cover
Contact Name
Ni Nyoman Tri Sukarsih
Contact Email
litera@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
litera@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali, 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Litera : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24426865     EISSN : 25487639     DOI : 10.36002
Core Subject : Education,
Jurnal ini menyajikan hasil-hasil penelitian dan hasil pemikiran yang berada pada ranah bahasa dan sastra. Kajian-kajian ilmiah terdiri atas delapan artikel yang menerapkan teori mikro dan makro linguistik untuk membedah fenomena kebahasaan yang ada pada masyarakat. Peran bahasa dan sastra sangat besar terhadap perkembangan dan pembangunan kebahasaan khususnya, yang diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa secara umum.
Articles 175 Documents
MOOD AND TRANSITIVITY SYSTEM IN THE DIALOGUE OF NOVEL ENTITLE „THE FAULT IN OUR STARS‟: SYSTEMIC FUNCTIONAL LINGUISTIC STUDIES John Berdy Gustafito; I Gusti Nyoman Putra Kamayana
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i2.195

Abstract

ABSTRACTThis research is focused on the analysis of the interpersonal meaning and transitivity system inthe novel entitle „The Fault in Our Stars‟. This research aims to describe the interpersonalmeaning (mood) whether it is declarative (statement), interrogative (question), imperative(command), or subjunctive mood (wish/request) and the transitivity system in the dialoguebetween characters of the novel in order to describe the realization of linguistic experience ofthe character in novel whether which entangle processes, participants, and circumstance. Thetheory used in this research is the theory of Systemic Functional Linguistic (SFL) proposed byHalliday focusing on text, the text in this case is novel. The data were collected by note takingand randomly taken from the dialogue in the novel, afterward, analyzed to find out the moodusage and transitivity system used in the dialogue. This study uses a qualitative descriptiveapproach. The result shows that from the data sample there are five processes of transitivitysystem found in this study namely; mental, material, existential, verbal, and relational.Keyword: Novel, SFL, Interpersonal, Transitivity.ABSTRAKPenelitian ini difokuskan pada analisis makna interpersonal dan sistem transitivitas dalam novelberjudul 'The Fault in Our Stars'. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan maknainterpersonal (mood) apakah itu deklaratif (pernyataan), interogatif (pertanyaan), perintah(perintah), atau suasana hati subjungtif (wish / request) dan sistem transitivitas dalam dialogantara karakter novel Untuk menggambarkan realisasi pengalaman linguistik karakter dalamnovel apakah yang melibatkan proses, peserta, dan keadaan. Teori yang digunakan dalampenelitian ini adalah teori Systemic Functional Linguistic (SFL) yang diajukan oleh Hallidayyang berfokus pada teks, teks dalam hal ini adalah novel. Data dikumpulkan dengan mencatatdan diambil secara acak dari dialog dalam novel tersebut, kemudian dianalisis untukmengetahui penggunaan mood dan sistem transitivitas yang digunakan dalam dialog. Penelitianini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daridata sampel terdapat lima proses sistem transitivitas yang ditemukan pada penelitian ini yaitu;Mental, material, eksistensial, verbal, dan relasional.Kata kunci: novel, sfl, interpersonal, transitivitas
FIGURATIVE LANGUAGE IN SONG LYRICS BY RIHANNA AND KATY PERRY Ni Komang Putu Mulya Sadiasih; Putu Chrisma Dewi
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i2.196

