cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 27 Documents clear
ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BUNGA SEGAR DI PASAR RAKYAT KAYUTANGI KOTA MARTAPURA, KABUPATEN BANJAR Norwinda Safitri; Hairi Firmansyah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2614

Abstract

Sikap dan perilaku konsumen merupakan hal yang paling mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian, konsumen akan memikirkan mulai dari harga, pelayanan, kualitas hingga fungsi atau kegunaan barang atau produk yang akan dibeli. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sikap dan perilaku konsumen di Pasar Rakyat Kayutangi Kota Martapura Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Fishbein dan analisis Deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap konsumen  terhadap atribut dalam bunga segar ini sebesar 115,48 dengan kategori tinggi. Sikap konsumen ditentukan dengan analisis tingkat keyakinan dan tingkat evaluasi pada atribut bunga segar. Terlihat bahwa pada tingkat keyakinan atribut kemenarikan jenis olahan bunga sebagai atribut yang paling bagus/baik dalam kinerjanya dan atribut  ketersediaan tempat parkir sebagai atribut yang paling kurang bagus/baik dalam  kinerjanya. Terlihat bahwa pada tingkat evaluasi atribut pelayanan sebagai atribut yang paling penting didalam menentukan terhadap penilaian yang dilakukan dalam pengambilan keputusan terhadap pembelian bunga segar oleh konsumen dan atribut variasi bunga sebagai atribut yang paling tidak penting didalam menentukan terhadap penilaian yang dilakukan dalam pengambilan keputusan terhadap pembelian bunga segar oleh konsumen. Perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian diperoleh dari kesimpulan hasil yang sudah di paparkan pada analisis sikap yang masuk dalam kategori tinggi, yang artinya para konsumen memiliki presepsi yang positif, yang artinya konsumen dari bunga segar di Pasar Rakyat Kayutangi, Kota Martapura, Kabupaten Banjar ini akan berperilaku berkemungkinan besar untuk membeli kembali produk bunga segar ini pada saat nanti konsumen membutuhkannya.Kata kunci: sikap dan perilaku konsumen, pembelian, bunga segar
DAMPAK KEBERADAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA PANDAHAN DAN DESA PULAU PINANG, KABUPATEN TAPIN Ahmad Baihaqi; Luthfi Fatah; Taufik Hidayat
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2634

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu bentuk tanggung jawab yang dilakukan oleh perusahaan atas bagaimana mereka melakukan bisnisnya dengan tetap memberikan dampak yang positif kepada masyarakat dan lingkungan serta kontributif terhadap ekonomi yang berkelanjutan. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui dampak dari program CSR kelapa sawit terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah adanya CSR perusahaan kelapa sawit PT. Kharisma Inti Usaha (KIU) dan PT.Hasnur Citra Terpadu (HCT). Penelitian dilakukan di Desa Pandahan Kecamatan Tapin Tengah dan Desa Pulau Pinang Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Penelitian ini dimulai dari bulan Juli 2019 sampai Oktober 2019. Metode penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, diambil sebanyak 30 orang, terdiri dari 15 orang dari Desa Pandahan dan 15 orang dari Desa Pulau Pinang. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya CSR dari perusahaan perkebunan kelapa sawit membawa perubahan terhadap kondisi sosial masyarakat, berupa meningkatnya tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat serta memudahkan masyarakat dalam berobat. Adanya CSR perusahaan perkebunan kelapa sawit juga membawa perubahan terhadap kondisi ekonomi masyarakat yaitu bertambahnya pendapatan serta bisa mengurangi kerugian ekonomi kepada masyarakat, misalnya mencegah kebakaran.Kata kunci: dampak, CSR, kondisi sosial ekonomi masyarakat, perkebunan kelapa sawit
ANALISIS BREAK EVENT POINT PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PADA PT BORNEO INDO TANI KECAMATAN CINTAPURI DARUSALAM, KABUPATEN BANJAR Oni Theresya; Artahnan Aid; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2621

