cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 122 Documents
Minimum periodic function test of HPGe Detector Using 152Eu Certified Reference Materials Yogi Priasetyono; Wahyu Retno Prihatiningsih
Wahana Fisika Vol 5, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i2.28646

Abstract

The purpose of this research is to determine a minimum of periodic function tests for measurement validation for environmental samples. In this paper, the EU 152 is used as a source for measuring energy calibration as well as efficiency. Control quality on energy calibration monitor channel changes in energy 121.78 keV. In addition to calibration, testing Minimum Detectable Activity on this system. Results from measurements are then validated using environmental samples.
Simulasi Pengaruh Durasi Pengisian-Pengosongan Terhadap Performa Baterai Dinamis Asam Timbal Ervinka Felindia; Silvi Hadila; Irfan Fajar Hidayah; Satria Pamungkas Panji Kumara; Gancang Saroja; Kurriawan Budi Pranata; Muhammad Ghufron
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.34907

Abstract

Baterai dinamis asam timbal berbasis redoks adalah jenis baterai sekunder yang dapat diisi ulang atau rechargeable dengan kondisi elektrolit dialirkan melewati sel oleh pompa. Sistem baterai yang dibuat adalah simulasi menggunakan software COMSOL Multiphysics.5.1.Win.SSQ. Simulasi dilakukan pada 1 sel baterai dinamis asam timbal pada suhu kerja 300 K, volume 1000 cc, densitas arus 200 mA/cm2 dengan 4 variasi durasi pengisian-pengosongan yaitu 1 jam, 1,5 jam, 2 jam dan 2,5 jam selama satu siklus. Hasil simulasi menunjukkan bahwa bertambahnya waktu pengisian-pengosongan mampu meningkatkan tegangan kerja baterai, meningkatkkan konsentrasi dipermukaan elektroda dan jumlah ion aktif pada elektrolit. Hal ini menunjukkan bahwa pengisian baterai dinamis asam timbal dari 1 jam hingga 2,5 jam belum mencapai pengisian penuh baterai yang dibuat karena tegangan akhir belum mencapai 2,4 Volt.  Efisiensi energi pada baterai dinamis asam timbal memiliki rentang 72%-73%.
Identifikasi Keberadaan Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Schlumberger di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Elfa Nur Aildasari; Supriyadi Supriyadi; Taufik Nur Fitrianto
Wahana Fisika Vol 7, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i2.50827

Abstract

Keberadaan air tanah berada di kedalaman yang berbeda-beda tergantung pada kondisi lingkungan setempat sehingga proses pencarian sumber air tanah harus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, artinya dampak yang ditimbulkan selama proses penelitian harus seminimal mungkin. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis keberadaan air tanah yang berada di Kecamatan Buayan terkait dengan kedalaman dan nilai resistivitas akuifer menggunakan permodelan 2D dengan software yang digunakan adalah software progress dan software rockwork, metode yang digunakan adalah konfigurasi Schlumberger. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa lapisan batu pasir ini diidentifikasi adanya keberadaan akuifer di jenis lapisan tanah dan ditemukan berada di semua titik datum yang mempunyai interval nilai tahanan jenis antara 2,37 – 10,09 ohm meter, lapisan pasir ini diidentifikasi adanya keberadaan akuifer di jenis lapisan tanah dan ditemukan berada di titik datum 2, titik datum 3 dan titik datum 5 yang mempunyai interval nilai tahanan jenis antara 20,09 – 21,74 ohm meter. Titik datum 1 dan 4 terdapat satu lapisan akuifer. Sedangkan untuk titik datum 2, 3 dan 5 terdapat dua lapisan akuifer. Persebaran air tanah dapat ditemukan di setiap lintasan titik lokasi penelitian di Kecamatan Buayan.
Penerapan Metode Vertical Electrical Sounding untuk Menyelidiki Lapisan Akuifer di Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang Ja'a Khairuni; Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana
Wahana Fisika Vol 8, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v8i2.63886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keberadaan dan ketebalan lapisan akuifer di Desa Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang menggunakan metode vertical electrical sounding (VES) berdasarkan sebaran nilai resistivitas bawah permukaan secara sounding (vertikal). Akuisisi data lapangan dilakukan pada 4 titik pengukuran dengan panjang masing-masing 500 m, sehingga dapat mengidentifiksi nilai resistivitas hingga kedalaman 250 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi di titik VES 1 terdapat lapisan akuifer bebas pada kedalaman 9,49 m dengan ketebalan 16,71 m. Identifikasi di titik VES 2 terdapat lapisan akuifer bebas pada kedalaman 2,55 m hingga 8,80 m dengan ketebalan 6,25 m. Identifikasi di titik VES 3 terdapat lapisan akuifer bebas pada kedalaman 4,31 m hingga 21,96 m dengan ketebalan 17,65 m dan lapisan akuifer tertekan di kedalaman 90,50 m hingga 250 m dengan ketebalan 159,48 m. Identifikasi di titik VES 4 terdapat lapisan akuifer bebas pada kedalaman 2,01 hingga 4,75 m dan kedalaman 11,89 m hingga 24,51 m dengan ketebalan lapisan 2,74 m dan 12,62 m. Hasil interpretasi lapisan akuifer berdasarkan sebaran nilai resistivitas menunjukkan bahwa lapisan akuifer bebas dan akuifer tertekan diduga berupa pasir.
Rancang Bangun Penerima Sinyal Berbasis Komunikasi Nirkabel Untuk Monitoring Kualitas Air Rahadian Sri Pamungkas; Lilik Hasanah; Goib Wiranto
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4537

