cover
Contact Name
Eli Amaliyah
Contact Email
eli.amaliyah@untirta.ac.id
Phone
+6287839458825
Journal Mail Official
syafrina@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. No.71 Letnan jidun, Kepandean
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27751511     DOI : 10.62870/jik.v5i1.25858
Core Subject : Health,
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan contains publications in the field of nursing. Since 2020 Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan also covers the issues of nursing. Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan is published by Department of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, with the e-ISSN 2775-1511. Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan has become a CrossRef Member since year 2023 with prefix 10.62870. Therefore, all articles published by Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatanwill have unique DOI number since Vol. 4, No. 1, April 2023. Since Vol. 4, No. 1, April 2023 Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan uses Anti-Plagiarism Software "Turnitin" to check the authenticity article.
Articles 102 Documents
PAKET INFORMASI TANDA BAHAYA KEHAMILAN (INTAN) BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT PRENATAL DISTRESS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBITUNG Ayu, Ike Puspasari; Yupartini, Lisnawati
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34566

Abstract

Tidak sedikit ibu hamil yang merasa khawatir dengan kehamilannya. Salah satu usaha dalam mengurangi tingkat stress ibu hamil adalah melalui pemberian informasi tentang tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Paket INTAN terhadap tingkat prenatal distress. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I, II, dan III yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Cibitung Kabupaten Pandeglang yang berjumlah 30 orang. Hasil analisa univariat tingkat prenatal distress sebelum intervensi terdapat sebagian kecil ibu hamil yang memiliki tingkat prenatal distress rendah (30%) dan sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat prenatal distress tinggi (70%). Tingkat prenatal distress setelah intervensi menunjukan terdapat sangat sedikit ibu hamil yang mengalami prenatal distress tinggi (10%) dan hampir seluruh ibu hamil memiliki tingkat prenatal distress rendah (90%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa terdapat pengaruh pemberian Paket INTAN terhadap tingkat prenatal distress dengan p value = 0,000. Petugas kesehatan hendaknya melakukan penyuluhan dengan media atau metode yang lebih efektif dan aplikatif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Kata kunci: distress, Paket INTAN, prenatal Pregnancy danger signs information package (INTAN) influences prenatal distress levels in the work area of Cibitung Community Health Center. Many pregnant women are worried about their pregnancy. One effort to reduce the stress level of pregnant women is by providing information about pregnancy danger signs. This study aims to identify the effect of the INTAN Package on the level of prenatal distress. This study used a quasi-experimental design. The population in this study were pregnant women in the first, second, and third trimesters who lived in the working area of the Cibitung Health Center, Pandeglang Regency, totaling 30 people. The results of the univariate analysis of the level of prenatal distress before the intervention showed that a small number of pregnant women had a low level of prenatal distress (30%) and most pregnant women had a high level of prenatal distress (70%). The level of prenatal distress after the intervention showed that there were very few pregnant women who experienced high prenatal distress (10%) and almost all pregnant women had a low level of prenatal distress (90%). The results of the bivariate analysis showed that there was an effect of providing the INTAN Package on the level of prenatal distress with a p value = 0.000. Health workers should provide counseling with more effective and applicable media or methods in increasing the knowledge of pregnant women in recognizing pregnancy danger signs. Keywords: distress, INTAN Package, prenatal
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KELELAHAN PASCA HEMODIALISIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD PROVINSI BANTEN TAHUN 2025 Nurhalizah, Eva; Rustiawati, Epi; Sulastri, Tuti
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34595