Abstract

Kelapa sawit merupakan sektor pengekspor urutan terbesar ke lima dalam ekspor bahan indrustri. Kelapa sawit adalah tanaman unggulan bagi Indonesia dalam perdagangan Internasional. Selama musim panen, kehilangan produksi sering terjadi dalam perusahaan kelapa sawit, untuk itu perlu adanya inovasi baru dalam produksi kelapa sawit membantu dalam pembudayaan di awal dan pengamatan di akhir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya produksi dan harga produksi dalam break event/titik impas pada perusahaan kelapa sawit. PT Borneo Indi Tani merupakan perusahan perkebunan kelapa sawit. Adapun dalam penelitian ini menggunakan data luasan penanaman sebagai tumpuan dalam pengolahan data. Luas tahun tanam (TT) 3.732,79 ha, luasan tanaman belum menghasilkan (TBM) 3.028,48 ha, luasan tanaman menghasilkan (TM) 5.446,22 ha dengan total luas lahan seluruhnya 10.000 ha. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode BEP (Break Event Point) atas produksi dan atas dasar harga. Perusahan PT Borneo Indo Tani berdasarkan data yang di peroleh tahun 2010-2018 telah mencapai kondisi break event/titik impas dan telah memperoleh keuntungan. Break Event Point Produksi produksi telah terjadi tahun 2015-2018 secara berturut-turut 19.912.732,36 kg; 11.460.836,55 kg; 8.935.340,51 kg; 16.251.453,01 kg. Break Event Point harga terlah terjadi tahun 2016-2018 secara berturut-turut Rp. 1.322, Rp. 920, Rp. 820.Kata kunci: BEP produksi dan harga, perkebunan kelapa sawit, TBM, TM
OPTIMALISASI POLA TANAM USAHATANI SAYURAN DI KECAMATAN LANDASAN ULIN Anggi Oksyifa Putri; Abdurrahman Abdurrahman; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2640

Abstract

Petani di kecamatan Landasan Ulin banyak yang mengusahakan tanaman kangkung, bayam, dan sawi. Ketiga tanaman ini sangat mudah dalam pemeliharaan dan relatif murah dalam penyelenggaraan usahataninya. Namun karena produksi yang dihasilkan petani mengalami fluktuasi diperlukan penentuan pola tanam yang optimal agar pendapatan yang diperoleh petani dapat maksimal dan dapat mengurangi dampak buruk bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan bersih usahatani sayuran serta pola tanam usahatani sayuran yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2017 sampai dengan bulan Agustus 2018. Metode penelitian dilakukan terhadap 24 orang petani dengan sensus. Analisis data dengan melihat data yang diperoleh dari petani contoh serta menghitung total penerimaan, total biaya, pendapatan bersih, penyusutan peralatan, kemudian menghitung optimalisasi pola tanam usahatani dengan analisis linear programming. Hasil dari penelitian pendapatan bersih usahatani sayuran sebesar Rp 5.155.719,04 setelah dioptimalisasi menjadi Rp 6.090.903,00 pada model 1 dan Rp 5.155.719,04 pada model 2. Pada model 1 pola tanam dapat mencapai keuntungan optimal jika hanya menanam sayuran kangkung, sedangkan model 2 didapat keuntungan optimal jika menanam ke-3 tanaman tersebut. Untuk mencapai keuntungan optimal dengam menanam ketiga tanaman digunakan model 2.Kata kunci: optimalisasi pola tanam, usahatani sayuran 
ANALISIS USAHATANI JERUK SIAM DENGAN SISTEM POLA TANAM MONOKULTUR DI KECAMATAN SUNGAI PINANG, KABUPATEN BANJAR Muhammad Hariyadi; Hairi Firmansyah; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2636

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola usahatani jeruk siam dengan sistem pola tanam  monokultur di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar, mengetahui besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar dan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani dalam penyelenggaraan usahatani jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Penentuan responden dilakukan dengan metode sensus terhadap 29 petani yang menanam buah jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang. Hasil penelitan menunjukkan pola tanam yang digunakan petani di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar adalah pola tanam monokultur dengan rata-rata luas lahan petani sebesar 1,07 hektar. Rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar selama satu periode produksi (satu tahun) adalah sebesar Rp8.361.026,82 untuk rata-rata penerimaan sebesar Rp53.296.551,72. Rata-rata pendapatan sebesar Rp48.876.112,06 dan untuk rata-rata keuntungan sebesar Rp44.935.524,90 per usahataninya. Jika dihitung dalam satuan hektar, maka rata-rata biaya totalnya adalah sebesar Rp7.814.043,77 untuk rata-rata penerimaan sebesar Rp49.809.861,42. Rata-rata pendapatan Rp45.678.609,40 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp41.995.817,65. Permasalahan yang dihadapi petani jeruk siam yaitu masalah teknis seperti serangan hama dan penyakit akibat musim yang tidak menentu. Penyakit yang sering ditemukan petani pada usahatani jeruk siam di antaranya penyakit diplodia basah dan kering. Kata kunci: monokultur, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA BANJARBARU (STUDI KASUS PADA USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK CASUAL FARMER) Rahmat Pamuji; Hairin Fajeri; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2623

