cover
Contact Name
Jakson Sespa Toisuta
Contact Email
jakson.toisuta28@gmail.com
Phone
+6285103507153
Journal Mail Official
jakson.toisuta28@gmail.com
Editorial Address
Jl. G. Bambapuang I. No.26 C. Lariangbangi, Kec.Makassar, Kota Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 29629349     EISSN : 28298381     DOI : https://doi.org/10.62738/ej.v1i1
EULOGIA (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani) adalah merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2829-8381 (online), ISSN: 2962-9349 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar. dengan lingkup kajian penelitian adalah: Teologi Sistematika Teologi Biblikal Pelayanan Pastoral Konseling Gereja, Misi, dan Masyarakat Pendidikan Kristen Kepemimpinan Kristen Musik Gerejawi
Articles 49 Documents
Efektivitas Penggunaan Metode Pembelajaran Inkuiri dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen secara Daring Alpina Satali; Febrianti Febrianti
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1: Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v2i1.20

Abstract

The learning process during the COVID-19 pandemic was held online, and this is to government recommendations. However, this online learning system eventually raises problems about what learning models are effective in implementing the learning process during the COVID-19 pandemic. The research method used in this paper is a qualitative research method written descriptively. With the aim of providing an overview of the effectiveness of the use of inquiry learning methods. From the result of this study, obtained that one of the suitable learning methods to be applied in this situation is the inquiry learning model. The inquiry learning model used in online learning of Christian Religious Education is very effective. This inquiry learning method can develop the independence and active learning of each student so that each student is involved in the learning process and can develop thinking skills and solve any problems related to learning materials. AbstrakProses pembelajaran pada masa pademi Covid-19 dilaksanakan secara daring, dan hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah. Namun sistem pembelajaran daring ini akhirnya  menimbulkan permasalahan tentang model pembelajaran apa yang efektif dalam penerapan proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif yang ditulis secara diskripif. Dengan tujuan untuk memberikan gambaran terhadap efektifitas penggunaan metode pembelajaran inkuiri. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa salah satu metode pembelajaran yang cocok diterapkan pada keadaan seperti ini adalah model pembelajaran inkuiri. Model pembelajaran inkuiri yang diterapkan dalam pembelajara Pendidikan Agama Kristen secara daring dianggap sangat efektif. Metode pembelajaran inkuiri ini  dapat mengembangkan kemandirian dan keaktifan belajar dari setiap peserta didik, sehingga setiap peseta didik terlibat dalam proses belajar dan mereka dapat mengembangkan kemampuan berpikir serta memecahkan setiap persoalan yang berhubungan dengan materi pembelajaran.
Transformasi Pendidikan Melalui Pengantar Kurikulum: Tinjauan Terkini dan Tantangan Masa Depan Laia, Serfin; Firmansyah, Firmansyah; Krismonika, Krismonika; Bogha, Putry
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v4i1.78

