cover
Contact Name
sulistiyanto
Contact Email
sulistiyanto@ymail.com
Phone
+6289618729653
Journal Mail Official
groyong2024@gmail.com
Editorial Address
PERUM BUMI BULU INDAH Gg. Rambutan No.1A RT:01/RW: 06, Desa BULU Kecamatan KRAKSAAN Probolinggo, JAWA TIMUR
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Gotong Royong
Published by CV. Akira Java Bulu
ISSN : 30478189     EISSN : 30478189     DOI : -
Jurnal Gotong Royong memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi : Pelatihan, Pemasaran, Keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), Desain, Pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Jurnal Gotong Royong : menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Pendidikan Teknik Elektro, Sipil, Industri dan semua bidang Teknik Pertanian Sains Sosial Komputer Bisnis dan Ekonomi Bahasa Kesehatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Pendampingan Penerapan Sistem Monitoring Dini Kebocoran Lambung Kapal Kayu Berbasis Sensor DHT22 untuk Meningkatkan Keselamatan Operasional Nelayan Tradisional soelis yanto; Sri Widoretno; Abdul Karim
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.338

Abstract

Kapal kayu masih menjadi sarana utama yang digunakan oleh nelayan tradisional di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, dalam kegiatan penangkapan ikan. Namun, penurunan kualitas struktur kapal akibat paparan lingkungan laut menyebabkan meningkatnya risiko retakan dan kebocoran lambung yang sering kali sulit dideteksi pada tahap awal. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan operasional nelayan dan meningkatkan risiko kerusakan kapal serta peralatan penangkapan ikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan melalui pendampingan penerapan sistem monitoring dini kebocoran lambung kapal kayu berbasis sensor DHT22. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Approach (PAA) yang meliputi identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pelatihan, pendampingan implementasi, serta evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 30 pada pretest menjadi 85 pada posttest, sedangkan pengujian fungsional sistem menunjukkan tingkat keberhasilan deteksi sebesar 90% terhadap skenario uji yang dirancang. Peserta juga mampu memahami prinsip kerja sensor, melakukan instalasi perangkat, serta mengoperasikan sistem monitoring secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis transfer teknologi dapat meningkatkan kapasitas nelayan dalam mengadopsi teknologi sederhana sebagai sistem peringatan dini kebocoran lambung kapal. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengintegrasikan sensor pendeteksi air secara langsung dan sistem Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kondisi kapal secara real-time.
Sosialisasi Metode 5R Dalam Pengolahan Tembakau : Efisiensi, Mutu, dan Keberlanjutan I Ketut Wiryajati; Ismayadi Armansyah; Tria Rizki
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.335

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau, dengan fokus pada penerapan sistem 5R (Seiri – Ringkas, Seiton – Rapi, Seiso – Resik, Seiketsu – Rawat, Shitsuke – Rajin). Tujuan utama program ini adalah meningkatkan efisiensi, kualitas produk, dan keberlanjutan dalam pengolahan tembakau lokal. Program ini melibatkan kelompok tani dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak dalam penanganan pascapanen dan pengolahan tembakau. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) atau Penelitian Tindakan Partisipatif, yang menekankan partisipasi aktif mitra melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, implementasi langsung, serta pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengenalan konsep 5R, penataan ulang tata letak ruang kerja, pembersihan area produksi, perawatan peralatan, serta pengembangan budaya disiplin kerja. Evaluasi dilakukan menggunakan indikator seperti efisiensi waktu kerja, pengelolaan limbah, dan konsistensi kualitas produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek yang dievaluasi. Efisiensi kerja dan produktivitas pekerja meningkat dari skor 2 menjadi 4, kualitas produk meningkat dari 3 menjadi 4, kebersihan lingkungan kerja meningkat dari 2 menjadi 5, dan pengelolaan limbah meningkat dari 2 menjadi 4. Secara rata-rata, setiap aspek mengalami peningkatan sebesar dua poin. Penerapan sistem 5R tidak hanya meningkatkan kinerja teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan. Oleh karena itu, sistem 5R berpotensi menjadi budaya kerja yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah penghasil tembakau lainnya.
Implementasi Teknologi Monitoring Ketinggian Air Laut Berbasis Internet Of Things (IoT) Untuk Mitigasi Bencana Pesisir arfittariah fitta; Zaini; Nur Imansyah; Peri Febriadi; Zecha Nurfamada; Radja Athallah
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.341

Abstract

Wilayah pesisir memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir rob, gelombang pasang, dan kenaikan muka air laut yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Keterbatasan sistem pemantauan secara real-time menjadi salah satu kendala dalam upaya mitigasi dan pengambilan keputusan secara cepat. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan teknologi monitoring ketinggian air laut berbasis Internet of Things (IoT) sebagai sistem peringatan dini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pemasangan perangkat monitoring yang terdiri atas sensor ketinggian air, mikrokontroler, dan modul komunikasi internet, pengembangan dashboard pemantauan berbasis web atau aplikasi, serta pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dalam mengoperasikan dan memanfaatkan data hasil monitoring. Evaluasi dilakukan melalui pengujian kinerja sistem, tingkat pemahaman peserta, dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan informasi peringatan dini. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tersedianya sistem monitoring ketinggian air laut yang mampu memberikan informasi secara real-time kepada masyarakat pesisir, meningkatnya kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana pesisir, serta terbangunnya budaya kesiapsiagaan berbasis teknologi. Implementasi teknologi IoT ini diharapkan menjadi solusi yang efektif, mudah dioperasikan, dan berkelanjutan dalam mendukung pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir.
Pemberdayaan Ibu PKK Melalui Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Fitra Ika Putri; Fajar Kinasih; Ekha Rifki
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.342

