cover
Contact Name
Eli Amaliyah
Contact Email
eli.amaliyah@untirta.ac.id
Phone
+6287839458825
Journal Mail Official
syafrina@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. No.71 Letnan jidun, Kepandean
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27751511     DOI : 10.62870/jik.v5i1.25858
Core Subject : Health,
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan contains publications in the field of nursing. Since 2020 Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan also covers the issues of nursing. Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan is published by Department of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, with the e-ISSN 2775-1511. Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan has become a CrossRef Member since year 2023 with prefix 10.62870. Therefore, all articles published by Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatanwill have unique DOI number since Vol. 4, No. 1, April 2023. Since Vol. 4, No. 1, April 2023 Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan uses Anti-Plagiarism Software "Turnitin" to check the authenticity article.
Articles 102 Documents
PENGARUH PROGRAM HEALTH EDUCATION DENGAN METODE CERAMAH TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI SMP NEGERI 01 PANIMBANG TAHUN 2024 Herlina, Heni; Sulastri, Tuti; Sudrajat, Andi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i2.25851

Abstract

Pendahuluan : Kasus infeksi menular seksual pada remaja di Indonesia sudah mulai banyak ditemukan, meskipun tidak sebanyak di Amerika Serikat yang menyumbang setengah dari 20 juta kasus IMS baru setiap tahunnya, mereka adalah remaja berusia antara 15 dan 24 tahun. Di Provonsi Banten sendiri angka kejadian IMS terus meningkat dengan cepat dari tahun ke tahun, Penemuan kasus IMS yang dilaporkan pada tahun 2019 mencapai angka 407 penderita dengan angka kematian 447 jiwa. Peningkatan angka kejadian IMS pada remaja dipengaruhi oleh minimnya pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas yang komprehensif sehingga menyebabkan kurangnya pengetahuan remaja tentang bahaya IMS. Oleh karena itu edukasi kesehatan penting untuk diberikan agar angka kejadian IMS dikemudian hari dapat dikendalikan. Tujuan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang IMS dan ada atau tidaknya pengaruh health education infeksi menular seksual terhadap tingkat pengetahuan Siswa di SMP Negeri 01 Panimbang setelah dilakukannya edukasi. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan one group pre test post test design tanpa kelompok kontrol dengan menerapkan kode etik dalam penelitian. Hasil : Tingkat pengetahuan siswa sebelum dilakukan edukasi dominan pada kategori kurang dan setelah dilakukannya edukasi menjadi dominan baik, hasil uji wilcoxon signed ranks test menunjukan nila P-Value = 0,000 < 0,05 Maka Ho diterima, yang berarti ada pengaruh health education tentang infeksi menular seksual terhadap tingkat pengetahuan siswa di SMP Negeri 01 Panimbang. Kata kunci : Edukasi kesehatan, infeksi menular seksual, pengetahuan
PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN DALAM MENGATASI MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST OP SECTIO CAESAREA (SC) DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG Melati, Aura; Djuria, Syafrina Arbaani; Kartika, Kartika
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28422

Abstract

ABSTRAKSectio caesarea (SC) merupakan tindakan atau bedah operasi yang dilakukan di dunia persalinan oleh tenaga kesehatan untuk menyelamatkan ibu dan janin. Obat-obatan yang digunakan pada saat sebelum dan sesudah operasi berpengaruh dalam produksi ASI sehingga akan menghambat sekresi hormon oksitosin yang berperan dalam pengeluaran ASI. Pijat oksitosin adalah salah satu tindakan untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post op sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pijat oksitosin selama 3 hari pada partisipan I meningkat dari 0 ml menjadi 30 ml dan pada partisipan II produksi ASI meningkat dari 0 ml menjadi 25 ml. Penerapan pijat oksitosin dapat mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea.Kata kunci: Pijat Oksitosin, Produksi ASI, SC
PENERAPAN SENAM KAKI TERHADAP KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RSUD DR. DRAJAT PRAWIRANEGARA SERANG Agustina, Alin; Djuria, Syafrina Arbaani; Rachmatullah, Rizky
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i1.28490