Abstract

This study discusses "Educational Transformation Through Curriculum Introduction: Current Review and Future Challenges" with the aim of exploring the role of curriculum in the process of educational transformation, as well as current approaches and future challenges in its implementation. Using a qualitative methodology with a literature review design, this study examines how changes in the curriculum can increase the relevance and effectiveness of learning. The focus of the research includes the latest approaches such as competency-based curriculum, project-based learning, and technology integration that aims to make learning more applicable and responsive to the needs of the times. Adaptive curriculum models, which adapt to students' learning styles and individual needs, are also being explored as a solution to create a more personalized and effective educational experience. However, the study also identifies challenges in the implementation of the new curriculum, including social and economic gaps, practical constraints, and resistance to change. Strategies to address these challenges include developing policies that support equitable access to education, training for educators, and efficient managerial approaches. The results of the study emphasize the importance of continuous adaptation and improvement of the curriculum to ensure relevant and effective education in the future.Keywords: Educational Transformation, Introduction to Curriculum; Recent surveys; Future challenges Abstrak: Penelitian ini membahas "Transformasi Pendidikan Melalui Pengantar Kurikulum: Tinjauan Terkini dan Tantangan Masa Depan" dengan tujuan mengeksplorasi peran kurikulum dalam proses transformasi pendidikan, serta pendekatan terkini dan tantangan masa depan dalam implementasinya. Menggunakan metodologi kualitatif dengan desain tinjauan literatur, penelitian ini mengkaji bagaimana perubahan dalam kurikulum dapat meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran. Fokus penelitian meliputi pendekatan terkini seperti kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran berbasis proyek, dan integrasi teknologi yang bertujuan menjadikan pembelajaran lebih aplikatif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Model kurikulum adaptif, yang menyesuaikan dengan gaya belajar dan kebutuhan individu siswa, juga dieksplorasi sebagai solusi untuk menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih personal dan efektif. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam implementasi kurikulum baru, termasuk kesenjangan sosial dan ekonomi, kendala praktis, dan resistensi terhadap perubahan. Strategi untuk mengatasi tantangan ini meliputi pengembangan kebijakan yang mendukung akses pendidikan yang adil, pelatihan bagi pendidik, dan pendekatan manajerial yang efisien. Hasil penelitian menekankan pentingnya adaptasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan untuk memastikan pendidikan yang relevan dan efektif di masa depan.Kata Kunci: Transformasi Pendidikan,Pengantar Kurikulum; Tinjaun terkini; Tantangan masa depan
Pentingnya Pemahaman Talenta dalam Menumbuhkan Minat Pelayanan Remaja Cicilia Cicilia
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.6

Abstract

Adolescents are young people who have strength, potential, capacity, and high ideals, if managed properly will produce people who can make big breakthroughs in the future. However, in living their youth, many factors can interfere with and damage the development of adolescents so that the potential they should be able to use to achieve their dreams and future does not develop or even becomes in vain. The flow of globalization and the development of information technology often has a negative impact so that there is a shift in values on the development and growth of adolescent mindsets and encourages an increase in juvenile delinquency, moral decline, and a decrease in both quality and quantity of youth quality, especially when teenagers are outside the supervision of parents. Youth should receive support and encouragement to realize their calling and utilize and develop the talents they have in various areas of ministry in the church from an early age to be able to fulfill the parable of the Lord Jesus according to Matthew 25:14-30. AbstrakRemaja adalah generasi muda yang memiliki kekuatan, potensi, kapasitas dan idealisme yang tinggi, apabila dikelola dengan baik akan menghasilkan orang-orang yang dapat melakukan terobosan-terobosan besar di masa yang akan datang. Namun dalam menjalani masa muda mereka, banyak faktor yang dapat mengganggu serta merusak perkembangan remaja sehingga potensi yang seharusnya dapat mereka manfaatkan untuk meraih impian dan masa depan justru tidak berkembang atau bahkan menjadi sia-sia. Arus globalisasi dan perkembangan  teknologi informasi  seringnya memberikan dampak negatif sehingga terjadi  pergeseran nilai-nilai terhadap perkembangan serta pertumbuhan pola pikir remaja serta mendorong peningkatan kenakalan remaja, kemerosotan moral dan penurunan baik secara kualitas maupun kuantitas mutu remaja terutama ketika para remaja berada diluar pengawasan orang tua. Para remaja hendaknya mendapat dukungan dan dorongan untuk menyadari panggilan serta memanfaatkan dan mengembangkan talenta yang mereka miliki dalam berbagai bidang pelayanan dalam gereja sejak dini untuk dapat menggenapi perumpamaan Tuhan Yesus pada Matius 25:14-30.
Kajian Teologis Terhadap Kepemimpinan Perempuan Menurut Kitab Ester di Jemaat GBI Visi Pemulihan Nanggala Toraja Ruth Ester Maevi Matta; Jakson Sespa Toisuta
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i1.50

