cover
Contact Name
Ni Nyoman Tri Sukarsih
Contact Email
litera@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
litera@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali, 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Litera : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24426865     EISSN : 25487639     DOI : 10.36002
Core Subject : Education,
Jurnal ini menyajikan hasil-hasil penelitian dan hasil pemikiran yang berada pada ranah bahasa dan sastra. Kajian-kajian ilmiah terdiri atas delapan artikel yang menerapkan teori mikro dan makro linguistik untuk membedah fenomena kebahasaan yang ada pada masyarakat. Peran bahasa dan sastra sangat besar terhadap perkembangan dan pembangunan kebahasaan khususnya, yang diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa secara umum.
Articles 175 Documents
PENERJEMAHAN METAFORA KONSEPTUAL PADA PERUMPAMAAN INJIL LUKAS Ni Nyoman Tri Sukarsih
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i1.333

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aplikasi metafora konseptual dalam perumpamaan yang terdapat dalam Injil Lukas dan strategi penerjemahan yang diterapkan dalammenerjemahkan metafora konseptual dari Bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam bentuk analisis teks yang digunakan untukmenganalisis karya penerjemahan berdasarkan korpus paralel dari English version New Living Translation Bible diterbitkan tahun 2008 oleh Lembaga Alkitab Indonesia (teks sumber subkorpus) dan terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia (teks target sub korpus). Ungkapanungkapanmetaforis pada kedua sub korpus diidentifikasi menggunakan teknik reduksi data dengan cara data dikumpulkan, diseleksi, disederhanakan dan diabstraksikan. Setelah dilakukanpemetaan konseptual terhadap perumpamaan ditemukan metafora konseptual yang meliputi ketiga jenis kategori dari metafora konseptual, yaitu  metafora orientasional, metafora ontologis,dan metafora struktural. Untuk mengatasi masalah dalam penerjemahan metafora konseptual,penerjemah menerapkan strategi penerjemahan yang berorientasi pada bahasa target (BT) berdasarkan penerapan sejumlah teknik penerjemahkan. Katakunci: metafora konseptual, strategi penerjemahan. ABSTRACT This study aims to explore the application of conceptual metaphor in the parable found in Lukeand translation strategies adopted in the conceptual metaphors translate from English into Indonesian. This study used qualitative methods in the form of text analysis is used to analyze thework of translation based on a corpus of parallel English Version New Living Translation Bible was published in 2008 by Lembaga Alkitab Indonesia (text source sub corpus) and its translationinto Indonesian (target text sub corpus) , Metaphorical expressions in the two sub corpus identified using data reduction techniques with the way data is collected, selected, simplified andabstracted. After the conceptual mapping of the parable is found conceptual metaphor thatincludes three types of categories of conceptual metaphor, namely orientasional metaphor, ontological metaphor and structural metaphor. To overcome the problem of conceptualmetaphor in translation, the translator translation-oriented strategy in the target language (BT) by the application of a number of translating techniques.Keywords: conceptual metaphor, translation strategies
HITAM PUTIH PARIWISATA BUDAYA DALAM PERSPEKTIF SEMIOTIKA LINGUISTIK Ni Wayan Mekarini
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i1.334

