cover
Contact Name
Muhammad Asmar
Contact Email
sendamas@uai.ac.id
Phone
+6285210479291
Journal Mail Official
sendamas@uai.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Al Azhar Indonesia, Lt. 2. Ruang 207 Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 Telp : 021 727 92753, 724 4456 ext 2012 Fax : 021 7244767 email : lp2m@uai.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)
ISSN : -     EISSN : 29858747     DOI : http://dx.doi.org/10.36722/psn.v3i1.2391
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Sendamas) mempublikasikan naskah artikel yang bertemakan*, namun tidak terbatas pada:* 1. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan 2. Layanan Msyarakat, orang - orang, ketahanan pangan lokal 3. Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna 4. Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial 5. Layanan Komunitas Mahasiswa 6. Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 183 Documents
Implementasi HOTS dalam Pemberdayaan Literasi Baca-Tulis Anak di Kampung Cahaya, Jakarta Selatan Nurdiana, Nurdiana; Sutrisno, Bejo; Mardiyah, Zaqiatul; Saugi, Muhammad; Laksono, Bowo; Muhadlarah, Nurul
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4977

Abstract

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian terkait rendahnya tingkat literasi adalah Kampung Cahaya. Anak-anak di kampung ini mengalami hambatan dalam membaca dan menulis, terutama yang berkaitan dengan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Oleh karena itu, dibutuhkan pendampingan atau kegiatan literasi baca-tulis dengan mengimplementasikan metode HOTS.  Tujuan kegiatan literasi baca-tulis adalah membantu anak-anak Kampung Cahaya membaca tanpa mengeja, memahami bacaan, serta menuliskan kembali pemahaman terhadap teks yang mereka baca. Jumlah peserta 10 orang mulai dari kelas 1 sampai 6. Metode implementasi HOTS yang digunakan adalah membaca buku cerita dengan metode tanya jawab yang menekankan ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’ kemudian peserta pengmas diminta untuk menuliskan kembali cerita yang mereka baca dengan kata-kata mereka sendiri sesuai pemahaman mereka. Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 6 bulan.  Hasil kegiatan adalah anak-anak Kampung Cahaya sebagian besar sudah bisa membaca, namun hanya sebatas membaca teks yang dieja. Membaca dengan melibatkan pemahaman, apalagi yang mengandung HOTS, cukup sulit untuk anak-anak Kampung Cahaya. Mereka juga belum mampu menjelaskan bacaan yang mereka baca dalam bentuk tulisan. Namun, melalui pendampingan yang cukup intensif, mulai terlihat hasil implementasi HOTS yaitu mereka dapat menjawab pertanyaan yang mengandung kata ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’.Kata Kunci: HOTS, Kampung Cahaya, Literasi baca-tulis.
Pemberdayaan Santri RQA melalui Pelatihan dan Pendampingan Hidroponik dan Budidaya Lele Arslan, Rijal; Samiono, Bambang Eko; Rahmi, Asri Noer; Arsyad, Aisyah Tiar
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4986

Abstract

Meskipun pembinaan Al-Quran di Rumah Quran Askaf (RQA) berjalan baik, santri mukim masih kekurangan program terpadu untuk pengembangan keterampilan kewirausahaan, kondisi ini membatasi kemampuan mereka untuk menciptakan peluang ekonomi mandiri dan berkontribusi pada kesejahteraan diri sendiri, keluarga, maupun komunitas, Santri mukim di Rumah Quran Askaf (RQA) akan memperoleh pembelajaran kewirausahaan terstruktur berupa teori dan praktik yang meningkatkan kompetensi usaha, keterampilan hidup, dan etika kerja dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran baru bagi santri, yaitu enterpreneur yang memberikan pembelajaran teori kewirausahaan, sedangkan pembelajaran praktikum akan dilengkapi dengan pengembangan tempat praktikum berupa hidroponik sayuran dan budidaya ikan lele, program pengabdian kepada masyarakat akan melibatkan 5 orang peserta yang merupakan pengajar di RQA, untuk nantinya para pengajar akan menyampaikan kurikulum tersebut kepada para santri (training to trainer), pelaksanaan kegiatan ini akan dimulai dengan melakukan penyusunan kurikulum wirausaha dan memberikan pelatihan wirausaha bagi pengajar di RQA, selanjutnya akan dilakukan pengembangan tempat praktikum wirausaha, kegiatan ini telah berhasil menghasilkan 5 calon pengajar enterpreneur dan tempat praktikum wirausaha, yang selain hasilnya dapat dikonsumsi santri mukim juga dapat dijual, sehingga santri dapat lebih berdaya.Kata kunci: Enterpreneur, Kurikulum, Pelatihan, Praktikum
Edukasi Gizi dan Pelatihan Antropometri bagi Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Bojonggede Wulandari, Mita Tri; Nurrohmah, Nisa; Agustin, Dini Devina; Ariani, Asri Nurmaulina; Umami, Zakia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4892

