cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 122 Documents
Simulasi Dinamika Fluida Dam Break 2D Menggunakan Metoda Beda Hingga Skema Forward Time Backward Scheme (FTBS) Ilham Adi Panuntun; Rida SN Mahmudah; Restu Widiatmono; Denny Darmawan
Wahana Fisika Vol 7, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i1.46974

Abstract

Dam break merupakan salah satu simulasi dasar dalam komputasi dinamika fluida yang sering digunakan sebagai benchmark. Penelitian ini bertujuan membuat simulasi dam break 2D menggunakan metoda beda hingga skema Forward Time Backward Scheme (FTBS) yang tervalidasi oleh solusi analitis dan hasil dari penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini, dibuat solusi numerik untuk persamaan Shallow Water (SWE) atau Saint-Venant yang didasarkan pada kekekalan massa dan momentum yang diturunkan dari persamaan Navier-Stokes. Kode simulasi  numerik dibuat menggunakan metoda beda hingga yang merupakan metoda paling umum dan paling sederhana untuk pemodelan dam break. Skema numerik yang digunakan adalah Forward Time Backward Scheme (FTBS). Pada tahap awal, dibuat simulasi dam break 1D yang hasilnya divalidasi dengan solusi analitik. Dari hasil analisis data, diperoleh nilai RSME yang relatif kecil, yaitu 0,0076. Selanjutnya, code tersebut dikembangkan untuk membuat simulasi dam break 2D yang hasilnya dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. Hasil  perbandingan secara kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwa code simulasi 2D yang dibangun dengan FTBS dapat merepresentasikan fenomena dam break dengan cukup memuaskan.
Potensi Genangan Banjir Berdasarkan Nilai Porositas Dan Resistivitas Batuan Di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu Geri Budianto; Jesika Erni Elfrita Sinaga; Vinki Loverly Pritama; Suhendra Suhendra; Halauddin Halauddin
Wahana Fisika Vol 8, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v8i1.57874

Abstract

Penelitian tentang potensi genangan banjir di Kecamatan Muara Bangkahulu yang merupakan merupakan daerah rawan bencana banjir telah dilakukan dengan baik. Penelitian ini mengidentifikasi persebaran Akuifer, porositas batuan, dan kondisi geologi untuk melihat daerah yang terdampak genangan banjir bencana banjir di Kecamatan Muara Bangkahulu dengan metode Vertical Electrical Sounding (VES) menggunakan konfigurasi Schlumberger di 40 titik penelitian. Akuisisi data lpangan mengunakan alat Geolistrik IP Meter MAE X612-EM, data yang diperoleh kemudian diperoses menggunakan software Progress 3.0 lalu didapatkan penampang Resistivity Log 1D, setelah itu dilakukan pemodelan 3D mengunakan software Voxler 4 untuk mendapatkan gambaran persebaran Akuifer ,dan porositas batuan, struktur bawah permukaan secara perlapisan. hasil model 3D kemudian di petakan berdasarkan kedalaman akuifer 2m–3m menggunakan software ArcGis 10.8 untuk melihat daerah genangan banjir. Hasil interpretasi diketahui bahwa lapisan akuifer di Kecamatan Muara Bangkahulu memiliki komposisi antara pasir dan kerikil yang memiliki nilai resistivitas 0 Ω.m–25 Ω.m dan porositas batuan 5%-65%. daerah rawan banjir memiliki Akuifer dengan kedalaman 2m–3m yang berada pada kelurahan Rawa Makmur, Rawamakmur Permai, Bentiring Permai dan di perbatasan antara Kandang Limun dengan Pematang Gubernur dengan luas daerah genangan banjir 84,99 Ha.
Penentuan Karakteristik Tremor Gunungapi Semeru Jawa Timur Berdasarkan Analisis Spektral (Studi Kasus: Oktober 2015-Desember 2015) Dea Hertiara Municha; Mimin Iryanti; Hetty Triastuty
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4530

