cover
Contact Name
Ni Nyoman Tri Sukarsih
Contact Email
litera@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
litera@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali, 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Litera : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24426865     EISSN : 25487639     DOI : 10.36002
Core Subject : Education,
Jurnal ini menyajikan hasil-hasil penelitian dan hasil pemikiran yang berada pada ranah bahasa dan sastra. Kajian-kajian ilmiah terdiri atas delapan artikel yang menerapkan teori mikro dan makro linguistik untuk membedah fenomena kebahasaan yang ada pada masyarakat. Peran bahasa dan sastra sangat besar terhadap perkembangan dan pembangunan kebahasaan khususnya, yang diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa secara umum.
Articles 175 Documents
PAPUA DALAM JEJARING BAHASA POLITIK DAN POLITIK BAHASA: STUDI KASUS UU OTONOMI KHUSUS PAPUA Hugo Warami
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.281

Abstract

ABSTRAK Tanah Papua merupakan salah wilayah di Indonesia yang diberikan kewenangan khusus dalambentuk Undang-Undang No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus yang disebut sebagai political will negara kepada rakyat Papua. Dasar pemberiannya adalah bahwa penyelenggaraanpemerintah dan pelaksanaan pembangunan di Papua selama berintegrasi dengan Indoensia belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan, kesejahteraan, mewujudkan penegakan hukum,dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia bagi rakyat Papua. Kajian ini bertujuanmengungkapkan UU Otsus Papua sebagai sebuah wacana publik kekuasaan yang di dalamnya mengandung sejumlah kewenangan dan kebijakan,sertadapat mengeksplorasi bentuk lingualdalam jejaring bahasa politik dan politik bahasa pada sistem pemerintahan Republik Indonesia. Bahasa politik yang terurai atas teks-teks politik sering diidentikkan dengan bahasa birokrasipemerintah sebagai alat kekuasaan negara. Bahasa politik tersebut dikemas dalam bentukslogan atau propaganda, bahasa penguasa (pejabat pemerintah), leksikon, ungkapan, metafora, dan lain sebagainya yang dapat digunakan untuk kepentingan politik, yakni sebagai alat danpraktik politik. Dalam konteks politik lokal Papua, penggunaan bahasa politik dapat diimplementasikan melalui pidato-pidato politik atau dokumen negara lainnya tentang  status,situasi, dan kondisi sosial politik tanah Papua (otonomi khusus, pemekaran, dan merdeka)dalam rangka memperkokoh bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akan tetapi, implementasi UU Otsus Papua tidak diimbangi oleh politik bahasa yang memadai dan seringtidak konsisten. Akibatnya politik bahasa menimbulkan kekerasan psikis  atau kekerasan simbolik. Kata Kunci: Papua, bahasa politik, dan politik bahasa ABSTRACT Land papua is a region in indonesia that given special authority in the form of a statute no. 21 years 2001 on special autonomy called as political will state to the people papua. It is basedon the implementation of the government and the implementation of development in Papua during the integration with Indonesia has not been fully meet the sense of justice , welfare ,manifesting law enforcement , and respect for human rights for the people of papua . Aim ofthis study is to express law of special authority of Papua  as a public discourse power in which contain some  authority and policy, and also to explore the form of lingual in a political andpolitical language for the administration system of the republic of Indonesia. Political language that breaks down over political texts is identical with language of governmentbureaucracy as a means of the powers of the state. Those political language is in the form of                                       slogan or propaganda , language of ruler (government officials), a lexicon, expression, ametaphor, and others that can be used for political purposes, namely as a tool and political practices. In the context of Papua’s local politic, the use of political language be able to beimplemented through political speeches or document about the status, situation, political and social conditions in Papua, in order to strengthen a frame of national unity of the IndonesianRepublic. But, the implementation of special authority of law in Papua is not followed bypolitics language sufficient and often inconsistent .As a result political language cause violence is psychical or violence symbolic .  Keywords : Papua, language for politics, political language
STRATEGI PENERJEMAHAN FILM BARNEY Agus Darma Yoga Pratama
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.282

