cover
Contact Name
Muhamad Basyrul Muvid
Contact Email
muvid@dinamika.ac.id
Phone
+6285732569344
Journal Mail Official
jurnal.eduaksara@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wonocolo Utara Gg. V No.18 Jemur Wonosari, Kec. Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Edu Aksara : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Published by CV. Global Aksara Pers
ISSN : 2962715X     EISSN : 28304721     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10842750
Edu Aksara : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan merupakan jurnal yang fokus menerbitkan artikel ilmiah dalam bidang pendidikan dan kebudayaan yang diterbitkan oleh CV. Global Aksara Pers. Jurnal Edu Aksara : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan pertama kali terbit pada tahun 2022 dengan ruang lingkup artikel yang diterima yaitu pendidikan, pembelajaran, pemikiran pendidikan, metode, strategi dan media pembelajaran, sosial budaya, seni budaya dan topik kebudayaan dan peradaban lainnya. Jurnal Edu Aksara terbit 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juni dan bulan Desember.
Articles 111 Documents
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERBASIS DIGITAL DAN INTEGRASI PRINSIP-PRINSIP AGAMA ISLAM DALAM TEORI BELAJAR Novita Sari, Nia; Hasanah, Syofiatul
Jurnal Edu Aksara Vol 2 No 2 (2023): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v2i2.188

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut adanya reorientasi yang mendalam dalam pengembangan sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Jurnal ini berupaya mengkaji secara komprehensif kerangka teoritis yang mendasari pengembangan sumber belajar PAI berbasis digital, dengan fokus utama pada integrasi teori-teori belajar utama (Behaviorisme, Kognitivisme, Konstruktivisme, dan Konektivisme) dan prinsip-prinsip ajaran Islam yang fundamental. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif- deskriptif. Analisis berfokus pada keterkaitan antara keempat teori belajar tersebut dengan desain dan implementasi sumber belajar digital PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan sumber belajar digital PAI yang efektif memerlukan adopsi eklektik dari berbagai teori belajar untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Secara khusus, teori Konektivisme menawarkan relevansi tertinggi di era digital karena fokusnya pada jaringan dan informasi. Lebih lanjut, keberhasilan kerangka teoritis ini sangat bergantung pada integrasi prinsip-prinsip dasar agama Islam, seperti tauhid (keesaan Allah), akhlak (moralitas), dan keseimbangan dunia- akhirat), ke dalam setiap tahapan desain. Integrasi ini berfungsi sebagai filter normatif sekaligus panduan substantif, memastikan konten yang dihasilkan tidak hanya relevan secara teknologi dan pedagogis, tetapi juga teologis dan moral bagi peserta didik.
PENERAPAN MEDIA TIKTOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT PRIBADI KELAS VII B Meidhita Putri, Alma
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v4i2.181

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan keterampilan menulis surat pribadi siswa kelas VII B di SMP Negeri 6 Purwokerto dengan memanfaatkan media TikTok. Permasalahan yang diidentifikasi berkaitan dengan tantangan siswa dalam menulis surat pribadi dengan sturktur yang koheren dan aturan linguistik. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 6 Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan jika penggunakan media TikTok dalam pembelajaran menulis surat pribadi mampu menumbukan kemampuan dan kreativitas menulis surat pribadi siswa. Penelitian ini juga berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia dengan memanfaatkan teknologi dan menunjukkan bahwa media TikTok sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa.
Strategi Kepemimpinan Perempuan dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan di Yayasan Darul-Ulum I, Lenteng Barat, Lenteng, Sumenep Anas Ilhami; Mohammad Hosnan
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v4i2.183

