cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 117 Documents
FILSAFAT JAWA DALAM SERAT WEDHATAMA Sutrisna Wibawa
JURNAL IKADBUDI Vol 2, No 12 (2013): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v2i12.12094

Abstract

This study aims to explore and formulate a philosophical concepts of Javanese Philosophy in Serat Wedhatama. The data sources were Serat Wedhatama. The data were analyzed using a hermeneutics method. The  findings as follows Serat Wedhatama contains noble teachings to develop the spiritual aspect which became oneof the Javanese’s basic spiritual activityappreciations. The final of spiritual activity which taughtby Serat Wedhatama is to find the true life, better self-understanding, manunggaling kawula-Gusti, and to receive the grace of God by seeing the secrets of supernatural things. This is in accordance with the Javanese’s philosophy, which emphasizes the importance of the perfection of life (Ngudi kasampurnan), that humanis alwaysconnected to the environment, namely God and the universe, and believes the unity of Him (manunggaling kawula Gusti). Key words: Javanese Philosophy, Serat Wedhatama
MAKNA DALAM SYAIR LAGU CAMPURSARI ALBUM KASMARAN DIDI KEMPOT rochimansyah rochimansyah; Isna Wulan Ramadhanti; Aris Aryanto
JURNAL IKADBUDI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL IKADBUDI VOL 9 NO 2, DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v9i0.38208

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk: mendeskripsikan makna dalam syair lagu campursari album Kasmaran Didi Kempot. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah lagu campursari album kasmaran Didi Kempot. Objek dalam penelitian ini adalah analisis semiotik syair lagu campursari album kasmaran Didi Kempot. Dalam pengumpulan data penelitian ini digunakan teknik Observasi,dan teknik simak catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dan dibantu dengan instrumen pembantu. Dalam analisis data digunakan metode analisis konten. Penyajian data menggunakan teknik induktif yaitu menarik kesimpulan setelah data disajikan. Hasil penelitian Pembacaan teks secara Hermeneutik dalam syair lagu Campursari Album Kasmaran Didi Kempot dengan penafsiran dapat memperdalam pemahaman makna yang tersirat, dari 11 (sebelas) lagu campursari 10 (sepuluh) diantaranya bertemakan cinta, dan 1 (satu) bertemakan fenomena sosial sebagai berikut : (a) Pamer Bojo: Penghianatan cinta, (b)Suket Teki : Pengorbanan demi cinta, (c) Dalan Anyar: Patah hati karena penghianatan, (d) Bangjo Malioboro : Penantian yang terbalas penghianatan cinta, (e) Dudu Jodone : Pengorbanan cinta karena tingkat sosial, (f) Janji Palsu: Penghianatan cinta, (g) Tresna Kependhem : Cinta yang layu sebelum berkembang, (h) Wong ketelu:Perselingkuhan, (i) Banyu Langit : Kerinduan yang sangat dalam, (j) Tresna Sewengi : Penghianatan cinta, (k) DEN : Keresahan rakyat kecil. Kata Kunci: makna, campursari
Pendidikan karakter dalam perspektif keyogyakartaan Widyastuti, Sri Harti; Hartanto, Doni Dwi
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i1.64369