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyelenggaraan, menganalisis kelayakan finansial, dan mengetahui sensitivitas usahatani sayuran hidroponik terhadap penurunan harga jual dan peningkatan biaya produksi. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Metode yang digunakan adalah metode dekskriptif untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani sayuran, untuk mengukur kelayakan finansial digunakan kriteria investasi NPV, Net B/C, dan IRR, dan analisis sensitivitas digunakan skenario penurunan harga jual dan peningkatan biaya produksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa keadaan penyelenggaraan usahatani Casual Farmer dikatakan baik karena memenuhi panduan pertanian hidroponik dari Kementerian Pertanian. Analisis kelayakan finansial dengan menggunakan tingkat suku bunga 12% diperoleh nilai NPV positif sedangkan nilai Net B/C > 1 dan nilai IRR > Interest rate. Hal ini menandakan bahwa usahatani Casual Farmer secara finansial layak untuk diteruskan. Hasil analisis sensitivitas (switching value) pada usahatani sayuran hidroponik Casual Farmer disimpulkan bahwa usahatani sayuran hidroponik Casual Farmer peka atau sensitif terhadap penurunan harga jual maupun peningkatan biaya produksi. Namun kecendrungan kepekaan atau sensitifnya usahatani sayuran hidroponik Casual Farmer lebih dominan terhadap penurunan harga jual. Biaya penurunan harga jual maksimal yang dapat diterima pemilik agar usahatani tetap layak sebesar 15% yaitu Rp.5.250,00 per Kg.Kata kunci: kelayakan finansial, usahatani, sayuran hidroponik 
ANALISIS FINANSIAL DAN NILAI TAMBAH USAHA PENGOLAHAN KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) DI KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Taufik Rahman; Eka Radiah; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2612

Abstract

Kopi dapat dianggap sebagai salah satu penyumbang devisa negara yang cukup potensial dan juga merupakan mata pencaharian bagi setidaknya satu setengah juta jiwa petani kopi yang tersebar di Indonesia. Untuk menambah nilai ekonomis suatu produk, maka diperlukan pengolahan agar bahan mentah mampu menjadi produk yang memiliki nilai tambah, tidak terkecuali dengan pengolahan produk kopi robusta (Coffea robusta) seperti yang dilakukan pengolah kopi di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pengolahan kopi, mengetahui perbedaan pendapatan dan keuntungan dari produk kopi yang diolah, mengetahui nilai tambah dari pengolahan kopi, serta hambatan yang dihadapi pengolah kopi. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode sensus dengan jenis data berupa data primer dan data sekunder. Jumlah responden yang diambil berjumlah 6 orang pengolah kopi. Penelitian ini dilakukan di Desa Jati Baru, Kecamatan Astambul, dimana wilayah tersebut adalah satu-satunya tempat pengolahan kopi di Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari sampai September 2019, dimana pengambilan data pada September 2019. Berdasarkan hasil penelitian untuk mekanisme pengolahan kopi memiliki beberapa tahapan seperti sotarsi kopi biji kering, penyangraian, pendinginan, pengayakan dan pembubukan biji kopi. Kemudian untuk perbedaan pendapatan dan keuntungan dari produk kopi yang diolah, untuk rata-rata pendapatan kopi biji sangrai dalam satu bulan sebesar Rp 600.583, sedangkan untuk kopi bubuk Rp 3.976.583. Untuk rata-rata keuntungan kopi biji sangrai dalam satu bulan sebesar Rp 600.583, sedangkan untuk kopi bubuk Rp 2.056.583. Untuk nilai tambah yang diperoleh pengolahan kopi dari kopi biji kering menjadi kopi biji sangrai sebesar Rp 7.667 dan nilai tambah dari kopi biji kering menjadi kopi bubuk sebesar Rp 7.701. Selanjutnya untuk hambatan yang dihadapi oleh pengolah kopi, yaitu kurangnya modal, kurangnya bahan baku kopi robusta Pengaron dan kurangnya ilmu pengetahuan infomasi dan komunikasi.Kata kunci: nilai tambah, kopi robusta, pengolahan, pendapatan, keuntungan 
MOTIVASI PETANI MENANAM PADI UNGGUL DI DESA TALAN, KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Rina Rina; Nuri Dewi Yanti; Taufik Hidayat
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2643

