cover
Contact Name
Fusnika
Contact Email
jurnalpekan@gmail.com
Phone
+6281312867627
Journal Mail Official
fusnika804@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pertamina Sengkuang Km. 4 Sintang, Kalimantan Barat 78614
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : 25408038     DOI : https://doi.org/10.31932
Core Subject : Education,
JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, STKIP Persada Khatulistwa. Terbit 2 kali setahun (April dan Nopember). E-ISSN: 2540-8038. Jurnal ini yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: 1. Penelitian Tindak Kelas 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Motivasi dan Prestasi Belajar 4. Belajar dan Pembelajaran 5. Hasil Belajar 6. Strategi/Metode/Model Pembelajaran 7. Media Pembelajaran 8. Pengembangan Bahan Ajar 9. Sosial Humaniora.
Articles 163 Documents
PARTISIPASI PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN BUPATI KABUPATEN SINTANG DI KECAMATAN SEPAUK PERIODE 2016-2021 Suparno Suparno
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v4i1.379

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk partisipasi politik pemilih pemula, sejauhmana partisipasi politik pemilih pemula dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula dalam pemilihan Bupati Kabupaten Sintang di Kecamatan SepaukPeriode 2016-2021. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk partisipasi politik pemilih pemula, untuk mengetahui sejauhmana partisi politik pemilih pemula dan untuk mendeskrifsikan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula dalam pemilihan Bupati Kabupaten Sintang di Kecamatan SepaukPeriode 2016-2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriftif kualitatif dan bentuk penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) bentuk partisipasi pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilihan Bupati Kabupaten Sintang adalah memberikan hak pilihnya dan bergabung dalam keanggotaan kelompok penyelenggara pemungutan suara, 2) partisipasi pemilih pemula di Kecamatan Sepauk masih sebataspartisipasi politik konvensional, 3) faktor pendukung partisipasi politik pemilih pemula yaitu faktor individu, faktor orang tua, faktor lingkungan dan faktor keluarga sedangkan faktor penghambat partisipasi politik pemilih pemula dalam berpartisipasi yaitu rasa malas, perasaan acuh tak acuh, faktor lingkungan dan faktor orang tua. Kata Kunci : Partisipasi Politik, Pemilih Pemula 
Pemicu Lunturnya Nilai Pancasila Pada Generasi Milenial Devyanne Oktari; Dinie Anggraeni Dewi
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2021): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v6i1.1170

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan penurunan nilai Pancasila Di era milenium ini, dan tentang pola hidup dan penanaman karakter pemuda Indonesia, khususnya bagi kaum milenial yang rentan berusia antara 17 hingga 20 tahun. Bersamaan dengan itu, pada era globalisasi, budaya barat masuk dan berkembang di Indonesia dan sudah dianggap sebagai hal yang lumrah, sudah sangat mempengaruhi aspek kehidupan bangsa Indonesia khususnya generasi milenial yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa. Mereka perlahan mulai meninggalkan dan menganggap budaya lokal sebagai hal yang buruk, kalaupun budaya lokal itu sendiri berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sudah dianggap sebagai hal yang ketinggalan zaman, Penerapan nilai-nilai Pancasila telah lama berubah, dan berangsur-angsur semakin mengkhawatirkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sikap individualisme lebih menonjol dibandingkan saat berhadapan dengan orang lain ataupun bersosialisasi. Tujuan penulisan jurnal ilmiah ini adalah untuk mengaplikasikan kembali nilai yang ada dalam Pancasila kepada generasi milenial saat ini. Kata kunci: globalisasi, nilai pancasila, karakter, generasi milenial.
KORELASI PERSEPSI SISWA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN OLEH GURU DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA DI SEKOLAH MENEGAH PERTAMA NEGERI 3 TUGUK Mardawani Mardawani; Yupita Pameliana Fransiska
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2016): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v1i1.165