Abstract

Yogyakarta adalah kota pendidikan dan budaya yang terkenal di dunia internasional. Disampimg itu Yogyakarta merupakan daerah istimewa dengan keraton kasultanan  yang sampai saat ini masih hidup dan berkembang.  Sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan maka sarana prasarana serta sistem kemasyarakatannya sangat lekat dengan budaya Jawa. Namun demikian ikon budaya yang tergambar dalam karakter budaya  belum tampak secara spesifik  nyata dalam kehidupan di Yogyakarta.  Tujuan penulisan makalah ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter Islam dengan perspektif  keyogyakartaan, strategi implementasi sebagai penguatan pendidikan karakter. Makalah ini ditulis berdasarkan hasil penelitian berjudul Pendidikan Karakter Keyogyakartaan. Teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah teori filologi modern dan pembacaan teks model heuristik serta hermeneutik. Metode yang digunakan adalah metode filologi modern dan penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah manuskrip Babad Ngayogyakarta, Selanjutnya nilai-nilai khas karakter dengan perspektif  keyogyakartaan mencakup indikator nilai ketakwaan dan memahami tentang sangkan paraning dumadi.  Karakter wirasa  terdiri atas indikator nilai menghormati, tidak adigang adigung adiguna, ramah, asih, berfikir sebelum melakukan, dan ikhlas. Karakter wiraga terdiri dari indikator nilai tenang, sopan santun, dan berwibawa. Karakter wirama terdiri atas indikator nilai menghargai budaya dan menghargai proses. Selanjutnya adalah karakter mikul dhuwur mendhem jero; hamangku, hamengku, hamengkoni. Karakter sengguh terdiri atas indikator  nilai percaya diri dan mengutamakan kepentingan bersama. Karakter ora mingkuh terdiri atas indikator nilai  disiplin, tanggung jawab, berani melakukan demi menunjukkan kebenaran, berani mengalah, tegas dan setia. Karakter momot mengandung indikator nilai akomodatif, wani ngalah dhuwur wekasane dan peduli. Karakter  prasaja mengandung indikator nilai rendah hati dan apa adanya . Adapun strategi implementasi nilai-nilai pendidikan karakter Islam dalam bperspektif  keyogyakartaan di lingkungan sekolah adalah melalui jalur formal dan non formal. Jalur formal adalah melalui menitipkan dalam pembelajaran formal pada kurikulum muatan lokal wajib, sedangkan jalur non formal melalui pembiasaan. 
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERKAK DENGAN METODE BRAINSTORMING PADA MATA KULIAH NYERAT FIKSI JAWI Sri Hertanti Wulan
JURNAL IKADBUDI Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v6i1.18196

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks cerkak semester tiga Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FBS UNY melalui metode Brainstorming. Brainstorming dipilih karena metode tersebut merupakan salah satu metode yang dapat membantu mahasiswa dalam mengumpulkan ide untuk dijadikan sebuah tulisan cerkak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Semester tiga kelas K dalam mata kuliah Nyerat Fiksi Jawi sejumlah 20 mahasiswa. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus, dengan empat komponen pada tiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan (observasi), dan tes menulis cerkak. Data dianalisis dengan teknik analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Kriteria keberhasilan dilihat dari proses dan produk. Keberhasilan proses diukur berdasar pada peningkatan proses pembelajaran ke arah yang lebih baik. Keberhasilan produk diukur berdasarkan ketercapaian indikator dan nilai mahasiswa yang lebih baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Brainstorming dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Semester tiga kelas K. Peningkatan tampak pada proses dan produk. Peningkatan proses terlihat pada sikap percaya dirimahasiswa dalam pembelajaran. Peningkatan tersebut terlihat dari kondisi mahasiswa yang lebih terarah langkah belajarnyadan lebih percaya diri. Peningkatan kualitas proses berdampak positif pada peningkatan kualitas produk. Hal tersebut terlihat pada hasil tes menulis cerkak dari pratindakan hingga siklus II. Ketercapaian indikator dari pratindakan hingga siklus II meningkat. Pada tahap pratindakan 1 dari 20mahasiswa mencapai indikator, siklus I berjumlah 12mahasiswa, dan siklus II berjumlah 17 mahasiswa. Nilai rata-rata kelas juga meningkat, yaitu pratindakan 64,35, siklus I 74,95, dan siklus II 80,90. Penulisan teks cerkak melaluimetode Brainstorming memudahkan mahasiswa dalam pengumpulan dan penuangan ide. Tindakan dalam penelitian ini menjadikan mahasiswa lebih teratur dan terarah saat menulis.Kata kunci: metode pembelajaran brainstorming, nyerat fiksi Jawi
TEMBANG CAMPURSARI SUWE ORA JAMU DALAM MASYARAKAT JAWA KARYA WALDJINAH ( KAJIAN ETNOGRAFI ) Yulianti, Saras
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.52672

