cover
Contact Name
Ni Nyoman Tri Sukarsih
Contact Email
litera@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
litera@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali, 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Litera : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24426865     EISSN : 25487639     DOI : 10.36002
Core Subject : Education,
Jurnal ini menyajikan hasil-hasil penelitian dan hasil pemikiran yang berada pada ranah bahasa dan sastra. Kajian-kajian ilmiah terdiri atas delapan artikel yang menerapkan teori mikro dan makro linguistik untuk membedah fenomena kebahasaan yang ada pada masyarakat. Peran bahasa dan sastra sangat besar terhadap perkembangan dan pembangunan kebahasaan khususnya, yang diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa secara umum.
Articles 175 Documents
CODE MIXING LANGUAGE INDONESIAN ENGLISH IN VIDEOS OF YUVI PHAN’S YOUTUBE CHANNEL Adnyani Karang, Ni Putu Sri Widi
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2022): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v8i1.1758

Abstract

ABSTRACTCode mixing is the process of mix two or more languages into one discourse or utterancein a particular situation. This study discussrs code mixing of Indonesian and Englishlanguage in videos of Yuvi Phan Youtube Channel, which aims to identify the types ofcode-mixing and describe the reasons for the usage of code-mixing that Yuvi Phan uses inher videos. The data were taken from two videos of Yuvi Phan Youtube Channel entitled“konspirasi teori penyebab déjà vu” and “mantul tips styling natural curls gampang”.Those data were collected using the documentation method by applying the note-takingtechnique. The theories used for the analysis are the theory of types of code-mixing byMuysken and reasons for using code-mixing by Hoffman. The findings of this studyindicate that all types of code-mixing are used in the videos. Those are 70 code-mixing forInsertion, 26 code-mixing for Alternation, and 50 for Congruent Lexicalization. In thisartcile, all of the reasons also appear in the code-mixing.Keywords: Code mixing, types of code mixing, Bilingual, Yuvi Phan.ABSTRAKPencampuran kode adalah proses mencampur dua atau lebih bahasa menjadi satu wacanaatau ucapan dalam situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenisjenispencampuran kode dan menjelaskan alasan penggunaan pencampuran kode yangdigunakan Yuvi Phan dalam videonya. Data tersebut diambil dari dua video ChannelYoutube Yuvi Phan berjudul "konspirasi teori penyebab deja vu" dan "mantul tips stylingnatural curls gampang". Data tersebut dikumpulkan menggunakan metode dokumentasidengan menerapkan teknik pencatatan. Teori yang digunakan untuk analisis adalah teorijenis pencampuran kode oleh Muysken dan alasan untuk menggunakan pencampuran kodeoleh Hoffman. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa semua jenis pencampuran kodedigunakan dalam video. Itu adalah 70 pencampuran kode untuk Penyisipan, 26pencampuran kode untuk Alternation, dan 50 untuk Leksikalisasi Kongruen. Di sinitermasuk semua alasan juga muncul dalam pencampuran kode.Kata kunci: Pencampuran kode, jenis pencampuran kode, Bilingual, Yuvi Phan
AN ANALYSIS OF FIGURATIVE LANGUAGE FOUND IN TWILIGHT SAGA POEM BY STEPHENIE MEYERS Pratiwi Rusadi, Ni Made; Pratiwi, Desak Putu Eka; Santika, I Dewa Ayu Devi Maharani
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2022): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v8i1.1759

