cover
Contact Name
Fusnika
Contact Email
jurnalpekan@gmail.com
Phone
+6281312867627
Journal Mail Official
fusnika804@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pertamina Sengkuang Km. 4 Sintang, Kalimantan Barat 78614
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : 25408038     DOI : https://doi.org/10.31932
Core Subject : Education,
JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, STKIP Persada Khatulistwa. Terbit 2 kali setahun (April dan Nopember). E-ISSN: 2540-8038. Jurnal ini yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: 1. Penelitian Tindak Kelas 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Motivasi dan Prestasi Belajar 4. Belajar dan Pembelajaran 5. Hasil Belajar 6. Strategi/Metode/Model Pembelajaran 7. Media Pembelajaran 8. Pengembangan Bahan Ajar 9. Sosial Humaniora.
Articles 163 Documents
ANALISIS NILAI TOLERANSI PADA MATA PELAJARAN PPKN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH TINDAKAN INTOLERANSI DI KELAS IX C SMPN 1 SEMITAU TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Fusnika Fusnika; Agnesia Hartini; Hendrikus Meido Cali
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v8i2.2996

Abstract

The problem in research regarding the value of tolerance in Civics subjects as an effort to prevent acts of intolerance in class IX C of SMP Negeri 1 Semitau. The aim of the research is to describe the value of tolerance through PPKn lessons as an effort to prevent acts of intolerance by teachers to form the value of tolerance in students at SMP Negeri 1 Semitau. Data collection through observation, interviews and documentation. The data analysis techniques that the author uses are data presentation, data reduction, and drawing conclusions. Researchers used descriptive qualitative methods. The subjects and objects of research are PPKn subject teachers and students. The results of this research are that the tolerance value of students in Class IX C of SMP Negeri 1 Semitau is still low, namely there is a lack of respect and appreciation between each student and each other. Application of tolerance values to prevent intolerance in PPKn subjects in class IX C of SMP Negeri 1, namely through PPKn lessons. Efforts are being made to foster the value of tolerance to prevent intolerance in Civics subjects in class IX C of SMP Negeri 1, namely getting students to learn to appreciate and respect their classmates and teachers, in order to foster a spirit of tolerance and motivate students to be tolerant of each other. and there needs to be improvement from schools, namely teachers, so that the expected value of tolerance is realized in order to prevent intolerance. .Keywords: Keywords: Tolerance Values, PPKn Subjects, Intolerance.  
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAANPOKOK BAHASAN PANCASILA SEBAGAIDASAR NEGARADI KELAS VIII SMP NEGERI 7 BELITANG HULU TAHUN PELAJARAN 2016/20 Juri Juri
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i1.192

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dapat meningkatkan hasil belajarsiswa kelas VIII  SMPN  07 Belitang Hulu tahun  pelajaran 2016/2017.  Bentuk penelitian  ini adalah   Penelitian  Tindakan  Kelas  (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu  perencanaan  tindakan,  pelaksanaan  tindakan,  observasi,  dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 07 Belitang Hulu tahun pelajaran 2016/2017yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, angket,  wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang mempunyai empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kriteria keberhasilan tindakan untuk hasil belajar adalah dengan batas tuntas 71 (KKM=71) dan ketuntasan kelas sebesar 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa   terjadi  peningkatan  prestasi  belajar  PKn  pada   kondisi  awal  (tes kemampuan awal), siklusI, dan siklus II. Pada nilai tes kemampuan awal rata- rata kelas hanya 53,5 dengan ketuntasan kelas sebesar 13,6% dan siswa yang memperoleh nilai ≥71 berjumlah 3 siswa. Pada siklus I mengalami peningkatan yaitu rata-rata kelas menjadi 69,7 dan ketuntasan kelas meningkat menjadi 68,2% (mengalami peningkatan sebesar 54,6%) dan siswa yang memperoleh nilai ≥71 berjumlah 15 orang. Selanjutnya pada siklus II juga mengalami peningkatan yaitu  rata-rata  kelas  menjadi 76,5 dan ketuntasan   kelas  menjadi 86,4% (mengalami peningkatan sebesar 18,2%) dan siswa yang memperoleh nilai ≥71 berjumlah 19 siswa. Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, dan Metode VCT
IMPLEMENTASI UUD NKRI 1945 PASAL 31 AYAT 1 MELALUI PENGENTASAN BUTA AKSARA PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT GENERASI SEHAT DAN CERDAS (PNPM-GSC) TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN PENDIDIKAN MASYARAKAT DIDESA TAWANG SARI KECAMATAN SEPAUK KABUPATEN SINTANG Suparno Suparno; Geri Alfikar
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v4i2.555

