cover
Contact Name
Julian Dwi Saptadi
Contact Email
julian.juli27@gmail.com
Phone
+6285753453577
Journal Mail Official
julian.juli27@gmail.com
Editorial Address
komp. Sumber Indah no.117, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM)
ISSN : 29880726     EISSN : 2985895X     DOI : https://doi.org/10.69883/jlkm.v2i3.48
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM) is a scientific journal that focuses on the science of Public Health. This journal contains Health Editorials, Literature Reviews, and Research Results in the field of public health such as Environmental Health, Occupational Health and Safety (OHS), Health Nutrition, Health Policy Administration, Epidemiology, Biostatistics and Population, Behavior and Health Promotion, Maternal Child Health and Reproductive Health.
Articles 88 Documents
Hubungan Sikap Kerja dan Beban Kerja terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Petani Bawang Merah di Nganjuk Amanta Nur Ramadhani, Thasya
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v4i1.65

Abstract

Keluhan Musculoskeletal Disorders merupakan keluhan yang terjadi pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang yang telah menerima beban secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Banyak faktor penyebab terjadi keluhan musculoskeletal antara lain adanya faktor internal dan faktor eksternal. Hasil studi pendahuluan pada petani bawang merah mengatakan faktor eksternal yang menjadi penyebab utama keluhan yang dialami. Faktor eksternal antara lain aktivitas berulang, sikap kerja maupun beban kerja yang sering dilakukan dalam aktivitas (penyiraman dan pemupukan) mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja dan beban kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada proses penyiram dan pemupukan petani bawang merah di Desa Banaran Kulon Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang mana seluruh petani bawang menjadi sampel yang berjumal 50 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner REBA, lembar Nordic Body Map, dan lembar pengukuran % CVL dengan uji statistik yang digunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara sikap kerja (p-value 0,040) dan tidak terdapat hubungan antara beban kerja (p-value 0,777) pada proses penyiraman dan pemupukan petani bawang merah di Desa Banaran Kulon Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara sikap kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders dan tidak terdapat hubungan antara beban kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada proses penyiraman dan pemupukan petani bawang merah di Desa Banaran Kulon Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk.
Upaya peningkatan kesadaran ancaman kanker serviks melalui konseling skrining berbasis inspeksi visual asam asetat (IVA) Al Hasan, Hafidz Ramadhan; Adiwinoto, Ronald Pratama; Ariewibawa, Fariz Atiqi; Sianipar, Habel Ryan Annerico; Sudiarta, Ketut Edy; Herdiyantini, Mita
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/fgp8pp39

Abstract

Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah, sehingga upaya skrining (deteksi dini) risiko kanker serviks, salah satunya berupa IVA(Inspeksi Visual Asam asetat) penting untuk upaya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak intervensi konseling berbasis Model Keyakinan Kesehatan (Health Belief Model) dalam meningkatkan pengetahuan dan kemauan guru serta staf sekolah untuk menjalani skrining kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Intervensi berupa sesi konseling dilaksanakan di delapan sekolah, dan pengetahuan serta sikap peserta diukur sebelum dan sesudah edukasi. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel, diagram dan dianalisis dengan uji statistik paired-student's T test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan secara statistik, dari 65,2 ± 12,4 menjadi 84,7 ± 9,8 (p < 0,001). Persentase peserta yang menyatakan kesediaan untuk menjalani skrining IVA juga meningkat dari 58,3% menjadi 87,5% (p = 0,003). Namun demikian, cakupan skrining aktual hanya naik dari 12% menjadi 14% (p = 0,08), masih jauh dari target partisipasi sebesar 70%. Kesimpulan penelitian ini adalah diperlukan strategi komprehensif yang tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mengatasi hambatan psikologis, budaya, dan akses pelayanan. Pendekatan multifaset yang melibatkan edukasi berkelanjutan, dukungan sosial, peran aktif tenaga kesehatan masyarakat, serta peningkatan aksesibilitas layanan skrining diyakini dapat mendorong partisipasi lebih luas. Kesimpulannya, intervensi konseling dapat meningkatkan kesadaran dan kemauan, namun dampaknya terhadap cakupan skrining masih terbatas sehingga perlu didukung langkah strategis yang lebih menyeluruh.
Edukasi gizi menggunakan media komik terhadap pengetahuan gizi dan konsumsi sayur dan buah Nunung Sri Mulyani; Anjani, Raisya; Armisam
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/vw351661

