cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 122 Documents
Studi Pengaruh Variasi Fraksi Volum Filler Terhadap Sifat Mekanik Komposit Matriks Polimer (PMC) Berpenguat Cangkang Kerang Hijau (Perna Viridis L.) Nurun Nayiroh; Kusairi Kusairi
Wahana Fisika Vol 6, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i1.33564

Abstract

A polymer matrix composite has been made to strengthen green mussel shell particles (Perna Viridis L.) as an effort to utilize the potential of green mussel waste for polymer composite filler material. The purpose of this study was to determine the effect of the volume fraction of the green mussel shell particles on the mechanical properties of polymer matrix composites. The mechanical properties tested are the tensile strength and impact strength of the Polymer Matrix Composite material. The matrix material used in this research is polyester Yucalak157 @ BQTN-EX with Methyl Ethyl Keton Peroxide as catalyst and filler material in the form of 100 mesh green mussel shell particles with a variation of the filler volume fraction of 10%, 20%, 30% and 40%. This composite manufacturing method is to use the hand lay up method. The results of this study, obtained tensile strength values between 32.81-39.77 MPa where the highest tensile strength was found in specimens with a filler volume fraction of 40% and the lowest in specimens with a filler volume fraction of 10%; and impact strength (ductility) between 0.190-0.317 J / mm2 where the highest impact value was found in the test sample with a filler volume fraction of 10% and the lowest was in the specimen with a filler volume fraction of 40%. The increase in tensile strength value is influenced by the addition of a larger filler composition. On the other hand, the durability / impact price decreases with the increase in filler given. Based on microstructural observations, the greater the filler composition added to the matrix can reduce the size of the voids formed in the composites that have been made, it can be interpreted that the distribution of fillers is more evenly distributed.
Optimasi dan Analisis Desain 3-D Piezoelectric Micropump pada Laju Aliran Fluida Nada Sadidah; Lilik Hasanah; Naftalia Trivenia Simbolon; Roer Eka Pawinanto; Chandra Wulandari; Budi Mulyanti; Ahmad Aminudin
Wahana Fisika Vol 7, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i1.43125

Abstract

Micropump adalah komponen penting dalam sistem mikrofluida dan digunakan untuk mengontrol jumlah cairan yang tepat dalam ukuran mikroliter hingga nanoliter. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi desain 3-D micropump yang menggunakan aktuator piezoelektrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simulasi dengan perangkat lunak COMSOL Multiphysics 5.6. Micropump dianalisis dengan memvariasikan radius inlet dan outlet, tegangan penggerak, serta frekuensi kerja untuk menemukan laju aliran tertinggi. Ukuran radius pada inlet dan outlet divariasikan dari 0,6 mm sampai 1,4 mm dengan interval sebesar 0,2 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radius yang lebih tinggi memiliki laju aliran yang lebih rendah karena efisiensi rektifikasi yang lebih rendah. Namun, terdapat nilai optimum pada radius 0,8 mm dengan laju aliran tertinggi pada inlet dan outlet masing-masing 0,941 mL/menit dan 0,957 mL/menit. Selain itu, kenaikan tegangan penggerak menyebabkan peningkatan laju aliran. Namun, pengaruh kenaikan frekuensi kerja terhadap laju aliran berbanding terbalik dengan kenaikan tegangan penggerak yang diterapkan pada aktuator piezoelektrik. Semakin tinggi nilai frekuensi kerja maka laju aliran fluida pada inlet maupun outlet terus mengalami penurunan. Laju aliran pada frekuensi yang lebih rendah menyebabkan membran dapat mencapai titik maksimum amplitudo getaran. Hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan optimasi desain pada aplikasi biomedis.
Fabrikasi Genteng Keramik dari Campuran Lempung dan Pasir Kuarsa (SiO2) dengan Teknik Kompaksi serta Sintering pada Suhu 800℃ Heri Kiswanto; Indah Nurhidayati; Ario Hendartono
Wahana Fisika Vol 8, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v8i1.57508