Abstract

ABSTRAK Menerima fakta bahwa Bali sebagai tujuan wisata membuat orang membiarkan arus orangdatang dan menikmati aset yang dimiliki oleh Bali. Pengunjung juga membawa kebiasaan mereka dan itu dilakukan di sini di negeri ini dan dalam beberapa kasus orang lokalmengadopsinya. Hal positifnya, apa yang pernah dilakukan sejak lama mungkin ditingkatkan sesuai dengan persepsi dunia global untuk membiarkan semua orang mendapat kepuasan dalammenikmati liburan. Makalah ini membahas pandangan para wisatawan mancanegara maupundomestik mengnai Pulau Bali itu sendiri. Kebanggaan dan makna yang lebih rendah lainnya dilakukan dalam bentuk slogan-slogan dan dalam memahaminya memerlukan pemahaman yanglebih dalam. Sebuah lexis besar dapat menampung dua atau lebih lapisan makna dalam pengertian yang berbeda. Semantik, kata dieksplorasi dengan menerapkan teori semiotik(Barthes, 2007) untuk mendapatkan hubungan yang lebih mendalam antara makna yangterkandung di dalamnya. Penelitian dilakukan pada masyarakat sosial dan ditemukan bahwa beberapa kata yang membuat kita bangga juga mengandung nilai yang lebih rendah. Keywords: makna, label, nilai, kebanggaan ABSTRACT Accepting Bali as tourism destination made people let the flow of people come and enjoy theisland. Visitors also bring their habit and made it done here in the country  and in some cases local people adopt it. Positively, what got in previous centuries might be upgraded according tothe world-wide perception to let everybody got satisfaction vacation. This paper discuss various utterances of how visitors and domestics  see the island of Bali. Pride  and other lower meaningsare carried out in the slogans  which is needed deeper understanding. A great lexis may accommodate two or more layers of meaning in different senses. Semantically, words  areexplored by applying semiotics  theory  (Barthes, 2007) to gain deeper relationship betweenthose meaning contained. The research is done in social community and found out that some words which make us proud  also contain lower value.  Keywords:  meaning, label, humanism, value, prid
HOSPITALITAS SEBAGAI ALAT KESADARAN MUKA DALAM INTERAKSI LAYANAN DI RANAH PARIWISATA Yohanes Kristianto
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i1.335

Abstract

ABSTRAK  Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik bahasa dalam interaksi layanan di ranah pariwisata di Bali. Muka merupakan konsep citra diri penyedia jasa dan pelanggan dalaminteraksi layanan, sedangkan hospitalitas merupakan prinsip-prinsip umum yang menjadi kaidah bagi berlangsungnya praktik interaksi layanan dalam ranah pariwisata. Secara teoretis,hospitalitas mengacu pada sikap menerima atau menyambut orang asing. Sedangkan secara empiris, hospitalitas dimaknai sebagai keramahtamahan. Hospitalitas menjadi representasipenyedia layanan ketika memberikan layanan kepada pelanggan. Basis interaksi layanan dalampariwisata adalah relasi tuan rumah-tamu (host-guest) yang direalisasikan dengan tindak komunikasi. Secara linguistik, tindak komunikasi dapat dipahami dalam bentuk tuturan-tuturanyang mengandung tindakan (tindak tutur). Setiap tindak tutur memiliki resiko untuk mengancam citra diri penyedia jasa maupun pelanggan. Tulisan ini mengidentifikasikan dan mendeskripsikanpraktik bahasa sebagai representasi hospitalitas dalam interaksi layanan di ranah pariwisata.  Kata kunci: hospitalitas, praktik bahasa, tindak tutur, muka ABSTRACT This article aims to describe the practice of language in the service interaction in the sphere of tourism in Bali. The face is the concept of self -image service providers and customers in aservice interaction, while's Hospitality are general principles that became the rule f or the continuity of the service interaction practices in the realm of tourism. Theoretically's Hospitalityrefers to accepting or welcoming strangers. While empirically's Hospitality interpreted ashospitality. The representation's Hospitality service providers when delivering services to customers. Base service interaction in tourism is a host -guest relations (host-guest) wererealized by acts of communication. Linguistically, acts of communication can be understood in the form of speech-speech that contains the action (speech acts). Each speech acts have a risk tothreaten the self-image of the service provider and the customer. This paper identifies anddescribes the practice of languages as representations's Hospitality in a service interaction in the sphere of tourism. Keywords: hospitality, practice of language, speech act, face
IT-PRONOMINAL REFERENCE COHESION DEVICE AND THE TRANSLATION INTO INDONESIAN IN DESCRIPTIVE TEXT ENTITLED “THE CULTURAL AND POLITICAL DRAIN” Km Tri Sutrisna Agustia
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2016): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v2i1.336