Abstract

Gunungapi Semeru merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia dengan tipe erupsi vulkanian dan strombolian. Penelitian ini menggunakan data seismik digital G. Semeru yang terekam pada bulan Oktober 2015- Desember 2015. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu data tremor vulkanik gunungapi Semeru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan aktivitas vulkanik yang berdasarkan pada perubahan kegiatan tremor vulkanik. Tremor vulkanik merupakan gempa yang sering terjadi di sekitar gunungapi, gempa ini terjadi akibat aktivitas pergerakan magma ke atas di dalam gunungapi. Salah satu cara untuk mengetahui karakteristik aktivitas Gunung Semeru yaitu dengan analisis spektral. Analisis spektral ini dilakukan dengan menerapkan Fast Fourier Transform. Tujuan dari transformasi ini adalah untuk merubah sinyal dari domain waktu ke domain frekuensi sehinggal diperoleh spektrum frekuensi dari sinyal-sinyal vulkanik. Berdasarkan analisis spektral pada gunung Semeru ini didominasi tremor harmonik yang memiliki ciri-ciri bentuk sinyal puncak spektral yang teratur serta memiliki frekuensi dasar tremor harmonik berkisar 0.1 Hz-2 Hz, sedangkan frekuensi dominan tremor harmonik berkisar 0.2 Hz-3.5 Hz, serta kandungan frekuensi tremor G. Semeru tergolong rendah. Serta terjadi  perubahan tertinggi frekuensi dasar dan frekuensi dominan pada stasiun Puncak.
Studi Penentuan Anomali Situs Purbakala di Tapanuli Tengah Dengan Metode Geomagnetik Jamaludin Hasibuan; Asdiati Berutu; Halimahtun Sakdiah; Rahmatsyah Rahmatsyah
Wahana Fisika Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i1.7040

Abstract

Penelitian penentuan anomali magnetik situs arkeologi di Tapanuli Tengah dengan metode geomagnetik telah dilakukan untuk mengetahui adanya penampang anomali magnetik di lokasi Lobu Tua. Metode pengukuran Geomagnet menggunakan tipe PPM (Proton Precession Magnetometer) Elsec 770, pengambilan data dilakukan secara acak dengan jumlah titik yang diperoleh 51 titik pengukuran, pengolahan data menggunakan surfer 11 untuk mendapatkan peta kontur dan Mag2DC for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran struktur pelapis Lobu Tua menggunakan metode geomagnet menyebar secara vertikal dan horizontal. Anomali dengan metode geomagnetik memiliki nilai terendah - 122,34 nT dan nilai tertinggi adalah -100,34 nT, dan nilai suseptibilitas 0,77, 0,87, 0,91 dimana model anomali permukaan didominasi oleh batuan alluvium sesuai dengan Peta geologi.Research on the determination of anomaly archaeological site in Central Tapanuli by geomagnetic method has been done in order to know the magnetic anomaly cross section of Lobu Tua site. Geomagnet measurement method using PPM (Proton Precession Magnetometer) type Elsec 770, data retrieval is done randomly with number of point obtained 51 point measure, data processing using surfer 11 to get contour map and Mag2DC for windows. The result of the research shows that the dissemination of Lobu Tua's site coating structure using geomagnet method is spread vertically and horizontally. The anomaly with geomagnetic method has the lowest value - 122,34 nT and the highest value is -100,34 nT, and the susceptibility value 0,77, 0,87, 0.91 where the surface anomaly model is dominated by alluvium rocks according to the geological map.
ANALISIS FREKUENSI KOMPLEKS GEMPA TORNILLO BERDASARKAN DATA SEISMOGRAM GUNUNGAPI LOKON WILAYAH SULAWESI UTARA PERIODE MEI 2017 Ida Pratiwi; Andi Suhandi; Devy Kamil Syahbana
Wahana Fisika Vol 3, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i1.10837

