cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 53 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2023)" : 53 Documents clear
Analisis Usaha Madu Kelulut di Desa Bagok Kecamatan Benua Lima Kabupaten Barito Timur (Studi Kasus Usaha Madu Kelulut Bapak Arsyad) Romannus Kleden; Rifiana Rifiana; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10326

Abstract

Madu kelulut dihasilkan oleh lebah kelulut atau Trigona sp yang berkhasiat tinggi, serta madu kelulut dapat menghasilkan bee pollen dan propolis yang tinggi yang dapat bersaing dengan madu dari lebah jenis lain, pembudidayaan mudah, dan bernilai ekonomis tinggi. Salah satu pembudidayanya adalah Bapak Arsyad. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadaan finansial dan kelayakan usaha madu kelulut. Hasil dari penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa total biaya yang dikeluarkan Rp131.875.000,- dengan biaya eksplisit Rp59.175.000,- dan biaya implisit Rp72.700.000,- serta total biaya penerimaan usaha jangka Januari sampai Desember 2022 yaitu Rp277.200.000,- pendapatan yang diperoleh senilai Rp218.025.000,- dan keuntungan Rp145.325.000,- Total produksi madu 400L per bulan. Usaha madu kelulut Bapak Arsyad layak untuk dikelola karena kelayakan RCR sebesar 2,10 hal ini berarti bahwa usaha madu kelulut tersebut memberikan keuntungan yang layak.
ANALISIS USAHA TANI PADI MASYARAKAT DAYAK PITAP DENGAN SISTEM PERLADANGAN GILIR BALIK DI DESA LANGKAP KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Mahmudah Mahmudah; Masyhudah Rosni; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10358

Abstract

Pertanian menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakatadat. Salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang pengelolaanusaha tani masih bergantung pada kondisi alam serta adat budayaturun temurun adalah masyarakat Dayak Pitap di Balangan. Dalamkehidupan masyarakat tanaman padi sangat penting dan dimuliakan,pola pertanian padi dilakukan dengan perladangan gilir baliksehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui gambaranseharusnya, biaya, penerimaan, pendapatan, kelayakan sertapermasalahan yang dihadapi oleh petani padi perladangan gilirbalik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Langkap KecamatanTebing Tinggi pada bulan Juni 2022 hingga Maret 2023. Jumlahresponden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 petanidan dipilih dengan teknik acak sederhana (simple randomsampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perladangangilir balik memiliki tahapan yang teratur yaitu batirau, batabas,batabang, manyalukut, manugal, pemeliharaan, pengendalian hamadan penyakit dan penyakit, mangatam, aruh bamula, merapai ataubairik, aruh pasid atau aruh babuat dan aruh bawanang. Biaya totalyang diperlukan dalam usaha tani padi terdiri dari biaya eksplisitdan biaya implisit yakni sebesar Rp 7.502.569,00/usahatani danRp 20.623.500,00/usahatani sehingga diperoleh biaya total sebesarRp 28.126.069,00/usahatani. Penerimaan usaha tani padi sebesarRp 28.440.000,00/usahatani. Pendapatan usaha tani padi sebesarRp 20.937.431,00/usahatani. Berdasarkan perbandingan antarabiaya dengan penerimaan diperoleh nilai RCR sebesar 1,01 yangberarti setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan oleh petani akandiperoleh penerimaan sebesar Rp 1,01 dengan kata lain usaha tanipadi dengan perladangan gilir balik ini layak atau menguntungkanuntuk diusahakan. Selanjutnya untuk permasalahan yang dihadapipetani yaitu hama dan penyakit, cuaca ekstrem, sengketa lahan danperembetan saat pembakaran.
Kepuasan Petani Padi terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Desa Makmur Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Samsul Bahrul; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10317

Abstract

Pembangunan pertanian mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian nasional karena selain sebagai lapangan pekerjaan yang terbanyak juga mampu sebagai penyedia bahan pangan masyarakat. Pembangunan pertanian akan sesuai harapan apabila perangkat pembangunan pertanian tersebut bisa termanfaatkan secara efektif. Salah satu perangkat pembangunan pertanian ini adalah kehadiran penyuluh pertanian. Kehadiran penyuluh pertanian ini merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya peningkatan produksi pertanian khususnya tanaman padi. Oleh karena itu, kinerja seorang penyuluh dalam melaksanakan tugasnya kepada masyarakat tani menjadi sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan pertanian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di Desa Makmur Kecamatan Gambut. Metode penelitian dilakukan secara survei dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Proportionated random sampling. Perhitungan kinerja dan tingkat kepuasan masyarakat menggunakan alat analisis IPA (Important Performance Analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh sebesar 0.84 yang berarti termasuk kategori sangat puas.
Preferensi Konsumen Warga Kota Banjarmasin terhadap Tanaman Keladi Hias (Caladium) Siti Elyana Chandra; Masyhudah Rosni; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori dari tiap-tiap atribut tanaman keladi hias yang menjadi preferensi konsumen di Kota Banjarmasin menggunakan chi-square dan menganalisis urutan atribut tanaman keladi hias yang paling dipertimbangkan konsumen di Kota Banjarmasin menggunakan model sikap multi-atribut fishbein. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah accidental sampling, diperoleh sampel sebanyak 50 responden. Metode pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman keladi hias yang menjadi preferensi konsumen di Kota Banjarmasin ialah tanaman keladi hias dengan warna daun hijau-merah, bentuk daun hati, jumlah daun 4-6, corak daun splash, menggunakan wadah pot, ukuran tanaman sedang (15-30 cm), dan harga tanaman Rp15.000,00-Rp50.000,00. Sedangkan urutan atribut yang paling dipertimbangkan yaitu corak daun, warna daun, harga tanaman, jumlah daun, ukuran tanaman, bentuk daun, dan wadah yang digunakan.
Persepsi Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat dalam Menggunakan Dompet Digital Sari Dea Nita Karina Barus; Djoko Santoso; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10308