Abstract

ABSTRACT Translation is a process of change the form of a text from one language to another languagewithout losing the meaning of the text itself. In the process, the translation requires an adequate understanding of detail that greatly affect the outcome of the translation itself. In this paperdiscussed about how the translation process pronoun it sourced from deksriptip text with Englishas the source language and Bahasa Indonesia as the target language. In addition to the translation process, one other thing that can be studied in this paper is on the level of accuracy in thetranslation of the pronoun it. Found that in the translation process found some low degree of translation accuracy. It was caused by a translator can not find the equivalent terms andgrammatical structure of the text. Keywords: translation, meaning, pronoun, equivalent, grammatical structure ABSTRAK Penerjemahan merupakan proses perubahan bentuk sebuah teks dari bahasa satu ke bahasayang lain tanpa kehilangan makna dari teks itu sendiri. Dalam prosesnya, penerjemahan memerlukan pemahaman detail yang memadai yang sangat mempengaruhi hasil dari terjemahanitu sendiri. Dalam tulisan ini dibahas mengenai bagaimana proses penerjemahan pronomina it yang bersumber dari teks deksriptip dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa sumber dan BahasaIndonesia sebagai bahasa target. Selain proses penerjemahan, satu hal lain yang ditelaah dalam tulisan ini adalah mengenai tingkat akurasi dalam penerjemahan pronomina it itu sendiri. Ditemukan, bahwa  dalam proses penerjamahan ditemukan beberapa tingkat  akurasi  penerjemahan yang rendah. Hal itu  disebabkan  oleh  penerjemah yang tidak dapat menemukanistilah dan susunan gramatikal teks yang sepadan dari bahasa sumber ke bahasa target. Kata kunci:   penerjemahan, makna, pronomina, sepadan, susunan gramatikal
THE PROCEDURE OF TRANSLATION IN TRANSLATING CULTURAL TERM ON BALI TRAVEL NEWS Ni Kadek Riska Wirayanti; Ni Md. Diana Erfiani; Km. Tri Sutrisna Agustia
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2018): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v4i1.591

Abstract

ABSTRACTThis paper aims to analyzing the cultural term and procedure of translation in translating cultural terms thatfound in Bali Travel News. Theory that applied in this study is from theory of cultural category (Newmark,1988:95) to categorize the cultural term, theory of procedure of translation by Newmark (1988) to analyzethe procedure and componential analysis (Newmark, 1988:114) to show the differences of the feature ofsource language and target language. From the result of the study, there are found (1) the types of culturalterm related to ecology, material culture, social organization and additional terms related to equipment, (2)procedure of translation which are applied in this study are literal, transference, naturalization, culturalequivalent, functional equivalent, descriptive equivalent, modulation and additional.Keywords: cultural terms, procedure of translation, componential analysis, newspaperABSTRACTTulisan ini bertujuan untuk menganalisis istilah budaya dan prosedur penerjemahan dalammenerjemahkan istilah budaya yang ditemukan di Bali Travel News. Teori yang digunakan dalampenelitian ini adalah teori kategori budaya (Newmark, 1988: 95) untuk mengkategorikan istilah budaya,teori prosedur penerjemahan oleh Newmark (1988) untuk menganalisis prosedur dan analisiskomponensial (Newmark, 1988: 114) untuk menunjukkan perbedaan fitur bahasa sumber dan bahasatarget. Dari hasil penelitian, ditemukan (1) jenis-jenis istilah budaya yang berkaitan dengan ekologi,budaya material, organisasi sosial dan ketentuan tambahan yang terkait dengan peralatan, (2) prosedurpenerjemahan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah literal, transference, naturalization, culturalequivalent, functional equivalent, descriptive equivalent, modulasi dan addition.Kata kunci: istilah budaya, prosedur penerjemahan, analisis komponen, surat kabar
THE DIRECTIVE ILLOCUTIONARY ACTS IN IMPERATIVE SENTENCES ON THE TOURISM ATTRACTION BROCHURES Ni Made Sukma Pratiwi; Yohanes Kristianto; Ni Putu Sri Eka Carniasih
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2018): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v4i1.592

