cover
Contact Name
Fusnika
Contact Email
jurnalpekan@gmail.com
Phone
+6281312867627
Journal Mail Official
fusnika804@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pertamina Sengkuang Km. 4 Sintang, Kalimantan Barat 78614
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : 25408038     DOI : https://doi.org/10.31932
Core Subject : Education,
JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, STKIP Persada Khatulistwa. Terbit 2 kali setahun (April dan Nopember). E-ISSN: 2540-8038. Jurnal ini yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: 1. Penelitian Tindak Kelas 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Motivasi dan Prestasi Belajar 4. Belajar dan Pembelajaran 5. Hasil Belajar 6. Strategi/Metode/Model Pembelajaran 7. Media Pembelajaran 8. Pengembangan Bahan Ajar 9. Sosial Humaniora.
Articles 163 Documents
PELESTARIAN TRADISI BUDAYA DALOK PADA MASYARAKAT DAYAK UUD DANUM DALAM RANGKA MENUNJUKKAN KESUKUBANGSAAN DI KECAMATAN SERAWAI-AMBALAU KABUPATEN SINTANG KALIMANTAN Fusnika fusnika; Ardianti Susila
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i2.212

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi langsung terhadap  suatu budaya yang ada pada masyarakat tersebut. Di Indonesia pada umumnya dan khususnya kecamatan Serawai-Ambalau kabupaten Sintang. Sudah mulai menurun tradisi budaya dalok yang ada pada  masyarakat dayak Uud Danum, dalam melestarikan budaya yang ada didaerahnya.Hal tersebut dapat terjadi disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan kebudayaanya, khususnya budaya dalok yang terdapat pada masyarakat dayak Uud Danum.Upacara gawai dalok biasa juga disebut sebagai (upacara angkat tulang) yaitu, upacara mengantar arwah keluarga atau nenek moyang yang sudah meninggal menuju tempat kediaman yang abadi. Gawai dalok merupakan gawai untuk memberikan  penghormatan  tertinggi  dan terakhir dalam siklus kematian dalam  masyarakat  dayak Uud Danum. Dalam upacara adat ini, orang yang melaksanakan gawai dalok mengambil tulang belulang keluarga dan nenek moyang mereka masing-masing dari dalam kubur.Tulang-tulang tersebut lalu dimasukkan ke dalam gong dan disimpan di rumah khusus. Upacara terakhir adalah mengantarkan tulang-belulang kekodiring (sandung). Kodiring adalah sebuah rumah kecil yang berbentuk betang. Rumah ini berfungsi untuk menampung tulang belulang yang telah menjalani pesta dalok. Kodiring adalah sebuah miniatur surga bagi arwah keluarga atau nenek moyang yang telah meninggal. Ada beberapa cara untuk melestarikan tradasi  budaya Dalok pada masyarakat dayak Uud Danum,yaitu mengenal budaya  yang ada di masyarakat dayak Uud Danum, mengajarkan budaya Dalok kepada orang lain, memperkenalkan budaya Dalok,tidak terpengaruh budaya asing, Jadikan Budaya sebagai identitas diri sebagai bagian dari kesukubangsaan.  Kata kunci: Pelestarian budaya, tradisi budaya dalok, kesukubangsaan.
UPAYA GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBENTUKAN SISWA BERKARAKTER KEBANGSAAN DI SMP NEGERI 2 BINJAI HULU TAHUN AJARAN2019/2020 Suparno Suparno; Lusiana Lusiana
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v5i1.705

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya guru PKndalam membentuk siswa berkarakter kebangsaan melalui proses pembelajaran PKn di SMP N 2 Binjai Hulu,mendeskripsikan upaya guru PKn dalam membentuk siswa berkarakter kebangsaan melalui pembinaan diluar jam pelajaran PKn di SMP N 2 Binjai Hulu, untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat upaya guru PKn dalam pembentukan siswa berkarakter kebangsaan di SMP N 2 Binjai Hulu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian studi kasus.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Upayaguru PKn membentuk siswa yang berkarakter kebangsaan yaitu melalui kegiatan interakurikuler dan ekstrakurikuler.Kata Kunci: Guru Pendidikan Kewarganegaraan, Siswa, Karakter Kebangsaan
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN ZONASI DI DESA BALI AGUNG KECAMATAN PALAS LAMPUNG SELATAN Novitri Hidayati; Muhammad Mona Adha; Yunisca Nurmalisa
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2021): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v6i2.1468

