Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam
Sub themes and scope in the scientific publications of Bayan lin-Nass include: 1. Dakwah and Islamic propagation: a. Studies in the science of dakwah, such as history of dakwah, philosophy of dakwah, and methodology of dakwah, include in culturally, economically, and politically. b. Management of dakwah that related to make a plan and strategy for Islamic proselytizing, Islamic global tourism, and Islamic management and religious tourism. c. Dakwah, especially in the analysis of social and psychological, Islamic counseling, and the relationship between dakwah and socio-cultural studies. 2. Communication science: a. Studies in communication science in general, communication theory, and approaches in communication, interpersonal communication, group communication, and organizational communication. b. Political communication, including the strategies of political communication, political campaigns, political marketing, governance, public policy, and political parties. c. Development of communication, such as the communication planning, communication and contemporary issues, and communication management. d. Communication science in the study of psychology and social culture, include in the field of sociology of communication, psychology of communication, communication and local wisdom, and intercultural communication. e. Media studies, including the scope of journalism, mass communication, mass media management, media content analysis, and new media studies. f. Public Relations (PR), consisting of human relations, corporate social resposibility (CSR), media relations, public affair, marketing communications, and advertising.
Articles
93 Documents
UPAYA MASYRAKAT DESA TERHADAP ANAK-ANAK YANG TERPAPAR MEDIA SOSIAL
Sa’diah, Haliza Nur;
Kustiawan, Winda;
Rambe, Nurul Adila;
Dino, Reno Al
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v9i1.2169
This study explores how the community of Sidorejo Village responds to early childhood social media addiction. The research is motivated by the increasing use of platforms such as TikTok and YouTube, which can impact children’s cognitive, emotional, and social development. Using a qualitative approach with a descriptive design, data were collected through interviews and participatory observation involving parents, educators, and community leaders. Findings indicate that parents take active steps to limit screen time, foster positive communication, and model responsible digital behavior. Children also face internal conflict between their desire to use social media and the boundaries set by adults. The study concludes that collaboration among families, schools, and the local community, along with early digital literacy education, is crucial.
ISLAM POS DAN KOMUNIKASI RELIGIUS DI ERA DIGITAL: MEMBANGUN RUANG DAKWAH YANG ADAPTIF
Arista, Riky
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v9i1.2139
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi cara penyampaian pesan keagamaan di era digital. Salah satu bentuk respons atas fenomena tersebut adalah kemunculan media daring berbasis Islam seperti *Islam Pos*, yang menjadi ruang baru dalam menyampaikan dakwah secara adaptif. Penelitian ini berada dalam diskursus ilmu komunikasi Islam, khususnya pada area komunikasi religius di media digital. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis bagaimana *Islam Pos* membangun komunikasi religius yang efektif dan adaptif dalam menghadapi audiens digital yang beragam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi dan observasi partisipatif daring, serta wawancara dengan tim redaksi Islam Pos.Penelitian tidak berangkat dari hipotesis, melainkan dari asumsi bahwa media digital dapat menjadi ruang dakwah yang produktif apabila mampu mengemas pesan secara kontekstual dan komunikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa *Islam Pos* menggunakan strategi komunikasi religius satu arah yang persuasif, didukung oleh gaya bahasa yang santun, narasi berbasis Al-Qur’an dan hadis, serta penggunaan media sosial sebagai alat penyebaran pesan. Efektivitas komunikasi dilihat dari tiga aspek: kognitif (pemahaman), afektif (sikap), dan konatif (perilaku). Meskipun begitu, tantangan juga teridentifikasi dalam bentuk segmentasi pembaca yang terbatas, kurangnya interaksi langsung, serta kredibilitas sumber konten yang belum merata.Kontribusi tulisan ini terletak pada pemetaan strategi dakwah digital berbasis media dan identifikasi prinsip adaptif dalam komunikasi religius kontemporer. Hasil penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa media Islam daring tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan, tetapi juga sebagai ruang dialog sosial-keagamaan yang relevan dan inklusif bagi masyarakat digital.
