cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022)" : 17 Documents clear
Analisis Pemasaran Industri Rumah Tangga Produksi Tempe di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Dedi Santoso; Yudi Ferrianta; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5981

Abstract

Perkembangan industri di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan yang tergolong cepat, salah satunya adalah industri rumah tangga tempe. Metode yang pemasarannya lebih panjang akan mengakibatkan cost pemasaran yang tinggi maka nilai jual produk yang nantinya sampai ke konsumen akhir pun lebih kuat. Sampai saat ini harus ditelaah cara pemasaran tempe dengan mengenali semua faktor pembentuk mekanisme pasar diantaranya lembaga pemasaran, sistem saluran pemasaran, dan manfaat pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran tempe, mengidentifikasi anggaran pemasaran, keuntungan dan margin pemasaran usaha tempe serta mengidentifikasi saluran pemasaran tempe di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan yang paling efisien. Penelitian dilakukan di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 sampai bulan Februari 2020. Jenis data yang digunakan yakni data primer dan data sekunder. Penelitian dilaksanakan dengan teknik pengambilan contoh cara sengaja (Purporsive sampling) dengan mempertimbangkan industri tempe terbanyak yaitu di Kelurahan Guntung Paikat dan jumlah sampel sebanyak 13 industri pengolahan tempe. Berdasarkan hasil penelitian, pada daerah penelitian terdapat 2 saluran pemasaran, yaitu saluran I yaitu bentuk saluran yang dapat dikatakan pendek dan sederhana karena beberapa pengusaha industri tempe di Kelurahan Guntung Paikat ini memasarkan produk mereka tanpa lembaga perantara tetapi mereka langsung menjual kepada konsumen, dan metode II yaitu tampak satu lembaga perantara yakni pedagang pengecer. Rata-rata biaya pada saluran I sebesar Rp 626,64/kg, keuntungan 623,36/kg margin total Rp 1.250/kg dan share 82,76%. Adapun rata-rata biaya pada saluran II yakni sebesar Rp 479,51/kg keuntungan Rp 479,51/kg margin total Rp 1.100/kg dan share 86,25%.
Analisis Pendapatan Petani Program Serasi di Desa Karya Bersama, Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Adi Adi; Nina Budiwati; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5994

Abstract

Program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) merupakan salah satu program dari Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan fungsi lahan rawa sebagai suatu usaha meningkatkan produktivitas petani. Program ini dilakukan melalui kegiatan optimasi lahan dengan perbaikan infrastruktur air, bantuan budidaya padi, dan bantuan alsintan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani Program SERASI, pelaksanaan Program SERASI, serta kendala yang dihadapi petani. Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah random sampling (sampel acak) dengan menggunakan 30 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya variabel sebesar Rp. 1.837.922/ha yang terdiri dari biaya input produksi sebesar Rp. 174.952/ha dan biaya TKLK Rp. 1.662.970/ha. Penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp. 6.622.632/ha dengan produksi rata-rata 1.416kg/ha. Pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 4.784.710/ha. Pelaksanaan Program SERASI belum optimal. Kegiatan yang terlaksana meliputi: Bantuan alsintan pra panen, bantuan budidaya padi. Terjadi peningkatan indeks pertanaman menjadi dua kali musim tanam selama setahun (IP 180) dan petani mendapatkan tambahan poduksi padi varietas unggul sebesar 1,4 t/ha. Kendala yang dihadapi petani meliputi: infrastruktur air minum, benih padi diduga kurang berkualitas, serangan hama tikus dan burung pipit, curah hujan tinggi, lahan sawah tergenang saat panen, dan tingkat kesuburan tanah rendah.
Analisis Finansial dan Pemasaran Kopi Bubuk di Desa Jati Baru, Kecamatan Astambul (Studi Kasus Pada Industri Rumah Tangga H. Achmad Hasyim) Muhammad Syarif; Kamiliah Wilda; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6008

