatan keparahan hipertensi pada penderita hipertensi, sedangkan faktor genetik dan asupan sayur tidak menunjukkan hubungan signifikan.Oleh karena itu, pembatasan komsumsi natrium perlu menjadi perhatian dalam upaya pengendalian hipertensi.
Stres Akademik dan Indeks Massa Tubuh pada Mahasiswa Gizi Bella Sukma Rahma Wardani; Anindya Mar’atus Sholikhah; Choirul Anna Nur Afifah; Yuni Nurwati
HARENA : Jurnal Gizi Vol 6 No 2 (2026): HARENA: Jurnal Gizi (April 2026)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v6i2.6958

Abstract

Stres akademik adalah stres yang banyak dialami oleh mahasiswa, terutama pada mahasiswa semester akhir. Tubuh merespons stres berupa penurunan atau peningkatan nafsu makan yang dapat berdampak pada Indeks Massa Tubuh (IMT) mahasiswa. Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan IMT mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan subjek melalui teknik total samplingserta memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek didapatkan sebanyak 207 mahasiswa Program Studi Gizi semester akhir Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Data stres akademik didapat melalui kuesioner Academic Stress Scale (ASS), IMT didapat melalui pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital dan tinggi badan dengan microioise serta dilakukan sebanyak 2 kali pengukuran untuk diambil rata-rata. Analisis univariat berupa statistik deskriptif. Uji korelasi menggunakan Spearman’s rho sebagai analisis bivariat. Hasil didapatkan stres akademik tidak berhubungan signifikan dengan IMT (p-value=0,538). Disarankan penelitian selanjutnya untuk meneliti faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, durasi tidur, faktor genetik, growth hormone, serta coping stress guna meningkatkan pengetahuan tentang stres akademik dan IMT.