Abstract

Abstrak: Kepemimpinan merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, khususnya dalam suatu organisasi atau kelompok masyarakat maupun dalam kehidupan kekristenan, dan sangat dipengaruhi oleh kaum laki-laki. Kepemimpinan merupakan satu komponen yang mengatur kelompok atau organisai untuk mencapai tujuan. Namun saat ini perempuan juga memiliki andil yang besar dalam tugas kepemimpinan dan semakin meningkat dalam semua segi kehidupan, serta memiliki status dan kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam hal kepemimpinan. Tujuan dari penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui gaya kepemimpinan perempuan lewat kajian teologis menurut kitab Ester dalam membangun jemaat di GBI Visi Pemulihan Nanggala Toraja. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dilakukan wawancara untuk memperoleh data dengan responden sebanyak 5 orang Jemaat, kemudian data wawancara di transkip secara verbatim lalu dianalisa dan disimpulkan. Hasil penelitian didapatkan dari kajian teologis kitab Ester terhadap gaya kepemimpinan peremuan di jemaat GBI Visi Pemulihan Nanggala, yaitu : pertama ; memiliki sikap Spiritual untuk membangun iman jemaat. Kedua ; memiliki visi pembaharuan dalam jemaat. Ketiga ; memiliki karakter, berani, tegas dan memiliki kepedulian. Kata Kunci : Kepemimpinan; Kedudukan Perempuan; Pertumbuhan Jemaat
Penerapan Teknologi Multimedia dalam Meningkatkan Minat Beribadah Remaja dan Pemuda Agus Prihanto; Yuli Pheanto; Jeffery David Menda
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2: November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v2i2.24

Abstract

Currently, many young people are no longer interested in worship. These young people think that worship service at church is an activity that is not interesting and tedious. Unattractive and less communicative worship will affect the congregation's enthusiasm during the service, especially in youth worship services. The writing of this scientific article uses descriptive qualitative research methods, focusing on the role of multimedia technology and increasing interest in worship in youth ministry in the church. Multimedia and audio-visual technology in every service is indispensable, including in youth service of youth ministry. Moreover, multimedia technology can make youth worship more attractive and more varied. Multimedia technology can display song lyrics and sermon materials using power points, video clips, or spiritual films that can awaken their faith and be a form of variation in youth worship. Therefore, various worship services will provide enthusiasm and increase interest in worship for young people.  AbstrakPada saat ini banyak remaja dan pemuda yang sudah tidak tertarik lagi dalam beribadah. Remaja dan pemuda seringkali beranggapan bahwa pelayanan ibadah di gereja merupakan suatu kegiatan yang tidak menarik dan sangat membosankan. Ibadah yang kurang menarik dan kurang komunikatif akan mempengaruhi antusias jemaat saat mengikuti ibadah, khususnya dalam pelayanan ibadah remaja dan pemuda. Penulisan artikel ilmiah ini menggunakan metode penelitian kualitatif diskriptif, dengan fokus penelitian adalah peran teknologi multimedia dan meningkatkan minat beribadah pada pelayanan remaja dan pemuda di gereja. Teknologi audio visual dan multimedia dalam setiap ibadah sangat diperlukan, termasuk dalam ibadah pelayanan remaja dan pemuda. Teknologi multimedia dapat membuat ibadah remaja dan pemuda lebih menarik dan lebih bervariasi. Teknologi multimedia dapat menayangkan teks lagu, materi khotbah dengan power point, video clip, ataupun film-film rohani yang dapat membangkitkan iman mereka sekaligus menjadi bentuk variasi dalam ibadah remaja dan pemuda. Ibadah yang bervariasi akan memberikan gairah serta meningkatkan minat dalam beribadah bagi remaja dan pemuda. 
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengajarkan Pendidikan Seks pada Remaja Usia 13-15 Tahun Rosnia Pasaribu
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i2.11