Abstract

ABSTRAK  Penerjemahan film adalah penerjemahan makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran melalui empat aspek semiotik, yaitu: dialog, teks alih bahasa, musik, dan gambar. Penelitianpenerjemahan film yang berjudul Strategi Penerjemahan Film Barney bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan yang digunakan untuk menyampaikan makna dalambahasa yang sederhana untuk anak-anak. Pemilihan strategi dalam penerjemahan film anak harus mudah untuk dipahami oleh penonton karena film anak banyak mengandung pesan moralyang sangat penting. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang sumber databerasal dari film Barney yang berjudul Berhitung. Film Barney menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sumber dan bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran. Teori yang digunakandalam menganalisis strategi penerjemahan adalah teori Tomaszkiewicz (1993). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang paling sering digunakan adalah literal dan adaptasi.Kedua strategi tersebut mampu membuat bahasa menjadi lebih sederhana dan mudah dipahamioleh anak-anak. Pesan moral yang ditemukan dalam film adalah sifat tidak mudah menyerah, mengontrol emosi, dan belajar sambil bernyanyi gembira. Film Barney adalah film anak yangpenuh dengan ujaran-ujaran yang ekspresif dan didukung dengan efek suara, musik, dan lagu yang bervariasi.Keywords: teks alih bahasa, bahasa sumber, bahasa sasaran, strategi. ABSTRACT Movie translation is the translation of meaning from the source language to the targetlanguage through four semiotic aspects: dialogue, subtitles, music, and pictures. The translation research film titled Barney's Translation Strategy aims to analyze the translationstrategies used to convey meaning in simple language for children. The selection of strategies in child film translation should be easy for the audience to understand because the child filmcontains a very important moral message. This research is a qualitative descriptive researchwhose source data comes from Barney movie entitled Counting. Barney's film uses English as the source language and Indonesian as the target language. The theory used in analyzingtranslation strategy is Tomaszkiewicz (1993). The results of this study indicate that the most commonly used strategies are literal and adaptation. Both strategies are able to make thelanguage more simple and easily understood by children. The moral message found in the filmis the nature of not giving up, controlling emotions, and learning while singing joyfully. Barney's movie is a child's movie filled with expressive expressions and is supported byvarious sound effects, music and songs. Keywords: translation text, source language, target language, strategy
RELASI MAKNA LEKSIKON TIING DALAM BAHASA BALI BERBASIS LINGKUNGAN Gek Wulan Novi Utami
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.283

Abstract

ABSTRAK       Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan relasi makna antarleksikal berkenaan dengan tanaman bambu dalam bahasa Bali dan penggunaan praksis sosial sebagai lingkungan bahasaterkait dengan keseimbangan hidup. Data penelitian ini adalah data lisan dan data tertulis sebagai data pendukung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif. Data dikumpulkan dengan pengamatan mendalam dan wawancara serta dibantu dengan teknik catat dan rekam. Dari penelitian ini diperoleh hasil, yaitu ditemukan meronimidan taxonomi hiponim bambu dalam bahasa Bali dan leksikon terkait terbentuk dari praksis sosial yang membangkitkan sifat ekologis manusia untuk upaya pelestarian.Kata kunci: ekolinguistik, relasi makna, bambu, bahasa Bali ABSTRACT The aim of this research is to find the semantic relation between lexicons of tiing „bamboo‟ inBalinese and to know social praxis usage as a language environment which is linked to life balance. The collected data are spoken data and written data as supporting data. Thisresearch is explained descriptively and is conducted with qualitative approach. It is collected by observation and depth interview, and also is assisted by recording and note takingtechniques. Based on the research, the findings are meronymy and taxonomic hyponym ofbamboo in Balinese and the related lexicons are formed by social praxis which are able to raise Balinese people‟s preservation efforts as ecologic human. Keywords: Ecolinguistics, semantic relations, bamboo, Balinese
RESEARCHING THE -ING FORMS IN ENGLISH I Gusti Nyoman Putra Kamayana
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.284

