cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,296 Documents
Pengecekan Stok dan Identifikasi Penyebab Ketidaksesuaian Produk Swing Arm di Perusahaan XYZ Hamifa Priliana Triani; Asep Erik Nugraha
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akurasi persediaan merupakan aspek penting dalam kegiatan operasional manufaktur karena data stok yang tidak akurat dapat mengganggu perencanaan produksi, pengiriman produk, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengecekan stok serta mengidentifikasi penyebab ketidaksesuaian stok produk swing arm di Perusahaan XYZ. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta perbandingan antara data stok pada sistem dan stok aktual selama Februari 2026. Data diolah dengan menghitung selisih stok dan persentase ketidaksesuaian, sedangkan analisis penyebab dilakukan menggunakan Root Cause Analysis yang didukung Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa produk swing arm masih memiliki perbedaan antara data sistem dan stok aktual dengan selisih 1-3 pcs dan persentase ketidaksesuaian di bawah 1%. Meskipun selisih tersebut relatif kecil, kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian stok belum sepenuhnya akurat. Penyebab dominan berasal dari faktor manusia dan metode, yaitu kesalahan pencatatan, input data manual, keterlambatan pembaruan data, area penyimpanan yang padat, serta pemisahan produk repair, NG dan in process yang belum optimal. Perbaikan disarankan melalui pencatatan real-time, stock opname rutin, pemisahan kategori produk, dan penggunaan sistem monitoring digital yang terintegrasi.
Metode Koreksi Bias dan Downscaling Data Iklim untuk Simulasi Hidrologi Tropis: Tinjauan Sistematis Literatur Rafika Andari; Yolanda Wulandari
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyeksi model iklim global umumnya mengandung bias sistematis yang membatasi akurasinya dalam simulasi hidrologi tropis. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan, performa, dan tantangan metode koreksi bias serta downscaling data iklim untuk pemodelan hidrologi di Indonesia melalui Systematic Literature Review (SLR) periode 2016–2025. Evaluasi sistematis dilakukan terhadap literatur ilmiah nasional dan internasional menggunakan protokol PRISMA. Hasil sintesis menunjukkan adanya ketimpangan spasial riset yang didominasi oleh wilayah Indonesia barat. Pendekatan Statistical Downscaling berbasis algoritma Quantile Mapping (QM) menjadi metode paling dominan. QM terbukti sangat andal dalam mereproduksi curah hujan ekstrem untuk pemodelan banjir rancangan pada wilayah monsoonal (NSE lebih besar dari 0,75). Namun, QM rentan memicu ketidakpastian tinggi akibat estimasi berlebih (overestimation) pada musim kemarau di wilayah ekuatorial. Keterbatasan utama dalam literatur saat ini mencakup asumsi stasioneritas iklim dan buruknya kontinuitas data lapangan. Riset mendatang perlu diarahkan pada penerapan algoritma berbasis Machine Learning serta perumusan standardisasi nasional reduksi skala iklim guna menjamin ketahanan infrastruktur keairan.
Simulasi Kinerja Simpang Tak Bersinyal Menggunakan PTV Vissim Pada Jalan Seth Adji – Jalan Putri Junjung Buih Kota Palangka Raya Hendri; Ina Elvina; Sutan P. Silitonga
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada persimpangan sering terjadi permasalahan berupa tundaan dan antrian panjang. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian pada salah satu simpang tak bersinyal di Jalan Seth Adji – Jalan Putri Junjung Buih Kota Palangka Raya yang merupakan akses penting penghubung kawasan pemukiman menuju pusat perdagangan dengan arus lalu lintas padat. Studi ini bermaksud guna menganalisis kinerja simpang menerapkan pendekatan sebagaimana dari Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 serta pemodelan simulasi menerapkan aplikasi PTV Vissim. Hasil analisis kondisi eksisting dengan PKJI 2023 menunjukan Derajat Kejenuhan (DJ) sejumlah 0,71, Peluang Antrian (Pa) 20,573% - 41,644%, dan Tundaan (T) 12,231 det/smp dengan Tingkat Pelayanan (LOS) B. Simulasi Vissim menunjukan Panjang Antrian terbesar pada Pendekat Timur sejumlah 43,51 m dengan Tundaan tertinggi 52,31 det/smp dengan Tingkat Pelayanan (LOS) E. Berdasarkan analisis, alternatif terbaik adalah penerapan larangan belok kanan pada Pendekat Timur sehingga mampu meningkatkan kinerja simpang dengan nilai DJ menjadi 0,67, Pa 18,473% - 37,871%, dan Tundaan 11,720 det/smp dengan Tingkat Pelayanan (LOS) B. Sementara itu, simulasi dengan menerapkan PTV Vissim didapatkan penurunan signifikan Panjang Antrian dan Tundaan pada seluruh Pendekat, khususnya Pendekat Timur yang menjadi lebih optimal.
