cover
Contact Name
Jakson Sespa Toisuta
Contact Email
jakson.toisuta28@gmail.com
Phone
+6285103507153
Journal Mail Official
jakson.toisuta28@gmail.com
Editorial Address
Jl. G. Bambapuang I. No.26 C. Lariangbangi, Kec.Makassar, Kota Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 29629349     EISSN : 28298381     DOI : https://doi.org/10.62738/ej.v1i1
EULOGIA (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani) adalah merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2829-8381 (online), ISSN: 2962-9349 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar. dengan lingkup kajian penelitian adalah: Teologi Sistematika Teologi Biblikal Pelayanan Pastoral Konseling Gereja, Misi, dan Masyarakat Pendidikan Kristen Kepemimpinan Kristen Musik Gerejawi
Articles 55 Documents
Spiritualitas Kepemimpinan Hamba Menurut Bonhoeffer dan Relevansinya Bagi Pelayanan Pendeta Winanda Nebuida
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v6i1.165

Abstract

This study explores the relevance of Dietrich Bonhoeffer's theological ethics, particularly his concepts of "Christ existing as community," critique of power abuse, and "serving from below," for pastoral leadership in Indonesia. Using a qualitative method with literature study, this research analyzes Bonhoeffer's works and their application to the challenges of power dynamics, pluralism, and digitalization in Indonesian churches. The findings indicate that Bonhoeffer's ethics offer a critical framework for transforming pastoral leadership from hierarchical models to servant-oriented, community-based ministry. This approach strengthens church integrity and contextual relevance in facing contemporary social and digital challenges. The study concludes that integrating Bonhoeffer's thought can prevent power abuse and promote humble, inclusive leadership within Indonesia's multicultural context.
Makna Penderitaan Dan Harapan Dalam Coping Keluarga Kristen Yang Memiliki Anak Autis Ibrahim Ibrahim; Fonny Natalia Joseph
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v6i1.167

Abstract

Abstract: Raising children with autism spectrum disorder (ASD) presents various challenges for families, especially in psychological, social, and spiritual aspects. In the context of the Christian family, this experience is processed not only as a burden of care, but also as a battle of faith that includes questions about the meaning of suffering and hope. This article aims to examine how Christian families interpret suffering and hope in dealing with the education of autistic children. This research uses a qualitative-theoretical approach through an interdisciplinary review of the literature that integrates family psychology, road theory and Christian theology. The results of the study show that family coping is collective and is strongly influenced by the religious meaning that the family builds. Suffering can be understood constructively as a space for the transformation of faith and family relationships, while hope, rooted in the Christian faith, plays an important role in building family resilience. This article emphasizes the need for pastoral-theological support, as well as the inclusive and empathetic role of the church, to promote positive religious coping and support the holistic well-being of Christian families with autistic children. Keywords: Autism, Family Coping, Suffering, Christian Hope, Pastoral Theology
Spiritualitas Pengajar Pendidikan Agama Kristen sebagai Fondasi Praktik Manajemen Berbasis Sekolah Simon Simon; Williyanto Pontonuwu
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v6i1.168

Abstract

This paper focuses on examining the spirituality of Christian Religious Education teachers in relation to school-based management. Dasariah, this topic is studied because research trends related to teacher spirituality still focus on the personal level of teachers and students, and have not yet touched on management aspects. The main research question posed is what are the challenges and dynamics of implementing spirituality in relation to MBS? In conducting this study, the researcher used a qualitative method with an analytical-conceptual approach. The findings of this study indicate that the spirituality of Christian Education teachers significantly contributes to shaping the school's organizational culture. Additionally, the spirituality of teachers with the principle of autonomy in school-based management places management freedom as a shared responsibility. However, the implementation of spirituality in this MBS often faces obstacles from the structural aspects inherent in the formal education system, as well as the reduction of spirituality to a symbolic and purely ceremonial level in schools. ABSTRAK: Tulisan ini berfokus menelaah spiritualitas pengajar Pendidikan Agama Kristen dalam kaitan manajemen berbasis sekolah. Dasariah topik ini dikaji karena kecenderungan penelitian terkait spiritualitas pengajar masih bertumpu pada tataran personal pengajarnya, nara didik dan belum menyentuh pada aspek manajemen. Rumusan pertanyaan penelitian utama yang diajukan apa yang menjadi tantangan dan dinamika implementasi spiritualitas dalam keterkaitan dengan MBS? Di dalam mengerjakan kajian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis-konseptual. Hasil temuan kajian ini mengemukakan bahwa spiritualitas pengajar PAK berkontribusi signifikan dalam membentuk budaya organisasi sekolah. Selain itu spiritualitas pengajar dengan prinsip otonomi dalam manajemen berbasis sekolah menempatkan kebebasan pengelolaan sebagai tanggung secara bersama. Akan tetapi pengimplementasian spiritualitas dalam MBS ini sering menemukan hambatannya dari aspek struktural yang melekat pada sistem pendidikan formal, serta terjadinya pereduksian spiritualitas menjadi simbolik dan sebatas seremonial di sekolah. Kata Kunci: Pengajar, Pendidikan Agama Kristen, Spiritualitas, Manajamen Berbasis Sekolah
Etika Kerajaan Allah sebagai Fondasi Ontologis Kepemimpinan Kristiani Heintje Barry Kobstan
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v6i1.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi pemahaman kepemimpinan Kristiani dengan menempatkan Etika Kerajaan Allah bukan sekadar sebagai norma perilaku, melainkan sebagai fondasi ontologis. Masalah utama yang diangkat adalah terjadinya krisis integritas dan pergeseran model kepemimpinan gerejawi yang cenderung mengadopsi nilai-nilai korporasi sekuler tanpa penyaringan teologis yang memadai. Dengan menggunakan metodologi kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip biblika, kepemimpinan profetik, dan model kepemimpinan pelayan (servant leadership). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berakar pada ontologi Kerajaan Allah menuntut transformasi esensial dalam diri pemimpin, di mana karakter dan keberadaan (being) mendahului tindakan (doing). Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi dimensi profetik dan etika eskatologis sebagai jawaban atas tantangan moralitas kontemporer. Penemuan ini berimplikasi pada perlunya reorientasi kurikulum pendidikan teologi dan praktik kepemimpinan di organisasi gereja yang lebih menekankan pada integritas spiritual daripada sekadar efisiensi manajerial.
Pendidikan Agama Kristen Sebagai Upaya Pembentukan Etika Digital Peserta Didik Di Era Media Sosial Jakson Sespa Toisuta; Yuli Pheanto; Rosnia Pasaribu
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v6i1.171

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi peserta didik, namun juga memunculkan berbagai persoalan etika digital seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, serta penggunaan bahasa yang tidak santun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pembinaan kesadaran etika dalam penggunaan media sosial oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk etika digital peserta didik di era media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam membentuk etika digital peserta didik melalui integrasi nilai-nilai etika Kristen dalam pembelajaran. Nilai-nilai seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, kerendahan hati, dan penguasaan diri menjadi dasar moral yang membimbing peserta didik dalam berinteraksi di ruang digital. Selain itu, keteladanan guru serta pendekatan pembelajaran yang kontekstual juga berperan dalam menumbuhkan kesadaran moral peserta didik dalam menggunakan media sosial secara bijaksana. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengajaran nilai-nilai iman, tetapi juga sebagai upaya pembentukan karakter digital peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan mencerminkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan digital.Kata kunci: Pendidikan Agama Kristen, etika digital, media sosial, karakter Kristen, peserta didik.