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi implementasi UUD NKRI 1945 pasal 31 ayat 1 melalui pengentasan buta aksara program nasional pemberdayaan masyarakat  generasi sehat dan cerdas (PNPM-GSC) terhadap peningkatan kesadaran pendidikan masyarakat didesa tawang sari kecamatan sepauk kabupaten sintang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memaparkan implementasi UUD NKRI 1945 pasal 31 ayat 1 melalui pengentasan buta aksara program nasional pemberdayaan masyarakat  generasi sehat dan cerdas (PNPM-GSC) terhadap peningkatan kesadaran pendidikan masyarakat didesa tawang sari kecamatan sepauk kabupaten sintang . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan ditemukan beberapa hal, antara lain sebagai berikut: 1. Implementasi UUD NKRI 1945 Pasal 31 Ayat 1 Melalui Pengentasan Buta Akcara Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Generasi Sehat Dan Cerdas (PNPM-GSC) Di Desa Tawang Sari berlangsung dengan baik. 2. Kesadaran Pendidikan Masyarakat Di Desa Tawang Sari Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang masih tergolong rendah, hal ini ditandai dengan adanya pemahaman orang tua atau masyarakat belum mengutamakan untuk pendidikan. 3. Implementasi UUD NKRI 1945 Pasal 31 Ayat 1 Melalui Pengentasan Buta Akcara Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Generasi Sehat Dan Cerdas (PNPM-GSC) Terhadap Peningkatan Kesadaran Pendidikan Masyarakat di desa Tawang Sari Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang sesuai dengan harapan, yaitu dapat meningkatkan kesadaran berpendidikan.Kata Kunci: UUD NKRI 1945 pasal 31 ayat 1, PNPM-GSC, Pendidikan.  
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA PADA SILA PERTAMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI DESA TANJUNG PUTAR KECAMATAN KAYAN HILIR KABUPATEN SINTANG Suparno Suparno; Sapto Purnomo; Septha Suseka; Samuel Samuel
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2021): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v6i2.1462

Abstract

Masyarakat di Desa Tanjung Putar dikalangan birokrat, kaum pendidik, para orang tua mulai resah dengan adanya krisis keteladanan, seperti menurutnya sikap toleransi, menurunya silahturahmi dan rasa malas dalam menjalankan ibadah serta mulai adanya para kaum muda yang mengkonsumsi miras. Bagaimanakah pemahaman sila pertama dalam kehidupan masyarakat di Desa Tanjung Putar Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang? Bagaimanakah sikap toleransi antar umat beragama dalam kehidupan Masyarakat di Desa Tanjung Putar Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang? Bagaimanakah penerapan nilai-nilai Pancasila pada sila pertama dalam kehidupan Masyarakat di Desa Tanjung Putar Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang? Untuk mengetahui pemahaman sila pertama dalam kehidupan masyarakat di Desa Tanjung Putar Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Untuk mengetahui sikap toleransi antar umat beragama dalam kehidupan Masyarakat di Desa Tanjung Putar Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Untuk mengetahui penerapan nilai-nilai Pancasila pada sila pertama dalam kehidupan Masyarakat di Desa Tanjung Putar Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Pendekatan penelitian kualitatif, metode penelitian adalah metode kualitatif, bentuk penelitian adalah kualitatif deskriptif. Masyarakat di Desa Tanjung Putar memahami makna dari Nilai yang terkandung dalam Sila Pertama, sikap toleransi dalam masyarakat tergolong sangat tinggi, sebagian masyarakat mengimplementasikan Nilai Sila Pertama. Secara keseluruhan masyarakat memahami arti Nilai Sila Pertama Pancasila, sikap toleransi dalam masyarakat tergolong sangat tinggi, sekitar 90% masyarakat sudah menerapkan Sila Pertama dikehidupan sosial. Bagi generasi muda berhati-hatilah dalam bergaul, rajinlah beribadah serta ikuti teladan yang baik dari orang tua. Bagi masyarakat tingkatkan rasa persatuan, sikap toleransi serta rajinlah dalam beribadah. Bagi peneliti selanjutnya perlu diadakan penelitian selanjutnya untuk mengetahui tingkat Implementasi Sila Pertama Pancasila.Kata Kunci: Implementasi Pancasila, Sila Pertama
IMPLEMENTASI SILA KETIGA PANCASILA SEBAGAI PENGUATAN WAWASAN KEBANGSAAN PADA MUATAN PPKN SISWA KELAS IV DI SDN WOJO Pratomo, Wachid; Nadziroh, Nadziroh; Chairiyah, Chairiyah
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v7i2.2049