Abstract

Gunung api Lokon merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Gunung Lokon terletak di kota Tomohon, Sulawesi Utara. Salah satu jenis klasifikasi gempa bumi pada Gunung api yaitu gempa Tornillo. Gempa Tornillo terjadi pada gunung api yang berada pada wilayah sesar tepatnya zona rekahan dangkal dimana rekahan mengalami getaran karena terisi oleh fluida. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi dinamika fluida dalam tubuh Gunung api Lokon pada bulan Mei 2017 berdasarkan analisis frekuensi kompleks gempa Tornillo. Hasil penelitian ini dapat mengestimasi dinamika fluida Gunung api Lokon dan mengidentifikasi konten fluida maupun dinamika dimensi kerak. Penelitian ini menggunakan data seismik digital Gunung api Lokon yang terekam pada bulan Mei 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SOMPI dengan parameter frekuensi kompleks yang terdiri dari frekuensi osilasi (f) dan karakteristik peluruhan gelombang (Q-factor). Gempa Tornillo pada periode 13-22 Mei 2017, mempunyai distribusi nilai Q-factor berada pada rentang 50-500 dan frekuensi terdistribusi pada rentang 0,3-8 Hz dan nilai Q-factor dominan berada berada pada rentang 50-200 dengan frekuensi dominan terjadi pada rentang 2-3 Hz. Gempa Tornillo berada pada kedalaman dangkal yaitu kurang dari 1 km. Hasil analisis frekuensi kompleks memperkirakan bahwa terjadi letusan pada Gunung api Lokon periode bulan Mei 2017, dengan estimasi tipe letusan adalah  letusan freatik hingga freatomagmatik. komposisi fluida berupa misty gas, uap air dan partikel abu. Analisis frekuensi kompleks gempa Tornillo ini sangat bermanfaat dalam memperkirakan tipe letusan di masa yang akan datang.Lokon volcano is one of the active volcanoes in Indonesia. Mount Lokon is located in Tomohon city, North Sulawesi. One type of earthquake classification on Volcano is Tornillo earthquake. Tornillo earthquake occurred at the volcano which is in the fault zone is precisely a shallow fracture zone where the fracture is vibration because filled by fluid. This study aims to understand the fluid dynamics conditions in the Lokon Volcano body in May 2017 based on the complex frequency analysis of Tornillo earthquake. The results of this study can estimate the dynamics of Lokon Volcano and identify the fluid content as well as the dimensional dynamics of the crust. This research uses Lokon volcano digital data recorded in May 2017. The method used in this research is SOMPI method with complex frequency parameters consisting of oscillation frequency (f) and waveform decay characteristic (Q-factor). Tornillo earthquake in the period May 13 to May 22, 2017, has a distribution of Q-factor values in the range 50-500 and distributed frequencies in the range 0.3-8 Hz and the value of the dominant Q-factor is in the range 50-200 with the dominant frequency occurs in the range 2-3 Hz. The Tornillo Earthquake is at a shallow depth of less than 1 km. The result of complex frequency analysis is estimated that eruption at Lokon Volcano in period May 2017, with estimated eruption type is phreatic to freatomagmatic eruption. Estimation of fluid composition is misty gas, water vapor and ash particles. The complex frequency analysis of tornillo earthquake is very useful in estimation the type of eruption in the future.Keywords : Lokon, Complex Frequency, Tornillo, volcano
IDENTIFIKASI AKUIFER BERDASARKAN METODE GEOLISTRIK SUSUNAN SCHLUMBERGER DI KECAMATAN PEJAGOAN, KEBUMEN Nandian Mareta Hermawan; Chusni Ansori
Wahana Fisika Vol 4, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i1.14303

