cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 53 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2023)" : 53 Documents clear
Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Karet di Desa Kolam Makmur Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala Yasiratul Baroroh; Muzdalifah Muzdalifah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10305

Abstract

Desa Kolam Makmur merupakan salah satu desa di Kecamatan Wanaraya yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani karet. Karet merupakan tanaman perkebunan utamadi Desa Kolam Makmur karena pendapatannya sebagian besar diperoleh dari karet, pendapatan petani sangat tergantung pada jumlah produksi dan besarnya harga karet. Tanaman perkebunan karet di Desa Kolam Makmur merupakan lahan milik sendiri, tenaga kerja hanya mengandalkan tenaga kerja dalam keluarga untuk menyadap karet. Tanaman karet di Desa Kolam Makmur hampir semua menggunakan bibit unggul hasil okulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya, penerimaan, dan pendapatan petani, dan mengetahui kondisi kesejahteraan petani karet. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kolam Makmur Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan metode survei, dari 140 petani diambil sebanyak 30 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitin menunjukkan bahwa rata-rata biaya total usahatani karet sebesarRp 621.710 dan penerimaan sebesar Rp 13.833.000, sehingga diperoleh rata-rata pendapatan usahatani karet Rp12.956.255/usahatani perenam bulan, dan rata-rata total pendapatan rumah tangga petani karet sebesar Rp 14.976.956/perenam bulan atau Rp 4.992.318 perkapita/6 bulan dengan rata-rata jumlah anggota keluarga 3 orang atau Rp 824.740/kapita perbulan. Kesejahteraan petani berdasarkan kriteria Badan Pusat Statistik sebanyak 30 orang petani termasuk dalam kondisi sejahtera.
Peran Generasi Muda dalam Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Barito Kuala Sri Utami; Hairi Firmansyah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10338

Abstract

Salah satu kekayaan alam yang berkembang saat ini adalah kelapa sawit, bahkan saat ini petani kelapa sawit semakin banyak kita temui. Generasi muda juga berperan dalam pembangunan pertanian untuk meningkatkan pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) bagaimana peran generasi muda dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Barito Kuala; (2) faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan peran generasi muda dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Barito Kuala; serta (3) apa saja masalah yang dihadapi generasi muda untuk melakukan perannya dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Barito Kuala. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 6 kegiatan peran generasi muda dalam pengelolaan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala yaitu peran dalam kegiatan persiapan lahan, penanaman bibit kelapa sawit, pemjeliharaan tanaman belum menghasilkan, tanaman tua, panen dan pasca panen. Terdapat 3 faktor yang berhubungan dengan peran generasi muda yaitu faktor umur, tingkat pendidikan dan luas lahan. Berdasarkan hasil dari perhitungan Rank Spearman dengan bantuan software SPPS didapatkan hasil bahwa yang pertama untuk setiap peran, nilai koefesien korelasi atau rs menujukan bahwa tidak terdapat hubungan antara peran generasi muda terhadap faktor usia, tingkat pendidikan dan luas lahan dengan nilai signifikan lebih besar dari 0.;05. Kedua, untuk setiap peran generasi muda memiliki nilai < dengan presentasi sebnayak 94,4% maka maka hipotesisnya h0 diterima dengan kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan anatar peran generasi muda dalam pengelolaan kelapa sawit terhadap faktor usia, tingkat pendidikan dan luas lahan.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Teh Siap Minum di Kota Banjarbaru Fuja Lesnani; Yusuf Azis; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10329

Abstract

Teh telah menjadi minuman yang tak tergantikan dalam kehidupan berbagai budaya, termasuk Indonesia sebagai negara penghasil teh terbesar kedelapan dunia. Teh telah menjadi minuman yang diminati dari segala usia, termasuk di Kota Banjarbaru, karena penerimaan yang luas oleh berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis subatribut yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen terhadap teh siap minum dalam keputusan pembelian di Kota Banjarbaru. Metode penarikan contoh yang diterapkan yakni Multistage Random Sampling dengan sampel sebanyak 60 responden. Dari 60 orang didapat 49 orang yang layak dijadikan responden dikarenakan 11 orang tidak memenuhi syarat sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa subatribut teh siap minum yang menjadi preferensi konsumen di Kota Banjarbaru ialah rasa original, ukuran 300 ml – 500 ml, harga Rp4.000 – Rp7.800, kemasan botol plastik,dan merek Teh Pucuk Harum. Sedangkan atribut yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian teh siap minum di Kota Banjarbaru disusun berdasarkan tingkat prioritas dari yang paling tinggi hingga yang terendah adalah merek sebesar 15,88, harga sebesar 15,82, rasa sebesar 15,77, kemasan sebesar 14,62, dan ukuran sebesar 13,60. Sehingga atribut yang paling dipertimbangkan konsumen adalah atribut merek teh siap minum.
Analisis Usaha Tani Padi Masyarakat Dayak Pitap dengan Sistem Perladangan Gilir Balik di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan Mahmudah Mahmudah; Masyhudah Rosni; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10352