Abstract

ABSTRACTSong is expression of the composer poured into the word or lyric and accompanied by musicarrangement. The combination between lyric and music are important to get good responses fromthe listener. The aims of this study are to identify and to analysesthe figurative language andsignificance concept in foursong lyrics of Rihanna and Katy Perry.The songs are Roar (2013),E.T. (2010) by Katy Perry and Diamond (2012), Only Girl (In The World) (2011) byRihanna.This is a qualitative research by the use of documentation method, such as record andtaking a note in each song lyrics. Knickerbocker and Reningger theory (1963) is used to identifythe data in this study. This study shows that six types of figurative language were found, namelyhyperbole, simile and metaphor in Rihanna song lyrics and hyperbole, simile, paradoks,metaphor, personification and irony in Katy Perry song. The use of figurative language asstandard significance has an important rule to express feeling of the composer and singer evenlistener.Keywords: figurative language, significance, song lyricsABSTRAKLagu adalah ekspresi komposer yang dituangkan ke dalam kata atau lirik dan disertaipengaturan musik. Kombinasi antara lirik dan musik penting untuk mendapat tanggapan baikdari pendengar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisiskonsep figuratif dan konsep signifikansi dalam lirik foursong dari lagu Rihanna dan Katy Perry.Lagu Roar (2013), E.T. (2010) oleh Katy Perry dan Diamond (2012), Only Girl (In The World)(2011) oleh Rihanna. Ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode dokumentasi,seperti merekam dan mencatat dalam setiap lirik lagu. Teori Knickerbocker dan Reningger(1963) digunakan untuk mengidentifikasi data dalam penelitian ini. Studi ini menunjukkanbahwa enam jenis bahasa kiasan ditemukan, yaitu hiperbola, simile dan metafora dalam liriklagu Rihanna dan hiperbola, simile, paradoks, metafora, personifikasi dan ironi dalam laguKaty Perry. Penggunaan bahasa kiasan sebagai standar penting memiliki aturan penting untukmengungkapkan perasaan komposer dan penyanyi bahkan pendengar.Kata kunci: bahasa kiasan, signifikansi, lirik lagu
METAPHORS CORRESPONDENCES OF SOURCE AND TARGET DOMAIN ON THE GOSPEL OF JOHN Putu Vicka Valleria Angelina; Ni Nyoman Tri Sukarsih
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i2.197

Abstract

ABSTRACTThis study purposed at researching the application of conceptual metaphor in teaching of Jesusin John‟s Gospel. The research used qualitative data through text analysis in teachings in John‟sGospel. This research method aimed to explain metaphors and its correspondences betweenSource Domain (SD) and Target Domain (TD). Metaphorical categories were used to classifythe data based on the metaphorical expressions that found in the text of John‟s Gospel. Theanalysis data was explained by ontologism and epistemic. Firstly, the data were collected,selected and classified by three metaphorical categories; there are orientational metaphors,ontological metaphors and structural metaphors. Secondly, to overcome the meaning thatcontained in metaphorical expressions, the data were analyzed to find the correspondence of SDand TD by using ontologism and epistemic.While ontologism is telling about the generalmeaning in reality and epistemic is how the researcher can find any other meaning through thecontext or metaphorical concept.Keywords: metaphorical categories, correspondences, analysis strategies.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan metafora konseptual dalamajaran di Injil Yohanes. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatifuntuk menganalisis ajaran yang terdapat pada Inil Yohanes. Metode penelitian yang digunakanadalah metafora dan korespondensi antara ranah sumber (RS) dan ranah target (RT). Datapada ajaran Injil Yohanes yang mengandung metafora diklasifikasi dengan kategori metafora.Kemudian dianalisis secara ontologis dan epistemis. Tahap pertama, data dikumpulkan,diseleksi dan diklasifikasi berdasarkan tiga kategori metafora, yaitu: metafora orientasional,metafora ontologikal dan metafora structural. Tahap kedua, untuk menghasilkan arti yangterkandung dalam data metafora tersebut, data dianalisis dengan mengkorespondensikan RSdan RT secara ontologis dan epistemis. Ontologis adalah proses bagaimana data tersebut dapatdijelaskan secara harfiah dalam arti sebenarnya dan epistemis adalah bagaimana data tersebutdapat diartikan kemudian dihubungkan ke dalam konsep yang lainnya.Kata Kunci: kategori metafora, korespondensi, strategi analisis.
THE TRANSLATION SHIFTS OF IDIOM IN ENGLISH-INDONESIAN NOVEL ALLEGIANT BY VERONICA ROTH Ni Luh Kasih Maria; Km Tri Sutrisna Agustia
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i2.198