Abstract

Sebagian besar pengusaha tambak udang atau ikan di Indonesia tidak mengetahui bagaimana keadaan tambaknya. Hal ini karena kurangnya informasi yang tersedia dari kondisi tambak mereka masing-masing. Maka dari itu perlu adanya penyedia informasi keadaan tambak secara detail untuk memaksimalkan potensi dari tambak tersebut. Informasi tersebut dapat berupa parameter kualitas air seperti pH, konduktifitas, oksigen terlarut (Disolved Oxigen, DO), dan temperatur. Dalam kegiatan ini telah dilakukan perancangan dan pembuatan sistem monitoring kualitas air. Sistem yang dibuat terdiri atas sensor, sistem elektronik, komunikasi nirkabel, dan data logger. Dengan teknologi komunikasi nirkabel menggunakan XBEE PRO tentu akan jauh mempermudah pemantauan kondisi tambak. Sinyal yang dikirim dari pengirim sinyal diterima dalam bentuk paket data pada penerima sinyal. Langsung diolah menjadi data sesuai parameter. Dengan bantuan modem GSM/GPRS SIM908 yang dipasang pada perangkat keras menjadikan alat tersebut memiliki kemampuan untuk mengirimkan data yang telah diolah ke server agar ditampilkan di aplikasi android, web, maupun via SMS (Short Message Service).
Studi Geofisika Untuk Menentukan Batas Formasi Jampang dan Formasi Ciletuh di Kawasan Geopark Ciletuh Cece Solihin; Arizal Taufik; Firman Hadi Muhamad; Rena Denya
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.9373