Pengaturan Simpang Tak Bersinyal di Jalan Rajawali – Jalan Lele Kota Palangka Raya Julian Nalelo; Desi Riani; Desriantomy
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan Jalan. Rajawali– Jalan. Lele ialah simpang tak bersinyal dengan 4 lengan dengan tata guna lahan komersial sehingga dibeberapa pendekat ada hambatan samping berbentuk kendaraan parkir serta pula orang dagang dipinggir jalur yang mengusik pengguna jalur buat melintasi persimpangan sehingga kerapkali terjalin antrian. Riset ini bertujuan buat mengevaluasi kinerja simpang tanpa sinyal serta menganjurkan pelaksanaan pemecahan ataupun alternatif revisi supaya simpang bisa bekerja secara maksimal Pengumpulan informasi dicoba sepanjang 3 hari. Informasi– informasi dikumpulkan yaitu informasi geometri( lebar masing– masing pendekat, lebar median), Volume kemudian lintas yang diperoleh lewat survei lapangan setelah itu dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang( smp/ jam) sebagai bawah analisis cocok Pedoman Kapasitas Jalur Indonesia( PKJI 2023), sehingga diperoleh besaran arus kemudian lintas. Berikutnya, kinerja simpang dianalisis dengan mengacu pada PKJI 2023. Hasil riset menampilkan kalau pada pagi(pukul 06. 30–07. 30 WIB)kinerja Simpang Jalan. Rajawali– Jalan Lele hari Senin, 19 Agustus 2025, dalam keadaan eksisting tercantum jenis tingkat pelayanan( ITP) F. Tercatat sebesar 2775 smp/ jam nilai kapasitas simpang, sebesar 0, 861 derajat kejenuhan serta sebesar 14, 748 detik/ smp tundaan simpang. Nilai derajat kejenuhan tersebut sudah melampaui batasan yang direkomendasikan oleh PKJI, ialah kurang dari<0, 85. Bersumber pada penemuan tersebut, pemecahan yang diusulkan merupakan melaksanakan pelebaran pada jalur minor agar nilai derajat kejenuhan bisa diturunkan sampai terletak di dasar batasan yang dianjurkan PKJI.
Revaluasi Spasial Objek PBB-P2 Berbasis Citra Drone untuk Memutakhirkan Basis Pajak Daerah di Desa Pulau TagorKabupaten Serdang Bedagai Ivan Flobert Gultom; Achmad Siddik Thoha; Bejo Slamet
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemutakhiran data fisik objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan prasyarat bagi penilaian yang adil dan optimalisasi penerimaan daerah, tetapi survei konvensional sering tidak mampu mengikuti perubahan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan citra drone dan Sistem Informasi Geografis untuk evaluasi spasial objek PBB-P2 di Desa Pulau Tagor, Kabupaten Serdang Bedagai. Analisis mencakup 101 Nomor Objek Pajak dengan membandingkan luas terdaftar dan luas hasil pemetaan drone. Selisih luas dihitung sebagai luas hasil pemetaan dikurangi luas terdaftar, sedangkan perubahan nilai NJOP diestimasi menggunakan nilai satuan objek sebesar Rp36.000/m² atau Rp48.000/m². Sebanyak 48 objek menunjukkan selisih positif dan 53 objek menunjukkan selisih negatif. Total selisih positif mencapai 142.055,177 m², selisih negatif −114.876,614 m², dan selisih neto +27.178,563 m², sedangkan jumlah absolut selisih luas mencapai 256.931,791 m². Peningkatan nilai NJOP diperkirakan sebesar Rp5.259.514.080, penurunannya sebesar Rp4.313.953.872, dan perubahan netonya sebesar Rp 945.560.208. Kelompok prioritas tinggi yang terdiri atas 33 objek menyumbang 74,57% jumlah absolut selisih luas dan 75,14% jumlah absolut perubahan nilai NJOP. Temuan menunjukkan bahwa pemetaan berbasis drone mendukung kerangka penentuan prioritas spasial untuk verifikasi terarah.
