cover
Contact Name
Raekha Azka
Contact Email
raekha.azka@uin-suka.ac.id
Phone
+6281217781179
Journal Mail Official
polynom2021@gmail.com
Editorial Address
Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika Sekolah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Polynom: Journal in Mathematics Education
ISSN : 28288521     EISSN : 28080777     DOI : https://doi.org/10.14421/polynom
Core Subject : Education,
Polynom: Journal in Mathematics Education mencakup penelitian asli dalam pendidikan matematika dan tidak diserahkan ke jurnal atau konferensi lain dari berbagai bidang penelitian seperti penelitian dan pengembangan, penelitian eksperimental, survei, penelitian tindakan kelas, dll. Jurnal ini dirancang dan dikhususkan untuk mahasiswa, dosen , guru pendidik, sarjana, instruktur sekolah matematika, yang ingin mempublikasikan laporan penelitian mereka. Ruang Lingkup Inovasi pendidikan matematika Teknologi di pendidikan matematika Pembelajaran matematika kemampuan matematis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) RME (Realistic Mathematics Education) Ethnomathematics dll
Articles 83 Documents
Kebudayaan Desa Wisata Liyangan pada Materi Bangun Ruang Kurikulum Merdeka ADIB ASHABULABIB, Adib; Suparni
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2022.22.99-109

Abstract

Budaya merupakan hal yang tidak dapat kita lepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya yang ada pada masyarakat tentunya memiliki keterkaitan dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang ada pada era sekarang ini seperti pada ilmu matematika. Cabang ilmu matematika yang membahas tentang keterkaitan antara budaya dengan matematika adalah etnomatematika. Belajar matematika dengan pendekatan budaya merupakan sebuah inovasi yang dapat membuat peserta didik lebih mengetahui tentang penggunaan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, peserta didik juga akan lebih mengenal tentang budaya yang ada, seperti berbagai kebudayaan yang ada pada kawasan Desa Wisata Liyangan ini agar dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika Kurikulum Merdeka pada khususnya materi bangun ruang. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif melalui pendekatan etnografi. Hasil dari penelitian ini adalah banyaknya kebudayaan di kawasan Desa Wisata Liyangan yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika dalam materi bangun ruang seperti Situs Liyangan, Kolam Renang Alam, dan Kampung Peradaban. Bukan hanya tempat wisata saja, namun juga terdapat produk dari kebudayaan seperti keranjang tembakau, gamelan, dan juga beberapa makanan khas seperti ndas borok, bajingan, ketan gudig, gugnungan, dan entho gludug. Ketika kebudayaan tersebut dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika, tentunya akan memunculkan suatu inovasi dalam penyampaian materi pembelajaran matematika terutama pada materi bangun runag dan juga menciptakan suatu pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
Etnomatematika: Kerajinan Gerabah di Desa Kasongan dalam Pembelajaran Matematika Zahra M, Sasikirana; Suparni
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2022.22.127-135

Abstract

Gerabah merupakan ciri khas di Daerah Kasongan yang memiliki arti yaitu suatu kerajinan yang terbuat dari tanah liat bentuk seperti patung, guci, celengan, vas bunga, kursi, hiasan rumah, dan lainnya disertai dengan berbagai variasi bentuk, warna, ukuran, motif, dan jenis tambahan bahan yang dipakai seperti keramik, kaca, pasir, dan batu. Dari sebuah gerabah dapat dianalisis unsur matematikanya bahwa terdapat hakekat matematika sebagai seni, bidang geometri (bangun datar dan bangun ruang), serta volume dan luas permukaan benda. Dalam pendekatan etnomatematika tentu gerabah dapat digunakan sebagai budaya yang mengimplementasikan materi seperti pada bentuk kubus, balok, segitiga, persegi, persegi panjang, lingkaran, kerucut, dan tabung. Hal ini membuat bahwa matematika merupakan ilmu yang tidak hanya menghafal rumus tetapi dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Maka dari itu pada artikel ini, penulis akan membahas mengenai unsur matematika pada gerabah. Penelitian kali ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penelitian yang bersifat kepustakaan. Diharapkan dengan adanya tulisan ini dapat mengispirasi guru dalam memberikan materi kepada siswa untuk mengaitkan materi dengan yang ada pada lingkungan sehari-hari.
Inovasi Model Pembelajaran PjBL Dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Geogebra Sebagai Penguatan Nilai Keislaman Damar Jati Nugroho, Damar Jati Nugroho
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2022.23.152-160