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal progresif yang bersifat permanen dan menyebabkan gangguan metabolisme, keseimbangan cairan, serta elektrolit. Salah satu terapi utama bagi pasien GGK adalah hemodialisis, namun prosedur ini sering menimbulkan kelelahan pasca dialisis, salah satunya akibat komplikasi anemia. Anemia yang ditandai dengan kadar hemoglobin rendah, mengganggu transportasi oksigen dalam tubuh, sehingga berkontribusi terhadap kelelahan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan tingkat kelelahan pasca hemodialisis pada pasien GGK di RSUD Provinsi Banten. Metode: Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling total sampling dengan jumlah 64 responden. Data kadar hemoglobin diperoleh dari rekam medis, sedangkan tingkat kelelahan diukur menggunakan kuesioner Post-Dialysis Fatigue (PDF). Analisis data dilakukan secara univariat (frekuensi, persentase) dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Uji Chi-Square menghasilkan p= 1,000 > α (0,05), menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kadar hemoglobin dengan tingkat kelelahan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar hemoglobin dan kelelahan pasca hemodialisis pada pasien GGK di RSUD Provinsi Banten.  Kata kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Kadar Hemoglobin, Kelelahan Pasca Dialisis,  ABSTRACTBackground: Chronic Kidney Disease (CKD) was a progressive and irreversible decline in kidney function, causing disturbances in metabolism, fluid, and electrolyte balance. One of the main therapies for CKD patients was hemodialysis; however, this procedure often led to post-dialysis fatigue, partly due to complications such as anemia. Anemia, characterized by low hemoglobin levels, impaired oxygen transport in the body, contributing to fatigue and reduced patients' quality of life. Objective: This study aimed to determine the relationship between hemoglobin levels and the level of fatigue after hemodialysis in CKD patients at RSUD Provinsi Banten. Methods: This research employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling involving 64 respondents. Hemoglobin data were obtained from medical records, while fatigue levels were measured using the Post-Dialysis Fatigue (PDF) questionnaire. Data were analyzed using univariate (frequency, percentage) and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: The Chi-Square test showed a p= 1,000 > α (0,05), indicating no significant relationship between hemoglobin levels and fatigue levels. Conclusion: There was no significant relationship between hemoglobin levels and post-hemodialysis fatigue in CKD patients at RSUD Provinsi Banten. Keywords: Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Hemoglobin Levels, Post-Dialysis Fatigue
HUBUNGAN SELF-AWARENESS DAN SELF-CARE BEHAVIOR DENGAN KEJADIAN SINDROM KORONER AKUT PADA PASIEN HIPERTENSI Nadiah, Siti; Rustiawati, Epi; Sulastri, Tuti
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34593

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi dikenal sebagai "The Silent Killer" merupakan penyakit tanpa gejala yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti sindrom koroner akut (SKA). Salah satu penyebab hipertensi sering tidak terkontrol yaitu akibat rendahnya self-awareness dan kurangnya self-care behavior pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-awareness dan self-care behavior dengan kejadian SKA pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 76 responden. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur variabel self-awareness dan self-care behavior, dan rekam medis untuk mengukur variabel kejadian SKA. Uji analisis yang digunakan yaitu chi square untuk mengetahui hubungan self-awareness dengan kejadian SKA dan self-care behavior dengan kejadian SKA. Hasil: Hasil uji chi square hubungan self-awareness dengan kejadian SKA menunjukkan nilai p-value sebesar 0,902 > α (0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hasil uji chi square hubungan self-awareness dengan kejadian SKA menunjukkan nilai p-value sebesar 0,511 > α (0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara self-awareness dan self-care behavior dengan kejadian sindrom koroner akut pada pasien hipertensi di Klinik Jantung RSUD Provinsi Banten tahun 2025.Kata kunci: Hipertensi, Self-Awareness, Self-Care Behavior ABSTRACTBackground: Hypertension, often referred to as “The Silent Killer,” is an asymptomatic condition that can lead to severe complications such as acute coronary syndrome (ACS). One of the main reasons hypertension remains uncontrolled is due to low levels of self-awareness and inadequate self-care behavior among patients. This study aims to examine the relationship between self-awareness and self-care behavior with the occurrence of ACS in individuals with hypertension. Methods: A quantitative research design with a cross-sectional approach was used. The sampling method employed was accidental sampling, involving 76 respondents. Data collection tools included questionnaires to measure self-awareness and self-care behavior, while medical records were used to identify the incidence of ACS. Data analysis was conducted using the chi-square test to determine the association between self-awareness and ACS, as well as self-care behavior and ACS. Results: The chi-square test showed a p-value of 0.902 for the relationship between self-awareness and ACS, and a p-value of 0.511 for the relationship between self-care behavior and ACS. Both values exceed the significance level (α = 0.05), indicating no statistically significant relationship. Conclusion: There is no significant association between self-awareness or self-care behavior and the incidence of ACS among hypertensive patients at the Heart Clinic of Banten Provincial Hospital in 2025.Keywords: Hypertensive, Self-Awareness, Self-Care Behavior
HUBUNGAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD BANTEN Aprilia, Dwi; Umar, Ernawati; Hamdiah, Dedeh
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34601