Abstract

This study is based on the following Implementation, factors involved , content Obstacles ,Solution for Pancasila Implement the third principle of Pancasila as a national insight into civic education for student grade IV SDN Wojo. This survey is a qualitative and descriptive survey. The survey was conducted on SDN Wojo with a total of 19 fifth grade students. The data sources for this survey were the principal, fifth grade teachers, and fifth grade students. The data acquisition method used observation, interview, and documentation techniques. Survey tools are observation guides, interview guides, and documents. Test the validity of your data using a reliability test using triangulation (source, method, time triangulation). The data analysis method for this study uses  Miles and Huberman analysis, which consists of data collection, data reduction, data display, and data validation. As a result, (1) Pancasila's Third Principles as a national insight into the content of citizens of grade IV SDN Wojo, with examples of linking citizens' learning, mutual cooperation, mutual respect of friends, tolerance, etc. Implementation was shown. Students practicing in their daily lives. -Day. (2) Support the content of grade IV SDN Wojo civic education, namely the characteristics of inclusive schools with different levels of intelligence, the implementation of Panchasila's Third Principles as a national insight into the existence of religion. Differences in factors and the existence of parental associations. (3) According to SDN Wojo, it can prove that parents lack motivation for their children. Students are not maximal in teaching Pankashira's third principle of strengthening national insights, and have limited time to teach teachers to face students. Students' faces, different attitudes and personalities. (4) To overcome obstacles in implementing Pancasila's Third Principles as a national insight into the civilian content of Grade IV SDN Wojo by providing a rating of all materials provided. Solution. Students become actions.Keywords: Implementation, Pancasila's Third Principles, Strengthening National Insights, PPKn
KORELASI ANTARA MORAL QUOTIENT DENGAN KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI SINTANG Hilarius Jago Duda; Mardawani Mardawani; Sandra Prima
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2016): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v1i1.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar korelasi antara moral quotient dengan kognitif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Sintang yang berjumlah 192 orang dan yang menjadi sampel adalah siswa kelas XI IPS 2 Madrasah Aliyah Negeri Sintang. Teknik pengumpul data yang digunakan yakni teknik komunikasi tidak langsung dan teknik studi dokumentasi. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu angket dan dokumen. Selanjutnya moral quotientdan kognitif siswa dianalisis menggunakan teknik analisis statistik korelasi. Dapat disimpulkan bahwa moral quotient siswa yang diperlihatkan dari hasil angket memperoleh persentase sebesar 83,61% (sangat kuat) dengan rata-rata skor 83,61. Kognitif siswa memperoleh rata-rata dengan skor 72,11 (baik). Terdapat hubungan yang signifikan yang sangat kuat antara moral quotientdengan kognitif siswa sebesar 88,74% (sangat kuat) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Kata Kunci : Moral Quotient, Kognitif Siswa, Pendidikan Kewarganegaraan.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN Heri Bertus
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v4i1.375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah apakah supervisi akademik berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Silabus dan  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, untuk mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melakukan supervisi akademik agar mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpul data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah teknik non tes berupa observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil  penelitian  antara lain: (1) Supervisi akademik secara berkelanjutan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Silabus dan RPP di SMA Negeri 1 Kelam Permai. Meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun Silabus yang baik dari 31% menjadi 83% setelah supervisi akademik. Selain itu jumlah RPP yang berkualitas baik juga meningkat dari 31% menjadi  89%. (2) Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran guru mata pelajaran Matematika sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Permendikbud  Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi. Kompetensi guru mata pelajaran Matematika dalam menyusun Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sudah meningkat sejak dilaksanakannya supervisi akademik secara berkelanjutan. Kata Kunci : Kompetensi Guru ,Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Supervisi Akademik
IMPLEMENTASI BUDAYA HANDOP DALAM MEMPERERAT TALI SILAHTURAHMI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MASYARAKAT DESA PANEKASAN KECAMATAN SERAWAI Suparno Suparno; Veronika Yosi Andriani; Septha Suseka
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2021): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v6i1.1165

