cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 20 Documents clear
Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Jagung (Zea mays. L) Hubungannya dengan Beberapa Jenis Varietas di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Gani Gani; Abdullah Dja'far; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.809

Abstract

Varietas jagung Bisi 18 dan varietas Bisi 2 memiliki perbedaan, yaitu untuk varietas Bisi 18 berbeda dengan varietas Bisi 2 yang menghasilkan 2 tongkol yang seragam dalam satu tanaman, untuk varietas Bisi 18 hanya menghasilkan 1 tongkol dalam 1 tanaman. Dengan perbedaan kedua varietas tersebut dan peluang pasar yang masih terbuka untuk pengembangan usaha agribisnis jagung di kabupaten Tanah laut dan untuk mendukung program swasembada pangan yang mempunyai arti penting bagi peningkatan pendapatan petani, maka perlu dilihat finansialnya dan tidak hanya aspek produksinya saja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyelenggaraan kegiatan pengelolaan usahatani jagung menurut varietas, Untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan usahatani jagung menurut varietas dan perbedaan biaya serta pendapatannya, dan Untuk mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi dalam usahatani jagung menurut varietas di Desa Batu Tungku. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling petani jagung varietas Bisi 18 dan varietas Bisi 2. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya total petani jagung varietas Bisi 18 sebesar Rp8.191.667/ha dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp12.931.579 /ha dan rata-rata pendapatan sebesar Rp4.739.912 /ha. Sedangkan rrata-rataa total biaya petani jaguung variietas Biisi 2 Rp8.091.927/ha dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp14.862.329 /ha dan rata-rata pendapatan sebesar Rp6.770.402 /ha. Dari hasil uji statistik yang dilakukan pada biaya menunjukkan bahwa nilai statistik biaya petani jagung yang menggunakan varietas Bisi 18 dan varietas Bisi 2 tidak berbeda secara nyata. Sedangkan pada pendappatan menunjjukkan nilai statistik pendapattan petanii jagung yangg menggunakkan varietas Bisi 18 dan varietas Bisi 2 berbeda secara nyata. Permasalahan yang dihadapi petani  yaitu: terlambatnya mendapatkan pupuk yang membuat membuat petani tidak dapat melakukan pemupukan tepat waktu serta terbatasnya modal membuat petani tidak dapat memperluas atau memperbesar usahataninyaKata kunci: biaya, pendapatan, petani jagung, varietas Bisi 18, varietas Bisi 2
Hubungan Tingkat Kosmopolitan Dengan Tingkat Penerapan Teknologi Budidaya Jeruk Siam di Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala Danu Prasetiyo; Masyhudah Rosni; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.799

Abstract

Penerapan teknologi budidaya jeruk siam belum optimal salah satunya dipengaruhi oleh tingkat kosmopolitan petani. Dalam keberhasilan petani membudidayakan usaha jeruk siam petani diharapkan untuk menerima dan terbuka terhadap adanya informasi-informasi mengenai teknologi yang disosialisasikan oleh penyuluh dan informasi yang didapat dari media massa diantaranya media cetak, media elektronik maupun yang diperoleh dari petani lainnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam dengan analisis secara deskriptif; tingkat kosmopolitan petani jeruk siam dengan analisis secara deskriptif; dan hubungan tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam dengan tingkat kosmopolitan di Kecamatan Belawang dengan menggunakan analisis rumus Rank Sperman. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 petani jeruk. Hasil penelitian diperoleh tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam berada pada kategori sedang yaitu 76%. Tingkat kosmopolitan petani jeruk siam berada pada kategori sedang yaitu 60,83%. Hubungan kosmopolitan dengan tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam adalah terdapat hubungan yang positif antara kosmopolitan dengan tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam di Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala.Kata kunci: kosmopolitan, penerapan jeruk siam
Analisis Usahatani Pepaya California di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Binti Mukaromah; Rifiana Rifiana; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.804