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menelaah sejauh mana kepemimpinan perempuan dalam mengembangkan lembaga pendidikna di Yayaysan Darul-Ulum I, Lenteng Barat, Lenteng, Sumenep. Fokus penelitian ini adalah pada strategi kepemimpinan perempuan. Untuk mengetahui hal tersebut peneliti akan menggali ruang lingkup permasalahan sebagai berikut: pertama, apa saja strategi yang diterapkan oleh kepemimpinan perempuan dalam mengembangkan lembaga pendidikan di Yayasan Darul-Ulum I; kedua, bagaimana tantangan yang dihadapi oleh kepemimpinan perempuan dalam mengembangkan lembaga pendidikan; ketiga, bagaimana efektivitas kepemimpinan perempuan dalam mengembangkan lembaga pendidikan di Yayasan Darul-Ulum I. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif (field research). pendekatan tersebut digunakan untuk mendeskripsikan strategi kepemimpinan perempuan melalui relasi sosial, status sosial, prilaku, ide dan gagasan kepemimpinan perempuan. Teori yag digunakan dalam menanggapi permasalahan di atas adalah teori kepemimpinan transformasional Bernard M. Bass. Teori tersebut berfungsi menganalisa strategi, tantangan serta efektivitas kepemimpinan perempuan dalam mengembangkan sebuah lembaga pendidikan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa strategi kepemimpinan perempuan yang diterapkan meliputi beberapa hal, yaitu membangun kepemimpinan kolaboratif, pemberdayaan sumber daya manusia, penguatan visi misi sebagai sebuah komitmen, penguatan budaya disiplin, memanfaatkan teknologi, meningkatkan partisipasi stakeholder, berjejaring yang luas, partisipatif, penertipan arsip, perbaikan kurikulum, dan penerapan program mukim bagi kelas akhir, sementara tantangannya yaitu: resistensi kepemimpinan perempuan dan peranan ganda dari seorang perempuan itu sendiri. Maka dari itu kepemimpinan perempuan di Yayasan Darul-Ulum I dapat dikatakan efektiv dalam mengembangkan lembaga pendidikan.
PENTINGNYA PERWUJUDAN SILA KEEMPAT DAN KELIMA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA MENURUT PANDANGAN ISLAM Garfes, Harry Pribadi; Haqiqi, M Iqbal
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v4i2.194

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pentingnya sila keempat dan kelima Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia menurut perspektif Islam. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui kajian pustaka. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami hubungan antara sila-sila Pancasila dengan prinsip-prinsip Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa sila keempat, yang menekankan musyawarah, sejalan dengan konsep syura dalam Islam. Melalui musyawarah, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan diberikan ruang yang luas, mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan inklusivitas. Sementara itu, sila kelima yang menuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam, mencakup distribusi kekayaan yang adil, perlindungan hak-hak individu, dan penegakan hukum yang adil. Sinergi antara Pancasila dan pandangan Islam menghasilkan kerangka kerja yang kokoh bagi pembangunan negara yang berlandaskan keadilan, persatuan, dan kebersamaan. Kedua nilai ini tidak hanya menjadi prinsip hukum positif, tetapi juga ajaran moral yang diperlukan untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan memadukan nilai-nilai Pancasila dengan pandangan Islam, Indonesia bisa mewujudkan visi bersama sebagai negara yang demokratis, adil, dan sejahtera bagi semua warga. Untuk itu, penting bagi negara dan masyarakat Indonesia untuk menjaga dan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila serta nilai-nilai agama sebagai bagian penting dari identitas dan kehidupan berbangsa dan bernegara.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN PADA POSTINGAN @kemkomdigi DI INSTAGRAM Sensi, Faradilla Putri; Kyo Kae Saniro, Roma; Khairani, Ailla; Adiputra Pratama, Bintang; Sativo Yance, Bova; Tesalonika, Clarissa; Sadina, Kayana; Salwa Hasanah, Nailah; Kezie Aurella, Xendria
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v4i2.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa pentingnya penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah ejaan pada unggahan media sosial lembaga pemerintahan, termasuk akun Instagram @kemkomdigi. Namun ternyata, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai bentuk kesalahan ejaan, seperti ketidaktepatan huruf kapital, penggunaan huruf miring, kesalahan tanda baca, serta penulisan unsur serapan yang tidak sesuai. Penelitian ini menjabarkan tiga pertanyaan utama, yaitu: bentuk kesalahan ejaan apa saja yang muncul, bagaimana pembagiannya berdasarkan EYD Edisi V dan PUEBI, serta rekomendasi tentang apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas bahasa pada komunikasi digital. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa sejumlah unggahan Instagram yang mengandung unsur kebahasaan. Kesalahan-kesalahan tersebut akan diidentifikasi melalui proses pengkodean dan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, diantaranya adalah huruf, kata, tanda baca, dan kata serapan dengan berdasarkan pada teori analisis kesalahan Corder. Hasil penelitian ini menunjukkan kesalahan yang paling sering muncul adalah kapitalisasi, penggunaan huruf miring, tanda titik, tanda hubung, tanda petik, dan penulisan kata serapan yang tidak tepat. Pola kesalahan juga terlihat selalu berulang pada beberapa unggahan. Penelitian ini ikut andil dalam memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan pemahaman akan bahasa dan ejaan pada media sosial pemerintahan dan memperkuat profesionalitas mereka dalam berkomunikasi di ruang publik.
Rujukan Filsafat Ilmu dalam Integrasi Agama dan Sains serta Sejarah Perkembangannya MULYATI MULY; Zulkifli Musthan
Jurnal Edu Aksara Vol 5 No 1 (2026): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v5i1.259

