cover
Contact Name
Heri Kurniawan
Contact Email
heri.statistik@gmail.com
Phone
+6281322247469
Journal Mail Official
heri.statistik@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. Naimun no.1 Pondok Pinang Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu
ISSN : -     EISSN : 29867495     DOI : https://doi.org/10.61648/ibers.v3i1.81
Core Subject : Education, Social,
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu. (IBERS) adalah jurnal yang mempublikasikan artikel pendidikan dalam rangka mendidik anak bangsa. Jurnal ini menerima artikel dengan pendekatan penelitian kualitatif, kuantitatif dan Mix Method dengan tema : Integritas, nasionalisme, moral dan etika. Artikel ditelaah oleh dua orang ahli. Jurnal dikelola oleh Yayasan Indonesia Bermutu. Jurnal terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember).
Articles 46 Documents
PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK SMP MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Isma Hasanah; Danang Budi Setyawan; Muhammad Adning
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 4 No 02 (2025): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v4i02.205

Abstract

Pembelajaran biologi di tingkat sekolah menengahpertama seringkali menghadapi kendala karenamateri yang bersifat abstrak dan memerlukankemampuan visualisasi tinggi. Peserta didik padajenjang sekolah menengah memiliki minat yang tinggipada pembelajaran Biologi, meskipun dalamkenyataannya masih mengalami kesulitan dalammemahami materi yang disampaikan oleh Guru.Adapun salah satu materi yang banyak diminatinamun mengalami kesulitan dalam pemahamannyaadalah materi mengenai sistem reproduksi manusiakarena materi tersebut melibatkan organ dalammanusia dan proses yang tidak dapat diamati secaralangsung. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan dan mengetahui keterlibatanpeserta didik dalam kegiatan belajar mengajar melaluipenggunaan media digital berupa video animasi padamateri sistem reproduksi manusia. Penelitian inidilakukan dengan pendekatan kualitatif dalam bentukPenelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan modelKemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam duasiklus. Subjek penelitian terdiri dari 15 orang pesertadidik di kelas IX dan data diambil melalui pretest danposttest, observasi, dan wawancara. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penerapan pembelajaranmenggunakan media video animasi dapatmeningkatkan antusiasme dan partisipasi pesertadidik dalam proses pembelajaran serta dapatmeningkatkan pemahaman dan keterlibatan pesertadidik, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatanhasil pretest dan posttest pada dua siklus PTK.Peserta didik lebih memahami konsep dari materiyang divisualisasikan melalui video animasi interaktif.Kesimpulannya, penggunaan video animasi efektifdalam meningkatkan keterlibatan dan pemahamanpeserta didik pada pembelajaran biologi.
Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Bagian Tubuh Hewan dan Tumbuhan melalui Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada Siswa Kelas IV SDN 001 Barong Tongkok Nanda Tri Seftia; Desi Permatasari; Suprananto
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 4 No 02 (2025): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v4i02.206

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui modelpembelajaran Think Pair Share (TPS) dalammeningkatkan hasil belajar IPA materi bagian tubuhhewan dan tumbuhan pada siswa kelas IV SDNegeri 001 Barong Tongkok Tahun Pelajaran2024/2025. Penelitian ini adalah penelitian TindakanKelas (PTK). Peneltian ini menggunakan modelpembelajaran Think Pair Share (TPS). Subjekpenelitian adalah kelas IV SDN 001 Barong Tongkokdengan jumlah siswa, 25 orang dengan komposisi14 laki-laki dan 11 perempuan. Penelitian inidilakukan dilakukan dalam 2 siklus dengan empattahapan pada setiap siklusnya, yaitu perencanaan(plan), pelaksanaan (act), observasi (observe) danrefleksi (reflect). Hasil penelitian menunjukkanModel pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapatmeningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN001 Barong Tongkok Tahun Pelajaran 2024/2025. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan nilai rata-rata pada pra siklus sebesar 68,8, siklus I sebesar 74,4 dan siklus II sebesar 82,96. Sedangkanketuntasan klasikal pra siklus sebesar 40%, siklus Isebesar 68% dan siklus II sebesar 88%.
Engineering Fundamentals as a Vehicle for Integrity, Nationalism, and Ethical Character: A Conceptual Framework for Values-Based Engineering Education in Indonesia's National Curriculum Maulia Depriya Kembara; Jaka Warsihna; Rahmat Syehan
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.207

Abstract

Integrasi Dasar-Dasar Rekayasa (Engineering Fundamentals) ke dalam kurikulum nasional Indonesia merepresentasikan suatu pergeseran paradigma yang signifikan, yaitu dari pembelajaran berbasis konten menuju pendidikan berbasis kompetensi yang secara sengaja menumbuhkan integritas, etika, nasionalisme, dan inovasi. Studi konseptual-kualitatif ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review) dan analisis konseptual terhadap 55 artikel bereputasi internasional yang terindeks Scopus/Web of Science (Q1–Q2) periode 2019–2025, serta dokumen kebijakan nasional (Capaian Pembelajaran, Kemendikbudristek 2022; 2024). Penelitian ini mengonseptualisasikan enam komponen inti Dasar-Dasar Rekayasa, yaitu Berpikir Desain (Design Thinking), Berpikir Sistem (Systems Thinking), Kolaborasi Interdisipliner (Interdisciplinary Collaboration), Etika dan Tanggung Jawab Sosial (Ethics and Social Responsibility), Literasi Teknologi dan Digital (Technology and Digital Literacy), serta Refleksi dan Adaptasi (Reflection and Adaptation). Setiap komponen dipetakan secara operasional pada seluruh jenjang pendidikan (PAUD hingga SMA/SMK) dan dikaitkan secara eksplisit dengan delapan Dimensi Profil Lulusan. Analisis komparatif dengan kerangka pendidikan di Amerika Serikat (NGSS) dan Eropa (phenomenon-based learning) menunjukkan bahwa pendekatan Indonesia memiliki posisi yang unik dalam mengintegrasikan kompetensi teknis dengan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis, praktis, dan kebijakan dalam pengembangan model pendidikan teknik berbasis nilai yang bertujuan menghasilkan lulusan yang bertanggung jawab secara sosial, inovatif, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
ALAT UKUR CURIOSITY OF PETERMAN Aisyah Cikal Putri Basyai; Jihan Nabilla; Muhamad Dasrais Al Fatoni; Nishrina Ainurrohman; Sani Irliza Dewi
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.208