Abstract

Pertanian menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat adat. Salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang pengelolaan usaha tani masih bergantung pada kondisi alam serta adat budaya turun temurun adalah masyarakat Dayak Pitap di Balangan. Dalam kehidupan masyarakat tanaman padi sangat penting dan dimuliakan, pola pertanian padi dilakukan dengan perladangan gilir balik sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui gambaran seharusnya, biaya, penerimaan, pendapatan, kelayakan serta permasalahan yang dihadapi oleh petani padi perladangan gilir balik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Langkap Kecamatan Tebing Tinggi pada bulan Juni 2022 hingga Maret 2023. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 petani dan dipilih dengan teknik acak sederhana (simple random sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perladangan gilir balik memiliki tahapan yang teratur yaitu batirau, batabas, batabang, manyalukut, manugal, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit dan penyakit, mangatam, aruh bamula, merapai atau bairik, aruh pasid atau aruh babuat dan aruh bawanang. Biaya total yang diperlukan dalam usaha tani padi terdiri dari biaya eksplisit dan biaya implisit yakni sebesar Rp 7.502.569,00/usahatani dan Rp 20.623.500,00/usahatani sehingga diperoleh biaya total sebesar Rp 28.126.069,00/usahatani. Penerimaan usaha tani padi sebesar Rp 28.440.000,00/usahatani. Pendapatan usaha tani padi sebesar Rp 20.937.431,00/usahatani. Berdasarkan perbandingan antara biaya dengan penerimaan diperoleh nilai RCR sebesar 1,01 yang berarti setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan oleh petani akan diperoleh penerimaan sebesar Rp 1,01 dengan kata lain usaha tani padi dengan perladangan gilir balik ini layak atau menguntungkan untuk diusahakan. Selanjutnya untuk permasalahan yang dihadapi petani yaitu hama dan penyakit, cuaca ekstrem, sengketa lahan dan perembetan saat pembakaran.
Analisis Usahatani Pembibitan Kelapa Sawit (Studi Kasus Pada CV Hervi Transseed di Desa Padang Panjang Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar) Widya Wulan Ramadhani; Sadik Ikhsan; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10320

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman yang bernilai ekonomis tinggi dikarenakan sebagai salah satu produsen minyak nabati. Permintaan ekspor yang terus meningkat setiap tahun untuk kelapa sawit telah menyebabkan peningkatan produksi dan luas areal perkebunan kelapa sawit. Seiring meningkatnya luas pertanaman kelapa sawit di Kalimantan Selatan, maka usaha pembibitan memiliki peluang cukup besar dalam memenuhi permintaan bibit kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik budidaya pembibitan kelapa sawit, besarnya biaya, penerimaan, keuntungan serta Break Even Point (BEP) pada usaha pembibitan kelapa sawit CV Hervi Transseed. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Padang Panjang dan menggunakan metode studi kasus. Pada hasil penelitian teknik budidaya pembibitan kelapa sawit yang didapatkan adalah tahapan persiapan areal pembibitan, tahapan pembibitan awal (Pre Nursery ) dan tahapan pembibitan utama (Main Nursery). Biaya total yang dikeluarkan CV Hervi Transseed selama tahun 2022 sebesar Rp982.488.352. Total Penerimaan (Total Revenue) yang diperoleh sebesar Rp1.260.000.000. Keuntungan yang dihasilkan CV Hervi Transseed sebesar Rp277.511.648. Break Even Point atas dasar unit diperoleh pada usaha CV Hervi Transseed adalah 20.457 unit. Break Even Point dalam satuan rupiah sebesar Rp716.210.494.
Analisa Usaha Perkebunanan Rakyat Kelapa Sawit Desa Sukadamai Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Bagus Dwi Prasetya; Muzdalifah Muzdalifah; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10311

