cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 20 Documents clear
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI SELEDRI DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA KECAMATAN LIANG ANGGANG, KOTA BANJARBARU Dwi Fitri Winda Sari; Rifiana Rifiana; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13036

Abstract

Pendapatan usahatani merupakan bentuk ukuran kinerja usahatani. Usahatani yang dipilih untuk penelitian ini yaitu usahatani seledri karena satu-satunya yang mengusahakan usahatani seledri di Kelurahan Landasan Ulin Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, pendapatan, dan keuntungan usahatani seledri serta mengevaluasi tingkat potensi pertanian di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 hingga April2024. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara kepada petani dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan. Data sekunder diperoleh dari literatur dan lembaga yang terkait. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simpel random sampling, yaitu metode pengambilan sampel secara acak dari populasi sehingga setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau dipilih. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 30 orang dari 108 petani seledri di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan biaya, pendapatan, dan keuntungan usahatani seledri dalam satu periode. Untuk rata-rata biaya total sebesar Rp7.703.142. Rata-rata penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp15.120.000. Pendapatan rata-rata yangdiperoleh per usahatani sebesar Rp10.111.358, keuntungan rata-rata yang diperoleh adalah sebesar Rp7.416.858. Kelayakan usahatani seledri di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang dapat dilihat dari RCR. Dengan nilai RCR sebesar 1,96 diatas 1 menunjukkan adanya potensi usahatani seledri di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang. Hal inimenunjukkan bahwa usahatani seledri layak untuk dikembangkan
TINGKAT PENGETAHUAN PESERTA PELATIHAN CABAI DI KECAMATAN CINTAPURI DARUSSALAM Ayu Wulandari; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13057

Abstract

Cabai merupakan produk dari komoditas pertanian yang fluktuatif. Pada saat musim tertentu, harganya bisa naik berkali-kali lipat, padamomen lain bisa turun drastis yang mengakibatkan petani merugi. Hal ini menjadikan tantangan tersendiri bagi para petani, disamping fluktuasi harga, budidaya sangat rentan dengan kondisi cuaca juga terserang hama dan penyakit. Untuk meminimalisir semua risiko tersebut, biaya untuk budidaya cabai tidaklah sedikit yang artinya petani berani mengambil risiko besar. Diimbangi dengan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan usaha petani dalam mengelola usaha tersebut mendapatkan keuntungan besar. Akan tetapi rendahnya tingkat pengetahuan menyebabkan kemampuan dalam menyerap informasi dan menerima teknologi relatif terbatas dan berakibat pada rendahnya kemampuan dalam mengelola usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta pelatihan cabai di Kecamatan Cintapuri Darussalam dan permasalahan yang dihadapi peserta pelatihan. Metode yang digunakan adalah sensus dimana semua pesertapelatihan sebanyak 30 orang menjadi responden. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata tingkat pengetahuan peserta pelatihan cabai berada pada tahapan ‘Memahami’ dengan nilai 49,44% pada kategori Taksonomi Bloom’s. Permasalahan yang dihadapi antara lain terkendala pada kurangnya atau terbatasnya modal untuk memulai ataupun mengembangkan usaha, pupuk yang terbatas dan mahal, fluktuasi harga cabai, cuaca dan kondisi alam, serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BAGI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DI KOTA BANJARBARU Azahra Aprilia Noor Risky; Usamah Hanafie; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13032