Abstract

ABSTRACTThis study is focused on the directive illocutionary acts in imperative sentences. The study took 15 tourismattraction brochures (parks brochures) in Bali. The aims of this study are to find out kinds of imperativesentences on the tourism attraction brochures, and kinds of the directives in imperative sentences on thetourism attraction brochures by using Searle’s theory (1969). In collecting data, the writer useddocumentation method. The discussion shows that (1) analysis of imperative sentences on tourismbrochures are found imperative sentence as command, request, and direction (positive imperative), andprohibition (negative imperative) (2) the writer found three kinds of directives, there are directiveillocutionary acts of commanding, requesting, and prohibiting.Keywords: imperative sentences, directive illocutionary acts, tourism brochuresABSTRAKPenelitian ini difokuskan pada tindak tutur direktif ilokusi pada kalimat – kalimat perintah. Penelitianmengambil 15 brosur obyek wisata (brosur-brosur yang berkaitan dengan taman) di Bali. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kalimat perintah pada brosur obyek wisata, dan jenisjenistindak ujar direktif dalam kalimat perintah pada brosur obyek wisata dengan menggunakan teoriyang diusulkan oleh Searle (1969). Pada pengumpulan data, penulis menggunakan metode dokumentasi.Analisis menunjukan bahwa ada (1) analisis mengenai kalimat perintah pada brosur obyek wisata yangmenemukan kalimat perintah sebagai perintah, permintaan, petunjuk (perintah positif), dan larangan(perintah negative) (2) penulis menemukan tiga jenis – jenis direktif, yaitu tindak tutur direktif ilokusimemerintah, meminta, dan melarang.Kata kunci: kalimat perintah, directive illocutionary acts, brosur pariwisata
THE VERBAL AND VISUAL SIGNS OF TOURIST ATTRACTION FOUND IN BALI BEST ADVENTURE MAGAZINE I Gede Erdi Kurnia Prasetya; Ni Made Diana Erfiani; Ni Luh Desy Suari
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2018): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v4i1.593

Abstract

ABSTRACTThe sign can be found in many aspects of our daily life and in everywhere, for example in theadvertisement. Advertisement is a social communication which is used by the advertiserto campaign the products or services to the customer. The purpose of this study is to analyzethe verbal and visual signs and the types of meaning and function of language found in Bali BestAdventure Magazine. The data were collected by documentation, purposive sampling andinterview with Creative Designer and Director of Sales to gain more data found in theadvertisement from Bali Safari and Marine Park. The data was analyzed descriptive qualitativebased on the theory of Saussure (1966) and Leech (1981). The result of this study showed theverbal signs in the advertisement is classified into four parts such as the headline, body copy,signature line, and standing detail. Besides, the visual signs are usually described based on theillustration component in the advertisement. There were three types of meaning and functionsare identified in this study. Those meanings are conceptual, connotative and affective meaning.While the functions of language are informational, directive and expressive functions.Keywords: Verbal sign, visual sign, advertisements, types of meaning andlanguage functionsABSTRAKSebuah tanda bisa ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari misalnyapada iklan. Iklan adalah komunikasi sosial yang digunakan oleh pengiklan untukmempromosikan sebuah produk atau jasa terhadap pelanggan. Tujuan dari penelitianini adalah untuk menganalisis tanda verbal dan visual serta tipe makna dan fungsibahasa yang terdapat dalam majalah Bali Best Adventure. Data ini dikumpulkandengan menggunakan metode dokumentasi, sampling purposive dan wawancaradengan pembuat iklan dan Direktur Penjualan untuk memperoleh banyak data yangditemukan pada iklan Bali Safari and Marine Park. Penelitian ini menggunakandeskriptif kualitatif berdasarkan pada teori Saussure (1966) dan Leech (1981). Hasilpenelitian ini menunjukkan tanda verbal pada iklan dikelompokkan menjadi empatbagian yaitu judul iklan, konten iklan, brand atau harga dari suatu produk dan caramemperoleh suatu informasi terhadap iklan tersebut. Di samping itu, tanda visualdideskripsikan berdasarkan pada sebuah komponen illustrasi yang terdapat pada iklan.Ada tiga jenis makna dan fungsi bahasa yang diidentifikasi pada penelitian ini. Tipemakna tersebut adalah makna konseptual, konotatif dan afektif. Sedangkan pada fungsibahasa yaitu fungsi informasional, direktif dan expresif.Kata kunci: Tanda verbal, tanda visual, iklan, tipe makna dan fungsi bahasa.
MODEL KOOPERATIF THINK-PAIR-SHARE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DIALOG BAHASA INGGRIS MAHASISWA AKADEMI KOMUNITAS MANAJEMEN PERHOTELAN INDONESIA Ni Putu Lindawati; Retny Asriyani; I Wayan Agus Anggayana
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2018): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v4i1.594