Abstract

Pepaya merupakan tanaman yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Kegunaan tanaman pepaya cukup beragam dan hampir semua bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya buah, daun bahkan getahnya yang mengandum enzim papain dapat dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani pepaya California, mengetahui apakah usahatani pepaya California sensitif atau peka terhadap peningkatan biaya produksi, penurunan harga jual, dan pada saat terjadinya peningkatan biaya produksi dan penurunan harga jual, serta mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam penyelenggaraan usahatani pepaya California. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Provinsi Kalimantan Selatan dimulai pada bulan Agustus sampai Desember 2018. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan cara sengaja (Purposive). Pengambilan sampel menggunakan metode sensus dengan jumlah populasi sebanyak 18 petani. Luas lahan per usahatani dalam penelitian ini adalah 0,78 hektar. Berdasarkan hasil penelitian usahatani pepaya California dinyatakan layak karena memperoleh hasil Profit Rate 91,60%, Payback Period selama 1 tahun 8 bulan, NPV positif sebesar Rp 144.600.129,13 sedangkan nilai Net B/C sebesar 4,80 dan nilai Gross B/C sebesar 1,78. Usahatani papaya California sensitif atau peka terhadap perubahan peningkatan biaya produksi maksimal 78%, penurunan harga jual maksimal 44% yaitu Rp 1.680 per Kg, serta peningkatan biaya produksi dan penurunan harga jual maksimal 28%. Permasalahan yang dihadapi petani yaitu permasalahan teknis seperti serangan hama dan penyakit, perubahan cuaca, permasalahan modal awal usahatani yang besar, harga jual ditingkat petani yang berbeda-beda tiap petani serta tidak adanya penanganan pasca panen.Kata kunci: analisis usahatani, analisis sensitivitas, pepaya California
Strategi Pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal di Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin (Studi Kasus Usaha Sambal Acan Raja Banjar) Riky Devi Saputra; Abdussamad Abdussamad; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.784

Abstract

Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal Acan Raja Banjar mempunyai potensi yang dapat dikembangkan karena memiliki keunggulan dan memiliki prospek yang baik. Namun industri Sambal Acan Raja Banjar masih industri berskala rumah tangga dengan menggunakan peralatan yang masih sederhana dalam proses pengolahannya, kepemilikan modal yang terbatas, tenaga kerja yang masih sedikit dan pemasarannya belum terlalu luas. Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta menganalisis strategi pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal Acan Raja Banjar di Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan untuk memperoleh data lingkungan Internal adalah studi kasus sedangkan untuk memperoleh data lingkungan Eksternal menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian diperoleh kekuatan usaha industri adalah tersertifikasi halal MUI, sudah melakukan promosi melalui media massa, terbuat dari bahan alami dan memiliki rumah makan dalam pemasaran. Kelemahan industri adalah produk tidak tahan lama dibandingkan dengan produk pesaing, tempat pengolahan sambal kurang strategis, jumlah karyawan terbatas, terbatasnya modal usaha, dilakukan secara manual dan jaringan distribusi belum terlalu luas dibandingkan produk pesaing. Peluang industri adalah banyak bahan yang dapat dimanfaatkan  (buah perasa), harga sambal acan dapat bersaing dengan produk lain, masih terbukanya lahan atau lokasi untuk membuka outlet, dikenal diberbagai kalangan masyarakat, perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, banyak event event yang dapat di ikuti, banyak kios dan minimarket yang menjadi mitra. Sedangkan ancaman industri adalah produk mudah ditiru. Strategi pemasaran industri yang disarankan adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan cara memperluas skala usaha dengan menambah varian rasa produk yang dijual, menambah cara promosi seperti menjadi sponsor dalam kegiatan di sosial media seperti youtube dan memperluas jaringan distribusi dalam penjualan produk sambal acan ke wilayah baru.Kata kunci: industri rumah tangga, pengolahan sambal, strategi pemasaran, matriks SWOT
Analisis Hubungan Dinamika Kelompok Tani terhadap Fungsi Kelompok Tani di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut Eka Riawati; Mariani Mariani; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.810