Abstract

Penelitian tentang fabrikasi genteng keramik dari campuran lempung dan pasir kuarsa (SiO2) sebagai bahan aditif telah dilakukan dengan baik. Fabrikasi dilakukan pada temperatur sintering 800⁰C yang ditahan selama 2 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memfabrikasi genteng keramik serta menentukan komposisi optimum bahan aditif pada dari genteng keramik. Komposisi bahan aditif ditentukan berdasarkan persentase massa. Sampel keramik dibuat dalam 4 komposisi yang berbeda dengan perbandingan pasir silika: lempung, yaitu 20%, 40%, 60% dan 80%. Karakterisasi dan pengujian meliputi uji densitas, porositas, serta uji kekerasan. Selain itu juga dilakukan pengamatan mikrografi dengan menggunakan mikroskop optik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keramik dengan komposisi 80% lempung, 20% silika memiliki hasil yang optimum. Pada komposisi tersebut genteng keramik memiliki densitas 1,35g/cm3, porositas 14,68%, kekerasan 268,04 kgf/mm2. Pengamatan morfologi menunjukkan terdapat pengurangan pori-pori pada keramik dengan penambahan komposisi silika.
Aplikasi Metode Ground Penetrating Radar Terhadap Pola Retakan Di Bendungan Batu Tegi Lampung Somantri Aji; Pulung Arya; Mimin Iryanti
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4529

Abstract

Munculnya retakan pada urugan bendungan Batu Tegi Lampung sangat mengganggu keselamatan diwilayah tersebut. Dalam hal ini perlunya dilakukan investivigasi terhadap retakan – retakan yang muncul dipermukaan urugan bendungan. Penelitian Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan metode geofisika sebagai alat bantu untuk penelitian geologi bawah permukaan dangkal dan terperinci. Penetrasi kedalaman metode GPR ini sangat bergantung pada sifat listrik geologi bawah permukaan dengan prinsip kerja pengirim dan penerima pulsa gelombang, sehingga akan muncul struktur lapisan bawah permukaan karena terdapatnya anomali bawah permukaan pada radargram.  Pengolahan serta interpretasi data georadar pada penelitian ini menggunakan software Reflexw. Sehingga hasil penelitian dari metode GPR ini menunjukan pola retakan yang muncul pada urugan bendungan Batu Tegi. Yang nantinya dapat dipergunakan untuk membantu perencanaan mengevaluasi desain, kontruksi pada urugan bendungan maupun perencanaan mitigasi.
Pemodelan Dan Simulasi Microring Resonator Dengan Variasi Kopling Sebagai Sensor Dan Perangkat Telekomunikasi Muhammad Zakaria; Lilik Hasanah; Endi Suhendi
Wahana Fisika Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i1.7023

Abstract

Untuk memperluas dan menghasilkan kualitas sensor yang baik dari Microring Resonator salah satu objek yang dapat divariasikan ialah kopling dalam devais Microring Resonator. Variasi kopling yang gunakan 0.25, 0.3, 0.5, 0.7. untuk luas sensing dapat dilihat pada FSR (Free Spectral Range) dan kualitas sensor dapat dilihat pada FWHM (full width half maksimum) sebagai parameter sensor dan perangkat telekomunikasi. FSR tidak dipengaruhi oleh kopling hanya dipengaruhi oleh jari-jari dan panjang gelombang. Dengan panjang gelombang yang digunakan 1300 dan 1350. FSR terbesar didapat pada nilai 1350. Kualitas sensor yang kita lihat pada FWHM. FWHM terbesar didapat pada 1350 (panjang gelombang) dan 0.7 lebar koplingnya.In order to improve the performace of microring resonator, the object that can be varied is the coupler in the microring resonator device. The values of the coupler that varied is 0.25, 0.3, 0.5 and 0.7 in nanometer. For the sensing range of the device can be observed in the FSR (Free Spectral Range) and the sensor quality can be observed in FWHM (full width half maximum) as the sensor's parameter and communication device. The FSR was not affected by the coupler but by the radius and the wavelength. In this paper the wavelength that is used are 1300 and 1350. The highest FSR obtained at the 1350 wavelength. The sensor quality is at best when the coupler is 0.7 nm with 1350 wavelength.
PENENTUAN JEBAKAN SISTEM HIDROKARBON DENGAN METODE GAYA BERAT DI DAERAH MAJALENGKA Lutfi Munawar Al-anshori; Dadan Dani Wardhana; Dadi Rusdiana
Wahana Fisika Vol 3, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i1.10407