Abstract

Media sosial merupakan medium di internet yang memungkinkan penggunanya berinteraksi secara virtual dan memberikan dampak besar pada kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pemanfaatan media sosial bagi petani wanita yang memiliki peran ganda dimana ia harus bertani dan disamping itu ia juga harus mengurus rumah tangganya, serta menganalisis manfaat dan hambatan penggunaan media sosial. Pengambilan sampel digunakan metode proporsionate random sampling dan analisis data digunakan metode analisis deskriptif kuantitatif menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan oleh petani wanita adalah WhatsApp, Youtube, dan Facebook. Mayoritas responden mengakses WhatsApp, Facebook, dan Youtube untuk kebutuhan informasi. Tidak ada media sosial yang dominan diakses responden sebagai media pendidikan. Sedangkan media sosial yang digunakan sebagai media mempengaruhi adalah WhatsApp dan Yotube. Sementara itu, sebagai hiburan, media sosial yang diakses adalah Instagram, Facebook, dan Tiktok. Manfaat yang paling besar dirasakan adalah peningkatan interaksi sosial antar petani maupun penyuluh. Sedangkan hambatan yang paling besar dirasakan adalah keterbatasan diri sendiri dalam meggunakan media sosial.
SISTEM AGRIBISNIS USAHA KACANG JARUK DI DESA TELUK MESJID KECAMATAN HARUYAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH (Studi Kasus Kacang Jaruk Dua Putri) Nahdatul Hikmah; Ahmad Yousuf Kurniawan; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13062

Abstract

Salah satu agroindustri yang dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah industri kacang jaruk yang berjumlah 15 industri. Salah satunya Usaha Kacang Jaruk Ibu Norlaila dengan nama merk Kacang Jaruk Dua Putri adalah salah satu yang cukup berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pasokandan harga bahan baku utama, keuntungan, kelayakan, saluran pemasaran. Metode yang akan digunakan dalam memilih responden pengusaha kacang jaruk dan pemasok kacang tanah adalah purposive sampling dan penentuan responden penjual dengan teknik snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kacang jaruk mengeluarkan total biaya Rp 484.340.913 yang terdiri dari 15,6%biaya tetap dan 84,4 % biaya variabel. Penerimaan dalam selama tahun 2022 Rp 707.576.000, keuntungan Rp 223.235.087 dan kelayakan RCR 1,46. Margin pemasaran termasuk perantara tingkat satu karena dari produsen melalui penjual menuju ke konsumen akhir. Keuntungan yang diterima produsen dalam satu bungkus kemasan plastik klip sebesar Rp 3.000 plastik klip dan 7.000 plastik roll untuk toko/perantara mendapatkan keuntungan sebesar Rp2.000 plastik klip dan 5.000 plastik roll dari konsumen.
KEARIFAN LOKAL PETANI DALAM PENGELOLAAN USAHA TANI PADI LOKAL LAHAN RAWA PASANG SURUT DI KABUPATEN BARITO KUALA Ardi Ardi; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13037

Abstract

Kearifan lokal dalam usahatani padi yang khususnya pada bidang pertanian sebagai pengembangan padi yang tidak hanya untuk ketahanan pangan, tetapi juga untuk mendorong kedaulatan lokal dan mendorong pengembangan komoditi daerah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan usahatani penanaman padi dan menganalisis permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani padi di wilayah lahan pasang surut di Kabupaten Barito Kuala. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, kearifan lokal petani dalam pengelolaan padi lokal lahan rawa pasang surut tipe lahan A di Kabupaten Barito Kuala dibagi dalam beberapa musim, yakni: wayah manugal, wayah maampak, wayah malacak, wayah maimbul dan wayah getem. Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani, yakni pengendalian gulma, pengadaan pupuk gangguna hama berupa wereng dan walang sangit.
PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA DESA SUNGAI RANGAS TENGAH KECAMATAN MARTAPURA BARAT KABUPATEN BANJAR TERHADAP BIDANG PERTANIAN Ahmad Jaelani; Mariani Mariani; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13060

Abstract

Untuk mempertahankan pembangunan pertanian yang berkelanjutan, diperlukan tiga variabel penting: sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi yang sesuai. Salah satu komponen penting untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan adalah tenaga kerja yang terdidik dengan baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis persepsi serta minat generasi muda Desa Sungai Rangas terhadap bidang pertanian. Metode penarikan populasi yang digunakan yaitu Purposive Sampling dan didapat jumlah populasi sebanyak 178 responden. Dari 178 orang diambil 10% untuk mewakili populasi didapat 18 orang yang dijadikan responden dan menggunakan metode Simple Random Sampling untuk memilih responden yang dijadikan sampel. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mealui kuesioner. Analisis yang digunakan adalah Skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi generasi muda di Desa Sungai Rangas Tengah dengan skor rata-rata 1.66 termasuk dalam kategori baik. Sedangkan untuk minat generasi muda di Desa Sungai Rangas Tengah terhadap bidang pertanian termasuk dalam kategori berminat dengan skor rata-rata 1.69.
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP BUAH SEMANGKA DI KOTA BANJARBARU Yatimah Yatimah; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13035