Abstract

Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018, sebanyak 95,5% masyarakat Indonesia masih kurang menkonsumsi sayur dan buah dengan porsi yang cukup. Pengelompokkan konsumsi sayur dan buah berdasarka Riskesdas Kategori kurang jika konsumsi buah <2 kali/hari dan sayur <3 kali/hari. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada anak kelas 6 di SDIT Al-Fityan School Aceh dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang yang di pilih secara acak dan di ketahui bahwa anak-anak yang kurang konsumsi sayur dan buah sebanyak 70%. Tujuan penelitian mengetahuiPengaruh Edukasi Gizi Menggunakan Komik Terhadap Pengetahuan Gizi dan Konsumsi Sayur Buah pada Anak SDIT Al-Fityan School Aceh. Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk. Selanjutnya pada tahap kedua, penelitian menggunakan metode quasi experiment untuk melihat pengaruh edukasi gizi dengan menggunakan media Komik terhadap pengetahuan gizi dan konsumsi sayur dan buah melalui desain one group pretest-posttest. Sampel sejumlah 33 anak. Analisa statistik menggunakan Uji Beda Dependent Non Parametrik dan Parametrik dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian Rerata skor pengetahuan gizi sebelum edukasi dengan media komik sebesar 12,91, sesudah edukasi sebesar 16,03. Rerata skor konsumsi sayur dan buah anak sebelum edukasi dengan media komik sebesar 22,42, sesudah edukasi sebesar 23,33.
Stress related factors due to the zoonotic risk among veterinarians in Pakistan Ajaz, Rahmeen; Robiana Modjo
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/7yxtck13

Abstract

Veterinarians are at increased risk of occupational stress due to frequent exposure to zoonotic diseases and challenging work environments. This study aimed to investigate the relationship between zoonotic exposure, job control, and social support with stress levels among veterinarians in Pakistan. The primary objective was to examine whether higher exposure to zoonotic risks is associated with increased stress, and whether limited job control and low social support further contribute to elevated stress levels. A cross-sectional study design was employed, involving 110 veterinarians from various regions of Pakistan, including urban and rural areas. Data were collected using a structured questionnaire that included the validated Perceived Stress Scale (PSS- 10) and additional items measuring frequency of zoonotic exposure, job control, and social support. Descriptive analysis, cross-tabulations, and Chi-square tests were used to explore associations, and odds ratios were calculated to measure the strength of these relationships. The results revealed that veterinarians with more frequent zoonotic exposure had significantly higher stress levels (p = 0.041, OR = 3.25). Similarly, low job control (p = 0.037, OR = 4.37) and low social support (p = 0.047, OR = 3.12) were significantly associated with increased stress. These findings underscore the combined impact of biological and psychosocial risks in veterinary practice and suggest actionable recommendations including improving access to personal protective equipment (PPE), enhancing job autonomy, and strengthening mental health support systems. This study highlights the urgent need for targeted interventions such as improved PPE availability, better workplace autonomy, enhanced hygiene practices, and structured peer support systems. It contributes new knowledge to the limited literature in Pakistan and offers practical recommendations for improving occupational health among veterinary professionals.
Hubungan performa akademik dan jenis kelamin dengan Nomophobia pada siswa SMA Samara, Tjam Diana; Simon, Monica Laurencia
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/zj7s5852