Abstract

ABSTRACT  The use of -ing form is enormously extensive in English and possibly poses some conceptualgrammatical difficulties for English teachers and learners . On the one hand, -ing morpheme is attached to a verbal base resulting in a verbal form and function . such form and function canbe assumed to be the default case . on the other hand, -ing morpheme can be also attached to a verbal base, but bring about adjectival and nominal functions. In relation to such usages of -ing, Nida (1949) suggests that -ing should simply be treated as a single morpheme with various usages. As a matter of fact, despite being used as a noun or adjective , -ing forms still keeptheir verbal force. The case of -ing forms uncovers the point where word-class indeterminacyexists and therefore they are prevailingly regarded as trans-categorial , a sort of ‘hybrid category’ and ‘seem to be core members of more than one category simultaneously’(Alexiadou 2013 : Malouf 1996) . The paper has two objectives: firstly, to elaborate the idiosyncrasies of -ing forms which are certainly valuable for English teaching and learning andsecondly, to examine the distributions of -ing form in a small English Narrative corpus byemploying a quantitative analysis.  Key words : -ING form, nominal gerund, present particip le, verbal gerund  ABSTRAK Penggunaan bentuk -ing sangat luas dalam bahasa Inggris dan mungkin menimbulkan beberapa kesulitan gramatikal konseptual untuk guru bahasa Inggris dan peserta didik. Disatu sisi, morfem melekat pada basis verbal sehingga menghasilkan bentuk dan fungsi verbal. Bentuk dan fungsi semacam itu bisa diasumsikan sebagai kasus yang sering terjadi. Di sisilain, morfem juga bisa dikaitkan dengan basis verbal, namun menghasilkan fungsi adjectival dan nominal. Sehubungan dengan penggunaan-penggunaan semacam itu, Nida (1949)mengemukakan bahwa - seharusnya hanya diperlakukan satu morfem tunggal dengan berbagai penggunaan. Sebenarnya, meski digunakan sebagai kata benda atau kata sifat,bentuknya tetap mempertahankan kekuatan verbal mereka. Kasus bentuk-bentuk mengungkaptitik di mana ketidakpastian kelas kata ada dan karena itu mereka dianggap sebagai trans-categorial, semacam 'kategori hibrida' dan 'tampaknya merupakan anggota inti dari lebih darisatu kategori secara bersamaan' (Alexiadou 2013 : Malouf 1996). Makalah ini memiliki dua tujuan: pertama, untuk menguraikan keistimewaan bentuk-bentuk yang tentu saja sangatberharga untuk pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris dan kedua, untuk memeriksadistribusi bentuk       -ing dalam sebuah Narasi bahasa Inggris kecil dengan menggunakan analisis kuantitatif. Kata kunci: bentuk -ing, nominal, verbal
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA TERHADAP PEMAKAIAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Komang Tri Sutrisna Agustia
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.316

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis interferensi Bahasa Indonesia dalam pemakaian Bahasa Inggris pada siswa/i kelas VIII SMPK 2 Harapan Untal-Untal. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa hasil penerjemahan teks sederhana yang dilakukan oleh siswa/i kelas VIII SMPK 2 Harapan Untal-Untal kemudian dari hasil penerjemahan tersebut akan dianalisa jenis interferensi apakah yang muncul pada siswa/i tersebut. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode penelitian observasi dan literatur. Data-data yang telah dikumpulkan berupa hasil terjemahan sederhana dari para siswa/i akan dianalisis secara deskriptif menggunakan teori yang berkaitan untuk mengetahui apa jenis interferensi yang ditemukan pada siswa/i kelas VIII SMPK 2 Harapan Untal-Untal dan mencari jalan keluar untuk mengurangi bahkan menghilangkan interferensi Bahasa Indonesia itu sendiri. Hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui tingkat inteferensi Bahasa Indonesia dalam pemakaian Bahasa Inggris pada siswa/i kelas VIII SMPK 2 Harapan Untal-Untal. Kemudian menemukan upaya-upaya praktis yang harus dilakukan agar interferensi tersebut tidak bertambah sehingga pemakaian serta pemahaman terhadap Bahasa Inggris dapat dilakukan semaksimal mungkin.Kata kunci: Interferensi, teks, Bahasa Indonesia, Bahasa InggrisABSTRACTThis study aims to determine the type of Indonesian interference in the use of English in students of class VIII SMPK 2 Harapan Untal-Untal. This research was conducted by analyzing the result of simple text translation done by the students of VIII SMPK 2 Harapan Untal-Untal then from the translation result will be analyzed what kind of interference that appear among the students. Methods of data collection in this study using observational research methods and literature. The data that have been collected in the form of simple translation results from the students will be analyzed descriptively using related theories to find out what kind of interference is found in the students of class VIII SMPK 2 Hope Untal and find a way out to reduce and even eliminate the Indonesian interference itself. The results to be achieved in this research is to know the level of Indonesian language inteference in the use of English in the students of class VIII SMPK 2 Hope Untal-Untal. Then find the practical efforts to be done so that interference is not increased so that the use and understanding of English can be done as much as possible.Keywords: interference, text, Indonesian, English
SYSTEMIC LINGUISTIC ANALYSIS OF TEXT APPRAISAL ON STUDENTS’THESES WRITING IN ENGLISH Magdalena Ngongo
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i1.328

