cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024)" : 28 Documents clear
SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK MINUMAN KOPI “NUANSA” DAN “PICCOLO” DI KAFE TUJU BANJARBARU Setiawan Muhammad Luthfie; Ahmad Yousuf Kurniawan; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12282

Abstract

Bisnis Coffee Shop semakin marak sehingga menyebabkan semakin ketatnya persaingan. Tiap pelaku usaha berupaya untuk menyajikan terobosan baru pada tiap produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap dan pendapat responden terhadap atribut produk minuman kopi “Nuansa” dan “Piccolo” di kafe Tuju Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022 sampai April 2022,dengan menggunakan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling. Cara pada prosedur ini sederhana yaitu penentuan sampel berdasarkan factor spontanitas. Metode pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Fishbein dan akan diuraikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, atribut yang menjadi preferensi minuman kopi “Nuansa” dan “Piccolo” mendapatkan nilai skor sebesar 181,56 yang berarti Netral, dapat diterima oleh konsumen namun masih memerlukan banyak penyesuaian dalam masing-masing atribut yang ada agar lebih sesuai dengan selera dan keinginan konsumen. Atribut dengan skor sikap terendah ada pada atribut tekstur produk piccolo (12,35), dengan nilai kepentingan (3,86) dan nilai evaluasi (3,2). Atribut dengan skor sikap tertinggiada pada atribut rasa produk piccolo (18,81), dengan nilai kepentingan (4,48) dan nilai evaluasi (4,2).
MOTIVASI MAHASISWA DALAM BERWIRAUSAHA (STUDI KASUS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN ULM) Judika Limbong; Masyudah Rosni; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dalam berwirausaha, dan untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat Mahasiswa Program Studi Agribisnis FakultasPertanian dalam berwirausaha. Penelitian dilakukan pada bulanJuli 2023. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif yaitu dengan kuesionier yang kemudian jawaban dari mahasiswa disinkronkan dan di intervalkan menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat motivasi mahasiswa agribisnis dalam berwirausaha berada pada kategori tinggi dengan hasil yaitu 62%. Berdasarkan analisis deskriptif persentase, faktor pendukung mahasiswa dalam berwirausaha adalah memiliki ambisi/kemajuan untuk sukses, adanya lingkungan yang membentuk semangat kewirausahaan, adanya kurikulum/ pembelajaran yang memberikan bekal untuk berwirausaha. Faktor penghambat mahasiswa dalam berwirausaha adalah tidak punya modal dan tidak punya mentor atau pembimbing usaha.
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP IMPLEMENTASI PESTISIDA NABATI OLEH PETANI KARET DI DESA MANDIKAPAU BARAT KECAMATAN KARANG INTAN Gusti Najimah Nur Aina; Hairi Firmansyah; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh terhadap implementasi pestisida nabati oleh petani karet di Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karang Intan dan untuk menganalisis permasalahan yang dialami Penyuluh dalam menjalankan peran sebagai penyuluh di Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karang Intan. Penelitian ini bertempat di Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karang Intan. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan skala likert dengan variabel Edukator, Diseminator, Fasilitator, Konsultan, Supervisor, Evaluator, dan analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian ini, Peran Penyuluh Pertanian di Desa Mandikapau Barat, termasuk dalam kategori sangat berperan, dengan jumlah skor rata-rata 3,010 dan persentase sebesar 83,6%. Indikator edukator dengan skor rata-rata 119,00 dan persentase sebesar 79,3% kategori berperan. Diseminator dengan total skor 122,25 dan persentase sebesar 81,5% kategori sangat berperan. Fasilitator dengan skor rata-rata 111,75 dan persentase sebesar 74,5% kategori berperan. Konsultan dengan skor rata-rata143,25 dan persentase sebesar 95,5% kategori sangat berperan. Supervisor dengan persentase sebesar 90,5% kategori sangat berperan. Pemantauan dan evaluasi dengan skor rata-rata 120,50 dengan persentase sebesar 80,3% kategori sangat berperan. Permasalahan yang dialami oleh penyuluh pertanian adalah kurangnya pengetahuan terhadap teknologi untuk membuat media penyuluhan.
ANALISIS USAHATANI DAUN BAWANG (Allium fistulosum L.) DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA KECAMATAN LIANG ANGGANG Ayu Cahya Amalia; Ahmad Yousuf Kurniawan; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, pendapatan, keuntungan, kelayakan dan kontribusi budidaya daun bawang di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang. Data primer dikumpulkan melalui wawancara tatap muka dengan pemilik peternakan di lokasi penelitian, dengan menggunakan kuesioner yang disediakan. Sedangkan data sekunder diambil dari buku, majalah, instansi dan organisasi yang terkait dengan penelitian ini. Populasi petani berdasarkan dari luas tanaman dan produksi sayur-sayuran di Kota Banjarbaru. Populasi penelitian adalah petani yang menanam daun bawang yaitu sebanyak 30 orang petani. Hasil penelitian menunjukan biaya eksplisit Rp9.413.618/usahatani, biaya implisit Rp1.826.954/usahatani, total biaya (TC) Rp11.240.571/usahatani, penerimaan total Rp21.850.000/usahatani, pendapatan Rp11.163.669/usahatani, dan keuntungan yang didapat Rp9.384.762/usahatani. Nilai RCR adalah 1,94 artinya usahatani bawang daun ini menguntungkan dan layak untuk di kembangkan. Kontribusi pendapatan usahatani daun bawang terhadap pendapatan total rumah tangga petani sebesar Rp91,37% yang artinya hampir seluruh pendapatan rumah tangga petani berasal dari usahatani daun bawang.
KAJIAN PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SAYURAN DI KELURAHAN CEMPAKA KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Meldisa Septa Reckasari; Hairin Fajeri; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12268