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan persepsi masyarakat desa Bali Agung terhadap kebijakan sistem zonasi sekolah dalam penerimaan peserta didik baru tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Bali Agung yang memiliki anak kelas VII SMP. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan rumus interval dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian pada indikator pemahaman masyarakat terhadap kebijakan zonasi dikatakan paham diperoleh sebanyak (47,61%) masyarakat memiliki kepahaman terhadap kebijakan zonasi sebagai aturan baru dalam proses penerimaan peserta didik baru sebagai salah satu upaya dalam pemerataan pendidikan. Tanggapan masyarakat terhadap kebijakan zonasi dikatakan setuju diperoleh sebanyak (42,85%) karena dengan adanya kebijakan masyarakat percaya pemerataan di Indonesia akan tercapai dan juga untuk mepercepat proses pembangunan. Harapan masyarakat terhadap kebijakan zonasi dikatakan setuju diperoleh sebanyak (52,83%) dengan adanya kebijakan zonasi sekolah diharapkan mampu melakukan pembaharuan sebagaimana yang dibutuhkan masyarakat. Kata Kunci: persepsi masyarakat, kebijakan zonasi
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS VI SDN 39 TANJUNG RIA SEPAUK TERHADAP PERAN INDONESIA DALAM KAWASAN ASEAN DENGAN METODE SIMULASI TAHUN 2016 Maria Yuliwinarti
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v1i2.189

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk membahas hasil belajar pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran diskusi partisipatif pada materi peran Indonesia dalam kawasan ASEAN di kelas VISDN 39 Tanjung Ria sudah berjalan dengan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dimplementasikan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa secara kelompok  setiap kelompok telah melaksanakan proses pembelajaran PKn dengan baik  yang berarti mereka telah melaksanakan pembelajaran diskusi partisipatif dengan baik pula dan kemampuan PKn siswa secara kelompok dapat berkembang secara baik. Hal ini ditunjukkan pada siklus II, yakni rata-rata skor kelompok untuk 4 komponen PKn berkisar antara 3,00 sampai 4,50.  Satu kelompok berkategori baik dan satu kelompok berkategori sangat baik. Lebih dari 70% siswa secara kelompok sudah menunjukkan hasil belajar yang maksimal. Kata kunci: Diskusi Partisipatif, Hasil Belajar Pkn 
EKSISTENSI NILAI-NILAI KEBUDAYAAN PADA TRADISI ADAT MELAH PINANG DAYAK IBAN KABUPATEN KAPUAS HULU Juri Juri; Dominika Santi
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v4i2.552

Abstract

Penelitian ini bertolak dari keinginan kami untuk menjaga kearipan lokal di berbagai daerah dan suku yang mendiami pulau Kalimantan. Kali ini fokus penelitiannya pada tataran subsuku Dayak Iban berkaitan dengan tradisi adat Melah Pinang di Desa Laja Sandang Kecamatan Empanang Kabupaten Kapuas  Hulu Kalimantan Barat. Adat melah piang ini dalam Bahasa Indonesia adalah bentuk adat pernikahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Peneliti hanya memaparkan hasil penelitian dalam bentuk narasi tanpa memanipulasi hasil yang diperoleh dari lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Adat melah pinang ini merupakan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Dayak Iban dari jaman nenek moyang terdahulu; (2) dalam tradisi Melah Pinang ada makna yang terkandung, seperti hubungan manusia dengan sesama, hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan Tuhan; (3) disampiang terdapat makna, dalam tradisi Melah Pinang terdapat pula nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, keagamaan dan kebersamaan.Kata kunci: KebudayaaanLokal, Melah Pinang, Dayak Iban
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PADA ANAK GENERASI MILENIAL Yuga Fibra Nurhakim; Dinie Anggraeni Dewi
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2021): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v6i1.1172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran tentang pentingnya peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam pembentukan karakter pada anak generasi milenial. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi pustaka. Untuk memperoleh datanya itu dari buku-buku yang sudah ada, jurnal, tesis, literatur, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ternyata peran pendidikan kewarganegaraan dalam pembentukan karakter pada anak generasi milenial itu sangatlah berperan bagi kehidupan karena pendidikan kewarganegaraan ini tak hanya sebagai mata pelajaran saja tetapi dijadikan sebagai patokan untuk menjalani kehidupan sehari-hari, karena didalamnya itu terdapat nilai dan norma, aturan hukum, dan nilai-nilai pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan ini haruslah terus ada di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi karena jika tidak hal itu akan berdampak pada pembentukan karakter pada anak terutama untuk generasi milenial yang akan menjadi penerus bangsa di masa depan. Generasi milenial ini juga akan menjadi teladan untuk anak dan cucunya. Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter, Generasi Milenial
ENTITAS KERIFAN TRADISI LOKAL HOPONG PADA MAKNA SIMBOL RITUAL DALAM MEMPERKUAT CINTA BUDAYA MASYARAKAT DAYAK UUD DANUM DI DESA PANEKASAN KECAMATAN SERAWAI Fusnika, Fusnika; Hartini, Agnesia; Gilang, Aldisius
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v8i1.2364

