Frontier Agribisnis
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles
36 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 2 (2023)"
:
36 Documents
clear
Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kota Banjarbaru
Muhammad Afrizal Fadilah;
Mariani Mariani;
Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9427
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di kota Banjabaru dan mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam pekerjaan penyuluh. Penelitian dilaksanakan dari September hingga Desember 2022 di mulai dari persiapan, pengumpulan data sampai dengan tahap penyusunan laporan. Pemilihan jumlah sampel petani wilayah binaan BPP Cempaka dengan proportionate sampling method. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 petani. Penentuan sampel terpilih pada GAPOKTAN menggunakan simple random sampling (acak sederhana). Data primer diperoleh dengan cara wawancara langsung kepada masyarakat yang terpilih dengan bantuan kuesioner. Data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik, Balai Penyuluh Pertanian, jurnal serta bahan bacaan pendukung. Analisis data yang digunakan menggunakan metode Skala Likert dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dari persepsi petani mengenai hasil kinerja penyuluh pertanian Kota Banjarbaru tergolong, kategori sangat baik yaitu jumlah skor 6.021 dengan persentase 89,2%. Dimana 8 dari 9 indikator menyatakan bahwa kinerja petani kategorinya sangat baik. Hanya 1 indikator yang memiliki penilaian kinerja dengan kategori baik yaitu akses pasar, teknologi, sarana-prasarana serta pembiayaan. Permasalahan yang dialami petani selama kegiatan penyuluhan yaitu penyuluh kurang memberikan informasi mengenai kemitraan dan akses pemasaran sehingga petani memiliki kesulitan dalam memasarkan produknya. Selain itu, penyuluh berupaya meminimalisir biaya produksi petani namun hal tersebut belum terealisasi dengan baik karena petani mendapatkan modal sendiri dan bantuan yang diberikan hanya bibit sedangkan petani mengharapkan adanya bantuan pupuk. Sehingga meminimalisir biaya produksi sulit untuk dilakukan.
Respons Petani Terhadap Program Agrosilvopastura di Desa Sejahtera Mulia, Kecamatan Satui, Tanah Bumbu
Farah Yumna Azumi;
Muzdalifah Muzdalifah;
Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9418
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons petani penerima terhadap program Agrosilvopastura yang akan dilaksanakan dengan menggunakan pengukuran skala Likert pada variabel ukur pengetahuan petani (X1), peran lembaga (X2), kapabilitas petani (X3), dan respons petani (Y). Hasil penelitian menunjukkan respons petani cenderung tidak menyetujui atau termasuk dalam kategori negatif dengan rata-rata nilai indeks 36% dari keseluruhan variabel ukur. Hal ini dibuktikan dengan petani yang belum mampu mengenali program secara baik karena program Agrosilvopastura masih dalam tahap persiapan pelaksanaan. Keterbatasan akses petani juga menjadi salah satu hambatan dalam menerima informasi mengenai program Agrosilvopastura sehingga petani penerima hanya mampu mengandalkan peran dari Pemerintah Desa dan PT Arutmin Site Satui. Oleh karena itu, belum terdapat perubahan yang signifikan oleh petani penerima dengan adanya program Agrosilvopastura.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Keripik Pisang di Desa Batu Balian Kec. Simpang Empat Kab. Banjar (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Keripik Pisang Krenyess Merek “Al_Banna”)
Novia Rahmadanti;
Umi Salawati;
Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9408
Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peran dalam pertumbuhan ekonomi negara terutama industri yang berbasis pertanian seperti di negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis keuntungan dan nilai tambah dari usaha pengolahan keripik pisang pada industri rumah tangga kripik pisang krenyess merek”al_banna” di Desa Batu Balian Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu metode yang menjelaskan jenis penelitian mengenai studi objek tertentu selama kurun waktu atau suatu fenomena yang ditentukan pada suatu tempat yang belum tentu sama dengan daerah lain. Periode analisis pada penelitian ini adalah satu bulan yaitu bulan Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan pemilik usaha adalah Rp9.190.151, dengan penerimaan sebesar Rp13.728.000 sehingga memperoleh keuntungan sebesar Rp4.537.849. Berdasarkan hasil analisis nilai tambah dengan metode Hayami, diketahui bahwa nilai tambah pada industri rumah tangga kripik pisang krenyess merek ”al_banna” adalah Rp11.491/kg. Keuntungan dari industri rumah tangga kripik pisang krenyess merek”al_banna” adalah Rp7.741/kg dengan persentase 63,37%
Analisis Usaha Tani Padi Gogo di Desa Ulang Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Maulidi Ripani;
Rifiana Rifiana;
Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9433
Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana mengetahui gambaran tentang penyelenggaraan usahatani padi gogo di Desa Ulang, Untuk menganalisa biaya penerimaan dan pendapatan bersih dari usahatani padi gogo di Desa Ulang, dan Untuk menganalisi kelayakan usahatani padi gogo di Desa Ulang. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Gambaran usahatani dapat disimpulkan bahwa usahatani yang dilakukan masyarakat Desa Ulang dikatakan baik dikarenakan produksinya menguntungkan dan disatu sisi juga menghasilkan suatu lapangan kerja untuk masyarakatnya. Besaran biaya penerimaan dan pendapatan bersih disimpulkan bahwa untuk usahatani dapat dikatakana menguntungkan dikarenakan pendapatan bersih diperoleh Rp 13.303.924 dari biaya pengeluaran produksi yaitu sebesar Rp 9.272.076 dari hasil penerimaan sebesar Rp 22.576.000. Oleh karena itu, untuk usahatani padi di Desa Ulang dapat dikatakan menguntungkan untuk petani dalam berusahatani padi per musim tanamnya. Kelayakan dalam berusahatani padi gogo dari analisis dapat dikatakana layak. Dilihat dari total per musim tanamnya Rp 9.272.076 dari penerimaan sebesar Rp 22.576.000 dengan perhitungan R/C sebesar 2.4. Dari kriteria keputusan ini menunjukkan usahatani padi R/C > 1 yang artinya secara ekonomi menguntungkan untuk dilakukan usatani padi di desa ulang per musim tanamnya.
Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Cafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru
Andi Artika Gizdajudan;
Nuri Dewi Yanti;
Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9423
Indonesia merupakan Negara yang dilalui garis khatulistiwa dengan musim dan cuaca relatif stabil dan tanah yang subur sehingga berpeluang besar untuk menjadi Negara penghasil kopi ternama di dunia. Bisnis Cafe adalah bentuk usaha yang menawarkan layanan dan produk. Oleh karena itu Cafe harus mampu mengetahui kebutuhan dan keinginan yang mampu menciptakan kepuasan bagi konsumennya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik konsumen dan tingkat kepuasan konsumen terhadap Cafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru. Sampel didalam penelitian ini adalah konsumen yang sedang berada di kafe Balai Kuta dan telah melakukan kunjungan ke kafe Balai Kuta. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode non-probability sampling dengan jenis pengambilan data menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan 138 responden yang telah memenuhi karakteristik. Tingkat kepuasan konsumen dalam penelitian ini diukur menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dengan 16 atribut kepuasan konsumen. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat kepuasan konsumen Kafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru berada pada tingkat “Puas” (48%). Kesimpulan pada penelitian ini tingkat kepuasan pelanggan di Kafe Balai Kuta Banjarbaru, mayoritas atribut menunjukkan kategori pertahankan prestasi yakni, pelayaman termasuk penting dan memuaskan. Beberapa atribut yang termasuk dalam kategori tersebut adalah aroma kopi, kenyamanan tempat, kebersihan tempat, lokasi dan dekorasi.