Abstract

ABSTRACTLiterary work is a work in which the writer aims to present her work that has anaesthetic impression. There are literary works such as prose, poetry or drama. To make a poemmore beautiful and easy to understand, a writer needs to understand the rules of making a goodpoem. This study aimed to analyze the types of figurative language found in Twilight Saga’sPoem and the meaning of the figurative language found in Twilight Saga’s poems. The datawere taken from the Twilight Saga poem adapted from the novel of Stephanie Meyers. Thedata were collected by using observation methods with the following steps: downloading andreading the poem, and then selecting the data which use figurative language. The data wereanalyzed by using qualitative method. Regarding the analysis, there are two theories used inthis research: theory of Figurative Language by Perrine (1977) and theory of Meaning by Leech(1981). For the results, there was found 17 data, includes: simile (2 items or 12,5%), metaphor(1 items or 6,3%), personification (2 items or 12,5%), synecdoche (2 item or 12,5%), symbol(4 items or 25%), hyperbole (3 item or 18,7%) and irony (2 item or 12,5%). The dominanttypes of figurative language are symbol and hyperbole because the author places moreemphasis in choosing beautiful words to make the poems more interesting and meaningful.Keywords: figurative language, meaning, poemABSTRAKKarya sastra adalah suatu karya yang bertujuan untuk menyajikan karyanya yangberkesan estetik, ada karya sastra seperti prosa, puisi atau drama. Agar puisi lebih indah danmudah dipahami, penulis perlu memahami aturan pembuatan puisi yang baik. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis jenis bahasa kiasan yang ditemukan dalam Puisi Twilight Sagadan makna bahasa kiasan yang terdapat dalam puisi Twilight Saga. Data ini diambil dari puisiberjudul Twilight Saga yang diadaptasi dari novel Stephanie Meyers. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menyajikan gambaran data.Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dengan langkah-langkah sebagaiberikut: mengunduh dan membaca puisi, kemudian memilih data yang menggunakan bahasakiasan. Dalam analisis data, ada dua teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teoriFigurative Language oleh Perrine (1977) dan teori Meaning oleh Leech (1981). Dari hasilpenelitian didapatkan 17 data yang meliputi: simile (2 items or 12,5%), metaphor (1 items or6,3%), personification (2 items or 12,5%), synecdoche (2 item or 12,5%), symbol (4 items or25%), hyperbole (3 item or 18,7%) and irony (2 item or 12,5%). Jenis bahasa kiasan yangdominan adalah simbol dan hiperbola karena penulis lebih menekankan pada pemilihan katakatayang indah untuk membuat puisinya menjadi menarik dan penuh makna.Kata Kunci: bahasa kiasan, makna, puisi
COVER LENGKAP Litera, Jurnal
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v8i2.2007

Abstract

COVER LENGKAP
AN ANALYSIS OF FIGURATIVE LANGUAGE IN LADY GAGA’S SONG LYRICS Wahab, Abdul; Utami, Ni Made Verayanti; Maharani, Putu Devi
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v8i2.2008