Abstract

Di era digital transaksi pembayaran dapat dilakukan dengan pembayaran non tunai. Salah satu pembayaran non tunai yaitu dompet digital, yang sedang trend di kalangan mahasiswa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat dalam menggunakan dompet digital. Kuisioner disebar kepada 316 mahasiswa aktif Program Studi Agribisnis, angkatan 2019 – 2022. Penyebaran kuisioner dilakukan selama 2 minggu. Jumlah yang memberi respon kuisioner sebanyak 108 mahasiswa, dimana 88 orang menjadi responden, sedangkan 20 orang tidak memenuhimenjadi responden karena tidak menggunakan dompet digital. Dari kuisioner yang telah diisi maka dapat diketahui karakteristik dari setiap mahasiswa berdasarkan jenis kelamin, usia, tahun angkatan uang saku per bulan, jenis dompet digital yang digunakan dan jumlah dompet digital yang digunakan. Dari hasil penelitian dapat diketahui beberapa dompet digital yang digunakan oleh mahasiswa antara lain OVO, Dana, Gopay, Shopeepay, LinkAja, dan i.saku. Mahasiswa cenderung menggunakan 1 jenis aplikasi dompet digital tetapi terdapat juga beberapa mahasiswa Agribisnis yang menggunakan lebih dari 1 aplikasi dompet digital secara bersamaan. Aplikasi dompet digital yang paling banyak digunakan yaitu Dana. Lama penggunaan dompet digital oleh mahasiswa Agribisnis cenderung 1 sampai 2 tahun. Indikator kepercayaan merupakan faktor sangat penting dalam menggunakan dompet digital, sedangkan indikator kemudahan, kualitas pelayanan, promo atau diskon, biaya dan pengalaman termasuk faktor penting.
Analisis Komparatif Usaha Pengolahan Karet Program Gerakan Bokar Bersih dan Bokar Kotor di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Miftahul Jannah; Rifiana Rifiana; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10340

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Sampel yang diambil adalah 15% dari populasi 156 yaitu 24 orang, teknik pengambilan sampel berdasarkan kelompok pengolah karet. Petani karet yang menjadi responden adalah petani karet yang memiliki luas lahan 2 ha dan umur tanaman karet 6-8 tahun.yang secara bertahap, tahap pertama dengan menentukan sampling dari dua populasi karet yaitu bokar bersih dan bokar kotor. Hasil penelitian rata-rata biaya total petani karet bokar bersih sebesar Rp 1.639.486 /usahatani/bulan dengan pendapatan sebesar Rp 2.144.889 /usahatani/bulan dan keuntungan sebesar Rp 1.160.514/usahatani/bulan. Sedangkan untuk rata-rata biaya total petani karet bokar kotor dalam jangka waktu satu bulan sebesar Rp 1.611.481/usahatani/bulan dengan pendapatan sebesar Rp 1.267.269 /usahatani/bulandan keuntungan sebesar Rp 548.519 /usahatani/bulan. Perbandingan keuntungan petani karet gerakan bokar bersih dan bokar kotor menggunakan Uji-t diperoleh nilai t hitung 4.174 dengan nilai sig 0,000 yang berarti nilai probabilitas sig < 0,05 ini menjelaskan bahwa keuntungan petani karet gerakan bokar bersih dan bokar kotor berbeda secara nyata.  
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Desa Gunung Melati Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Naily Zulfia; Rifiana Rifiana; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10356

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga adalah kemampuan rumah tangga untuk memenuhi kecukupan pangan anggotanya dari waktu ke waktu agar dapat hidup sehat dan mampu melakukan kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur pendapatan dan struktur pengeluaran rumah tangga petani padi sawah di Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian dilakukan sejak bulan Maret 2023 sampai dengan Mei 2023. Untuk metode penarikan contoh menggunakan Simple Random Sampling, terdiri dari 32 responden. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa struktur pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp.69.525.868/tahun dan pengeluaran rumah tangga sebesar Rp.27.336.127/tahun. Berdasarkan perhitungan persentase pangsa pengeluaran terhadap pengeluaran total, maka penduduk Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut tergolong tahan pangan dengan nilai 53%
Analisis Pendapatan Usahatani Pembibitan Buah Durian di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar (Studi Kasus Pembibitan Suka Tanam) Sekar Darmayanti Utami; Yudi Ferrianta; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10324