Abstract

The background of this research problem is regarding the processes in the hopong tradition and the values contained in the hopong. The traditional hopong ceremony is believed by the community as an ancestral heritage that has meaning, certain values and functions. This research was conducted in Panekasan Village, Serawai District, Sintang District. The purpose of this research is to describe clearly the local hopong traditional entity in the meaning of ritual symbols to strengthen cultural love for the Dayak Uud Danum community in Panekasan Village, Serawai District. The method used is ethnographic qualitative research. The results of this study are that the local hopong tradition entity in the Uud Danum Dayak community is a tradition that is still often carried out by the community. The values contained in the hopong tradition include social values, entertainment values, moral values, aesthetic values, and belief or religious values. The conclusion in this study is that the culture of hopong is a culture inherited from the ancestors of the Dayak Uud Danum tribe and can strengthen love for culture and preserve the customs of hopong in Panekesan Village, Serawai District. Keywords: Entities, Hopong local traditions, Ritual Symbols, Love Culture, Dayak UUD Danum
PERAN NILAI-NILAI RELIGIUS KERAJAAN SINTANG DALAM MEMBINA KARAKTER GENERASI MUDA Suparno Suparno,; Dasim Budimansyah
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2016): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v1i1.167

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan karakter pada generasi muda. Dewasa ini banyak terjadi perilaku generasi muda di Sintang yang menyimpang dari norma yang berlaku. Perilaku negatif tersebut mencerminkan adanya karakter yang tidak baik dandpat amenjadikan warga negara yang baik tidak terwujud.Menanggapi permasalahan ini, kerajaan Sintang melakukan pembinaan karakter generasi muda sebagai upaya pendidikan dilingkungan masyarakat. Masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimanakah nilai religius dalam membina karakter generasi muda dan implementasinya. Desain penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek dalam penelitian adalah raja Sintang, Abdi dalem kerajaan Sintang, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Hasil penelitian diperolehbahwafilosofi dan latar belakang nilai religius yang saat ini berlaku mengadaptasi dari nilai yang diterapkan oleh Kerajaan Sintang pada zaman dahulu yang masih dilestarikan hingga sekarang; implementasi nilai religius sebagai bentuk pembangunan berkelanjutan generasi muda melaluikegiatan situs keagamaan dan seni tari bernafaskan Islam. Kata Kunci: Nilai-Nilai Religius, Peran Kerajaan Sintang, Pembinaan Karakter.
PERSEPSI GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP MENGUATNYA POLITIK IDENTITAS DI KECAMATAN KETUNGAU HILIR Juri Juri
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v4i1.372

Abstract

 Penelitian ini bertolak dari anggapan bahwa guru-guru PKn masih banyak yang cenderung apatis dengan politik. Menurut mereka, politik hanyalah sebuah dinamika siklus pemerintahan dalam mobilisasi pejabat yang akan memimpin negeri ini lima tahunan. Keapatisan tersebut, sebenarnya bukan tanpa alasan. Artinya, para guru merasa tidak ada perubahan yang berarti ketika mereka terlibat dalam politik. Yang berikutnya, bagi mereka yang berstatus sebagai pegawai negeri secara atruan tidak diperbolehkan ikut berpolitik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dimana peneliti hanya menggambarkan secara sistematis mengenai persepsi guru PKn, baik pada tingkat SMP dan SMA terhadap budaya politik di kecamatan Ketungau Hilir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi guru-guru PKn terhadap budaya politik di Kecamatan Ketungau Hilir cenderung menguatnya politik identitas berdasarkan unsur SARA. Kata Kunci: Politik Identitas, Guru PKn, Kecamatan Ketungau Hilir 
ANALISIS KINERJA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI BIDANG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA EMPAKA KEBIAU RAYA KECAMATAN BINJAI HULU KABUPATEN SINTANG Mardawani Mardawani; Agnesia Hartini; Natalia Natalia
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2021): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v6i1.1162

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan kinerja BPDdalam meningkatkan partisipasi masyarakat dibidang pembangunan infrastruktur Desa Empaka Kebiau Raya, untuk mendeskripsikan cara meningkatkan partisipasi masyarakat dibidang pembangunan infrastruktur Desa Empaka Kebiau Raya, untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat kinerja BPD dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dibidang infrastruktur Desa Empaka Kebiau Raya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kinerja BPD dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang pembanguan desa empaka kebiau raya masih kurang. 2) cara yang dilakukan BPD dalam meningkatkan partisipasi sudah dilakukan dengan semaksimal mungkin yaitu dengan mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan desa yang diadakan oleh pemerintah desa (BPD), 3) faktor pendukung dan penghambat faktor pendukungnya adanya dana desa, dan faktor penghambatnya adalah dari masyarakat itu sendiri. Saran peneliti BPD diharapkan dapat memberikan sosialisasi atau mengajak masyarakat untuk musyawarah terkait dengan program pembangunan desa Kata Kunci: Kinerja BPD, partisipasi masyarakat, pembangun.

Page 4 of 17 | Total Record : 163