Abstract

ABSTRACT This paper is aimed to describe text appraisal of thesis writing, as one of the requirements tofulfil undergraduate degree of English teaching. There are 10 English theses writing taken to beanalyzed qualitatively. These theses are written by undergraduate students who got „A‟ grade intheir theses examination. Based on the analysis, it was found out that in thesis writing, text appraisal employed covers three types of attitude, namely affect, appreciation and judgments. Inaddition graduation and engagement can be also included in language evaluation in whichengagement is the most used. Referring to the attitude, judgment is more used than affect andappreciation. This fact indicates that the students‟ theses  writing more personal and emotionalthan appreciative. Engagement was also most used than graduation. This fact indicates thatundergraduate students make use of types  of  expand namely,  entertain as  well  as attribute,whereas in graduation they more concerned for intensification and quantification and had very limited concerns or even ignored the use of sharpening and softening resource. This fact mightsuggest that students should be taught and trained more relating to writing, such as academicwriting that specifying in evaluating language.  Keywords: text appraisal, theses writing, systemic  ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penilaian teks penulisan skripsi, sebagai salah satusyarat untuk memenuhi gelar sarjana mengajar bahasa Inggris. Ada 10 skripsi dalam BahasaInggris dianalisis secara kualitatif. Skripsi ini ditulis oleh mahasiswa yang mendapat nilai 'A' dalam ujian skripsi mereka. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa dalam penulisan skripsi,teks penilaian yang digunakan mencakup tiga jenis sikap, yaitu mempengaruhi, penghargaandan penilaian. Evaluasi bahasa yang paling digunakan. Mengacu kepada sikap, penilaian lebihdigunakan daripada pengaruh dan penghargaan. Fakta ini menunjukkan bahwa skripsimahasiswa ditulis dengan lebih pribadi dan emosional. Keterlibatan juga paling seringdigunakan daripada kelulusan. Fakta ini menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan jenismemperluas sedangkan dalam kelulusan mereka lebih cenderung untuk intensifikasi dan kuantifikasi dan memiliki perhatian yang sangat terbatas atau bahkan mengabaikan penggunaan                                                                                                                          sumber daya. Fakta ini mungkin menunjukkan bahwa siswa harus diajarkan dan dilatih lebihlanjut berkenaan dengan cara menulis, seperti menulis akademik yang menentukan dalammengevaluasi bahasa. Kata kunci: appraisal teks, penulisan skripsi, sistemik
COMPARISON DEGREE OF ADJECTIVES Ni Luh Desy Suari Dewi
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i1.329