Abstract

Nilai keislaman pada peserta didik pada saat ini perlu diperhatikan dikarenakan banyak sekali penyimpangan yang dilakukan mayoritas khususnya pada peserta didik Yang disebabkan kurang menariknya pendidikan bernilai keislaman yang monoton tanpa ada inovasi. Artikel ini bertujuan agar para pendidik terinspirasi dengan inovasi model pembelajaran PjBL dalam pembelajaran matematika berbasis geogebra sebagai penguatan nilai keislaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu, analisis deskriptif dengan kajian kepustakaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jurnal, artikel, dan karya ilmiah yang relevan dengan objek kajian pada penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak, catat, dan ringkas. Dalam proses ini peneliti menggunakan teknik pengambilan data dari studi kepustakaan yang kemudian ditarik kesimpulan. Penelitian ini akan dapat menghasilkan suatu produk yang membuat peserta didik lebih minat dan lebih kreatif pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran PjBL berbasis Geogebra, menpraktiskan tuntutan kurikulum untuk penerapan profil pelajar pancasila (P3) pada konsep merdeka belajar. Inovasi diatas ini mengabungkan dan mengimbangi pendidikan dengan teknologi saat ini supaya peserta didik minat dan menjadi kreatif tanpa meninggalkan kemajuan zaman yaitu arus teknologi. Dengan adanya suatu produk yang dihasilkan dari tujuan Model Pembelajaran PjBL menjadikan peserta didik lebih dapat mengingatnya dan menjadi suatu pembelajaran yang mengesankan serta tidak membosankan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Sikap Belajar Matematika Siswa SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta Astuti, Rini Dwi
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2022.022-04

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan penalaran dan sikap belajar matematika siswa SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terlaksana dalam 2 siklus, yaitu siklus I terdiri atas 5 pertemuan dan siklus II terdiri atas 4 pertemuan. Setiap siklus memiliki 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1 SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta yang terdiri dari 32 siswa. Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar observasi, tes kemampuan penalaran, lembar angket sikap, serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan menurut Miles dan Huberman yang terdiri dari empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dapat meningkatkan kemampuan penalaran dan sikap belajar matematika siswa kelas X MIPA 1 SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta pada pembelajaran matematika. Rata-rata nilai tes kemampuan penalaran siswa pada siklus I sebesar 44,35 dan mengalami peningkatan sehingga pada siklus II nilai rata-ratanya melebihi nilai KKM 73 yaitu mencapai 76,28. Sikap siswa juga menunjukkan peningkatan dari siklus I yaitu 67,189% dengan kualifikasi sedang meningkat menjadi 72,32 % dengan kualifikasi tinggi pada siklus II.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi Pola Bilangan Widyowati, Diyah Ayu; Kristina Warniasih
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2022.23.160-165

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa SMP pada materi pola bilangan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VIII D SMP N 11 Yogyakarta sebanyak 33 siswa. Pengumpulan data yang digunakan yaitu instrumen tes dan wawancara. Adapun instrumen tes berupa 5 soal uraian kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyeselesaikan soal pada materi pola bilangan masih tergolong sedang dengan persentase sebesar 55%
Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Wordwall Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Matematika Ade Hadiana, Ade
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 3 No. 01 (2023): Maret 2023
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2023.301.1-9