Abstract

Kawasan Ciletuh memiliki struktur geologi yang khas dan unik serta memiliki  aneka ragam batuan yang tersebar.  Pandangan umum dari ilmu kebumian kawasan ini sangat menarik untuk dipelajari  karena geologi kawasan ini terbentuk  tidak  lepas dari aktivitas tektonik regional Jawa Barat. Studi geofisika sangat berguna dalam menganalisa struktur geologi bawah permukaan tanah  di kawasan Ciletuh. Metode geofisika yang digunakan bertujuan untuk mengamati dan menganalisis struktur geologi batuan permukaan. Serta, tujuan utama dari penelitian ini untuk menentukan batas formasi Jampang dengan formasi Ciletuh. Penelitian ini digunakan pengambilan data dengan metode Geolistrik, Magnetik dan Ground Penetrating Radar (GPR) di daerah Tamanjaya, kawasan Ciletuh dengan lintasan yang berbeda. Berdasarkan interpretasi geolistrik pada software Res2Dinv 2D diperoleh struktur bawah permukaan berupa lapisan batuan pasir. Pada hasil interpretasi metode GPR pola perambatan serta kecepatan rambat gelombang elektromagnetik untuk  dua lintasan  GPR  memiliki perbedaan struktur batuan yaitu  batuan pasir kasar, kerikil dan endapan. Sedangkan hasil interpretasi magnetik mengindikasi perbedaan struktur  batuan dalam bawah  permukaan berdasarkan anomali magnetik. Berdasarkan geologi regional formasi Jampang bawah didominasi oleh batuan  pasir halus. Sedangkan formasi Ciletuh didominasi oleh batuan  pasir kasar yang berumur lebih tua. Sehingga  batas formasi Jampang  dengan  batas formasi Ciletuh dapat diperkirakan pada lintasan GPR dan Magnetik.      Kata Kunci   :  Formasi Jampang; Formasi Ciletuh; Geolistrik; GPR dan MagnetikThe Ciletuh region has a distinctive and unique geological structure and also has a various of rocks scattered. The general view of the geography of this region is very interesting to learn because the geology of this region formed can not be sparated from the regional tectonic activity of west java. Geophysical studies are very useful in analyzing the subsurface geological structures in the Ciletuh region. The geophysical methods used aims to observe and analyze the geological structure of surface rocks. As well, the main purpose of this research is to determine the boundary of Jampang formation with Ciletuh formation. This research used data retrieval using Geoelectric, Magnetic and Ground Penetrating Radar (GPR) methods in Tamanjaya area, Ciletuh area with a different trajectory. Based on the geoelectric interpretation from Res2Dinv of software, there is obtained a subsurface structure in the form of sandstone layer. The results of the interpretation of GPR methods, propagation patterns and electromagnetic wave velocity for 2 trajectories have structural abnormalities, ie sandstone rock, gravel and sediment. Whereas the results of magnetic interpretation indicate difference in surface rocks structure based on magnetic anomlies. Base on the regional geology of the lower Jampang formation is dominated by fine sand rock while the formation of Ciletuh is dominated by  Rugged Sandstone rocks that was older. So the boundary of formation Jampang with baoundary formations Ciletuh can be estimate at GPR and Magnetic trajectory.Keywords  :  Jampang Formations; Ciletuh Formations; Geoeletric; GPR; and Magnetic
PENGEMBANGAN DESAIN TEROWONGAN ANGIN SIRKUIT TERBUKA DENGAN TIGA VARIASI PANJANG HONEYCOMB MENGGUNAKAN SCREENMESH Yudithia Ardiyani; Cecep E Rustana; Riser Fahdiran
Wahana Fisika Vol 3, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i1.11081

Abstract

Dalam penelitian ini telah dibuat sebuah terowongan angin sirkuit terbuka dengan tiga variasi panjang honeycomb menggunakan screenmesh sebagai pengembangan dari desain terowongan angin yang terdapat di Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta. Penggunaan tiga variasi panjang honeycomb menggunakan screenmesh diagonal 3 mm bertujuan untuk menghasilkan terowongan angin tipe terbuka dengan turbulensi sekecil mungkin atau laminar melalui variasi panjang honeycomb menggunakan screen mesh. Pada Desain pertama pada Terowongan angin dengan menambahkan screen mesh setelah honeycomb memiliki nilai intensitas turbulensi sebesar I = 0.0242, sedangkan nilai intensitas turbulensi pada terowongan angin desain kedua, yaitu I = 0.0221  pada p = 6 cm dengan screenmesh diagonal 3 mm, I =  0.0218 pada p = 4 cm dengan screenmesh diagonal 3 mm dan I = 0.0289  pada p = 2 cm dengan screenmesh berdiagonal 3 mm. Dari nilai intensitas turbulensi tersebut diketahui bahwa panjang honeycomb menggunakan screenmesh berpengaruh pada kualitas aliran yang dihasilkan terowongan angin, yaitu adanya variasi panjang honeycomb menggunakan screenmesh diagonal ke ukuran yang lebih kecil mampu memperkecil intensitas turbulensinya.In this research, an open circuit wind tunnel with three long variations of honeycomb using screenmesh was developed from the wind tunnel design in the Physics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Jakarta. The use of three variations of honeycomb length using a 3 mm diagonal screenmesh aims to produce open-type wind tunnels with the smallest possible turbulence or laminar through a long variation of honeycomb using screen mesh. The first design on the wind tunnel by adding screen mesh after honeycomb has turbulence intensity value of I = 0.0242, while the turbulence intensity value in the second design wind tunnel, that is I = 0.0221 at p = 6 cm with 3 mm diagonal screenmesh, I = 0.0218 at p = 4 cm with a 3 mm diagonal screenmesh and I = 0.0289 at p = 2 cm with a 3 mm diagonal screen. From the value of turbulence intensity it is known that the length of honeycomb using screenmesh effect on the flow quality generated by wind tunnel, that is the variation of honeycomb length using screen diagonal to smaller size can minimize turbulence intensity. Keywords: wind tunnel; honeycomb; screen mesh; turbulence intensity; laminar
SIFAT OPTIK CARBON DOTS (C-DOTS) DARI DAUN BAMBU HASIL SINTESIS HIJAU BERBANTUKAN GELOMBANG MIKRO Permono Adi Putro; Akhiruddin Maddu
Wahana Fisika Vol 4, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i1.15569