Abstract

ABSTRACTThis research aimed to analyze figurative language in Lady Gaga song of Chromatica album thatwere released in 2020. There are two problems that are formulated in this study, they are: (1) whatkinds of figurative language found in Lady Gaga song lyrics, (2) what are the meaning of figurativelanguage found in Lady Gaga song lyrics. There are two theories used in this research; the firsttheory proposed by Knickerbocker and Reninger (1963:367) that is used to identify the kinds offigurative language and the second theory is the theory of meaning which supported by Leech(1974) to analyze the meaning. The method used in collecting the data was done by formal andinformal method. The writer collected the data by downloading the song, listening carefully,reading the scripts, underling, and classifying the lyrics which are contain the kinds of figurativelanguage. The method of analyzing data was identifying, analyzing and making conclusions. Thefrequency of each kinds of figurative language was 18,18% contained simile type, 40,90%contained hyperbole type, 13,63% contained metaphor type, 4,54% contained personification type,4,54% contained paradox type, 9,90% contained metonymy type and 9,90% contained allusiontype. The result of meaning in Lady Gaga was conceptual meaning, connotative meaning, affectivemeaning and reflected meaning. It can be concluded that figurative language has important rolesin created the song lyricsKeywords: Figurative language, song lyrics and meaningABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa kiasan dalam lagu Lady Gaga dari albumChromatica yang dirilis pada tahun 2020. Ada dua masalah yang dirumuskan dalam penelitianini, yaitu: (1) jenis bahasa kiasan apa yang ditemukan dalam lirik lagu Lady Gaga, ( 2) apa artibahasa kiasan yang ditemukan dalam lirik lagu Lady Gaga. Ada dua teori yang digunakan dalampenelitian ini; teori pertama dikemukakan oleh Knickerbocker dan Reninger (1963:367) yangdigunakan untuk mengidentifikasi jenis-jenis bahasa kiasan dan teori kedua adalah teori maknayang didukung oleh Leech (1974) untuk menganalisis makna. Metode yang digunakan dalampengumpulan data dilakukan dengan metode formal dan informal. Penulis mengumpulkan datadengan mengunduh lagu, mendengarkan dengan seksama, membaca skrip, menggarisbawahi, danmengklasifikasikan lirik yang mengandung jenis bahasa kiasan. Metode analisis data adalahmengidentifikasi, menganalisis dan membuat kesimpulan. Frekuensi masing-masing jenis majasadalah 18,18% mengandung tipe simile, 40,90% mengandung tipe hiperbola, 13,63%mengandung tipe metafora, 4,54% mengandung tipe personifikasi, 4,54% mengandung tipeparadoks, 9 ,90% mengandung tipe metonimi dan 9,90% mengandung tipe kiasan. Hasil maknadalam Lady Gaga adalah makna konseptual, makna konotatif, makna afektif dan makna refleksi.Dapat disimpulkan bahwa bahasa kiasan memiliki peran penting dalam menciptakan lirik laguKata kunci: Bahasa kiasan, lirik dan makna lagu
PSYCHOLOGICAL ANALYSIS OF THE MAIN CHARACTER IN PAULO COELHO’S THE ALCHEMIST Gharizata, Galih
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v8i2.2009

Abstract

ABSTRACTThis topic was chosen to get more understanding about the main psychology character of Santiagoin the novel and the conflicts faced by the main character. The main character in the novel interactswith the character in the story and plays an important role. The data was taken from the novel TheAlchemist. The data was collected through the documentation by using note-taking and reading.The first step of collecting data was to read the novel frequently and intensively. Then, the secondstep was to identify and classify the data to find out the relevant statement in the novel that can berelated to intrinsic and extrinsic elements. There are two different theories used in analyzing thestudy, and those are the psychology theory and the conflict theory. The psychology theory that isused in this study is the theory proposed by Bernhardt (1953), who analyzed the psychology of themain character. The conflict theory that is used is the theory proposed by Kenney (1966). Thisstudy is conducted on how the psychological aspect influence the main character and whatconflicts affect his personality. The conclusions of this study are as follows: Santiago, as the maincharacter in the story, is faced with many internal conflicts that shaped his psychologicalmotivation, appetite, and emotions. It shows that psychology and conflict had a great impact oneach other in the development of character.Keywords: main character, psychological analysis, literature.ABSTRAKTopik ini dipilih untuk lebih memahami psikologi tokoh utama Santiago dalam novel dan konflikyang dihadapi tokoh utama. Karakter utama dalam novel berinteraksi dengan karakter dalamcerita dan memainkan peran penting dalam cerita itu sendiri. Data diambil dari novel TheAlchemist. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan cara mencatat danmembaca. Langkah awal pengumpulan data adalah sering membaca novel secara intensif.Kemudian, langkah kedua adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data untuk mengetahuipernyataan relevan dalam novel yang dapat dikaitkan ke dalam unsur intrinsik dan ekstrinsik. Adadua teori berbeda yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini, yaitu: teori psikologi danteori konflik. Teori psikologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakanoleh Bernhardt (1953) yang menganalisis psikologi tokoh utama. Teori konflik yang digunakanadalah teori yang dikemukakan oleh Kenney (1966). Penelitian ini dilakukan tentang bagaimanaaspek psikologis mempengaruhi karakter utama dan konflik apa yang mempengaruhikepribadiannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Santiago sebagai tokohutama dalam cerita dihadapkan pada banyak konflik internal yang membentuk motivasipsikologis, nafsu makan, dan emosinya, ini menunjukkan bahwa psikologi dan konflik memilikidampak besar satu sama lain dalam perkembangan karakter.Keywords: karakter utama, analisis psikologis, sastra.
ONOMATOPOEIA ANALYSIS IN THE GOD OF HIGH SCHOOL WEBTOON COMIC Wijaya, I Kadek Yoga; Candra, Komang Dian Puspita; Juniartha, I Wayan
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v8i2.2010

