cover
Contact Name
Raymond Rayendra Elven
Contact Email
jurnalbarenlitbangkepri@gmail.com
Phone
+628116945679
Journal Mail Official
jurnalbarenlitbangkepri@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau “Bandar Seri Kota Piring” Kawasan Perkantoran Sultan Mahmud Riayat Syah Gedung Raja Abdul Rahman (Gedung D Lt. II & III) Pulau Dompak Seri Darul Makmur - Tanjungpinang Kode Pos 29124
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Archipelago
ISSN : 29866987     EISSN : 29866359     DOI : https://doi.org/10.69853/ja
Jurnal Archipelago adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan dan dikelola oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang berfokus pada isu-isu seputar Tata Kelola Pemerintahan. Artikel yang diterbitkan oleh Jurnal Archipelago diseleksi setelah melalui proses reviu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Modal Sosial Membentuk Peluang Usaha Anak Muda Di Kota Batam Maria Susanti; Rahmawati, Nanik; Syafitri, Rahma
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.11

Abstract

Potensi Kota Batam dapat dimanfaatkan untuk beberapa bidang seperti ekonomi, potensi ini juga merupakan salah satu keunggulan yang dimanfaatkan oleh para pemuda secara bersama-sama untuk membangun kegiatan usaha melalui modal sosial dimana kekuatan modal sosial ini dimulai dari hubungan dan kedekatan jaringan sosial yang dimiliki oleh kaum muda. Modal sosial ini dibangun untuk menciptakan kreativitas dan motivasi solidaritas kepada generasi muda melalui kegiatan kewirausahaan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, peneliti menemukan 6 informan dimana mereka adalah pemilik yang membantu kaum muda dalam modal sosial, pelajar, mahasiswa dan juga pekerja yang telah menerapkan peluang bisnis dalam diri mereka. hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu generasi muda untuk lebih bisa memanfaatkan waktu luangnya dengan berkreasi dan berinovasi sesuai dengan bakatnya karena sesuatu yang berdampak baik dan menguntungkan pasti akan banyak diminati dalam melakukannya.
Self Declare Dalam Program Sehati, Dampaknya Terhadap Umk di Kepulauan Riau Kamaruzaman
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.15

Abstract

Arah kebijakan pemerintah  melalui program SEHATI melalui skema self-declare  tersebut benar sudah menyelesaikan persoalan rendahnya jumlah UMK yang memiliki sertifikat halal khususnya di wilayah Kepulauan Riau. Tujuan penelitian yaitu untuk menjawab persoalan diatas, apakah program SEHATI sudah berjalan  efektif  dan  memiliki  dampak  positif  memberikan  kemudahan  bagi  para  pelaku  UMK  untuk mendapatkan sertifikat halal bagi usaha dan produk yang mereka hasilkan. Penelitian dengan pendekatan kualitatif mengumpulkan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menyusun hasil temuan dihimpun dalam bentuk transkrip dilakukan pengkodean. Keabsahan hasil dilakukan dengan triangulasi sumber dan analisis yang relevan secara mendalam sehingga dapat menarik kesimpulan yang tepat. Dari hasil kajian arah kebijakan pemerintah pada program sertifikat halal gratis (SEHATI) melalui skema self-declare bagi UMK telah memberikan dampak positif terhadap UMK di Kepulauan Riau dengan terbitnya sertifikat halal sebanyak lebih dari 600 SH selain itu pelaku usaha memiliki jaminan produk halal, jaminan rasa nyaman, mendatangkan keunikan penjualan, dapat menembus pasar global, melindungi dari persaingan  global dan sebagai indikasi sistem tata cipta dan pengadministrasian  produk usaha yang sudah baik.   Program SEHATI mampu membangun  ekosistem  halal di Kepulauan  Riau yang dapat menciptakan gaya hidup halal bagi warga masyarakatnya.
Efesiensi UNCLOS 1982 Dalam Penegakan Hukum Illegal Fishing: Studi Kasus Kapal Negara Vietnam di Laut Natuna Utara Swastiwi, Anastasia Wiwik; Putri, Olifia Syahrani
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.16