Kombinasi Sampah Plastik (PET & LDPE) Menjadi BBM Alternatif Melalui Metode Pirolisis dengan Variasi Suhu Sebagai Upaya Circular Economy Aquila Nuh Islami; Mohamad Mirwan; Sri Redjeki; Nurvita Cundaningsih
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah plastic di Kota Surabaya menghadapi tantangan besar dengan timbulan sampah yang diproyeksikan mencapai 660 ribu ton pada tahun 2025, di mana 16,51% di antaranya merupakan sampah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan produk pirolisis dari kombinasi sampah plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dan Low Density Polyethylene (LDPE) menggunakan katalis zeolit alam seberat 10 gram sebagai upaya mendukung circular economy. Proses pirolisis dijalankan selama 60 menit dengan variasi suhu operasi 400℃ dan 600℃ serta berbagai variasi fraksi komposisi campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak tertinggi diperoleh pada perlakuan TA4 (PET 0% : LDPE 100% pada suhu 400℃) yaitu sebesar 91,5%, sedangkan rendemen terendah diperoleh pada perlakuan TG6 (PET 100% : LDPE 0% pada suhu 600℃) sebesar 6,7%. Kenaikan suhu hingga 600℃ memicu terjadinya secondary cracking yang mengubah fraksi cairan menjadi gas non-kondensabel sehingga menurunkan rendemen minyak. Minyak pirolisis yang dihasilkan memiliki karakteristik fisik dengan nilai densitas berkisar antara 0,745 – 0,922 g/mL (rata-rata 0,815 g/mL), nilai viskositas berkisar antara 1,10 – 4,20 cP (rata-rata 2 cP), dan nilai kalor berkisar antara 26,50 – 44,80 MJ/kg (rata-rata 35,90 MJ/kg). Karakteristik fisik produk ini secara umum telah mendekati standar baku mutu bahan bakar komersial cair. Berdasarkan Cost Benefit Analysis (CBA) skala laboratorium, diperoleh nilai Net Benefit negative sebesar -Rp 12.825 karena keterbatasan kapasitas reaktor (100 gram). Walaupun demikian, teknologi ini memiliki potensi keberlanjutan yang besar apabila dilakukan peningkatan skala (upscaling) produksi.
Project Scheduling of Aruna Solar Power Plant Access Road and Pond Construction Using CPM and PERT Aurellia Dianty; Lifia Citra Ramadhanti
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of construction projects is highly influenced by scheduling effectiveness, as project delays may lead to cost overruns, reduced productivity, and failure to achieve project targets. The Access Road and Pond Construction Project for the Aruna Solar Power Plant, undertaken by PT Wan Artha Nata Indonesia, experienced delays compared to the planned schedule. This study aimed to analyze project scheduling using the Critical Path Method (CPM) and Program Evaluation and Review Technique (PERT), identify critical activities, determine project completion duration, and evaluate schedule uncertainty. A descriptive quantitative approach with a case study design was employed. Data were collected through field observations, interviews, and project documentation, including the Work Breakdown Structure (WBS), project schedules, activity durations, and precedence relationships. CPM analysis was used to identify the critical path and determine the project duration, while PERT analysis was applied to evaluate schedule uncertainty using optimistic, most likely, and pessimistic time estimates. The results indicated that the minimum project duration was 203 days, with several activities identified as critical activities having no scheduling flexibility. Furthermore, the PERT analysis revealed the existence of schedule uncertainty caused by weather conditions, site constraints, material delivery delays, and permit approval processes.  