Abstract

ABSTRACTThe cooperative learning model think-pair-share aimed to influence student interaction. The highest scoreof pre-action student’ writing was 65.0, the lowest score 58.3. All students score below the MinimumCriterion Score ≥68. Error writing on mechanical aspects, grammar, vocabulary, developing idea. Increasedin cycle I reaching Minimum Criterion Score: (1) average score on mechanical aspect 65.0; (2) averagescore on grammatical aspects 70.8; (3) average score on idea 83.3; (4) average score on vocabulary 71.4;total mean score in cycle I 74.0. The acquisition of the score was sufficiently completed, so it was decidedending the activities in cycle I.Keywords: cooperative model, writing skill, think-pair-shareABSTRAKModel pembelajaran kooperatif think-pair-share bertujuan untuk memengaruhi pola interaksi mahasiswa.Nilai tertinggi tahap pratindakan mahasiswa menulis karangan dialog 65.0, nilai terendah 58.3. Semuamahasiswa mendapat nilai di bawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimum ≥68. Kesalahan penulisan padaaspek mekanik, tata bahasa, kosakata, pengembangan ide. Peningkatan siklus I yang mencapai KKM: (1)Nilai rerata pada aspek mekanik 65.0; (2) Nilai rerata pada aspek tata bahasa 70.8; (3) Nilai rerata padaaspek ide 83.3; (4) Nilai rerata pada aspek kosakata 71.4; Total nilai rerata pada siklus I 74.0. Perolehannilai tersebut sudah cukup sepenuhnya sehingga diputuskan untuk menyudahi kegiatan pada siklus I.Kata Kunci: model kooperatif, kemampuan menulis, think-pair-share
DEGRADASI FUNGSI, MAKNA DAN NILAI BUDAYA OKO’ MAMA PADA KOMUNITAS TUTUR UAB METO’ Diaspora Tualaka
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2018): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v4i1.595