Abstract

Di Desa Jati Baru Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, terdapat kegiatan usaha yang terkenal yaitu pengolahan kopi bubuk yang diolah dari biji kopi pilihan. Usaha pengolahan kopi bubuk ini tergolong dalam perusahaan perseorangan dan masuk dalam kategori industri rumah tangga. Penelitian ini merupakan studi kasus pada industri rumah tangga H. Achmad Hasyim yang bertujuan untuk menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan, pemasaran dan permasalahan yang terjadi pada industri tersebut. penelitian memperlihatkan selama 1 bulan usaha biaya total sebesar Rp 34.827.917 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 275.417 per bulan dan biaya variabel Rp 34.552.500 per bulan. Penerimaan sebesar Rp 37.965.000 per bulan dan keuntungan sebesar Rp 3.137.083 per bulan. Saluran pemasaran yang digunakan usaha pengolahan kopi bubuk ini menggunakan 2 pola saluran yaitu saluran pemasaran langsung dari pengrajin selaku produsen kepada konsumen dan dari pengrajin selaku produsen melalui pedagang pengecer sampai ke tangan konsumen. Permasalahan yang dihadapi pada usaha pengolahan kopi bubuk ini adalah sulitnya mencari bahan baku dengan kualitas bagus yang akan berpengaruh pada citarasa dari kopi tersebut.
Sikap Konsumen terhadap Selai Kacang Merek “Jiggly Belly Peanut Butter” di Kota Banjarmasin Karina Dinda Puteri; Mira Yulianti; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.12024

Abstract

Perkembangan trend atau gaya hidup sehat di kalangan masyarakat memberikan kesempatan pada produsen untuk memproduksi makanan dengan label sehat yang mudah untuk dikonsumsi. Salah satu produk makanan sehat yang praktis untuk dikonsumsi adalah peanut butter. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sikap responden terhadap atribut peanut butter Jiggly Belly dan menganalisis pendapat responden terhadap produk baru bermerek Peanut Butter Jiggly Belly. Untuk menjawab tujuan pertama menggunakan Multiatribut Fishbein, yaitu metode yang digunakan untuk mengungkapkan mengenai sikap seseorang terhadap suatu objek penelitian. Untuk menjawab tujuan kedua menggunakan analisis deskriptif. Pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah sampel responden 50 orang wanita dengan total pendapatan didominasi sebesar >Rp 4.000.000 per bulan. Atribut yang mendapat skor sikap (Ao) terbesar adalah atribut rasa (16,80) yang berarti atribut rasa paling disukai oleh responden, sedangkan atribut dengan skor terendah adalah atribut tekstur (10,28) yang berarti tekstur pada produk tidak disukai oleh responden dan harus mendapatkan peningkatan. Skor sikap keseluruhan (Ao) produk sebesar 202,94 yaitu netral yang berarti produk selai kacang Jiggly Belly dinilai biasa saja dan memerlukan peningkatan pada masing-masing atribut yang ada seperti atribut tekstur, aroma, kepraktisan, dan promosi daring sebelum siap dipasarkan
Analisis Nilai Tambah dan Keuntungan Industri Kerajinan Purun sebagai Produk Lahan Basah di Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru (Studi Kasus pada Kelompok Pengrajin Purun Galuh Cempaka) Hamzan Wadi; Yusuf Azis; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari berbagai jenis produk kerajinan purun, menganalisis biaya tetap dan biaya variabel kerajinan purun, serta untuk menganalisis kelayakan usaha kerajinan purun di Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan studi kasus dan untuk menganalisis nilai tambah digunakan metode Hayami. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 hingga Januari 2021 menggunakan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil analisis, nilai tambah untuk bakul yaitu Rp 72.500/kg , nilai tambah tas yaitu Rp 387.592/kg dan nilai tambah topi yaitu Rp 52.500/kg. Nilai tambah terbesar yakni pada pengolahan purun menjadi tas dengan rasio nilai tambah 96,90%. Ini disebabkan karena tas memiliki nilai tambah paling besar yaitu Rp 387.592/kg bahan baku. Sedangkan nilai tambah terkecil yaitu pada pengolahan purun menjadi topi dengan rasio nilai tambah 87,50% dengan nilai tambah Rp 52.500/kg bahan baku. Keuntungan dari setiap jenis output yaitu meliputi; keuntungan dari kerajinan bakul Rp 66.500 dengan tingkat keuntungan 83,13%, kerajinan tas Rp 381.592, dengan tingkat keuntungan 95,40% dan kerajinan topi Rp 46.500 dengan tingkat keuntungan 77,74 %, maka keuntungan terbesar adalah pada kerajinan tas. Usaha pengolahan kerajinan tangan dari tanaman purun menjadi bakul, tas, dan topi memiliki RCR sebesar 5,56, artinya setiap Rp 1 biaya yang digunakan akan memberikan Rp 5,56 penerimaan, sehingga usaha ini layak dijalankan karena RCR > 1.
Analisis Pemasaran Ayam Broiler Sistem Pemeliharaan Pola Mandiri di Kabupaten Tanah Bumbu Muhammad Mubasyir; Nina Budiwati; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6002