Abstract

Tujuan dalam penelitian adalah Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan mengapa budaya Handop dapat mempererat tali silahturami masyarakat Desa Panekasan Kecamatan serawai. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif bentuk etnografi. Hasil dalam penelitian ini yaitu proses pelaksanaan budaya Handop yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya sehingga dapat mempererat tali silahturahmi masyarakat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah budaya Handop merupakan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang suku dayak Uud Danum dan dapat menyatukan masyarakat saat pelaksanaan Handop yang ada di Desa Panekasan Kecamatan Serawai.  Kata Kunci:  Handop, Komunitas Sosial
PERAN MASYARAKAT ADAT MELAYU SINTANG DALAM UPAYA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA DI KECAMATAN SINTANG KALIMANTAN BARAT Agnesia Hartini; Herry Murjani
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2018): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v3i1.143

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana Peran  Masyarakat Adat Melayu Sintang dalam Upaya Membangun Karakter bangsa di Kecamatan Sintang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Masyarakat adat Melayu Sintang khususnya di tiga kelurahan tempat peneliti melakukan penelitian yaitu kelurahan Menyumbung Tengah, Kapuas Kiri Hilir, dan Kelurahan Ulak Jaya dalam pelaksanaan budaya ini masih tergolong kental yang berkaitan dengan pelaksanaan budaya adat istiadat Melayu masih tetap dilaksanakan dengan baik. Misalnya pelaksanaan khitanan, gunting rambut bayi yang baru lahir, upacara perkawinan secara adat, dan masih banyak hal lainnya yang dilaksanakan berdasarkan pelaksanaan tata cara secara adat Melayu, 2) Kendala-kendala yang dihadapi masih terdapat masyarakat yang seakan menutup telinga dan tidak ingin menegtahui bagaimana pentingnya suatu budaya itu tetap dijaga dan dilestarikan, 3) Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan adat Melayu Sintang sebagai upaya untuk membangun karakter bangsa tersebut  diantaranya seperti melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk tetap melaksanakan kebiasaan yang ada begitu juga dengan masyarakat yang tetap melestarikan budaya dan adat istiadat.Kata Kunci:  Masyarakat,Adat, Karakter Bangsa.
UPAYA PELESTARIAN KEBUDAYAAN INDONESIA DALAM TRADISI BEDURUK PADA SUKU DAYAK DESA Rub’i, Muhammad Anwar; Fusnika, Fusnika; Atmaja, Thomy Sastra; Devi, Visensia
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v9i1.3693

Abstract

Budaya kewarganegaraan  sangat erat kaitannya dengan identitas bangsa terkait budaya, kearifan lokal, serta adat istiadat yang mampu menopang masyarakat untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai tradisi dan budaya daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara jelas mengenai tradisi beduruk kaitan dengan budaya kewarganegaraan (civic culture) sebagai wujud pelestarian kebudayaan Indonesia pada masyarakat Dayak Desa di Sentabai Kecamatan Silat Hilir. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bentuk etnografi. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukan bahwa tradisi beduruk pada intinya merupakan kegiatan gotong-royong terkhusus dalam pengerjaan ladang dan terdapat nilai-nilai budaya kewarganegaraan yaitu nilai kebersamaan dan nilai kekeluargaan dalam kehidupan sosial masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam pelaksanaan tradisi beduruk terdapat serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan cara bersama-sama saling peduli dan membantu satu sama lain serta budaya kewarganegaraan akan sangat berguna ditengah masyarakat sebagai pedoman kehidupan sosial bersama karena sejatinya identitas warga negara bersumber dari budaya kewarganegaraan. Upaya pelestarian nilai-nilai tradisi beduruk dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat setempat serta dukungan pemerintah Desa Sentabai Kata Kunci: Tradisi  Beduruk , Civic  Culture,  Pelestarian Kebudayaan   Dayak  Desa  Â