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus merupakan suatu kondisi penyakit tidak menular, menjadi perhatian serius dalam kesehatan karena sering diidentifikasi sebagai silent killer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran teori dan aplikasi mengenai asuhan keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di RSUD dr. Derajat Prawiranegara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian yaitu studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Subjek penelitian ini adalah dua pasien diabetes mellitus tipe II yang mengalami masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Menerapkan latihan fisik senam kaki diabetes yang dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari selama tiga hari berturut-turut didapatkan hasil GDS pada pasien 1 sebelum melakukan senam kaki yaitu 268 mg/dl dan setelah melakukan senam kaki selama tiga hari menjadi 162 mg/dl, untuk pasien 2 sebelum melakukan senam kaki yaitu 258 mg/dl dan setelah melakukan senam kaki selama tiga hari menjadi 200 mg/dl. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa latihan fisik senam kaki diabetes dapat menstabilkan ketidak stabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitusKata Kunci: Diabetes Mellitus, Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
PENGARUH EXERCISE FOR OSTEOARTHRITIS OF THE KNEE TERHADAP TINGKAT NYERI SENDI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS WALANTAKA KOTA SERANG TAHUN 2024 Nufus, Nihlatin; Amaliyah, Eli; Rachmatullah, Rizky
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.26065

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan orang yang usianya sudah >60 tahun, yang termasuk dalam kelompok risiko yang memerlukan perlakuan khusus, gejala yang dirasakan lansia yang terkena osteoarthritis seperti nyeri sendi, kaku saat di pagi hari, terjadi hambatan saat pergerakan sendi, untuk mengatasi nyeri dilakukan tindakan exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh exercise for osteoarthritis of the knee terhadap tingkat nyeri sendi pada lansia di Posbindu Puskesmas Walantaka Kota Serang. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi ekperiment dengan pendekatan rancangan One Group Pre And Post Test Design. Populasi lansia yang osteoarthritis di Posbindu Puskesmas Walantaka Kota Serang. Sampel lansia yang mengalami nyeri sendi di Posbindu Puskesmas Walantaka, pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis Bivariat menggunakan uji T dependen untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan tingkat nyeri lutut sebelum dan sesudah di exercise pada kelompok intervensi. Hasil: Penelitian ini, dapatkan nilai P value 0.000<0.05 (Signifikan). Simpulan: Penelitian ini, bahwa ada pengaruh exercise for osteoarthritis of the knee terhadap tingkat nyeri sendi pada lansia di Posbindu Puskesmas Walantaka Kota Serang. Saran: Tindakan exercise dapat rekomendasi untuk penurunan tingkat nyeri sendi osteoarthritis pada lansia. Kata Kunci: Exercise Of The Knee; Tingkat Nyeri; Lansia; Osteoarthritis
GAMBARAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN TINGKAT KEJADIAN GAGAL GINJAL KRONIS (END STAGE RENAL DISEAS) PADA PASIEN DI KLINIK GINJAL DAN HIPERTENSI RSUD DR.ADJIDARMO RANGKAS BITUNG Amalia, Maulida Nur; Sulastri, Tuti; Sudrajat, Andi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28420

Abstract

ABSTRAKPeningkatan  kejadian gagal ginjal kronis dapat di sebabkan oleh beberapa faktor karakteristik yang meliputi jenis kelamin, usia, dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian gagal ginjal kronis (ESRD) berdasarkan karakteristik responden seperti usia, jenis kelamin, dan pekerjaan pada pasien di Klinik Hipertensi dan Ginjal RSUD dr.Adjidarmo Rangkas Bitung. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini  termasuk ke dalam penelitian deskriptif yang menggambarkan tingkat kejadian gagal ginjal kronis (ESRD) berdasarkan jenis kelaim, usia, dan pekerjaan, menggunakan accidental sampling sebanyak 115 responden. Hasil dari penelitian ini  mayoritas responden pada penelitaan adalah perempuan, yakni sebanyak 73, kemudian mayoritas usia pada penelitian ini adalah dewasa akhir sebanyak 62, dan mayoritas responden tidak bekerja sebanyak 31. Kesimpulan dari penelitian ini Jenis kelamin, usia dan pekerjaan dapat menjadi faktor risiko terkena gagal ginjal jika dari masing – masing induvidu tidak menjaga Kesehatan dengan baik. Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronis, Karakteristik
HUBUNGAN LAMANYA MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS Senja, Auryl; Rustiawati, Epi; Dewi, Nelly Hermala
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28408