Abstract

Pemasaran daging ayam broiler ditentukan oleh lembaga-lembaga pemasaran yang berada dalam saluran pemasaran. Tujuan penelitian menganalisis saluran pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, margin pemasaran dan farmer’s share serta permasalahan dihadapi dalam pemasaran ayam broiler. Jumlah sampel penelitian sebanyak 3 orang peternak, 1 orang pedagang pengumpul dan 11 orang pengecer. Analisis dilakukan dengan biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, saluran pemasaran ayam broiler sistem pemeliharaan pola mandiri di Kabupaten Tanah Bumbu memiliki dua pola. Besar biaya pemasaran dan margin total untuk saluran I adalah Rp 370,58 dan Rp 3.714,29. Besar biaya pemasaran dan margin total untuk saluran II adalah Rp 2.284,82 dan Rp 8.896,10. Keuntungan tertinggi diantara lembaga pemasaran pada pedagang pengumpul Rp 3.343,70/kg, sedangkan yang terendah pada pedagang pengecer Rp 3.273,66/kg. Farmer’s share sauran I dan II sebesar 83,12% dan 67,27%. Permasalahan yang sering dihadapi peternak dalam pemasaran ayam broiler sistem pemeliharaan pola mandiri di Kabupaten Tanah Bumbu, yaitu modal usaha penyelenggaraan ternak ayam yang cukup besar.
Analisis Produksi dan Risiko Produksi Cabai di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Ananda Dea Saprila; Muhammad Husaini; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5984

Abstract

Kelurahan Syamsudin Noor di Kecamatan Landasan Ulin merupakan salah satu sentra produksi cabai. Terdapat beberapa kendala dalam produksi cabai, diantaranya hama, penyakit dan penggunaan faktor-faktor produksi yang dilakukan petani kurang tepat. Kendala tersebut menunjukan bahwa terdapat risiko pada proses produksi cabai. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi cabai dan menganalisis pengaruh penggunaan faktor faktor produksi terhadap risiko produksi cabai. Jumlah populasi petani cabai yang ada di kelurahan tersebut sebanyak 54 petani. Dari jumlah tersebut diambil sebanyak 31 petani dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas (logaritma natural) dengan model persamaan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan benih, pupuk kandang, pestisida, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi cabai, sementara penggunaan pupuk kimia tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi cabai. Peningkatan penggunaan benih dan pupuk kimia berpengaruh signifikan terhadap peningkatan risiko produksi (risk inducing factor) cabai. Peningkatan penggunaan pestisida dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko produksi (risk reducing factor) cabai, sementara pupuk kandang tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko produksi (risk reducing factor) cabai di Kelurahan Syamsudin Noor.
Analisis Usahatani dan Rantai Distribusi Cabai Rawit di Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut Nur Annisa Fitri; Nuri Dewi Yanti; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kelayakan dan keuntungan usahatani cabai rawit dan mengetahui bagaimana rantai distribusi cabai rawit di Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Di Kecamatan Kurau terdapat 11 desa, dipilih 3 desa untuk dijadikan sampel penelitian yaitu Desa Padang Luas, Desa Bawah Layung dan Desa Sungai Bakau. Populasi petani cabai rawit di 3 desa tersebut berjumlah 248 petani cabai rawit. Petani sejumlah 45 orang diambil secara acaki untuk dijadikan responden penelitian dengan metode Simple Random Sampling. Penentuan sampel pedagang responden dilakukan dengan menggunakan metode Snowball Sampling, yaitu teknik pengambilan data dari pihak-pihak yang terlibat dalam mendistribusikan cabai rawit di Kecamatan Kurau. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani sebesar Rp 7.963.522,-/usahatani (Rp 23.149.774,-/ha). Penerimaan yang dihasilkan petani sebesar Rp 20.171.953,-/usahatani (Rp 58.639.398,-/ha). Keuntungan yang diperoleh oleh petani Rp 12.208.430,-/usahatani (Rp 35.489.623,-./ha). Tingkat kelayakan usahatani cabai rawit berdasarkan R/C sebesar 2,53 dan berdasarkan B/C sebesar 1,53 yang berarti usahatani cabai rawit layak diusahakan karena >1. Rantai distribusi yang digunakan oleh para petani responden di Kecamatan Kurau untuk mendistribusikan cabai rawitnya ada 3 rantai yaitu rantai distribusi I ( Petani – Konsumen), rantai distribusi II (Petani - Pedagang Pengumpul - Pedagang Pengecer – Konsumen) dan rantai distribusi III ( Petani - Pedagang Pengumpul - Pedagang Besar - Pedagang Pengecer – Konsumen).
Peran Penyuluh Pertanian terhadap Peningkatan Produksi Jagung di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Adhitya Agung Saputra; Masyhudah Rosni; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5989

