cover
Contact Name
Dasep Bayu Akhyar
Contact Email
cip.edu.journal@albadar.ac.id
Phone
+628119264449
Journal Mail Official
cip.edu.journal@albadar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kp. Pesantren Cipulus, RT/RW 07/03, Desa. Nagrog, Kec. Wanayasa, Kab. Purwakarta, 41174
Location
Kab. purwakarta,
Jawa barat
INDONESIA
Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 30252040     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Cipulus Edu: Journal of Islamic Education is published by STAI Al Badar Cipulus Purwakarta. We invite scholars, researchers, students, teachers and experts in appropriate fields to contribute the results of their studies and research in fields related to Islamic Education issues which include: Development of Islamic Education Islamic Education Innovation Development of Islamic Education Curriculum Development of Islamic Education Learning Media Philosophy of Islamic Education Assessment of Islamic Education Learning Evaluation of Islamic Education Study of Islamic educational thought Gender and Children Islamic Education Madrasah and Islamic boarding school education
Articles 45 Documents
Pembentukan Karakter Relegius Santri Melalui Kegiatan Yasin Mubin Di Pondok Pesantren Roudhothut Thullab Wonosobo Asy Sifa Patricia Pratama; Sri Haryanto; Darul Muntaha
Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2026): Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter religius santri di tengah tantangan perkembangan zaman yang berpotensi melemahkan nilai-nilai spiritual dan moral. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter melalui pembiasaan kegiatan keagamaan. Salah satu bentuk pembiasaan tersebut adalah kegiatan pembacaan Yasin Mubin di Pondok Pesantren Roudlotuth Thullab Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Yasin Mubin, pengaruhnya terhadap pembentukan karakter religius santri, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi pengasuh, pengurus, dan santri Pondok Pesantren Roudlotuth Thullab Wonosobo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Yasin Mubin dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat pada akhir bulan Hijriyah, diawali dengan tawasul, pembacaan Surah Yasin dengan berhenti pada tujuh lafaz “mubin” untuk berdoa, serta ditutup dengan tahlil bersama. Kegiatan ini berperan dalam membentuk karakter religius santri yang tercermin dalam sikap disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab. Faktor pendukung kegiatan ini meliputi peran aktif pengasuh dan pengurus, penerapan tata tertib pondok, serta lingkungan pesantren yang religius. Adapun faktor penghambatnya antara lain kelelahan fisik santri, tugas akademik yang padat, serta kurangnya pemahaman sebagian santri terhadap makna kegiatan. Dengan demikian, kegiatan pembacaan Yasin Mubin menjadi salah satu sarana efektif dalam pembentukan karakter religius santri melalui metode pembiasaan yang konsisten di lingkungan pesantren.
Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an pada Lansia di Majelis Taklim Al Ma’unah Sidomulyo Purworejo MUFIROH, ALIFA NURUL; Maryono; Muhtar Sofwan Hidayat
Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2026): Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemberantasan buta huruf Al-Qur’an pada lansia melalui materi pembelajaran yang diterapkan di Majelis Taklim Al-Ma’unah Sidomulyo Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan materi pembelajaran, hasil program, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pembelajaran disampaikan menggunakan metode Iqro’ secara bertahap dan berulang yang disesuaikan dengan karakteristik lansia. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi buta huruf Al-Qur’an, yang ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan peserta dalam mengenal huruf hijaiyah dan membaca ayat sederhana. Faktor pendukung meliputi kesesuaian materi pembelajaran, peran ustadzah, serta lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fisik dan penurunan daya ingat. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi buta huruf Al-Qur’an pada lansia.