Abstract

Smartphone, alat komunikasi dan komputer, meningkatkan kebiasaan penggunaan selama pandemi, mencapai 210,77 juta pengguna di Indonesia pada 2021. Smartphone berperan penting dalam berbagai bidang, termasuk pembelajaran (performa akademik) dan pekerjaan jarak jauh, dan melibatkan baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Kemajuan teknologi menyebabkan ketergantungan pengguna, dikenal sebagai nomophobia, yang terkait dengan ketakutan kehilangan ponsel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara performa akademik jenis kelamin dengan kejadian nomophobia siswa SMA. Studi ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 86 responden sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Nomophobia Questionnaire yang telah diuji validitas oleh Yildirim, et al, untuk menilai kejadian nomophobia. Selain itu, kuesioner juga mencakup pertanyaan terkait jenis kelamin, dan data nilai raport kelas 10 semester dua. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji Chi- square dan uji Fisher dengan tingkat signifikansi <0,05. Penelitian ini sebagian besar terdiri dari responden perempuan, dengan 58,3% mengalami nomophobia sedang. Hampir seluruh siswa yang memiliki performa akademik sangat baik berjumlah 98,8% dari total 86 responden. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara performa akademik dengan kejadian nomophobia (p=0,657). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan kejadian nomophobia (p = 0,014). Kesimpulan dari penelitian ini, tidak ada hubungan antara performa akademik dan nomophobia. Namun, terdapat hubungan antara jenis kelamin dan nomophobia.
Hubungan perilaku self care hipertensi dengan tekanan darah penderita hipertensi di Desa Pohsangit Kidul Kota Probolinggo Hidayah, Arini; Sulistiyani; Rachmawati, Septi Nur
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/pw4twr51

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi tidak dapat disembuhkan, sehingga diperlukan pengontrolan tekanan darah dengan melakukan pengendalian hipertensi seperti perawatan diri atau self care. Self care merupakan perilaku perawatan diri dan pencegahan terjadinya keparahan suatu penyakit sehingga dapat meningkatkan status kesehatan manusia. Penderita hipertensi disarankan untuk melaksanakan self care sebagai salah satu bentuk pengendalian tekanan darah yang berfokus pada bagaimana melakukan perawatan diri pada diri sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara perilaku self care hipertensi dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Pohsangit Kidul Kota Probolinggo. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling berjumlah 67 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita hipertensi memiliki tekanan darah terkontrol sebesar 64,2% dan tidak terkontrol sebesar 35,8. Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil p value = 0,331 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara self care hipertensi dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Pohsangit Kidul Kota Probolinggo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara self care hipertensi dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Pohsangit Kidul Kota Probolinggo.
Hubungan antara tingkat pengetahuan hipertensi, konsumsi lemak, natrium dan kalium dengan kejadian hipertensi usia produktif agustin, anggi_14; Sulistiyani; Abdul Azis Akbar
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/j817b642

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi tekanan darah tidak normal dengan hasil pengukuran darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmHg. Maksud penelitian adalah mengetahui Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan, Konsumsi Lema, Natrium dan Kalium dengan Kejadian Hipertensi Usia Produktif. Metode penelitian adalah kuantitatif desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian usia produktif (15-55 tahun) di Desa Jatiroto berjumlah 90 responden dan menggunakan data primer. Teknik sampel menggunakan random sampling dengan instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner, Recall 2x24 Jam dan FFQ. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Ditemukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan hipertensi dengan kejadian hipertensi (p-value 0,045). Adanya hubungan konsumsi lemak dengan kejadian hipertensi (p-value 0,002), hubungan konsumsi natrium dengan hipertensi (p-value 0,000) dan hubungan konsumsi kalium dengan kejadian hipertensi (p-value 0,044). Disarankan masyarakat di Desa Jatiroto agar dapat memahami lebih mendalam lagi tentang hipertensi dan diet khusus hipertensi terkait pemilihan jenis bahan makanan.
Risiko psikososial di industri minyak dan gas bumi (MIGAS): Tinjauan literatur naratif Susanto, Arif; Putri, Ramadhania
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/mgh1hq52

Abstract

Risiko psikososial merupakan akibat dari bahaya psikososial di tempat kerja yang merujuk pada faktor-faktor dalam lingkungan kerja yang mempengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan pekerja. Risiko ini menjadi tantangan tersembunyi, tetapi memiliki signifikansi pada sektor industri minyak dan gas (MIGAS) karena berdampak langsung selain terhadap kesehatan mental juga pada keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tinjauan tematik yang menyeluruh terhadap isu ini masih relatif terbatas, khususnya yang mengintegrasikan temuan dari artikel empiris dan tinjauan literatur. Tujuan penelitian ini untuk memetakan risiko psikososial pada pekerja MIGAS melalui tinjauan literatur naratif terhadap 21 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara 2019 hingga 2024, terdiri dari 15 artikel penelitian empiris dan 6 artikel tinjauan pustaka. Artikel tersebut kemudian dilakukan evaluasi untuk menilai kualitas metodologisnya menggunakan instrumen Scale for the Assessment of Narrative Review Articles (SANRA) untuk menilai sebuah artikel pada tinjauan naratif. Data yang terkumpul disintesis secara induktif berdasarkan tema. Hasil tinjauan menunjukkan terdapat 6 tema utama, yaitu: stres kerja dan burnout, kelelahan kerja dan beban mental, tekanan sosial dan tantangan psikososial individu, faktor organisasi dan kepemimpinan, hubungan risiko psikososial dengan keselamatan kerja, serta keterbatasan dukungan kesehatan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko psikososial bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh interaksi antara individu, organisasi, dan sistem kerja. Tinjauan ini memberikan kontribusi berupa sintesis berbasis bukti yang dapat mendasari pengembangan intervensi keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih kontekstual di industri MIGAS berisiko tinggi.
Implementasi upaya promotif kesehatan jiwa pada masyarakat desa “D” di Kabupaten Klaten Nurul, Nurul Hidayah; Bayu, Bayu Aji Saputra
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/rhevrc89

