cover
Contact Name
Eli Amaliyah
Contact Email
eli.amaliyah@untirta.ac.id
Phone
+6287839458825
Journal Mail Official
syafrina@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. No.71 Letnan jidun, Kepandean
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27751511     DOI : 10.62870/jik.v5i1.25858
Core Subject : Health,
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan contains publications in the field of nursing. Since 2020 Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan also covers the issues of nursing. Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan is published by Department of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, with the e-ISSN 2775-1511. Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan has become a CrossRef Member since year 2023 with prefix 10.62870. Therefore, all articles published by Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatanwill have unique DOI number since Vol. 4, No. 1, April 2023. Since Vol. 4, No. 1, April 2023 Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan uses Anti-Plagiarism Software "Turnitin" to check the authenticity article.
Articles 102 Documents
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DALAM MELAKUKAN FIVE MOMENT HAND HYGIENE DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Sari, Intan Kurnia; Hamdiah, Dedeh; Sari, Rahmitha
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i1.28491

Abstract

ABSTRAKWorld Health Organization (WHO)  menyebutkan bahwa Healthcare Associated Infections (HAIs) menjadi salah satu infeksi pada pelayanan kesehatan. Hand hygiene merupakan intervensi untuk mengurangi terjadinya penyebaran infeksi dan cara yang efektif untuk mencegah terjadinya penularan infeksi. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional untuk mencari hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene. Pengambilan sampel menggunakan teknik Probability Sampling dengan pendekatan Proportionate Startified Random Sampling sehingga jumlah sampel yang diambil sebanyak 106 perawat ruang inap. Data motivasi diambil menggunakan instrument kuesioner dan instrument observasi untuk mengukur tingkat kepatuhan. Analisis penelitian ini untuk menguji hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan  five moment hand hygiene dengan menggunakan SEM PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang memiliki hubungan yaitu motivasi positif dengan nilai path coeffisient 0.003 dengan ketidakpatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene (59.4%). Kesimpulan hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene di ruang rawat inap di RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung  dengan motivasi positif yang berpengaruh sebesar 9.1%.Kata Kunci : Perawat, motivasi, kepatuhan. dan five moment hand hygiene.
PRENATAL DISTRES BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MORNING SICKNESS PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEBER TAHUN 2024 Ayu, Ike Puspasari; Yupartini, Lisnawati
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.30045

Abstract

ABSTRAK Berbagai faktor baik internal maupun eksternal dapat memicu terjadinya prenatal distress. Ibu hamil yang mengalami distress akan sulit mengatasi perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Salah satu perubahan yang terjadi adalah peningkatan hormon HCG yang menyebabkan ibu hamil mengalami morning sickness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prenatal distres dengan morning sickness pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeber tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sebanyak 146 ibu hamil yang diambil sebagai sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar ibu hamil mengalami prenatal distres tinggi sebanyak 66,4% dan Sebagian besar ibu hamil mengalami morning sickness berat sebanyak 78,8 %. Terdapat hubungan antara prenatal distres dengan morning sickness pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeber tahun 2024 dengan nilai p value 0,000. Diharapkan petugas kesehatan dapat mengkaji secara holistik faktor yang memicu terjadinya prenatal distress pada ibu hamil sehingga ibu hamil dapat beradaptasi selama masa kehamilannya.Kata kunci: distress, morning sickness, prenatal
HUBUNGAN ANTARA PROSES REKRUTMEN PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RSUD dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA Zahrotunnajwa, Gustia; Amaliyah, Eli; Umar, Ernawati
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34738