Abstract

oko'mama culture in Uab Meto community daily life, (AtoinMeto) in Timor Tengah Selatan district in Timor Island. This Oko 'Mama culture is one of thesymbols that explains the identity of Atoin Meto (Timorese). Based on observations, interviewsand semantic analysis it can be concluded that Oko 'Mama is seen as a structured symbol thatexplains the existence of meto' community life. The results of the study and analysis show thatOko 'Mama functions as a means and symbol of approach, social interaction, tie / liaison, kinship,unifying, reconciliation, controller, case breaker, receptionist, respect and appreciation, agreementcontrol status and as a material storage material betel, areca nut, lime and tobacco. Through thisoko 'mama culture, we can look at the social life of the Uab Meto community known as AtoinMeto. Based on the findings in the field, in fact, it can be concluded that this tradition has a strongexistence in encouraging Atoin Meto to carry out daily social activities, but in the currentdevelopment of Oko 'Mama culture has undergone a shift in its function. This can be seen fromthe purpose of using Oko 'Mama, which was originally an adhesive for culture to turn into apolitical goal.Keywords: maintenance, form, function and symbolic meaning, oko 'mamaABSTRAKTulisan ini menjelaskan gambaran nyata tentang budaya oko’mama dalam kehidupan komunitastutur Uab Meto (Atoin Meto) di kabupaten Timor Tengah Selatan di pulau Timor. Budaya okomama ini adalah salah satu simbol yang menjelaskan tentang identitas Atoin Meto (orang Timor).Berdasarkan pengamatan,wawancara dan analisis semantik dapat disimpulkan bahwa oko’ mamadipandang sebagai simbol berstruktur yang menjelaskan tentang keberadaan kehidupanmasyarakat meto’. Hasil kajian dan analisi menunjukan bahwa oko’ mama berfungsi sebagaisarana dan dan simbol pendekatan, interaksi sosial, pengikat/penghubung,kekerabatan,pemersatu, pendamai, pengontrol, pemutus perkara, penerima tamu,penghormatan danpenghargaan, status pengontrol kesepakatan dan sebagai wadah penyimpaan materi sirih,pinang, kapur, dan tembakau. Melalui budaya oko’ mama ini kita dapat meneropong kehidupanbersosial komunitas tutur uab meto yang dikenal dengan sebutan atoin meto. Berdasarkan temuandi lapangan secara faktual dapat disimpulkan bahwa budaya oko’ mama memiliki eksistensi yangkuat dalam memberikan semangat bagi atoin meto untuk melaksanakan kegiatan sosial sehariharinamun dalam perkembangan jaman saat ini budaya oko’ mama telah mengalami pergeseranfungsinya. Hal ini terlihat dari tujuan pemakaian oko’ mama yang semula sebagai perekat budayaberalih menjadi tujuan politis.Kata kunci: kebertahanan, bentuk, fungsi dan makna simbolis, oko’ mama
IDEOLOGY IN TRANSLATION OF CULTURAL LEXICAL ITEMS WITH REFERENCE TO PERBURUAN AND FUGITIVE Christina Made Dwi Utami; Ida Ayu Made Puspani; Ni Wayan Sukarini
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2018): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v4i1.596

Abstract

ABSTRACTThis study aimed at describing the translation strategies, methods, and ideologies in translationof an Indonesian novel Perburuan which was translated into English Fugitive. A Methodologyfor Translation proposed by Vinnay and Darbelnet (2004), was used to explain how thetranslation strategies applied at word or phrase level. Further, “V” Diagram proposed by NewMark (1988), was used to describe how the translation methods applied at sentence level. Attext level, translator’s orientations and extent of mediation proposed by Hatim and Munday(2004), and Munday (2006) were utilized to explain the implementation of The Ideology ofTranslating and The Translation of Ideology. It was found in the study that The Ideology ofForeignizing was more dominant to Ideology of Domesticating. It indicated that there wereattempts done by the translator to introduce the source language foreign cultural lexical itemsto the target language reader.Keywords: (In)visibility, cultural lexical items, the ideology of translating, the translation ofideologyABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi, metode, dan ideologi penerjemahandalam terjemahan novel bahasa Indonesia Perburuan ke dalam novel bahasa Inggris Fugitive.Metodologi Penerjemahan yang diusulkan oleh Vinnay dan Darbelnet (2004) digunakan untukmenerangkan bagaimana strategi penerjemahan diterapkan pada level kata dan frasa.Selanjutnya, diagram “V” yang diusulkan oleh Newmark (1988) digunakan untukmendeskripsikan bagaimana metode penerjemahan diterapkan pada level kalimat. Pada levelteks, mediasi orientasi penerjemah dan perluasan mediasi yand diusulkan oleh Hatim danMunday (2004), dan Munday (2006) digunakan untuk menjelaskan Ideologi Penerjemahan danTerjemahan Ideologi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Ideologi Foreignisasi lebihdominan daripada Ideologi Domestikasi. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat usaha yangdilakukan penerjemah untuk mengenalkan item-item leksikal budaya asing bahasa sumber kedalam pembaca bahasa target.Kata kunci: (In)visibility, item-item leksikal budaya, ideologi penerjemahan, terjemahanideologi

Page 4 of 18 | Total Record : 175