cover
Contact Name
Indra Jaya
Contact Email
indrajaya.stkipnasional@gmail.com
Phone
+6281277490950
Journal Mail Official
jpnstkipnasional@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pauh Kambar Pariaman, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman
Location
Kab. padang pariaman,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Nasional
ISSN : 28089855     EISSN : 28292626     DOI : https://doi.org/10.55249/jpn.v1i1
Jurnal Pendidikan Nasional is scientific journal that published papers that contribute to debates in the field of education. This includes educational administration, counseling, educational technology, primary school teacher education, early childhood teacher education, non-formal education, special education and psychology. Work that is comparative and socially critical and which addresses issues such as power, authority, ideals, principles, diversity and difference in the field of education is welcome.
Articles 54 Documents
The Impact Of Groupthink On The Effectiveness Of Decision-Making In Organizations salsabila, Nadia; Putri, Prilia Dwi; Wulandari, Putri; Fitri, Rahma Elsa; Subhi, Tirta Ramdanu; Fazis, Muhammad; Sanjaya, Ferdino Wedi
Jurnal Pendidikan Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 No 1 Tahun 2025 (In Progress)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55249/jpn.v5i1.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengulas dampak fenomena groupthink terhadap efektivitas pengambilan keputusan dalam orgaisasi, menggunakan metode studi literatur (literature review) dan analisis isi. Groupthink didefinisikan sebagai kondisi psikologis di mana dorongan mencapai konsensus dan harmoni kelompok lebih diutamakan daripada evaluasi kritis dan rasional. Fenomena ini dipicu oleh kohesivitas kelompok yang terlalu tinggi, kepemimpinan yang dominan, ketiadaan prosedur pengambilan keputusan sistematis, tekanan situasional, dan homogenitas anggota, yang diperkuat oleh budaya kolektivisme di Indonesia. Dampak utamanya adalah penurunan kualitas analisis keputusan, meningkatnya bias kognitif kolektif (confirmation bias dan ilusi kontrol), pemiskinan kreativitas, tergerusnya budaya diskusi kritis, dan melemahnya kemampuan adaptasi organisasi terhadap perubahan lingkungan, yang berpotensi menyebabkan kegagalan strategis jangka panjang. Oleh karena itu, organisasi perlu membangun budaya diskusi yang terbuka, menerapkan teknik devil's advocate, dan memastikan prosedur pengambilan keputusan yang sistematis untuk menghasilkan keputusan yang berkualitas dan rasional
Kompetensi digital pada SDM sekolah: sistematik literatur review terhadap pengembangan keterampilan teknologi Monica Maudi Sundara; Umi Anugerah Izzati
Jurnal Pendidikan Nasional Vol. 5 No. 2 (2026): Volume 5 No 2 Tahun 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55249/jpn.v5i2.172