INTEGRASI NILAI ISLAMI DAN LITERASI DIGITAL: TRANSFORMASI PAI MENUJU GENERASI EMAS SOCIETY 5.0
Wulandari, Maulidiyah;
Rohmad, Muhammad Ali;
Yaqin, Ainul
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v9i1.2226
Penelitihan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) membentuk karakter siswa untuk mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan era Society 5.0 di SMA Negeri 1 Tarik, yang ditandai oleh perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, dan big data. Tidak hanya generasi saat ini diharapkan memiliki kemampuan teknologi, tetapi mereka juga harus memiliki sifat religius, moral, dan bertanggung jawab. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari guru PAI dan siswa. Pendekatan kualitatif dan metode studi kasus digunakan untuk mendapatkan data. Penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman telah berhasil diintegrasikan ke dalam pembelajaran PAI secara kontekstual dan kreatif. Untuk meningkatkan etika digital, empati sosial, literasi teknologi, dan pemikiran kritis, guru menggunakan metode berbasis nilai, pembiasaan religius, dan media interaktif. Selain itu, sekolah menyediakan dukungan untuk program kewirausahaan digital yang menggabungkan nilai moral dan kemampuan abad ke-21. Terbukti bahwa pembelajaran PAI tidak hanya membantu menyampaikan informasi agama tetapi juga membantu membangun karakter siswa yang fleksibel, kooperatif, dan tangguh. Ini juga membantu mengembangkan kurikulum yang relevan dan kontekstual di era digital.
THE IMPACT OF CODE-SWITCHING ON STUDENTS' LEARNING PROCESS AND PSYCHOLOGICAL REGULATION IN BILINGUAL CLASSROOM: A PERSPECTIVE FROM EDUCATIONAL PSYCHOLOGY
Mawardi, Mohammad Maqbul;
Ruhiyah, Fida;
Mubarok, Ghozi;
Majid, Ach. Nurholis
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v8i2.2261
This study explores the impacts of code-switching practices in the teaching and learning process in bilingual schools. The background of this study is based on the fact that the use of code-switching practices not only impacts linguistic and academic aspects but also has significant implications for students' psychological conditions, such as building emotional closeness between teachers and students through humour, praise, and empathetic expressions. Therefore, the purpose of this study is to identify the impacts of code-switching on students' learning process and psychological regulation in bilingual language learning. The research method used in this study is a library research with a descriptive qualitative approach, referring to various scientific sources such as journal articles, books, and relevant research reports. The results of this study show several impacts of code-switching in the teaching and learning process. First, code-switching helps the students comprehend the lessons and achieve great success. Teachers switch their language when they give feedback, check students' understanding, make conclusions, clarify information, and explain specific information. Second, code-switching is used to control the students' enthusiasm and behaviour. Solidarity and intimate relationships between teachers and students are the elements that cannot be neglected in the education sector. Applying code-switching as a communication strategy to create humour is an effective way to support learning situations.
METODE TEMATIK DALAM DAKWAH AL-QUR'AN: STUDI TENTANG CIRI KHAS DAN PENERAPANNYA
Shiddiq, Ahmad Nadjamuddin;
Mardani, Dadan;
Bakhrudin, Elang
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v9i1.2002
Metode tematik dalam dakwah Al-Qur’an menawarkan pendekatan yang efektif untuk menjawab tantangan kontemporer dalam penyampaian pesan Islam melalui fokus pada tema-tema spesifik. Diskursus dakwah kontemporer menghadapi kompleksitas isu sosial dan budaya yang memerlukan pendekatan yang relevan dan kontekstual. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi ciri khas dan penerapan praktis metode tematik dalam konteks dakwah Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui kajian literatur terhadap karya tafsir klasik seperti Tafsir Ibnu Katsir dan kontemporer seperti Tafsir Al-Misbah, serta studi-studi relevan lainnya. Studi ini menemukan bahwa metode tematik meningkatkan pemahaman pesan Al-Qur’an dengan mengorganisasikannya ke dalam topik-topik yang kohesif, memungkinkan audiens untuk melihat hubungan antar ayat dan memahami pesan secara holistik. Selain itu, metode ini memungkinkan penyampaian pesan yang relevan secara kontekstual dan mendorong keterlibatan yang lebih mendalam dengan teks Al-Qur’an. Metode ini juga mempromosikan pemikiran kritis dan penanganan isu sosial, seperti permasalahan etika di era digital dan dialog antaragama dalam konteks pluralisme. Kontribusi tulisan ini terletak pada penegasan potensi metode tematik sebagai instrumen revitalisasi praktik dakwah dan peningkatan relevansinya dalam konteks sosial-budaya yang beragam. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan metode tematik dalam dakwah Al-Qur’an sangat penting untuk merespons tantangan zaman dan menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an secara lebih efektif dan bermakna.