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Perawat merupakan pekerja tunggal terbesar di antara pekerja dalam sektor kesehatan lainnya, mencapai 59% dari total tenaga kesehatan secara keseluruhan. Peran sentral ini menjadikan perawat sebagai ujung tombak dalam pemberian pelayanan keperawatan yang berkualitas di rumah sakit. Pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam proses rekrutmen, menjadi faktor penting dalam memperoleh tenaga keperawatan yang kompeten, yang pada akhirnya berdampak terhadap mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara proses rekrutmen perawat dengan kinerja perawat pelaksana serta tingkat kepuasan pasien di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Kota Serang Tahun 2024 Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian ini adalah cross-sectional. Teknik sampling perawat menggunakan proportionate stratified random sampling dan diperoleh 84 responden, sedangkan untuk pasien menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 83 responden, keduanya dihitung menggunakan rumus Slovin. Hasil: (1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara proses rekrutmen dan kinerja perawat pelaksana (p=0,620); (2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja perawat pelaksana dengan tingkat kepuasan pasien (p=0,651); (3) Hasil analisis log-linear menunjukkan bahwa meskipun tidak terdapat hubungan langsung yang signifikan antara ketiga variabel, terdapat keterkaitan struktural antara proses rekrutmen, kinerja perawat, dan kepuasan pasien, dengan nilai signifikansi model sebesar 0,955 dan nilai Pearson Chi-Square sebesar 0,975.Kata kunci: rekrutmen, kinerja perawat, kepuasan pasien ABSTRACT Background: Nurses constitute the largest single workforce in the health sector, accounting for 59% of the total healthcare personnel. This central role makes nurses the frontline providers of quality nursing care in hospitals. Human resource management, particularly recruitment processes, is crucial for acquiring competent nursing staff, which ultimately impacts service quality and patient satisfaction. Objectives: This study aims to examine the relationship between nurse recruitment processes, nurse performance, and patient satisfaction at RSUD Dr. Drajat Prawiranegara, Serang City, in 2024. Methods: A quantitative cross-sectional design was used. Nurse sampling employed proportionate stratified random sampling, yielding 84 respondents, while patient sampling used simple random sampling with 83 respondents, both calculated using Slovin’s formula. Results: (1) No significant relationship was found between recruitment processes and nurse performance (p=0.620); (2) No significant relationship was found between nurse performance and patient satisfaction (p=0.651); (3) Log-linear analysis revealed a structural association among recruitment process, nurse performance, and patient satisfaction, with model significance at 0.955 and Pearson Chi-Square at 0.975.Keywords: recruitment, nurse performance, patient satisfaction
PENGARUH SENAM JANTUNG SEHAT TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI UPTD DINAS PERLINDUNGAN SOSIAL PROVINSI BANTEN Septiani, Endah Dwi; Amaliyah, Eli; Waluya, Jajang Ganjar
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34589

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk lanjut usia seiring dengan bertambahnya angka harapan hidup. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya beban masalah kesehatan, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi merupakan silent killer karena kerap tanpa gejala, tetapi berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan kematian. Lansia dengan hipertensi rentan mengalami ketidakstabilan tekanan darah, sehingga memerlukan intervensi nonfarmakologis. Salah satu alternatif adalah senam jantung sehat, yaitu latihan fisik ringan dan teratur yang dirancang untuk mendukung kesehatan jantung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam jantung sehat terhadap kestabilan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental One Group Pre and Post Test Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah 30 lansia hipertensi di UPTD Dinas Sosial Provinsi Banten. Hasil: Rata-rata tekanan darah MAP sebelum intervensi adalah 115,50 mmHg, dan setelah intervensi menjadi 107,80 mmHg. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p = 0,000, yang berarti terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan. Kesimpulan: Senam jantung sehat berpengaruh terhadap kestabilan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.. Saran: Senam jantung sehat dapat dijadikan latihan fisik rutin, baik di lingkungan pelayanan sosial maupun oleh keluarga, sebagai upaya pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi.Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Tekanan Darah, Senam Jantung Sehat ABSTRACT Background: Indonesia is facing an increasing elderly population in line with rising life expectancy, which contributes to a higher burden of health problems such as hypertension. Known as a silent killer, hypertension often shows no symptoms but can lead to serious complications including stroke and death. Elderly individuals with hypertension are prone to blood pressure instability, thus requiring non-pharmacological interventions. One alternative is healthy heart exercise, a light and regular physical activity designed to support cardiovascular health. Objective. This study aimed to analyze the effect of healthy heart exercise on blood pressure stability in elderly individuals with hypertension. Method A quantitative method with a pre-experimental one-group pretest-posttest design was used, involving 30 elderly participants with hypertension at the UPTD Social Service Office of Banten Province, selected using total sampling. Result. The average mean arterial pressure (MAP) before the intervention was 115.50 mmHg, which decreased to 107.80 mmHg after the intervention. The Paired Sample t-Test showed a p-value of 0.000, indicating a significant decrease in blood pressure. Conclusion. Healthy heart exercise affects the stability of blood pressure in elderly individuals with hypertension. Recommendation. Healthy heart exercise can be implemented as a routine physical activity, both in social care institutions and by families, as an effort to control blood pressure in hypertensive elderly individuals.Keywords: Elderly, Hypertension, Blood Pressure, Heart Health Exercise
Hubungan Tingkat Ketergantungan Nikotin Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMK Pasundan 2 Kota Serang Nabila, Firyal An; Yupartini, Lisnawati; Waluya, Jajang Ganjar
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34742

