cover
Contact Name
Muhammad Asmar
Contact Email
sendamas@uai.ac.id
Phone
+6285210479291
Journal Mail Official
sendamas@uai.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Al Azhar Indonesia, Lt. 2. Ruang 207 Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 Telp : 021 727 92753, 724 4456 ext 2012 Fax : 021 7244767 email : lp2m@uai.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)
ISSN : -     EISSN : 29858747     DOI : http://dx.doi.org/10.36722/psn.v3i1.2391
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Sendamas) mempublikasikan naskah artikel yang bertemakan*, namun tidak terbatas pada:* 1. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan 2. Layanan Msyarakat, orang - orang, ketahanan pangan lokal 3. Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna 4. Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial 5. Layanan Komunitas Mahasiswa 6. Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 166 Documents
Negosiasi Ketegangan Komunikasi: Studi Dialektika Relasional Tenaga Fasilitator Lapangan Pada Program Bedah Rumah Shambodo, Yoedo; Zarkasi, Irwa R; Arianti, Gusmia; Fadia, Hany Nur
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5017

Abstract

Tenaga fasilitator lapangan (TFL) memiliki peran penting untuk mendampingi masyarakat penerima bantuan dalam pelaksanaan Program Rumah Swadaya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) oleh Kementerian PUPR. Tugasnya menjadi penghubung komunikasi antara pemerintah, penerima bantuan, dan  penyedia bahan bangunan kerap memunculkan ketegangan komunikasi karena adanya perbedaan kepentingan pemahaman terhadap aturan dan harapan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana TFL mengelola konflik dan ketegangan yang muncul dalam interaksinya. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori Dialektika Relasional yang dikembangkan oleh Leslie Baxter dan Barbara Montgomery. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan penelaahan dokumentasi untuk pengumpulan data dengan informan adalah koordinator TFL di wilayah Bandung, Bogor, dan Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TFL dalam menjalankan tugasnya menemui berbagai kendala seperti permasalahan komunikasi, sumberdaya dan lingkungan. Fasilitator perlu mengelola ketegangan dengan berbagai strategi komunikasi dengan cara yang berbeda antara pemangku kepentingan, penerima bantuan, dan penyedia bahan bangunan. Penelitian ini menegaskan bahwa bukan hanya aspek teknis yang mendukung keberhasilan Program Rumah Swadaya, namun juga kecakapan TFL dalam menegosiasikan ketegangan melalui   keterbukaan selektif dan negosiasi makna. Karena itu, komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan, kerja sama dan keberlangsungan program yang berbasis pemberdayaan masyarakat.Kata kunci - Dialektika relasional, Ketegangan komunikasi, Program Rumah Swadaya, Negosiasi Makna, Tenaga Fasilitator Lapangan
Early Detection of Escherichia coli Producing Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) in Cattle Farm Waste from Urban Jakarta Maulida, Aulia; Jumianto, Syafitri; Puspitasari, S.Si., M.Si, Riris Lindiawati
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5236

Abstract

This study examined the presence of Escherichia coli resistant to third-generation cephalosporins in cattle manure originating from an urban farming area in South Jakarta. The study aimed to detect presumptive extended-spectrum beta-lactamase (ESBL)-producing E. coli using total plate count analysis, selective culture, Gram staining, and biochemical identification. Urine and fecal waste samples were collected from a cattle farm located in close proximity to residential settlements. Samples were cultured on MacConkey Agar supplemented with cefotaxime, followed by Gram staining and IMViC biochemical tests. All isolates showed lactose-fermenting colonies with pink to red coloration on MacConkey Agar, Gram-negative rod morphology, and biochemical characteristics consistent with E. coli (Indole positive, Methyl Red positive, Voges–Proskauer negative, Citrate negative). Total bacterial counts reached approximately 10³ colony-forming units per milliliter, with fecal samples exhibiting higher bacterial loads than urine samples. Bacterial growth on cefotaxime-supplemented media indicated phenotypic resistance to third-generation cephalosporins, suggesting the presence of presumptive ESBL-producing strains. These findings demonstrate that urban cattle manure may serve as a reservoir of antibiotic-resistant bacteria and highlight the need for confirmatory ESBL testing, strengthened antimicrobial resistance surveillance, and the implementation of integrated One Health strategies to mitigate environmental and public health risks.Keywords – Antimicrobial Resistance; Cattle Farm Waste; Cephalosporin Resistance; Escherichia Coli; Urban Livestock.
Code Switching Used by the Characters in “13 Bom di Jakarta” (2023) Syahputera, Akmal Rizky; AlZammy, Salwa; Hadiyansyah, Dhuha
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4889