Abstract

Gagal Ginjal Kronis adalah kondisi klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversible. Salah satu terapi pengganti ginjal yang banyak digunakan pada pasien gagal ginjal kronis adalah hemodialisis. Penatalaksanaan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis, dibutuhkan kepatuhan pasien salah satunya yaitu patuh terdahap diet cairan. Dampak dari ketidakpatuhan diet cairan dapat mengakibatkan sesak, oedema, serta peningkatan Interdialytic Weight Gain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lamanya menjalani hemodialisis dengan tingkat kepatuhan diet cairan pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD dr Adjidarmo. Penelitian ini menggunakan jenis metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan 1 kuesioner karakteristik demografi dan satu lembar observasi Interdialytic Weight Gain. Uji analisis data yang digunakan yaitu chi square. Hasil penelitian pada uji Chi Square hubungan antara lamanya menjalani terapi hemodialisis dengan tingkat kepatuhan diet cairan menunjukan nilai ρ value 0,006 < α (0.05) yang berarti ada hubungan antara lamanya menjalani terapi hemodialisis dengan tingkat kepatuhan diet cairan. Dengan nilai Odds Ratio yaitu 5.062 artinya lamanya menjalani hemodialisis 5.062 kali mempengaruhi tingkat kepatuhan diet cairan pasien pada pasien gagal ginjal kronis. Kata kunci: Gagal Ginjal Kronis, Kepatuhan Diet Cairan, Lamanya Menjalani Hemodialisis
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Lestari, Futri Indah; Hamdiah, Dedeh; Sari, Rahmitha
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28421

Abstract

ABSTRAK Komunikasi terapeutik merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap perawat untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Namun adakalanya pelaksanaan komunikasi terapeutik tidak dapat dijalankan secara optimal karena tingginya beban kerja perawat. Beban kerja yang berat dapat berdampak pada kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, salah satunya adalah komunikasi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 117 orang perawat. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami beban kerja cukup tinggi (53.8%), sebagian besar responden melaksanakan komunikasi terapeutik dengan baik (92.3%). Hasil penelitian ini juga menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja perawat dengan komunikasi terapeutik (p=4.724). Kesimpulan penelitian ini adalah walaupun beban kerja cukup tinggi, perawat ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung tetap melaksanakan komunikasi terapeutik dengan baik. Kata Kunci : Beban kerja perawat, Komunikasi terapeutik, Perawat, Pasien
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD dr. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Arifin, Desvita Sakina; Umar, Ernawati; Mulyanasari, Fertin
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28407