Abstract

Usaha tani jagung merupakan salah satu komoditas yang paling diminati sehingga perlu meningkatkan produksi jagung untuk memenuhi permintaan, sehingga peran penyuluh disini sangat penting untuk peningkatan produksi jagung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam peningkatan produksi jagung di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan Februari 2021 sampai dengan Juni 2021. Kaidah penetapan responden yang dipakai di pengkajian adalah memakai kaidah simple random sampling dimana semua Petani Jagung Batu Tungku adalah populasi yang bersifat homogen sehingga diambil sebanyak 30 untuk mewakili populasi. Tugas Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator dalam rangka memfasilitasi kebutuhan petani dalam hal penyediaan saprodi, mendapatkan benih unggul, mencari mitra untuk menjual jagung, membantu menyediakan pupuk bersubsidi, pengendalian hama dan penyakit, dan membantu petani untuk mendapatkan alat atau sarana kegiatan panen telah dilaksanakan dengan baik. Akan tetapi dalam hal bantuan modal, sistem pengairan lahan, penjualan ke pakan ternak, dan pendampingan pada saat pasca panen masih kurang maksimal. Selain itu, tugas peran penyuluh sebagai edukator dalam pemberian pengetahuan tentang teknik pengairan lahan, pengetahuan cara pengolahan pada tanaman jagung sebelum proses penanaman, pengetahuan atau informasi tentang bibit jagung yang unggul dan tujuan mengapa harus memakai bibit unggul, memberikan pengetahuan tentang cara mengendalikan hama dan memberikan ide atau gagasan baru kepada petani untuk meningkatkan produksi jagung sudah terlaksana dengan baik. Namun, dari pengetahuan tentang penanganan pasca panen, informasi pasar untuk memasarkan hasil panen, dan tentang mendemonstrasikan cara memilih saprodi yang baik (bibit, pupuk, pestisida, peralatan), dan cara panen maupun tanam untuk meningkatkan produksi jagung belum terlaksana.
Analisis Usaha Pembuatan Tahu di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Julian Nur; Masyhudah Rosni; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6004

Abstract

Kecamatan Landasan Ulin merupakan kecamatan yang memiliki Industri Tahu terbanyak di Kota Banjarbaru dengan jumlah 29 produsen dan jumlah total produksi mencapai 3.107,563 Ton/Tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat profitabilitas industri pembuatan tahu rumahan dan mengetahui kelayakan usaha industri pembuatan tahu di Kelurahan Syamsudin Noor. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Syamsudin Noor, dalam penelitian ini, sampel secara acak digunakan untuk menentukan ruang lingkup penelitian yang dimaksud (pengambilan sampel khusus) dengan memilih usaha tahu skala kecil sebanyak 4 contoh, usaha tahu skala menengah sebanyak 2 contoh dan usaha tahu skala besar sebanyak 2 contoh. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Syamsudin Noor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga Februari 2021 dan data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diringkas rata-rata biaya tetap sebagai berikut: 21.147.935/bulan. Rata-rata biaya variabel yang dikeluarkan oleh pengusaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor adalah sebesar Rp 12.922.500//bulan. Rata-rata biaya total usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sebesar Rp34,070,435/bulan. Rata-rata penerimaan usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor Rp55,714,286/bulan. Rata-rata keuntungan yang diperoleh usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sangat besar, dari delapan usaha tahu diperoleh keuntungan rata-rata sebesar Rp21,643,850/bulan.Rata-rata kelayakan usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sebesar 2 yang dapat dikatakan layak, karena semua usaha tahu di Kelurahan tersebut memiliki nilai lebih dari satu.

Page 1 of 2 | Total Record : 17