cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 122 Documents
Analisis Zona Gerakan Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner di Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh Nur Faqhina Mentari; Thaqibul Fikri Niyartama; Nugroho Budi Wibowo; Andi Andi
Wahana Fisika Vol 9, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i1.68570

Abstract

Gerakan tanah di Desa Gerbosari berpotensi berdampak pada pemukiman dan fasilitas umum. Informasi mengenai litologi memiliki peran yang penting untuk mitigasi gerakan tanah yang akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi dan zona gerakan tanah dengan metode geolistrik konfigurasi Wenner. Pengukuran geolistrik dilakukan sebanyak 7 lintasan pada zona berpotensi mengalami gerakan tanah. Panjang lintasan yang digunakan 300 m (5 lintasan), 260 m (1 lintasan) dan 240 m (1 lintasan). Pengolahan data menggunakan software Res2Dinv dan Surfer. Hasil pengolahan dari Res2Dinv berupa model penampang 2 dimensi yang menunjukkan nilai resistivitas daerah penelitian yaitu sebesar 0,481-636 Ωm. Daerah dengan zona rentan gerakan tanah yaitu pada resistivitas 0,481-151 Ωm (formasi Kebobutak) dan 0,481-8,52 Ωm (formasi Jonggarangan) yang diduga mengandung lempung dan batu pasir. Zona gerakan tanah tersebar hampir seluruh daerah penelitian, mulai dari kawasan penduduk hingga persawahan pada kedalaman 2,50-62,5 m. Land movement in Gerbosari Village has the potential to have an impact on settlements and public facilities. Information about lithology has an important role to mitigate soil movement that will occur. This study aims to determine the lithology and zone of ground movement with the Wenner configuration geoelectric method. Geoelectric measurements were carried out as many as 7 passes in the zone with the potential to experience ground movement. The track lengths used are 300 m (5 tracks), 260 m (1 track) and 240 m (1 track). Data processing using Res2Dinv and Surfer software. The processing results of Res2Dinv are in the form of a 2-dimensional cross-sectional model that shows the resistivity value of the research area, which is 0.481-636 Ωm. Areas with soil movement prone zones are at resistivities of 0.481-151 Ωm (Kebobutak formation) and 0.481-8.52 Ωm (Jonggarangan formation) which are thought to contain clay and sandstone. The soil movement zone is spread almost all over the study area, from populated areas to rice fields at a depth of 2.50-62.5 m. 
Rancang Bangun Prototype Counter Mobil Menggunakan Sensor Giant Magnetic Resistance (Gmr) Berbasis Mikrokontroler Adnan Ardiansyah; Ahmad Aminudin; Hikmat Hikmat
Wahana Fisika Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i1.7020

Abstract

Kapadatan lalu lintas salah satunya diakibatkan pertambahan jumlah mobil yang tidak seimbang dengan pertambahan panjang jalan. Data kepadatan lalu lintas dapat menjadi informasi yang berguna untuk statistik pengembangan jalan dan pengguna jalan. Data tersebut didapatkan dengan cara menghitung manual ataupun dengan detektor yang ditanam pada jalan atau kamera CCTV. Namun, cara tersebut tidak efisien karena data yang didapat  membutuhkan sumber daya manusia dan sumber dana yang besar. Pada penelitian ini, telah dirancang sistem sederhana yang dapat mendeteksi frekuensi atau jumlah kepadatan mobil tiap satuan waktu. Data diperoleh dengan mikrokontroler berbasis arduino yang menggunakan sensor magnet GMR sebagai input. Ketika kendaraan diatas telah melewati sistem, mikrokontroler memproses sinyal  yang diterima dari sensor untuk mendapatkan data jumlah kendaraan. Serta LCD karakter 2x16 sebagai penampil data. Data yang diperoleh kemudian dapat digunakan untuk otomatisasi penggukur kemacetan dan sistem kontrol lalu lintas lainnya, menggantikan sistem detektor yang ditanam pada jalan raya dan video kamera dimalam hari dan untuk menutupi daerah yang tidak terjangkau. Hasil penelitian menujukan bahwa sensor mempunyai tingkat akurasi pengukuran 94,66%, serta mempunyai tingkat presisi yang cukup baik.Traffic data frequency can be beneficial for statistic extended road method and road user. Data may be found from manual counter or using detector implanted to the road or CCTV camera. However, that method not efficient because need operator in order to obtained the data and expensive cost. In this research, already planned a simple systemtraffic vehicle counter or vehicle quantity by the time. Data obtained by microcontroller Arduino UNO with magnetic sensor (GMR) attached as input. When a vehicle passes above the circuit system, a microcontroller processes signal of sensor to obtain data quantity of vehicle. And also character LCD 2x16 as display data.The collected data then can be used to automate the vehicle density meter and any traffic control system replacing the implanted road detector and surveillance camera in the night to cover extented areas or low light.. The result is indicating that the sensor is not yet be able to distinguish vehicle types but the level of accuracy reach 94,66% and very good precission.
APLIKASI RESERVOIR SATURATION TOOL(RST) LOG PADA CASED HOLE WELL UNTUK EVALUASI KANDUNGAN HIDROKARBON DI CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR Priyo Hutomo; Yatini Yatini
Wahana Fisika Vol 3, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i2.12865