Abstract

Proses belajar belum menerapkan atau memanfaatkan teknologi yang interaktif yaitu pada saat melakukan pembelajaran kepada peserta didik seperti halnya games edukasi interaktif. Tiap pengajar masih menggunakan metode konvensional pada saat memberikan pengajaran dikesehariannya, sehingga siswa terlihat kebosanan pada saat mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. Untuk itu perlu adanya inovasi media pembelajaran interaktif agar menaikkan keterampilan berpikir kritis juga hasil belajar matematika siswa. Tujuan penelitian ini melihat tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media pembelajran. Metode yang diterapkan dalam penelitian adalah Research and Development (R&D) dengan metode pengembangan model ASSURE, yaitu : 1) Analyze Learner, 2) States Objectives, 3) Select Methods, Media, and Materials, 4) Utilize Media and Materials, 5) Require Learner Participation, 6) Evaluate. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket, tes, serta observasi dan dokumentasi. Keterampilan berpikir kritis di tinjau pada saat penerapan media di kelas eksperimen dengan menerapkan soal dengan jawaban benar yang di setting salah serta model maze chase pada wordwall. Hasil validasi ahli materi dan ahli media menghasilkan prentase 90% dengan kategori “Sangat Layak”, maka dapat dikatakan “valid”. Kepraktisan dilihat dari angket siswa yang mendapat skor rata-rata 90,33% yang artinya “Sangat Praktis”. Keefektifan dilihat dari jumlah siswa pada kelas eksperimen yang mendapat nilai signifikan dan tuntas maka dikatakan “efektif”. Media pembelajaran interaktif berbasis wordwall adalah media yang berpadukan media internet dalam penggunaannya. Media internet ini di kembangkan dengan games education interaktif sehingga sangat efektif apabila di terapkan dalam pembelajaran dikelas. Sehingga pembelajaran bisa lebih menarik dan interaktif untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar matematika peserta didik.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Habits of Mind Siswa di SMPN 14 Kota Cirebon Janah, Ni'matul
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2022.23.167-180