Abstract

Pembangunan dapatodiartikanosebagaiopertumbuhanodanoperubahan. Pembangunan pertanian dapat dikatakan berhasilojika terjadiopertumbuhanosektoropertanianoyangotinggiodan perubahanomasyarakatotanioyangokurangobaikomenjadioyangolebihibaik. Kelompok tani merupakan kelembagaan di tingkat petani yang dibentuk untuk secara langsung mengorganisir para petani dalam berusahatani.  Berdasarkan sumber data dari kelompok tani yang terdapat di BP3K Kecamatan Bajuin terdapat 9 Desa yang terdiri dari 106 kelompok tani. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Kecamatan Bajuin memiliki banyak kelompok tani. Penelitianpinipbertujuanpuntuk menganalisis tingkat dinamikapkelompokptani, menganalisis tingkat fungsipkelompokptani, serta menganalisis hubungan dinamika kelompok tani terhadap fungsi kelompok tani di Desa Tirta Jaya Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode survei. Langkah pertama, menentukan populasi anggota kelompok tani yang ada di Desa Tirta Jaya bejumlah 11 kelompok tani dengan anggota 243 orang. Berdasarkan hasil penelitian Diketahui bahwa tingkat dinamika yang ada di Desa Tirtajaya Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut termasuk dalam kategori dinamis. Dari sembilan unsur dinamika kelompok tani hanya ada dua unsur yang termasuk dalam kategori cukup dinamis yaitu kekompakan kelompok dan maksud terselubung. Tujuh unsur yang memiliki kategori tinggi yaitu tujuan kelompok, struktur kelompok, fungsi tugas, pembinaan kelompok, suasana kelompok, keefektifan kelompok dan tekanan kelompok. Diketahui bahwa fungsi kelompok tani di Desa Tirtajaya Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut termasuk dalam kategori berfungsi, keadaan ini berarti fungsipkelompokptanipsebagai kelaspbelajar, fungsi kelompok tani sebagaipwahanapkerjasamapdan fungsi kelompok tani sebagai unitpproduksi seluruhnya dilakukan oleh kelompok tani dengan baik dan diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dinamika kelompok tani dengan fungsi kelompok tani.Kata kunci: kelompok tani, dinamika kelompok tani, fungsi kelompok tani
Analisis Finansial Usaha Pembibitan Tanaman Hortikultura dan Tanaman Kehutanan (Studi Kasus CV Bauntung Tiga) di Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Hayatun Nafsiah; Artahnan Aid; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.800

Abstract

Tujuan Nasional dalam pengembangan subsektor tanaman pangan dan tanaman hortikultura adalah swasembada pangan. Sedangkan tujuan utama pengembangan subsektor tanaman pangan dan tanaman hortikultura adalah peningkatan produksi dan kesejahteraan petani yang dicapai melalui upaya peningkatan pendapatan, produksi dan produktivitas usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usaha pembibitan tanaman hortikultura dan tanaman kehutanan, biaya yang dikeluarkan, penerimaan dan keuntungan serta kelayakan usaha secara jangka pendek pada CV Bauntung Tiga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar  mulai dari bulan September 2018 sampai Januari 2019. Usaha ini mulai berdiri  berdiri  pada tahun  2003  dan  resmi  menjadi CV Bauntung Tiga pada tahun 2016 pemiliknya adalah H. Ahyani. Penentuan lokasi dalam penelitian ini dilakukan secara porposive. Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa nilai profit rate 213,94% > 0,16% inflation rate yang artinya bahwa usaha pembibitan tanaman hortikultura dan tanaman kehutanan pada CV Bauntung Tiga secara jangka pendek layak untuk diteruskan.Kata kunci: analisis jangka pendek, hortikultura, kehutanan
Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Padi (Oryza sativa) Sawah Lokal Pada Lahan Pasang Surut di Desa Sungai Tunjang Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala Muhammad Abiel Malik; Sadik Ikhsan; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.780