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk menganalisis penyelenggaraan usaha perkebunan kelapa sawit dan berapa besaran penerimaan dan pendapatan usaha perkebunan kelapa sawit rakyat dan menganalisis permasalahan yang dihadapi dalam usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Sukadamai. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder sampel yang digunakan yaitu teknik sampel acak sederhana, dan analisis dilakukan dengan menggunakan data sampel dapat di dasarkan pada kesamaan karakteristik dari karakteristik sasaran, luas lahan yang mereka miliki rata-rata masa tanam sawit diatas 5 tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Sukadamai. Alat untuk lahan yang digunakan petani sampel, seluas 3 – 4 hektar rata-rata luas lahan yang dimiliki petani sampel, sarana produksi pertanian yang digunakan adalah egrek, dodos, parang, spayer, gancu, keranjang besi dan tojok, pupuk yang digunakan oleh petani adalah Urea, Sp 36, KCL dan ZA. Sedangkan besarnya Penerimaan yang diterima oleh petani kelapa sawit rakyat dengan rata-rata penerimaan petani kelapa sawit per usahatani sebesar Rp 341.904.000/usahatani dan rata-rata penerimaan petani kelapa sawit adalah Rp. 77.705.455/ha. Sedangkan total biaya per usahatani rata-rata yang dikeluarkan sebesar Rp227.388.364/usahatani perkebunan kelapa sawit dan rata-rata biayatotal per hektar adalah Rp. 51.679.174/ha, sehingga pendapatan yangdiperoleh dari usaha perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Sukadamai Kecamatan Mantewe yaitu sebesar Rp.114.515.636/usahatani dan rata-rata per hektar sebesar Rp.26.026.281/ha.
Analisis Usahatani Cabai Rawit di Desa Pamalongan Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut Luwis Wulandari; Hairi Firmansyah; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10343

Abstract

Hortikultura merupakan salah jenis tanaman yang prospeknya cukup baik untuk dikembangkan pada daerah yang bukan basis produksi tanaman pangan berupa padi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani. Salah satu tanaman hortikultura tersebut adalah cabai rawit. Pada Tahun 2021 Pamalongan memiliki produktivitas cabai rawit tertinggi di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui biaya, penerimaan dan keuntungan dan kelayakan usahatani cabai rawit serta masalah yang dihadapi petani cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September 2021 sampai Januari 2023. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Desa Pamalogan ter- purposive atau terpilih dengan sengaja pada penelitian ini. Tiga puluh (30) orang dipilih secara random sampling menggunakan tabel bilangan sederhana dari total populasi tersebut. Dari penelitian ini perbandingan biaya tetap dan biaya variabel cukup besar yaitu 1:16. Sehingga alokasi seluruh biaya banyak berfokus pada biaya variabel. Penerimaan usahatani cabai rawit yang diperoleh oleh petani Rp 22.543.967/usahatani (Rp 30.058.622/ha) dengan biaya total yang dikeluarkan Rp 14.134.572/usahatani (18.795.980/ha), sehingga dapat disimpulkan keuntungan yang diperoleh masing-masing petani adalah sebesar Rp8.409.395/usahatani (Rp11.262.643/ha). Berdasarkan analisis kelayakan usahatani didapati bahwa Usahatani cabai rawit di Desa Pamalongan layak diusahakan dengan nilai RCR 1,59. Permasalahan usahatani cabai rawit di Desa Pamalongan ada tiga yaitu adanya larangan pembakaran lahan, saprodi mahal, organisme pengganggu tanaman yang susah diatasi dan musim yang tak menentu serta harga yang fluktuatif
Analisis Usaha Roti Manis Shofi di Kelurahan Pasayangan Utara Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Nurlina Ayu Hasanah; Nina Budiwati; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10334