Abstract

ABSTRACTThe goal of this research is to find out the occurrence of onomatopoeia in the webtoon comicentitled The God of High School. People nowadays like reading comic books as a form of pleasure.Comic books are currently available in both hardcopy and digital formats, particularly over theinternet. The God of High School is a popular web comic among teenagers. Onomatopoeia refersto the use of words in comic books to reflect the noises and motions that occur in the panels. Theuse of an onomatopoeia word in a comic is significant because, unlike novels, comics have alimited amount of space in which to explain a scenario with a large number of phrases. This studywas analysed qualitatively by using theory from Bredin (1996) about the types of onomatopoeiaand theory from Thomas (1995) about the meaning. The findings of this study show that all typesof of onomatopoeia words occurred in the webtoon comic entitled The God of High School.Exemplary onomatopoeia is found more frequently than the other two forms, including 41 directonomatopoeia, 8 associative onomatopoeia, and 76 exemplary onomatopoeias. The total numberof words in the data is 125.Keywords: Onomatopoeia, linguistic, webcomicABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan kemunculan onomatopoeia dalam komik webtoon TheGod of High School. Orang-orang saat ini suka membaca buku komik sebagai bentuk kesenangan.Buku komik saat ini tersedia dalam format hardcopy dan digital, terutama melalui internet. TheGod of High School adalah webcomic yang populer di kalangan remaja. Onomatopoeia mengacupada penggunaan kata-kata dalam buku komik untuk mencerminkan suara dan gerakan yangterjadi di panel. Penggunaan kata onomatopoeia dalam komik sangat penting karena, tidak sepertinovel, komik memiliki ruang terbatas untuk menjelaskan skenario dengan sejumlah besar frasa.Penelitian ini dianalisis secara kualitatif menggunakan Theory dari Bredin (1996) tentang tipe darionomatopoeia dan untuk menganalisis maknanya menggunakna teori dari Thomas (1995).Berdasarkan hasil analisis, semua jenia onomatopoeia ditemukan dalam komik webtoon berjudulThe God of High School. Tipe exemplary onomatopoeia ditemukan lebih sering daripada duabentuk lainnya, antara lain 41 direct onomatopoeia, 8 associative onomatopoeia, dan 76 exemplaryonomatopoeia. Jumlah kata yang mengandung onomatopoeia dalam data adalah 125.Kata kunci: Onomatopoeia, linguistik, komik web
AN ANALYSIS OF THE MAIN CHARACTER’S CONFLICT IN THE MOVIE ACT’S OF VENGEANCE Maku, Serfus Evander; Jayantini, I Gusti Agung Sri Rwa; Juniartha, I Wayan
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v8i2.2011