Analisis Perbandingan Pendapatan Kelapa Sawit Petani Plasma dan Petani Non Plasma di Desa Bepara Kecamatan Pamukan Utara Kabupaten Kotabaru
Yudi Yudi;
Mira Yulianti;
Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9414
Sub-sektor pertanian yang cukup berperan dalam menciptakan lapangan kerja adalah sektor perkebunan, salah satunya perkebunan kelapa sawit. Desa Bapera merupakan salah satu Desa yang ada di Kabupaten Kotabaru dimana penduduknya bermata pencaharian sebagai pekebun di perkebunan kelapa sawit. Sebagian dari petani memiliki kebun sendiri, dan sebagian lagi sebagai pekerja di perusahaan sawit serta ada juga sebagian petani yang mengikutsertakan kebunnya sebagai plasma. Kondisi ekonomi masyarakat sebagai petani plasma belum sepenuhnya sejahtera dan keadaan ekonominya tergolong rendah dikarena pembayaran plasma tidak berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendapatan kelapa sawit petani non plasma dan petani plasma di Desa Bepara. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel pada penelitian ini diambil secara random sampling yaitu petani plasma terdiri 15 dan petani non plasma terdiri dari 15 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbandingan usahatani kelapa sawit plasma dan non plasma memiliki selisih pendapatan perhektar sebesar Rp 402.497 dimana pendapatan petani plasma lebih besar daripada petani non plasma. Hal ini dikarenakan petani plasma dalam mengushakan usahataninya lebih dikelola secara prusedur perusahaan. Rata-rata pendapatan usahatani kelapa sawit untuk petani plasma adalah Rp 1.712.648/ha Sedangkan rata-rata pendapatan usahatani petani non adalah Rp 1.310.151/ha.
Sikap Konsumen Terhadap Produk Chocomo dari UMKM Moringa Factory
Bintang Fatma Lestari;
Mira Yulianti;
Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9403
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap produk cokelat merek Chocomo di Moringa Factory serta menganalisis pendapat responden terhadap produk baru cokelat merek Chocomo. Penelitian ini dimulai bulan September 2022 hingga Februari 2023. Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah Non Probability Sampling, jenis penarikan contoh yang digunakan adalah accidental sampling, sementara ukuran sampel responden yaitu sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan di area Car Free Day (CFD) di Lapangan Murjani sebanyak 25 responden dan CFD halaman kantor gubernur Kalimantan Selatan sebanyak 25 responden. Nilai evaluasi semua atribut memiliki penilaian yang baik (dengan posisi skor 4-5). Atribut yang memiliki penilaian tertinggi adalah atribut promosi secara langsung dengan skor 4,54 (sangat setuju). Promosi secara langsung disertai pemberian tester menjadi pilihan karena dapat berkomunikasi dua arah serta memastikan produk yang dipasarkan baik dan rasanya sesuai oleh selera konsumen. Nilai kepentingan semua atribut memiliki penilaian yang baik (dengan posisi skor 4- 5). Atribut yang memiliki penilaian tertinggi adalah atribut promosi secara langsung dengan skor 4,54 (sangat penting). Hal ini disebabkan promosi secara langsung membuat konsumen lebih mengenal produk secara langsung, meraba bentuk dan merasakan produk dengan baik sehingga dapat lebih mudah memutuskan dalam membeli produk. Produk cokelat kelor merek Chocomo mendapatkan skor sikap A0 dengan interpretasi positif, hal tersebut menunjukkan produk sudah dapat diterima oleh konsumen dan memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas.