Abstract

Kondisi fisik sumur yang telah diproduksi sangat sulit untuk dipantau seperti tingkat saturasi fluida akibat dilapisi casing(cased hole). Kombinasi log Density dan Neutron Porosity saja kurang efektif untuk kondisi tersebut. Pengaruh dari cased hole mengurangi sensitivitas log Density dan Neutron Porosity. Reservoir Saturation Tool(RST) log merupakan cased hole log memanfaatkan pulsa neutron untuk pengukuran saturasi dan jenis fluida pada formasi. Log ini sangat efektif untuk evaluasi kandungan fluida setelah diproduksi. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk membedakan lapisan masih atau sudah tidak prospek hidrokarbon. Log ini memanfaatkan log sigma untuk evaluasi fase fluida, carbon oxygen Ratio(COR) untuk evaluasi unsur utama fluida terutama rasio karbon terhadap oksigen, dan log saturasi untuk mengidentifikasi persentase lapisan produktif. Umumnya log RST dilakukan di zona-zona produktif.  Hasil  interpretasi  data  log  di  Cekungan  Kutai  menunjukkan  bahwa  terdapat indikasi hidrokarbon di kedalaman 3760 - 3765 feet berupa Gas dan minyak telah berkurang hingga  30%  setelah  diproduksi  dan     pada  kedalaman  3766-3790  feet  masih  terdapat kandungan  minyak  sekitar  25%  dan  gas  sekitar  10%  dari  total  kandungan  sebelum diproduksi.Katakunci : Cased Hole, Reservoir Saturation Tool(RST) log, Neutron, Sigma log, Carbon Oxygen Ratio LogProduced well’s physical properties like fluid saturation is hard to monitored because it has been cased. Combination of density and neutron porosity log isn’t effective in this situation. Effect of casing in a well reduces density and neutron porosity log sensitivity. RST log is a cased hole log using neutron pulse to measure fluid saturation and phase of formation. It is effective for evaluating fluid content of produced well. Evaluation result are used to differentiate prospect or non-prospect hydrocarbon layer after produced. It’s utilize sigma log for evaluating fluid phase, carbon oxygen ratio(COR) for evaluating fluid main content, and saturation log to identify percentage of productive layer. Generally RST log is ran in productive zone. Interpretation result in Kutai Basin showing hydrocarbon indication in depth 3760 – 3765 feet as gas and depleted oil till 30% before, in depth 3766 – 3790 feet around 25 % oil and around 10% gas of total content before produced.
PENGARUH SUHU KARBONISASI DAN VARIASI KECEPATAN UDARA TERHADAP LAJU PEMBAKARAN BRIKET CAMPURAN SEKAM PADI DAN TONGKOL JAGUNG Riska Tri Handayani; Sri Suryaningsih
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.15582