Abstract

Kecamatan Karang Intan merupakan satu-satunya daerah penyumbang produksi komoditi durian terbanyak di Kabupaten Banjar. Produksi komoditi buah yang meningkat tentu tidak terlepas dari kualitas bibit yang digunakan. Di Desa Mandikapau Barat terdapat usaha pembibitan buah durian yaitu pembibitan suka tanam. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui penyelenggaraan usaha pembibitan buah durian, (2) Untuk menganalisis besar biaya, penerimaan dan pendapatan usaha pembibitan buah durian dan (3) Untuk Menganalisis usaha pembibitan buah durian di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan layak untuk terus dikembangkan. Metode penentuan lokasi yang dipilih secara sengaja. Proses penyelenggaraan usaha pembibitan durian di Pembibitan Suka Tanam menurut tahapan kegiatan adalah sebagai berikut: (1) persiapan lahan dan mengolah tanam; (2) pengumpulan biji; (3) penyemaian; (4) penanaman; (5) okulasi; (6) perawatan; dan (7) pemasaran bibit. Pada usahatani pembibitan durian di Pembibitan Suka Tanam Desa Mandikapau Barat mengeluarkan biaya total sebesar Rp 71.052.600/tahun, total penerimaan sebesar Rp 125.300.000/tahun sehingga Bapak Mawardi mendapatkan keuntungan bersih dari pembibitan durian sebesar Rp 54.247.400/tahun. Perhitungan RCR (Revenue Cost Ratio) untuk usaha pembibitan buah durian di pembibitan Suka Tanam Desa Mandikapau Barat adalah 1,76 atau 1 kali lipat dari total biaya yang dikeluarkan yang artinya usahatani pembibitan buah durian ini sangat menguntungkan untuk dikembangkan.
Analisis Usaha Rumahtangga Pengolahan Kerupuk Amplang di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan (Studi Kasus Pengolahan Amplang Semut) Errik Setiawan; Nuri Dewi Yanti; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10315

Abstract

Kerupuk Amplang Semut Bakaraut merupakan salah satu usaha pengolahan kerupuk amplang yang cukup lama dan terus berkembang dan berproduksi sampai saat ini. Usaha tersebut terdapat di Desa Manurung. Dalam hal ini, seringkali produsen kerupuk amplang tidak memperhatikan bagaimana manajemen usaha yang baik agar dapat terus berkembang dan memperbanyak keuntungan industri kerupuk amplang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usaha industri rumah tangga amplang serta kelayakan usaha pada industri rumah tangga pengolahan amplang Semut Bakaraut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Industri rumah tangga pengolahan kerupuk amplang semut bakaraut mengeluarkan biaya total sebesar Rp 469.116.465/tahun dan penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 548.280.000/tahun sehinggam endapatkan keuntungan sebesar Rp 79.163.535/tahun. Industri rumah tangga pengolahan kerupuk amplang Semut Bakaraut mengalami keuntungan dengan tingkat rasio kelayakan usaha dengan nilai R/C >1 yaitu sebesar 1,17 yang artinya industri rumahtangga tersebut dapat dikatakan layak dan diusahakan.
Analisis Preferensi Konsumen Remaja Terhadap Keputusan Pembelian Makanan Seblak di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Prodi Agribisnis Faperta Ulm Banjarbaru) Nur Maulida Yanti; Djoko Santoso; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10347

Abstract

Pengembangan kuliner makanan seblak dapat dilakukan dengan mencaritahu preferensi atau kesukaan konsumen terhadap makanan seblak. Preferensi konsumen dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat kegunaan dan nilai relatif penting pada setiap atribut dalam suatu produk. Konsumen memiliki sikap yang berbeda−beda dalam mempertimbangkan atribut yang dianggap penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis varian produk dan varian menu makanan seblak yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembellian makanan seblak di Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner pada Mahsaiswa aktif Agribisnis yang berusia 18−23 tahun dan di peroleh 106 orang yang memenuhi syarat sebagai responden. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif statistik. Dalam analisis preferensi konsumen terhadap varian produk dan varian menu makanan seblak di kota Banjarbaru didapatkan bahwa dari 2 varian produk makanan seblak yaitu seblak basah dan seblak kering serta 3 varian menu seblak biasa (kerupuk), seblak ceker (sedang) dan seblak komplit yang menjadi preferensi konsumen remaja adalah varian produk seblak basah dengan varian menu seblak komplit yang di dapat dari persentase sebesar sebesar 31% atau total skor yaitu 450. Atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian makanan seblak di Kota Banjarbaru didapatkan hasil bahwa secara berurutan atribut yang di pertimbangkan adalah rasa, aroma, tingkat kepedasan, porsi dan harga.