Abstract

Kualitas pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan, khususnya perawat di ruangan rawat inap itu sangat berpengaruh terhadap kebiasaan pasien/masyarakat dalam menjalani pengobatannya karena, pasien yang sedang dalam masa pengobatan akan patuh pada nasehat dan taat terhadap rencana pengobatannya apabila merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan baik oleh tenaga kesehatannya maupun dari segi rumah sakitnya. Terdapat 5 aspek untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan perawat terhadap tingkat kepuasan pasien tersebut diantaranya yaitu aspek perhatian, aspek komunikasi, aspek penerimaan, aspek kerjasama, dan juga aspek tanggung jawab. Tujuan Penelitian: Yaitu untuk mengetahui bagaimana hubungan kualitas pelayanan perawat terhadap kepuasan pasien di RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung berdasarkan 5 aspek pelayanan keperawatan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study, dengan jenis metode kuantitatif. Pengambilan besar sample pada penelitian ini yaitu menggunakan metode probability sampling  dengan teknik Cluster Sampling, yaitu digunakan sebagai pengambilan sample secara acak dan berumpun. Jumlah sample pada penelitian adalah 127 pasien. Hasil penelitian: Dari penelitian didapatkan hasil Tidak adanya Hubungan antara Kualitas Pelayanan Keperawatan Aspek Perhatian (0,136>0,05) Aspek Penerimaan (0,028<0,05) Aspek Komunikasi (0,003<0,05) dan Tanggungjawab (0,000<0,05) terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di 5 Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung, dan tidak ada Hubungan antara Kualitas Pelayanan Keperawatan pada Aspek Kerjasama (0,279>0,05)Kata kunci: Pelayanan perawat, Kepuasan pasien, Manajemen Keperawatan
HUBUNGAN BURNOUT DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Ramadhan, Lissa Tiara; Umar, Ernawati; Mulyanasari, Fertin
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i1.28492

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Burnout merupakan kelelahan, baik secara fisik, mental, maupun emosional yang di dalamnya berkembang konsep diri yang negatif dan pencapaian prestasi pribadi yang menurun. Dampak dari kejenuhan kerja (burnout) dapat muncul dalam bentuk berkurangnya kepuasan kerja, rendahnya produktivitas diri, dan kinerja yang memburuk. Kinerja perawat adalah hasil pekerjaan seorang perawat yang dirasakan langsung oleh pasien. Jika kinerja buruk akibat dari kejenuhan bekerja, maka dapat menyebabkan mutu pelayanan mengalami penurunan. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara burnout dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung yang berjumlah 153 perawat. Setelah dilakukan perhitungan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampelnya sebanyak 111 perawat dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji pearson chi square untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil : Dari hasil uji statistic chi square diperoleh p value sebesar 0,000, dapat disimpulkan p value (0,000) < nilai  (0,05), hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan burnout dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Kesimpulan : Burnout mempengaruhi kinerja perawat, saat perawat merasakan adanya kejenuhan atau kelelahan yang berkepanjangan, maka situasi lingkungan kerja dapat menjadi tidak kondusif dan apabila situasi ini berlangsung lama dapat menyebabkan penurunan kinerja. Kata Kunci : Burnout, Kejenuhan, Kinerja, Perawat, Mutu
HUBUNGAN EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MANFAAT ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PUSKESMAS SINGANDARU TAHUN 2023 Muhammad, Ganang Arya; Aminah, Aminah; Yupartini, Lisnawati
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28419

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pemberian ASI Eksklusif sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan ibu. Melalui edukasi adalah upaya penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui, terutama terkait ASI Eksklusif dapat mengurangi risiko balita gizi buruk. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara edukasi dengan pengetahuan ibu hamil terhadap ASI Eksklusif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen One Group Pre-test Post-test Design. Studi dilakukan di Puskesmas Singandaru tahun 2023 dengan responden ibu hamil sebanyak 30 responden. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Mei menggunakan purposive random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner, pengolahaan SPSS 21 dengan uji chi-square dengan p-value < 0.05. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara usia dan pengetahuan sebelum (p-value 0.032), dan sesudah edukasi (p-value 0.295) tidak terdapat hubungan signifikan. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara pendidikan dan pengetahuan sebelum (p-value 0.601) dan sesudah edukasi (p-value 0.633). Setelah edukasi, tingkat pengetahuan ibu hamil meningkat dari 54.5% cukup baik menjadi 72.7% baik. Kesimpulan: Edukasi tentang ASI Eksklusif berhubungan signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Singandaru.Kata Kunci: ASI Eksklusif, Bayi, Edukasi, Pengetahuan Ibu Hamil

Page 8 of 11 | Total Record : 102