Abstract

ABSTRACTThe aim this study is to describe the conflict of the main character Act of Vengeance in the movie.This study focused on explaining the types of conflicts that the main character faced in the movieAct of Vengeance and to analyze how the main character manages to settle conflict in the movieAct of Vengeance. The collected data were analyzed descriptively based on Kenney’s theory ofliterature (1966). The result of this study reveals that the conflicts faced by the main character canbe divided into internal conflict and external conflict. The sources of conflicts faced by the maincharacter are different opinions, incompatible roles, incompatible goals, limited resources. Theconflict management strategies applied are pacification, compromise, and creative integration.Conflict adds excitement and suspense to a story. As the plot unfolds, the readers start to wonderwhat will happen next, and how the character will handle the situation. It can be concluded thatthe conflict of the main character has important roles in created the movie story.Keywords: Main character, Movie, and conflict.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik karakter utama Act of Vengeance dalamfilm tersebut. Penelitian ini difokuskan untuk menjelaskan jenis-jenis konflik yang dihadapi tokohutama dalam film Act of Vengeance dan menganalisis bagaimana tokoh utama mengelola konflikdalam film Act of Vengeance. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif berdasarkan teorisastra Kenney (1966). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa konflik yang dihadapi olehtokoh utama dapat dibagi menjadi konflik internal dan konflik eksternal. Sumber konflik yangdihadapi oleh tokoh utama adalah perbedaan pendapat, peran yang tidak sesuai, tujuan yangtidak sesuai, sumber daya yang terbatas. Strategi manajemen konflik yang diterapkan adalahpasifikasi, kompromi, dan integrasi kreatif. Konflik menambah kegembiraan dan ketegangan padasebuah cerita. Saat plot terungkap, pembaca mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadiselanjutnya, dan bagaimana karakter akan menangani situasi tersebut. Dapat disimpulkan bahwakonflik tokoh utama memiliki peran penting dalam pembuatan cerita film.Kata kunci: Tokoh utama, Film, dan konflik.
WOMEN’S LANGUAGE USED BY FEMALE CHARACTERS IN WONDER WOMAN MOVIE Septiari, Ni Luh Putu Eka; Sedeng, I Nyoman; Beratha, Luh Sutjiati
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v8i2.2012

Abstract

ABSTRACTIt aimed at identifying the language features applied by female characters and finding outthe functions of each type of women’s linguistic features. This paper used the theory ofwomen’s linguistic features proposed by Lakoff. She describes ten women’s languagefeatures: lexical hedges, tag questions, rising intonation on declarative, empty adjectives,precise colour terms, intensifiers, hypercorrect grammar, super polite forms, avoidanceof strong swear words, and emphatic stress. The data source in this study is WonderWoman Movie. The movie was chosen as the data source because it contained manywomen’s dialogues and the features and function of women’s language. The collecteddata was identified and selected, then analyzed the features of women’s language used bythe female characters in Wonder Woman movie and analyzed the function of women’slinguistic features based on Lakoff. The method applied in collecting data was thedocumentation method. Afterwards, the method of analyzing data in this study was thedescriptive qualitative method. This study applied the informal method in presenting thedata analysis, which represented the result of analysis by using words and its purposes togive the explanation to make the readers understand easily. The findings of the analysisshowed there were six kinds of women’s linguistic features found in Wonder WomanMovie: lexical hedges or fillers, rising intonation on declarative, empty adjectives,hypercorrect grammar, super polite form, and intensive adverbs. There were also somefunctions of women’s linguistic features found in the data. The functions of each type offeature are closely related to the context in which it is used. Each type of women’slinguistic feature found in the movie displays has different functions and reasons. Ingeneral, the finding of the analysis of functions aimed to be polite and avoiding strongexpressions.Keywords: Women’s Language, Female Characters, Wonder Woman Movie.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri kebahasaan yang diterapkan olehtokoh perempuan dan mengetahui fungsi masing-masing jenis ciri kebahasaanperempuan. Makalah ini menggunakan teori fitur linguistik perempuan yangdikemukakan oleh Lakoff. Dia menjelaskan sepuluh fitur bahasa wanita: batasan leksikal,pertanyaan tag, intonasi naik pada deklaratif, kata sifat kosong, istilah warna yang tepat,intensifiers, tata bahasa hiperkoreksi, bentuk super sopan, menghindari kata-kataumpatan yang kuat, dan tekanan empatik. Sumber data dalam penelitian ini adalahWonder Woman Movie. Film tersebut dipilih sebagai sumber data karena banyak memuatdialog-dialog perempuan serta fitur dan fungsi bahasa perempuan. Data yang terkumpuldiidentifikasi dan diseleksi, kemudian dianalisis fitur bahasa wanita yang digunakan oleh karakter wanita dalam film Wonder Woman dan menganalisis fungsi fitur linguistikwanita berdasarkan Lakoff. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalahmetode dokumentasi. Selanjutnya, metode analisis data dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menerapkan metode informal dalammenyajikan analisis data, yang merepresentasikan hasil analisis dengan menggunakankata-kata dan tujuannya untuk memberikan penjelasan agar mudah dipahami olehpembaca. Temuan analisis menunjukkan ada enam jenis fitur linguistik wanita yangditemukan di Wonder Woman Movie: leksikal hedges atau pengisi, intonasi naik padadeklaratif, kata sifat kosong, tata bahasa hiperkoreksi, bentuk super sopan, dan kataketerangan intensif. Ada juga beberapa fungsi fitur linguistik perempuan yang ditemukandalam data. Fungsi masing-masing jenis fitur terkait erat dengan kontekspenggunaannya. Setiap jenis fitur kebahasaan perempuan yang terdapat dalam tayanganfilm memiliki fungsi dan alasan yang berbeda-beda. Secara umum, temuan analisis fungsibertujuan untuk bersikap sopan dan menghindari ekspresi yang kuat.Kata kunci: Bahasa Wanita, Karakter Wanita, Film Wonder Woman.
FIGURATIVE LANGUAGE USED IN ED SHEERAN’S SELECTED SONGS Heni, Monika; Pratiwi, Desak Putu Eka; Santika, I Dewa Ayu Devi Maharani
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v8i2.2013