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan makna lirik dari Tembang Campursari Suwe Ora Jamu dalam Masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif Etnografi, sedangkan sumber data penelitian ini adalah lirik tembang campursari suwe ora jamu karya Waldjinah. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pengertian dan makna tentang lagu campursari Suwe Ora Jamu karya Waldjinah sebagai berikut pertemuan yang sudah lama tidak terjalin, lagu ini mengibaratkan setelah lama tidak bertemu, jika akan bertemu jangan merasa kecewa. lama sudah tidak bertemu, baru pertama bertemu tetapi sudah jadi pikiran. Karena pertemuan itu membuat bahagia dan ada yang tidak bahagia. lama sudah tidak minum jamu, dan lama sudah tidak bertemu, sekalinya bertemu malah jadi beban di hati.
RAKSASA DALAM BUDAYA JAWA Afendy Widayat
JURNAL IKADBUDI Vol 3, No 10 (2014): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v3i10.12035

Abstract

Budaya Jawa mengenal adanya makhluk yang disebut raseksa atau buta dan berbagai sebutannya. Raseksa dalam bahasa Jawa, kebanyakan bertubuh besar, namun tidaklah semuanya demikian. Raseksa pada umumnya digambarkan berwatak jahat, bertubuh menakutkan dan suka mengganggu manusia bahkan suka memakan manusia, namun juga terdapat beberapa raseksa yan digambarkan berwatak baik.Raseksa dalam wayang purwa dapat digolongkan menjadi dua, yakni raseksa yang memiliki silsilah hidupnya dan raseksa yang tidak memiliki sisilah. Yang tidak memiliki silsilah, terutama hanya dipakai sebagai pengisi adegan dan difungsikan sebagai symbol nafsu manusia. Raseksa yang tidak jelas silsilahnya, tempat asalnya adalah sabrang atau seberang. Hal ini sebagai symbol bahwa raseksa yang jahat adalah dari luar budaya Jawa atau tidak dapat bersikap seperti idiologi Jawa. Adapun raseksa yang memiliki silsilah hidupnya, sebagiannya memiliki watak yang baik, dan dianggap mampu menjunjung martabatnya.Kata Kunci: raksasa, budaya JawaAbstractJavanese culture familiars with a creature that well-known as a Raseksa or Buta, and his other names. Raseksa in Javanesse culture, mostly have a gigantic body, yet not for all types. Generally, Raseksa are bad-tempered, have a horrible stature, and love to disturb human even eat human, yet there are several giants that kindhearted.Raseksa in wayang purwa in Java, divided into two types, the one who has pedigree of his life, and the one who has not. Raseksa that have no pedigree especially used as the cast of a scene and functioned as a symbol of human passions. He comes from abroad, therefore the bad-tempered Raseksa comes from outside or over the sea of Java culture so he can not behave Javas ideology. On the order hand Raseksa that have pedigree af his life, some are kindhearted, and were considered able to uphold his dignity. Keywords: raseksa, Javanese culture
HISTORIFIKASI, ALINASI PADA TEATER EPIK BRECHT DAN SENI DRAMA TRADISI KETHOPRAK Nuning Zaidah
JURNAL IKADBUDI Vol 5, No 12 (2016): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v5i12.12310

Abstract

Historifikasi, alinasi pada Teater Epik Bertolt Brecht mempunyai kemiripan dengan pertunjukan seni drama tradisi Kethoprak. Alinasi dalam naskah karya Brecht muncul dari rangkaian pemikirannya, yaitu Historifikasi-Alinasi-Epik. Historifikasi adalah usaha Brecht untuk menempatkan aktor seolah-olah memainkan sebuah adegan sejarah. Alinasi adalah usaha untuk menggambarkan sebuah peristiwa ke dalam bentuk baru yang bertujuan untuk mencegah penonton menjadi katarsis, sedangkan Epik adalah diambil dari kata epos atau cerita kepahlawanan. Ketiga hal tersebut, alinasi menjadi unsur paling sering dibahas dalam konteks pembicaraan tentang teater Epik.  Untuk mendapatkan alinasi, Brecht tidak menciptakan metode khusus pelatihan aktor dalam mencapainya, tetapi alinasi tersebut melekat dalam naskah yang ditulisnya. Alinasi didapatkan dari cara menganalisis struktur naskahnya. Historifikasi-Alinasi-Epik juga terdapat pada struktur naskah lakon-lakon pertunjukan seni drama tradisi Kethoprak berupa dialog, mood dan spectacle.Kata kunci: historifikasi, alinasi, Teater Epik Brecht, Kethoprak.
SYAFA’AT NABI DALAM SINGIR PARASE NABI MUHAMMAD KARYA ANONIM Lutfi Ami Rosidah
JURNAL IKADBUDI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL IKADBUDI VOL 9, NO 1, FEBRUARI 2020
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v9i1.42991