Abstract

UNCLOS 1982 atau United Nations Convention of Law of The Sea merupakan hukum laut internasional yang diterapkan oleh negara-negara di dunia. UNCLOS 1982 mempunyai setting yang lumayan luas dimulai dari zona maritim yang bisa diklaim sebuah negara, riset-riset kelautan, polusi, sampai prosedur penyelesaian sengketa di antara negara, tak terkecuali permasalahan yang terjadi di laut seperti kasus illegal fsihing. Peneliti pada penelitian ini mempergunakan penelitian kualitatif deskriptif dan studi pustaka selaku teknik pengumpulan data. Paper ini menjelaskan mengenai efisiensi dari UNCLOS 1982 didalam penanganan kasus illegal fishing. Penulis ini berfokus pada bagaimana UNCLOS 1982 memberlakukan para pelaku illegal fishing yang kapal Vietnam lakukan di Laut Natuna Utara. Dalam rangka memelihara serta mengawasi penaatan ketetapan Hukum Internasional yang diberlakukan di laut yurisdiksi Nasional Indonesia, ditegakkanlah penegakan hukum di laut Indonesia.
Analisis Kendala-Kendala yang Dihadapi Oleh Alumni UPTD BLKPP Disnakertrans Provinsi Kepri Jurusan Teknik Refrigerasi dalam Menjadi Teknisi AC: Studi Kasus di Kota Tanjungpinang Suryadi
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala-kendala yang dihadapi oleh alumni UPTD BLKPP Disnakertrans Provinsi Kepri Jurusan Teknik Refrigerasi dalam menjadi teknisi AC di Kota Tanjungpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 orang alumni yang telah memulai usaha sendiri setelah lulus dari UPTD BLKPP Disnakertrans Provinsi Kepri Jurusan Teknik Refrigerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh alumni dalam menjalankan usaha, antara lain keterbatasan modal awal, minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen usaha, serta persaingan yang ketat di pasar. Selain itu, alumni juga menghadapi kendala dalam mencari sumber daya manusia yang berkualitas dan kesulitan mendapatkan dukungan dari lembaga pemerintah setempat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar pihak UPTD BLKPP Disnakertrans Provinsi Kepri Jurusan Teknik Refrigerasi memberikan pelatihan dan pendampingan dalam manajemen usaha dan pengembangan keterampilan, serta menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah dan swasta untuk mendukung pengembangan usaha alumni.
Tidak dalam Pendidikan, Pekerjaan atau Pelatihan di Kalangan Generasi Z di Provinsi Kepulauan Riau: Penentu Pra dan Pasca Pandemi Covid-19 Mardiah, Hafti; Astono, Purwo
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.18

Abstract

Potensi Kota Batam dapat dimanfaatkan untuk beberapa bidang seperti ekonomi, potensi ini juga merupakan salah satu keunggulan yang dimanfaatkan oleh para pemuda secara bersama-sama untuk membangun kegiatan usaha melalui modal sosial dimana kekuatan modal sosial ini dimulai dari hubungan dan kedekatan jaringan sosial yang dimiliki oleh kaum muda. Modal sosial ini dibangun untuk menciptakan kreativitas dan motivasi solidaritas kepada generasi muda melalui kegiatan kewirausahaan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, peneliti menemukan 6 informan dimana mereka adalah pemilik yang membantu kaum muda dalam modal sosial, pelajar, mahasiswa dan juga pekerja yang telah menerapkan peluang bisnis dalam diri mereka. hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu generasi muda untuk lebih bisa memanfaatkan waktu luangnya dengan berkreasi dan berinovasi sesuai dengan bakatnya karena sesuatu yang berdampak baik dan menguntungkan pasti akan banyak diminati dalam melakukannya.
Analisis Kinerja Pelayanan Publik pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahir, Indra Bastian
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.19

Abstract

Salah satu tahapan dalam meningkatkan pelayanan publik agar tujuan pembangunan terciptanya kesejahteraan umum dapat raih adalah melalui analisis kinerja pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pelayanan publik pada Badan Pegelola Perbatasan Daerah Provinsi Kepulauan, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pengukuran psikometrik Skala Likert yang memberikan gambaran fenomena dengan menyajikan data secara faktual, sistematis, dan akurat dari penerima layanan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan survei melalui kuisioner online. Adapun unsur yang disurvei terkait kepuasan masyarakat adalah kesesuaian pelayanan, aspek mekanisme dan prosedur, lama pelayanan, spesifikasi jenis produk pelayanan, aspek perilaku pelaksana, sarana dan prasarana, kompetensi pelayanan, penanganan terhadap pengaduan pengguna layanan, dan  biaya pelayanan. Hasil penelitian menunjukan secara umum kinerja pelayanan publik Badan Pegelola Perbatasan Daerah dengan kualitas kerja Baik, dan penilaian hasil pelayanan sebesar 84,80 masuk dalam kategori B.
Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Jalan Dengan Base Course dan Subbase Course Untuk Mempertahankan Umur Rencana Jalan Yuda Afriansyah
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.20