Abstract

ABSTRACTThe title of this paper is “The Translation Shifts of Idiom in English-Indonesian Novel Allegiantby Veronica Roth”. In translating idioms, the translator find a lot of problems, it is come due tothe lack of the equivalence in a different level of idiom. In translation, the shift is a part thatcannot be separated because the purpose of the translation is the transfer of the meaning fromsource language into target language. There are two objectives in this paper; (1) to describe thetypes of idiom (Hocket 1958), (2) to describe the kind of translation shift in idiom (Catford1965). The data of this study are idiomatic expressions occurring in English-Indonesian novelAllegiant by Veronica Roth. The data collecting of this study was done by using library researchand documentation method. Qualitative method was used in the analysis and it was descriptivelypresented. This study found there were 3 types of idiom; they are English Phrasal Compound,Figure of Speech and Slang. The translation shifts found in this novel only in Category Shift,they are structure shift, unit shift and intra-system shift. This study can also be a reference toother researchers to conduct the same topic with different points of view according to theirpurposes, object and usages.Keywords: idiom, translation, translation shift,ABSTRAKSkripsi ini berjudul “The Translation Shifts of Idiom in English-Indonesian Novel Allegiant byVeronica Roth”. Dalam menerjemahkan idiom, banyak permasalahan yang ditemukan olehpenerjemah, hal tersebut karena adanya kekurangan dalam kesetaraan tingkat yang berbedadari suatu idiom. Dalam translation, pergeseran tidak dapat dipisahkan karena tujuannyaadalah untuk mentransfer makna dari bahasa sumber ke dalam bahasa target.ada dua hal yangditeliti, (1) menjelaskan tentang jenis-jenis idiom (Hocket 1958), (2) menjelaskan jenis-jenispergeseran translation di idiom (Catford 1965). Data diambil dari idiom di Novel Allegiant dariVeronica Roth. Pengumpulan data yang digunakan adalah daftar pustaka dan dokumentasi.Metode kualitatif digunakan dalam menganalisa data. didalam skripsi ini ditemukan tiga jenisgaya bahasa, diantaranya English Phrasal Compound, Figure of Speech dan Slang. Pergeserandalam penerjemahan hanya Category Shift diantaranya structure shift, unit shift dan intrasystemshift. Penelitian ini bisa menjadi referensi bagi peneliti lainnya yang berminat dalamdunia penerjemahan.Kata kunci: idiom, penerjemahan, pergerseran penerjemahan
COHESIVE DEVICES IN NOVEL “GONE GIRL‟ BY GILLIAN FLYNN Ni Komang Novita Dewi; Yohanes Kristianto
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i2.199

Abstract

ABSTRACTThis paper entitled Cohesive Devices in Novel “Gone Girl”. This study concerns with the typesof cohesive devices occur in the novel and the meaning of cohesive devices that found in thenovel. The aims of this paper are to know the types of cohesive devices found in the novel andto find out the meaning of cohesive devices that found in the novel. The cohesive devices weretaken from the documentation method and library research. In completing the process ofcollecting the data, note taking technique was applied. The collected data were analyzeddescriptively. The data for this study belongs qualitative data. The main theory used in this paperwas theory of cohesion by Halliday and Hassan in their book “Cohesion in English” (1976).Besides. The finding showed the four types of cohesive devices proposed by Halliday andHassan, those are: 22 references, 6 substitutions, 43 conjunctions and 20 lexical cohesion occurin this study. The most dominant type of cohesive devices was conjunction because the novelconsist of many clauses so that needs to use many conjunction and the writer would like toconnect ideas within the text to make the readers easy to understand. Then the writer would liketo make that novel more interesting for the readers.Keywords: cohesion, cohesive devices, novelABSTRAKJudul penulisan ini adalah “Cohesive Devices in Novel “Gone Girl”. Penulisan ini mengenaitipe-tipe alat kohesif yang terdapat didalam novel dan makna dari alat-alat kohesif yangditemukan didalam novel. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui tipe-tipe alatkohesif yang ditemukan dalam novel dan untuk menemukan makna dari alat-alat kohesif yangditemukan dalam novel. Alat kohesif diambil dengan cara mengumpulkan data, yaitu mencatat.Pengumpulan data dianalisa secara deskriptif, data dalam penulisan ini termasuk datakualitatif. Teori utama yang dipakai dalam penulisan ini adalah teori tentang kohesi olehHalliday dan Hassan dalam buku mereka yang berjudul “Cohesion in English” (1976). Selainitu, dalam penulisan ini ditemukan 4 tipe-tipe alat kohesi berdasarkan teori dari Halliday danHassan, yaitu; 22 referensi, 6 substitusi, 43 konjungsi dan 20 kohesii leksikal. Dalam penulisanini, yang paling dominan adalah konjungsi karena novel ini terdapat banyak kalimat, sehinggaoleh karena itu diperlukan banyak konjungsi dan penulis ingin menggabungkan pemikirandengan teks sehingga para pembaca mudah untuk memahaminya. Kemudian penulis juga inginmembuat novel tersebut lebih menarik bagi para pembaca.Kata kunci: kohesif, alat kohesif, novel
THE TRANSLATION OF ENGLISH FIGURATIVE LANGUAGE IN MEAN GIRL MOVIE INTO INDONESIA Ni Luh Putu Krisnawati
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.276