Abstract

Penentuan jebakan sistem hidrokarbon menggunakan metode gayaberat berada di daerah Majalengka, Jawa Barat. Data geologi regional daerah penelitian menunjukan adanya potensi jebakan sistem hidrokarbon, sehingga untuk tujuan identifikasi adanya potensi jebakan hidrokarbon perlu dilakukan survei eksplorasi geofisika pada daerah penelitian. Survey eksplorasi geofisika melalui meotde gayaberat menghasilkan nilai anomali bouguer lengkap yang telah dilakukan koreksi. Kemudian hasil pengolahan data diplot menjadi peta kontur anomali bouguer dan akan dijadikan acuan dalam pembuatan model 2D. Berdasarkan hasil pemodelan, pada model lintasan A-A’ diindentifikasi adanya jebakan sistem hidrokarbon berupa batuan induk dengan nilai densitas 2,7 gr/cc, reservoir dengan nilai densitas 2,65 gr/cc, lapisan penutup dengan nilai densitas 2,25 gr/cc, serta adanya bentuk struktur berupa jebakan antiklin. Determination of traps of hydrocarbon systems using alternative methods in Majalengka, West Java. The geological data of the research area shows the potential of traps of the hydrocarbon system, so for the purpose of identifying the potential of hydrocarbon traps it is necessary to conduct geophysical survey in the research area. Survey of geophysical exploration through gravity method of complete bouguer anomaly has been done. Then the result of data processing is plotted into contour map of bouguer anomaly and will be used as reference in making 2D model. Based on the modeling results, the AA trajectory models identified the traps of the hydrocarbon system with the parent rock with a density of 2.7 g/cc, a reservoir with a density of 2.65 g/cc, a seal with a density value of 2.25 g/cc, and the structure of anticline traps. Keywords: gravity method, trap, hydrocarbon system, densityKata Kunci : metode gayaberat, jebakan, sistem hidrokarbon, densitas
Cover Vol 3 No 2 2018 Wahana Fisika
Wahana Fisika Vol 3, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i2.14525

Abstract

DAFTAR ISI RUANG LINGKUP DAN INFORMASI JURNAL DEWAN REDAKSI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Identifikasi Daerah Longsor Kecamatan Bagelen menggunakanMetode Mikrotremor(Gofur Dyah Ayu Gilang Pertiwi, Nugroho Budi Wibowo, Denny Darmawan)Aplikasi Reservoir Saturation Tool (RST) Log Pada Cased Hole Well UntukEvaluasi Kandungan Hidrokarbon Di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur(Priyo Hutomo, Yatini)Penyimpangan Titik Pusat Optik Lensa (OC) Dengan Jarak Pupil (PD) PemakaiKacamata(Hanna Nurul Husna, Fidiawati Bambang, Dian Laela Sari)Penentuan Suhu Nol Mutlak melalui Praktikum Termodinamika menggunakanHukum Charles(Defrianto Pratama, Ratu Fenny Muldiani, Kunlestiowati Hadiningrum)Prototipe Sistem Kendali Suhu dan Kelembaban Kandang Ayam Broiler melaluiBlynk Server berbasis Android(Fitri Puspasari, Imam Fahrurrozi, Trias Prima Satya, Galih Setyawan, MuhammadRifqi Al Fauzan)
Proses Transmetalasi Gd3+ pada Glomerulus Ginjal: Sebuah Studi Memanfaatkan Monte Carlo Cell Sesilia Shanly Yapary; Adita Sutresno; Jodelin Muninggar
Wahana Fisika Vol 9, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i1.60674

Abstract

Agen Kontras Berbasis Gadolinium (GBCA) telah dipakai sebagai agen kontras pertama sebagai media kontras Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada tahun 1988. Gadolinium secara inheren beracun bagi manusia dalam bentuk bebasnya (Gd3+). Gadolinium (GBCA) membentuk ikatan kompleks yang stabil dengan agen kelat dan menciptakan pelindung untuk jaringan terhadap interaksi dengan ion Gd3+. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses terdeposisinya Gd3+ dengan kelat linier pada organ glomerulus ginjal. Interaksi antara ion Gd3+ dan Zn2+ dapat mempengaruhi kompleksitas dari kelat pembungkus Gd3+proses ini disebut transmetalasi. Hasil interaksi Gd3+ dapat terdeposisi dan menjadi toxic bagi tubuh sehingga diperlukan simulasi untuk melihat proses mekanisme tedeposisinya Gd3+ dengan studi Monte Carlo Cell untuk memperoleh probabilitas maskimum. Variasi jumlah ion Gd3+ menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi Gd3+, proses transmetalasi antara Gd3+ dan Zn2+ akan semakin banyak terjadi. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah kelat Gd3+ yang berikatan dengan Zn2+. Gd3+ yang terlepas dari kelat akan menjadi ion Gd3+ murni yang dapat terdeposisi pada organ glomerulus ginjal.
IDENTIFIKASI DAERAH LONGSOR KECAMATAN BAGELEN MENGGUNAKAN METODE MIKROTREMOR Gofur Dyah Ayu Gilang Petiwi; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Wahana Fisika Vol 3, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i2.12740