Abstract

ABSTRACT There are many topics and materials of English which can be taught at school to university. One of the most interesting materials is about comparison. Comparison is the process for comparingthing, person or places through the level of quantity, quality or relation. In comparison degree, there are some rules that must be followed in changing the adjectives form. The discussions ofthis study are focused on the definition and the form of degree of comparison, and also the students’ understanding in the form of degree of comparison.  The data in this study were takenfrom twelve students of eighth grade students by giving them two worksheets about comparisondegree. The technique which is used in analyzing the data is qualitative. The data will be analyzed based on theory of comparison degree especially about the form of comparative andsuperlative degree to know the students’ understanding about comparison degree.  Based on the discussion, it can be concluded that the eighth grade students had known about the comparison,but they must be more aware in changing the basic form of adjectives into the comparative andsuperlative form. Therefore, the students need to study more about the rule of changing the basic form of adjective into the comparative and superlative form. Key words: Adjective, comparison degree, comparative degree, superlative degree ABSTRAK Terdapat berbagai macam topik dan materi bahasa Inggris yang bisa dipelajari di sekolahsampai tingkat universitas. Salah satu materi yang paling menarik adalah tentang perbandingan. Perbandingan adalah sebuah proses membandingkan sesuatu, orang ataupuntempat dalam hal kualitas, kuantitas ataupun tingkat hubungan. Dalam perbandingan,  ada beberapa aturan yang harus diperhatikan dalam mengubah bentuk kata sifat sesuai dengantingkat perbandingannya. Pembahasan dalam tulisna ini menitikberatkan pada definisi dan bentuk – bentuk perbandingan serta pemahaman siswa terhadap bentuk – bentuk yang adadalam perbandingan. Data dalam tulisan ini diambil dari 12 orang siswa SMP yang duduk dikelas delapan. Teknik yang digunakan dalam analisa data adalah teknik kualitatif. Data yang diperoleh akan dianalisa berdasarkan teori tingkat perbandingan terutama tentang perubahanbentuk dasar kata sifat menjadi bentuk  komparatif dan superlatif untuk mengetahui kemampuan siswa dalam tingkat perbandingan. Berdasarkan hasil analisa, dapat disimpulkan bahwa siswakelas delapan telah mengetahui tentang materi perbandingan, akan tetapi siswa harus lebihberhati-hati dalam mengubah kata sifat dalam tingkat perbandingan komparatif dan superlatif. Oleh sebab itu, siswa harus lebih banyak mempelajari aturan-aturan dalam mengubah kata sifatdalam perbandingan. Kata kunci: Kata sifat, perbandingan, perbandingan komparatif, perbandingan superlatif.
IMPROOVING THE ABILITY OF MOTHER LANGUAGE PRONUNCIATION IN MILD DOWN SYNDROME CHILDREN Bayu Islam Assasaki
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i1.330

Abstract

ABSTRACT The importance of communication could not be rejected for all of human being. Theimportant of communication skill was also required Down Syndrome children. Therefore this study would observed the pronunciation problem in mother language for children with MildDow Syndrome. The method of this study covered data source which was taken from children with Mild Down Syndrome 8 to 10 years old,  data collection which was obtainedfrom investigated the children nad the data was analyzed buy identifying the pronunciationproblem and applied the intensive teaching method to solve it.  Key Words: Mild Down Syndrome, pronunciation problem and intensive Teaching Method. ABSTRAK Pentingnya komunikasi tidak bisa dipungkiri oleh semua manusia. Pentingnya keterampilan komunikasi juga diperlukan oleh anak penderita Down Syndrome. Oleh karena itu penelitianini akan mengamati masalah pengucapan bahasa ibu bagi anak-anak dengan Mild Down Sindrom. Sumber data diambil dari anak-anak dengan Mild Down Sindrom berusia 8 sampai10 tahun, pengumpulan data yang diperoleh dianalisis dengan mengidentifikasi masalah pengucapan dan menerapkan metode pengajaran yang intensif untuk mengatasi masalahtersebut. Kata kunci: Mild Down Sindrom, masalah pengucapan dan metode pengajaran intensif
THE ANALYSIS OF READING SPEED AND COMPREHENSION ON ENGLISH TEXTS BY THE STUDENTS OF CLASS VII B SMP NEGERI 3 MENGWI I Gede Neil Prajamukti Wardhana
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i1.331