Abstract

The provision of sex education for adolescents aged 13-15 years is provided through internal education; family, because the family is the first place in the education process given; schools, because schools are a second home for teenagers to get an education and schools provide targeted teaching to have knowledge; and the church is a place where youth find a community that can build faith growth and guides each other in the values that Christ taught. The role of Christian Religious Education in providing sex education to adolescents aged 13-15 years is to provide knowledge for adolescents on changes that occur in the body, adolescents can recognize the reproductive system and how to care for it, and adolescents have knowledge of how to behave and behave correctly in accordance with values. Christianity and youth can maintain holiness. In this phase, youth need proper guidance and assistance through family, school, and church which still directs them based on Christian values.  AbstrakPemberian pendidikan seks pada anak remaja usia 13-15 tahun diberikan melalui pendidikan di dalam; keluarga, karena keluarga menjadi tempat pertama dalam proses pendidikan diberikan; sekolah, karena sekolah menjadi rumah kedua bagi remaja untuk mendapatkan pendidikan dan sekolah memberikan pengajaran secara terarah untuk memiliki pengetahuan; dan gereja menjadi tempat remaja mendapatkan komunitas yang dapat membangun pertumbuhan iman dan saling membimbing dalam nilai yang kristus ajarkan. Peran Pendidikan Agama Kristen dalam memberikan pendidikan seks pada anak remaja usia 13-15 tahun yaitu untuk memberikan pengetahuan bagi remaja atas perubahan yang terjadi pada tubuh, remaja dapat mengenal sistem reproduksi dan cara merawatnya, remaja memiliki pengetahuan cara bersikap dan berperilaku yang benar sesuai dengan nilai kekristenan dan remaja dapat menjaga kekudusan. Pada fase ini remaja membutuhkan pembimbingan dan pendampingan yang tepat melalui keluarga, sekolah dan gereja yang tetap mengarahkan berdasarkan dengan nilai-nilai Kekristenan.  
Media Sosial Dan Perdebatan Politik: Upaya Gereja Mereduksi Konflik Pemilu di Era Digital Dalam Bingkai Etis Teologis Yonatan Alex Arifianto; Jakson Sespa Toisuta
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i2.59

Abstract

This article aims to describe the important role of the church in theological ethics to deal with political conflicts that arise on social media during the election period in the digital era. Monitored debates on digital social media platforms create increasing political tensions and can trigger horizontal conflicts. The church therefore has the potential to play an important role in mitigating conflict and representing a more ethical dialogue. By using a theological ethical foundation, the church can provide a foundation and guide for values, reasoning and morals that are relevant to Christianity. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that social media and political debate are the church's efforts to reduce election conflict in the digital era from an ethical and theological perspective. Firstly, Christianity can understand the importance of the nature of social media in politics and democratic parties so that with a theoretical study of the church and elections can foster theological ethical attitudes in the context of political debates where the church has a role in reducing election conflicts in the digital era.Keywords: Social Media; Political Debate; Reducing Conflict; Election; Digital era; Theological Ethical AbstrakArtikel ini bertujuan pentingnya peran gereja dalam etika teologis untuk menghadapi konflik politik yang muncul di media sosial selama masa pemilu di era digital. Perdebatan dalam platform digital media sosial yang terpantau membuat ketegangan politik yang semakin meningkat dan bisa memicu konflik horizontal. Dan tentunya gereja memiliki potensi untuk memainkan peran penting dalam meredakan konflik dan merepresentasikan dialog yang lebih etis. Dengan menggunakan landasan etika teologis, gereja dapat memberikan landasan dan panduan dari nilai dan nalar serta moral yang relevan bagi kekristenan. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendektan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa media sosial dan perdebatan politik: upaya gereja mereduksi konflik pemilu di era digital dalam bingkai etis teologis, pertama kekristenan dapat memahami pentingnya hakikat media sosial dalam politik dan pesta demokrasi sehingga dengan  kajian teortik gereja dan pemilu dapat menumbuhkan sikap etika teologis dalam konteks perdebatan politik yang mana gereja memiliki peran gereja dalam mereduksi konflik pemilu di era digital.
Dampak Keteladanan Hidup Keluarga Gembala Terhadap Keharmonisan Jemaat di GBI Serambi Salomo Makassar Agus Prihanto; Andy Mulyadi Sapan; Saturi Saturi
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i1.43