Abstract

Biomassa dapat dimanfaatkan menjadi energi alternatif sebagai bahan bakar dalam bentuk briket yang mengandung unsur utama atom karbon (C) yang berasal dari kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin. Karakteristik briket dapat dilihat dari beberapa hal diantaranya suhu karbonisasi dan kecepatan udara yang berpengaruh terhadap laju pembakaran briket, sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui suhu karbonisasi dan variasi kecepatan udara terhadap laju pembakaran briket   campuran sekam padi dan tongkol jagung. Tahapan pembuatan briket dengan cara pengeringan bahan, karbonisasi pada suhu 200°C, 225°C, 250°C, 275°C,       penghalusan dan penyaringan bahan dengan ukuran butir 40 mesh, pencetakan briket dengan konsentrasi pencampuran sekam padi dan tongkol jagung 50:50, dan pengeringan briket. Pengujian nyala briket dilakukan dengan variasi kecepatan udara 0,8 m/s, 1,1 m/s, 1,2 m/s, 1,3 m/s ,1,4 m/s. Hasil penelitian menunjukan briket yang dibuat dengan suhu karbonisasi yang tinggi maka laju pembakaran semakin lambat karena semakin rendahnya zat volatile matter dengan laju pembakaran 0,46 gr/menit pada suhu karbonisasi 225°C dengan v = 1,4 m/s. Dan semakin besar     kecepatan udara maka laju pembakaran akan semakin kecil karena panas temperatur akan ikut terbuang dengan semakin besarnya kecepatan udara, dengan laju        pembakaran optimum 0,42 gr/menit dengan kecepatan udara 1,4 m/s pada briket suhu karbonisasi 225°C. 
Visualisasi Aliran Udara pada Kotak Konveksi Udara Menggunakan Adaptive Finite Element Method Sayahdin Alfat; Abdin Abdin; Rosliana Eso
Wahana Fisika Vol 5, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i2.28761

Abstract

Peristiwa aliran udara pada kotak konveksi menjadi penting untuk dipahami. Selain metode eksperimen, metode numerik menjadi salah satu pendekatan yang realistis dan mudah serta murah. Secara garis besar, studi ini akan menampilkan transfer panas dan aliran udara pada kotak konveksi menggunakan Adaptive Finite Element Method dan profil temperatur serta kecepatan udara di beberapa titik pada kotak konveksi. Simulasi ini mengadaptasi persamaan Rayleigh-Benard sebagai persamaan pembentuk aliran dan Metode Karakteristik sebagai metode diskritiasi waktu. Secara keseluruhan, penentuan solusi numerik berupa transfer panas dan aliran fluida menggunakan FreeFEM++. Parameter waktu yang digunakan selama perhitungan, seperti; \Delta t\ =\ {10}^{-3}\  dan t_{max}\ =\ {10}^3. Beberapa hal yang menjadi catatan dari penelitian ini sebagai berikut; (1) profil temperatur berbeda di setiap titik pada kotak konveksi, temperatur tertinggi dijumpai di sekitar sumber panas sebesar 100\degc dan terendah berada di permukaan ujung tabung yakni 20\degc. (2) Aliran udara masuk melalui sisi kiri tabung dan ke luar melalui sisi lainnya. Ini menyebabkan kecepatan rata-rata di kedua tabung tersebut sama dan bernilai {\bar{u}}_y\ \approx\ 10.2 pada saat t\ \geq\ 0.06. 
Pengaruh Penambahan Nukleator SrCl2.6H2O dan Pengental HEC terhadap Efek Supercooling dan Pemisahan Fase PCM CaCl2.6H2O Sri Rahayu Alfitri Usna; Inge Magdalena Sutjahja; Daniel Kurnia
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.40317

