cover
Contact Name
Muhammad Asmar
Contact Email
sendamas@uai.ac.id
Phone
+6285210479291
Journal Mail Official
sendamas@uai.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Al Azhar Indonesia, Lt. 2. Ruang 207 Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 Telp : 021 727 92753, 724 4456 ext 2012 Fax : 021 7244767 email : lp2m@uai.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)
ISSN : -     EISSN : 29858747     DOI : http://dx.doi.org/10.36722/psn.v3i1.2391
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Sendamas) mempublikasikan naskah artikel yang bertemakan*, namun tidak terbatas pada:* 1. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan 2. Layanan Msyarakat, orang - orang, ketahanan pangan lokal 3. Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna 4. Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial 5. Layanan Komunitas Mahasiswa 6. Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 183 Documents
Literasi Ceria di Kampung Cahaya: Giat Belajar untuk Menggapai Asa, yuk Bisa! Rahmawati, Siti; Suryaningsih, Iin; Nurdiana, Nurdiana
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5025

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini adalah 10 anak hunian pemulung, kampung cahaya di Setiabudi, Menteng Atas Jakarta Selatan yang termasuk kelompok mitra non profit. Pendampingan oleh tim pemberdayaan masyarakat UAI dilaksananakan di tahun 2024. Tim UAI menganalisis ada dua permasalahan utama yaitu: (1) Permasalahan pada pemahaman literasi dasar (baca, tulis dan simak) anak-anak Kampung Cahaya yang sangat rendah (2) Permasalahan pada motivasi belajar anak yang masih rendah, disebabkan oleh faktor lingkungan tempat mereka tinggal yaitu hunian pemulung. Solusi dari 2 (dua) permasalahan di atas, yaitu pembinaan dalam bentuk hard dan soft skill yang dilaksanakan di Bilik Pintar Kampung Cahaya. Tujuan kegiatan adalah pelatihan soft skill yang memberikan motivasi dengan alat dan media belajar berbasis audio visual. Sedangkan untuk pembinaan hard skill yaitu berupa pendampingan kelas literasi dasar bagi anak yang meliputi kelas baca, tulis dan simak teks melalui metode storytelling dan BaBuCaTA (Basmi Buta baCa dan Tulis Al-qur’an) untuk 10 peserta. Target luaran (soft skill) yaitu meningkatnya motivasi belajar anak khususnya dalam mengenal dan memahami literasi dasar seperti baca, tulis dan simak. Dan dari (hard skill) adalah kemampuan literasi dasar yang baik agar mampu meningkatkan kesadaran pentingnya literasi di lingkungan kampung cahaya.Kata kunci: BaBuCaTA, Kampung Cahaya, Storytelling, YOI SKUL.
Edukasi Gizi Berbasis WhatsApp untuk Pencegahan Stunting dan Pemantauan Pertumbuhan Balita Mandiri pada Masa Pandemi Covid-19 Sulaeman, Siti Muslimah; Puspa, S.P., M.Si., Amalina Ratih; Irawan, Andi Muh Asrul
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5199

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan layanan Posyandu di wilayah mitra ditutup untuk mencegah kerumunan, padahal pemantauan pertumbuhan anak tetap perlu dilakukan setiap bulan agar penurunan berat badan dan tinggi badan dapat terdeteksi sejak dini. Kondisi mitra yang berada di zona merah serta keterbatasan kemampuan penggunaan aplikasi pertemuan virtual (Zoom) menuntut penyesuaian metode edukasi gizi dari luring menjadi daring. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting melalui pendekatan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) sekaligus membekali mitra cara pemantauan status gizi anak secara mandiri di rumah. Metode pelaksanaan berupa edukasi gizi dengan tema “Ayo Cegah Stunting dengan Mengoptimalkan Gizi 1000 HPK”. Metode kegiatan dilakukan secara daring melalui Kuliah WhatsApp (KulWap) pada 77 peserta komunitas parenting. Evaluasi peningkatan pengetahuan dilakukan dengan desain pre–post test menggunakan 10 soal pilihan ganda. Tahapan pelaksanaan meliputi: (1) sosialisasi, (2) edukasi gizi melalui KulWap, (3) penerapan WhatsApp sebagai media edukasi, (4) pendampingan dan evaluasi (pre–post test dan umpan balik), serta (5) keberlanjutan melalui penyediaan media bantu pemantauan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan sebesar 11% (81 menjadi 92) serta tersedianya media edukasi dan alat bantu pemantauan berupa height chart dan cakram cek status gizi untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang anak di rumah selama pandemi.Kata kunci: 1000 HPK, Kuliah WhatsApp (KulWap), Pemantauan status gizi, Posyandu, Stunting
Pemanfaatan Permainan Ular Tangga Melingkar sebagai Media Edukasi Gizi Seimbang untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Anak Sekolah di SDN Cireundeu 01 Fitri, Dwi Ayuningrum; Askari, Amatullah Nabiha; Agustin, Dini Devina; Tanoto, Elvellyne Rintania; Chaerunnisa, Siti Alifah Zalfa; Rahmawati, Lusi Anindia; Umami, Zakia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5091

Abstract

Anak usia sekolah 5 – 14 tahun merupakan kelompok rentan terhadap masalah gizi yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembang, seperti stunting, obesitas, dan anemia. SDN Cireundeu 01 merupakan salah satu sekolah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan ditemukan perbedaan kondisi status gizi siswa berdasarkan hasil observasi awal mulai dari status gizi normal hingga underweight dan overweight. Kegiatan edukasi gizi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai gizi seimbang pada 30 siswa/i SDN Cireundeu 01, Tangerang Selatan. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif dan media permainan edukatif berupa ular tangga dan puzzle. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan proporsi siswa dengan pengetahuan baik dari 6,67% menjadi 13,33% setelah intervensi. Namun, hasil uji statistik paired t-test menunjukkan bahwa peningkatan skor pengetahuan tersebut tidak signifikan secara statistik p = 0,650 (p > 0,05). Beberapa faktor yang diduga memengaruhi hasil ini antara lain durasi edukasi yang terbatas, efektivitas penyampaian materi, dan kondisi lingkungan belajar. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang lebih komprehensif, berkesinambungan, dan partisipatif agar peningkatan pengetahuan gizi seimbang pada anak sekolah dasar dapat dicapai secara optimal.Kata kunci: Anak sekolah dasar, Edukasi gizi, Gizi seimbang, Ular Tangga.