Abstract

AbstrakMenganalisis hubungan antara tingkat stres kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 67 perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Banten, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup 30 pertanyaan tentang stres kerja dan 12 pertanyaan tentang kinerja perawat. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil uji Chi-Squre hubungan stres kerja terhadap kinerja perawat diruang rawat inap rsud banten menunjukan nilai p-value 0.150 < a (0.05) yang berarti tidak ada hubungan antara stres kerja dengan kinerja. Tidak terdapat hubungan antara stres kerja terhadap kinerja perawat diruang rawat inap RSUD Banten.Kata Kunci: Stres Kerja, Kinerja Perawat. Abstrak To analyze the relationship between the level of work stress and the performance of nurses in the inpatient wards at RSUD Banten. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 67 nurses working in the inpatient wards of RSUD Banten, selected using purposive sampling. Data were collected through a structured questionnaire comprising 30 questions on work stress and 12 questions on nurse performance. Data analysis was conducted using the chi-square test. The Chi-Square test results on the relationship between work stress and nurse performance in the inpatient wards of RSUD Banten showed a p-value of 0.150 > α (0.05), indicating that there is no significant relationship between work stress and performance. There is no significant relationship between work stress and the performance of nurses in the inpatient wards at RSUD Banten.Keywords: Job Stress, Nurse Performance
FAKTOR DERTEMINAN PERAWAT DALAM INTERPRETASI ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) PADA PASIEN DEWASA DI RSUD Dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA Budirianti, Nasywa; Dewi, Nelly Hermala; Djuria, Syafrina Arbaani
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34668

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit mematikan didunia, Penyakit jantung juga sering disebut sebagai silent killer karena terjadi secara tiba-tiba. Meningkatnya akan kejadian kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan untuk menunjang pengobatan dan mendeteksi dini peyakit jantung diperlukan pemeriksaan penunjang. Electrokardiogram (EKG) yang merupakan salahsatu alat atau teknologi pada pemeriksaan penunjang yang dapat ditemukan di pelayanan kesehatan untuk memeriksa dan membantu mendeteksi kelainan jantung. kemampuan menginterpretasikan EKG merupakan tuntutan profesi untuk seluruh perawat yang bekerja di ruangan yang berurusan langsung dengan perawatan pasien di pelayanan-pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor derteminan perawat dalam menginterpretasikan Elektrokardiografi (EKG) pada pasien kritis di Ruang ICU RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan sample yang digunakan yaitu Stratified Random Sampling menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil: Sebagian besar perawat memiliki pemahaman interpretasi EKG yang baik (66,7 %), sedangkan sebagian kecil dari perawat (33,3 %) memiliki pemahaman interpretasi EKG yang kurang. Kesimpulan: tidak adanya hubungan antara usia, pendidikan, dan masa kerja dengan tingkat pengetahuan perawat dalam interpretasi EKG, sedangkan untuk karakteristik jenis kelamin dan pelatihan EKG disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan perawat dalam interpretasi EKG.Kata kunci: Elektrokardiografi, Interpretasi EKG, Perawat. ABSTRACTBackground: Heart disease is one of the deadliest diseases in the world, Heart disease is also often referred to as a silent killer because it occurs suddenly. The increasing incidence of death caused by heart disease and to support treatment and early detection of heart disease, supporting examinations are needed. Electrocardiography (ECG) which is one of the tools or technologies in supporting examinations that can be found in health services to examine and help detect heart abnormalities. As professional nurses, the ability to interpret ECG is a professional requirement for all nurses who work in rooms that deal directly with patient care in health services. Objective: To determine the determinant factors of nurses in interpreting Electrocardiography (ECG) in critical patients in the ICU Room of Dr. Drajat Prawiranegara Hospital. Method: quantitative research method with the sample used is Stratified Random Sampling using data collection techniques in the form of questionnaires. Results: The majority of nurses demonstrated a good understanding of EKG interpretation (66.7%), while a smaller  proportion  (33.3%)  had  a  poor  understanding  of  EKG  interpretation. Conclusion: There is no significant relationship between age, education, and length of employment with the nurses' level of knowledge in EKG interpretation. However, gender and EKG training were found to have a significant relationship with the nurses' level of knowledge in EKG interpretation.Keywords: Electrocardiography, EKG Interpretation, Nurses.
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN ORANG TUA PASIEN ANAK DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROVINSI BANTEN Safitri, Desti; Hamdiah, Dedeh; Sari, Rahmitha
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34586