Abstract

ABSTRACT Speed reading is not usually accompanied by good comprehension (Sutjiati Beratha, 2006).That is why an effective and efficient reading skill is needed to make balance on reading speed and comprehension. Reading is also the one of the subjects which have importantfunction in learning English. The theory used to analyze is SRA Reading Laboratory® Blue2C which are consists of Rate Builder test and Power Builder test. The first problem is to analyze the reading speed and comprehension of the students of class VII B in SMP Negeri 3 Mengwi. The second problem is to find out the objections the reading speed and comprehension of the students of class VII B in SMP Negeri 3 Mengwi. As the result of thisstudy for reading speed and comprehension of the students of class VII B  in SMP Negeri 3Mengwi were under standard level from  the average difficulty 200-300 words per minute for reading speed and comprehension with 70 %.  Keywords: reading speed, comprehension, analyze, result ABSTRAK Kecepatan membaca biasanya tidak disertai dengan pemahaman yang baik (Sutjiati Beratha,2006). Itulah sebabnya keterampilan membaca yang efektif dan efisien diperlukan untuk membuat keseimbangan pada kecepatan membaca dan pemahaman. Membaca jugamerupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki fungsi penting dalam belajar bahasa Inggris. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah SRA Reading Laboratory® Blue2C yang terdiri dari Rate Builder test dan Power Builder test. Masalah pertama adalah untuk menganalisis kecepatan membaca dan pemahaman siswa kelas VII B SMP Negeri 3Mengwi. Masalah kedua adalah untuk mengetahui keberatan kecepatan membaca danpemahaman siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Mengwi. Sebagai hasil dari studi ini untuk kecepatan membaca dan pemahaman siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Mengwi berada dibawah tingkat standar dari kesulitan rata-rata 200-300 kata per menit untuk kecepatan membaca dan pemahaman dengan 70%.Kata kunci: kecepatan membaca, pemahaman, analisis, hasil
THE PROFILE OF COMMUNICATION STRATEGIES USED BY JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS IN TEACHING AND LEARNING PROCESS IN SMPK 1 HARAPAN DENPASAR Ni Putu Lindawati
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i1.332

Abstract

ABSTRACT This study aimed at describing Communication Strategies used by Junior High School English teachers in SMPK 1 Harapan Denpasar. It includes kinds of Communication Strategies, thereasons of the use of Communication Strategies and the students perception towardCommunication Strategies used by the teachers. The subjects of this study were Junior High School English teachers of the eighth grades of SMPK 1 Harapan Denpasar. The data werecollected by using some instruments namely observation sheet, questionaire and interview guide. The kinds of Communication Strategies were gathered by observing and recording the teacherduring teaching and learning process, while the questionnaire was used to investigate thestudents perception toward the Communication Strategies used by the teachers. The results of this study showed that there were 14 kinds of Communication Strategies used by the teachers.Code switching strategy was the most frequently used by the teachers. It occurred for 35 times in teaching and learning process. The reasons of the teachers used those strategies were to improvethe students speaking abilities during teaching and learning process, and made them understoodthe material. The data also showed that the teachers got positive perception from their students in applying Communication Strategies during teaching and learning process. Key words: Communication strategies, english teacher, teaching and learning process. ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi komunikasi yang digunakan oleh guru-guruSMP bahasa Inggris di SMPK 1 Harapan Denpasar. Ini termasuk jenis strategi komunikasi. Alasan menggunakan strategi komunikasi yaitu untuk mengarahkan peserta didik ke arahstrategi komunikasi yang digunakan oleh para guru. Subyek penelitian ini adalah guru-guru bahasa Inggris kelas VIII B SMPK 1 Harapan Denpasar. Data yang dikumpulkan denganmenggunakan beberapa instrumen yaitu pengamatan, lembar kuesioner dan wawancara. Jenis strategi komunikasi ini dilakukan dengan cara mengamati dan merekam kegiatan para guruselama kegiatan belajar mengajar, sementara kuesioner tersebut digunakan untuk melakukanpenelitian kepada peserta didik ke arah strategi komunikasi yang digunakan oleh para guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 14 jenis strategi komunikasi yang digunakan olehpara guru. Strategi alih kode adalah strategi yang paling sering digunakan oleh para guru. Itu terjadi pada 35 kali pada kegiatan belajar mengajar. Alasan para guru menggunakan strategikomunikasi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para peserta didik selama berbicara                                                                                                                          bahasa Inggris, mengetahui kegiatan mereka selama belajar mengajar, dan guru tersebutmampu membuat mereka untuk memahami materi tersebut. Data tersebut juga menunjukkan bahwa para guru mendapatkan persepsi yang positif dari para peserta didik mereka dalammenerapkan strategi komunikasi pada kegiatan belajar mengajar. Kata kunci: Strategi komunikasi, guru bahasa inggris dan kegiatan belajar mengajar.

Page 3 of 18 | Total Record : 175