Abstract

Kecamatan Bagelen merupakan wilayah di sisi barat Pegunungan Menoreh yang mengalami tanah longsor akibat adanya perubahan kondisi geologi menjadi material lepas dan terlongsorkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik daerah longsor di Kecamatan Bagelen berdasarkan persebaran dan pemodelan parameter mikrotremor, yaitu frekuensi predominan, faktor amplifikasi, ketebalan lapisan sedimen, dan indeks kerentanan seismik. Data mikrotremor diolah dengan metode HVSR dan metode Ellipticity Curve. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai  daerah longsor adalah 6-8 Hz, nilai  adalah 6-7, dan nilai  adalah 5×10−4 - 1,1×10−3 s2/m. Ketiga parameter tersebut berada dalam kategori sedang hingga tinggi serta nilai ketebalan sedimen 20-50 m.Bagelen District located in the west of Menoreh Mountain that had landslide caused by deformation. The research aimed to characterize the landslide area in Bagelen District based on microtremor parameters: predominant frequency, amplification factor, sediment layer thickness, and seismic vulnerability index. Data in the form ofmicrotremor signals were then processed by HVSR and ellipticity curve method. The results of the research showed that the value of ????0 ranged from 6 to 8 Hz, the value of ???? ranged from 6 to 7, the value of ???? ranged from 20 to 50 m and the value of ???????? ranged from 5×10−4 - 1,1×10−3 s2/m. The parameter was on medium and high categories with 20 - 50 m sediment layer thickness.
ANALISIS KINERJA LEVEL SWITCH VIBRO SEBAGAI PENGGANTI LEVEL SWITCH CONDUCTIVITY PADA SISTEM UAP DI PT INDONESIA POWER UPJP KAMOJANG UNIT PLTP KAMOJANG Dini Hadiyani; Yuyu Rachmat Tayubi; Wawan Kurniawan
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.20324

Abstract

ABSTRAKSalah satu instrumen level yang terpasang di unit pembangkit adalah level switch. Pada penelitian ini, level switch digunakan sebagai sistem proteksi ketinggian level air pada kondensor agar level air tetap terjaga. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi ketinggian level air adalah level switch tipe vibro yang menggunakan prinsip getaran sebagai batas pengukurannya. Metode yang digunakan dalam pengukuran level air ini yaitu dengan mendeteksi perubahan nilai arus berdasarakan perubahan frekuensi getaran yang ditimbulkan oleh fluida. Level switch vibro ini diletakkan pada ketinggian level air maksimum, dan pada ketinggian level air minimum yang bertujuan agar level air yang terdeteksi hanya ketinggian level air pada saat air kondensor penuh atau pada saat ketinggian level air kondensor surut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai frekuensi 150 Hz yang mengindikasikan tuning garpu tidak terendam fluida atau ketinggian air minimum, maka arus yang dihasilkan sebesar 16 mA. Kemudian pada saat nilai frekuensi 50 Hz yang mengindikasikan tuning garpu telah terendam fluida atau ketinggian air maksimum, arus yang dihasilkan sebesar 8 mA. Nilai arus tersebut digunakan untuk memerintah level switch agar mematikan atau mengaktifkan pasokan air pada kondensor agar tetap terjaga. Dengan menggunakan level switch tipe vibro ini, akurasi yang dihasilkan pun lebih baik dan juga kinerja yang dihasilkannya dinilai lebih handal dan akurat. Kata Kunci : Frekuensi; Ketinggian Air; Level Switch Vibro  ABSTRACT One level instrument installed in the generating unit is a level switch. In this study, the level switch is used as a water level altitude protection system in the condenser so that the water level is maintained. The sensor used to detect water level heights is a vibro type level switch that uses the principle of vibration as the measurement limit. The method used in the measurement of the water level that is by detecting changes in current value on the terms of the vibration frequency changes caused by the fluid. This vibro level switch is placed at the maximum water level height, and at the minimum water level height that aims to detect the water level only at the level of the water level when the condenser water is full or when the condenser water level recedes. Based on the research that has been done, the frequency value of 150 Hz indicates that the tuning of the fork is not submerged by fluid or the minimum water level, then the current generated is 16 mA. Then when the frequency value of 50 Hz indicates that the tuning fork has been submerged by fluid or the maximum water level, the current generated is 8 mA. The current value is used to rule the level switch to turn off or activate the water supply on the condenser to keep it awake. By using this type of Vibro switch, the resulting accuracy is better and also the performance produced is considered more reliable and accurate. Keywords: Frequency; Water Level Altitude; Vibro Level Switch

Page 2 of 13 | Total Record : 122