cover
Contact Name
Muhamad Basyrul Muvid
Contact Email
muvid@dinamika.ac.id
Phone
+6285732569344
Journal Mail Official
jurnal.eduaksara@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wonocolo Utara Gg. V No.18 Jemur Wonosari, Kec. Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Edu Aksara : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Published by CV. Global Aksara Pers
ISSN : 2962715X     EISSN : 28304721     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10842750
Edu Aksara : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan merupakan jurnal yang fokus menerbitkan artikel ilmiah dalam bidang pendidikan dan kebudayaan yang diterbitkan oleh CV. Global Aksara Pers. Jurnal Edu Aksara : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan pertama kali terbit pada tahun 2022 dengan ruang lingkup artikel yang diterima yaitu pendidikan, pembelajaran, pemikiran pendidikan, metode, strategi dan media pembelajaran, sosial budaya, seni budaya dan topik kebudayaan dan peradaban lainnya. Jurnal Edu Aksara terbit 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juni dan bulan Desember.
Articles 106 Documents
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERBASIS DIGITAL DAN INTEGRASI PRINSIP-PRINSIP AGAMA ISLAM DALAM TEORI BELAJAR Novita Sari, Nia; Hasanah, Syofiatul
Jurnal Edu Aksara Vol 2 No 2 (2023): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v2i2.188

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut adanya reorientasi yang mendalam dalam pengembangan sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Jurnal ini berupaya mengkaji secara komprehensif kerangka teoritis yang mendasari pengembangan sumber belajar PAI berbasis digital, dengan fokus utama pada integrasi teori-teori belajar utama (Behaviorisme, Kognitivisme, Konstruktivisme, dan Konektivisme) dan prinsip-prinsip ajaran Islam yang fundamental. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif- deskriptif. Analisis berfokus pada keterkaitan antara keempat teori belajar tersebut dengan desain dan implementasi sumber belajar digital PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan sumber belajar digital PAI yang efektif memerlukan adopsi eklektik dari berbagai teori belajar untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Secara khusus, teori Konektivisme menawarkan relevansi tertinggi di era digital karena fokusnya pada jaringan dan informasi. Lebih lanjut, keberhasilan kerangka teoritis ini sangat bergantung pada integrasi prinsip-prinsip dasar agama Islam, seperti tauhid (keesaan Allah), akhlak (moralitas), dan keseimbangan dunia- akhirat), ke dalam setiap tahapan desain. Integrasi ini berfungsi sebagai filter normatif sekaligus panduan substantif, memastikan konten yang dihasilkan tidak hanya relevan secara teknologi dan pedagogis, tetapi juga teologis dan moral bagi peserta didik.
PENERAPAN MEDIA TIKTOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT PRIBADI KELAS VII B Meidhita Putri, Alma
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v4i2.181

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan keterampilan menulis surat pribadi siswa kelas VII B di SMP Negeri 6 Purwokerto dengan memanfaatkan media TikTok. Permasalahan yang diidentifikasi berkaitan dengan tantangan siswa dalam menulis surat pribadi dengan sturktur yang koheren dan aturan linguistik. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 6 Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan jika penggunakan media TikTok dalam pembelajaran menulis surat pribadi mampu menumbukan kemampuan dan kreativitas menulis surat pribadi siswa. Penelitian ini juga berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia dengan memanfaatkan teknologi dan menunjukkan bahwa media TikTok sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa.
Strategi Kepemimpinan Perempuan dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan di Yayasan Darul-Ulum I, Lenteng Barat, Lenteng, Sumenep Anas Ilhami; Mohammad Hosnan
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v4i2.183

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menelaah sejauh mana kepemimpinan perempuan dalam mengembangkan lembaga pendidikna di Yayaysan Darul-Ulum I, Lenteng Barat, Lenteng, Sumenep. Fokus penelitian ini adalah pada strategi kepemimpinan perempuan. Untuk mengetahui hal tersebut peneliti akan menggali ruang lingkup permasalahan sebagai berikut: pertama, apa saja strategi yang diterapkan oleh kepemimpinan perempuan dalam mengembangkan lembaga pendidikan di Yayasan Darul-Ulum I; kedua, bagaimana tantangan yang dihadapi oleh kepemimpinan perempuan dalam mengembangkan lembaga pendidikan; ketiga, bagaimana efektivitas kepemimpinan perempuan dalam mengembangkan lembaga pendidikan di Yayasan Darul-Ulum I. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif (field research). pendekatan tersebut digunakan untuk mendeskripsikan strategi kepemimpinan perempuan melalui relasi sosial, status sosial, prilaku, ide dan gagasan kepemimpinan perempuan. Teori yag digunakan dalam menanggapi permasalahan di atas adalah teori kepemimpinan transformasional Bernard M. Bass. Teori tersebut berfungsi menganalisa strategi, tantangan serta efektivitas kepemimpinan perempuan dalam mengembangkan sebuah lembaga pendidikan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa strategi kepemimpinan perempuan yang diterapkan meliputi beberapa hal, yaitu membangun kepemimpinan kolaboratif, pemberdayaan sumber daya manusia, penguatan visi misi sebagai sebuah komitmen, penguatan budaya disiplin, memanfaatkan teknologi, meningkatkan partisipasi stakeholder, berjejaring yang luas, partisipatif, penertipan arsip, perbaikan kurikulum, dan penerapan program mukim bagi kelas akhir, sementara tantangannya yaitu: resistensi kepemimpinan perempuan dan peranan ganda dari seorang perempuan itu sendiri. Maka dari itu kepemimpinan perempuan di Yayasan Darul-Ulum I dapat dikatakan efektiv dalam mengembangkan lembaga pendidikan.
PENTINGNYA PERWUJUDAN SILA KEEMPAT DAN KELIMA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA MENURUT PANDANGAN ISLAM Garfes, Harry Pribadi; Haqiqi, M Iqbal
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v4i2.194