Abstract

ABSTRACT  This research is focused on the English figurative language and its translation into Indonesiafound in the movie Mean Girl. The aims of this research are to find out the types of figurative language in English and its equivalence in Indonesia and to know the strategies used to translatethe English figurative language into Indonesian. The data of this study was taken from the movie Mean Girl released in the year of 2004. The data were collected through identifying thedialogues made by the character which are considered as figurative language and note taking thetranslation subtitle for the specific dialogue. The theory used for this research is the theory about the types of figurative language proposed by Henry Guntur Tarigan (2009) and the theoryproposed by Larson (1997) about translation strategies for figurative language. The findings shows that they are nine types of figurative language found in the Mean Girl movie, namelyantithesis, metaphor, simile, hyperbole, irony, paradox, sarcasm, euphemism and synecdoche andthe strategies used to translate the figurative language are translating the figurative language into its sense in TL and translating figurative language into figurative language in TL withoutreducing any meaning feature.  Key words: translation, figurative language, translation strategies.  ABSTRAK Penelitian ini difokuskan pada bahasa kiasan dalam bahasa Inggris dan terjemahannya kedalam bahasa Indonesia yang ditemukan dalam film Mean Girls. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bahasa kiasan dalam bahasa Inggris dan kesetaraan maknanyapada bahasa Indonesia dan untuk mengetahui strategi yang digunakan untuk menerjemahkan bahasa kiasan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Data penelitian ini diambil dari filmMean Girls yang dirilis pada tahun 2004. Data dikumpulkan melalui mengidentifikasi dialogyang dilakukan oleh karakter yang dianggap sebagai bahasa kiasan dan pencatatan subjudul terjemahan untuk dialog tertentu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teoritentang jenis bahasa kiasan yang diusulkan oleh Henry Guntur Tarigan (2009) dan teori yang diusulkan oleh Larson (1997) tentang strategi penerjemahan untuk bahasa kiasan. Temuanmenunjukkan bahwa ada sembilan jenis bahasa kiasan yang ditemukan dalam film Mean Girls,yaitu antitesis, metafora, simile, hiperbola, ironi, paradoks, sarkasme, eufemisme dan synecdoche dan strategi yang digunakan untuk menerjemahkan bahasa kiasan adalahmenerjemahkan bahasa kiasan sesuai dengan maknanya pada TL dan menerjemahkan bahasa kiasan dalam bahasa kiasan di TL tanpa mengurangi apapun dalam fitur makna.
IMPROVING THE STUDENTS’ ACADEMIC WRITING THROUGH RUBRICS AND PEER CORRECTION I Made Wardhana
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.277