Abstract

Carbon dots (C-dots)  adalah tipe baru dari nanopartikel berpendar yang dapat mudah disintesis dari sumber alami. Sintesis C-dots dari daun bambu telah berhasil dilakukan menggunakan teknik sintesis hijau berbantukan gelombang mikro. Teknik sintesis hijau dilakukan dengan menggunakan air sebagai pelarut non-kimia dan sumber alami. Sintesis dilakukan menggunakan variasi konsentrasi prekursor untuk dipelajari pengaruhnya terhadap sifat fisik dan sifat optiknya. Sifat fisik C-dots menunjukkan warna transparan di bawah cahaya tampak, dan warna hijau di bawah laser UV 405 nm. Sifat optik C-dots dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dan spektrofotometer dengan sumber eksitasi 405 nm. Konsentrasi prekursor mempengaruhi intensitas eksitasi dan emisi, namun pergeseran Stokes C-dots memiliki kestabilan yang sangat baik dalam larutan berair. Pergeseran Stokes berasal dari keadaan transisi n–π* dari struktur ikatan aromatik C=O pada permukaan C-dots. Kami peroleh C-dots yang berpotensi untuk diaplikasikan sebagai bioimaging seluler in vivo dan in vitro dan biosensing ion logam dan garam.
Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Magnetik CoZnFe2O4 dengan Metode Kopresipitasi Heri Kiswanto; Edi Suharyadi; Takeshi Kato; Satoshi Iwata
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.24084

Abstract

Nanopartikel CoZnFe2O4 telah berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi dan di-annealing pada suhu yang berbeda, yaitu 400ºC, 600ºC, 800ºC dan 1000ºC selama 2 jam. Ukuran kristalit diestimasi dengan formula Scherrer’s dan ditemukan meningkat dari 13,4 hingga 39,2 nm akibat pertumbuhan butir. Parameter kisi ditemukan meningkat dari 8,18 hingga 8,25 Å akibat subtitusi Zn akibat subtitusi Zn yang memiliki radius ionic lebih besar. Spektra FTIR mengkonfirmasi adanya vibrasi stretching pada bilangan gelombang sekitar 478 dan 586 cm-1 pada kisi tetrahedral dan kisi oktahedral. Baik koersivitas (Hc) maupun magnetisasi saturasi (Ms) meningkat dari 51-191 emu/g dan 150 – 250 Oe dengan meningkatnya suhu annealing karena adanya pertumbuhan butir serta perubahan mikrostruktur. Citra TEM menunjukan bahwa morfologi dan mikrostruktur berubah secara signifikan selama annealing. Pada suhu 1000ºC memberikan hasil optimum pada nilai Ms dan Hc sampel nanopartikel CoZnFe2O4.CoZnFe2O4 nanoparticles was successfully synthesized by the coprecipitation method and annealed at different temperatures, i.e.  400ºC, 600ºC, 800ºC and 1000ºC for two hours. The crystallites size was estimated by the Scherrer’s formula and found to increase from 13.4 to 39.2 nm due to grain growth. The lattice parameter was found to increase from 8.18 to 8.25 Å due to Zn substitution which has a larger ionic radius. The FTIR spectra confirm the existence of stretching vibrations in wave numbers around 478 and 586 cm-1 in the tetrahedral and octahedral lattice. Both coercivity (Hc) and saturation magnetization (Ms) increased from 51 - 191 emu / g and 150 - 250 Oe with increasing annealing temperature. This can be correlated with grain growth and microstructural changes. TEM images showed that morphology and microstructure significantly changed during annealing process. At the temperature of 1000 ºC gives optimum results for the Ms and Hc values of the CoZnFe2O4 nanoparticles.Keywords  :  CoZnFe2O4; Annealing temperature; Crystal Structure; Magnetic Properties. 
Analisis Model Struktur Bawah Permukaan Berdasarkan Tomografi Seismik Wilayah Sumatera Barat Menggunakan LOTOS12 Sandri Erfani; Iis Ratna Sari
Wahana Fisika Vol 6, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i1.34036