Abstract

Filsafat, ilmu, dan agama merupakan tiga pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun peradaban manusia. Filsafat menyediakan fondasi konseptual yang memandu arah ilmu pengetahuan, sementara sains berperan sebagai manifestasi empiris dari refleksi filosofis. Agama, khususnya dalam tradisi Islam, memberikan nilai etis dan spiritual yang menjaga ilmu agar tidak kehilangan arah. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana filsafat berperan dalam mengintegrasikan ilmu dan sains, serta bagaimana pandangan Al-Qur’an dan sejarah Islam mendukung proses integrasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan merujuk pada karya-karya klasik filsafat Barat (Russell, Popper, Kuhn, Lakatos), serta karya filsuf dan cendekiawan Muslim (Al-Attas, Fazlur Rahman, Mulyadhi Kartanegara). Hasil kajian menunjukkan bahwa sejak Yunani Kuno hingga era kontemporer, ilmu pengetahuan tidak pernah terlepas dari kerangka filosofis. Pada masa keemasan Islam, integrasi filsafat, agama, dan sains melahirkan peradaban ilmu yang gemilang. Al-Qur’an sendiri mendorong manusia untuk menggunakan akal, meneliti fenomena alam, dan menjadikan ilmu sebagai sarana mengenal Allah. Relevansi kontemporer integrasi ini sangat kuat, terutama dalam menghadapi krisis lingkungan, tantangan etika teknologi, serta dehumanisasi akibat perkembangan sains modern. Dengan demikian, integrasi filsafat, ilmu, dan agama menjadi landasan penting untuk membangun ilmu pengetahuan yang utuh, bermakna, dan bermanfaat bagi kemanusiaan.
Bentuk dan Fungsi Fatis Dalam Gelar Wicara Youtube Metro TV "Sambo Batal Dihukum Mati, MA Dicaci" Yohanes Dwiki Hermawan Wicaksono
Jurnal Edu Aksara Vol 5 No 1 (2026): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v5i1.177

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi fatis dalam gelar wicara YouTube Metro TV bertajuk “Sambo Batal Dihukum Mati, MA Dicaci”, serta merumuskan implikasinya berupa draf modul ajar teks puisi di SMP. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengaplikasikan teori kategori fatis Kridalaksana (1990). Data diperoleh melalui metode simak dengan teknik bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat terhadap tuturan pembawa acara serta narasumber dalam video tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya 197 data fatis yang terdiri atas 180 partikel fatis, 1 kata fatis, dan 16 frasa fatis. Dari keseluruhan data tersebut, teridentifikasi 26 variasi fungsi fatis, di antaranya berfungsi untuk menghaluskan perintah, menekankan kesalahan kawan bicara, hingga menekankan pengakuan kesalahan pembicara. Temuan sosiopragmatik ini diimplementasikan ke dalam pengembangan modul ajar materi mengenal puisi bagi siswa SMP Fase D untuk memperkaya kreativitas pilihan diksi siswa. Kata Kunci: fatis, gelar wicara, YouTube, modul ajar.     Abstract. This study aims to describe the forms and functions of phatic in a Metro TV YouTube talk show titled "Sambo Batal Diputus Mati, MA Dicaci" (Sambo Batal Diputus Mati, MA Dicaci), and to formulate its implications in the form of a draft poetry text teaching module for junior high school students. This research is descriptive qualitative, applying Kridalaksana's (1990) phatic category theory. Data were obtained through listening with the Free Participation (SBLC) technique and note-taking techniques of the presenter and resource persons in the video. The results showed 197 phatic data items, consisting of 180 phatic particles, 1 phatic word, and 16 phatic phrases. From this data, 26 variations of phatic functions were identified, including softening commands, emphasizing the interlocutor's mistakes, and emphasizing the speaker's admission of mistakes. These sociopragmatic findings were implemented in the development of a poetry teaching module for Phase D junior high school students to enrich students' diction choices. Keywords: phatic, talk show, YouTube, teaching module.
Representasi Diksi Bermuatan Kebencian dalam Komentar Instagram terhadap Akun Syekh Ahmad Al Misry: Kajian Linguistik Forensik andini; Apriwansyah Rymon Saputra; Andini Sewalra Widuna; Tiara Oktaviana Situmorang; Kelvin Pradifta Riadi; Hafizah Ramadhani; Roma Kyo Kae Saniro; Zahara Amirela Putri
Jurnal Edu Aksara Vol 5 No 1 (2026): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v5i1.346