Abstract

Sayuran merupakan sumber pangan nabati yang mengandung zat gizi berupa mineral dan vitamin yang memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Pemenuhan kebutuhan ini tentu saja akan meningkatkan permintaan pasar, sehingga para pelaku usaha dituntut untuk memenuhi permintaan konsumen dari segi kuantitas dan kualitas. Untuk memahami yang diharapkan oleh konsumen, diperlukan informasi pasar tentang preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sayuran yang sering dibeli oleh konsumen dan untuk menjelaskan serta menganalisis atribut-atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen saat membeli sayuran di Kelurahan Cempaka. Penelitian ini dilakukan selama periode Oktober hingga Desember 2023 dengan menerapkan metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling dan melibatkan 22 responden. Analisis data dilakukan melalui metode analisis deskriptif dan analisis konjoin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sayuran daun merupakan jenis sayuran yang paling sering dibeli di Kelurahan Cempaka. Preferensi konsumen dalam pembelian sayuran di Kelurahan Cempaka adalah sayuran dengan harga yang murah, organik, segar, mudah diperoleh, dan tempat pembelian dengan pilihan sayur yang beragam. Atribut-atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian sayuran yaitu atribut kesegaran, kemudahan dalam memperoleh, harga, kesehatan, dan keberagaman jenis.
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN SUSU KURMA SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KELURAHAN SUNGAI BESAR KECAMATAN BANJARBARU SELATAN (STUDI KASUS USAHA CLASSIC SUSU KURMA) Nur Safitri; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12274