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Ketergantungan merupakan pemakaian zat berbahaya seperti nikotin dapat mengubah cara kerja otak yang menyebabkan kecanduan. Kebiasaan menghisap tembakau selama bertahun-tahun berdampak pada kesehatan fungsi otak dan mental. Kandungan nikotin dalam rokok memiliki efek pada otak, termasuk menyebabkan ketergantungan dan toksifitas pada fungsi kognitif dan gejala kesulitan konsentrasi. Akibatnya, jika perokok terus merokok, mereka akan mengalami penurunan fungsi kognitif pada usia pelajar. Pembelajaran dan perolehan nilai akhir akan dipengaruhi oleh penurunan fungsi kognitif. Tujuan: untuk mengetahui hubungan ketergantungan nikotin terhadap prestasi belajar siswa di SMK Pasundan 2 Kota Serang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik menggunakan metode cross sectional study. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling dengan sampel 117 responden. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah lembar kuesioner Fagerstrom dan hasil rata-rata prestasi siswa selama 1 semester. Hasil: Sebagian besar siswa berada pada kategori tingkat ketergantungan nikotin ringan sebanyak 45,16% 74.19%. Bagitupun dengan prestasi belajar siswa Sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 45,16%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat ketergantungan nikotin dan prestasi belajar siswa SMK Pasundan 2 Kota Serang dengan p-value 0.000. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat ketergantungan nikotin dan prestasi belajar siswa dengan p-value 0.000. Kata Kunci: Ketergantungan Nikotin, Prestasi, BelajarABSTRACT Background: Dependence is the use of harmful substances such as nicotine that can change the way the brain works leading to addiction. The habit of smoking tobacco for years has an impact on brain and mental health. The nicotine content in cigarettes has effects on the brain, including causing dependence and toxicity on cognitive function and symptoms of concentration difficulties. As a result, if smokers continue to smoke, they will experience a decline in cognitive function at student age. Learning and the acquisition of final grades will be affected by the decline in cognitive function. Objective: To determine the relationship of nicotine dependence on student learning achievement at SMK Pasundan 2 Serang City. Methods: This research uses quantitative method with analytic design using cross sectional study method. The sampling technique in this study used nonprobability sampling with purposive sampling technique with a sample of 117 respondents. The instruments used in collecting data for this study were Fagerstrom questionnaire sheets and average student achievement results for 1 semester. Results: Most students are in the category of mild nicotine dependence level as much as 45.16% 74.19%. Likewise with student achievement Most students are in the good category as much as 45.16%. It can be concluded that there is a relationship between the level of nicotine dependence and learning achievement of students of SMK Pasundan 2 Serang City with a p-value of 0.000. Conclusion: There is a significant relationship between the level of nicotine dependence and student achievement with a p-value of 0.000. Keywords: Nicotine Dependence, Achievement, Learning
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RSUD dr. ADJI DARMO Rochman, Arif Taufik Nur; Umar, Ernawati; Hamdiah, Dedeh
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34600