Abstract

Permasalahan gizi menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 21,5%, sedangkan di Provinsi Jawa Barat berhasil menurun menjadi 15,9%. Desa Rawa Panjang yang merupakan wilayah dari Puskesmas Bojonggede menjadi fokus program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat serta keterampilan kader posyandu. Kegiatan meliputi edukasi gizi berbasis media sosial Instagram dan saluran komunitas WhatsApp pada 30 responden serta penyuluhan pengukuran antropometri bagi kader posyandu. Jenis kegiatan menggunakan metode presentasi yang diawali dengan pemberian soal pretest untuk program kerja pelatihan pengukuran antropometri dan diakhiri dengan postest, berbeda dengan edukasi gizi yang memiliki kurun waktu 14 hari dalam menyampaikan materi secara online dan ditutup dengan postetst. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 84  10,7 pada pretest menjadi 95  5,9 pada posttest (p = 0,000; p < 0,05). Sementara itu, hasil evaluasi penyuluhan antropometri menunjukkan rata-rata nilai kuis 74,6  21,8 dengan sebagian besar responden memperoleh nilai > 70 dan nilai terbanyak 90. Kedua program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi serta pemahaman kader mengenai pengukuran antropometri.Kata Kunci : Antropometri, Edukasi Gizi, Media Sosial 
Edukasi Gizi dan Senam Bersama pada Lansia di Desa Cimanggis sebagaai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kebugaran Lansia Rahmawati, Lusi Anindia; Chaerunnisa, Siti Alifah Zalfa; Nurdin, Aura Kamila; Tanoto, Elvellyne Rintania; Nurulia, Sheara Ananta
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4999

Abstract

Lansia di Posyandu Desa Cimanggis aktif mengikuti senam rutin, namun masih menghadapi keterbatasan variasi aktivitas fisik, rendahnya pengetahuan gizi seimbang, serta risiko penyakit degeneratif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kebugaran lansia melalui program Senam Bersama dan Edukasi Gizi di Desa Cimanggis, Kabupaten Bogor. Sebanyak 30 peserta lansia mengikuti kegiatan pada 22 Agustus 2025 di Puskesmas Kemuning. Metode pelaksanaan meliputi senam lansia (pemanasan, inti, pendinginan) dan edukasi gizi mengenai konsep Isi Piringku, pentingnya protein untuk mencegah sarcopenia, serta pencegahan hipertensi, diabetes, dan asam urat melalui pemilihan makanan sehat. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 81,3 ± 18,1 menjadi 86,6 ± 8,0 dengan p = 0,035 (p < 0,05), menandakan pengaruh signifikan edukasi gizi terhadap pengetahuan lansia. Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, Good Health and Well-Being, dan direncanakan menjadi agenda rutin Posyandu Lansia Desa Cimanggis dengan dukungan Puskesmas Kemuning, kader desa, serta grup komunikasi daring untuk keberlanjutan kegiatan.Kata kunci: edukasi gizi, lansia, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, senam lansia
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu melalui Pelatihan Pembuatan PMT Berbasis Ikan Lele (Gyozale) sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Rawa Panjang Umami, Zakia; R, Lusi Anindia; Irawan, Andi M Asrul; Ananda, Alfina; Elmatina, Sefilla
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4988

Abstract

Mitra Pengabdian Masyarakat adalah Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Desa Rawa Panjang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup baik, namun masih menghadapi tantangan serius yaitu tingginya prevalensi stunting. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada posyandu masih kurang bervariatif dan minim zat gizi, sehingga dibutuhkan kreasi produk PMT yang lebih menarik, bergizi dan memanfaatkan pangan lokal yang ada di desa, salah satunya ikan lele. Berdasarkan kondisi tersebut, maka pelaksana melakukan pelatihan pembuatan PMT berbahan dasar Ikan Lele berupa gyoza lele yang selanjutnya disebut Gyozale. Tujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan bahan pangan lokal ikan lele dengan kreasi yang lebih menarik dan padat gizi untuk menurunkan prevalensi stunting. Peserta pelatihan berjumlah 24 orang yang terdiri dari Ketua TP PKK, Perwakilan Pokja PKK, Kader Posyandu dan Ibu Balita. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi dan pelatihan. Tahapan pelaksanaan terdiri atas FGD dengan stakeholder, merancang dan sosialisasi program, trial pembuatan Gyozale, pemberian edukasi, pelatihan pembuatan Gyozale, serta pendampingan Posyandu. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan peserta terlatih membuat Gyoza, serta pengimplementasian PMT Gyozale pada saat Posyandu.Kata kunci: Lele, Pelatihan, PMT.
Edukasi Gizi dengan Media Permainan Monopoli Nutriland untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi pada Siswa MTsN 1 Tangerang Selatan serta Evaluasi Program MBG Wulandari, Mita Tri; Nurdin, Aura Kamila; Nurrohmah, Nisa; Yuswandi, Eka Rahma; Umami, Zakia; Rahmawati, Lusi Anindia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5000