Abstract

Kajian ini memuat pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi atas (base Course) dan pondasi bawah (subbase course) dalam rangka mempertahankan umur rencana jalan. Persiapan pekerjaan, persyaratan bahan material, pengendalian mutu dan prosedur pelaksanaan yang digunakan mengikuti metode  lapis pondasi atas ini berdasarkan Spesifikasi Umum 2018 Revisi 2. Hal-hal yang menyebabkan ketidaksesuaian umur rencana jalan dengan waktu yang telah ditentukan adalah disebabkan lima faktor, yaitu pertama, sumber daya manusia yang tidak melaksanakan pekerjaan dengan baik. Lima faktor yang menjadi penyebab ketidaksesuaian antara umur rencana jalan dengan waktu yang telah ditentukan antara lain, pertama adalah sumber daya manusia yaitu kontraktor dan pengawas yang melaksanakan kerja tidak sesuai dengan prosedur. Kedua adalah bahan material yang digunakan dan proses dalam pengolahan bahan material tersebut tidak sesuai dengan persyaratan dan prosedur. Ketiga adalah, peralatan yang digunakan tidak laik fungsi serta operator yang kurang pengetahuan dan tidak prosesional dalam mengoperasikan alat atau mesin. Keempat adalah pengendalian mutu yang kurang dilaksanakan dengan baik oleh pengawas lapangan. Kelima adalah faktor lingkungan atau cuaca yang sering berubah-ubah mengakibatkan tanah dasar yang tidak stabil akibat dari beban lalu lintas yang meningkat serta kadar air yang tinggi karena curah hujan. 
Kajian Pengembangan Kawasan di Tepian Air dan Pesisirnya Ronaldy Lovina
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.21

Abstract

Terjadinya ketimpangan pembangunan diakibatkan oleh pembangunan yang kurang merata, hal ini disebabkan oleh aksessibilitas dan ketersediaan infrastruktur yang merata sehingga membuat minat investasi berkurang. Menjangkau tujuan yang diinginkan memerlukan ketepatan jadwal keberangkatan armada transportasi dan tentunya akan ditentukan juga oleh potensi yang dapat di eksploitasi dan dieksplorasi. Jika dilihat dari luasnya wilayah Kepulauan Riau dengan luas laut 98 % yang memiliki 2.025 pulau maka ini menjadi tantangan didalam mengembangkan kawasan sehingga perlu dilakukan penataan kawasan tepian air dan kawasan pesisirnya, terutama yang jauh dari kepadatan penduduk atau perkotaan. Dengan dilakukan re-develompent kawasan pesisir yang memiliki produksi unggulan utama dibidang kelautan dan perikanan, maka akan memberikan multiplier effect kepada masyarakat yang disebabkan oleh pengaruh minat dan investasi dibidang sumber daya kelautan dan perikanan. Maka model kota pantai yang dilakukan adalah menyesuaikan dengan kondisi bentang alam yang ada pada wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Maka dengan demikian kota berbasis kepulauan dan perairan akan menjadi penyeimbang terhadadap wilayah daratan yang sudah tumbuh sejak lama.
Sejarah Perkembangan Tanjungpinang Sebagai Markas Militer di Daerah Perbatasan arman, dedi
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.23

Abstract

Tulisan ini mengkaji perkembangan Tanjungpinang sebagai markas militer di daerah  perbatasan. Kajian dilakukan menggunakan metode penelitian sejarah dan dalam pengumpulan data dilakukan studi kepustakaan. Dari kajian diketahui, pasca kemerdekaan Tanjungpinang sebagai ibukota Kabupaten Kepulauan Riau memiliki peran penting sebagai markas militer militer. Kepulauan Riau satu-satunya kabupaten di Provinsi Riau yang tidak dikuasai oleh pemberontak ketika meletus pemberontakan di Sumatra Barat yang dilakukan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) tahun 1958. Pemerintah pusat menjadikan Tanjungpinang menjadi markas militer untuk menumpas pemberontakan PRRI setelah menguasai Lapangan Udara Kijang. Sejak tahun 1950-an, Tanjungpinang juga dijadikan basis Angkatan Laut Republik Indonesia. Dimulai pembentukan Komando Daerah Maritim Riau (KDMR) yang nantinya berubah nama jadi Komando Daerah Maritim (Kodamar), cikal bakal Pangkalan Utama Angkatan Laut RI (Lantamal) IV Tanjungpinang. Pentingnya posisi Tanjungpinang dalam bidang militer di wilayah perbatasan terlihat dengan kehadiran sejumlah institusi militer pasca terbentuknya Provinsi Kepri dengan Tanjungpinang sebagai ibukota. Diawali pembentukan Komando Resort Militer (Korem) 033 Wira Pratama tahun 2006, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I tahun 2020 dan Tanjungpinang jadi markas Komando Armada I tanggal 5 Desember 2022.
Implementasi Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan pada Lapas dan Rutan di Kepulauan Riau Sukiman
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.24

Abstract

Kajian ini berupaya untuk melihat Implementasi Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan Pada Lapas dan Rutan di Kepulaauan Riau. Tim Pengamat Pemasyarakatan adalah Tim yang bertugas memberikan saran mengenai program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan. Permasalahan kajian ini adalah bagaimana Implementasi Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan Pada Lapas dan Rutan di Kepulaauan Riau. Jenis kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan lokasi kajian pada 9 UPT pemasyarakatan di Provinsi Kepulauan Riau. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara. Kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa siding TPP sudah berjalan sesuai aturan dan tidak terdapat pemungutan biaya selama proses siding TPP. Total siding TPP yang dilaksanakan selama tahun 2022 di 9 UPT pemasyarakatan adalah berjumlah 292 kali.