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kepuasan orang tua pasien anak merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan keperawatan, khususnya pada pelayanan yang diberikan oleh perawat dengan pendekatan perilaku caring. Perilaku caring mencerminkan empati, tanggung jawab, dan komunikasi efektif antara perawat dan pasien maupun keluarganya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode studi cross-sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang merupakan orang tua pasien anak di ruang rawat inap RSUD Provinsi Banten. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Caring Behavior Inventory (CBI) dan kuesioner kepuasan berdasarkan teori Nursalam. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden 58,9% menilai perilaku caring perawat masih tergolong buruk, dan 52,1% menyatakan tidak puas terhadap pelayanan keperawatan. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan kepuasan orang tua pasien anak (p = 0,000). Responden yang menilai perilaku caring perawat sebagai baik memiliki peluang 178 kali lebih besar untuk merasa puas dibandingkan dengan yang menilai buruk (OR = 178,8; 95% CI: 20,3–1596,5). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan orang tua pasien anak. Semakin baik perilaku caring perawat, semakin tinggi pula tingkat kepuasan orang tua terhadap pelayanan yang diberikan.Kata Kunci: Perilaku caring, Kepuasan orang tua, Pasien anak, Keperawatan  ABSTRACTBackground: Parental satisfaction of pediatric patients is a crucial indicator in evaluating the quality of nursing care, particularly care involving nurses' caring behavior. Caring behavior reflects empathy, responsibility, and effective communication between nurses, patients, and their families. Methods: This study used a quantitative approach with a descriptive correlational design and a cross-sectional method. A total of 73 respondents, who were parents of pediatric inpatients at RSUD Provinsi Banten, participated in the study. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected using the Caring Behavior Inventory (CBI) and a satisfaction questionnaire based on Nursalam’s theory. Data analysis employed the chi-square test. Results: The findings revealed that 58.9% of respondents rated nurses' caring behavior as poor, and 52.1% expressed dissatisfaction with the nursing services. The chi-square test showed a significant relationship between nurses’ caring behavior and parental satisfaction (p = 0.000). Respondents who perceived the nurses' caring behavior as good were 178 times more likely to feel satisfied compared to those who perceived it as poor (OR = 178.8; 95% CI: 20.3–1596.5). Conclusion: There is a significant relationship between nurses' caring behavior and the satisfaction level of parents of pediatric patients. The better the caring behavior, the higher the satisfaction of the parents. Keywords: Caring behavior, Parental satisfaction, Pediatric patients, Nursing care
HUBUNGAN PENGORGANISASIAN KEPALA RUANAGAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA DIRUANG PERAWATAN ANAK RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI BANTEN Fujiyama, Ayumi; Hamdiah, Dedeh; Sari, Rahmitha
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34588