Abstract

Penelitian ini berjudul Korelasi Persepsi Siswa Terhadap Proses Pembelajaran oleh Guru dengan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa di Sekolah Menegah Pertama Negeri 3 Tuguk. Masalah umum dalam penelitian ini adalah “Seberapa besar korelasi Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran oleh Guru dengan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa di Sekolah Menegah Pertama Negeri 3 Tuguk. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran oleh Guru dengan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan bentuk penelitian studi korelasi (correlationstudies). Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran oleh guru pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menegah Pertama Negeri 3 Tuguk termasuk dalam kategori sangat tinggi.(2) Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  di Sekolah Menegah Pertama Negeri 3 Tuguk termasuk dalam kategori sangat tinggi. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap pembelajaran oleh guru dengan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menegah Pertama  Negeri 3 Tuguk. Dengan nilai r hitung 0,316, sedangkan r tabel 0,444 pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan uji t diperoleh t hitung 2,984 sedangkan t tabel 2,101 dengan derajat kebebasan 5% dan taraf kepercayaan 95%. Dk = n – 2 = 20 – 2 = 18. Jadi thitung> ttabel atau 2,984 > 2,101. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.Kata Kunci: Proses Pembelajaran, Hasil Belajar
ANALISIS SIKAP BELA NEGARA SISWA PADA PEMBELAJARAN PPKn DI SMP NEGERI 5 KETUNGAU HULU Juri Juri
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2018): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v3i2.257

Abstract

Penelitian ini bertolak dari asumsi bahwa sikap bela negara siswa di daerah perbatasan cenderung kurang. Ini dikarenakan mereka setiap hari berinteraksi dengan warga dari negara tetangga. Lokasi penelitian berjarak sekitar 4 jam berjalan dari tapal batas. Namun, kenyataannya rasa kebangsaan siswa tersebut amat kental, walaupun untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka lebih banyak mengandalkan barang-barang dari luar negeri.Kenyataan tersebut merupakan sebuah kebutuhan, bukan keinginan. Artinya, apabila mereka harus turun ke pusat kabupaten, jarak tempuh memakan waktu yang cukup lama. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Peneliti hanya memaparkan hasil penelitian dalam bentuk narasi tanpa memanipulasi data dari lapangan. Hasil penelitian menujukkan: (1) sikap bela negara siswa pada dasarnya baik. Ini terbukti, setiap hari senin mereka selalu melaksanakan upacara bendera. Disamping itu, siswa aktif dalam kegiatan ektrakurikuler, berupa pramuka, voly, bola kaki dan bela diri. Yang menjadi pendamping dalam kegiatan pramuka dan bela diri (karate) adalah TNI Angkatan Darat yang kebetulan pada saat itu bertugas sebagai penjaga perbatasan.(2) pelaksanaan kegiatan tersebut rutin yakni satu kali dalam seminggu. (3) setiap hari senin siswa mengikuti upacara bendera, setiap hari selasa latihan karate, setiap hari rabu latihan voly, setiap kamis latihan bola kaki, dan setiap jum’at latihan pramuka. Kata Kunci: Analisis, Sikap Bela Negara Siswa, Mata Pelajaran PPKn.
UPAYA PELESTARIAN TARIAN ZAPIN DALAM RANGKA MEMPERKUAT NILAI KARAKTER SEBAGAI PEMERSATU BANGSA PADA MASYARAKAT MELAYU PESISIR MELAWI DI DESA PAGAR LEBATA KECAMATAN SERAWAI KABUPATEN SINTANG Suparno Suparno; Mardawani Mardawani; Rin Muhrin
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v5i2.941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pelestarian tarian Zapindalam rangka memperkuat nilai karakter sebagai pemersatu bangsa pada masyarakat  Melayu pesisir Melawi. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, panduan wawancara dan panduan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan: 1) upaya pelestarian tarian Zapin di Desa Pagar Lebata melalui pembinaan generasi muda sebagai generasi penerus, sosialisasi kepada masyarakat untuk menarik minat dan pengangkatan pelatih Zapin. 2) perwujudan tarian Zapin dalam rangka memperkuat nilai karakter sebagai pemersatu bangsa pada masyarakat Melayu pesisir Melawi melalui culture experience dengan memberikan pendidikan non formal kepada masyarakat dan membentuk kelompok kesenian. 3) faktor pendukung dan penghambat upaya pelestarian tarian Zapin dalam rangka memperkuat nilai karakter sebagai pemersatu bangsa pada masyarakat  Melayu pesisir Melawi, faktor pendukungnya yaitu: Dana dari pemerintah Desa untuk keperluan kesnian, SK dari Desa untuk pelatih tarian Zapin, keterlibatan masyarakat, pelatih yang memadai, dan faktor penghambatnya berupa: peralatan penunjang yang kurang lengkap, minat belajar tarian Zapin yang kurang, budaya asing, faktor ekonomi, cuaca dan yang tidak mendukung. Kata Kunci:Tarian Zapin, Melayu Pesisir, Nilai Karakter, Pemersatu Bangsa.
TRADISI “NGEMAI MANDI” ANAK KE SUNGAI SEBAGAI WUJUD CINTA BUDAYA PADA MASYARAKAT DAYAK SEBERUANG DI DESA JAYA MENTARI Juri, Juri; Yanda, Yuvita
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v7i2.2044