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Keselamatan pasien (patient safety) menjadi hal yang sangat serius dikalangan dunia kesehatan, hal ini dikarenakan cukup tingginya kasus medical error di Rumah Sakit. Secara keseluruhan program patient safety sudah diterapkan, namun masalah dilapangan merujuk pada konsep patient safety, karena walaupun sudah pernah mengikuti sosialisasi, tetapi masih ada pasien cedera, resiko jatuh, resiko salah pengobatan, pendelegasian yang tidak akurat saat oforan pasien yang mengakibatkan keselamatan pasien menjadi kurang maksimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan pelaksanaan patient safety di RSUD dr. Adji Darmo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, yang menggunakan metode probability sampling yaitu cluster sampling sebagai teknik pengambilan sampel, dengan jumlah responden yang terlibat yaitu sebanyak 64 responden. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0.016 ( < 0.05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pelaksanaan patient safety di RSUD dr. Adji Darmo. Kesimpulan: Pengetahuan perawat dalam pelaksanaan patient safety dalam kategori baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan agar perawat lebih meningkatkan pengetahuannya tentang pelaksanaan patient safety serta mengaplikasikan pengetahuan perawat dalam pelaksanaan patient safety. Kata Kunci: Pengetahuan Perawat, Pelaksanaan Patient Safety ABSTRACTBackground: Patient safety is a very serious matter in the world of health this is because there are quite high cases of medical errors in hospitals. Overall, the patient safety program has been implemented, but the problems in the field refer to the concept of patient safety, because even though they have participated in socialization, there are still patient injuries, risk of falls, risk of wrong treatment, inaccurate delegation during patient care which results in patient safety being reduced maximum.Aim: This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of nurses and the implementation of patient safety at RSUD Dr. Adji Darmo. Methods: This study uses a quantitative method with a cross-sectional research design, which uses the probability sampling method, namely cluster sampling as a sampling technique, with the number of respondents involved being 64 respondents. Result: The results of the study obtained p-value 0.016 (α < 0.05) which means there is a significant relationship between the level of knowledge and the implementation of patient safety at Dr. Adji Darmo Regional Hospital. Conclusion: Nurses knowledge in implementing patient safety is in the good category. The results of this study can be input for nurses to improve their knowledge about implementing patient safety and apply nursing knowledge in implementing patient safety. Keywords: Knowledge, Implementation of Patient Safety
HUBUNGAN ANTARA SLEEP HYGIENE DENGAN GANGGAUN TIDUR PADA ANAK USIA SEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROVINSI BANTEN Cahya, Wulan Julia; Hamdiah, Dedeh; Sari, Rahmitha
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34587

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Gangguan tidur merupakan masalah umum pada anak usia sekolah selama hospitalisasi, yang berdampak pada proses pemulihan, kualitas hidup, serta kesehatan fisik dan mental. Hospitalisasi dapat memicu stres akibat lingkungan baru, prosedur medis, dan perpisahan dari keluarga. Salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk mengatasi gangguan tidur adalah sleep hygiene, yang mencakup rutinitas tidur teratur, lingkungan tidur kondusif, dan aktivitas sebelum tidur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sleep hygiene dengan gangguan tidur pada anak usia sekolah yang menjalani rawat inap di RSUD Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah anak usia sekolah (6–12 tahun) yang dirawat inap di RSUD Provinsi Banten, dengan total 62 anak. Teknik purposive sampling digunakan, dan berdasarkan rumus Lemeshow diperoleh 36 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: anak (90,9%), sedangkan yang tidak mengalami gangguan tidur 2 anak (9,1%). Anak dengan Sleep hygiene baik namun mengalami gangguan tidur sebanyak 5 anak (35,7%), dan tidak mengalami gangguan tidur sebanyak 9 anak (64,3%). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Sleep hygiene dan gangguan tidur pada anak usia sekolah yang dirawat inap di RSUD Provinsi Banten (p = 0,001 < 0,05).Kata kunci : Sleep hygiene, Gangguan tidur, Anak Usia Sekolah   ABSTRACTBackground: Sleep disturbances are a common problem among school-age children during hospitalization, affecting recovery, quality of life, and both physical and mental health. Hospitalization can trigger stress due to a new environment, medical procedures, and separation from family. One non-pharmacological approach to addressing sleep disturbances is Sleep hygiene, which includes regular sleep routines, a conducive sleep environment, and pre-sleep activities. This study aims to analyze the relationship between Sleep hygiene and sleep disturbances in school-age children hospitalized at the Regional General Hospital of Banten Province. Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The population consisted of school-age children (6–12 years) who were hospitalized at the Regional General Hospital of Banten Province, with a total of 62 children. Purposive sampling was used, and based on the Lemeshow formula, 36 respondents were selected. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. Results: Children with poor Sleep hygiene who experienced sleep disturbances totaled 20 (90.9%), while those who did not experience sleep disturbances were 2 (9.1%). Children with good Sleep hygiene who experienced sleep disturbances were 5 (35.7%), and those without disturbances were 9 (64.3%). Conclusion: There is a significant relationship between Sleep hygiene and sleep disturbances in school-age children hospitalized at the Regional General Hospital of Banten Province (p = 0.001 < 0.05). Keywords: Sleep hygiene, Sleep Disorders, School-Age Children
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WUS TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI INTRA UTERIN DEVICE (IUD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALARAJA KABUPATEN TANGERANG BANTEN TAHUN 2025 Handayani, Hana Fania; Aminah, Aminah; Ayu, Ike Puspasari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34591