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Pengorganisasian merupakan suatu manajemen yang harus dimiliki oleh setiap perawat untuk membantu untuk mencapai tujuan organisasi yaitu pembagian kerja, pendelegasian, koordinasi dan manajemen waktu. Pengorganisasian yang kurang baik dapat berdampak pada kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, salah satunya adalah kepuasan kerja.Tujuan: Mengetahui hubungan pengorganisasian kepala ruangan terhadap tingkat kepuasan kerja perawat pelaksana diruang perawatan anak Rumah sakit Umum Provinsi Banten.. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 39 orang perawat pelaksana. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah chi square.l. Hasil: Sebagian besar responden mempersepsikan pengorganisasian kepala ruangan kurang baik (59,0%), Sebagian besar responden mempersepsika kepuasan kerja tidak puas (41,0%). Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan p-value 0.001 (p-value = 0.001 = 0.05) dengan nilai OR =16.000; CI: 2.9-87.3). Simpulan: Ketidakpuasan perawat pelaksana muncul akibat pengorganisasian kepala ruangan kurang baik, Hal ini bahwa pengorganisasian kepala ruangan berperan penting dalam kepuasan kerja perawat pelaksana.  Kata kunci : Pengorganisasian, kepuasan kerja, kepala ruangan, perawat pelaksana  ABSTRACTBackground: Organization is a management that must be owned by every nurse to help achieve organizational goals, namely division of labor, delegation, coordination and time management. Poor organization can have an impact on nurse performance in providing nursing care, one of which is job satisfaction. Objective: To determine the relationship between the organization of the head of the room and the level of job satisfaction of nurses in the pediatric ward of the Banten Provincial General Hospital. Method: This type of research is descriptive with a cross-sectional approach with the sampling of this study using purposive sampling of 39 nurses. The analysis technique used in this study is chi square.l. Results: Most respondents perceived the organization of the head of the room as poor (59.0%), Most respondents perceived job satisfaction as dissatisfied (41.0%). Based on the results of the chi-square test, a p-value of 0.001 was obtained (p-value = 0.001 = 0.05) with an OR value of 16,000; CI: 2.9-87.3). Conclusion: Dissatisfaction of implementing nurses arises due to poor organization of the head of the room. This means that the organization of the head of the room plays an important role in the job satisfaction of implementing nurses. Keywords: Organization, job satisfaction, head of room, implementing nurs
EFEKTIVITAS STIMULUS ORGANISM RESPONSE TERHADAP PENGETAHUAN TUBERKULOSIS PARU REMAJA DI SMK PASUNDAN 2 KOTA SERANG Damayanti, Eka Suci; Yupartini, Lisnawati; Waluya, Jajang Ganjar
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34596

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Tuberkulosis (TBC) paru adalah penyakit kronis menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Rendahnya pengetahuan TBC paru pada remaja menjadi faktor penghambat keberhasilan pengendalian penyakit. Stimulus Organism Response (SOR) dengan Perjalanan Si Myco dapat menjadi upaya efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dalam menurunkan angka kejadian TBC paru. Tujuan: Mengetahui efektivitas SOR terhadap pengetahuan TBC paru remaja di SMK Pasundan 2 Kota Serang. Metode: Penelitian kuantitatif quasi experiment dengan pendekatan non equivalent control group. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan 62 responden menggunakan satu lembar observasi dan satu kuesioner pretest posttest. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks dan Mann Whitney U. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah SOR pada kelompok eksperimen (p value 0,000). Terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah SOR pada kelompok kontrol (p value 0,012). Terdapat perbedaan singnifikan rata-rata pengetahuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum SOR (p value 0,000). Tidak terdapat perbedaan singnifikan rata-rata pengetahuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah SOR (p value 0,117). Kesimpulan: Stimulus Organism Response (SOR) tidak efektif terhadap peningkatan pengetahuan tuberkulosis paru remaja di SMK Pasundan 2 Kota Serang (p value 0,117). Kata Kunci: Stimulus Organism Response, Pengetahuan, Tuberkulosis Paru, Remaja, Promosi Kesehatan ABSTRACTBackground: Pulmonary tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Low knowledge of pulmonary tuberculosis in adolescents is a factor inhibiting the success of disease control. Stimulus Organism Response (SOR) with Si Myco's Journey can be an effective effort to increase knowledge and awareness of adolescents in reducing the incidence of pulmonary tuberculosis. Objective: To determine the effectiveness of SOR on adolescent pulmonary tuberculosis knowledge at SMK Pasundan 2 Serang City. Methods: Quasi experiment quantitative research with non equivalent control group approach. The sampling technique used was purposive sampling with 62 respondents using one observation sheet and one pretest posttest questionnaire. Data analysis using Wilcoxon Signed Ranks test and Mann Whitney U. Results: There is a significant difference in the level of knowledge before and after SOR in the experimental group (p value 0.000). There is a significant difference in the level of knowledge before and after SOR in the control group (p value 0.012). There is a significant difference in the average knowledge in the experimental group and control group before SOR (p value 0.000). There is no significant difference in the average knowledge of the experimental group and the control group after SOR (p value 0.117). Conclusion: Stimulus Organism Response (SOR) is not effective in increasing the knowledge of adolescent pulmonary tuberculosis at SMK Pasundan 2 Serang City (p value 0.117). Keywords: Stimulus Organism Response, Knowledge, Pulmonary Tuberculosis, Adolescents, Health Promotion
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEHAMILAN RISIKO TINGGI DENGAN PERSIAPAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS SERANG KOTA TAHUN 2025 Piyaningsih, Okta; Aminah, Aminah; Ayu, Ike Puspasari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34592