Abstract

Abstract: Pastors and their families are important figures in church life. The exemplary life of the pastor's family is an attitude that the congregation often pays attention to. Pastoral families that do not set an example can have a negative impact on the life of the congregation. This can affect the life of the congregation including the harmony of the church family. The focus of the problem in this writing is how the pastoral family can be a good role model so that it can have an impact on the harmony of the congregational family. The research method used is the descriptive qualitative research method, with primary data sources from interviews and secondary data sources from journal articles on the internet. The harmony of the shepherd's family is a form of example for the congregation and this is a form of their ministry. The scope of exemplary family pastors includes integrity, being actively involved in service, paying attention to the congregation, not discriminating in service, being ready to serve, communicating, and being spiritual parents. Family harmony has the following characteristics: solving problems well, complementing each other, loving each other, openness, helping each other, togetherness, and honesty.Keywords: exemplary; shepherd family; The harmony of the church family Abstrak: Gembala dan keluarganya merupakan figur yang penting dalam kehidupan bergereja. Keteladanan hidup keluarga gembala merupakan sikap yang sering diperhatikan oleh jemaat. Keluarga gembala yang tidak memberi teladan dapat memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan jemaat. Hal ini dapat mempengaruhi kehidupan jemaat termasuk keharmonisan keluarga jemaat. Fokus permasalahan dalam penulisann ini adalah bagaimana keluarga gembala dapat menjadi teladan yang baik, sehingga dapat memberi dampak pada keharmonisan keluarga jemaat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif diskriptif, dengan sumber data primer dari hasil wawan cara dan sumber data skunder dari artikel-artikel jurnal dari internet. Keharmonisan keluarga gembala menjadi bentuk keteladanan bagi jemaat dan hal ini merupakan bentuk pelayanan mereka. Ruang lingkup keteladanan keluarga gembala antara lain berintegritas, terlibat aktif dalampelayanan, memberikan perhatian kepada jemaat, tidak membeda-bedakan dalampelayanan, siap sedia untuk melayani, komunikasi, dan menjadi orang tua rohani. Keharmonisan keluarga memiliki ciri-ciri :Menyelesaikan persoalan dengan baik, saling memperlengkapi, saling mengasihi, keterbukaan, tolong menolong, kebersamaan, dan kejujuran.Kata kunci : Keteladanan; Keluarga gembala; Keharmonisan keluarga jemaat
Kapabilitas Gembala Sidang terhadap Pertumbuhan Gereja pada Masa Kini Ibrahim Ibrahim
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1: Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v2i1.21