Abstract

ABSTRACT This study attempted to find out the contributon of rubrics and peer correction as atechnique of teaching academic writing in the process of academic paragraph writing, in terms of,  what the students‟ perception on rubrics and peer correction is; what thestudents‟ writing achievement is through this technique; and what the correlation between the students‟ perception and their writing achievement is. Fifty one studentstaken from two classes, being exposed to the technique, were selected as the samples whose responses from the questionnaires showed that they had a very positive perceptiontowards the use of rubrics and peer correction in guiding them to write an academicparagraph; and there is a positive correlation between the students‟ positive perception and their academic paragraph writing achievement meaning that rubrics and peercorrection could help improve their writing achievement. Therefore, it could be suggested that rubrics could be applied as one of the favourable techniques to teachacademic paragraph writing as they were appropriate to be used as a guide to organize allcomponents of academic writing such as formats, punctuation and mechanics, content, organization and improve their ability in grammar and sentence structures (Oshima,2007) Keywords: rubrics, peer correction, academic writing.  ABSTRAK Studi ini mencoba untuk menemukan apa kontribusi rubrics dan peer correction dalamproses penulisan akademik, dalam hal bagaimana persepsi mahasiswa terhadap rubrics dan peer correction; bagaimana nilai penulisan paragraf akademik mahasiswa denganteknik ini, apakah ada korelasi antara rubrics dan peer correction dengan peningkatan nilai penulisan paragraf akademik mereka. Lima puluh satu mahasiswa yang diambil dari2 kelas yang diekspos dengan teknik ini dipilih sebagai sampel, yang responnya terhadapkuesioner menunjukkan bahwa mereka mempunyai persepsi yang sangat positif terhadap rubrics sebagai pedoman pengoranisasian penulisan paragraf akademik; dan peercorrection meningkatkan kemampuan grammar dan structure; serta terdapat korelasi positif antara persepsi mereka terhadap rubrics dan peer correction dengan prestasipenulisan paragraf akademik, yang berarti bahwa rubrics dan peer correction dapatmeningkatkan kemampuan penulisan akademik mereka; sehingga bisa direkomendasikan bahwa rubrics dapat dipakai sebagai salah satu teknik yang baik untuk meningkatkankemampuan penulisan paragraf akademik. Kata kunci: rubrics, peer correction, penulisan akademik paragraf.
POLITENESS MAXIM OF MAIN CHARACTER IN SECRET FORGIVEN Sang Ayu Isnu Maharani
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.278

Abstract

ABSTRACT Maxim of Politeness is an interesting subject to be discussed, since politeness has been taught since our childhood. We are obliques to be polite to anyone either in speaking or behave.Somehow we  manage to show politeness in our spoken expression though our intention mightbe not so polite. For example we must appreciate other’s opinion although we have objection towards the opinion.In this study, the analysis of politeness is based on maxim proposes byLeech. He proposed six types of politeness maxims. The discussion shows that the main character (Kristen and Kami) use all type of maxim in their conversation. The most commonlyuse are approbation maxim and agreement maxim. Key Word : politeness, maxim ABSTRAK Kesantunan dalam komunikasi sangat menarik untuk dikaji, sebab kita telah diajarkan sopan santun sejak kita kecil. Kita diwajibkan untuk senantiasa santun kepada siapa pun baik dalamtuturan maupun tindakan. Seiring dengan waktu, kita mampu menunjukkan kesantunan dalam bertutur walaupun tujuan kita untuk mengkritik. Sebagai contoh, kita diharapkan mampumenghargai pendapat orang lain walaupun kita keberatan dengan pendapat tersebut. Dalam penelitian ini, analisis tentang kesantunan didasarkan atas teori yang dicetuskan oleh Leech.Leech membedakan kesantunan menjadi enam kelompok. Analisis menunjukkan bahwa Kristen dan Kami menggunakan semua bentuk kesopanan yang ada dalam tuturan mereka. Bentukyang paling umum di pergunakan adalah approbation maxim dan agreement maxim. Kata Kunci : kesopanan, tuturan
EXPLICITATION AND IMPLICITATION IN THE LITERATURE TRANSLATION FOR CHILDREN Ni Made Diana Erfiani
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.279