Abstract

IDENTIFIKASI AKUIFER BERDASARKAN METODE GEOLISTRIK SUSUNAN SCHLUMBERGER DI KECAMATAN PEJAGOAN, KEBUMENNandian Mareta1*, Chusni Ansori11Balai Informasi dan Konservasi Kebumian, LIPI, Jl. Kebumen-Karangsambung KM 19, Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah *Penulis Penanggungjawab. E-mail: nand015@lipi.go.id /nandianthea@gmail.com ABSTRAKIdentifikasi airtanah menggunakan metode geolistrik susunan Schlumberger telah dilaksanakan di kecamatan Pejagoan, Kebumen. Pejagoan ini merupakan salah satu kecamatan di Kebumen yang cukup cepat perkembangan penduduknya, sehingga kebutuhan sumberdaya air juga meningkat. Setiap musim kemarau resiko kekurangan air selalu terjadi di bagian utara wilayah kecamatan. Penelitian tentang potensi airtanah dalam masih jarang dilakukan, sehingga dilakukanlah kegiatan ini. Susunan Schlumberger merupakan salah satu metode dalam geolistrik untuk mengetahui variasi litologi bawah permukaan melalui perbedaan tahanan jenis batuan. Pengukuran geolistrik dilakukan di 13 lokasi secara sounding, panjang bentangan rata-rata 200-250 meter, dengan kedalaman yang dihasilkan antara 65 meter sampai 140 meter. Berdasarkan nilai tahanan jenis, dapat diinterpretasikan litologi yang dijumpai berupa soil, batu lempung tufaan basah, batupasir tufaan basah, batupasir tufaan kering, batu gamping dan tufa kering. Soil terdapat pada lapisan paling atas, dengan kedalaman 10 meter, ditandai dengan nilai tahanan jenis yang tidak sepenuhnya stabil. Batulempung tufan basah mempunyai nilai tahanan jenis kecil (kurang dari 20 ohmmeter). Batupasir tufan basah dengan nilai tahanan jenis 20-100 ohmmeter. Batupasir tufan kering dan batugamping nilai tahanan jenis antara 100 – 1.000 ohmmeter, sedangkan nilai tahanan jenis sangat besar (2.000 ohmmeter) diinterpretasikan sebagai tufa kering. Litologi yang dapat berfungsi sebagai akuifer setengah permeabel adalah batulempung tufaan basah dan batupasir tufaan basah.  Batulempung tufaan basah berada pada kedalaman 9 - 16 m, banyak mengalami kekar sehingga dimungkinkan sebagai akuifer dangkal.  Batupasir tufaan basah, pelamparannya lebih luas dapat berfungsi sebagai akuifer pada kedalaman 52 m dengan ketebalan 38 m. Sedangkan sebagai akuifer dangkal terdapat pada kedalaman 4 meter sampai 13 meter. Potensi air tanah pada akuifer dangkal sangat dipengaruhi oleh kondisi musim.Kata Kunci: Geolistrik, susunan Schlumberger, vertical electrical sounding, akuifer ABSTRACT Groundwater identification using the Schlumberger arrangement geoelectric method has been carried out in Pejagoan sub-district, Kebumen. Pejagoan is one of the sub-districts in Kebumen which has a fairly rapid development of its population, so that water resource needs are also increasing. Every dry season the risk of water shortages always occurs in the northern part of the sub-district. Research on the potential of deep groundwater is still rare, so this activity is carried out. Schlumberger arrangement is one of the geoelectric methods to determine subsurface lithology variations through different types of rock resistance. Geoelectric measurements were carried out in 13 locations by sounding, with an average stretch of 200-250 meters, with a depth of between 65 meters and 140 meters. Based on the type of resistivity value, it can be interpreted as lithology found in soil, wet tuff claystone, wet tuff sandstone, dry tuff sandstone, limestone and dry tuff. Soil is found in the uppermost layer, with a depth of 10 meters, which is characterized by a value of type resistance that is not completely stable. Wet tuff claystone has a small resistance value (less than 20 ohmmeter). Wet tuff sandstones with resistivity values of 20-100 ohmmeter. Dry tuff sandstones and limestone type resistivity values between 100 - 1,000 ohmmeter, while very large resistance values ( 2,000 ohmmeter) are interpreted as dry tuffs. The lithology that can function as a semi-permeable aquifer is wet tuff claystone and wet tuff sandstone. Wet tuff claystone is at a depth of 9-16 m, has a lot of strength so it is possible as a shallow aquifer. Wet tuff sandstones, wider dispersion can function as aquifers at a depth of 52 m with a thickness of 38 m. Whereas as a shallow aquifer there is a depth of 4 meters to 13 meters. The potential of groundwater in shallow aquifers is strongly influenced by seasonal conditions. Keywords: Geoelectric, Schlumberger arrangement, vertical electrical sounding, aquifer
Penentuan Tingkat-Tingkat Energi Vibrasi Molekul Hidrogen Pada Keadaan Elektronik Dasar Menggunakan Potensial Morse Redi Kristian Pingak; Albert Zicko Johannes
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.18614