Abstract

Permasalahan gizi remaja khususnya underweight masih menjadi isu yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, terjadi penurunan prevalensi wasting di Tangerang, namun permasalahan gizi kurang di Indonesia tetap perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Identifikasi di MTsN 1 Tangerang Selatan menunjukkan sebagian siswa memiliki kebiasaan sarapan tidak teratur, sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta kurang memahami gizi seimbang. Kondisi ini menjadikan remaja rentan terhadap beban ganda malnutrisi akibat pola makan yang tidak seimbang dan minimnya edukasi gizi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi siswa melalui media permainan Nutriland serta mengevaluasi pelaksanaan program dan menilai efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mendukung pemenuhan gizi remaja di sekolah. Edukasi dilakukan secara interaktif menggunakan media edukasi permainan monopoli Nutriland kepada 30 siswa kelas  VIII. Menggunakan metode pre-test dan post-test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan tidak terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan (p = 0,188; p > 0,05), namun kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya gizi seimbang dan penerapan acuan makan di Indonesia. Media Nutriland memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sarana edukasi gizi yang menarik dan menyenangkan di sekolah.Kata kunci: Edukasi Gizi, Gizi Remaja, Nutriland
Peningkatan Pengetahuan Gizi Seimbang Melalui Media Edukasi Ludo Cerna Pada Remaja SMAN 105 Jakarta Lubis, Syakira Kiyasa; Ridianti, Mutia Amelia; Aisha, Pelagia Shafa; Rahmawati, Lusi Anindia; Umami, Zakia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4689

Abstract

Masalah gizi kurang atau berat badan rendah pada remaja masih menjadi permasalahan dalam kesehatan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh asupan gizi yang tidak seimbang dan kurangnya informasi tentang gizi di lingkungan sekolah. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat bertujuan menguji efektivitas media edukasi Ludo Cerna dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang gizi seimbang. Dalam penelitian ini, 30 siswa dari SMAN 105 Jakarta diberi intervensi melalui metode ceramah dan permainan edukatif Ludo Cerna. Untuk mengukur pengetahuan, digunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang memiliki pengetahuan baik dari 63,3% menjadi 86,7%, serta tidak ada siswa yang masuk dalam kategori pengetahuan kurang. Namun, saat dianalisis secara statistik, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (p  0,62; p > 0,05). Meski demikian, pendekatan edukasi berbasis permainan memiliki potensi untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa secara umum. Penelitian ini menyarankan penggunaan sesi edukasi yang lebih intensif dan berulang, serta alat ukur yang lebih sensitif agar hasilnya lebih baik. Penyisipan media edukatif seperti Ludo Cerna dalam pembelajaran di sekolah dan kegiatan promosi kesehatan diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang gizi secara berkelanjutan.Kata Kunci:  Edukasi Gizi, Ludo Cerna, Media Visual, Remaja, Underweight.
Implementasi Thariqah Mubasyarah dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Arab Guru TPQ Mardiah, Zaqiatul; Rachman, Fazlur
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5004