Abstract

Penelitian ini penting karena kompetensi digital SDM sekolah menentukan keberhasilan transformasi pembelajaran di era teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dimensi, tantangan, dan strategi pengembangan kompetensi digital SDM sekolah berdasarkan publikasi ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel terindeks Scopus dan sumber ilmiah relevan tahun 2020-2025. Penelusuran menggunakan kata kunci technology competency framework, digital literacy for teachers, teacher IT competency, dan digital competency development. Dari 120 artikel awal, 81 artikel ditelaah pada tahap judul dan abstrak, kemudian 12 artikel dipilih melalui kriteria inklusi dan eksklusi untuk dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital SDM sekolah mencakup kemampuan merencanakan, mengembangkan, menerapkan, mengevaluasi, dan berbagi praktik pembelajaran berbasis teknologi. Tantangan dominan meliputi kesenjangan infrastruktur, keterbatasan pelatihan berkelanjutan, resistensi terhadap teknologi baru, serta kesiapan guru dalam memanfaatkan alat digital dan kecerdasan buatan. Strategi yang paling konsisten ditemukan adalah pelatihan berbasis kebutuhan, coaching profesional, pemanfaatan kerangka DigCompEdu, microlearning, evaluasi autentik digital, dan penguatan dukungan institusional. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kompetensi digital perlu dirancang sebagai program berkelanjutan yang menyatukan aspek pedagogis, teknologis, dan manajerial.
Ibadat dan ibadah dalam teks Perjanjian Lama serta implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen Aprilia Datemoli; Marisa Levinda Atamou; Nanda Pinka Ade Ningsi Ga Kale; Theresia Tefa; Bendelina Atimeta; Ireni Irnawati Pellokila
Jurnal Pendidikan Nasional Vol. 5 No. 2 (2026): Volume 5 No 2 Tahun 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55249/jpn.v5i2.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ibadat dan ibadah dalam teks Perjanjian Lama serta mengeksplorasi implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku teologi, dan literatur biblika yang relevan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi sumber-sumber yang membahas praktik penyembahan dalam Perjanjian Lama dan kaitannya dengan pembelajaran iman. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan pola makna, perbedaan konsep, serta hubungan teologis antara ibadat dan ibadah dalam tradisi Israel. Hasil kajian menunjukkan bahwa ibadat dalam Perjanjian Lama terutama diwujudkan melalui tindakan ritual yang terstruktur, seperti persembahan korban, doa, serta perayaan hari-hari raya keagamaan sebagai bentuk penghormatan umat kepada Allah. Sementara itu, ibadah tidak terbatas pada aktivitas ritual, melainkan mencakup sikap hidup yang benar di hadapan Allah yang diwujudkan melalui keadilan, kesetiaan, kasih, dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan bahwa kedua konsep tersebut memiliki hubungan yang saling melengkapi antara ekspresi liturgis dan praktik etis kehidupan umat. Bagi Pendidikan Agama Kristen, pemahaman ini memberikan dasar teologis untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya menekankan kegiatan ibadat formal, tetapi juga membentuk karakter dan tindakan nyata yang mencerminkan iman Kristen dalam kehidupan peserta didik. Tinjauan ini menunjukkan bahwa integrasi antara dimensi ritual dan etika iman perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran PAK. Dengan demikian pemahaman teologis mengenai ibadat dan ibadah dapat menjadi landasan pedagogis dalam membentuk peserta didik yang mampu menghidupi iman secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
PERAN TOKOH JAMALUDDIN AL-AFGHANI DALAM SEJARAH ISLAM MODERN ABAD KE-19 DAN KE-20 Adhari Kurniawan; Adi Tri Soiman; Rafi Zakiyansyah Efendi
Jurnal Pendidikan Nasional Vol. 5 No. 2 (2026): Volume 5 No 2 Tahun 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55249/jpn.v5i2.193

Abstract

Penelitian ini penting karena pemikiran Jamaluddin al-Afghani menjadi pintu masuk untuk memahami relasi Islam, modernitas, dan perlawanan terhadap kolonialisme pada abad ke-19 dan ke-20. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gagasan, aktivitas, serta pengaruh al-Afghani dalam sejarah Islam modern. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan historis-analitis. Data dikumpulkan melalui telaah buku dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahap reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi historis, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Afghani berperan sebagai penggagas Pan-Islamisme, pengkritik kolonialisme Barat, pendorong rasionalisme dan anti-taklid, serta inspirator reformasi pendidikan Islam. Gagasannya menekankan persatuan umat, penggunaan akal, pembukaan ruang ijtihad, dan penguasaan ilmu pengetahuan modern tanpa melepaskan nilai keagamaan. Pengaruhnya terlihat pada pemikiran Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, serta gerakan pembaruan Islam di berbagai kawasan Muslim. Temuan ini menegaskan bahwa al-Afghani bukan hanya aktivis politik, melainkan juga arsitek kebangkitan intelektual Islam yang menghubungkan iman, ilmu, solidaritas, dan kemandirian umat