Identifikasi Potensi dan Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Usahatani Padi Sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong
Nurlina Nurlina;
Eka Radiah;
Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9481
Agrowisata dituju sebagai diversifikasi bisnis di bidang pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta memberikan pengalaman yang unik bagi konsumen dalam aktivitas wisata pertanian. Agrowisata berbasis usahatani padi sawah (Embung Sawah) di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro merupakan satu-satunya agrowisata yang berkembang di Kabupaten Tabalong. Panorama hamparan padi sawah dan background pegunungan menjadi daya tarik utama agrowisata ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi agrowisata, menganalisis strategi pengembangan agrowisata serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dan solusi dalam pengembangan agrowisata berbasis usahatatani padi sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong. Metode yang digunakan dalam penentuan responden adalah teknik Critical Case Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis skoring, analisis SWOT dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, agrowisata ini memiliki potensi serta layak untuk dikembangkan berdasarkan kriteria 4A, dengan skor masing-masing yaitu daya tarik (930), aksesibilitas (600), akomodasi (130) dan sarana dan prasarana (300). Hasil Matriks Posisi faktor internal dan faktor eksternal menunjukkan bahwa agrowisata ini berada pada posisi Kuadran I (menguntungkan), dimana skor pada matriks IFE dan EFE adalah sebesar 3,143 dan 3,126. Permasalahan yang ditemukan pada pengembangan agrowisata ini yaitu kurangnya kualitas sumber daya manusia, pengetahuan tentang konsep agrowisata, fasilitas dan akomodasi yang ditawarkan. Solusi untuk permasalan ini adalah menjalin kerjasama antara pengelola, masyarakat dan pemerintah dalam pemecahan masalah yang ada demi mewujudkan perkembangan agrowisata berbasis usahatani padi sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.
Analisis Usaha Pengolahan Keripik Singkong di Desa Murung Kenanga Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar (Studi Kasus Usaha Keripik Singkong “Kita”)
Archi Novi Nadila;
Muhammad Husaini;
Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9428
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan, kelayakan dan titik impas dari usaha keripik singkong “KITA”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar biaya total usaha keripik singkong selama bulan Januari yang dikeluarkan sebesar Rp 139.067.500,-/bulan dengan total penerimaan Rp 181.264.000,-/ bulan sehingga keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 42.196.500,-/bulan. Nilai Revenue cost ratio (RCR) yang diperoleh pada usaha keripik singkong tersebut sebesar 1,30 dan lebih besar dari 1, berarti usaha keripik singkong tersebut menguntungkan dan layak untuk diusahakan, karena setiap satu rupoiah biaya yang dikeluarkan diperoleh penerimaan sebesar 1,30 rupiah. Berdasarkan nilai BEP rupiah yang diperoleh sebesar Rp610.079 dan untuk niali BEP unit sebesar 87 bungkus, maka agar usaha tersebut tidak mengalami kerugian, maka penerimaan yang diperoleh usaha tersebut harus lebih besar dari nilai BEP tersebut.
Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian di Coffee Shop Satutujuh.An
Rolita Aula;
Hairin Fajeri;
Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9478
Indonesia merupakan salah satu produsen kopi di dunia, jumlah produksi kopi di Indonesia pada tahun 2019 – 2021 mengalami peningkatan. Selain terjadi peningkatan produksi kopi, Indonesia juga mengalami peningkatan konsumsi kopi. Salah satu alasan peningkatan konsumsi kopi di Indonesia adalah maraknya coffee shop yang bertebaran di Indonesia terkhususnya Kota Banjarbaru. Menurut Pemerintah Kota Banjarbaru ada sekitar kurang lebih 300 coffee shop yang tumbuh dan berkembang di Kota Banjarbaru, salah satunya yaitu coffee shop satutujuh.an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen dan mengidentifikasi serta menganalisis atribut-atribut yang menjadi preferensi konsumen terhadap pembelian di coffee shop satutujuh.an. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2022 sampai dengan Mei 2023, metode penarikan contoh yang digunakan yaitu accidental sampling dengan 41 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen pada coffee shop satutujuh.an mayoritas berjenis kelamin perempuan, berusia 21 – 25 tahun, berstatus belum menikah, pendidikan terakhir SMA atau sederajat, pekerjaan sebagai pelajar atau mahasiswa dan berpendapatan rata-rata Rp 500.000–Rp 2.000.000. Preferensi konsumen pada coffee shop satutujuh.an adalah harga terjangkau, kualitas pelayanan cepat, menu minuman dan makanan yang enak, tempat duduk lesehan dan ber AC, tampilan coffee shop menarik dan lokasi yang strategis. Atribut – atribut yang dipertimbangkan yaitu atribut harga, kualitas produk, atmosfer, lokasi, kualitas pelayanan dan fasilitas yang tersedia.