cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019)" : 20 Documents clear
Tingkat Kesejahteraan Petani Pola Padi-Jeruk di Desa Kolam Kiri Dalam, Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala Sidiq Rahmadi; Muhammad Husaini; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.671

Abstract

Di lahan pasang surut khususnya di Kabupaten Barito Kuala penerapan pola usahatani padijeruk di lahan guludan merupakan salah satu upaya meningkatkan pengoptimalan fungsi lahan usahatani yang telah tertata dengan sistem surjan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biaya dan pendapatan petani padi-jeruk, tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk dan faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk di Desa Kolam Kiri Dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kolam Kiri Dalam Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala yang dimulai dari bulan Februari 2018 sampai Juli 2018. Jumlah sampel sebanyak 35 orang petani pola padi-jeruk, diambil dengan cara acak sederhana. Hasil penelitian diperoleh besar biaya total yang dikeluarkan petani pada usahatani padi-jeruk adalah sebesar Rp 66.145.796,56/tahun, pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 61.838.143,67/tahun dan keuntungannya sebesar 21.556.034,87/tahun. Berdasarkan indikator tingkat kesejahteraan menurut BKKBN 20,00% pada tingkat sejahtera III dan 80,00% pada tingkat sejahtera III Plus. Sedangkan indikator tingkat kesejahteraan menurut Badan Pusat Statistik 100% petani padi-jeruk tidak miskin atau sejahtera dan tingkat kesejahteran menurut Bank Dunia 62,86% petani berada diatas garis kemiskinan atau sejahtera, sedangkan sisanya 27,14% petani berada dibawah garis kemiskinan atau tidak sejahtera. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk adalah pendapatan perkapita petani (x1), pendidikan (x2), umur (x3) dan jumlah tanggungan keluarga (x4). Kata kunci: tingkat kesejahteraan, pola padi-jeruk
Analisis Perbandingan Biaya dan Pendapatan Bersih Usahatani Jagung Manis Dengan Jagung Hibrida di Desa Suka Ramah Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Muhammad Awami Lazuardi; Masyhudah Rosni; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.692

Abstract

Jagung adalah salah satu tanaman palawija yang mudah dalam pengelolaan budidayanya. Awalnya produksi jagung dimanfaatkan untuk panganan pokok manusia, ketika industri peternakan berkembang, pemanfaatan jagung bergeser dari pangan manusia ke pakan ternak. Jagung hibrida diketahui mampu menghasilkan produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan jagung manis sehingga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional dan mampu meningkatkan pendapatan petani. Namun sebagian besar petani di Desa Suka Ramah masih enggan melaksanakan usahatani jagung hibrida karena biaya yang lebih besar dan harga yang lebih murah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung biaya dan pendapatan bersih jagung manis dan jagung hibrida, untuk membandingkan pendapatan bersih jagung manis dengan jagung hibrida, dan untuk mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi petani dalam usahatani jagung manis dan jagung hibrida di Desa Suka Ramah. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode secara survei dan proportional random sampling dengan memilih 46 responden jagung manis dan 14 responden jagung hibrida di Desa Suka Ramah. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan dalam satu kali musim tanam, usahatani jagung manis rata–rata biaya total Rp14.677.654/ha (Rp6.381.588/UT) dengan penerimaan Rp27.110.000/ha (Rp11.786.957/UT), pendapatan Rp15.634.411/ha (Rp6.797.570/UT) dan pendapatan bersih Rp12.432.346/ha (Rp5.405.369/UT). Sedangkan usahatani jagung hibrida rata–rata biaya total Rp10.270.972/ha (Rp31.546.555/UT) dengan penerimaan Rp17.693.023/ha (Rp54.342.857/UT), pendapatan Rp9.881.965/ha (Rp30.351.752/UT), dan pendapatan bersih Rp7.422.051/ha (Rp22.796.301/UT). Perbandingan pendapatan bersih usahatani jagung manis dengan jagung hibrida berbeda secara nyata pada tingkat kepercayaan 95%. Permasalahan yang dihadapi petani usahatani jagung yaitu serangan hama babi hutan dan sapi, minimnya modal usahatani jagung, resistensi hama ulat, gulma dan penyakit terhadap pestisida serta kelangkaan pupuk.Kata kunci : biaya, pendapatan bersih, usahatani jagung, jagung manis, jagung hibrida 
Pemberdayaan Perempuan Pesisir dalam Pengolahan Ikan Laut Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan Devi Permata Ijswari; Djoko Santoso; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.679