Abstract

Persepsi konsumen beserta atribut-atribut yang dapat dilihat dari atribut rasa, harga, kesegaran, ukuran, tekstur, bentuk, kandungan vitamin dan ketersediaan buah yang merupakan faktor penting dalam proses keputusan konsumen memilih suatu produk. Salah satunya pada buah semangka dengan kandungan vitamin dan manfaat yang bermutu untuk dikonsumsi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap buah semangka dan menganalisis perilaku konsumen terhadap buah semangka di Kota Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang membeli buah semangka di Kota Banjarbaru. Jumlah sampel yang diperoleh dari hasil survei di lapangan sebanyak 65 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden dengan alat bantu kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber jurnal, dinas atau lembaga yangterkait dengan penelitian di Kota Banjarbaru, serta bahan pustaka lainnya seperti hasil penelitian terdahulu. Analisis data yangdigunakan analisis deskriptif yaitu dengan persentase (%) dan perhitungan rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwapersepsi konsumen terhadap buah semangka di Kota Banjarbaruyaitu ketersediaan buah semangka dinilai tersedia sebesar 57%,kandungan vitamin pada buah semangka dinilai banyak sebesar54%, kesegaran buah semangka dinilai segar sebesar 51%, bentuk buah semangka yang dinilai bulat sebesar 51%, rasa buah buah semangka dinilai manis sebesar 51%, ukuran buah semangka dinilai cukup besar (2-5kg) sebesar 53%, tekstur buah semangka yang dinilai cukup renyah sebesar 34% dan harga buah semangka dinilai cukup murah (Rp.7000-10.000/Kg) sebesar 55%. Dari kategori peringkat persentase tertinggi adalah ketersediaan buah sebanyak57% dan peringkat terendah pada atribut tekstur buah sebanyak 34%. Sedangkan nilai rata-rata setiap atribut mempunyai kategori penilaian antara baik hingga cukup baik dan nilai secara keseluruhan atribut terkategori baik.
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PEMBUAT SAGU (Metroxylon sagu) DI KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Putri Nurma; Mariani Mariani; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13056