Abstract

ABSTRACTThis study concern with the descriptive analysis of figurative language found in EdSheeran’s selected songs. The study's objective is to describe the types of figurativelanguage and to analyze the meaning of figurative language. This study is expected toobtain the result that will be useful for the reader especially in knowing what figurativelanguage is and what types of figurative language are. The researcher used a descriptivequalitative method to classify and analyze based on the theory of Figurative LanguageProposed by Knickerbocker and Reninger (1963) and also the theory of Meaningproposed by Leech (1974). The result found that there are 14 sentences of six kinds offigurative language used in Ed Sheeran’s Selected songs, such as simile with 2 or 14%, ametaphor with 1 or 8%, personification with 3 or 21%, metonymy with 1or 8%, hyperbolewith 5 or 35%, irony with 2 or 14%,. It can be indicated that the dominant type offigurative language in the song lyrics is hyperbole. The meaning of figurative languageis also stated clearly. It can be concluded that figurative language has important roles increated the song lyric. Using figurative language makes the song more interesting. Thatis why the author used sentences that have figurative language in the song.Keywords: Figurative language, song lyrics and meaningABSTRAKPenelitian ini membahas tentang analisis deskriptif bahasa kiasan yang ditemukan dalamlagu-lagu pilihan Ed Sheeran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenisjenisbahasa kiasan dan menganalisis makna dari bahasa kiasan. Penelitian inidiharapkan memperoleh hasil yang bermanfaat bagi pembaca khususnya dalammengetahui apa itu bahasa kiasan dan apa saja jenis-jenis bahasa kiasan. Penelitimenggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengklasifikasi dan menganalisisberdasarkan teori Bahasa Figuratif yang dikemukakan oleh Knickerbocker dan Reninger(1963) dan juga teori Arti yang dikemukakan oleh Leech (1974).Hasil penelitianmenemukan bahwa terdapat 14 kalimat dari enam jenis bahasa kiasan yang digunakandalam lagu-lagu Ed Sheeran Selected, seperti simile dengan 2 atau 14%, metaforadengan 1 atau 8%, personifikasi dengan 3 atau 21%, metonimi dengan 1 atau 8%,hiperbola dengan 5 atau 35%, ironi dengan 2 atau 14%. Dapat diindikasikan bahwa jenismajas yang dominan dalam lirik lagu adalah hiperbola. Makna bahasa kiasan juga dapatdinyatakan dengan jelas. Dapat disimpulkan bahwa bahasa kiasan memiliki peranpenting dalam menciptakan lirik lagu. Menggunakan bahasa kiasan membuat lagu lebihmenarik. Itulah sebabnya penulis menggunakan kalimat-kalimat yang memiliki bahasakiasan dalam lagu tersebut.Kata Kunci: Bahasa kiasan, lirik lagu dan maknanya
PLOT ANALYSIS IN THE GIVER NOVEL BY LOIS LOWRY Anggriani, Ni Putu; Candra, Komang Dian Puspita; Juniartha, I Wayan
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v8i2.2014