Abstract

Provinsi Sumatera Barat berada pada tiga jalur seismik aktif yaitu subduksi, Sesar Mentawai dan Sesar Semangko yang mengakibatkan wilayah ini memiliki resiko kegempaan yang sangat tinggi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memberikan informasi mengenai kondisi struktur bawah permukaan, salah satu metode yang dapat digunakan yaitu tomografi seismik.  Penelitian ini bertujuan untuk  memperoleh distribusi anomali ????????, ????????, dan rasio ????????/????????, serta memperoleh model struktur Sesar Mentawai dan Sesar Semangko. Data yang digunakan yaitu data gempabumi dalam rentang waktu 01 Januari 2018 - 30 November 2020. Berdasarkan hasil penelitian, anomali negatif Vp dan Vs terlihat jelas dikedalaman 20-40 km, hal ini menginformasikan bahwa gempabumi yang sering terjadi adalah jenis gempabumi dangkal. Nilai Kecepatan gelombang P pada kerak atas yaitu 5,615 km/s - 6,769 km/s, kerak bawah 6,653 km/s - 8,269 km/s, dan mantel atas 7,867 km/s - 8,269 km/s. Kecepatan gelombang S pada kerak atas sekitar 3,397 km/s - 4,294 km/s, kerak bawah 4,230 km/s - 4,871 km/s, dan pada mantel atas lebih dari 4,807 km/s. Hasil pemodelan tomografi 3D dapat diidentifikasi bahwa benar terdapat Sesar Mentawai dan Sesar Semangko yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya gempabumi dan tsunami di Sumatera Barat. West Sumatera Province is on three active seismic routes, namely subduction, Mentawai Fault and Semangko Fault which result in this region having a very high seismic risk. Further research is needed to provide information on the condition of subsurface structures, one of the methods that can be used is seismic tomography. This study aims to obtain anomalies distributions of ????????, ????????, and the ratio ????????/????????, and to obtain structural models of the Mentawai and Semangko faults. The data used are earthquake data for the period 01 January 2018 - 30 November 2020. Based on the results of the study, the negative anomalies of Vp and Vs are clearly visible at a depth of 20-40 km, this indicates that the earthquakes that often occur are shallow earthquakes. The value of P wave velocity in the upper crust is 5,615 km/s - 6,769 km/s, lower crust 6,653 km/s - 8,269 km/s, and upper mantle 7,867 km/s - 8,269 km/s. The S wave velocity in the upper crust is around 3,397 km/s - 4,294 km/s, the lower crust 4,230 km/s - 4,871 km/s, and in the upper mantle it is more than 4,807 km/s. The results of 3D tomography modeling can be identified that it is true that there are Mentawai faults and Semangko faults which are one of the main causes of earthquakes and tsunamis in West Sumatera. 

Page 3 of 13 | Total Record : 122