Abstract

Indonesia, dengan iklim tropis dan kekayaan sumber daya pertanian, menghasilkan berbagai jenis karbohidrat, termasuk sagu sebagai produk pati-patian. Penelitian ini fokus pada kondisi sosial ekonomi masyarakat pembuat sagu di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode sensus, responden berupa masyarakat pembuat sagu sebagai mata pencaharian utama sebanyak 8 (delapan) orang. Variabel yang diamati meliputi kondisi sosial yaitu tingkat pendidikan dan kesehatan dan kondisi ekonomi yaitu pendapatan biaya usaha, luas dan status kepemilikan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pembuat sagu di Kecamatan Sungai Tabuk merupakan warga suku Banjar. Dimana tingkat pendidikan masyarakat pembuat sagu lebih banyak yang lulusan SD dan SMP. Masyarakat pembuat sagu di Kecamatan Sungai tidak memiliki perkumpulan atau organisasi yang menaungi, sehingga persaingan dalam usaha pembuatan sagu sangat tinggi. Pencarian dan pembelian batang pohon sagu berdampak pada produksi sagu tidak merata, serta penjualan sagu dengan harga yang telah disepakati kepada pembeli yang berbeda setiap usaha. Dari sisi kesehatan masyarakat pembuat sagu banyak menerita sakit ringan seperti flu, batuk, demam, sakit kepala, didukung oleh akses mudah terhadap pelayanan kesehatan. pendapatan rata-rata masyarakat pembuat sagu tidak menentu setiap bulannya yang disebabkan oleh faktor permintaan ataupun kesediaan bahan baku. Pada bulan April 2023, pendapatan masyarakat pembuat sagu sebesar Rp 9.024.265.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DI CAFE BUBBLE TIE BANJARBARU Fauzan Maulidian Noor; Kamiliah Wilda; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasankonsumen / pelanggan terhadap kinerja Cafe Bubble Tie dan untuk mengetahui indikator pelayanan yang dianggap penting oleh pelanggan dan kinerja yang diterima oleh pelanggan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Metode pengumpulan data menggunakan teknik accidental sampling dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Pengunjung yang datang akan diminta untuk mengisi kuisioner melalui Google Formatau secara langsung. Pada penelitian ini, analisis data yangdigunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA). Pada penelitian ini, variabel yang akan diukur merupakan variabel bagian dari kualitas pelayanan. Terdapat 6 dimensi yang akan diteliti, mulai dari dimensi suasana tempat, penampilan fisikbarista / karyawan, kecakapan, pelayanan, kepastian dan empati. Hasil pada penelitian ini menunjukkan Indeks Kepuasan Pelanggan adalah 3,83. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diterima oleh pelanggan Cafe Bubble Tie dinilai oleh pelanggan Cafe Bubble Tie termasuk ke dalam kategori Puas. Pada diagram kartesius menunjukkan bahwa terdapat 10 indikator termasuk dalam kuadran A (Keep Up The Good Work) yaitu, D1.1, D1.2,D1.3, D2.7, D2.8, D3.10, D4.14, D5.19, D6.20, dan D6.21. terdapat 4 indikator yang termasuk Kuadran B (Concentrate Here) yaitu D1.4, D4.15, D5.17, dan D5.18. 5 indikator termasuk dalam kuadran C (Low Priority) yaitu, D1.5, D1.6, D2.9, D4.13, danD4.16. Serta 2 indikator termasuk dalam kuadran D (Possibble Overkill) yaitu, D3.11 dan D3.12. Pada uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat 16 dimensi indikator memiliki perbedaan terhadap kualitas pelayanan yang diharapkan oleh pelanggan dengan kualitas pelayanan yang diterima oleh pelanggan Cafe Bubble Tie, sedangkan 5 dimensi indikator tidak memiliki perbedaan.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA TANAMAN HIAS (PT. Antorium Setia Sofi Desa Sungai Dua Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu) Anggrio Branta Mukti; Usamah Hanafie; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13061

Abstract

Prospek bisnis yang dimiliki tanaman hias cukup menjanjikan. Usaha tanaman hias ini perlu dibimbing agar dapat tumbuh dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai kelayakan dan keuntungan usaha tanaman hias tersebut agar dapat dipakai sebagai pertimbangan oleh pengusaha dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis tanaman hias yang dijadikan usaha dan menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan yang diperoleh dari usaha tanaman hias PT. Antorium Setia Sofi. Studi ini memanfaatkan data primer dan sekunde. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode studi kasus, sehingga pengambilan contoh dilakukan dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive) dengan sampel yaitu direktur serta karyawan PT. Antorium Setia Sofi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan rumus biaya, penerimaan dan keuntungan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh jenis tanaman hias diperhitungkan keuntungannya yang meliputi tanaman hias Walisongo, kacang hias, ararea, beauty taiwan, antorium, palm, Dracaena, melati, anggrek dan mawar. Keuntungan yang didapatkan dalam 3 bulan terakhir rata-rata sebesar Rp 9.691.667. Efisiensi usaha tanaman hias didapatkan dengan cara analisis R/C dengan hasil sebesar 1,13. Definisi R/C terhadap pengeluaran keseluruhan sebesar 1,13 adalah untuk setiap Rp 1,00 yang diterbitkan oleh PT. Antorium Setia Sofi akan meraih laba sejumlah Rp 1,13. Berdasarkan analisis tersebut, diketahui bahwa penjualan tanaman hias yang dijalankan oleh PT.Antorium Setia Sofi menguntungkan untuk dijalankan atau dikembangkan.

Page 1 of 2 | Total Record : 20