Abstract

Kalsium klorida heksahidrat (CaCl2.6H2O) merupakan salah satu material berubah fase (Phase Change Material, PCM). Material ini termasuk dalam kelompok PCM inorganic garam hidrat dengan temperatur lebur 29 °C dan entalpi yang cukup tinggi yaitu 190 kJ/kg, sehingga berpotensi sebagai medium penyimpan energi termal laten (latent thermal energy storage, latent TES). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan 1% berat agen nukleator stronsium klorida heksahidrat (SrCl2.6H2O) dan 1-2% berat agen pengental hidroksietil selulosa (HEC) pada CaCl2.6H2O untuk meminimalkan efek supercooling dan pemisahan fase, serta percepatan proses nukleasi. Dari hasil eksperimen yang dilakukan, penambahan 1% berat SrCl2.6H2O dapat mengurangi efek supercooling secara signifikan, efek pemisahan fase sekitar 70% hingga iterasi ke-38, serta percepatan proses nukleasi CaCl2.6H2O dibandingkan tanpa penambahan SrCl2.6H2O. Sedangkan untuk komposisi SrCl2.6H2O (1% berat) + HEC (1-2% berat) juga mampu mengurangi efek supercooling secara signifikan, begitu pula dengan efek pemisahan fasenya yakni sekitar 60% hingga iterasi ke-38.
Identifikasi Zona Mineralisasi Emas di Desa Bhakti Mulya Kabupaten Bengkayang Menggunakan Metode Polarisasi Terimbas (Induced Polarization) Esau Cornelius; Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana; Muliadi Muliadi; Zulfian Zulfian
Wahana Fisika Vol 7, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i2.51259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona mineralisasi emas berdasarkan sebaran nilai resistivitas dan chargeability di Desa Bhakti Mulya, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini menggunakan alat Automatic Resistivity and IP System (ARES) dengan metode polarisasi terimbas konfigurasi dipol–dipol. Pengukuran dilakukan pada 4 lintasan dengan panjang masing-masing 72 m, dan spasi elektroda sejauh 3 m. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas dan chargeability bawah permukaan daerah penelitian masing-masing sebesar 3,00 Ωm – 18.897 Ωm dan 7,00 msec – 537 msec. Hasil interpretasi menunjukkan zona mineralisasi emas diduga berasal dari endapan aluvial yang berada pada kedalaman lapisan 3 m – 20 m. Lapisan bawah permukaan pada daerah penelitian tersusun atas  lempung, lempung  pasiran, pasir, dan kerikil.
Analisis Parameter Orbit Bintang di Dekat Lubang Hitam SgrA* dan Implikasinya dalam Astronomi Dolfie Paulus Pandara; Budiman Nasution; Lulut Alfaris; Aldi Cahya Muhammad; Arip Nurahman; Ruben Cornelius Siagian
Wahana Fisika Vol 8, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v8i2.64244

Abstract

Penelitian ini menjelaskan parameter-parameter orbit bintang yang mengelilingi lubang hitam di galaksi SgrA*. Data dari penelitian sebelumnya digunakan untuk menghitung rata-rata dan akurasi pengukuran parameter-parameter seperti jarak, eksentrisitas, kemiringan orbit, dan periode orbit. Selain itu, parameter orbit bintang lainnya juga dicatat, yang memberikan wawasan lebih lanjut tentang dinamika galaksi SgrA*. Hasil perhitungan teoretis menunjukkan variasi yang signifikan dalam parameter-parameter ini, mengenrich pemahaman kita tentang bintang-bintang yang berinteraksi dengan lubang hitam. Penemuan ini memberikan kontribusi berharga dalam ilmu astronomi dan fisika bintang, mengisi celah penelitian sebelumnya, dan membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut. Kesimpulannya, penelitian ini menggambarkan keragaman dalam sifat fisik dan dinamika bintang-bintang yang mengorbit lubang hitam, mendalamkan pemahaman kita tentang fenomena di sekitar lubang hitam.
Perbandingan Dosis Serap Berkas Foton 16 MV Pada Berbagai Jenis Phantom menggunakan Metode Monte Carlo - EGSnrc Ridwan Ramdani; Freddy Haryanto
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4538

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan dosis serap berkas foton 16 MV pada berbagai jenis material phantom dengan menggunakan simulasi Monte Carlo-EGSnrc. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan dosis serap pada berbagai jenis medium phantom yaitu jaringan lunak, paru-paru, tulang dan pmma serta pada medium non homogen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan simulasi Monte Carlo BEAMnrc dan DOSXYZnrc yang merupakan pengembangan dari EGSnrc. BEAMnrc digunakan untuk memodelkan dan mensimulasikan kepala linac dengan SSD 100 cm dan Field size 10x10 cm2. DOSXYZnrc digunakan untuk memodelkan phantom 40x40x40 cm3 dan mensimulasikan dosis serap pada phantom tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa kedalaman pada dosis maksimum masing-masing adalah 2.7 cm untuk jaringan lunak, 9 cm untuk paru-paru,  1.5 cm untuk tulang dan 2,5 cm untuk pmma. Untuk medium non homogen dibuat dengan menyisipkan masing-masing paru-paru dan tulang setebal 10 cm di phantom air pada kedalaman 15 cm. Penyisipan tersebut menyebabkan perubahan dosis serap untuk seluruh daerah phantom. Penambahan paru-paru setebal 10 cm menghasilkan rentang faktor koreksi 0,97 – 1,19, sedangkan penambahan tulang setebal 10 cm menghasilkan rentang faktor koreksi 0,82-1,03.
Analisis Spektral Daya dan Koherensi EEG Pada Anak Penderita Autism Spectrum Disorders (ASD) Nita Handayani; Sra Harke Pratama; Siti Nurul Khotimah; Idam Arif; Freddy Haryanto
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.9374

