cover
Contact Name
Fransisca Chondro
Contact Email
fransisca_chondro@trisakti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalabdimastrimedika@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jl. Kyai Tapa No.260, RT.5/RW.9, Tomang, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 30322871     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.25105
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika adalah jurnal nasional yang memaparkan naskah hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, terutama berupa penerapan ilmu kedokteran dan kesehatan dalam upayanya memperbaiki tingkat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Jurnal ini merupakan jendela sumbangsih insan kesehatan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) dengan akses terbuka secara online sebagai salah satu jurnal resmi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti yang terbit dua kali setahun (Bulan Januari dan Juli).
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2026)" : 14 Documents clear
PENDEKATAN BIOPSIKOSOSIAL DAN EDUKASI KELUARGA PADA KASUS SKIZOFRENIA DENGAN RIWAYAT PENYALAHGUNAAN NAPZA Annam, Deva Muhammad; Shabrina , Afifah Aulia; Ishmah; Putri, Alya Fatma; Khairunnisa, Audy Fathia; Pradipta, Bahtiar Hendrawan; Ahmad, Balqis Sellomo; Handayani, Chica; Ramadhan, Fauziah Putri; Larasari, Andira; Satyasari, Daniella
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.25467

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang memengaruhi pola pikir, emosi, dan perilaku sosial, serta sering menimbulkan beban psikososial bagi pasien dan keluarga. Kondisi ini dapat diperberat oleh faktor sosiodemografi, lingkungan, dan riwayat penyalahgunaan NAPZA.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis aspek biopsikososial dan memberikan edukasi keluarga pada pasien skizofrenia di wilayah padat penduduk Jakarta Barat. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kedokteran keluarga melalui kunjungan rumah. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, analisis fungsi keluarga, serta intervensi edukasi menggunakan metode konseling individu dan keluarga.  Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya faktor risiko berupa kondisi sosial ekonomi rendah, disfungsi keluarga tingkat sedang, dan riwayat penggunaan NAPZA. Edukasi meningkatkan pengetahuan keluarga sebagai caregiver utama, meskipun peningkatan pemahaman pada pasien masih terbatas. Pendekatan biopsikososial dengan keterlibatan keluarga melalui edukasi konseling berperan penting dalam mendukung perawatan pasien dan berpotensi menurunkan risiko kekambuha
ANALISIS KLINIS DAN SOSIAL PADA PASIEN LANSIA DI KRENDANG DENGAN HNP (HERNIA NUCLEUS PULPOSUS) Primaresti, Arella Fina; Nugraha, Alfajri Febri; Susetyo, Angela Excellcia Larasaty; Faza, Arnira Nailah; Asral, Akasyah Muhammad; Arsy, Alinda; Roza, Alzhika Khalisha; Ardillah, Dinda Rizky; Atmaja, Egi Martvi; Sorfina, Akialyn Naznin; Agustina, Almalia Rachma; Saubaki, Elisa Kezia; Thalia, Anita; Arumdytha, Amanda Syadzwina Mecca; Lintuuran, Rivo Mario Warouw
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.25517

Abstract

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) merupakan kondisi patologis di mana bagian dari nucleus pulposus menonjol melalui annulus fibrosus dan dapat menekan akar saraf tulang belakang, sehingga menimbulkan nyeri punggung bawah yang signifikan dan keterbatasan fungsional pada penderitanya. Prevalensi HNP meningkat seiring bertambahnya usia dan sering dikaitkan dengan faktor mekanis serta degeneratif. Pekerjaan sebagai kuli angkut pada masa produktif pasien dapat memberikan beban mekanis kronis pada struktur tulang belakang dan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya HNP pada usia lanjut. Selain itu, kondisi komorbid seperti hipertensi dan riwayat penyakit jantung yang umum ditemukan pada lansia juga berkontribusi terhadap kompleksitas manajemen pasien dan mempengaruhi kualitas hidup penderita. Kondisi tersebut berdampak negatif terhadap kemampuan fungsional lansia dalam aktivitas sehari-hari serta meningkatkan kebutuhan intervensi kesehatan yang tepat. Salah satu bentuk dari pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis kondisi klinis dan sosial seorang lansia penderita HNP di Kecamatan Krendang yang juga memiliki hipertensi dan riwayat penyakit jantung. Pendekatan dilakukan melalui asesmen klinis, wawancara dengan pasien dan keluarga, serta edukasi promotif dan preventif terkait penanganan non-farmakologis yang sesuai.
PENYULUHAN ANTISIPASI PENULARAN MPOX DI SMK MUHAMMADIYAH 3 JAKARTA Primaresti, Arella Fina; Nafaro, Cephas Lee; Effendi, Ida; Adriani, Donna; Handayani, Astri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.25533

Abstract

Penyuluhan antisipasi penularan Mpox di SMK Muhammadiyah 3 Jakarta dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para siswa mengenai bahaya penyakit ini dan langkah-langkah pencegahannya. Mpox adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan ruam yang menyakitkan, pembengkakan kelenjar getah bening, demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, dan energi rendah. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat terkait gejala, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah ceramah interaktif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai Mpox yang dibuktikan dengan nilai pre-test dan post-test. Penyuluhan ini diharapkan dapat mencegah penularan Mpox di sekolah dan memberikan kontribusi terhadap kesehatan masyarakat yang lebih luas
EDUKASI KESEHATAN MATA UNTUK MENCEGAH KEBUTAAN AKIBAT KELAINAN REFRAKSI PADA PENDUDUK PONDOK AREN-TANGERANG Adiwardhani, Anggraeni; Hairunisa, Nany; Mashab, Yasmine; Zaina, Nashita Amira; Amalia, Husnun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.25869

Abstract

Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan masalah kesehatan mata masih menjadi sesuatu yang belum dapat diselesaikan arena sirtuasi geografis dan demografis. Terdapat 0,4% angka kebutaan pada penduduknya, dan 80% adalah kebutaan yang dapat dicegah atau diobati dan refraksi adalah menjadi penyebab utama (42%). Kelainan refraksi sampai saat ini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena menjadi penyebab gangguan penglihatan yang paling besar dan mengenai seluruh kelompok usia dan percepatan terjadinya gangguan penglihatan pada berusia produktif akan merugikan perekonomian negara karena terganggunya sumber daya manusia. Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan masyarakat dapat membantu berpartisipasi pada program ini dengan melaksanakan pengabdian skrining Kesehatan mata dan memberikan tatalaksananya agar mencegah kebutaan akibat kelainan refraksi khususnya. Metode Kegiatan pengabdian diikuti oleh 136 peserta, dilakukan penyuluhan, anamnesis, pemeriksaan Kesehatan mata termasuk pemeriksaan refraksi. Kacamata diberikan bagi peserta yang memerlukan. Hasil Peserta berusia anatara 3 tahun sampai 71 tahun, dengan 83,1% adalah laki-laki dan 16,9% adalah perempuan dan Sebagian besar peserta tidak memiliki pekerjaan (41,9%). Sekitar 42,6% memiliki Riwayat pengguna kacamata namun yang membutuhkan kacamata adalah 57,4% peserta. Setelah dilakukan edukasi terdapat peningkatan pengertian pentingnya mengkoreksi penglihatan dengan kacamata dari 50% menjadi 85%. Kesimpulan Pada 136 penduduk kurang mampu di Pondok Aren, 57,4% memerlukan kacamata untuk memperbaiki penglihatannya.

Page 2 of 2 | Total Record : 14