Abstract

Sebagian besar dari perempuan di Indonesia berupaya menutupi kekurangan kebutuhan keluarga karena penghasilan suami kecil dan tidak menentu. Oleh karena itu untuk menambah pendapatan maka perempuan pesisir melakukan kegiatan produktif diluar pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga seperti bekerja sebagai buruh upah atau sebagai pemilik usaha di sektor pengolahan hasil ikan. Akan tetapi, pengolahan hasil ikan laut yang dilakukan masih dikelola secara tradisional dan kurangnya pengetahuan perempuan pesisir dalam mengolah hasil laut tersebut membuat usaha yang dilakukan tidak berkembang. Sehingga, perlu adanya pemberdayaan dari pemerintah bagi perempuan pesisir. Pemberdayaan yang dilakukan pemerintah terkadang adanya yang tepat sasaran dan tidak tepat sasaran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan peran pemberdayaan perempuan pesisir dalam pengolahan ikan laut untuk meningkatkan ekonomi keluarga di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu mulai bulan Agustus 2018 sampai bulan Oktober 2018. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kemudian dikaitkan dengan teori yang ada, selain itu penelitian ini juga menggunakan penilaian kriteria sehat usaha. Berdasarkan hasil penelitian bentuk pemberdayaan yang diberikan terdiri dari pelatihan pengolahan hasil perikanan, bantuan permodalan, peralatan produksi, pemasaran/promosi, bimbingan kegiatan administrasi dan pembangunan sentra pengolahan hasil perikanan. Pemberdayaan yang di berikan pemerintah sudah menunjang untuk memberikan perubahan bagi anggota kelompok kearah yang lebih baik agar dapat meningkatkan ekonomi keluarga, akan tetapi pemberdayaan yang dilakukan masih kurang optimal.Kata kunci: pemberdayaan, perempuan pesisir, sehat usaha, ekonomi keluarga.
Indeks Kepuasan Masyarakat Peserta Program Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai) di Desa Balau Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Agus Tri Handayani; Abdussamad Abdussamad; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.697

Abstract

Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai) merupakan program pemerintah agar terwujudnya swasembadai pangani dengan meningkatnya jumlah produksi padi, jagung dan kedelai. Desa Balau merupakan salah satu desa yang menjalankan program Upsus Pajale. Keberhasilan suatu program bukan hanya dapat dilihat dari peningkatan jumlah produksi, akan tetapi dapat juga dilihat dari sisi kepuasan petani. Penelitian inii bertujuan untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat terhadap program Upsus Pajale dan masalah yang dihadapi petani selama program Upsus Pajale berlangsung. Data yang ada dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan data primer serta data sekunder. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei 2018 sampai bulan November 2018 di Desa Balau Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Pemilihan lokasi  dilakukan secara  bertahap (multistage sampling) yaitu tahap pertama memilih Kecamatan Karang Intan, tahap kedua memilih Desa Balau karena menjalankan Program Upsus Pajale, tahap ketiga yaitu menentukan kelompok tani sebanyak 3 kelompok tani, selanjutnya tiap kelompok tani diambil 50% anggota dengan secara acak (simple random sampling) kemudian ditambah 3 orang secara sengaja (purposive sampling) yaitu nggota pengurus kelompok tani. Analisis data yang digunakan pada penelitian ialah dengan importance performance analysis, customer satifaction index serta untuk mengetahui masalah dengan metode survey wawancara. Berdasarkan hasil perhitungan indeks kepuasan masyarakat dapat diketahui bahwa petani sangat puas dengan program Upsus Pajale. Masalah yang dihadapi adalah keterlambatan datangnya bantuan dan kurangnya jumlah bantuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani.Kata kunci: indeks kepuasan masyarakat, Upsus Pajale, tingkat kepuasan, tingkat kepentingan 
Kontribusi Pendapatan Wanita dari Usahatani Pembibitan Karet Terhadap Pendapatan Total Rumah Tangga di Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut Riska Aulia Wulandari; Emy Rahmawati; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.688