Abstract

Autism Spectrum Disorders (ASD) adalah kondisi neurodevelopmental yang berkaitan dengan defisit dalam fungsi eksekutif, emosi, bahasa, dan komunikasi sosial. Beberapa teknik neuroimaging dan neurofisiologi digunakan untuk memahami hubungan antara fungsionalitas otak dan perilaku autis. Quantitative Electroencephalography (QEEG) adalah sebuah teknik non-invasif yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran fungsionalitas otak melalui beberapa besaran fisis yang dikaji. Pada paper ini akan dibahas tentang karakteristik sinyal listrik otak pada penderita austis berdasarkan analisis QEEG.  Perekaman sinyal otak menggunakan Emotiv Epoc 14 channel (AF3, F7, F3, FC5, T7, P7, O1, O2, P8, T7, FC6, F4, F8, AF4) dan 2 channel referensi (CMS dan DRL). Jumlah subjek uji dalam penelitian sebanyak 6 anak penderita autis dan 5 anak sehat sebagai kontrol dengan rentang usia antara 10-15 tahun. Perekaman otak dilakukan pada kondisi rileks dan mata terutup selama 15 menit. Metode analisis data meliputi pre-processing data EEG untuk menghilangkan noise dan artefak, perhitungan spektral daya menggunakan periodogram Welch, dan analisis konektivitas fungsional otak dengan menghitung besarnya koherensi intra-hemisphere dan inter-hemisphere. Dari hasil studi diperoleh bahwa pada anak autis terjadi peningkatan spektral daya pada pita delta dan penurunan spektral daya pada pita alpha dibandingkan dengan subjek kontrol. Analisis konektivitas fungsional otak pada anak autis menunjukkan nilai koherensi intra-hemisphere dan inter-hemisphere yang lebih rendah pada pita delta dan theta, khususnya pada area frontal. QEEG dapat digunakan untuk karakterisasi sinyal otak pada penderita autis dan membedakannya dari subjek normal.      Kata Kunci   :  Retardasi Mental; Spektral Daya; Koherensi; EEG;  Sinyal Otak Autism Spectrum disorder (ASD) is a neurodevelopmental disorder associated with deficits in executive function, emotions, language, and social communication. Several neuroimaging and neurophysiology techniques are used to understand the relationship between brain functionality and autistic behavior. Quantitative Electroencephalography (QEEG) is a non-invasive technique that can be used to illustrate the functionality of the brain through the analysis of several physical quantities. This paper will discuss about the characteristics of electrical brain signals in austistic children based on QEEG analysis. Recording of brain signals using  Emotiv Epoc 14-channels (AF3, F7, F1, O2, P8, T7, FC6, F4, F8, AF4) and 2 reference channels (CMS and DRL). The number of test subjects in the study were 6 autistic children and 5 healthy children as controls with an age range between 10-15 years old. Brain recording performed on resting state and eyes closed for 15 minutes. The methods of analysis data includes pre-processing EEGs data to remove noise and artifacts, power spectral analysis using Welch Periodogram, and brain functional connectivity analysis by calculating the magnitude of intra-hemisphere and inter-hemisphere coherences. The results of the study found that an increased of power spectral in the delta band and a decreased of power spectral in the alpha band in autistic children compared to control subjects. Analysis of functional connectivity of the brain in autistic children shows lower intra-hemisphere and inter-hemisphere coherences in the delta and theta bands, particularly in the frontal area. QEEG can be used to characterized brain signals in autistic children and differentiated them from the normal subjects.          Keywords  : Mental Retardation; Power Spectral; Coherence; EEG; Brain Signal

Page 5 of 13 | Total Record : 122