Abstract

Permasalahan kesehatan jiwa menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia termasuk di Indonesia. Intervensi bersifat promotif di masyarakat berperan penting untuk meningkatkan kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang peningkatan kesehatan jiwa pada masyarakat Desa “D” Kabupaten Klaten. Pendekatan penelitian menggunakan action research berbasis psikologi komunitas. Partisipan terdiri dari tokoh masyarakat, pengurus PKK, kader jiwa, kader posyandu, pengurus karang taruna, dan anggota masyarakat umum. Intervensi ini dilakukan pada tingkat primary intervention yang artinya tindakan intervensi dilakukan pada masyarakat luas pada umumnya yaitu pada level promotif. Hasil analisis statistik non-parametrik menggunakan Wilcoxon signed-rank tests menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman yang signifikan antara pre-test dan post-test (nilai Z = -3.970; p = 0,000 (p<0,05); pre-test = 4,00; dan post-test = 7,25). Partisipan juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan jiwa, mengenali gejala awal gangguan, dan memahami peran keluarga serta masyarakat dalam upaya promotif. Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat pengaruh upaya promotif kesehatan jiwa untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran partisipan mengenai peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga kesehatan jiwa.
Asuhan kebidanan pada ibu umur 28 tahun multygravida dari usia kehamilan 12 minggu 5 hari sampai 42 hari masa nifas Seprianti, Ni Luh Putu Ayu; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/tpwasm06

Abstract

Kehamilan fisiologis ditandai dengan perubahan fisiologis pada tubuh ibu hamil untuk mendukung pertumbuhan janin dan mempersiapkan persalinan. Ibu “NPN” mengalami kehamilan yang fisiologis dengan keluhan nyeri punggung dan sudah mendapatkan asuhan prenatal yoga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil penerapan asuhan kebidanan pada ibu “NPN” umur 28 tahun multygravida sesuai standar secara komprehensif dan berkesinambungan dari umur kehamilan 12 minggu 5 hari sampai 42 masa nifas. Metode yang digunakan adalah wawancara, pemeriksaan, observasi serta dokumentasi. Hasil yang didapat adalah selama kehamilan ibu “NPN” mendapatkan asuhan antenatal sesuai dengan standar pelayanan minimal 12T (standar pelayanan antenatal care) hanya saja belum sesuai dengan standar, karena skrining kejiwaan yang seharusnya dilakukan 2 kali selama kehamilan yaitu pada K1 dan K5. Ibu bersalin pervaginam tanpa komplikasi di UPTD Puskesmas Selemadeg Barat. Proses persalinan berjalan lancar, sesuai dengan lama kala dalam persalinan. Asuhan kebidanan neonatus dengan standar pelayanan kesehatan neonatal esensial. Bayi lahir segera menangis dengan berat lahir 3.400 gram. Bayi mendapatkan asuhan standar pelayanan neonatus serta asuhan komplementer pijat bayi. Selama masa nifas proses involusi, lochea, laktasi dan psikologis ibu dalam batas normal dan mendapat asuhan komplementer berupa pijat oksitosin. Kesimpulannya, asuhan yang diberikan pada Ibu “NPN” umur 28 tahun multygravida dari umur kehamilan 12 minggu 5 hari sampai dengan masa nifas 42 hari sudah diberikan sesuai dengan standar secara komprehensif dan berkesinambungan.