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pentingnya sila keempat dan kelima Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia menurut perspektif Islam. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui kajian pustaka. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami hubungan antara sila-sila Pancasila dengan prinsip-prinsip Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa sila keempat, yang menekankan musyawarah, sejalan dengan konsep syura dalam Islam. Melalui musyawarah, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan diberikan ruang yang luas, mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan inklusivitas. Sementara itu, sila kelima yang menuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam, mencakup distribusi kekayaan yang adil, perlindungan hak-hak individu, dan penegakan hukum yang adil. Sinergi antara Pancasila dan pandangan Islam menghasilkan kerangka kerja yang kokoh bagi pembangunan negara yang berlandaskan keadilan, persatuan, dan kebersamaan. Kedua nilai ini tidak hanya menjadi prinsip hukum positif, tetapi juga ajaran moral yang diperlukan untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan memadukan nilai-nilai Pancasila dengan pandangan Islam, Indonesia bisa mewujudkan visi bersama sebagai negara yang demokratis, adil, dan sejahtera bagi semua warga. Untuk itu, penting bagi negara dan masyarakat Indonesia untuk menjaga dan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila serta nilai-nilai agama sebagai bagian penting dari identitas dan kehidupan berbangsa dan bernegara.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN PADA POSTINGAN @kemkomdigi DI INSTAGRAM Sensi, Faradilla Putri; Kyo Kae Saniro, Roma; Khairani, Ailla; Adiputra Pratama, Bintang; Sativo Yance, Bova; Tesalonika, Clarissa; Sadina, Kayana; Salwa Hasanah, Nailah; Kezie Aurella, Xendria
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v4i2.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa pentingnya penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah ejaan pada unggahan media sosial lembaga pemerintahan, termasuk akun Instagram @kemkomdigi. Namun ternyata, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai bentuk kesalahan ejaan, seperti ketidaktepatan huruf kapital, penggunaan huruf miring, kesalahan tanda baca, serta penulisan unsur serapan yang tidak sesuai. Penelitian ini menjabarkan tiga pertanyaan utama, yaitu: bentuk kesalahan ejaan apa saja yang muncul, bagaimana pembagiannya berdasarkan EYD Edisi V dan PUEBI, serta rekomendasi tentang apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas bahasa pada komunikasi digital. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa sejumlah unggahan Instagram yang mengandung unsur kebahasaan. Kesalahan-kesalahan tersebut akan diidentifikasi melalui proses pengkodean dan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, diantaranya adalah huruf, kata, tanda baca, dan kata serapan dengan berdasarkan pada teori analisis kesalahan Corder. Hasil penelitian ini menunjukkan kesalahan yang paling sering muncul adalah kapitalisasi, penggunaan huruf miring, tanda titik, tanda hubung, tanda petik, dan penulisan kata serapan yang tidak tepat. Pola kesalahan juga terlihat selalu berulang pada beberapa unggahan. Penelitian ini ikut andil dalam memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan pemahaman akan bahasa dan ejaan pada media sosial pemerintahan dan memperkuat profesionalitas mereka dalam berkomunikasi di ruang publik.
Rujukan Filsafat Ilmu dalam Integrasi Agama dan Sains serta Sejarah Perkembangannya MULY, MULYATI; Musthan, Zulkifli
Jurnal Edu Aksara Vol 5 No 1 (2026): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v5i1.259

Abstract

Filsafat, ilmu, dan agama merupakan tiga pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun peradaban manusia. Filsafat menyediakan fondasi konseptual yang memandu arah ilmu pengetahuan, sementara sains berperan sebagai manifestasi empiris dari refleksi filosofis. Agama, khususnya dalam tradisi Islam, memberikan nilai etis dan spiritual yang menjaga ilmu agar tidak kehilangan arah. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana filsafat berperan dalam mengintegrasikan ilmu dan sains, serta bagaimana pandangan Al-Qur’an dan sejarah Islam mendukung proses integrasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan merujuk pada karya-karya klasik filsafat Barat (Russell, Popper, Kuhn, Lakatos), serta karya filsuf dan cendekiawan Muslim (Al-Attas, Fazlur Rahman, Mulyadhi Kartanegara). Hasil kajian menunjukkan bahwa sejak Yunani Kuno hingga era kontemporer, ilmu pengetahuan tidak pernah terlepas dari kerangka filosofis. Pada masa keemasan Islam, integrasi filsafat, agama, dan sains melahirkan peradaban ilmu yang gemilang. Al-Qur’an sendiri mendorong manusia untuk menggunakan akal, meneliti fenomena alam, dan menjadikan ilmu sebagai sarana mengenal Allah. Relevansi kontemporer integrasi ini sangat kuat, terutama dalam menghadapi krisis lingkungan, tantangan etika teknologi, serta dehumanisasi akibat perkembangan sains modern. Dengan demikian, integrasi filsafat, ilmu, dan agama menjadi landasan penting untuk membangun ilmu pengetahuan yang utuh, bermakna, dan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Page 11 of 11 | Total Record : 106