Learning Rate Tuning of Transfer Learning Models for Fresh and Spoiled Beef Image Classification Tri Mulya Dharma; Mukhsin Nuzula; Aviv Fitria Yulia; Dwi Feriyanto; Ningsiah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beef freshness assessment is a critical aspect of the food industry, where conventional methods relying on visual inspection and olfaction are subjective and prone to human error. This study aims to develop an automated beef freshness classification system utilizing deep learning to enhance the accuracy and objectivity of quality assessments. A total of 2.800 beef images were sourced from an open research data repository, divided equally into fresh and spoiled classes. Three Convolutional Neural Networks (CNN) architectures with transfer learning VGG16, ResNet50-V2, and Inception-V3 were evaluated. The models were systematically tested using learning rate tuning at 0.01, 0.001, and 0.0001 to optimize training convergence. Evaluation results showed that VGG16 outperformed other models in classifying beef freshness. VGG16 achieved a peak testing accuracy of 99.46% at a learning rate of 0.001. The main contribution of this study is the systematic evaluation of transfer learning architectures to establish an optimal baseline for beef quality assessment. By deploying the best performing model into a web based application, this approach offers a practical, objective, and accessible alternative to conventional manual inspection, enabling rapid early detection of beef freshness to improve food safety.
Perencanaan Ulang Ukuran Saluran Air Pada Jaringan Drainase Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan Januari Yanto; Kuni Saadati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, merupakan akumulasi masalah tata ruang dan kapasitas saluran drainase yang tidak memadai dalam menampung debit limpasan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ulang dimensi saluran air pada jaringan drainase di kawasan strategis tersebut agar dapat meminimalkan risiko genangan. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis hidrologi untuk menentukan debit banjir rencana dengan metode rasional serta analisis hidraulika untuk mengevaluasi kapasitas tampung saluran. Berdasarkan hasil pengujian data curah hujan selama 10 tahun, metode distribusi Log Normal terpilih sebagai model yang paling sesuai setelah melewati uji chi square dan uji Smirnov-kolmogorov. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien pengaliran kawasan sebesar 0,515, intensitas curah hujan sebesar 20,61 mm/jam, dan debit banjir rencana (Qt) untuk kala ulang 5 tahun sebesar 2,12 m3/s. Evaluasi pada saluran eksisting berukuran 0,6×0,6 m menunjukkan kapasitas tampung (Qs) hanya sebesar 0,5562 m3/s, sehingga terjadi luapan karena Qs < Qt. Sebagai solusi teknis, dilakukan perencanaan ulang saluran menjadi berukuran 1,0×1,0 m yang menghasilkan kapasitas debit sebesar 2,1718 m3/s. Dimensi baru ini telah memenuhi kriteria teknis Qs > Qt dan dinyatakan aman dari risiko banjir.
Spatial Distribution of Organic Pollution from Rubber Industry Effluent in the Ciseel River, Banjar City, Indonesia Melly Mellyanawaty; Ira Sayanti
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rubber-processing wastewater may contain organic matter, suspended solids, and nitrogen compounds that affect receiving rivers when treatment performance is unstable. This study evaluated treated rubber-industry effluent and the spatial distribution of pollutants in the Ciseel River, Batulawang, Banjar City, during dry and rainy conditions. River samples were collected at five points: 200 m upstream, the discharge mixing zone, and 300 m, 600 m, and 900 m downstream. The monitored parameters were TDS, EC, COD, TSS, total ammonia, total nitrogen, and pH. Effluent quality was compared with the Indonesian wastewater standard for rubber industries, while river water was assessed using Class IV criteria and the Pollution Index. COD and TSS exceeded the effluent limits in both seasons; COD reached 555.02 mg/L in the dry season and 455.31 mg/L in the rainy season. In the river, COD was the dominant parameter controlling water-quality status. Downstream COD remained above the Class IV criterion up to 900 m, showing that dilution and natural attenuation were insufficient within the monitored reach. The upstream stations met the standard, whereas the mixing zone and downstream stations were lightly polluted.