Abstract

Motivasi petani dalam menanam padi varietas padi unggul bermacam-macam. Diantara motivasi tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan faktor sosial, ekonomi dan teknis serta kebijakan. Pada usahatani padi varietas unggul umumnya terdapat kendala yang dihadapi petani.  Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui tingkat motivasi dan kendala yang dihadapi petani dalam menanam padi variatas unggul di Desa Talan Kecamatan Banua Lawas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019 sampai September 2019. Penentuan sampel menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) diambil 50 orang petani dari rata–rata tingkat total jumlah keselurahan anggota kelompok tani yang ada di Desa Talan yaitu 206 populasi petani. Rata–rata tingkat motivasi petani dalam menanam padi varietas unggul di Desa Talan Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong dengan nilai 75,10% masih tergolong dalam kategori sedang. Motivasi kebijakan menjadikan motivasi tertinggi petani dengan rata-rata 95,83% (tinggi) disusul motivasi ekonomi dan teknis  di urutan kedua dan ketiga dengan rata-rata 80,67% (tinggi), 69,07% (sedang) serta yang terakhir yaitu motivasi sosial dengan rata-rata 52,17% (rendah). Permasalahan yang di hadapi petani dalam menanam padi varietas unggul terdiri dari serangan hama wereng, hama ulat, serta adanya perubahan iklim sehingga petani rentan gagal panen.Kata kunci: padi varietas unggul, Banua Lawas, motivasi petani, Desa Talan
ANALISIS USAHA DODOL KANDANGAN DI DESA TELAGA BIDADARI, KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN (STUDI KASUS : DODOL MAMA ALFI) Nurmahlina Nurmahlina; Abdurrahman Abdurrahman; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2629

Abstract

Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 266,91 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk tersebut makanan ringan akan banyak diperlukan dan menjadi produk yang potensial dipasaran. Makanan yang ada sangat beragam baik makanan ringan modern maupun tradisional, salah satunya dodol. Dodol ialah makanan khas Indonesia yang dijumpai di berbagai daerah dan merupakan cemilan semi basah. Kandangan merupakan tempat produksi dodol di Kalimantan Selatan salah satunya adalah dodol asli Kandangan produksi Mama Alfi. Usaha dodol kandangan ini berdiri sejak tahun 1988 pemiliknya adalah sepasang suami istri yaitu Bapak Suhaimi dan istri beliau bernama Ibu Hamdanah. Usaha ini merupakan usaha turun temurun dari keluarga Bapak Suhaimi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar biaya, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan, serta pendistribusian dodol Kandangan produksi Mama Alfi. Metode yang digunakan adalah studi kasus, metode ini hanya menerapkan penelitian pada satu kasus saja. Perhitungan ini dilakukan pada periode satu bulan yaitu bulan September 2019 (01-30 September). Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 77.893.386, penerimaan sebesar Rp 90.020.000, keuntungan sebesar Rp 12.126.614, dan tingkat kelayakan dinyatakan bahwa RCR>1 yaitu 1,15 yang artinya bahwa usaha dodol Kandangan produksi Mama Alfi ini menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Sedangkan pendistribusian dilakukan ke pedagang pengecer di berbagai daerah dan ada juga konsumen yang langsung membeli ke tempat produksi dodol Mama Alfi. Kata kunci: revenue cost ratio (RCR), usaha, dodol kandangan, biaya
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN SUSU KAMBING DI DESA PEMATANG DANAU, KECAMATAN MATARAMAN, KABUPATEN BANJAR (Studi Kasus Usaha Merk Marasuka) Ryad Reynadie; Kamiliah Wilda; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2619

Abstract

Industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah barang dasar menjadi barang jadi atau setengah jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya. Penelitian dilaksanakan pada usaha pengolahan susu kambing di Desa Pematang Danau Kecamatan Mataraman yang dimulai dari bulan Desember 2018 sampai dengan April 2019. Hasil penelitian menunjukan produk susu olahan merk Marasuka yaitu susu bubuk, susu varian rasa dan yoghurt. Proses pengolahannya masih manual, menggunakan tenaga kerja manusia. Peralatan untuk pengolahan produk susu merk Marasuka masih sederhana. Biaya total usaha pengolahan susu kambing selama Bulan Februari 2019 untuk tiga jenis produk adalah sebesar Rp 2.499.899,78 dengan penerimaan total sebesar Rp 3.300.000,00, maka keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 800.100,22 serta nilai tambahnya sebesar Rp 36.374,20. Kata kunci: analisis pengolahan, susu kambing, nilai tambah.  

Page 2 of 3 | Total Record : 27