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang masih sering dibuang secara tidak tepat atau digunakan kembali secara berulang sehingga berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan risiko terhadap kesehatan. Salah satu upaya pengelolaan limbah tersebut adalah melalui pemberdayaan masyarakat dengan mengolah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu PKK Padukuhan Kaliapak dalam memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, sosialisasi mengenai dampak penggunaan minyak jelantah, pelatihan dan praktik pembuatan lilin aromaterapi, serta evaluasi melalui observasi, diskusi, dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dampak penggunaan minyak jelantah secara berulang, mengetahui tahapan pengolahan minyak jelantah, serta mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi dengan bahan yang mudah diperoleh. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara lebih ramah lingkungan serta memberikan keterampilan baru dalam menghasilkan produk yang bermanfaat. Dengan demikian, pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengurangan limbah rumah tangga dan peningkatan keterampilan produktif masyarakat.
INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DI ERA SOCIETY 5.0: PENDAMPINGAN PARTISIPATIF PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN GENERATIF BAGI GURU KESETARAAN PKBM ANS NOOR ASSALAM BALIKPAPAN Riski Zulkarnain; Mundzir; Lisda; wahyu nur; Sufiana; Gunawan; Shinta Palupi
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.350

Abstract

Transformasi pendidikan pada era Society 5.0 menuntut pendidik menguasai teknologi digital yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, namun kesiapan tersebut belum merata pada satuan pendidikan nonformal. Observasi awal di PKBM Ans Noor Assalam Balikpapan memperlihatkan bahwa mayoritas guru kesetaraan masih bertumpu pada media cetak, belum memanfaatkan kecerdasan buatan generatif, serta memiliki kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru kesetaraan dalam merancang pembelajaran digital berbantuan kecerdasan buatan generatif (Claude), Canva Education, Quizizz, dan Kahoot. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research melalui delapan tahap, yaitu observasi, analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan lokakarya, praktik terbimbing, pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta refleksi. Sasaran kegiatan adalah 22 guru kesetaraan Paket A, B, dan C, dilaksanakan pada 3 Maret 2026 dan dilanjutkan pendampingan daring selama empat minggu. Bentuk kegiatan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik berbasis proyek, simulasi kelas mikro, diskusi, dan mentoring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor kompetensi dari 41,9 menjadi 81,9 dengan N-Gain 0,69 pada kategori sedang mendekati tinggi dan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Sebanyak 90,9% peserta menghasilkan media visual digital, 86,4% menyusun asesmen gamifikasi, dan 81,8% menyusun modul ajar berbantuan kecerdasan buatan, dengan tingkat kepuasan 93,4%. Kegiatan berdampak pada meragamnya media pembelajaran, meningkatnya partisipasi warga belajar, dan terbentuknya komunitas praktik digital di lembaga mitra. Disimpulkan bahwa integrasi kecerdasan buatan generatif yang disertai pendampingan berkelanjutan efektif meningkatkan kompetensi digital guru kesetaraan.
EDUKASI RANGKAIAN SERI DAN PARALEL MENGGUNAKAN KIT INTERAKTIF UNTUK PENGUATAN LITERASI KELISTRIKAN SISWA SEKOLAH DASAR Rika Noverianty; A. Junaidi; Feby Ardianto
Gotong Royong Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i3.359

Abstract

Konsep rangkaian listrik pada sekolah dasar bersifat abstrak karena arus listrik tidak dapat diamati secara langsung, sehingga peserta didik memerlukan representasi konkret dan pengalaman belajar yang kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi rangkaian seri dan paralel melalui kit interaktif bertegangan rendah serta menganalisis keterlaksanaan program di SD Plus Ditawijaya Palembang. Pendekatan kegiatan bersifat edukatif-partisipatif dengan tahapan koordinasi mitra, penyampaian konsep dasar dan keselamatan listrik, demonstrasi, praktik terbimbing, diskusi, dan refleksi. Analisis artikel menggunakan data dokumenter dari laporan pelaksanaan, dokumentasi foto, informasi profil mitra, serta pencocokan target program dengan bukti keterlaksanaan. Hasil menunjukkan bahwa edukasi kelistrikan, penggunaan kit interaktif, keterlibatan peserta didik dan pihak sekolah, serta dokumentasi kegiatan telah terlaksana. Kit membantu menghadirkan hubungan antarkomponen rangkaian secara visual dan konkret serta mendukung pengenalan perbedaan rangkaian seri dan paralel. Namun, peningkatan hasil belajar secara kuantitatif belum dapat disimpulkan karena rekap pre-test, post-test, dan lembar observasi tidak tersedia. Secara keseluruhan, program menunjukkan keterlaksanaan yang baik sebagai model penguatan literasi kelistrikan berbasis pengalaman langsung, dengan kebutuhan tindak lanjut berupa evaluasi terukur dan pendampingan guru untuk keberlanjutan penggunaan kit.