Abstract

Kegiatan belajar dan mengajar pada TPQ/TPA merupakan salah satu implementasi peraturan pemerintah tentang pendidikan agama dan pendidikan kegamaan nomor 55 tahun 2007. Namun, ada beberapa masalah yang dihadapi oleh lembaga nonformal tersebut. Yang paling krusial adalah kompetensi bahasa Arab tenaga pengajar. Mereka harus memiliki kemampuan bahasa Arab yang memadai karena semua materi yang diajarkan berbasis pada kompetensi bahasa Arab. Oleh karena itu,  pembelajaran bahasa Arab Al Quran bagi para guru TPQ Babussalam di keluarhan Malaka Jaya Jakarta Timur ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bahasa Arab guru TPQ melalui Pelatihan bahasa Arab di TPQ Babussalam Malaka Jaya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pembelajaran langsung (Thariqah Mubasyarah) yang berpedoman pada Al Quran. Ada 8 guru yang menjadi peserta kegiatan ini. Materi yang disampaikan tercakup dalam 4 hal, yaitu pelafalan, penulisan, kaidah/tata bahasa, dan percakapan. Setelah 40 jam tatap muka, para guru memperlihatkan peningkatan yang signifikan pada 4 hal tersebut, yang terlihat pada hasil pretest dan post test.Kata kunci: Bahasa Arab, Guru TPQ Babussalam, Pelatihan.
Optimalisasi Praktik Pemberian Makan Anak Usia Dini Melalui Intervensi Edukasi Berbasis Demonstrasi dan Best Practice pada Ibu Baduta di Wilayah Desa Laladon, Kabupaten Bogor Pradiyanto, Tasya Salsabila; Zein, Dhea Sabila; Yuswandi, Eka Rahma; Rahmawati, Dwi Hayuni Kukuh; Crysalis, Rizkia Alya; Yusuf, Andi Mukramin
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4909

Abstract

Permasalahan gizi pada anak usia dini, khususnya baduta, masih menjadi isu penting di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Pola konsumsi anak menunjukkan peningkatan konsumsi jajanan kemasan tinggi gula, garam, dan lemak, yang dipengaruhi oleh kemudahan akses, harga terjangkau, serta paparan lingkungan dan iklan. Selain itu, rendahnya pengetahuan gizi ibu dan pola makan keluarga yang kurang seimbang turut memengaruhi kualitas asupan harian anak. Kondisi ini berisiko menyebabkan ketidakseimbangan gizi, serta meningkatkan potensi stunting dan anemia dalam jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu baduta melalui edukasi gizi berbasis Emotional Demonstration (Emo-Demo) dan praktik pembuatan camilan sehat dari bahan lokal, yaitu ubi. Program diikuti oleh 17 ibu dengan metode sosialisasi, edukasi jadwal makan berbasis Emo-Demo, serta lomba pembuatan camilan sehat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta penilaian lomba berdasarkan aspek gizi, higienitas, kreativitas, penyajian, dan prinsip halal-thoyyib. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p = 0,004). Program ini efektif dalam memperbaiki praktik pemberian makan anak sekaligus mendorong potensi pengembangan usaha keluarga berbasis pangan lokal.Kata kunci: Pemberian Makan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Emo-Demo, Camilan Sehat, Pangan Lokal.
Implementasi Manajemen Keberlanjutan Usaha Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Aset bagi Kelompok Tani Sukasari Nurhasanah, Nunung; Zulfah, Nur Saumi Indana; Rahmatia, Suci; Anggraini, Sari; Almas, Alifah; Rohman, Iksan Khosiya; Puspita T.H, Nadila; Salsabila, Nida; Nanda, Rahmat Giant
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4974

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan utama mitra, yaitu rendahnya pemahaman kelompok tani terhadap manajemen keuangan dan aset usaha yang berdampak pada lemahnya kemampuan pengelolaan keuangan secara terencana dan berkelanjutan. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Sukasari di Desa Arjasari, Kabupaten Bandung Selatan, yang berfokus pada budidaya bunga matahari. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam pencatatan keuangan, pengelolaan aset, serta penerapan prinsip keberlanjutan usaha tani melalui pelatihan dan pendampingan. Kegiatan diikuti oleh 15 peserta yang mayoritas merupakan petani aktif, dengan tahapan analisis permasalahan, sosialisasi program, pelatihan manajemen keuangan dalam dua sesi, pendampingan, dan evaluasi. Materi pelatihan menekankan konsep dasar manajemen keuangan, pencatatan transaksi sederhana, serta pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha tani yang terintegrasi, didukung oleh guide book yang disusun khusus sesuai kebutuhan mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, dengan hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 56 persen menjadi 100 persen. Selain peningkatan pemahaman, kegiatan ini menghasilkan dampak sosial positif berupa perubahan perilaku petani dalam menerapkan pencatatan keuangan yang lebih disiplin, peningkatan kesadaran pengelolaan aset, penguatan kapasitas manajerial kelompok tani, peningkatan efisiensi pengelolaan modal, perbaikan kesejahteraan ekonomi petani, serta dukungan terhadap keberlanjutan usaha pertanian bunga matahari di Desa Arjasari.Kata kunci Keberlanjutan Usaha, Kelompok Tani, Manajemen Keuangan, Pelatihan, Pemberdayaan Masyarakat.