Konsep Pendidik Menurut Imam Ghazali Saomi, Muhamad Rizka; Suci Muzfirah
Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2026): Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep pendidik menurut Imam al-Ghazali serta relevansinya dalam pendidikan Islam dan konteks pendidikan kontemporer. Kajian difokuskan pada pandangan al-Ghazali mengenai kedudukan pendidik, landasan spiritual dan moral menjadi guru, tugas dan etika pendidik, serta karakter pendidik yang baik dan yang harus dihindari. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur library research dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari karya-karya utama Imam al-Ghazali, khususnya Ihya Ulumiddin, serta buku, kitab, dan literatur pendukung yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap konsep dan prinsip pendidikan yang dikemukakan al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Ghazali memandang pendidik sebagai profesi yang sangat mulia karena berperan dalam pembinaan hati, akhlak, dan kepribadian peserta didik. Pendidik tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan teladan moral. Al-Ghazali menekankan pentingnya niat ikhlas, kesucian hati, pengamalan ilmu, serta kesesuaian metode dengan tingkat pemahaman murid. Delapan prinsip etika pendidik yang dirumuskannya menjadi pedoman dalam membentuk karakter guru ideal. Penelitian ini merekomendasikan pemikiran al-Ghazali sebagai rujukan dalam pengembangan dan pembinaan pendidik agar tercapai keseimbangan antara kompetensi profesional dan integritas spiritual. Kata kunci: Imam al-Ghazali, pendidik, pendidikan Islam, etika pendidik
Implementasi Metode Musyawarah Dalam Kitab Safinatun Najah di Blok Salaf Putra Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah Wonosobo Maysharoh, Riza; Faisal Kamal; Ali Imron
Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2026): Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi metode musyawarah dalam pembelajaran kitab Safinatun Najah di Blok Salaf Putra Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah, menguraikan materi serta substansi kitab yang dipelajari oleh para santri, serta menganalisis berbagai kendala beserta upaya yang dilakukan dalam penerapan metode musyawarah pada pembelajaran kitab tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode musyawarah dalam pembelajaran kitab Safinatun Najah dilaksanakan secara rutin setiap malam Selasa melalui mekanisme diskusi kelompok. Dalam pelaksanaannya, santri dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan materi yang telah ditentukan, kemudian ditunjuk moderator dan pemateri sebagai pengarah jalannya diskusi. Setelah kegiatan berlangsung, ustadz berperan sebagai mushohih yang memberikan koreksi sekaligus penjelasan tambahan terhadap hasil diskusi santri. Implementasi metode ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif, keberanian berpendapat, serta kemampuan berpikir kritis santri dalam memahami materi fikih. Adapun materi yang terkandung dalam kitab Safinatun Najah meliputi pokok-pokok fikih ibadah, seperti thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Kitab ini menjadi rujukan dasar dalam pembelajaran fikih bagi santri karena memuat ketentuan ibadah yang relevan dengan praktik kehidupan sehari-hari. Sementara itu, kendala dalam penerapan metode musyawarah meliputi keterbatasan waktu pelaksanaan, kondisi fisik santri yang cenderung lelah pada malam hari, perbedaan tingkat pemahaman antarsantri, serta rendahnya kepercayaan diri sebagian santri dalam menyampaikan pendapat. Untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan berbagai upaya, antara lain pemberian motivasi kepada santri, pembagian kelompok secara proporsional, serta pendampingan dan arahan intensif dari ustadz selama kegiatan musyawarah berlangsung.
Internalisasi Nilai Islam Melalui Budaya Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah: Kajian atas Simbol, Bahasa, dan Interaksi Sosial Siswa Anes Wildaaa; Muh. Hanif
Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2026): Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius siswa sejak dini, namun internalisasi nilai-nilai Islam melalui budaya sekolah masih jarang dikaji secara integratif, khususnya di jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses internalisasi nilai-nilai Islam melalui budaya sekolah di MI Cokroaminoto Sawah, dengan fokus pada simbol keagamaan, bahasa, dan interaksi sosial siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa serta dokumentasi aktivitas dan lingkungan sekolah. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam terinternalisasi secara efektif melalui simbol keagamaan seperti kaligrafi Al-Qur'an dan poster motivasi Islami, penggunaan bahasa Islami dalam komunikasi sehari-hari, serta pola interaksi sosial siswa yang mencerminkan nilai akhlak, ukhuwah, dan kedisiplinan. Guru berperan aktif sebagai agen internalisasi melalui pembiasaan dan keteladanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya sekolah berbasis simbol keagamaan berperan signifikan sebagai medium internalisasi nilai Islam yang berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang mengkaji tiga dimensi budaya sekolah secara bersamaan sebagai satu kesatuan sistem internalisasi nilai Islam di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.