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Berdasarkan badan pusat statistik mengatakan tahun 2022, total penduduk Provinsi Banten diperkirakan mencapai 12.431,39 orang. Melihat data dari BPS tersebut, dari tahun 2022 hingga 2024, ada kenaikan jumlahpenduduk di Provinsi Banten setiap tahunnya. penggunaan metode kontrasepsi merupakan tindakan yang bertujuan untuk mengatur jumlah penduduk. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, seperti Intrauterine Device (IUD), dianggap lebih efektif dalam mencegah kehamilan. Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) dengan penggunaan kontrasepsi IUD. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 107 responden diambil menggunakan rumus Slovin dari populasi WUS di wilayah kerja Puskesmas Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, tahun 2025. analisis uji statistik menggunakan SPSS (Statistical Program for Social Science) versi 21.0. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa dari 107 responden, hanya 5 orang (55,6%) dengan pengetahuan baik yang menggunakan IUD, sementara 21 orang (21,1%) dengan pengetahuan baik tidak menggunakan IUD. Tidak ada responden dengan pengetahuan kurang yang menggunakan IUD, dan 42 orang (42,2%) dari kelompok ini tidak menggunakan IUD. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan WUS dengan penggunaan IUD P-value = 0,018 (p > 0,005). Kesimpulan : hasil penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara hubungan terhadap penggunaan alat kontrasepsi intra uterin device (IUD).Kata Kunci :Pengetahuan, Penggunaan Alat Kontrasepsi Intra Uteri Device (IUD) ABSTRACTBackground : Based on the central statistics agency, in 2022, the total population of Banten Province is estimated to reach 12,431.39 people. Looking at the data from BPS, from 2022 to 2024, there has been an increase in the population in Banten Province every year. The use of contraceptive methods is an action aimed at regulating the population. Long-Term Contraceptive Methods, such as Intrauterine Devices (IUDs), are considered more effective in preventing pregnancy. Purpose: This study was to determine the relationship between the level of knowledge of women of childbearing age (WUS) and the use of IUD contraception. Method: This study used a quantitative type with a cross-sectional design. A sample of 107 respondents was taken using the Slovin formula from the WUS population in the Balaraja Health Center work area, Tangerang Regency, Banten, in 2025. Statistical test analysis using SPSS (Statistical Program for Social Science) version 21.0. Results: The study showed that out of 107 respondents, only 5 people (55.6%) with good knowledge used IUDs, while 21 people (21.1%) with good knowledge did not use IUDs. There were no respondents with poor knowledge who used IUDs, and 42 people (42.2%) from this group did not use IUDs. Statistical tests showed a significant relationship between the level of knowledge of WUS and the use of IUDs P-value = 0.018 (p> 0.005). Conclusion: The results of this study showed a significant relationship between the relationship to the use of intrauterine devices (IUDs). Key Words : IUD Convervation Tool, Level Of Knowledge
HUBUNGAN SELF CARE DAN FAMILY SUPPORT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE DI RSUD dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA Juanita, Christin Helen; Sulastri, Tuti; Rustiawati, Epi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34599