Abstract

ABSTRAK Pada masa perkembangan dunia saat ini kemampuan literasi matematika harus dikuasai oleh peserta didik. Dengan menguasai kemampuan literasi matematika dapat membantu seseorang untuk mengenali peran matematika dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengambil sebuah keputusan yang masuk akal. Dalam mengambil sebuah keputusan tentunya didorong oleh pola pikir setiap individu. Tujuan penelitian ini yaitu : 1) mengetahui tingkat kemampuan literasi matematika pada siswa 2) mengetahui bagaimana kebiasaan berfikir yang dimiliki siswa 3) mengetahui hubungan antara kebiasaan berfikir dengan tingkat kemampuan literasi matematika 4) untuk mengetahui hubungan antara setiap indikator pada literasi matematika dengan setiap aspek kebiasaan berfikir siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah koresional. Teknik pengumpulan dengan teknik tes dan angket. Populasi penelitian ini menggunakan siswa kelas VIII SMPN 14 Kota Cirebon. Hasil peneltian yang diperoleh adalah siswa memiliki kemampuan literasi matematika pada tingkat sedang dengan nilai rata-rata 69,97. Pada indikator formulate siswa memiliki kemampuan yang sedang dengan nilai rata-rata 70,57, indikator employ memiliki kemampuan yang tinggi dengan nilai rata-rata 77,69 dan pada indikator interpret memiliki kemampuan yang sedang dengan nilai rata-rata 57,72. Kemudian siswa memiliki habits of mind yang baik dengan nilai rata-rata 68,28. Pada aspek self regulation berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 72,49, ada aspek critical thinking berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 64,69 dan pada aspek creative thinking berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 66,60. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara habits of mind yang dimiliki siswa dengan tingkat kemampuan literasi matematika. kedua variabel memiliki hubungan yang kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,890. Pada setiap indikator literasi matematika memiliki hubungan dengan aspek kebiasaan berfikir (habits of mind) siswa. Kata Kunci : Literasi Matematika, Kebiasaan Berfikir. ABSTRACT During the current development of the world, mathematical literacy skills must be mastered by students. By mastering mathematical literacy skills can help someone to recognize the role of mathematics in everyday life so that they can make reasonable decisions. In making a decision, of course, it is driven by the mindset of each individual. The aims of this study were: 1) to determine the level of mathematical literacy skills in students 2) to determine how students' thinking habits 3) to determine the relationship between thinking habits and the level of mathematical literacy ability 4) to determine the relationship between each indicator in mathematical literacy and each aspect of habit think students. The research method used is correlational. Collection techniques with test and questionnaire techniques. The population of this study used class VIII students of SMPN 14 Cirebon City. The results of the research obtained were that students had moderate mathematical literacy skills with an average score of 69.97. On the formulation indicator students have moderate abilities with an average score of 70.57, the hiring indicator has high abilities with an average score of 77.69 and on the interpretation indicator has moderate abilities with an average score of 57.72. Then students have good thinking habits with an average value of 68.28. The self-regulation aspect is in the good category with an average value of 72.49, there is a critical thinking aspect in the good category with an average value of 64.69 and the creative thinking aspect is in a good category with an average value of 66.60 . The results of this study indicate that there is a significant relationship between students' thinking habits and the level of mathematical literacy ability. both variables have a strong relationship with a correlation coefficient of 0.890. Each indicator of mathematical literacy has a relationship with aspects of students' habits of mind. Keywords : Mathematical Literacy, Habits of Mind.
Analisis Pembelajaran Matematika pada Kurikulum Merdeka di SMA Dengan Menggunakan Model CIPP Eni Muhaeni, Nurhalimah
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2022.23.181-188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka di SMA menggunakan model CIPP. Jenis penelitian ini adalah studi lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, kurikulum wakasek, guru matematika di SMA Negeri 1 Ciwaringin dan SMA Negeri 1 Gegesik. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan aspek konteks pada pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka menggunakan model CIPP Bisa di kategorikan baik karena di SMA Negeri 1 Ciwaringin dan SMA Negeri 1 Gegesik telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Sedangkan di SMA Negeri 1 Ciwaringin pada pelaksanaannya belum sesuai dengan prosedur yang diterapkan pada Kurikulum Merdeka. Adapun untuk SMA Negeri 1 Geseik pelaksanaannya sudah sesuai dengan prosedur yang diterapkan pada Kurikulum Merdeka. Aspek masukan pada pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka menggunakan model CIPP dilihat dari sarana prasarana cukup baik dikarenakan di SMA Negeri 1 Ciwaringin dan SMA Negeri 1 Gegesik sudah tersedia dan cukup lengkap baik dalam pembelajaran maupun untuk kegiatan lainnya. Dilihat dari latar belakang guru cukup baik dikarenakan di SMA Negeri 1 Ciwaringin dan SMA Negeri 1 Gegesik, guru sudah sudah memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya. Dilihat dari kondisi siswa baik dikarenakan di SMA Negeri 1 Ciwaringin dan SMA Negeri 1 Gegesik ssat pembelajaran di kelas tidak semua siswa memperhatikan saat guru menyampaikan materi pelajaran, ada beberapa yang tidak memperhatikan. Proses pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka menggunakan model CIPP di SMA Negeri 1 Ciwaringin dan SMA Negeri 1 Gegesik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya guru mempunyai rubrik penilaian, tidak menetapkan prosedur dan rubrik penilaian tertulis. Kemudian guru belum sepenuhnya membangunkan suasana belajar seperti mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemantik dan memberikan motivasi belajar. Terkait perencanaan pembelajaran, bahwa telah merencanakan berbagai macam metode pembelajaran diantaranya metode tutor sebaya, diskusi kelompok, dan metode bermain sambil belajar. Hal ini dilakukan supaya siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, pelaksaan pembelajaran, pertama mengenai kegiatan pendahuluan guru mengajukan pertanyaan terkait materi sebelumnya dan terkait materi yang akan dipelajari kemudian siswa menjawabnya. Selain itu selama kegiatan inti, siswa melakukan diskusi kelompok. Tujuannya agar siswa yang sudah paham terkait materi pembelajaran yang disampaikan dapat mengalirkan pemahaman yang dimilikinya kepada siswa lain dalam kelompoknya yang belum memahami materi tersebut. Hal ini diharapkan jika yang menyampaikannya sendiri, siswa akan lebih mudah memahami materi yang diberikan. Selama diskusi siswa ini dituntut untuk aktif agar mereka mampu memahami materi yang disampaikan. Ketercapaian pelaksanaan produk pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka, bahwa hampir semua guru matematika kelas X di SMA Negeri 1 Ciwaringin dan SMA Negeri 1 Gegesik belum sepenuhnya siswa menguasai materi pelajaran matematika dengan serius dan belum sepenuhnya siswa mendapatkan nilai dalam pembelajaran matematika dengan mencapai batas KKM.
Pengembangan Proprofs Sebagai Media Pembelajaran Untuk Menunjang Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Indah, Indah Nurfitriani
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2022.23.189-197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Proprofs pada materi trigonometri di SMA Negeri Tengah Tani dan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran Proprofs yang telah dikembangkan,dan untuk mengetahui kepraktisan penggunaan media pembelajaran Proprofs pada proses pembelajaran dikela, dan juga untuk mengetahui keefektifan penggunaan media pembelajaran Proprofs setelah diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Tengah Tani. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) atau penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli, angket kepraktisan dan soal tes. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran Proprofs yang sudah dikembangkan mendapat presentase 100% dari validator ahli media dan 92,2% dari validator ahli materi sehingga media pembelajaran Proprofs berada pada kategori sangat valid sehingga media pembelajaran Proprofs layak digunakan dalam penelitian. Uji kepraktisan penggunaan media pembelajaran Proprofs dalam pembelajaran matematika memperoleh presentase 91,4% yang termasuk dalam kategori sangat praktis. Uji efektifitas penggunaan media pembelajaran Proprofs yang telah dianalisis menggunakan SPSS dengan Independent sample T test diperoleh bahwa nilai Sig(2-tailed) 0,356 sehingga sehingga H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pemahaman konsep matematika antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran proprofs. Uji N-Gain didapat bahwa rata-rata N-Gain adalah 0,374857 yang berarti efektifitas penggunaan media pembelajaran Proprofs berada pada kategori sedang. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Proprofs, Pemahaman Konsep Matematika
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Operasi Bilangan Bulat dengan Alat Peraga Colored Stick Robingah
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 3 No. 01 (2023): Maret 2023
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2023.301.10-18