Abstract

This research is motivated by the concern of researchers towards the fading of regional culture. Regional culture that used to be so thick in the midst of people’s lives as a sign of a fairly harmonius relationship between human beings, human with nature and human with Petara (God). Human at that time believed that if they colud maintain good relations with others, nature and God, the wrath of nature for bad human action could be minimized. This pattern has persisted for centuries. Changing generations, more and more people are inhabiting the earth and the emergence of technology in varoius fields, causes the cultural viscosity that has long been rooted in society, slowly eroding. Before the erosion got worse, we, as a team of researchers who have a strong interest in culture, tried to mix it up return the remains of cultural debris with the hops of generations next you can continue to maintain the culture so that it doest’n just remain a memory. The specific problem in this study includ 1) proses and form of culture playing for the first time bathing in the river, 2) materials of needed to brings children to bathe for the first time in the river, 3) challenges and efforts made by the community in maintaining culture. The results showed: 1) the cultural prosess of bringing a child to take a bath for the first time in the river is still quite thick and is still being preserved, 2) materials needed when taking a child to bathe in the river for the first time include: offerings (pulut rice, white rice, pork, chicken, eth), one white ceramic place, one Gong, one umbrella, one piece of sling cloth, special traditional clothes, for men and woman who charry bathed children, palm wine, and so on, 3) challenges and efforts made, among others: 1) the growing development of humans causes them to be more influenced by foreign culture, the lack of young pople who are interested culture, culture inheritance is more oral, many young pople work in urban areas and others areas, many young people get married, than follow their husbands or wives. The effort made are: involve the younger generation in every traditional activity, make a book about customs, when there are young couples getting married, they are required to marry according to custom and religion. Keywords:Traditions, Bring a children first Time bathing in the River
URGENSI PENANGGULANGAN SAMPAH DENGAN ANALISIS SIKAP APATIS MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DI KOTA SINTANG Purnomo, Sapto; Ananda, Agnes Sophia; Anjeli, Krisfina
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v9i1.3467

Abstract

This research aims to explore the urgency of dealing with waste in Sintang City with a focus on analyzing community apathy towards environmental health. Waste is a serious problem that threatens environmental sustainability, public health and the ecosystem as a whole. Community apathy towards the waste problem can be a major obstacle in mitigation efforts. This research method uses a qualitative and quantitative approach, involving surveys, interviews and data analysis. Respondents were taken from various levels of society in Sintang City. Analysis of people's apathy towards waste was carried out to identify factors that influence ignorance towards environmental health.The research results show that the majority of people in Sintang City have a high level of apathy towards the waste problem. Factors such as a lack of understanding of environmental health impacts, a lack of awareness of personal responsibility, and uncertainty regarding waste management are the main causes of apathy. In this context, education and outreach programs need to be improved to increase public understanding of the urgency of dealing with waste and its impact on environmental health. This research makes an important contribution in making interested parties, including the government and non-governmental organizations, aware of the urgency of handling the waste problem in Sintang City. Joint efforts from various parties are needed to change apathy into awareness and real action in maintaining environmental health. Keyword : apathy, environmental health 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEMENT DIVISION (STAD) MATERI HAK DAN KEWAJIBAN WARGANEGARA DI KELAS XII IPA 1 SMA NEGERI 2 SINTANG Ananias Jeni
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i2.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasilbelajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar di Kelas khususnya bagi kelas XII IPA 1 Tahun Pelajaran 2018/2019.Masalah pokok dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah apakah pembelajaran PKn (Pendidikan Kewarnegaraan) dengan mengunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achiement Division) dapat meningkatkan hasilbelajar siswa di Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Sintang. Adapun masalah yang dihadapi guru adalah siswa kurang memahami materi sistem HakdanKewajibanWarga Negara. Adapun pembahasan yang akan dikembangkan adalah meningkatkan hasilbelajar siswa pada mata pelajaran PKn (Pendidikan Kewarnegaraan) melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achiement Division) yang berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dan keberhasilan siswa untuk menerima materi yang disampaikan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Sintang. Kegiatan Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus tindakan. Prosedur pada setiap tindakan ialah : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) Observasi dan (4) Refleksi. Kata kunci:  Hasil Belajar,Pendidikan Kewarganegaraan,Model Kooperatif 
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYINGPADASISWA KELAS XSMA NEGERI 2 TEMPUNAK TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Ahmad Shohari
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v5i1.708