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang menjadi penyebab utama penurunan kualitas hidup pasien. Gejala seperti kelelahan, sesak napas, dan keterbatasan aktivitas berdampak pada kondisi fisik, psikologis, dan sosial pasien. Self care yang efektif serta dukungan keluarga (family support) berperan penting dalam membantu pasien mengelola gejala dan mempertahankan kualitas hidup yang optimal. Hubungan keduanya dengan kualitas hidup pasien CHF di RSUD dr. Drajat Prawiranegara belum banyak diteliti secara spesifik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self care dan family support dengan kualitas hidup pasien CHF di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 105 pasien CHF sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self care (SCHFI), family support, dan kualitas hidup (MLHFQ). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki self care baik (52,4%) dan family support tinggi (81,9%). Terdapat hubungan signifikan antara self care dengan kualitas hidup (p = 0,042), namun tidak ditemukan hubungan signifikan antara family support dengan kualitas hidup (p = 0,981). Kesimpulan: Self care berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien CHF di RSUD dr. Drajat Prawiranegara, sedangkan family support tidak. Faktor lain kemungkinan turut memengaruhi kualitas hidup, sehingga pendekatan multidimensional diperlukan dalam perawatan pasien. Kata Kunci: Self Care, Family Support, Kualitas Hidup, Congestive Heart Failure ABSTRACTBackground: Congestive Heart Failure (CHF) is a chronic cardiovascular disease that is a leading cause of decreased quality of life in patients. Symptoms such as fatigue, shortness of breath, and activity limitations affect the physical, psychological, and social conditions of patients. Effective self-care and family support play a crucial role in helping patients manage symptoms and maintain optimal quality of life. However, the relationship between these factors and the quality of life of CHF patients at RSUD dr. Drajat Prawiranegara has not been extensively studied. Objective: This study aims to analyze the relationship between self-care and family support with the quality of life of CHF patients at RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Methods: This research employed a cross-sectional design involving 105 CHF patients as participants. Data were collected using the Self-Care of Heart Failure Index (SCHFI), a family support questionnaire, and the Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (MLHFQ). Data were analyzed using the Chi-Square test to examine relationships between variables. Results: The results showed that the majority of respondents had good self-care (52.4%) and high family support (81.9%). A significant relationship was found between self-care and quality of life (p = 0.042), while no significant relationship was found between family support and quality of life (p = 0.981). Conclusion: Self-care is significantly associated with the quality of life of CHF patients at RSUD dr. Drajat Prawiranegara, while family support is not. Other factors may also influence quality of life, thus a multidimensional approach is necessary in patient care. Keywords: Self Care, Family Support, Quality of Life, Congestive Heart Failure
HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD dr ADJIDARMO RANGKASBITUNG Sudrajat, Moch. Ferdy Firdaus; Djuria, Syafrina Arbaani; Sudrajat, Andi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34604

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit ginjal kronis (CKD) adalah penyakit ginjal progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap, sehingga tubuh tidak dapat mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit, dan metabolisme. Pasien CKD sering menjalani hemodialisa sebagai terapi jangka panjang. Kondisi ini dapat menyebabkan kecemasan sebagai akibat dari perubahan gaya hidup dan ketergantungan pada pengobatan. Kesejahteraan Spiritual memiliki peran penting dalam membantu pasien dalam mengelola kecemasan.Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan antara Kesejahteraan Psikologis terhadap Kecemasan pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang sedang menjalani Hemodialisa di RSUD dr Adjidarmo Rangkasibitung. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional yang dilakukan pada 87 responden di ruang Hemodialisa RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Data dikumpulkan menggunakan kuisoner Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS.  Hasil: Penelitian ini didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dengan tingkat kecemasan (p value 0.020< 0,05), dengan hasil bahwa mayoritas responden pada pasien hemodialisa tidak mengalami kecemasan yaitu sebanyak 59 (67,8%), sedangkan pada kesejahteraan spiritual yang tinggi yaitu sebanyak 60 responden (69%),  menunjukan bahwa semakin tinggi kesejahteraan spiritual maka semakin rendah tingkat kecemasan. Kesimpulan: Kesejahteraan spiritual memiliki peran penting dalam menurunkan kecemasan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisaKata kunci: CKD, Hemodialisa, Kecemasan, Kesejahteraan Spiritual ABSTRACTBackground: Chronic kidney disease (CKD) is a progressive kidney disease characterized by a gradual decline in kidney function, so that the body cannot maintain fluid electrolyte balance, and metabolism. CKD patients often undergo hemodialysis as a long-term therapy. This condition can cause anxiety as a result of lifestyle changes and dependence on medication. Spiritual Well-being plays an important role in helping patients manage anxiety. Objective: To determine the Relationship between Psychological Well-being and Anxiety in Chronic Kidney Disease (CKD) patients undergoing Hemodialysis at RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Method: This study uses a quantitative research type using a cross-sectional method conducted on 87 respondents in the Hemodialysis room of RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Data were collected using the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) and Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaires. Results: This study found a significant relationship between spiritual well-being and anxiety levels (p value 0.020 <0.05), with the results that the majority of respondents in hemodialysis patients did not experience anxiety, namely 59 (67.8%), while in high spiritual well being, namely 60 respondents (69%), indicating that the higher the spiritual well-being, the lower the level of anxiety. Conclusion: Spiritual well-being has an important role in reducing anxiety in CKD patients undergoing hemodialysis.Key words: CKD, Hemodialysis Anxiety,Psychological Well-being

Page 9 of 11 | Total Record : 102