INTERNALISASI NILAI-NILAI AYAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH DALAM MODEL DAKWAH DI PAMEKASAN
Nasrullah, Achmad Muzammil Alfan;
Zahid, Moh.
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v9i2.2328
This study is motivated by the need to gain a deeper understanding of the main values of Makkiyah and Madaniyah verses in a socio-historical context and their relevance to the social, cultural, and religious dynamics of the Pamekasan community. The research problem focuses on how the values contained in these two types of verses can be adapted and implemented in local da'wah practices. The objectives of this study are: (1) to describe the main values of the Makkiyah and Madaniyah verses from a socio-historical perspective, (2) to analyze the relevance of these values to the social, cultural, and religious life of the Pamekasan community through Fazlur Rahman's double movement theory, and (3) to formulate theoretical and practical contributions to the development of a contextual and transformative model of local Islamic da'wah in Pamekasan. The approach used in this study is qualitative-descriptive with a hermeneutic-sociological paradigm. Data collection techniques were carried out through literature studies of classical and modern interpretations and literature, interviews with local religious and cultural figures, and observation of da'wah activities in various majelis taklim and Islamic boarding schools in Pamekasan. Data analysis was carried out using analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study show that the Makkiyah verses emphasize the values of monotheism, justice, and spiritual liberation, while the Madaniyah verses emphasize aspects of law, social ethics, and community strengthening. These values are proven to be relevant in building an inclusive Pamekasan da'wah model, rooted in local culture and oriented towards peaceful Islamic social transformation.
MODEL DAKWAH DIGITAL INOVATIF: PERAN KOMUNITAS @MUSLIMSUPPORTMUSLIM DALAM MEMBANGUN MOTIVASI IBADAH GENERASI Z
Robbilizzah, Gadis Abidah
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v9i2.2317
Muslim Generasi Z yang hidup di era digital dengan berbagai distraksi teknologi, dikenal sebagai generasi digital sangat familiar dengan media sosial sebagai salah satu alat utama eksplorasi dan pencarian identitas diri serta pemahaman agama. Namun, tantangan signifikan muncul karena arus informasi instan dan konten hiburan yang mudah diakses justru mengurangi motivasi ibadah yang membutuhkan ketenangan dan ketekunan. Dalam konteks tersebut, komunitas muslimsupportmuslim yang berbasis di platform X (sebelumnya Twitter) hadir sebagai ruang virtual interaktif yang edukatif dan suportif, memfasilitasi komunikasi, berbagi pengalaman, dan penyebaran konten dakwah secara relevan dan mudah diterima. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif-analisis, penelitian mengeksplorasi mekanisme peran komunitas ini dalam aspek kognitif (perubahan pola pikir), afektif (dukungan emosional dan sosial), dan behavioral (pembentukan kebiasaan ibadah konsisten) bagi anggota komunitas, khususnya yang dari Gen Z. Hasilnya menunjukkan bahwa komunitas ini efektif dalam membangun motivasi intrinsik, memperkuat sense of belonging, dan mengatasi kerentanan spiritual Gen Z melalui bahasa yang mudah dicerna, konten yang kreatif, serta interaksi yang hangat dan tidak menggurui. Selain itu, komunitas ini berkontribusi sebagai model dakwah digital modern yang baru, sekaligus coping mechanism untuk menghadapi tekanan psikologis di era teknologi. Pentingnya penelitian ini terletak pada pengungkapan bagaimana komunitas digital berbasis agama dapat menjadi agen dakwah yang relevan dan aplikatif dalam meningkatkan praktik ibadah serta pembentukan identitas religius yang sehat di kalangan Muslim Generasi Z, sekaligus membuka peluang pengembangan dakwah yang lebih inovatif dan inklusif di masa depan.