Abstract

Naskah SPNM berisi tentang kisah singkat peristiwa kelahiran Nabi Muhammad, masa kecil Nabi Muhammad, peristiwa bercukurnya Nabi Muhammad oleh Malaikat Jibril, syafa’at Nabi dengan membaca atau menyimpan syi’ir, dan ditutup dengan dzikir asmaul husna sebanyak 28. Penelitian ini memfokuskan pada syafa’at Nabi yang terdapat pada naskah SPNM ini dengan menggunakan metode filologi dan menganalisisnya secara deskriptif, yaitu mendeskripsikan beberapa syafa’at Nabi yang diperoleh dari  membaca dan menyimpan doa dalam naskah SPNM ini. Syafa’at Nabi tersebut antara lain mendapat pengampunan dari semua dosa, terhindar dari siksa kubur, mendapat jaminan surga, selama hidup akan selamat dari marabahaya dan tidak kurang rezeki, mendapat perlindungan dari Allah, mendapat nampan emas yang berisikan makanan dari surga, jin dan setan tidak ada yang berani mendekat dan mengganggu, diberi kekayaan oleh Allah, tidak akan ada musuh yang berani mendekat, mendapat 10.000 rahmat dari Allah dan dijaga oleh malaikat, matinya syahid, setiap sakit akan cepat sembuh, ketika bepergian tidak akan tersesat dan diganggu oleh hewan buas maupun perampok, akan dikasihani raganya oleh guru dan tidak akan mendapat kemarahan, serta terhindar dari siksa nanti di akhirat. Kata kunci: syafa’at, syi’ir
URGENSI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BAGI FEMINISME DALAM SOSIAL KULTURAL MASYARAKAT JAWA Rofikatul Karimah
JURNAL IKADBUDI Vol 4, No 10 (2015): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v4i10.12027

Abstract

Pendidikan dan pelatihan adalah unsure terpenting dalam kehidupan, dengan proses pendidikan, perubahan pengetahuan akan berdampak pada pemahaman manusia terhadap kosntruksi social yang berkembang merugikan pada posisi perempuan. Budaya masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi nilai keteladanan, kebersamaan dan kesejahteraan bersama menunjukkan perempuan dapat berperan sebagai public rool dan domestic rool. Peningkatan kualitas perempuan harus didukung oleh kebijakan Pemerintah untuk diimplementasikan, agar kesadaran menyeluruh terhadap peran perempuan dalam menciptakan tujuan Negara untuk mensejahterakan rakyat dapat dilakukan dan menghilangkan diskriminasi terhadap kaum perempuan.Kata Kunci: Pendidikan dan Pelatihan, Feminisme
MARGINALISASI PERMAINAN TRADISIONAL BALI DALAM DUNIA ELEKTRONIK: ANTARA IDEALISME DAN PASAR I Wayan Suardiana
JURNAL IKADBUDI Vol 2, No 12 (2013): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v2i12.12099

Abstract

Play, is one of the world's human generation that is growing. Some of the growth of the nation 's important to be good then be given room to play. Because play requires space and time means a representative then becomes important prepare before they start the game.In this era of universality, space and time for our children increasingly limited due to the damage of environment where they play and the strong influence of the modern game. Public space, in the days of regional autonomy is increasingly less attention because each district are competing to increase Natural Revenue District (PAD ) in order to fund the development, so it is not rare that the public arenas constructed notes as one of the play follow exploited. Meanwhile, time to play collectively more narrow in the middle of modern games mushrooming of imports that can be done individually by the children of the archipelago.Provide space for our children to play forward important to note, especially entering into the realm of traditional games such as modern technology, for example. By entering the realm of traditional games to modern, the latter has familiarly by our children then the opportunity to know the game was more open. Keywords: Traditional games, marginalization, and the electronic world.

Page 9 of 12 | Total Record : 117