Abstract

Sekarang ini wanita tidak hanya menjadi ibu rumah tangga saja atau bekerja pada sektor formal tetapi wanita juga bisa bekerja disektor pertanian, khususnya menjadi wanita tani. Pada rumah tangga petani, wanita tani sebagai istri dan ibu memiliki peran penting untuk mengatur dan mengendalikan kehidupan rumah tangga. Disamping itu wanita tani juga ikut serta membantu mencari nafkah, wanita tani bekerja dipembibitan karet sebagai pengokulasi karet. Kontribusi wanita tani pembibitan karet dapat diperhitungkan jumlahnya untuk menambah pendapatan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan wanita tani, menganalisis pendapatan total rumah tangga petani dan menganalisis besarnya kontribusi pendapatan wanita tani terhadap pendapatan total rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Dari penelitian ini diperoleh hasil rata-rata pendapatan wanita tani Rp 1.163.700/bulan dengan rata-rata pendapatan total rumah tangga sebesar Rp 3.855.154/bulan dan kontribusi yang diberikan wanita tani terhadap pendapatan total rumah tangga sebesar 30,19%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa wanita tani memberikan kontribusi atau sumbangan yang cukup besar untuk pendapatan rumah tangganya.Kata kunci: kontribusi, wanita tani, pendapatan total, pembibitan karet
Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Pelayanan Penyuluh Pertanian di Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Muhammad Rifani; Usamah Hanafie; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.672

Abstract

Tersedianya penyuluh di sebuah pedesaan tidak akan menjamin mendapatkan yang dihasilkan baik sama dikarenakan bergantung kepada penyuluh bisa menyampaikan hal yang terbaik kepada petani dengan kinerja yang dihasilkan. Kepuasan adalah salah satu kesenangan yang keluar sesudah melakukan perbandingan dengan pelayanan dan dipikirkan terhadap hasil diimpikan. penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kepuasan petani dikinerja atribut pelayanan petugas penyuluh pertanian di Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara, serta untuk anjuran usaha yang baik untuk meningkatkan hasil dari pelayanan pelaksana penyuluh pertanian yang berusaha memberi yang terbaik kepada petani di masa yang akan datang. Penelitian dilaksanakan di Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten HST. Sampel petani diambil dipenelitian ini sebanyak 30 responden dan urutan analisis dijalankan dengan tahap metode Performance Analysis and Importance.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan petani rendah pada penyuluh terhadap atribut, antara lain yang pertama penyuluh melakuakan kerjasama antara kelompok tani dan pihak lain,yang kedua penyuluh melakukan pembalajaran melakukan bimbingan juga penerapannya dan berbagai keterampilan usahatani ,yang ketiga para penyu;uh mendapat pertanyaan harus secepatnya mampu menjawab hingga jelas pertanyaan petani,yang keempat penyuluh menyiapkan makanan ,minuman dan bahan bacaan selama melakukan penyuluhan, yang kelima skil penyuluh didalam meningkatkan produktivitas, kuantitas dan kualitas komoditi usahatani, yang keenam kelengkapan dan kesiapan alat peraga penyuluhan.Rekomendasi dan diberikan untuk peningkatan kinerja penyuluh dimasa yang akan datang penyuluh perlu meningkatkan hubungan kerjasama dengan pihak lain, mempelajarkan bermacam-macam keterampilan usahatani dan melakukan pembimbingan, dan penyuluh juga bisa memberikan pelatihan atau kursus teknologi terhadap petani dengan lebih intensif dan penyuluh harus tetap mempertahankan atribut-atribut yang terdapat dikuadran dua, karena atribut ini dianggap penting dan kinerjanya sudah baik untuk kuadran tiga, penyuluh tidak perlu terlalu memperhatikan atribut ini, karena tingkat kepentingannya rendah, serta kinerjanya juga rendah sedangkan atribut yang ada dikuadran empat, penyuluh sebaiknya mengurangi perhatian terhadap atribut-atribut ini, untuk lebih memprioritaskan pada atribut yang ada pada kuadran satu ataupun dua. Kata kunci: kepuasan, kinerja, penyuluh, pelayanan.
Analisis Finansial Beras Merah (Oryza Nivara) di Desa Teluk Limbung Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara Yulianti Yulianti; Rifiana Rifiana; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.693