Abstract

Pemanfaatan lahan marginal pada lahan pasang surut dinilai cukup potensial untuk pengembangan pertanian tanaman pangan terutama padi dengan melalui penerapan teknologi, sistem pengelolaan dan penggunaan faktor yang tepat. Penggunaan faktor produksi yang efisien secara teknis berdampak dalam peningkatan produksi padi. Tujuan penelitian ini dilaksanakan adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis faktor produksi menggunakan metode Maximum Likehood Estimation (MLE) dalam fungsi produksi frontier stochastic. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Tunjang yang ditentukan secara purposive. Sebanyak 60 orang petani padi lokal diambil sebagai sampel menggunakan metode simple random sampling. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata dan positif terhadap produksi batas (frontier) adalah input lahan, kapur dan tenaga kerja. Untuk input produksi pupuk dan  pestisida secara statistik tidak berpengaruh dan positif, sedangkan benih secara statistik tidak berpengaruh nyata dan bernilai negatif. Sebaran tingkat efisiensi menunjukkan rata-rata ukuran efisiensi teknis sejumlah 0,86  dengan 0,35 dan 0,97 masing-masing sebagai ukuran terendah dan tertinggi. Sebanyak 83,4% petani responden termasuk usahatani padi efisien secara teknis dan 16,6% petani responden tidak efisien dalam berusahatani padi. Pengukuran inefisiensi teknis menunjukkan bahwa variabel umur, pengalaman dan pendidikan secara statistik tidak berpengaruh. Namun dari nilai koefisiean  variabel  umur bernilai positif sedangkan variabel pengalaman dan pendidikan bernilai negatif terhadap tingkat inefisiensi teknis.Kata kunci: efisiensi teknis, fungsi produksi stochastic frontier, maximum likehood estimation (MLE)
Tingkat Penerapan Teknologi Budidaya Beras Merah di Desa Teluk Limbung Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara Muhammad Rendy Anugerah Putra; Abdullah Dja'far; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.805

Abstract

Usahatani padi sawah beras merah mulai diusahakan petani di Desa Teluk Limbung. Untuk mendukung produktivitas budidaya beras merah, penerapan Teknologi budidaya perlu dilakukan dengan baik, karena untuk menunjang hasil produksi yang lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu; (1) Untuk mengetahui tingkat penerapan teknologi budidaya beras merah; (2) Untuk mengetahui hubungan tingkat penerapan teknologi dengan luas tanam beras merah; (3) Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi petani beras merah di Desa Teluk Limbung, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus, dengan memilih seluruh petani yang membudidayakan padi beras merah, yaitu 11 responden di Desa Teluk Limbung. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan teknologi budidaya beras merah di Desa Teluk Limbung berada pada kategori tinggi, yaitu 88%. Untuk penerapan masing-masing panca usaha tani yaitu pemilihan bibit unggul sebesar 89,70%, pengolahan lahan sebesar 86,67%, pemupukan sebesar 83,64%, pengendalian hama dan penyakit sebesar 87,27%, dan pengairan sebesar 96,97%. Sedangkan hubungan tingkat penerapan teknologi budidaya beras merah dengan luas tanam, berdasarkan hasil analisis uji Rank Spearman untuk taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) dengan 11 responden sebesar 2,228. Setelah dilakukan pergitungan t hit 2,509 > 2,228 sehingga keputusan hipotesis pengujian statistik ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat penerapan teknologi budidaya beras merah dengan luas tanam di Desa Teluk Limbung Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara.Kata kunci: tingkat penerapan, beras merah
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Permintaan Daging Ayam Broiler di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pasar Bauntung dan Pasar Ulin Raya) Tri Norarifin; Luki Anjardiani; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.785