Abstract

Industri rumah tangga yang cukup terkenal di daerah Kabupaten Banjar adalah Roti Manis. Roti Manis Shofi saat ini memiliki banyak pengunjung dari dalam daerah maupun luar daerah terkadang Roti Manis Shofi juga dijadikan oleh-oleh khas dari daerah MartapuraPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui proses produksi Roti Manis Shofi di Martapura; menghitung besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan titik impas (BEP) serta permasalahan dan solusi menyangkut usaha Roti Manis Shofi di Martapura. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan konsep biaya dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian proses produksi roti manis dan roti isi shofi terbagi menjadi 3 tahapan yakni proses persiapan peralatan kerja, persiapan bahan-bahan roti dan proses pengolahan adonan roti. Biaya total yang dikeluarkan pada priode 1 tahun penelitian yakni Maret – Desember 2021 dan Januari – Februari 2022 adalah Rp 2.332.089.000 dengan biaya tetap sebesar Rp 82.860.000 dan biaya variabel sebesar Rp 2.249.229.000 Penerimaan yang diperoleh adalah senilai Rp 3.446.650.000. sedangkan keuntungan yang diperoleh adalah senilai Rp 1.114.561.000. BEP untuk roti manis pada harga Rp 27.000 menghasilkan BEP (unit) 5.592 unit dan BEP (rupiah) Rp 150.996.599 sedangkan pada harga Rp 29.000 menghasilkan BEP (unit) 4.650 unit dan BEP (rupiah) Rp 134.853.333. BEP untuk roti isi pada harga Rp 33.000 menghasilkan BEP (unit) 2.803 unit dan BEP (rupiah) Rp 92.511.398. BEP untuk roti isi pada harga Rp 35.000 menghasilkan BEP (unit) 2.331 unit dan BEP (rupiah) Rp 81.584.871. Permasalahan yang dihadapi Toko roti manis shofi yakni penurunan penjualan pada saat tanggal-tanggal diakhir bulan dan pada saat musim buah. Alternatif yang dilakuakan adalah menurunkan jumlah produksi pada tanggal-tanggal akhir bulan dan pada saat musim buah hal ini bertujuan agar penjualan tetap dapat berjalan dan mengurangi produk tersisa karena tidak terbeli oleh konsumen.
Analisis Pemasaran Tahu Rumahan Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Abdul Aziz; Yudi Ferrianta; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10357

Abstract

Sungai Paring merupakan salah satu Kelurahan yang merupakan sentra produksi tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, keuntungan dan efesien pemasaran pada industri tahu rumah tangga di Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember - Maret 2020. Pemilihan tempat penelitian ini dilakukan purposive sampling di Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar karena Kelurahan Sungai Paring merupakan sentral produksi tahu yang terbesar ke 2 di Kabupaten Banjar. Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah metode snow ball sampling, yaitu metode penarikan sampel yang berantai, dari satu sampel responden yang diketahui diteruskan kepada responden berikutnya sesuai dengan informasi responden pertama, begitu seterusnya, sehingga responden yang dihubungkan semakin lama semakin besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan proses berjalannya pemasaran yang ada di Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar hingga tahu mentah sampai ke tangan konsumen akhir. Berdasarkan hasil perhitungan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 658.99,- dan keuntungan sebesar Rp 5.441.172,-. saluran pemasaran terdiri dari lima saluran yaitu pada saluran I (produsen → konsumen), saluran II (produsen → pedagang pengecer → konsumen), saluran III (produsen → pedagang pengecer → pedagang besar → konsumen), saluran IV (produsen → pedagang pengecer → pedagang kecil → konsumen akhir), saluran ke V (pedagang pengecer → pedagang besar → pedagang kecil → konsumen). Dari ke lima saluran yang tersedia, biaya keuntungan dan farmer’s share yang diterima bervariatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran II dapat dikatakan lebih efisien karena nilai margin lebih kecil dari pada keempat saluran yang ada. Adapun beberapa permasalahn yang ada di saat produsen tahu rumahan melakukan pemasaran di Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten
Analisis Usaha Pengolahan Kue Rengginang di Desa Bitahan Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin (Studi Kasus Usaha Rengginang Serlin) Rina Yuliani; Hairi Firmansyah; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran usaha pengolahan rengginang Serlin. Menganalisis besar biaya, penerimaan, dan keuntungan usaha pengolahan rengginang Serlin. Serta menganalisis pola pemasaran pada usaha pengolahan rengginang Serlin. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2023 dari tahap perencanaan sampai dengan penulisan laporan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Sumber data yang digunakan pada penelitian terdiri dari dua yaitu data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, usaha pengolahan rengginang Serlin adalah usaha industri kecil yang dirintis sejak tahun 2002 hingga sekarang. Jumlah biaya total yang dikeluarkan usaha pengolahan rengginang Serlin pada bulan Maret 2023 sebesar Rp103.860.826 dengan rincian jumlah biaya tetap sebesar Rp930.826 dan biaya variabel sebesar Rp102.930.000, penerimaan yang diperoleh sebesar Rp125.100.000 dan keuntungan yang didapatkan sebesar Rp21.239.174. Pola pemasaran usaha rengginang Serlin ada dua yaitu, (i) produsen → pedagang toko/kios/warung → konsumen akhir, (ii) produsen → pedagang pengecer/agen → pedagang toko/kios/warung, dan minimarket → konsumen akhir.