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis biaya, penerimaan, dan keuntungan selama setahun setiap varian rasa pada usaha, (2) menganalisis tingkat kelayakan usaha, (3) mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi oleh pemilik usaha. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah biaya yang dikeluarkan oleh usaha classic susu kurma Ibu Riska selama setahun pada bulan januari-Desember 2022 sebesar Rp. 51.251.214. Jumlah penerimaan sebesar Rp. 60.765.000 serta pendapatan bersih atau keuntungan yang diterima oleh Ibu Riska sebesar Rp. 9.513.786. Kelayakan usaha dengan nilai RCR sebesar 1.86, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1,00 biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi susu kurma akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,186. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa usaha pengolahan susu kurma Ibu Riska layak diteruskan dan dikembangkan secara finansial. Permasalahan yang dihadapai pada usaha classic susu kurma Ibu Riska yaitu masih belum mempunyai surat izin usaha, label halal sehingga produk ini tidak bisa dipasarkan ke luar daerah dan produk susu kurma hanya memiliki umur simpan yang pendek dengan daya simpan pada luar ruangan sekitar 5-6 jam, pada kulkas biasa sekitar 2-3 hari dan pada kulkas freezer selama 1 minggu.
ANALISIS USAHATANI HIDROPONIK “HIDROPUNG” DI DESA BATI-BATI KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Putri Shinta Dianti; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12265

Abstract

Hidroponik menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengatasi penurunan lahan pertanian di Indonesia. “Hidropung” merupakan satu-satunya usahatani hidroponik selada keriting di Desa Bati-Bati milik Ibu Kurnia yang menggunakan 2 sistem hidroponik yaitu DWC (Deep Water Culture) atau bisa juga disebut sebagai sistem rakit apung dan NFT (Nutrient FilmTechnique). Untuk pertumbuhan suatu usaha, keseimbangan antara biaya total, penerimaan, dan keuntungan sangat penting. Tujuan dari analisis ini yaitu untuk mendeskripsikan proses budidaya, menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan usahatani dan untuk mengetahui permasalahan atau hambatan yang dihadapi. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif, analisis biaya total, penerimaan, keuntungan serta tingka tkelayakan dengan harga yang diperhitungkan adalah harga yang terjadi/diterima usahatani hidroponik “Hidropung” pada bulan November tahun 2021 hingga Mei 2023. Menurut hasil penelitian yang dilakukan proses budidaya hidroponik pada usahatani “Hidropung” telah dilakukan sebanyak 21 kali periode tanam. dimulai dari persemaian, peremajaan, pembesaran, pemeliharaan, panen, hingga pasca panen. Biaya total yang dikeluarkan pada periode November 2021 - Mei 2023 yaitu sebesar Rp17.727.697. Penerimaan sebesar Rp20.160.000 serta keuntungan sebesar Rp2.669.881. Tingkat kelayakan usahatani diperoleh nilai sebesar1,137, sehingga dapat disimpulkan bahwasanya usahatani “Hidropung” layak untuk dijalankan dan dikembangkan.  Permasalahan saat ini yang dihadapi oleh pemilik usahatani hidroponik “Hidropung” yaitu hama dan kontinuitas produksi.
ANALISIS DAMPAK RELOKASI PASAR TERHADAP PEDAGANG SAYUR (PASAR BAUNTUNG BANJARBARU) Aldi Ahmad Romadon; Ahmad Yousuf Kurniawan; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12256

Abstract

Relokasi Pasar Banjarbaru memberikan dampak positif dan negative pada seluruh pedagang sayur. Penelitian ini bertujua nuntuk menganalisis perbedaan pendapatan pedagang sayur sebelum dan sesudah di relokasi ke pasar Bauntung Banjarbaru, dan persepsi pedagang sayur terhadap relokasi dan kondisi pasar relokasi. Penelitian ini dilakukan di lokasi Pasar Bauntung Banjarbaru yang beralamatkan Jl. RO Ulin, Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilakukan kepada para pedagang sayur sebagai subyek penelitian. Pedagang yang hanya berjualan sayur saja di Pasar Bauntung Banjarbaru berjumlah 30 pedagang yang semuanya telah mengalami relokasi dari pasar Bauntung Banjarbaru lama. Dampak negatif dari relokasi Pasar Banjarbaru adalah menurunnya pendapatan pedagang sayur akibat dari relokasi pasar. Juga letak pasar yang baru kurang strategis karena agak jauh dari tengah kota. Rata-rata pendapatan per bulan para pedagang sayur turun sebesar 9%. Uji statistic menunjukan penurunan tersebut signifikan. Dampak positif dari relokasi Pasar Banjarbaru adalah tertatanya ruko-ruko yang sebelumnya terlihat kumuh dan kotor, sekarang lebih rapi dan jauh lebih bersih. Persepsi para pedagang sayur di pasar Bauntung Banjarbaru mengenai proses relokasi pasar banyak yang merasa tidak puas, karena tidak adanya bantuan untuk proses relokasi dankurangnya transparansi oleh pihak pemerintah. Namun di sisilain para pedagang sayur berpersepsi merasa cukup puas terhadap pengelolaan Pasar Bauntung yang baru, karena banyak fasilitas yag disediakan oleh pemerintah untuk membantu para pedagang sayur untuk beraktifitas di Pasar Bauntung yang baru tersebut.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA SARANG BURUNG WALET DI DESA JAKATAN MASAHA KECAMATAN MANDAU TALAWANG KABUPATEN KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Niprol Pahmi; Nuri Dewi Yanti; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12279