Abstract

Pendekatan Born-Oppenheimer diterapkan untuk menghitung tingkat energi vibrasi keadaan dasar molekul hidrogen. Persamaan Schrodinger untuk inti atom diselesaikan dengan menggunakan metode semi-klasik, di mana inti atom diasumsikan bergerak secara klasik dalam sumur potensial dan energi vibrasi ditentukan dengan menerapkan aturan kuantisasi kuantum. Potensial yang digunakan pada penelitian adalah potensial Morse. Dalam penelitian ini, tingkat energi vibrasi dihitung dengan metode numerik, yaitu metode integrasi Simpson dan metode regula falsi. 15 Tingkat energi vibrasi dari molekul H2 diperoleh dan dibandingkan dengan data hasil eksperimen. Perbandingan ini mengindikasikan pendekatan yang digunakan pada penelitian ini memberikan hasil yang sangat akurat pada tingkat energi vibrasi yang relatif rendah (0≤n≤4), dengan kesalahan kurang dari 0,7%, dan untuk 5≤n≤8 dengan kesalahan maksimum 7,3%. Keakuratan menurun ketika tingkat energi vibrasi meningkat. Secara khusus, untuk n = 13 dan n = 14, kesalahan meningkat secara signifikan, menunjukkan gagalnya pendekatan ini untuk tingkat energi vibrasi yang relatif tinggi, khususnya untuk dua tingkat energi ini. Born-Oppenheimer approximation was applied to calculate vibrational energy levels of ground state of Hydrogen molecule. The Schrodinger equation for the nuclei was solved using a semi-classical method, in which the nuclei are assumed to move classically in a potential well and the vibrational energies are determined by applying the quantum mechanical quantization rules. Potential used in this research was the Morse potential. Here, vibrational energy levels of the molecule were calculated using numerical methods, i.e. Simpson integration method and false position method. 15 Vibrational energy levels of the H2 molecule were obtained and compared to the corresponding results from experiments. The comparison indicated that the approximation used in this research yielded very accurate results for relatively low vibrational levels (0≤n≤4), with errors being less than 0.7% and for 5≤n≤8 with maximum of 7.3% errors. The accuracy decreased as the vibrational levels increased, as expected. In particular, for n=13 and n=14, errors significantly increased, indicating the breakdown of the approximation for relatively high vibrational levels, in particular for these two energy levels.           Keywords: Hydrogen Molecule; Morse Potential; Born-Oppenheimer Approximation; Simpson Method; False Position Method
Analisis Korelasi Indeks Penguapan Dengan Sebaran Curah Hujan di Provinsi Aceh Putri Meinelva; Saumi Syahreza; Elin Yusibani
Wahana Fisika Vol 7, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i1.45040

Abstract

Laut menjadi sangat penting karena berperan dalam proses terbentuknya awan dan hujan. Perubahan suhu muka laut dapat mempengaruhi kondisi atmosfer begitu pula sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan hubungan antara indeks penguapan perairan di sekitar Provinsi Aceh dengan sebaran curah hujan di wilayah Provinsi Aceh. Analisis ini dihitung berdasarkan indikator suhu muka laut, suhu udara permukaan dan angin zonal permukaan. Analisis hubungan curah hujan dengan indeks penguapan menggunakan metode korelasi yang selanjutnya dispasialkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Aceh memiliki pola hujan yang beragam, curah hujan yang tinggi terjadi di wilayah tengah sampai ke wilayah barat selatan Provinsi Aceh dimana wilayah ini memiliki topografi tinggi, dan curah hujan semakin rendah ke arah timur dan utara Provinsi Aceh. Hubungan indeks penguapan di perairan sekitar Provinsi Aceh dengan sebaran curah hujan menunjukkan nilai korelasi yang sangat bervariasi, secara umum korelasi paling kuat terjadi di bulan Agustus dengan nilai korelasi 0,952 antara curah hujan di pos hujan Lamno dengan indeks penguapan di grid 17.The ocean is incredibly necessary as a role in the process of forming clouds and rain. Changes in sea surface temperature will affect part conditions and vice versa. This study purposed to reveal the connection between the evaporation index of the waters around Aceh Province and, therefore, the rainfall distribution in the Aceh Province. This analysis calculates supported sea surface temperature, surface air temperature, and surface zonal winds. Analysis of the relationship between rainfall and evaporation index mistreatment is the correlation technique that is then spatialized. The result shows that Aceh Province has a type of high rainfall pattern, that happens within the central region to the southwest region wherever this region is a high topography, while lower rainfall is obtained towards the east and north of Aceh Province. The correlation between the evaporation index in the waters around Aceh Province and therefore the distribution of rainfall shows an extremely variable correlation, generally, the strongest correlation occurs in August with a correlation value of 0.952 between rainfall in the Lamno rain post and the evaporation index on grid 17. 
Pengaruh Emisi Cahaya dari Data VIIRS Day/Night Band pada Kecerlangan Langit Malam di Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) Arwin Juli Rakhmadi; Ajraini Nazli; Hariyadi Putraga; Muhammad Hidayat
Wahana Fisika Vol 8, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v8i1.42451