Abstract

ABSTRACTPlot is the literary term that describes the element of a story. This research concerns toanalyze about plot elements in the novel entitled“The Giver” by Lois Lowry. Observationmethod are used in collecting the data by following several steps those are by finding thekeyword belongs to each elements of plot, reading repeatedly, understanding the storywhile taking note. In this study, the data were analyzed descriptive qualitatively by usingthe theory from Freytag as cited in Macewan (1900). The finding of this research showthat this novel applied dramatic plot which are consists of several elements namely risingmovement, climax, falling action, and resolution. Exposition is talking about Jonas whoare in eleven years old and become twelve in December live in community with hisparents and little sister, but they all do not have blood relation because all children bornfrom biological mother. He was frightened, but he decided not frightened but toapprehensive to happening in December. Rising movement happened when Jonas haveasiggment from Chief Elder to become a receiver of memory, climax happened whenJonas realizes his father “releases” the newchildren actually that Kill. Falling actionhappened when Jonas escape from Community to take Gabriel in order to save Gabrielfrom being “Release” and the last catastrophe or resolution happened Jonas and gabrielride to another place he sees distance light and hear people singing.Keyword: plot, plot type, The Giver novelABSTRAKAlur adalah istilah sastra yang menggambarkan unsur cerita. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis elemen yang menyusun alur cerita dalam novel Lois Lowry “TheGiver”. Peneliti ini menggunakan metode observasi dalam pengumpulan data denganmenerapkan langkah-langkah yaitu mencari kata kunci yang menunjukkan bagian darielemen-elemen, membaca berkali-kali, memahami cerita, dan mencatat. Penelitian inidianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan teori dari Freytag yang dikutip dariMacewan (1900). Jenis plot yang diterapkan dalam novel adalah plot dramatis yangterdiri dari beberapa elemen yaitu cerita permulaan, penanjakan, klimaks, keteganganmenurun, dan peleraian. Permulaan diawali dengan memperkenalkan karakter ceritaketika Jonas berusia sebelas tahun yang menjadi dua belas bulan desember tinggal diKomunitas bersama orang tua dan adik perempuannya, yang mereka tidak memilikihubungan darah karena semua anak lahir dari ibu kandung. Ia takut, dan ia berusahatidak takut tapi bersemangat untuk menunggu apa yang terjadi dibulan desember. Ceritapenanjakan terjadi saat Jonas mendapat penugasan dari Chief Elder menjadi penerimamemory, klimaksnya terjadi saat Jonas menyadari ayahnya “melepaskan” anak-anakbaru itu sebenarnya membunuh. Ketegangan menurun terjadi saat Jonas melarikan diridari Komunitas untuk mengambil Gabriel untuk menyelamatkan Gabriel dari "Lepaskan dan pertikaian atau peleraian terjadi ketika Jonas dan Gabriel naik ke tempat lain, Iamelihat cahaya dikejauhan dan mendengar orang bernyanyi.Kata Kunci: alur, jenis alur, novel The Giver