Abstract

Abstrak: Media sosial telah menjadi ruang publik digital yang memungkinkan pengguna mengekspresikan pendapat secara terbuka melalui fitur komentar. Namun, kebebasan berekspresi tersebut juga berpotensi melahirkan praktik komunikasi yang mengandung penghinaan, pelabelan negatif, dan ujaran bermuatan kebencian. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan fungsi penggunaan diksi bermuatan kebencian dalam kolom komentar Instagram terhadap akun Syekh Ahmad Al Misry. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif linguistik forensik. Data penelitian berupa komentar pengguna Instagram yang dikumpulkan melalui teknik observasi nonpartisipatif dan dokumentasi digital pada unggahan yang berkaitan dengan isu publik yang sedang berkembang. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, identifikasi bentuk diksi, kategorisasi berdasarkan fungsi pragmatik, dan interpretasi konteks sosial bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan diksi dalam komentar cenderung terbagi ke dalam tiga bentuk dominan, yaitu (1) pelabelan negatif dan delegitimasi identitas, (2) sarkasme dan cemoohan melalui pemilihan leksikal bernilai peyoratif, serta (3) provokasi dan ekspresi agresif yang diarahkan pada pembentukan citra negatif terhadap subjek. Selain itu, ditemukan penggunaan istilah eufemistis dan slang sebagai strategi penyamaran ujaran yang tetap mempertahankan muatan evaluatif negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana pertukaran opini, tetapi juga ruang pembentukan persepsi sosial melalui pilihan bahasa tertentu. Kata kunci: ujaran kebencian; linguistik forensik; media sosial; Instagram; diksi   Abstract: Social media has become a digital public space that allows users to express their opinions openly through the comment feature. However, this freedom of expression also has the potential to give rise to communication practices that contain insults, negative labeling, and hate speech. This study aims to analyze the forms and functions of the use of hate-filled diction in the Instagram comment column on the account of Sheikh Ahmad Al Misry. The study uses a descriptive qualitative approach with a forensic linguistic perspective. The research data consists of Instagram user comments collected through non-participatory observation techniques and digital documentation on posts related to developing public issues. The data were analyzed through the stages of data reduction, identification of diction forms, categorization based on pragmatic functions, and interpretation of the social context of language. The results of the study indicate that the use of diction in comments tends to be divided into three dominant forms, namely (1) negative labeling and identity delegitimization, (2) sarcasm and ridicule through the selection of pejorative lexical values, and (3) provocation and aggressive expressions aimed at forming a negative image of the subject. Furthermore, the use of euphemistic and slang terms was found as a strategy to disguise speech while maintaining negative evaluative content. This finding suggests that social media is not only a means of exchanging opinions but also a space for shaping social perceptions through specific language choices. Keywords: hate speech; forensic linguistics; social media; Instagram; diction
Pengaruh Bahasa Gaul dan Minang Terhadap Pemahaman Bahasa Indonesia pada Generasi Muda Sumatera Barat Ummu Syuhada El Azizah; Annisatul Munawarah; Sausan Ifftajna; Caisya Paradiva; Rindiani Zulaykah; Ahmad Iqbal; Aisyah Putri Nabila; Aurel Kamila Putri; Muhammad Jerry Dermawan
Jurnal Edu Aksara Vol 5 No 1 (2026): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v5i1.347