SELF-BRANDING STRATEGIES IN DIGITAL DA’WAH: A CASE STUDY OF GEN Z MUSLIM TIKTOK CREATOR @kadamsidik
Purmasari, Siti Fatimah;
Khairunnisa, Rahmahdalena Putri;
Surawan, Surawan
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v9i2.2315
In the digital age, the internet and social media play a very important role in spreading religious teachings, especially for Generation Z. The rise of various digital platforms provides new opportunities for preachers to spread their messages online, especially to Generation Z teenagers. Social media, such as TikTok, which is currently very popular among Gen Z, not only serves as entertainment but also as a source of knowledge. This study aims to identify opportunities, challenges, and effective da'wah strategies through TikTok. The method used in this study is qualitative, involving literature review and analysis of content from the TikTok account @kadamsidik00. Data collection was conducted by observing creator videos and relevant literature. The findings show that social media provides broad access and creative tools for delivering da'wah messages. However, there are considerable challenges, such as distractions from non-religious content, the influence of secularism and materialism, and cultural diversity. Effective da'wah strategies include creating creative and interesting content that is in line with the preferences of Gen Z. The implications of this study emphasize the importance for Islamic preachers and organizations to adapt their da'wah methods to be more relevant to the digital culture and platforms used by the younger generation.
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PENDAMPINGAN IBADAH SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB MUFTIA RAHMA SUNGAI TUAK KECAMATAN TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM
Herman, Zulfa;
Ahmad, Fajri
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v9i2.2358
Strategi komunikasi ini mencakup perihal sebuah rencana agara tujuan dan maksud yang ingin terlaksanan dapat terwujud. Salah satu cara untuk berinteraksi atau berbicara dengan orang lain adalah dengan menggunakan strategi komunikasi. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif yang dikenal dengan istilah naturalistic inquiry (ingkuiri alamiah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang berupa bahasa tertulis atau lisan dari orang dan pelaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Strategi komunikasi guru dalam pendampingan ibadah di SLB Muftia Rahma sudah terjalankan dengan efektif. Beberapa bentuk pendampingan yang dilakukan yaitu pendampingan ibadah sholat, pendampingan hafalan doa sehari-hari, dan pendampingan tata cara berwudhu. Adapun bentuk kegiatan pendampingan ibadah ini telah sesuai dengan teori strategi komunikasi. Teori strategi komunikasi yang digunakan yaitu dengan menentukan komunikator, pemahaman Audiens, tujuan yang jelas, pemilihan media yang tepat, serta adanya evaluasi dan umpan balik. Hambatan komunikasi guru dalam pendampingan ibadah siswa berkebutuhan khusus yang pertama yaitu latar pendidikan guru yang tidak berasal dari pendidikan luar biasa, perbedaan bahasa isyarat, pemahaman guru, serta kondisi fisik yang berbeda.
FROM RELIGIOUS MODERATION TO PROPORTIONAL RELIGIOUS FREEDOM (ARABIC STYLISTICS IN RISALAH AHLUSSUNNAH WALJAMAAH BY HASYIM ASY'ARI)
Nasiruddin, Nasiruddin
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v9i2.2368
Freedom of religion is a fundamental principle in Pancasila and the 1945 Constitution. However, its interpretation is often confronted with tensions between religious conviction and respect for diversity. KH. Hasyim Asy'ari's ideas in Risalah Ahlusunnah wal Jama'ah (RAJ) offer a model of religious moderation that is relevant to this context. This study aims to reveal the characteristics of Arabic stylistics used by KH. Hasyim Asy'ari, in promoting religious moderation, also examines the characteristics of religious freedom that can be developed in Indonesia based on his concept of religious moderation. The method used is qualitative analysis based on text study with an Arabic stylistic approach. The primary source is the RAJ book, which is then analyzed using Arabic stylistics theory and reinforced with analysis from similar studies. The results show that KH. Hasyim harmoniously combines the styles of taqr?r? (affirmation), ta?dh?r? (warning), and du'?'? (supplicatory). This combination produces a pattern of religious communication that is firm yet gentle. KH. Hasyim's thinking affirms the limits of faith and criticizes deviations from doctrine, yet closes with a prayer that the people be kept from error. This style reflects Islamic moderation in line with the principles of religious freedom, as outlined in Pancasila and the 1945 Constitution. Religious freedom in the Indonesian context is not absolute. The exercise of religious freedom is grounded in moral responsibility and the preservation of social harmony. Thus, KH. Hasyim's language functions not only as a tool for preaching but also as a means of shaping civilized religious ethics.