Abstract

Keingintahuan atau curiosity merupakan motivasi intrinsik dalam diri manusia untuk mengembangkan potensi dan pemahaman yang kompleks. Menurut Sylvan Tomkins (1962), ketiadaan rasa ingin tahu atau curiosity dapat membahayakan intelektualitas dan kehancuran jaringan otak manusia (Barbarossa et al., 2017; Kashdan et al., 2009). Namun, realitasnya hanya segelintir orang yang tertarik mendalami rasa ingin tahunya, khususnya pada pelajar dan mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur intensitas rasa ingin tahu pada pelajar dan mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Instrumen berupa skala curiosity (22 item) yang mengacu kepada aspek Curiosity menurut Peterson & Seligman. Subjek penelitian sebanyak (596 orang) pelajar tingkat SMA dan Mahasiswa yang dipilih secara random sampling. Berdasarkan hasil analisis data banyaknya subjek yang memiliki rasa ingin tahu yang sedang. Mereka yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi hanya mencapai 14,6% dari seluruh responden. Jika menggunakan data komposit baik itu menggunakan uji Spearman, Pearson atau Scale itu hanya satu aitem < 0,3 atau memiliki daya beda yang buruk. Sedangkan jika menggunakan data tunggal dan Spearman ada 4 aitem yang memiliki daya beda yang buruk. Sementara itu jika Scale dan Pearson yang digunakan maka ada 3 aitem yang memiliki daya beda yang buruk. Dilihat dari hasil confirmatory factor analysis menggunakan bantuan program Lisrel, total aitem yang gugur ada 7 aitem pada dimensi satu, 1 item di dimensi 2 dan 3. Menyisakan 13 aitem. Sementara itu jika dilihat dari analisis eksploratory, seharusnya konstruk curiosity ini memiliki 6 dimensi dan nilai KMO > 0,5. Nilai reliabilitas yang diuji pun sudah memenuhi kriteria reliabel.
Membaca dan Meraih Self-Efficacy: Satu Buku Seribu Kemungkinan Ujang Ruslan; Nunuy Nurjanah; Fatima Bolushova; Maulia Depriya Kembara
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.209

Abstract

Self-efficacy, atau keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam mencapai tujuan, merupakan faktor penting dalam pengembangan diri. Salah satu kebiasaan yang berkontribusi terhadap peningkatan self-efficacy adalah membaca. Artikel ini bertujuan untuk meneliti bagaimana kebiasaan membaca memengaruhi tingkat self-efficacy dan kepercayaan diri individu, serta mengeksplorasi genre bacaan yang paling berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden untuk mengukur hubungan antara frekuensi membaca dan self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki kebiasaan membaca secara teratur cenderung memiliki tingkat self-efficacy yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa membaca bukan hanya sekadar aktivitas hiburan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun keyakinan diri dan meningkatkan kepercayaan diri. Oleh karena itu, membudayakan kebiasaan membaca dapat menjadi strategi yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan untuk meningkatkan self- efficacy individu.
Digital Reading Platforms as Social Engineering Tools in Education: Examining the Relationship Between Platform-Based Literacy Scores and National Academic Achievement in Indonesian Schools Rahmat Syehani; Maulia Depriya Kembara
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.210

Abstract

Platform membaca digital semakin berfungsi sebagai instrumen rekayasa sosial dalam pendidikan dengan membentuk perilaku membaca peserta didik melalui konten berjenjang, pemeriksaan pemahaman otomatis, dan umpan balik kinerja kumulatif. Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah rekayasa literasi berbasis platform berhubungan dengan capaian akademik pada instrumen penilaian terstandar pemerintah, menggunakan School Reading System (SRS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bidang bahasa sebagai objek kajian. Penelitian menggunakan desain korelasional ex post facto terhadap data 164 peserta didik yang terdiri atas jenjang sekolah dasar (n = 87) dan sekolah menengah (n = 77) dari empat sekolah Islam swasta di Indonesia. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara skor SRS dan TKA pada jenjang sekolah dasar (r = 0,27; p = 0,012) serta sekolah menengah (r = 0,40; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa rekayasa sosial literasi berbasis platform memiliki pengaruh parsial yang bergantung pada jenjang pendidikan terhadap capaian akademik di bidang bahasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa platform membaca digital dapat menjadi sarana pendukung yang efektif dalam pengembangan literasi, meskipun belum dapat menggantikan kompetensi yang diukur melalui asesmen terstandar formal. Dengan demikian, pemanfaatan platform digital lebih tepat diposisikan sebagai penguat proses pembelajaran daripada pengganti evaluasi akademik konvensional. Penelitian ini juga membahas implikasi kebijakan dan implementasi bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Dataset yang digunakan juga dianalisis dalam studi psikometrik pendamping yang diajukan secara terpisah (Syehani & Kembara, under review).