Abstract

Sebagai tempat pengamatan astronomi, Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) membutuhkan kualitas langit malam yang bebas dari polusi cahaya. Atas dasar hal tersebut, penelitian ini melakukan analisa pengaruh polusi cahaya pada kualitas langit astronomis di OIF UMSU (3°34’56’’ LU dan 98°43’18’’ BT). Pengamatan kualitas langit malam dilakukan oleh OIF UMSU dari Februari 2018-Maret 2020 dengan Sky Quality Meter (SQM) fotometer pada arah zenit. Dari 588 hari pengamatan, Kami memperoleh rata-rata kecerlangan langit malam dan kecerlangan langit malam maksimum adalah 16,73 mpdbp dan 18,43 mpdbp. Nilai tersebut memberikan batas magnitudo pengamatan mata telanjang (NELM) masing-masing sebesar 2,86 dan 4,32. Untuk meninjau kontribusi cahaya artifisial pada kualitas langit malam di OIF UMSU, kami meninjau emisi cahaya malam hari dari pengamatan satelit Suomi National Polar-Orbiting Partnership (S-NPP) dengan sensor Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) dalam rentang tahun 2018-2020. Emisi cahaya malam hari di Kota Medan menunjukkan peningkatan sebesar 5,51-5,93%/tahun. Hubungan antara kecerlangan langit malam yang menggunakan SQM dan data VIIRS memiliki korelasi lemah dengan R2 = 0.03. Berbagai faktor mempengaruhi lemahnya korelasi tersebut, antara lain nilai kecerlangan langit malam yang dipengaruhi faktor cuaca dan cahaya bulan serta pengamatan kecerlangan langit malam yang hanya berada di satu titik lokasi. Kata kunci: polusi cahaya,kecerlangan langit malam, Sky Quality Meter, VIIRS Day/Night band
Sistem Kontrol Robot Arm 5 DOF Berbasis Pengenalan Pola Suara Menggunakan Mel-Frequency Cepstrum Coefficients (MFCC) dan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) WS Mada Sanjaya; Dyah Anggraeni
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4277

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang menggambarkan implementasi pengenalan pola suara untuk mengontrol gerak robot arm 5 DoF dalam mengambil dan menyimpan benda. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Mel-Frequency Cepstrum Coefficients (MFCC) dan Adaptive Neuro-Fuzzy Inferense System (ANFIS). Metode MFCC digunakan untuk ekstraksi ciri sinyal suara, sedangkan ANFIS digunakan sebagai metode pembelajaran untuk pengenalan pola suara. Pada proses pembelajaran ANFIS data latih yang digunakan sebanyak 6 ciri. Data suara terlatih dan data suara tak terlatih digunakan untuk pengujian sistem pengenalan pola suara. Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan, untuk data suara terlatih sebesar 87,77% dan data tak terlatih sebesar 78,53%. Sistem pengenalan pola suara ini telah diaplikasikan dengan baik untuk mengerakan robot arm 5 DoF berbasis mikrokontroler Arduino.

Page 4 of 13 | Total Record : 122