Abstract

Secara geografis Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah salah satu Kabupaten di Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu daerah penghasil padi beras merah dengan hasil yang cukup bagus untuk dikembangkan. Lahan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara ini rata-rata lahan rawa lebak dan tadah hujan, sehingga untuk menanam padi beras merah hanya satu kali dalam setahun. Padi beras merah merupakan salah satu jenis padi yang mengandung gizi yang tinggi. Berdasarkan kandungan gizinya maka padi beras merah sangat baik untuk daerah rawan pangan khususnya masyarakat yang berstatus  kurang gizi. Kurang tertarik petani untuk menanam padi beras merah walaupun pada faktanya harga jual berassmerah lebihhtinggi dibandingkan beras putih dan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kandungan gizi padi beras merah untuk kesehatan sehingga prospek padi beras merah sangat baik untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan padi beras merah, mengetahui balas jasa terhadap usahatani padi beras merah dan mengetahui permasalahan yang dihadapai dalam usahatani padi beras merah. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Jumlah sampel responden 11 orang petani dengan menggunakan metode sensus. Rata-rata luasan lahan yang digunakan petani padi beras merah adalah 0.46 Ha. Berdasarkan hasil penelitian usahatani padi beras merah meliputi persiapan bibit, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen.Total biaya yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp 7.940.572,- per usahatani atau Rp 17.303.649,- per ha. Penerimaan total petani adalah sebesar Rp 14.784.000 ,-per usahatani atau Rp 32.139.130,- per ha. Pendapatan total petani padi beras merah adalah sebesar Rp 13.730.053,- per usahatani atau Rp 29.847.942,- per ha. Keuntungan yang diperoleh petani adalah sebesar Rp 6.843.428,- per usahatani atau Rp  14.835.481,- per ha, Balas jasa terhadap modal petani adalah sebesar Rp 6.843.428,- per usahatani. Balas jasa lahan adalah sebesar Rp 6.843.428,- per usahatani. Balas jasa terhadap tenaga kerja dalam keluarga petani padi beras merah adalah sebesar Rp 6.799.348,- per usahatani. Permasalahan petani padi beras merah kebanyakan adalah kendala dalam pengaturan air, sulitnya mendapatkan lahan baru untuk membudidayakan padi beras merah, sulitnya memasarkan hasil beras merah ke masyarakat dan balas jasa terhadap tenaga kerja dalam keluarga yang diterima petani padi beras merah lebih kecil dari UMR Kabupaten Hulu Sungai Utara.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, balas jasa 
Analisis Saluran Pemasaran Telur Ayam (Gallus sp.) di CV Faradiansyah Farm Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Fadilla Fitra Astari; Emy Rahmawati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.684

Abstract

Sektor peternakan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran cukup besar dalam perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia, karena hampir seluruh wilayah Indonesia kita temukan berbagai macam kegiatan peternakan, baik peternakan yang berskala kecil maupun peternakan yang berskala besar.Berdasarkan sumber data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut, di Kecamatan Bati-Bati merupakan kecamatan terbanyak kedua dengan jumlah populasi ayam petelur 1.083.485 ekor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluraan pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan, share pemasaran, dan permasalahan-permasalahan dalam pemasaran. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian merupakan studi kasus yaitu di CV Faradiansyah Farm Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut. Metode yang digunakan studi kasus dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan responden. Berdasarkan hasil penelitian saluran pemasaran didapat saluran I: peternak-konsumen akhir, saluran II: peternak-pedagang pengecer-konsumen akhir, saluran III: peternak-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen akhir, saluran IV: peternak-pedagang pengumpul-pedagang besar/grosir-pedagang pengecerkonsumen akhir. Total biaya pemasaran tertinggi antara keempat saluran adalah biaya pemasaran pada saluran ke IV yaitu sebesar Rp 2.258,34,- dan biaya terkecil terdapat pada saluran pemasaran ke I yaitu sebesar Rp 160,-. Margin total terbesar yaitu pada saluran pemasaran IV sebesar Rp 4500,-. Sedangkan margin terkecil juga pada saluran pemasaran I ditingkat peternak sebagai pedagang pengecernya. Farmer share tertingggi terdapat pada saluran pertama yaitu saluran I tingkat peternak sebagai pengecer sebesar 100% dan saluran II sebesar 92,59%, aluran III sebesar 87,96%, dan saluran IV yang terendah sebesar 83,92%. Permasalahan yang dihadapi peternak dalam pemasaran telur ayam adalah harga ditingkat peternak lebih rendah dibandingkan dengan ditingkat lembaga pemasaran yang dijual lebih tinggi. Untuk permasalahan pada lembaga pemasaran selain telur ayam mengalami kenaikan harga juga sering mengalami kerusakan.Kata kunci: telur ayam, saluran pemasaran, biaya pemasaran.
Analisis Finansial Jamu (Studi Kasus Pada “Cafe Jamu” di Kampung Pejabat Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan) Herma Sari; Mira Yulianti; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.698