Abstract

Abstrak: Bahasa Indonesia memiliki kedudukan strategis sebagai bahasa persatuan dan negara, namun eksistensinya kini menghadapi tantangan akibat maraknya penggunaan bahasa gaul dan pengaruh bahasa daerah, khususnya bahasa Minang di kalangan generasi muda Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab, dampak, serta upaya meningkatkan pemahaman bahasa Indonesia yang baku pada generasi muda Sumatera Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang berumur 16–30 tahun dan berdomisili di Sumatera Barat. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 115 responden yang tersebar di 16 wilayah Sumatera Barat menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul dan Minang didorong oleh rasa kenyamanan komunikasi, kebutuhan identitas budaya, serta pengaruh lingkungan dan media sosial. Secara subjektif, generasi muda masih merasa bangga dan termotivasi mempelajari bahasa Indonesia, namun analisis kritis berdasarkan teori interferensi dan pergeseran bahasa mengungkapkan adanya dampak laten berupa ketidaksadaran terhadap penyimpangan kaidah yang berpotensi mengikis kemampuan berbahasa baku, terutama dalam konteks formal. Upaya yang paling disarankan adalah penerapan wajib berbahasa Indonesia di lingkungan pendidikan serta program pendukung yang menarik, guna menyeimbangkan pelestarian bahasa daerah dan bahasa nasional. Kata Kunci: Bahasa gaul; Bahasa Minang; Bahasa Indonesia; Pemahaman bahasa; Generasi muda. Abstract: Indonesian holds a strategic position as the language of unity and the state language, however its existence now faces challenges due to the widespread use of slang and the influence of regional languages, particularly the Minang language, among the younger generation in West Sumatera. This study aims to identify the contributing factors, impacts, and effort to improve the understanding of standard Indonesian among the younger generation in West Sumatera. The method used in this study is descriptive quantitative research conducted by distributing questionnaires to respondents aged 16–30 years residing in West Sumatera. The results of this study, based on 115 respondents spread across 16 regions in West Sumatera, indicate that the use of slang and the Minang language is driven by a sense of comfort in communication, the need for cultural identity, as well as the influence of the environtment and social media. Subjectively, the younger generation still feels proud and motivated to learn Indonesian, however a critical analysis based on interference and language shift theories reveals latent impacts in the form of unconscious deviations from grammatical norms that have the potential to erode proficiency in standard language, particularly in formal context. The most recommended approach is the mandatory use of Indonesian in educational settings, along with engaging support programs, to balance the preservation of regional languages and the national language. Keywords: Slang; Minang language; Indonesian language; Language comprehension; Young people
Sosialisasi SAFEYE-AI sebagai Media Edukasi Pencegahan Bullying bagi Siswa Madrasah Yasmin Maulidia Andini Putri; Rania Ayu Praesmawardhani; Hamim Thohari Mahfudhillah; Annisaa Ahmada Atusta
Jurnal Edu Aksara Vol 5 No 1 (2026): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v5i1.398

Abstract

Perundungan merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengganggu terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik. Upaya pencegahan bullying tidak hanya memerlukan edukasi kepada siswa, tetapi juga dapat didukung oleh pemanfaatan teknologi sebagai media edukasi dan pengawasan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan SAFEYE-AI sebagai media edukasi pencegahan bullying sekaligus mengetahui respons siswa terhadap implementasi sistem tersebut. Sosialisasi dilaksanakan kepada 121 siswa MTsN 6 Malang dengan materi yang meliputi pengertian dan jenis bullying, dampak bullying, mekanisme kerja SAFEYE-AI berbasis Artificial Intelligence dan CCTV, fitur sistem, manfaat implementasi, serta peran siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Setelah kegiatan, siswa mengisi angket untuk mengetahui pemahaman, persepsi keamanan, penerimaan teknologi, penilaian tampilan sistem, manfaat, etika dan privasi, serta penilaian umum terhadap SAFEYE-AI. Hasil angket menunjukkan respons positif siswa dengan persentase keseluruhan sebesar 83,9%. Aspek persepsi keamanan dan pemahaman terhadap SAFEYE-AI memperoleh respons yang tinggi, sedangkan aspek tampilan sistem memperoleh nilai terendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa SAFEYE-AI dapat diterima siswa sebagai teknologi pendukung lingkungan sekolah yang aman sekaligus sebagai media edukasi mengenai pencegahan bullying. Sosialisasi juga menunjukkan pentingnya mengintegrasikan pemanfaatan teknologi dengan edukasi, keterlibatan siswa, dan upaya preventif sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan bebas bullying.

Page 11 of 12 | Total Record : 111