Abstract

Daging ayam broiler adalah salah satu sumber protein hewani dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Permintaan daging ayam broiler yang meningkat dari tahun ke tahun tersebut tidak terlepas dari pengaruh banyak faktor. Harga daging ayam broiler di Kota Banjarbaru cukup mengalami fluktuasi, Sehingga perlunya mengetahui apakah faktor tersebut dapat mempengaruhi permintaan terhadap daging ayam broiler atau ada faktor lainnya yang sangat mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan perilaku konsumen daging ayam broiler Kota Banjarbaru. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru. Elastisitas permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pemilihan responden penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 65 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan dilakukan pengujian koefisien determinasi, uji F dan Uji t. Hasil dari penelitian ini, faktor yang berpengaruh nyata secara bersamaan terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru adalah harga daging ayam broiler (X1), harga telur ayam ras (X2), harga ikan (X3), pendapatan (X4), jumlah anggota keluarga (X5) dan tingkat pendidikan (X6). Faktor yang berpengaruh nyata secara individual terhadap permintaan daging ayam broiler adalah harga daging ayam broiler, harga ikan dan pendapatan. Untuk elastisitas permintaan daging ayam broiler menunjukan bahwa elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap harga adalah elastis. Elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap pendapatan menunjukan bahwa daging ayam broiler termasuk dalam barang normal. Elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap harga telur ayam broiler dan harga ikan, sehingga telur ayam ras dan ikan dapat dikategorikan sebagai barang pengganti bagi daging ayam broiler.Kata kunci: daging ayam broiler, faktor-faktor permintaan, elastisitas
Analisis Keuntungan Usahatani Melati (Jasminum sambac) di Desa Jingah Habang Ilir, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Ika Irana Arbiassari; Usamah Hanafie; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.811

Abstract

Tanaman hias semakin berkembang pada saat ini, Kalimantan Selatan salah satu daerah yang mengembangkan tanaman hias, karena memiliki daerah yang tropis sehingga sangat cocok untuk bertanam tanaman hortikultura seperti bunga melati. Khususnya di Kabupaten Banjar banyak terdapat makam-makam dan tempat bersejarah dimana tidak pernah sepi akan pengunjung, sehingga permintaan terhadap bunga melati akan selalu ada bahkan bisa meningkat pada saat peringatan hari-hari besar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani melati, menganalisis berapa besar kontribusi pendapatan usahatani melati terhadap keseluruhan pendapatan keluarga petani, menganalisis kelayakan usahatani melati, dan mengetahui permasalahan yang dihadapi petani menyangkut usahatani melati. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive sampling), yaitu memilih wilayah yang memproduksi tanaman melati. Sebanyak 39 petani responden diambil sebagai sampel, menentukan jumlah sampel yang bisa mewakili masing-masing kelompok menggunakan metode Proportionated Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata sebesar Rp 11.489.666/usahatani atau Rp 90.891.877/ha, penerimaan rata-rata sebesar Rp 29.529.739/usahatani atau sebesar Rp 233.602.396/ha, pendapatan rata-rata sebesar Rp 24.302.078/usahatani atau sebesar Rp 192.247.673/ha, keuntungan rata-rata sebesar Rp 18.040.0738/usahatani atau sebesar Rp 142.710.519/ha. Hasil kontribusi pendapatan usahatani melati terhadap keseluruhan pendapatan petani responden diperoleh persentase sebesar 76%. Hasil kelayakan usahatani/ RCR memiliki nilai sebesar 2,57 ini berarti dapat dikatakan usaha ini layak untuk diusahakan. Permasalahan yang dihadapi petani responden yaitu produksi melati di Desa Jingah Habang Ilir per usahatani masih sangat kurang dari standar rata-rata produksi bunga melati, belum ada nilai tambah dari pasca panen usahatani melati pasca panen dan bunga melati rentan terkena serangan hama dan penyakit. Kata kunci: bunga melati, Jasminum sambac, analisis keuntungan, kontribusi, usahatani

Page 2 of 2 | Total Record : 20