Abstract

Pembelajaran matematika sering dianggap oleh peserta didik sebagai mata pelajaran yang sulit, tidak disukai, dan membosankan karena matematika merupakan ilmu yang abstrak. Salah satu cara mengatasi hal tersebut yaitu dengan menggunakan alat peraga colored stick agar matematika dapat disajikan dengan konkret dan diterima dengan baik oleh peserta didik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Metode penelitian yang dgunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan tahapan antara lain perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dalam penelitian ini hasil belajar peserta didik pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, keterlaksanaan pembelajaran dan respon peserta didik. Sumber data penelitian yaitu 40 orang peserta didik kelas VII dan dua guru matematika MTsN 1 Purbalingga. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes, lembar observasi, dan angket respon. Analisis data yang dilakukan berupa analisis data deskriptif yang dilanjutkan membandingkan dengan kriteria keberhasilan penelitian. Hasil penelitian antara lain pembelajaran menggunakan alat peraga colored stick dilaksanakan dengan diskusi kelompok agar terjadi interaksi antar peserta didik. Dalam kegiatan pembelajaran guru selalu membuat perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi untuk mengetahui hasilnya. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa 1) dari hanya 27,5% peserta didik tuntas dengan KKM 70 sebelum pembelajaran dan meningkat menjadi 75% peserta didik yang tuntas setelah pembelajaran dengan alat peraga colored stick, 2) pelaksanaan pembelajaran dengan alat peraga colored stick dapat terlaksana dengan sangat baik dengan persentase 91.3%, dan 3) respon peserta didik sangat positif terhadap pembelajaran matematika dengan alat peraga colored stick dengan persentase 91.8%.