Abstract

Code-switching is a common linguistic practice in multilingual societies and often appears in modern Indonesian films as a reflection of bilingual communication. In 13 Bom di Jakarta (2023), characters frequently alternate between Indonesian and English, suggesting that language choice plays an important role in shaping identity, emotional expression, and social interaction. This study aims to identify the types and communicative functions of code-switching used by characters in the film. Using a qualitative research design with a content analysis approach, data were collected through the transcription of dialogues containing instances of code-switching. Each case was categorized based on Poplack’s code-switching typology and Appel and Muysken’s communicative function framework. The findings show that from 25 identified instances, intra-sentential switching was the most dominant type (68%), followed by inter-sentential switching (24%) and tag switching (8%). Regarding communicative functions, the referential function was used most frequently (44%), followed by expressive (24%), directive (20%), metalinguistic (8%), and poetic functions (4%). These results indicate that code-switching in the film is purposefully employed to convey technical meanings, express emotions and identity, give instructions, and create stylistic effects. The study contributes to sociolinguistic research and enriches the discussion on bilingual representation in Indonesian popular media.Keywords – Bilingualism, Code-Switching, Indonesia Films, Language Function, Sociolinguistics.
Metabolit Sekunder Daun Ganyong (Canna indica L) Rahayu, Kun Mardiwati; Gustiananda, Kintan Ayu
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5248

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, salah satunya adalah tanaman Canna. Canna indica L. dikenal sebagai tanaman ganyong sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan karena termasuk golongan umbi-umbian. Selain umbi, bagian lain pada tanaman ini yang memiliki potensi lain adalah daun yang juga memiliki potensi sebagai herbal. Tanaman ganyong diketahui dapat tumbuh di bawah naungan pohon lain. Naungan pada suatu tanaman dapat memengaruhi kondisi serta senyawa yang terkandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada daun ternaung dan tidak ternaung. Metode yang digunakan untuk mendapatkan ekstrak etanol daun Canna indica L adalah maserasi. Hasil penelitian yang diperoleh pada daun dengan naungan didapati mengandung metabolit sekunder meliputi flavonoid, alkaloid, polifenol, saponin, glikosida dan tanin. Hasil kandungan metabolit sekunder pada daun tidak ternaung meliputi kandungan yaitu alkaloid, polifenol, saponin, glikosida dan tanin.Kata Kunci - Canna indica L., Ganyong, Metabolit sekunder.
Metode 字帖 “Zìtiě” dalam Meningkatkan Ketepatan Penulisan Aksara Han pada Pembelajar Bahasa Mandarin sebagai Pembelajar Bahasa ke Dua 《字帖法在提高汉语学习者汉字书写准确性的应用》 Januarti, Woro; Hartati, Sri; Firdaus, Naurah Hafizhah
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4926

Abstract

Pembelajaran Bahasa Mandarin di Indonesia dianggap memasuki gelombang ke dua semenjak masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, dan jika dirunut hingga hari ini, maka pembelajaran sudah memasuki masa lebih dari duapuluh tahun. Sayangnya, berdasarkan penelitian Bahasa Mandarin di Indonesia, khususnya pengajaran penulisan aksara Han (汉字教学) hingga hari ini belum dapat mengatasi kesulitan pembelajar dalam menulis aksara Han dengan tepat. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penyalinan“字帖” (Zìtiě) yaitu metode penyalinan seperti yang diajarkan pembelajar dasar penulisan Hanzi di Tiongkok bagi masyarakat Tiongkok yang diaplikasikan bagi pembelajar Bahasa Mandarin sebagai bahasa ke dua di Indonesia untuk menghasilkan tingkat penulisan Hanzi yang lebih akurat. Metode yang dipakai adalah metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pertama, mengumpulkan data penulisan aksara Han mahasiswa prodi BMKT UAI sebanyak 20 orang, lalu menelaahnya melalui metode kualitatif dan memberikan pelatihan penulisan aksara Han dengan metode penyalinan (Zìtiě) . Didapatkan bahwa, kesalahan-kesalahan yang muncul dari penulisan aksara Han, seperti kesalahan jarak antar aksara, kesalahan penulisan guratan dasar, arah, ketidak akuratan, kurang dan berlebihannya jumlah guratan dasar, gabungan jumlah guratan dasar salah. Melalui latihan menggunakan buku metode penyalinan “Zìtiě”, meghasilkan keakuratan penulisan aksara dan tingkat kesalahan menurun.Kata Kunci - Aksara Han; Bahasa Asing; Bahasa Mandarin; Hanzi;
The Strength of Natural Disaster Local Wisdom in Indonesian and Japanese with Story Telling Approach Wardyaningrum, Damayanti; Ariefa, Nina Alia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4961

Abstract

Indonesia and Japan are two countries that have things in common especially form natural disaster vulnerability and tsunami. There are various efforts conducted by government of both countries to mitigate disaster risk. People of Indonesia and Japan who live in a prone disaster area still own a sense of local wisdom by believing in myths concerning natural disaster. The purpose of this research is to identify myths in local wisdom regarding earthquacke and tsunami in Indonesia and Japan throught the six elements approach from storytelling concepts, namely: emotion, plot, structure, hero, villain and conflict. The research method use qualitative approach with text analysis to a number of sources and supported by interviews. Result shows that the myths believed by Indonesian is related to background of tsunami that happened because of the mystical life underwater ruled by the legend Ratu Kidul. While for Japanese, they believe that the cat fish called Namazu was the reason behind earthquake. The local wisdom has meaning in regards with the history of massive natural disaster event, the ability of local people in reading nature’s signs, alertness toward nature’s bigger power, the effort for asking God’s guidance and tradition in building group power within local society.Keywords - Indonesia, Japan, Local Wisdom, Natural Disaster, Storytelling.