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi. Salah satu upaya menurunkan risiko tersebut adalah melalui peningkatan pengetahuan ibu hamil. Pengetahuan yang baik dapat mendorong kesiapan fisik, mental, dan logistik ibu dalam menghadapi proses persalinan. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi dengan persiapan persalinan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 55 ibu hamil yang berada di wilayah Puskesmas Serang Kota.Teknik pengambilan sampel menggunakan instrumen berupa kuesioner yang di validasi dengan skla likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Mayoritas responden memiliki pengetahuan rendah tentang kehamilan risiko tinggi (74,5%) dan kesiapan persalinan yang rendah (65,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan persalinan (p=0,008). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan ibu hamil yang rendah berdampak langsung pada kurangnya kesiapan kesiapan dalaam mengahadapi persalinan. Peran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam memberikan edukasi yang berkelanjutan selama masa antenatal.Kata Kunci: Kehamilan, pengetahuan risiko, kesiapan persalinan   ABSTRACTBackground: High-risk pregnancy is a condition that can increase maternal and infant morbidity and mortality. One of the efforts to reduce this risk is by improving pregnant women's knowledge. Adequate knowledge can encourage physical, mental, and logistical preparedness of mothers in facing the childbirth process. Objective: To determine the relationship between pregnant women's level of knowledge about high-risk pregnancy and their delivery preparation. Methods: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 55 pregnant women in the working area of Serang City Public Health Center. The sampling technique used a validated questionnaire instrument with a Likert scale that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: The majority of respondents had low knowledge about high-risk pregnancy (74.5%) and low delivery preparation (65.5%). The Chi-Square test showed a significant relationship between knowledge level and delivery preparation (p = 0.008). Conclusion: Low knowledge among pregnant women has a direct impact on their inadequate preparation for childbirth. The role of health workers is crucial in providing continuous education during the antenatal period. Keywords: Pregnancy, risk knowledge, delivery preparation
Korelasi Kebiasaan Merokok dengan Hipertensi Pada Masa Usia Lanjut Puskesmas Tunjung Teja Kabupaten Serang Tahun 2024 Sari, Hesti Ratna; Yanwar, Dwi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34602

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan keadaan seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi yang mengenai berbagai organ seperti jantung, otak, ginjal, mata, dan arteri perifer.penyebab terjadinya  hipertensi salah satunya adalah  kebiasaan merokok tujuan  penelitian ini adalah untuk  mengetahui  korelasi Kebiasaan Merokok dengan jenis Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tunjung teja kabupaten Serang Metode penelitian  cross Sectional cara pengambilan sampel dengan Non Random  cara Incidental sampling sebanyak 95 orang  hasil penelitian dan interprestasi  bahwa sebanyak 56 orang ( 58,9%) merokok sebanyak 10-20 Batang dan menderita Hipertensi Tahap 1 sebanyak 48 orang ( 50.5%) dan adanya hubungan kebiasaan dengan Hipertensi dengan nilai p Value 0.007< 0,05  Kesimpulan  kebiasaan merokok dapat meningkatkan tekanan darahKata Kunci:  Merokok, Hipertensi

Page 10 of 11 | Total Record : 102