Abstract

Perindustrian merupakan salah satu sektor yang peranannya sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia. Peningkatan industri kecil dan rumah tangga juga diperhatikan oleh pemerintah sekarang ini, dan tidak lagi terfokus hanya kepada perkembangan industri besar dan sedang saja. Pada negara-negara yang sedang berkembang peranan industri kecil dan rumah tangga penting untuk peningkatan pembangunan, dikarenakan dapat menciptakan lapangan kerja yang banyak, adanya kesempatan usaha yang tercipta serta memperbanyak pertumbuhan pembangunan. Untuk sebagian jenis kegiatan peningkatan ekspor juga dapat dilakukan oleh industri ini. Salah satu usaha rumah tangga di Kelurahan Loktabat Selatan Kabupaten Banjar bernama Cafe Jamu yang khususnya berada di Kampung Pejabat, industri ini bergerak pada pembuatan hasil pertanian menjadi sebuah produk yaitu jamu. Cafe Jamu sendiri mulai berdiri pada Maret 2017 pemiliknya adalah sepasang suami istri yaitu Bapak Tarmuji dan istri beliau bernama Sukarni yang sekaligus sebagai pekerja di Cafe Jamu tersebut. Awal mula mendirikan Cafe Jamu adalah karena di kampung pejabat itu sendiri dijadikan ikon jamu untuk Kota Banjarbaru maka Bapak Tarmuji berinisiatif mendirikan tempat khusus jamu yang semua kalangan dapat menikmati jamu dan sekaligus mengenalkan jamu kepada kalangan muda betapa banyak manfaat dari mengkonsumsi jamu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, BEP (Break Even Point), serta faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Cafe Jamu. Metode yang digunakan dalah studi kasus , metode ini hanya menerapkan penelitian pada satu kasus saja, Sedangkan untuk menentukan jumlah responden konsumen menggunakan Accidental Sampling. Hasil perhitungan menyatakan RCR<1 yaitu 0,94 yang artinya bahwa usaha Cafe Jamu ini tidak menguntungkan. Disarankan memberikan pelatihan kepada karyawan dalam hal pembukuan keuangan sehingga mempermudah pemilik dalam menghitung pendapatan dan pengeluaran usaha Cafe Jamu secara rinci. Kata kunci: cafe jamu, jamu, biaya
Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Karet Rakyat di Desa Tampa Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah Syahril Syahril; Mira Yulianti; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui tingkat kesejahteraan petani karet rakyat, dan Mengetahui permasalahan yang dihadapi petani karet di Desa Tampa Kecamatan Paku Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2016. Hasil dari penelitian ini yaitu Tingkat kesejahteraan keluarga petani karet di wilayah Desa Tampa berada pada tingkat keluarga sejahtera II dengan banyak 48 kepala keluarga dengan tingkat presentase sebanyak 48%. Banyak nya keluarga petani yang perekonomian nya terbilang serba cukup dan mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka sehari-hari, ada sebanyak 48 kepala keluarga yang berada pada tingkat keluarga sejahtera II dimana pada tingkat inilah jumlah  responden paling banyak, yang secara tidak langsung menunjukan bahwa masyarakat petani karet di wilayah Desa Tampa rata-rata sebagian besar berada pada tingkat kaluarga sejahtera II yang artinya tingkat kesejahteraan petani karet di wilayah Desa Tampa sudah tergolong sejahtera. Permasalahan yang dihadapi petani karet di Desa Tampa Kecamatan Paku Provinsi Kalimantan Tengah ada tiga yaitu, tidak stabilnya harga karet, iklim yang bisa berubah kadang tidak menentu, dan rawan nya pecurian di wilayah sekitar dikarenakan pola hidup masyarakat di wilayah Desa Tampa .Kata kunci: tingkat kesejahteraan, keluarga petani, karet

Page 2 of 2 | Total Record : 20