Abstract

Di Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas merupa kansalah satu sentral produksi sarang burung wallet. Sebagian besar penduduknya banyak membangun rumah sarang burung walet, hal itu dapat dilihat banyaknya rumah/bangunan untuk burung walet yang dibangun masyarakat di wilayah ini khususnya di daerah perkampungan termasuk Desa Jakatan Masaha. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti biaya usaha sarang burung walet dan pendapatan. Penelitian dilakukan di Desa Jakatan Masaha, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas yang dimulai dari bulan Februari sampai Januari 2024. Periode pengambilan dan perhitungan data diambil pada bulan Mei 2023 yaitu selama 1 (satu) proses produksi. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dipakai oleh pengusaha sarang burung walet pada bulan Mei 2023 sebesar Rp1.965.599 dengan rincian jumlah biaya penyusutan bangunan dan alat Rp1.725.149 dan biaya operasional Rp240.450. Total penerimaan sebesar Rp15.210.000 dengan rata-rata produksi sebesar 1,69kg/produksi dan harga senilai Rp9.000.000/kg. Didapatkan pendapatan sebesar Rp13.244.401/produksi yang dihasilkan dari pengurangan jumlah penerimaan dengan biaya eksplisit. Berdasarkan total pendapatan dari pengusaha sarang burung walet di Desa Jakatan Masaha dapat dikatakan sangat menguntungkan untuk dijalankan.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI MINYAK GORENG KEMASAN BERMEREK DI KECAMATAN PELAIHARI Muhammad Febri Abimanyu; Yusuf Azis; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12270

Abstract

Tingginya permintaan yang berdampak pada beragamnya produk yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen dapat meningkatkan kebebasan konsumen dalam memilih minyak goreng. Hal ini menuntut pemahaman mendalam terhadap preferensi konsumen di tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen Kecamatan Pelaihari terhadap produk minyak goreng kemasan bermerek serta atribut yang paling dipertimbangkan konsumen. Penelitian dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang responden yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Untuk mencapai tujuan penelitian ini dilakukan pengkategorian atribut ke dalam kategori yang berbeda dan dilihat frekuensi jawaban terbanyak dan menggunakan teknik analisis Multiatribut Fishbein dengan menggunakan skala Likert. Atribut yang menjadi preferensi konsumen adalah adalah kemasan berbentuk plastik refill, harga per liter sejumlah Rp. 20.000,00 – Rp. 30.000,00,berwarna kuning keemasan, konten label kemasan mencantumkan tanggal kadaluarsa, terdapat informasi dan promosi pada tempat pembelian dan ukuran sebesar 2L. atribut yang paling dipertimbangkan dilihat dari besar nilai Ao secara berurutan adalah atribut harga per liter (17,97), ukuran (17,22), informasi danpromosi (17.01), kemasan (15,62), merek (15,13), warna minyak goreng (13,35), dan konten label kemasan (12,32).

Page 2 of 3 | Total Record : 28