Abstract

ABSTRACT This paper aims at investigating the occurrence of explicitation and implicitation in literarytranslation especially for children. The analysis focuses on determining the criteria, comparingthe degree of the two concepts, and finding the types of explicitation . The object to be investigated is a unidirectional parallel corpora of literature translation namely English FairyTale Vivia’s Undersea Adventure with its Indonesian translation Petualangan Vivia di Bawah Laut. The result of the analysis shows that in terms of criteria, literature translation for childrenshows slightly higher degree in explicitation compared with implicitation. The insignificantdegree of differentiation between the two concepts indicates that they occur as a “twin concept” that cannot be separated one another. It also deals with the feature of translationsituation which tends to explicate implicit messages in translation processes in order to make it easier to comprehend. In terms of type of explicitation, the analysis reveals that there are threetypes of explicitation occur in the literary translation for children namely obligatory, optional,and pragmatic types of explicitation. Keywords: explicitation, implicitation, twin concept, children literature  ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk menyelidiki kemunculan konsep eksplisitasi dan implisitasi padaterjemahan sastra terutama untuk anak-anak. Analisis berfokus pada penentuan kriteria, perbandingan tingkat kemunculan kedua konsep, serta penentuan tipe eksplisitasi karyaterjemahan. Obyek yang diteliti adalah korpora paralel searah karya sastra dalam bahasa Inggris yaitu dongeng yang berjudul Vivia’s Undersea Adventure yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia Petualangan Vivia di Bawah Laut. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam hal kriteria, hanya terdapat sedikit perbedaan antara tingkat kemunculan ekslpisitasidan implisitasi dalam terjemahan karya sastra anak-anak. Perbedaan yang tidak signifikanmenunjukkan bahwa eksplisitasi dan implisitasi merupakan “konsep kembar” yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Hal ini terkait pula dengan fitur terjemahan yang cenderungmenunjukkan upaya untuk menjelaskan pesan yang masih implisit sehingga teks lebih mudah untuk dipahami. Dalam hal tipe, hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga tipeeksplisitasi dalam terjemahan sastra anak-anak yaitu obligatori, opsional, dan pragmatik. Kata kunci: eksplisitasi, implisitasi, konsep kembar
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS DI KELAS XII IPA 1 SMA DWIJENDRA DENPASAR Putu Ayu Arya Windari
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.280

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to determine the learning ability of students in the English language conducted in class XII IPA 1, amounting to 40 students using problem-based learning(PBM) was performed in Dwijendra High School 2014-2015 school year. This study uses cognitive research consisting of 2 cycles. Each cycle consists of 6 levels, namely: knowledge(recalls and memorize), understanding (interpreting), application (using the concept of remedyto solve a problem), analysis (describing a concept), synthesis (combining parts into a conceptual whole concept), evaluation (comparing the values, ideas, methods). In the forms ofdetermine student learning outcomes the test results collected through study undertaken shaped descriptions of the end of each cycle. The results of the first cycle and secondly cycle studentshave increased score. Score of test results in the first cycle 70,00 (not exhaustive) to 80.00(completely) in the second cycle. Based on these results it can be concluded that the application of problem-based learning can improve thinking ability and learning outcomes ofstudents in class XII IPA 1 in Dwijendra High School 2013-2014 school year. Key words: problem based learning, thinking ability ABSTRAK  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan belajar siswa dalam menggunakanbahasa Inggris yang dilakukan di kelas XII IPA 1 yang berjumlah 40 siswa dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah (PBM) yang dilakukan di SMA DwijendraDenpasar tahun pelajaran 2014-2015. Penelitian ini menggunakan penelitian kognitif yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 6 tingkatan yaitu: pengetahuan (mengingat danmenghapal), pemahaman (menginterpretasikan), aplikasi (menggunakan konsep untkmemecahkan suatu masalah), analisis (menjabarkan suatu konsep), sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi suatu konsep utuh), evaluasi (membandingkan nilai-nilai, ide,metode). Untuk mengetahui hasil belajar siswa dikumpulkan melalui test hasil belajar berbentuk uraian yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Dimana hasil dari siklus I dan siklusII siswa mengalami peningkatan nilai. Nilai hasil test pada siklus I 70,00 (tidak tuntas)menjadi 80,00 (tuntas) pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan hasilbelajar siswa di kelas XII IPA 1 di SMA Dwijendra Denpasar tahun ajaran 2013-2014. Kata Kunci : Pembelajaran berbasis masalah

Page 2 of 18 | Total Record : 175