Abstract

Leadership is an activity that really determines the progress and retreat of an organization or institution. Likewise, Christian leadership is an activity of Christian leaders to develop church organizations both in quantity and quality. The purpose of this study is to determine the capability of the pastor to the growth of the church today, as well as to clearly describe the facts found in the sphere of leadership and the growth of the church itself. The research methodology used in this study uses a descriptive qualitative method through a literature study approach. The results of the study indicate that a pastor is obliged to serve the congregation and is responsible to God for the life of the congregation he shepherds. A pastor is responsible for shepherding, nurturing, and keeping watch over the sheep entrusted to him, both in quality and quantity. Church growth is important and desired by many church leaders. In the hands of a leader depend on many decisions that will greatly determine the direction of the church, even the growth of the church and the maturity of the congregation. The capabilities of a congregation shepherd play an important role in the success of the shepherding ministry. AbstrakKepemimpinan adalah suatu kegiatan yang sangat menentukan maju dan mundurnya sebuah organisasi atau lembaga. Demikian juga halnya dengan kepemimpinan Kristen, yang merupakan se-buah kegiatan para pemimpin Kristen untuk mengembangkan organisasi gereja baik secara kuantitas maupun kualitas. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapabilitas gembala sidang terhadap pertumbuhan gereja di masa kini, serta menjabarkan secara jelas fakta-fakta yang ditemui dalam lingkup kepemimpinan serta pertumbuhan gereja itu sendiri. Metodologi penelitian yang digu-nakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualiatif deskriptif melalui pendekatan studi pus-taka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang gembala berkewajiban untuk melayani jemaat dan bertanggung jawab terhadap Tuhan atas kehidupan jemaat yang digembalakannya. Seorang gembala sidang bertanggung jawab dalam hal menggembalakan, memelihara, menjaga mengawasi domba-domba yang dipercayakan kepadanya, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pertumbuhan gereja adalah hal yang penting dan diinginkan oleh banyak pemimpin gereja. Di tangan seorang pemimpin tergantung banyak keputusan yang akan sangat menentukan arah dari gereja, bahkan pertumbuhan gereja dan kedewasaan jemaatnya. Kapabilitas seorang gembala sidang berperan penting dalam keberhasilan pelayanan penggembalaan.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Untuk Membentuk Mentalitas Siswa Menghadapi Tindakan Perundungan (Bullying) Dalam Pergaulan Honya, Rizal; Toisuta, Jakson Sespa
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v4i1.79

Abstract

Abstract: These days there are increasing cases of bullying that occur among school students. As a result of bullying, students who becomevictims experience verbal and physical violence. The worts consequence is that there are students who end their lives by committing suicide because of shame and severe depression. Based on this phenomenon, this research aims to provide a theoretical contribution to understanding wich is studied based on the values of Biblical truth assimilated with science in general, regardinghow Christian Religious Educatin teachers in schools should carry out their role in cultivating and improving the mental strength of student when facing bullying in social situations. The research method used is descriptive qualitative with a literature study approach (library research). Researchers collect data in the form of theories related to research topics sourced from scientific journal articles, book and the Bible. The data obtained was then collected and mixed ideas and data elaboration were carried out, discussions were carried out and conclusions were drawn to answer the research problem. The results of the research are that a Christian Religious Education teacher must carry out his duties and responsibilities by implementing his role not only as a teacher, but also must act as a motivator, facilitator, counselor, inspirer and mentor for students guided by Biblical truth to grow and improve the student’s mentality when experiencing social bullying.Key words: bullying; Christian Religious Educatin; Christian Religious Education teacher, student’s mentality;  Abstrak: Hari-hari ini sedang maraknya kasus perundungan (bullying) yang terjadi dalam pergaulan siswa sekolah. Akibat perundungan, siswa yang menjadi korban mengalami kekerasan secara verbal maupun tindakan fisik. Akibat paling buruknya adalah, ada siswa yang sampai mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena malu dan depresi berat. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini hadir dengan tujuan untuk memberikan sumbangsih pemahaman secara teoritis yang dikaji berlandaskan nilai-nilai kebenaran Alkitab yang diasimilasikan dengan ilmu pengetahuan secara umum, tentang bagaimana seharusnya guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah melaksanakan perannya dalam menumbuhkan dan meningkatkan kekuatan mentalitas siswa ketika menghadapi tindakan perundungan dalam pergaulan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research). Peneliti mengumpulkan data berupa teori yang berhubungan dengan topik penelitian yang bersumber dari artikel jurnal ilmiah, buku, dan Alkitab. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan dilakukan mixing ide serta elaborasi data, dilakukan pembahasan dan penarikan kesimpulan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil penelitian adalah bahwasanya seorang guru Pendidikan Agama Kristen harus melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan mengimplementasikan perannya yang tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga harus berperan sebagai motifator, fasilitator, konselor, inspirator dan mentor bagi siswa dengan berpedoman kepada kebenaran Alkitab untuk menumbuhkan dan meningkatkan mentalitas siswa saat mengalami perundungan dalam pergaulan.   Kata Kunci : guru PAK; mentalitas siswa; pendidikan agama Kristen; perundungan