Abstract

Abstrak Peningkatan mutu pendidikan dapat dilihat dari proses pembelajaran yang berlangsung pada sekolah. Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Judul dalam penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar PKn menggunakan pembelajaran Role Playing pada siswa kelas X SMAN 2 Tempunak Tahun Pelajaran 2017/2018. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah hasil belajar PKn dapat ditingkatkan dengan  menerapkan model pembelajaran  Role  Playing  pada  siswa  Kelas X SMA Negeri 2 Tempunak Tahun Pelajaran 2017/2018?Sedangkan Tujuannnya adalah untuk  meningkatkan  hasil  belajar  PKn  siswa  Kelas  X SMA Negeri 2 Tempunak Tahun Pelajaran 2017/2018 melalui penerapan model pembelajaran  Role Playing. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, subyeknya adalah siswa kelas XSMAN 2 Tempunakyang berjumlah 22 orang.Faktor yang diamati adalah aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini mengikuti tahapan dalam PTK yaitu: (1) Perencanaan; (2) Pelaksanaan tindakan; (3) Observas dan Evaluasi dan (4) Refleksi. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dalam bentuk persentase dan nilai rata-rata aktivitas hasil belajar, yang disajikan dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan hasil belajar. siklus I menunjukkan kenaikan dari 67,50 menjadi 73,30 (meningkat sebesar 5,80 poin) dan siklus II sebesar 80,00 (meningkat sebesar 6,70 poin dari siklus I). Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa hasil belajar mata pelajaran PKn dapatmeningkat melalui model pembelajaran Role Playingpada siswa kelasXSMANNegeri 2 Tempunak Tahun Pelajaran 2017/2018  . Kata Kunci :Hasil Belajar, model pembelajaran Role Playing
IMPLEMENTASI NILAI GOTONG ROYONG DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT (Studi Kasus Kegiatan Kerja Bakti Di RT/RW:009/002 Dusun Keladan Tunggal Desa Mertiguna Kecamatan Sintang) Fusnika Fusnika; Agnesia Hartini; Mia Ayuning Cahyati
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v7i1.1628

Abstract

Penelitian inidi latar belakangi oleh lunturnya implementasi nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, nilai yang terdapat pada budaya gotong royong memiliki peran penting sebagai pemersatu bangsa.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan gotong royong, mendeskripsikan faktor penghambat implementasi gotong royong, mendeskripsikan upaya melestarikan budaya gotong royong. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif  dengan bentuk penelitian Studi Kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan kegiatan gotong royong pada kegiatan kerja bakti terlaksana secara rutin dan terjadwal, kegiatan yang dilaksanakan berupa membersihkan lapangan dan lingkungan sekitar, 2) Faktor penghambat kegiatan gotong royong pada kegiatan kerja bakti meliputi sikap masyarakat yang mulai melupakan nilai-nilai gotong royong dan menganut paham individualisme, kuatnya egoisme, dan kurangnya kesadaran, 3) Upaya melestarikan kegiatan gotong royong pada kegiatan kerja bakti dapat dilakukan dengan menjaga tali silaturahmi, menjalin komunikasi yang baik, dan menerapkan kepedulian sosial di dalam kehidupan masyarakat.Kata Kunci:  Nilai Gotong Royong, Kehidupan Masyarakat